Anda di halaman 1dari 2

1) Penanya ( lisa lestari )

bagaimana DNA rekombinan dalam pengobatan kanker ?


penjawab ( Nurlayli lubis )
pengobatannya dalam protein rekombinan yang digunakan adalah Human Interferon
Alfa-2a (hIFNα-2a) yang merupakan suatu glikoprotein, kelompok sitokinin yang
memiliki susunan kurang lebih 165 asam amino dengan bobot molekul seberat 19 kDa
yg telah digunakan dalam pengobatan kanker dan hepatitis. Protein tersebut telah
direkomendasikan oleh United States Food and Drug Administration (US FDA) pada
tahun 1986 sebagai protein terapeutik untuk penanganan hepatitis dan beberapa
kanker.

2) Penanya ( Siti zubaida )


proses yang terlibat dalam pembentukan protein rekombinan." jadi bagaimana proses
terbentuknya protein rekombinan?
penjawab ( Nurul hasanah)
1. DNA dari organisme donor diekstraksi, dipotong dengan enzim restriksi endonukleus,
disambung dengan DNA vector sehingga membentuk molekul DNA rekombinan
2. DNA rekombinan ini dimasukkan kedalam sel inang, pemasukkan DNA kedalam sel
bakteri (Eschericia Coli) dinamakan transformasi.
3. Sel bakteri yang membawa DNA rekombinan (transforman) dipisahkan (diseleksi) dari
sel yang tidak membawa vector. Kemudian sel –sel ini diidentifikasi dan dikarakterisasi
terhadap sel transforman yang membawa DNA yang diinginkan.
4. Jika diperlukan, DNA rekombinan dapat dimanipulasi sehinnga gen yang dibawa
dapat terekpresi menghasilkan protein rekombinan dalam jumlah banyak.

3) Penanya ( shinta zefanya)


bagaimana cara membedakan dna rekombinan dengan yang tidak rekombinan?
Dna non rekombinan menunjukak susunan genetik yang mirip dengan orang tua
maksudnya?
penjawab ( yakhsa )
 DNA rekombinan adalah sepotong DNA yang telah dibuat dengan kombinasi
setidaknya dua untai. Non rekombinan adalah DNA yang belum mengalami
rekombinasi genetik. Ada penyisipan DNA asing ke dalam DNA rekombinan.
Tidak ada DNA asing yang dimasukkan ke dalam DNA non-rekombinan. DNA
baru terbentuk, itu dikenal sebagai DNA rekombinan. Rekombinasi genetik tidak
mungkin dilakukan setiap saat. Ketika rekombinasi genetik tidak terjadi, ia
menghasilkan DNA non-rekombinan. DNA non rekombinan menunjukkan
susunan genetik yang mirip dengan DNA orangtua. Ini adalah perbedaan antara
DNA rekombinan dan non-rekombinan.
 DNA non rekombinan mirip dengan DNA orangtua. Maksudnya adalah
keturunannya menunjukkan susunan alel yang sama seperti pada DNA induk
aslinya, jika tidak ada persilangan antar kromosom selama bermacam-macam
independen, DNA non rekombinan akan menjadi hasilnya. Jika menyeberang
terjadi, itu menghasilkan DNA rekombinan. Kemungkinan pertukaran kromatid
adalah semacam rekombinasi genetik. Ini menghasilkan DNA yang berbeda dari
DNA asli. DNA non rekombinan secara genetis sama dengan tipe orang tua.
4) Penanya ( trisnaldi irawan )
 Bagaimana cara memisahkan transforman dari sel yang tidak membawa vektor
rekombinan?
 bagaimana proses seleksinya
Penjawab ( Nurlayli lubis)
 caranya yaitu dilakukan seleksi untuk mendapatkan sel transforman yang DNA
rekombinannya membawa fragmen sisipan atau gen.
 Prosesnya yaitu dengan mencari fragmen tersebut dengan menggunakan
fragmen pelacak ( probe) yang pembuatannya dilakukan secara invitro
menggunakan teknik reaksi polimerasi berantai atau polymerase chain reaction
(PCR)

Anda mungkin juga menyukai