Anda di halaman 1dari 2

PENATALAKSANAAN

ANDRIYANTI A.G
WOC FURUNKEL 1. Lakukan insisi atau aspirasi
2. Pemberian kompres
KOMPLIKASI
3. Pemberian salep antibiotik
PENGERTIAN
Sepsis atau keracunan darah dan MRSA 4. Pmeriksaan histopatologis
5. Pemeriksaan gram dari pus
Furunkel Sering disebut bisul merupakan atau infeksi resisten terhadap
peradangan akut pada folikel rambut atau di antibiotik
subkutan dan sekitarnya yang disebabkan oleh
bakteri staphylococcus aureus

Gesekan Pakaian Keringat berlebih Inflamasi kulit

Penyumbatan Folikel

Kerusakan Folikel

Staphyloccocus menginfeksi
FOLIKUTIS
folikel rambut

Pelepasan zat
Bakteri masuk lebih dalam pirogen
ke jaringan folikel FURUNKEL endogen

Neutrofil &
Respon inflamasi makrofah aktif Merangsang sel
Meningkat
endotel
Hipotalamus titik
hipotalamus
patokan suhu tubuh
Histamin
Naik permeabilitas Kebocoran
Gatal
vaskuler cairan intestinal
Suhu tubuh
Digaruk
meningkat
Pecah
Naik tekanan lokal Pembengkakan
Kerusakan Integritas
HIPERTERMIA
RESIKO INFESKI
NYERI
MK : Resiko infeksi b.d integritas kulit
MK : Nyeri akut b.d agen cedera biologis MK : Hipertermia b.d proses infeksi
NOC :
NOC : NOC : Tujuan : Termoregulasi
Tujuan : kontrol resiko proses infeksi
Tujuan : kontrol nyeri Setelah dilakukan tindakan keperawatan hipertermia
Setelah dilakukan tindakan keperawatan resiko infeksi teratasi dengan kriteria hasil:
Setelah dilakukan tindakan keperawatan nyeri akut teratasi teratasi dengan kriteria hasil:
dengan kriteria hasil: 1. suhu tubuh kembali normal
1. Mengidentifikasi factor resiko infeksi 2. perubahan warna kulit
1. Rasa nyeri yang dirasakan anak menghilang 2. Mengidentifikasi tanda dan gejala infeksi 3. menggigil saat dingin
2. Mengenali kapan nyeri muncul 3. Kulit anak tetap utuh tanpa rusak dan iritasi
3. Menggunakan tindakan pengurangan nyeri tanpa analgesik
NIC :
NIC :
NIC : 1. Pantau TTV
1. Monitor adanya tanda dan gejala infeksi 2. Monitor warna kulit
1. Lakukan pengkajian komprehensif 2. Monitor kerentanan terhadap infeksi 3. Tutup pasien dengan selimut
2. Pastikan perawatan an algesik secara ketat 3. Berikan perawatan kulit yg tepat 4. Mandikan pasien dengan air hangat atau kompres air
3. Ajarkan metode non farmakologi (kompres air hangat) hangat
4. Ajarkan ortu pasien bagaimana cara merawat bisul

EVIDANCE BASED NURSING/JURNAL TERKAIT EVIDANCE BASED NURSING/JURNAL TERKAIT METODE


PERAWATAN ANALGESIK NON FARMAKOLOGI

Dalam penelitian Nikmatul Hidayah, dkk. Dengan judul “Uji Dalam penelitian Firda Novitasari dkk dengan judul ‘’Penerapan
Efektivitas Ekstrak Sargassum Muticum Sebagai Alternatif Kompres Hangat Untuk Menurunkan Hipertermi Pada Anak”
Obat Bisul Akibat Aktivitas Staphyloccocus aureus” menjelaskan bahwa sebelum dan sesudah diberikannya
menjelaskan bahwa hasil hasil ekstrasi terbesar terdapat pada DAFTAR PUSTAKA kompres hangat adalah 0,11 C , analisa uji T menunjukkan
ekstrak dg pelarut etanol 96%, etil asetat 1%, n-heksanan 0,5%. teknik pemberian kompres hangat lebih efektif pada daerah
Konsentrasi hambatan minimum ekstrak etanol S mucticum 1. Herdman, T. Heather dan Kamitsuru Shigemi ; alih bahasa.
aksila dibandingkan dengan teknik di dahi, untuk menurunkan
sebesar 100 mg/ml dengan diameter hambat 2 mm. sedangkan Budi Anna Keliat, Henny Suzana Mediani, Teuku Tahlil. ;
suhu tubuh.
konsentrasi hambat dari etil asetat adalah sebesar 100 mg/ml editor penyelaras, Monica Ester, Wuri Praptiani. NANDA-I
dengan dm 2 mm. serta konsentrasi hambat minimum n-heksana diagnosis keperawatan : definisi dan klasifikasi 2018 – 2020.
sebesar 100 mg/ml sebesar 1,5 mm. dapat disimpulkan bahwa Ed. 11. Jakarta. EGC.
jenis pelarut pada proses ektrsi dan aktivitas antibakteri S. 2. Hidayat Afif Nurul,dkk. 2019. Infeksi Bakteri di Kulit.
Muticium. Berdasarkan ketiganya ekstrak etanol S muticium Surabaya. Airlangga University Semarang.
merupakan ekstrak yang paling eketif untuk pengobatan bisul 3. Novitasari Firda & Wahyuningsih. 2019. Penerapan Kompres
jika dibandingkan ekstrak etil aset dan n-heksana Hangat Untuk Menurunkan Hipertermi Pada Anak.. Jurnal
manajemen asuhan keperawatan. Vol 3.No 2. Semarang.

4. Tiyas Merry,dkk.2015.Buku Ajar Sistem Integumen. Jakarta.


FK UKI Semarang. Unimus Press.
5. Harlim Ago. 2019. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Kulit dan
Kelamin.