Anda di halaman 1dari 7

1

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Bagi banyak organisasi, karyawan yang berbakat merupakan landasan

keunggulan dalam bersaing. Organisasi tersebut melakukan persaingan yang

berdasarkan pada ide-ide yang baru, layanan pelanggan yang sangat baik, atau cepat,

keputusan keputusan yang akurat, sangatlah penting didalam memiliki karyawan

yang sangat baik. Tidak setiap organisasi harus bersaing dengan dasar kepemilikan

karyawan yang terbaik, tetapi bahkan untuk organisasi yang tidak melakukan hal itu,

karyawan merupakan sumber utama kinerja, masalah, pertumbuhan, daya tahan dan

perkara hukum.

Manusia merupakan sumber yang penting, bervariasi, dan terkadang menjadi

masalah yang harus digunakan oleh organisasi sampai tingkat yang lebih tinggi atau

lebih sedikit. Selain itu menururt David Leo (2009) mengatakan bahwa pada masa

sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat pesat didalam

membawa perubahaan kehidupan manusia. Perubahan-perubahan tersebut membuat

tuntutan yang lebih tinggi terhadap setiap individu atau karyawan untuk lebih

meningkatkan kinerja mereka sendiri. Banyak karyawan yang mengalami kesulitan

karena kurang dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan tersebut.


2

Adanya perkembangan tersebut membuat karyawan harus mengubah pola dan

sistem kerjanya sesuai dengan tuntutan sekarang.Untuk menciptakan Sumber daya

manusia yang berkualitas di dalam sebuahorganisasi, di butuhkan gaya

kepemimpinan, komunikasi dan lingkungan kerja yang baik.

Menurut Sopiah (2008) komitmen organisasional merupakan identifikasi dan

keterlibatan seseorang yang relatif kuat terhadap organisasi. Karyawan yang memiliki

komitmen kuat terhadap organisasinya merupakan suatu modal dalam mencapai

tujuan organisasi, sehingga memberikan manfaat maksimal bagi organisasi.

Komitmen kayawan yang diberikan kepada organisasi juga diperlukan untuk

menyelesaikan masalah-masalah internal organisasi seperti berkurangnya

biayakegiatan operasional dan konflik dalam organisasi. Komitmen yang kuat

memungkinkan setiap karyawan untuk berusaha menghadapi tantangan dan tekanan

yang ada Perusahaan perlu memberikan perhatian yang lebih terhadap keberadaan

karyawan agar komitmen karyawan terhadap perusahaan juga tinggi. Seorang

karyawan yang mempunyai komitmen tinggi atau sesuai dengan yang diharapkan,

begitu pula lingkungan kerja yang menyenangkan maka akan tercapainya maksud dan

tujuan perusahaan.

Dimana pekerja yang memiliki komponen afektif yang tinggi melanjutkan

keanggotaannya ke dalam organisasi karena memang hal itulah yang mereka inginkan

untuk tetap berada di organisasi. Komponen ini mencerminkan perasaan tentang

kewajiban untuk tetap bekerja diorganisasi. Pekerja dengan komponen normatif yang
3

tinggi merasa mereka harus berada diorganisasi. Komponen ini menunjukkan

kesadaran tentang kerugian yang dihadapi seorang pekerja bila dia meniggalkan

pekerjaannya. Pekerja yang mau tetap berada diorganisasi berdasar komponen

continuance karena memang mereka membutuhkan organisasi.

Tingkat komitmen karyawan saat ini sudah mulai menurun, yang ditandai dengan

tingkat kehadiran karyawan yang mulai menurun, keterlambatan kehadiran karyawan,

lupa akan peraturan dan tata tertib perusahaan, hasil kerja yang tidak maksimal,

lambatnya kinerja karyawan, melupakan atribut perusahaan dll. Perusahaan yang

memiliki manajemen yang baik dalam menangani pekerjaan parakaryawan, haruslah

memperhatikan setiap aspek yang dibutuhkan oleh karyawan tersebut.

PT. Garuda Mas Perkasa saat ini memliki permasalahan yaitu komponen afektif

yang mengalami keterlibatan pegawai atas emosional yang dimiliki seorang pegawai.

Komponen normatif yang tidak memberikan kewajiban atas organisasi dari hasil

pengalaman sosialisasi serta komponen continuance yang memiliki kerugian dari

meninggalkan organisasi.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian

dengan judul,”Analisis Komitmen pegawai berdasarkan komponen afektif,

komponen normatif dan komponen continuance studi pada PT. Garuda Mas

Perkasa”.
4

B. Identifikasi dan Batasan Masalah

1. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang telah diuraikan di atas serta untuk

memperoleh kejelasan terhadap masalah yang akan di bahas, maka penulis

merumuskan masalah sebagai berikut:

a. Komponen afektif pegawai yang terlalu tinggi sebagai keterlibatan

emosional di suatu perusahaan.

b. Pegawai yang tidak memberikan kewajiban sebagai komponen

normatif yang memberi balasan atas apa yang diterimanya.

c. Komponen continuance atas kerugian meninggalkan perusahaan

disebabkan membutuhkan organisasi.

d. Komitmen yang dimiliki pegawai tidak bersifat relatif.

2. Batasan Masalah

Berdasarkan identifikasi masalah diatas, maka penelitian ini dibatasi agar

pembahasannya lebih fokus dan terarah serta tidak menyimpang dari tujuan

yang diinginkan.Dengan demikian penulis membatasi masalah hanya pada

analisis komitmen pegawai berdasarkan komponen afektif, komponen

normatif dan komponen continuance studi pada PT. Garuda Mas Perkasa.
5

C. Perumusan Masalah

Adapun rumusan masalah yang dibahas penulis adalah :

1. Apakah komponen afektif, komponen normatif dan komponen

continuance berpengaruh secara simultan berdasarkan komitmen pegawai

studi pada PT. Garuda Mas Perkasa.

2. Apakah komponen afektif, komponen normatif dan komponen

continuance berpengaruh secara parsial berdasarkan komitmen pegawai

studi pada PT. Garuda Mas Perkasa.

D. Tujuan dan Manfaat Penelitian

1. Tujuan Penelitian

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

a. Untuk mengetahui komponen afektif, komponen normatif dan

komponen continuance berpengaruh positif dan signifikan berdasarkan

komitmen pegawai baik secara simultan Studi pada PT. Garuda Mas

Perkasa.

b. Untuk mengetahui komponen afektif, komponen normatif dan

komponen continuance berpengaruh positif dan signifikan berdasarkan

komitmen pegawai baik secara parsial Studi pada PT. Garuda Mas

Perkasa.
6

2. Manfaat Penelitian

Manfaat yang diharapkan penulis dari penelitian ini adalah:

a. Bagi Perusahaan

Sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan yang bersangkutan dalam

mengambil keputusan, terutama yang berhubungan dengan masalah

komponen afektif, komponen normatif dan komponen continuance.

b. Bagi Penulis

Menambah wawasan dan pengetahuan tentang pemasaran khususnya

tentang masalah komponen afektif, komponen normatif dan komponen

continuance berdasarkan komitmen pegawai.

c. Bagi Peneliti Berikutnya

Sebagai bahan referensi untuk melakukan penelitian lebih jauh terutama

yang berkaitan dengan komponen afektif, komponen normatif dan

komponen continuance berdasarkan komitmen pegawai.

E. Keaslian Penelitian

Penelitian ini merupakan pengembangan dari penelitian r.a. Adi Puspa Sawitri

(2011), fakultas ekonomi universitas diponegoro semarang yang berjudul : Pengaruh

motivasi, komitmen Organisasi, dan budaya organisasi Terhadap kinerja pegawai

studi empiris pada perum perhutani unit 1 jawa tengah. Sedangkan penelitian ini

berjudul : Analisis komitmen pegawai berdasarkan komponen afektif, komponen

normatif dan komponen continuance studi pada PT. Garuda Mas Perkasa.

Perbedaan penelitian terletak pada:


7

1. Model penelitian : dalam penelitian terdahulu menggunakan analisis regresi

linier berganda. Sedangkan penelitian ini menggunakan model regresi linier

berganda.

2. Variabel penelitian : penelitian terdahulu menggunakan 3 (tiga) variabel bebas

yaitu motivasi, komitmen Organisasi, dan budaya organisasi dan 1 (satu)

variabel terikat yaitu kinerja pegawai. Sedangkan penelitian ini

menggunakan3 (tiga) variabel bebas yaitu komponen afektif, komponen normatif

dan komponen continuance dan 1 (satu) variabel terikat yaitu komitmen

pegawai.

3. Penelitian terdahulu menggunakan populasi 75 pegawai, maka sampel yang

dambil keseluruhan berjumlah 75 responden. Sedangkan penelitian ini

menggunakan populasi 235 pegawai, maka sampel yang diambil berjumlah 50

pegawai di PT. Garuda Mas Perkasa.

4. Waktu penelitrian : penelitian terdahulu dilakukan tahun 2011 sedangkan

penelitian ini tahun 2015.

5. Perbedaan model penelitian, variabel penelitian, jumlah observasi/sampel,

waktu dan lokasi penelitian menjadikan perbedaan yang membuat keaslian

penelitian ini dapat terjamin dengan baik.