Anda di halaman 1dari 2

UTS APSEK

HUKUM PIDANA
DALAM BISNIS
KELAS A

Reynara Toga Yerico


1887071

Dosen :
Rahel Octora, S.H.,M.Hum
Gratifikasi
Pemberian dalam arti luas, yakni meliputi pemberian
uang, barang, rabat (discount), komisi,dll. Gratifikasi
tersebut baik yang diterima di dalam negeri maupun di
luar negeri dan yang dilakukan dengan menggunakan
sarana elektronik atau tanpa sarana elektronik.
(Pasal 12B UU No. 20 Tahun 2001)

pemberian uang, barang,komisi


dikatakan suatu gratifikasi jika
diterima oleh pegawai negeri
atau penyelenggara negara

Tindakan gratifikasi dapat dipidana dengan pidana


penjara seumur hidup atau pidana penjara paling
singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua
puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit
Rp200.000.000,00(dua ratus juta rupiah) dan paling
banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)

Lalu ada kasus baru yang namanya Gratifikasi Seks.


Namun di Indonesia, belum ada orang yang dijerat
dengan dakwaan ini karena gratifikasi seksual tidak
terakomodir oleh Pasal 12B ayat (1). Apabila dapat di
intepretasikan bahwa maksud dari klausul “fasilitas
lainnya” tersebut tidak pula mengakomodir gratifikasi
berupa seks

Sumber :
Puspitosari, Hervina.2017. Kajian Gratifikasi Seks Dalam
Perspektif Hukum Pidana. Solo:Universitas Surakarta.

kpk.go.id. (2017,10 Desember). Mengenai Gratifikasi.


Diakses pada 16 November 2020, dari
https://www.kpk.go.id/id/layanan-publik/gratifikasi

Anda mungkin juga menyukai