Anda di halaman 1dari 9

UJIAN TENGAH SEMESTER (TAKE HOME

TEST) BAHASA INDONESIA

A. Ketentuan Umum

 Jawaban UTS Bahasa Indonesia, ditulis dengan MS Word dengan


format: kertas A4, margin kiri 4cm, dan margin lainnya 3cm, spasi
bebas, font Cambria 12.
 Jawaban akhir kemudian diubah ke format PDF, dengan ketentuan
penamaan file: UTS B.INDO_PBIO Kelas anda_Nama anda_NPM.pdf.
 Jawaban dikumpulkan paling lambat 13 November 2020 jam 13.00
WIB. Pengumpulan terlambat dianggap batal (tidak mengikuti
ujian).
 Bila didapati kasus copy & paste, maka seluruh berkas yang sama akan
diberi nilai 0

B. Soal

1. Temukanlah berbagai kesalahan ejaan yang terdapat dalam tulisan di


bawah ini kemudian perbaiki sesuai dengan aturan ejaan yang benar.
Tandai kesalahan ejaan dan perbaikannya dengan huruf berwarna
merah.

RADHAR PANCA DAHANA,


PENYAIR PEMBERONTAK

Radhar Panca Dahana, demikian sosok pria berdarah jawa-Jawa yang bersahaja
ini di kenal. Namanya merupakan akronim dari nama kedua orang tuanya, haji-
Haji Radsomo dan Suharti. Selain dirinya, 6 sodara-saudara kandungnya juga
memunyai nama depan Radhar.

Kehidupan masa kecilnya sangat keras. Sang ayah pernah di fitnah-difitnah


sebagai antek komunis. Ayahnya pula-juga yang mendidiknya dengan penuh ke
disiplinan-ke-disiplinan bahkan cenderung autoriter-otoriter. Dalam publikasinya,
Radhar menceritakan bagaimana sejak kecil ia dan sodara-sodaranya-saudara-
saudaranya sudah di ajari-diajari berhitung angka hingga jutaan, pulang ke rumah
harus tepat waktu, dan rajin belajar. Jika melanggar, hukuman berupa sabetan
rotan harus siap-siap mereka terima. “Ini supaya kalian bisa disiplin, tumbuh jadi
orang kuat,” kata Radhar menirukan ayahnya.
Selain itu, seluruh anak lelaki di kuncung-laki dikuncung dan di gunduli-
digunduli dengan di sisakan-disisa sedikit rambut diujung-di ujung kepalanya.
Namun dari semua sodaranya-saudaranya, hanya Radhar Panca Dahana yang
kerap membangkang dan mendapat hukuman yang sangat keras.

Soal-tentang minat dan bakatpun-bakat pun, Radhar merasakan ketidakcocokkan


dengan orang tuanya yang menginginkannya menjadi pelukis, sementara ia amat
menyukai teater dan menulis. Sangking-Karena terlalu seringnya mendapat hukuman
fisik, Radhar jadi nggak betah-tidak nyaman di rumah. Puncaknya sekitar ahir-sekira
akhir tahun 1970, ia sering minggat dari rumahnya di Lebak Bulus, Jakarta Selatan,
untuk mencari tempat yang membuatnya nyaman dan merasa di terima-diterima.
Kawasan bulungan-Bulungan menjadi pilihan tempat pelarianya-pelariannya, tempat
yang di kemudian hari turut andil membentuk pribadinya seperti saat ini.

Sifat pemberontaknya tak hanya ia tunjukan-tunjukkan di lingkungan keluarga,


namun berlanjut juga di bangku sekolah. Sejak SD (Sekolah Dasar), Radhar di
jauhi-dijauhi teman- temannya karena tabiatnya yang terkesan ingin "menguasai"
lebih banyak area publik. Di bangku SMA (Sekolah Menengah Atas) pun sifat itu
terus berlanjut, ia menolak sistim-sistem sekolah, bahkan pernah bertengkar
dengan gurunya. “Sekolah,” katanya, “justru membuat saya tertekan,”- “Sekolah
bahkan membuat saya tertekan,” katanya.

Memasuki masa SMP (Sekolah Menengah Pertama), ia makin giat menulis Cerpen,
Puisi, sehingga membuat Ilustrasi. Beberapa karyanya dimuat di majalah Zaman,
yang waktu itu redakturnya adalah Danarto. Radhar menyamarkan jati dirinya dengan
nama Reza Morta Vileni sebagai penata artistik. Nama samaran itu diilhami oleh nama
kenalannya, Rezania, MHum, yang piawai berdeklamasi. Sedangkan nama Radhar
dicantumkan sebagai reporter.

Pada periode ini, Radhar amat produktif mengarang cerpen remaja. Terlebih
ketika itu di Jakarta tengah menjamur berbagai majalah kumpulan cerpen, seperti
Pesona dan Anita, yang kerap memuat karya-karya Radhar. Cerpen karya
Radhar Panca Dahana kala itu juga mengisi majalah remaja seperti-remaja,
seperti: Gadis, Nona, dan Hai, bahkan majalah dewasa, yakni Keluarga dan
Pertiwi.

Karirnya-kariernya sebagai jurnalis di atas standard-standar pemula sehingga-


pemula, sehingga cepat berkembang ketika ia diterima bekerja di harian Kompas.
Valens Doy, seorang wartawan senior berpengaruh,-berpengaruh (hilang tanda
baca koma) menempatkannya sebagai pembantu reportert atau reportert-reporter
lepas. Radhar kemudian diminta menulis berbagai macam rubrik, mulai dari olah
raga, kebudayaan, pendidikan, berita kota tentang kriminalitas, hingga masalah
hukum. Kemampuan itu didapatnya-didapat dari kebiasaannya yang sejak kecil
sudah hoby-hobi membaca.

Akan tapi-tetapi, pekerjaannya sebagai jurnalist-jurnalis terhenti saat orang


tuanya tak mengijinkan-mengizinkan dia untuk bekerja. Dengan berat hati, tahun
1987 (?)(tanda tanya hilang) Radhar pun kembali ke bangku sekolah. Untuk
menyelesaikan pendidikan di tingkat SMA saja, Radhar menghabiskan waktu
enam tahun lantaran-karena ia kerap berpindah-pindah sekolah, yakni di SMA 11,
SMA Negeri 46 Jakarta, dan sebuah SMA di Bogor. Menurutnya, hal itu adalah
buah dari kekecewaannya karena tidak diijinkan-diizinkan bekerja oleh
orangtuanya.

Saat duduk di bangku SMA pun, Radhar kerap bertengkar dengan guru lantaran-
karena menolak sistim-sistem sekolah. Sikap kerasnya itu boleh jadi-mungkin
akibat pengaruh buku bertema berat yang sering dibaca kemudian-,kemudian
(tanda baca koma sebelum kata hubung kemudian) ditelannya bulat-bulat tanpa
mencernanya-memahaminya. Seperti pemahaman Ivan Illich tentang formalisme-
Formalisme pendidikan dalam buku berjudul Bebas dari Sekolah serta buku
berjudul Pendidikan Kaum yang
Tertindas buah karya Paulo Freire. Ia juga rajin membaca buku-buku Prof. dr.-Dr.
Koentjaraningrat.

Ketika itu pula-juga, Radhar mulai merambah dunia teater. Sebenarnya, teater
bukanlah hal yang baru bagi Radhar sebab-,sebab (penambahan tanda koma) ia
telah naik panggung teater ketika berumur 14 tahun. Saat itu-saat itu,
(penambahan tanda koma) ia memerankan tokoh perempuan bernama Rebecca
dalam drama Jack dan Penyerahan. Di Bogor, Radhar kembali meneruskan hoby-
hobi lamanya itu dan bergabung dengan bengkel Teater Rendra.

Namun, keberadaannya di bengkel Teater Rendra tak bertahan lama. Karena


berselisih mengenai manajemen grup dengan si empunya-pemilik sanggar,
Radhar akhirnya memutuskan mengundurkan diri. Ia bicara dengan Rendra.
Pembicaraan itu menyepakati keluarnya Radhar dari bengkel Teater. Selain
kepada Rendra, Radhar saat itu juga dekat dengan Noorca M Masardi dan Anto
Baret. Ketiga orang itulah yang sering memberi nasihat mengenai apa yang patut
di perbuatnya-dilakukannya. Bahkan atas anjuran Anto Baretlah, Radhar
kemudian memutuskan untuk melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.

Radhar awalnya amat berharap bisa diterima di program studi Ekonomi


Pembangunan, Universitas Pajajaran (UNPAD). Sayangnya-Akan tetapi, Radhar
tidak diterima kuliah di Unpad, namun diterima di Jurusan Sosiologi FISIP
Universitas Indonesia (UI). Meski demikian, Radhar berhasil menyelesaikan
kuliahnya dalam waktu 2,5 tahun. Setelah berhasil menyabet gelar sarjananya,
Radhar kembali menekuni hobinya berteater dan meneruskan karirnya-kariernya
sebagai wartawan.

Kesibukan yang amat menyita waktu membuat Radhar tidak acuh pada tata
administrasi di kampusnya. Masalah itu baru diselesaikanya pada saat ia akan
pergi ke Prancis untuk menyelesaikan kuliah S2-nya di jurusan sosiologi-
Sosiologi Ecole des Hautes Etudes en Science Sociales pada tahun 1997 dengan
meriset postmodernism-Postmodernisme di Indonesia. Di Prancis, Radhar
bermukim di besancon-Besancon, sebuah kota kecil berjarak 450 km di timur-
Timur Paris. Tiga bulan kemudian, Evi Apriyanti, istri Radhar menyusul
lantaran-karena merasa hawati-khawatir akan kondisi suaminya yang seorang diri
dinegara-di negara orang.

Sumber:
www.tokohindonesia.com dengan sejumlah perubahan.

2. Perhatikan kalimat-kalimat di bawah ini. Apakah telah memenuhi


persyaratan sebagai kalimat efektif? Jika belum, unsur apa yang belum
terpenuhi? Perbaikilah menjadi kalimat efektif.
a. Ekonomi Indonesia diramalkan oleh Bank Dunia akan mengalami
kemajuan yang sangat pesat berkat pertumbuhan ekonomi yang terus
meningkat naik.
Ekonomi Indonesia diprediksi oleh Bank Dunia akan mengalami kemajuan yang
sangat pesat karena pertumbuhan ekonomi yang terus meningkat naik.
b. Kesejahteraanlah yang membikin kinerja karyawan meningkat, bukan
kontrol yang ketat dari atasan.
Kesejahteraanlah yang membuat kinerja karyawan meningkat, bukan
kontrol yang ketat dari atasan.
c. Jika pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat
inflasi, sehingga pengangguran meningkat dengan drastis.
Jika pemerintah menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) saat
inflasi, maka pengangguran meningkat dengan drastis.
d. Waktu dan tempat saya persilakan.

Kepada Bapak/Ibu saya persilakan untuk memberikan sambutan.


e. Keletihan disebabkan oleh hilangnya kalori secara mendadak akibat dari
aktivitas yang berat.

Keletihan disebabkan hilangnya kalori secara mendadak akibat aktivitas


yang berat.

3. Perhatikan kata-kata berikut ini. Manakah yang penulisannya tidak


sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia. Perbaikilah kata-kata tersebut
sesuai dengan Ejaan Bahasa Indonesia.
 Haemoglobin  khutbah
Hemoglobin khotbah
 Trailer  insyaf
Trailer insaf
 audiogram  dzikir
Audiogram zikir
 charisma  agribisnis
karisma Agrobisnis
 psikosomatik  hakekat
Psikosomatik hakikat
 frekwensi  resiko
frekuensi risiko
 metoda  jaman
metode zaman
 karir  analisa
karier analisis
 sistim  pasca sarjana
sistem pascasarjana
 al-qur’an  apotik
Al-Quran apotek
 jadual  ijasah
jadwal ijazah

4. Baca dan cermati paragraf berikut ini. Analisis keunggulan dan


kelemahan paragraf tersebut berdasarkan persyaratan paragraf yang
baik.

(1)
Dulu, sekelompok orang percaya bahwa realitas dapat dipotret kemudian
disajikan ulang dengan sama persis. Seperti potret sebuah pelabuhan
menjelang senja, di sana tergambar ada perahu-perahu yang bersandar
dengan layar yang kepayahan. Lebih detail lagi, sebuah potret barangkali
juga bisa menunjukkan warna langit yang jingga dan sekawanan burung yang
terbang di atas permukaan laut yang teduh.

Pada paragraf 1
1. Memiliki kelengkapan unsur-unsur paragraf. Pada paragraf tersebut
memiliki kalimat utama di awal paragraf dan kalimat setelahnya adalah
kalimat penjelas.
2. Antara ide pokok dan isi paragraf saling berhubunganan. pada unsur-unsur
paragraf yang ditulis. ...
3. Terdapat kepaduan paragraf pada kalimat utama dan kalimat penjelas yang
membahas tentang potret pelabuhan saat senja menjelang.
4. Isi paragraf digambarkan dengan sangat jelas, namun kekurangan paragraf
ini terdapat kata-kata yang tidak tepat misalnya kata “barangkali” dan
penggunaan kata hubung yang tidak perlu misalnya pada kalimat “warna
langit yang jingga” sebaiknya kata hubung yang dihilangkan “warna langit
jingga”

(2)

Informasi adalah awal mula pengetahuan. Pada awal periode rasionalisme,


rasionalis seperti Descartes percaya bahwa pengetahuan sejati ada dalam
pikiran manusia berupa episteme. Pengalaman, yakni persinggungan subjek
dengan objek pengetahuan, tidak dianggap sebagai variabel yang bermakna.

Pada paragraf 2
1. Memiliki kelengkapan unsur-unsur paragraf. Pada paragraf tersebut
memiliki kalimat utama di awal paragraf dan kalimat setelahnya adalah
kalimat penjelas.
2. Namun, antara ide pokok dan isi paragraf ada yang tidak berhubungan. Ide
pokok membahas pengetahuan sedangkan isi membahas pengetahuan dan
pengalaman.
3. Terdapat ketidak paduan paragraf pada kalimat utama dan kalimat penjelas.
4. Kurangnya penggunaan kata hubung sehingga membuat paragraf ini sulit
untuk dipahami isi informasi yang disajikan penulis.
5. Banyak menggunakan kata atau istilah ilmiah. Namun, penulisan hurufnya
tidak sesuai ejaan, seperti; kata”Episteme” .
(3)

Ada dua alasan mengapa Indonesia dapat dikatakan sebagai salah satu negara
terindah di dunia. Pertama, Indonesia mempunyai alam yang indah. Di
seluruh wilayah Indonesia dapat kita temui lembah, gunung, dan pantai yang
menawan. Ke dua, Indonesia juga terkenal karena keindahan keragaman
budayanya. Indonesia memiliki beragam suku bangsa dan agama yang
masing-masing mempunyai budaya sendiri-sendiri.

Pada paragraf 3
1. Memiliki kelengkapan unsur-unsur paragraf. Pada paragraf tersebut
memiliki kalimat utama di awal paragraf dan kalimat setelahnya adalah
kalimat penjelas.
2. Antara ide pokok dan isi paragraf ada yang saling berhubungan. Ide pokok
membahas alasan negara Indonesia sebagai negara terindah di dunia.
3. Isi paragraf mudah dipahami.
4. Terdapat kepaduan paragraf pada kalimat utama dan kalimat penjelas.
5. Kurangnya penulisan ejaan pada kata “ke dua” seharusnya “kedua”.
6. Penggunaan kalimat kurang efektif “keindahan keragaman budayanya”-“
keindahan ragam budayanya. Dan kata “memiliki beragam” kata
beragam adalah paduan antara imbuhan ber- yang berarti memiliki
dan kata ragam. Seharusnya pilih salah satu apakah menggunakan
kalimat “memiliki ragam suku bangsa” atau “Indonesia beragam suku
bangsa”

(4)

Belum ada negara mana pun yang memiliki kekayaan desain motif batik seperti
dimiliki Indonesia. Tiap-tiap daerah memiliki banyak desain dan motif khas
dalam kekayaan sebutan melalui bahasa daerah masing-masing. Misalnya motif
batik Aceh: Pintu Aceh, Cakra Doenya, Bungong Jeumpa. Dari Riau, ada Itik
Pulang Petang, Kuntum Bersanding, Awan Larat, dan Tabir. Batik Jawa di
antaranya Jelaprang (Pekalongan), Sida Mukti, Sida Luhur (Solo), Patran Keris,
Paksinaga Liman, Sawat Penganten (Cirebon), dan lainnya.

Pada paragraf 4
1. Memiliki kelengkapan unsur-unsur paragraf. Pada paragraf tersebut
memiliki kalimat utama di awal paragraf dan kalimat setelahnya adalah
kalimat penjelas.
2. Antara ide pokok dan isi paragraf ada yang saling berhubungan. Ide pokok
membahas alasan negara Indonesia sebagai negara terindah di dunia.
3. Isi paragraf mudah dipahami.
4. Terdapat kepaduan paragraf pada kalimat utama dan kalimat penjelas.
5. Kurangnya penggunaan kata hubung sehingga membuat kalimat tidak padu
dan sulit dipahami, seperti kalimat: Pintu Aceh, Cakra Doenya, Bungong
Jeumpa, seharusnya menggunakan tanda hubung dan menjadi Pintu
Aceh, Cakra Doenya, dan Bungong Jeumpa
6. Penggunaan kalimat kurang efektif dan terkesan bermakna menyinggung
negara lain pada awal paragraf, yakni “Belum ada negara mana pun yang
memiliki kekayaan desain motif batik seperti dimiliki Indonesia.”
Seharusnya “Negara Indonesia memiliki kekayaan desain motif batik”.
7. Dan pada kalimat “tiap-tiap daerah memiliki banyak desain dan motif
khas dalam kekayaan sebutan melalui bahasa daerah masing-masing”
seharusnya “Tiap-tiap daerah memiliki banyak desain dan motif khas
yang disebut melalui bahasa daerah masing-masing.
(5)

Hingga saat ini, budaya membaca terutama di kalangan remaja belum banyak
berkembang. Banyak remaja yang masih memiliki minat membaca yang
rendah. Tidak sedikit pula yang menganggap bahwa membaca adalah hal
yang membosankan. Seharusnya, membaca daijadikan sebagai suatu
kegemaran mengingat banyaknya pengetahuan yang dapat diperoleh melalui
jendela dunia ini. Namun kenyataannya, banyak remaja yang belum memiliki
kesadaran akan pentingnya membaca. Oleh karena itu, sebaiknya remaja
diberi pemahaman akan pentingnya membaca dan diperkenalkan dengan
bacaan sejak dini agar kesadaran membaca muncul dalam diri mereka.

Pada paragraf 5
1. Memiliki kelengkapan unsur-unsur paragraf. Pada paragraf tersebut
memiliki kalimat utama di awal paragraf dan kalimat setelahnya adalah
kalimat penjelas.
2. Antara ide pokok dan isi paragraf ada yang saling berhubungan. Ide pokok
membahas tentang budaya membaca terutama di kalangan remaja
belum banyak berkembang.
3. Isi paragraf mudah dipahami.
4. Terdapat kepaduan paragraf pada kalimat utama dan kalimat penjelas.
5. Penggunaan kata hubung sudah tepat.
6. Pemilihan kata kurang tepat misalnya pada kata “melalui jendela dunia
ini” dapat diubah menjadi “melalui buku sebagai jendela dunia atau
bahan bacaan lainnya”.

5. Jelaskan fungsi dan kedudukan bahasa Indonesia!


Bahasa Indonesia mempunyai dua kedudukan yaitu sebagai bahasa
Nasional dan bahasa Negara.

Dalam kedudukannya sebagai bahasa nasional, fungsi bahasa Indonesia


adalah sebagai lambang kebanggaan kebangsaan, indentitas nasional, alat
perhubungan antar warga, antar daerah dan antar budaya, serta alat pemersatu
suku, budaya dan bahasa di Nusantara.

Sedangkan dalam kedudukannya sebagai bahasa negara, fungsi bahasa


Indonesia adalah sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar
pendidikan, alat perhubungan tingkat nasional dan alat pengembangan
kebudayaan, ilmu pengetahuan dan teknologi.