Anda di halaman 1dari 15

Filum Mollusca

Zoologi Invertebrata

Nama Kelompok 9:
A.Febriansyah Ilham (1930207094)
Anatia Novalia Putri.A (1930207104)
Kelas: Pendidikan Biologi 4
Dosen Pengampu: Anggun Wicaksono, S.Pd., M.Si
Pengertian dan Ciri-ciri Mollusca
Karakteristik Umum Mollusca:
• Merupakan hewan multiselular yang tidak
mempunyai tulang belakang.
• Mempunyai ukuran dan tubuh yang bervariasi
• Merupakan hewan triploblastik selomata
• Struktur tubuhnya simetri bilateral
• Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral, dan
mantel
• Memiliki sistem syaraf berupa cincin syaraf
• Organ ekskresi berupa nefridia
Mollusca berasal dari bahasa Latin, • Memiliki radula (lidah bergigi)
Mollis yang berarti lunak. Jadi, jika • Hidup secara heterotrof
ditinjau dari asal katanya, Mollusca
berarti hewan yang memiliki tubuh • Merupakan hewan hermafrodit yaitu mempunyai
lunak. 2 kelamin (jantan dan betina) dalam satu tubuh.
Struktur Anatomi Mollusca
Secara umum tubuh Mollusca terbagi menjadi tiga bagian,
yaitu:
1. Kaki
Kaki merupakan perpanjangan/penjuluran dari bagian
Ventral tubuh yang berotot. Kaki berfungsi untuk bergerak.
Pada sebagian mollusca kaki telah termodifikasi menjadi
tentakel yang berfungsi untuk menangkap mangsa.
2. Massa Viseral
Massa viseral adalah bagian tubuh yang lunak dari
mollusca. Di dalam massa viseral terdapat organ-organ
seperti organ pencernaan, ekskresi, dan reproduksi. Massa
viseral dilindungi oleh mantel.
3. Mantel
Mantel adalah jaringan tebal yang melindungi massa
viseral. Mantel membentuk suatu rongga yang disebut
rongga mantel. Di dalam rongga mantel berisi cairan.
Cairan tersebut adalah tempat lubang insang, lubang
ekskresi dan anus.
Morfologi Mollusca
• Hewan Mollusca ini memiliki tubuh yang lunak, tidak tersegmentasi dan bersifat bilateral.Tubuh
Mollusca tidak beruas-ruas, kecuali polyplacophora;
• Kepala bersama dengan otot kaki di bagian ventral. Kaki berotot memiliki fungsi dasar gerak,
fiksasi, penggalian, renang atau berfungsi untuk menangkap mangsanya. Pada cephalopoda, kaki
diubah menjadi tentakel. Bivalvia dan scapopoda memiliki kaki memanjang yang disesuaikan
untuk penetrasi dan keterikatan pada substrat laut. Pada bivalvia yang menghuni lingkungan
berbatu (seperti kerang), bagaimanapun, kaki berkurang dan organisme ini menggunakan filamen
bissous untuk fiksasi. Pada poliplacophores, kaki terletak di wilayah ventral tubuh dan secara
praktis menempati seluruh wilayah. Ini digunakan sebagai struktur perekat yang mengikat hewan
ke substrat berbatu dan memungkinkan mereka menahan arus laut yang kuat.
• Mantel adalah epidermis moluska, yang mengalami sklerot, dan melindungi tubuh hewan-hewan
ini. Mantel terhubung ke daerah luar oleh rongga mantel, yang menyajikan anus, nephrides
(metanephrides), gonopores (memunculkan gamet), insang (kitenida) dan struktur sensorik
(osfradium).
• Ada juga cangkang, yang banyak di antaranya memiliki, kalsium karbonat (batu kapur) yang
disekresikan oleh mantel. Karakteristik lain dari moluska adalah radula, struktur pengikis, yang
membantu dalam memberi makan.
Fisiologi Mollusca
Sistem Saraf
Pencernaan Mollusca
Sistem saraf mollusca terdiri dari cincin saraf. Sistem saraf
Saluran pencernaan Mollusca lengkap,
ini mengelilingi esofagus dengan serabut saraf yang
dimulut terdapat radula, kecuali pada
menyebar. Sistem pencernaan mollusca sudah terbilang
pelecypoda dan mulut berhubungan
lengkap terdiri dari mulut, esofagus, lambung, usus, dan
dengan esophagus, perut dan usus
anus. Mollusca juga memiliki lidah bergerigi yang berfungsi
yang melingkar. Anus terletak pada tepi
untuk melumatkan makanan. Lidah bergerigi itu disebut
dorsal rongga mantel di bagian
radula. Mollusca yang hidup di air bernafas dengan insang
posterior.
yang berada pada rongga mantel.
Pernafasan Mollusca
Mollusca umumnya bernafas dengan insang atau paru-paru. Mollusca yang hidup akuatik bernapas
dengan insang yang bentuk dan jumlahnya berbeda-beda bergantung pada spesiesnya. Spesies-spesies
Mollusca yang hidup di air tawar bernapas dengan insang atau insang yang berubah menjadi semacam
kantung, seperti paru-paru, sedangkan yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru. Seluruh alat
pernapasan umumnya terdapat di dalam rongga mantel. Untuk spesies-spesies Mollusca yang tidak
bercangkang, terutama yang hidup di laut, insangnya mencuat ke luar di sisi dorsal bagian posterior.
Insang pada Mollusca seperti berbentuk mirip pohon cemara.
Fisiologi Mollusca
Peredaran Darah Mollusca
Reproduksi Mollusca
Jantung mollusca terdiri atas dua serambi
Mollusca bereproduksi secara seksual. (auricle) dan sebuah bilik (ventricle), terdapat
pada umumnya organ reproduksi dalam rongga pericardium. Bilik memompa
jantan dan betina pada umumnya darah ke aorta, beberapa arteri dan menuju
terpisah pada individu lain sinus dalam organ atau jaringan. Peredaran
(gonokoris). Namun, meski begitu
darah terbuka, artinya darah tidak melalui
jenis siput tertentu ada yang bersifat pembuluh darah, tetapi melalui sinus darah
Hermafrodit. Fertilisasi dilakukan yaitu rongga di antara sel-sel dalam organ.
secara internal ataupun eksternal
sehingga menghasilkan telur. Telur Sistem Ekskresi Mollusca
tersebut berkembang menjadi larva Sistem ekskresi Mollusca yaitu berupa
dan pada akhirnya akan menjadi Nefridia yang berperan mirip dengan ginjal,
mollusca dewasa. Nefridia juga mengeluarkan sisa
metabolisme dalam bentuk cairan.
Habitat dan Adaptasi Mollusca
Mollusca hidup secara heterotrof dengan memakan organisme lain. Misalnya ganggan, ikan,
ataupun mollusca lainnya.Mollusca memiliki sifat kosmopolit , dimana hewan-hewan ini
memiliki daerah persebaran yang sangat luas. Mollusca dapat ditemukan di darat, air tawar,
maupun air laut. . Mollusca yang hidup di air contohnya sotong dan gurita. Sedangkan yang hidup
di darat contohnya siput.
Mollusca termasuk hewan yang sangat adaptif menyesuaikan diri untuk hidup di berbagai
tempat dan cuaca. Daya adaptasi yang hebat dari Mollusca ini dapat ditunjukkan oleh sebarannya
yang sangat fantastis secara vertikal. Mollusca dapat hidup di kedalaman 3.600 m sampai dengan
ketinggian lebih dari 5.000 meter. Berkaitan dengan suhu, Mollusca juga mempunyai daya
adaptasi yang besar. Mereka dapat dijumpai pada daerah bersuhu -50º C di siberia sampai 50º C
di sumber air panas.

Mollusca dapat diklasifikasikan menjadi lima kelas, yaitu: Kelas Amphineura,


Kelas Scapopoda. Kelas Gastropoda, Kelas Cephalopoda, Kelas Pelecypoda
(Bivalvia).
Klasifikasi Mollusca
Ciri-ciri Amphineura Amphineura terbagi menjadi dua ordo, yaitu:
• Hewan ini semua hidup di laut 1. Ordo Polyplacophora, contohnya Chiton dan Chaetopleura
dan banyak ditemukan di apiculata. Chiton dapat ditemukan menempel pada bebatuan di
pantai. tepi pantai pada saat air laut surut. Chiton merupakan hewan
• Amphineura adalah hewan pemakan ganggang. Hewan ini menggunakan radula untuk
berkaki pipih dan melekat pada memotong serta mencerna makanannya.
batu-batu, memiliki struktur 2. Ordo Aplacophora, bentuknya seperti cacing, tidak bercangkok.
radiula pada tubuhnya, serta Contohnya Neomenia carinata.
tubuhnya simetri bilateral.
• Amphineura juga memiliki
cangkang yang berjumlah
delapan yang berbahan dasar
dari zat kapur. Ia memiliki
mulut di kepalanya namun
tidak memiliki baik tentakel
maupun mata. Pada rongga Chiton Chaetopleura apiculata Neomenia carinata
mantelnya terdapat insang.
Klasifikasi Mollusca
Kelas Scapopoda
Ciri-ciri Scapopoda
• Scaphopoda merupakan salah satu jenis Mollusca yang
memiliki ciri khas yaitu cangkangnya berbentuk
panjang seperti terompet.
• Kaki terdapat di mulut dan di ujung dari cangkangnya
yang seperti terompet, ada lubang yang berfungsi untuk
membantu anggota scaphopoda dalam beradaptasi
dengan kondisi di lingkungan habitatnya.
• scaphopoda tidak memiliki tentakel dan juga tidak Dentalium vulgare
memiliki insang untuk bernapas. Anggota scaphopoda
biasanya hidup di tepi laut dan tempat yang berlumpur
seperti di pinggir pantai.
• Contoh Scapopoda adalah Dentalium vulgare
Klasifikasi Mollusca
Kelas Gastropoda
Ciri-ciri Gastopoda
• Gastropoda memiliki sistem pencernaan makanan yang lengkap dan mulut yang
dilengkapi struktur gigi yang disebut radula.
• Sebagian besar Gastropoda mempunyai sebuah cangkok (rumah) berbentuk
kerucut terpilin (spiral). Cangkang ini berfungsi sebagai pelindung dari gangguan
pemangsanya. Akan tetapi, ada juga Gastropoda yang tidak bercangkang,
contohnya Kimax.
• Tubuh terbagi atas kepala, leher, kaki, dan massa viseral. Pada kepala terdapat
sepasang tentakel pendek sebagai alat pembau dan sepasang tentakel panjang
sebagai alat penglihat.
• Di bawah kepala terdapat kelenjar mukosa penghasil lendir sehingga
mempermudah untuk bergerak dan kakinya lebar pipih.
• Contoh gastropoda adalah Achatina fulica, Chromodoris annae, Pila
ampulacea, Chicoreus capucinus
Klasifikasi Mollusca
Contoh Gastropoda

Achatina fulica Pila ampulaceae

Chromodoris annae Chicoreus capucinus


Klasifikasi Mollusca
Kelas Cephalopoda
Ciri-ciri Cephalopoda
• Cephalopoda berasal dari kata cephalo yang artinya kepala
dan podos yang artinya kaki. Cumi-cumi dan gurita adalah
Cephalopoda yang cukup dikenal. Pada cumi-cumi, rangka
Nautilus, sp
dalam tubuhnya dihasilkan dari zat hasil sekresi internal oleh
mantel. Adapun, gurita tidak memiliki rangka sama sekali.
• Cephalopoda merupakan Mollusca dengan kepala yang jelas
dan mata yang besar. Kaki otot dimodifikasi menjadi tangan,
tentakel sekeliling mulut, dan corong yang merupakan
saluran keluar dari rongga mantel. Loligo indica
• Pada kulit Cephalopoda mengandung kromatofor, yaitu
pigmen yang memungkinkan tubuhnya berubah warna.
• Contoh hewan kelompok cephalopoda yaitu nautilus, cumi-
cumi (loligo indica), sotong (sepia officinalis), dan gurita
(octopus) telah berevolusi menjadi lengan yang panjang
dekat kepala. Octopus vulgaris
Klasifikasi Molllusca
Kelas Pelecypoda (Bivalvia)
• Bivalvia adalah mollusca yang memiliki dua cangkang. Dua cangkang tersebut terkunci
seperti engsel sehingga dapat terbuka atau tertutup dengan bantuan beberapa otot yang
besar. Ketika menutup, cangkang berfungsi menutupi atau melindungi tubuh dari
predatornya. Kata pelecypoda memiliki arti “kaki berbentuk kapak".
• Cangkok atau rumah Pelecypoda terdiri atas tiga lapisan. Lapisan terluar disebut
periostrakum dibentuk dari zat kitin, berfungsi sebagai lapisan pelindung. Lapisan kedua
disebut lapisan prisma karena tersusun dari kristal-kristal kalsit berbentuk prisma.
Lapisan ketiga disebut lapisan nakre atau lapisan induk mutiara yang tersusun dari
lapisan-lapisan tipis paralel dari kalsit (karbonat).
• Di antara cangkok dan mantel kadang-kadang masuk benda asing seperti pasir. Butir
pasir menjadi inti untuk pembentukan butir mutiara. Hanya jenis-jenis tertentu yang
dapat menghasilkan mutiara berkualitas tinggi, yaitu tiram mutiara (Pinctada
margaritifera) dan Picntada mertensi.
• Insang, berlapis-lapis dan berjumlah dua pasang. Dalam insang ini
banyak mengandung pembuluh darah. Kaki pipih bila akan berjalan kaki dijulurkan
Struktur anatomi dan contoh Klasifikasi Mollusca
Bivalvia

Gambar anatomi luar Bivalvia Gambar Anatomi dalam Bivalvia

Pinctada margaritifera Pilsbryoconcha exilis Tegillarca granosa


Terima Kasih

Anda mungkin juga menyukai