Anda di halaman 1dari 7

BAHAN AJAR IPS KELAS VII

RUANG DAN INTERAKSI ANTAR RUANG

Setiap makhluk yang hidup di bumi ini memerlukan ruang untuk melangsungkan kehidupannya. Tanpa
adanya ruang, maka manusia dan semua makhluk hidup lainnya tidak memiliki tempat untuk hidup. Ruang
adalah tempat di permukaan bumi, baik secara keseluruhan maupun hanya sebagian yang digunakan oleh
makhluk hidup untuk tinggal.

Ruang tidak hanya sebatas udara yang bersentuhan dengan permukaan bumi, tetapi juga lapisan
atmosfer terbawah yang memengaruhi permukaan bumi. Ruang juga mencakup perairan yang ada di permukaan
bumi (laut, sungai, dan danau) dan di bawah permukaan bumi (airtanah) sampai kedalaman tertentu.

Ruang juga mencakup lapisan tanah dan batuan sampai pada lapisan tertentu yang menjadi sumber daya
bagi kehidupan. Berbagai organisme atau makhluk hidup juga merupakan bagian dari ruang. Dengan demikian,
batas ruang dapat diartikan sebagai tempat dan unsur-unsur lainnya yang mempengaruhi kehidupan di
permukaan bumi.

 Interaksi Antar Ruang

Setiap ruang di permukaan bumi memiliki ciri khas tertentu yang berbeda antara suatu wilayah dan
wilayah lainnya. Tidak ada satu lokasi pun yang karakteristiknya sama persis antara satu dan lainnya.
Karateristik inilah yang kemudian menciptakan keterkaitan antar ruang di permukaan bumi. Indonesia sebagai
suatu wilayah di permukaan bumi juga memiliki karakteristik tersendiri yang berbeda dengan wilayah lainnya.
Dengan adanya perbedaan karakteristik ruang di permukaan bumi, maka setiap ruang dapat memiliki
keterkaitan dengan ruang lainnya.

Ruang yang ada di permukaan bumi mempunyai ciri yang khas. Ciri atau karakteristik yang khas
tersebut dapat berupa tanah, air, batuan, tumbuhan, suhu udara dan lain-lain yang berbeda dengan tempat
lainnya. Satu atau beberapa komponen dari suatu ruang mungkin ditemukan di tempat lainnya, tetapi akan ada
beberapa komponen lainnya yang berbeda. Misalnya, jenis batuan di suatu tempat ditemukan di tempat lainnya
tetapi jenis tumbuhannya berbeda.

Adanya perbedaan karakteristik ruang tersebut menyebabkan adanya interaksi antar satu ruang dengan
lainnya, karena setiap ruang membutuhkan ruang lainnya, interaksi antar satu ruang dengan ruang lainnya
dilakukan dalam usaha untuk memenuhi kebutuhan hidup. Contohnya, wilayah pegunungan aktivitas penduduk
umumnya sebagai penghasil sayuran, sedangkan daerah pesisir aktivitas penduduknya menghasilkan ikan laut.
Penduduk daerah pantai membutuhkan sayuran dari daerah pegunungan dan sebaliknya penduduk dari daerah
pegunungan membutuhkan ikan dari penduduk daerah pantai. Kedua wilayah kemudian saling berinteraksi
melalui aktivitas perdagangan. Interaksi antar ruang dapat berupa pergerakan orang, barang, informasi dari
daerah asal menuju daerah tujuan.

 Bentuk – Bentuk Interaksi Antar Ruang

Menurut Bintarto (1987) interaksi merupakan suatu proses yang sifatnya timbal balik dan mempunyai
pengaruh terhadap tingkah laku, baik melalui kontak langsung atau tidak langsung. Interaksi melalui kontak
langsung terjadi ketika seseorang datang ke tempat tujuan. Interaksi tidak langsung terjadi melalui berbagai cara
misalnya dengan membaca berita, melihat tayangan di televisi dan lain-lain.

Interaksi dapat terjadi dalam bentuk perjalanan menuju tempat kerja, migrasi (perpindahan penduduk),
perjalanan wisata, pemanfaatan fasilitas umum, pengiriman informasi atau modal, perdagangan internasional,
dan lain-lain.

 Bentuk – bentuk interaksi antar ruang antara lain :

1. Mobilitas Penduduk
Mobilitas penduduk adalah Interaksi dalam bentuk pergerakan atau perpindahan manusia,
contohnya emigrasi, imigrasi, transmigrasi, urbanisasi, perjalanan penduduk antar wilayah untuk bekerja
atau wisata.

2. Komunikasi
Komunikasi adalah interaksi melalui perpindahan ide atau gagasan dan informasi, contohnya
pengiriman informasi baik secara langsung maupun tidak langsung seperti membaca berita, melihat
tayangan televisi, internet dan lain-lain.

3. Transportasi
Transportasi adalah interaksi melalui perpindahan barang atau energi, contohnya pengakutan
barang, pergadangan dan lain-lain.

Interaksi tersebut terjadi jika ongkos untuk melakukan interaksi antar daerah asal dan tujuan lebih
rendah dari keuntungan yang diperoleh. Contohnya, seorang yang pergi tempat kerja karena penghasilannya
mampu menutupi ongkos yang dikeluarkannya.

 Terjadinya Interaksi Keruangan


Ada beberapa kondisi saling bergantung yang diperlukan untuk terjadinya interaksi keruangan antara
lain disebabkan :

1. Saling melengkapi (complementarity)


Kondisi saling melengkapi terjadi jika ada wilayah wilayah yang berbeda jenis barang yang
dihasilkannya. Misalnya, penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan merupakan penghasil
sayuran, sedangkan penduduk yang tinggal di wilayah pantai merupakan penghasil ikan. Penduduk
yang tinggal di wilayah pegunungan membutuhkan ikan, sedangkan penduduk yang tinggal di
wilayah pantai membutuhkan sayuran. Jika masing-masing memiliki kelebihan (surplus), maka
penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan melakukan interaksi dengan penduduk yang tinggal
di wilayah pantai melalui aktivitas perdagangan atau jual beli.

2. Kesempatan antara (intervening opportunity)


Kesempatan antara merupakan suatu lokasi yang menawarkan alternatif lebih baik sebagai
tempat asal maupun tempat tujuan. Jika seseorang akan membeli suatu produk, maka ia akan
memperhatikan faktor jarak dan biaya untuk memperoleh produk tersebut. Contohnya, Pembeli ikan
yang tinggal di wilayah Bandung biasanya membeli ikan ke wilayah Cirebon, namun kemudian
diketahui wilayah Subang yang juga penghasil ikan. Karena wilayah Subang jaraknya lebih dekat
dan ongkos transportasinya lebih murah, para pembeli ikan dari wilayah Bandung akan beralih
membeli ikan ke wilayah Subang. Akibatnya, interaksi antara wilayah Bandung dengan Cirebon
melemah.

3. Keadaan dapat diserahkan/dipindahkan (transferability) .


Pengangkutan barang atau juga orang memerlukan biaya. Biaya untuk terjadinya interaksi
tersebut harus lebih rendah dibandingkan dengan keuntungan yang diperoleh. Interaksi antar ruang
tidak akan terjadi apabila biaya pengangkutan barang terlalu tinggi dibandingkan dengan
keuntungannya, maka. Kemudahan transfer dan biaya yang diperlukan juga sangat tergantung pada
ketersediaan infrastruktur atau sarana dan prasarana seperti jalan raya, jembatan, pelabuhan dan
bandara yang menghubungkan daerah asal dan tujuan. Jalan yang rusak dan sulit untuk dicapai akan
mengurangi kemungkinan terjadinya interaksi karena biaya untuk mencapainya juga akan lebih
mahal. Sebagai contoh, seseorang akan menjual sayuran dari wilayah Indramayu ke wilayah Jakarta,
namun jalan menuju wilayah Jakarta mengalami kerusakan, sehingga tidak bisa dilalui. Akibatnya,
orang tersebut tidak jadi menjual sayuran ke wilayah Jakarta.
BAHAN AJAR KELAS VIII
MENGENAL NEGARA-NEGARAN ASEAN

ASEAN (Association of South East Asian Nations) beranggotakan negara-negara di kawasan Asia
Tenggara.
Didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 atas prakarsa Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura dan Thailand.
Sekarang ini ASEAN beranggotankan 10 negara yaitu: Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand,
Brunei Darusalam, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar.
1. Letak Geografis Negara-Negara ASEAN

Letak geografis adalah letak suatu daerah dilihat dari kenyataannya di permukaan bumi dibandingkan
dengan daerah lainnya.

 Letak Geografis ASEAN


Letak geografis wilayah Asia Tenggara berada di antara dua benua yaitu Benua Asia dan Benua Australia serta
dua samudra yaitu  Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.
Adapun batas-batas wilayahnya sebagai berikut:
Batas sebelah utara adalah Tingkok.
Batas sebelah selatan adalah Samudra Hindia, Timor Leste dan Australia.
Batas sebelah barat adalah Samudra Hindia, Teluk Benggala, dan Anak Benua India.
Batas sebelah timur adalah Papua Nugini dan Samudra Pasifik.
Secara geografis ASEAN terletak diantara samudra Pasifik dan Hindia serta benua Asia dan Australia. Dengan
ciri-ciri:
Compact: berbentuk menyerupai lingkaran.
Fragmented: berbentuk kepulauan yang terpisah-pisah.
Elongated: memanjang
Protruded:  kompleks dan beragam
Letak koordinat adalah titik yang berpedoman pada garis lintang dan garis bujur suatu daerah pada peta. Letak
koordinat disebut juga letak astronomis. Secara astronomis ASEAN terletak antara 28°LU–11°LS dan 93°BT–
141°BT. Dengan demikian negara-negara di ASEAN subtropis dan tropis.
 Karakteristik masing-masing anggota ASEAN

a) Indonesia
Letak Geografis Indonesia antara samudra pasifik dan Hindia serta benua Australia dan Asia,
Astronomisnya antara 95º BT–141º BT dan antara 6º LU–11º LS, bedasarkan letak lintangnya maka Indonesia
beriklim tropis.
Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar, dengan jumlah pulau 13. 466 buah, luas daratan 1.922.570 km
persegi dan luas perairan 3.257.483 km persegi.
Indonesia memiliki relief yang beraneka ragam bentuknya.
Indonesia memiliki dua deretan pegunungan besar, yaitu Sirkum Pasifik, melalui Sulawesi, Maluku, Irian, dan
Halmahera.
Sirkum Mediterania, yang meliputi dua jalur/busur, yaitu busur dalam yang bersifat vulkanis dan busur luar
yang nonvulkanis.
Puncak Cartenz yang ada di Gunung Jaya Wijaya di Papua, dengan ketinggian 4.484 meter merupakan relief
paling tinggi di Indonesia.
Dataran tinggi atau plateu  yang terkenal, antara lain Dieng, Magelang, Malang, dan dataran tinggi Bandung.
Dataran rendah adalah bagian permukaan bumi yang tanahnya hampir rata. Ketinggiannya 0–200 meter dari
permukaan air laut (mdpal).
Daerah berelief kasar karena adanya tenaga dari luar bumi/eksogen berubah menjadi relatif datar
disebut peneplain.
Sedangkan sisa-sisa permukaan bumi hasil erosi yang berbentuk batuan yang menonjol yang
disebut monadnock.
Ada lagi yang disebut Depresi, yaitu bagian permukaan bumi yang mengalami penurunan.
Sebagian besar wilayah Indonesia berupa perairan: laut, sungai, danau, air tanah.

b) Brunei Darusalam
Secara atronomis antara 114º BT–115º BT dan antara 4º LU–6º LU, sehingga beriklim tropis.
Negara Brunei Darussalam terbagi menjadi dua bagian, yaitu bagian barat dan bagian timur. Bagian barat
meliputi daerah Tutong, Belait, dan Brunei. Bagian timur adalah daerah Temburong.
Flora : meranti merah, dan meranti kuning.
Fauna : fauna yang ada di Brunai Darussalam termasuk fauna Asiatik yaitu elang laut putih, bekantan,
trenggiling, tarsir.

c) Filipina
Filipina berbatasan dengan samudra pasifik, Laut Cina Selatan, Laut Sulawesi dan Laut Sulu.
Letak atronomisnya antara 117º BT–126º BT dan antara 5º LU–21º LU, dilihat dari letak lintangnya, maka
Filipina beriklim tropis.
Filipina termasuk negara kepulauan, dengan jumlah pulau 7.107 buah.
Bentang alam yang menonjol adalah Gunung Apo dengan ketinggian 2.954 m.
Di Filipina terdapat tempat penelitian padi terbesar di Asia tenggara yang didirikan oleh IRRI (International
Rice Research Institute).
d) Kamboja
Kamboja terletak pada 10º LU-15º LU dan 102º BT–108º BT, dengan wilayah seluas 181.300 km².
Berdasarkan letak lintangnya, wilayah Kamboja beriklim tropis.
Bagian utara Kamboja berbatasan dengan Thailand dan Laos, Timur dengan Vietnam, Selatan dengan Laut Cina
Selatan dan Barat dengan Thailand.
Sungai terpenting di Kamboja adalah sungai Mekong sepanjang 500
kilometer. Perang yang berkepanjangan menyebabkan produksi dari sektor pertanian mengalami penurunan.

e) Laos
Letak astronomis Laos 14º LU–22º LU dan 100º BT–107º BT. Laos beriklim tropis, hal ini terlihat dari letak
lintangnya.
Laos sebelah barat berbatasan dengan Thailand dan Birma, sebelah timur Vietnam, Utara dengan Tiongkok dan
Vietnam, dan selatan dengan Kamboja.
Seperti halnya Indonesia, Laos juga memiliki 3 musim yaitu kemarau, penghujan dan pancaroba.
Laos merupakan satu-satunya negara di Asia Tenggara yang akses jalan masuk ke wilayahnya tanpa melalui
laut.
Sungai Mekong merupakan sungai terpenting dari negara Laos, yang memiliki panjang ± 1.800 kilometer.
Laos adalah satu dari beberapa negara komunis yang masih tersisa di dunia, sambil menyesuaikan diri dengan
perkembangan politik dunia.

f) Malaysia
Terletak di antara 1ºLU–7ºLS, dan antara 100ºBT–120ºBT, dengan iklim tropis.
Malaysia berbatasan dengan Laut Cina Selatan, Indonesia, Selat Singapura, Singapura, Selat Malaka, dan
Thailand.
Wilayah Malaysia terdiri atas dua daerah yang berada pada dua pulau yang berbeda. Malaysia bagian barat
terletak di Semenanjung Malaka , dan Malaysia bagian Timur ada di Kalimantan Utara.
Puncak tertinggi adalah Gunung Tahan yaitu dengan ketinggian 2.189 m. sedangkan di bagian timur terdapat
puncak Gunung Kinabalu.

g) Myanmar
Secara astronomis, Myanmar terletak antara 11ºLU–28ºLU dan 92ºBT–101ºBT. berdasarkan letak lintangnya
negara Myanmar beriklim tropis dan sebagian wilayahnya beriklim subtropis.
Luas wilayah Myanmar 678.036 km. Dengan batas sebelah utara dengan Tiongkok, selatan dengan Laut
Andaman.
Sedangkan bagian barat dengan Teluk Benggala, dan sebelah timur dengan Laos dan Thaliand.

h) Singapura
Negara ini terletak pada 1º11’ LU – 1º27’LU dan 103º39’BT – 104º5’BT. Dan berbatasan dengan Selat Johor di
sebelah barat dan sebelah utara, serta Selat Singapura di sebelah timur dan selatan.
Berdasarkan letak lintangnya, beriklim tropis. Keadaan alam pada umumnya relatif datar.
Sungai-sungai yang ada pendek-pendek dan turun dari dataran tinggi yang curam. Yang dimanfaatkan sebagai
pembangkit tenaga listrik dan irigasi.
i) Thailand
Terletak diantara 6° LU–21° LU dan 97°BT–106°BT. Dengan batas wilayah sebelah utara Myanmar dan Laos,
sebelah selatan Malaysia.
Sedangkan batas wilayah sebelah barat Myanmar dan imur Kamboja dan Laos.
Negara ini beriklim tropis, hal ini terlihat dari posisi garis lintangnya.
Sungai terpenting di Thailand antara lain Chao Phraya, Pasak, Chi, Mun, Ping, Wang, Yom, Nan.
Wilayah paling utara Thailand dijuluki sebagai Golden Triangle (segitiga emas), dan merupakan salah satu
penghasil opium terbesar di dunia.

j) Vietnam
Secara astronomis, Vietnam terletak antara 23° LU–9° LU dan 105° BT–109° BT. Luas wilayahnya adalah
513.120 km²
Daerah bagian utara beriklim sedang dan di daerah bagian selatan iklimnya tropis.
Titik tertinggi berada di Puncak Fansipan (3.143 m). Sedangkan  Sungai utama adalah Mekong dan Merah.