Anda di halaman 1dari 9

MAKALAH PEMASARAN

(KONSEP EXPOR IMPORT)

DISUSUN OLEH:

NURANI DARABBA

RENDI INDRA

DILLA ANDINI

PROGRAM STUDY MANAJEMEN


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH RIAU
Kata pengantar

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha Panyayang, kami panjatkan

puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-

Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ilmiah biologi tentang limbah

dan pemanfaatannya dengan baik. 

Adapun makalah Pengantar Ilmu Ekonomi tentang Perdagangan Internasional (Ekspor-Impor)

ini telah kami usahakan semaksimal mungkin dan tentunya dengan bantuan berbagai pihak,

sehingga dapat memperlancar pembuatan makalah ini. Untuk itu kami tidak lupa menyampaikan

bayak terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pembuatan makalah

ini. 

Namun tidak lepas dari semua itu, kami menyadar sepenuhnya bahwa ada kekurangan baik dari

segi penyusun bahasanya maupun segi lainnya. Oleh karena itu dengan lapang dada dan tangan

terbuka kami membuka selebar-lebarnya bagi pembaca yang ingin member saran dan kritik

kepada kami sehingga kami dapat memperbaiki makalah Pengantar Ilmu Ekonomi ini.

Akhirnya penyusun mengharapkan semoga dari makalah Pengantar Ilmu Ekonomi ini dapat

diambil hikmah dan manfaatnya sehingga dapat memberikan inpirasi terhadap pembaca.

Pekanbaru 2020

Penulis
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pada mulanya hubungan perdagangan hanya terbatas pada satu wilayah tertentu, tetapi dengan
semakin berkembangnya arus perdagangan maka hubungan dagang tersebut tidak hanya
dilakukan antara para pengusaha dalam satu negara saja, tetapi juga dengan para perdagangan
dari negara lain, tidak terkecuali Indonesia. Bahkan hubungan-hubungan dagang tersebut
semakin beraneka ragam, termasuk cara pembayarannya. Kegiatan ekspor impor didasari oleh
kondisi bahwa tidak ada suatu negara yang benar-benar mandiri karena satu sama lain saling
membutuhkan dan saling mengisi.

Setiap negara memiliki karakteristik yang berbeda, baik sumber daya alam, iklim, geografi,
demografi, struktur ekonomi, dan struktur sosial. Perbedaan tersebut menyebabkan perbedaan
komoditas yang di hasilkan, komposisi biaya yang diperlukan, kualitas dan kuantitas produk.
Secara langsung atau tidak langsung membutuhkan pelaksanaan pertukaran barang atau jasa
antara satu negara dengan negara lain. Transaksi perdagangan internasional yang lebih dikenal
dengan istilah ekspor-impor, pada hakikatnya adalah suatu transaksi sederhana yang tidak lebih
dari membeli dan menjual barang antara pengusaha-pengusaha yang bertempat tinggal atau
berdomisili di negara-negara yang berbeda.

1.2 Rumusan Masalah


A. Apa itu pengertian ekpor dan import
B. Bagaimana tujuan dan manfaat kegiatan ekpor dan import
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Ekpor dan Import


Ekspor adalah kegiatan menjual barang dari dalam ke luar negeri. Orang atau pihak yang
melakukan kegiatan ekspor disebut eksportir.
Kegiatan ekspor yang meningkat akan memberikan keuntungan bagi negara, yaitu negara
memperoleh peningkatan pendapatan yaitu dari pajak barang yang diekspor. Selain itu ada pula
pihak-pihak dalam negeri yang juga mendapat keuntungan seperti perusahaan transportasi,
perusahaan asuransi, perusahaan penghasil barang yang diekspor. Oleh sebab itu, pemerintah
Indonesia terus meningkatkan usaha-usaha yang dapat mendorong kegiatan ekspor.
Berdasarkan ketentuan pemerintah, setiap eksportir yang akan melaksanakan kegiatan ekspor
biasanya meminta izin kepada pemerintah. Izin untuk melaksanakan ekspor diterbitkan dalam
bentuk Surat Pengakuan Eksportir dan Ekspor (APE). Eksportir yang bersangkutan hanya
diperkenankan untuk melaksanakan ekspor jenis komoditi sebagaimana tercantum dalam Surat
Pengakuan Eksportir.
Sedangkan Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau
pihak yang mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir.
Misalnya Indonesia tidak memiliki tanaman gandum karena gandum tidak bisa tumbuh di
Indonesia, untuk itu pihak Indonesia meminta bantuan negara lain untuk mendatangkan gandum
ke Indonesia. Kegiatan tersebut disebut kegiatan impor. Setiap importir harus memiliki izin
kegiatan pengimporan barang dari pemerintah. Izin dari pemerintah kepada importir dikeluarkan
dalam bentuk TAPPI (Tanda Pengenal Pengakuan Importir). Di mana jenis komoditas yang
dapat diimpor disebutkan dalam izin tersebut. Untuk mendapatkan barang yang diinginkan harus
mengirimkan pesanan kepada eksportir yang ada di luar negeri. Setelah ada kata kesepakatan dan
syarat-syarat telah dilengkapi maka barang akan dikirim oleh eksportir ke luar negeri.Kegiatan
impor terjadi karena faktor-faktor berikut :
a. Negara pengimpor kekurangan pasokan beberapa barang tertentu. Contohnya Imdonesia
mengimpor beras dari Thailand karena produksi beras dalam negeri tidak mencukupi kebutuhan.
b. Teknologi yang modern. Misalnya suatu negara belum mampu memproduksi barang
elektronik dengan kualitas yang baik, maka negara itu perlu mengimpor barang elektronik dari
negara yang teknologinya lebih maju. Negara maju yang lebih menguasai teknologi dapat
menghasilkan barang-barang yang berkualitas bagus sehingga produk-produk itu dapat laku di
pasaran.
c. Harga yang lebih murah. Pada era globalisasi seperti ini harga barang sangat kompetitif.
Konsumen yang pintar tentu lebih menginginkan produk dengan harga yang lebih murah bila
kualitas barang akan dibeli sama. Hal inilah yang menyebabkan orang atau pihak dalam negeri
mengimpor barang dari luar negeri.
d. Permintaan pasar atau selera konsumen yang berbeda-beda juga merupakan penyebab importir
mendatangkan barang dari luar negeri.
2.2 Tujuan dan Manfaat kegiatan Ekpor dan Import

Tujuan diadakan kegiatan ekspor dan impor adalah upaya memenuhi kebutuhan masyarakat dan
menambah pendapatan devisi bagi negara dalam mensejahterakan kehidupan masyarakat.
Namun, jika kedua kegiatan tersebut terpisah, maka ekpor dan impor mempunyai tujuan yang
berbeda tetapi saling berkaitan. Berikut ini beberapa tujuan dari kegiatan ekpor antara lain:

 Membuka perdagangan di luar negeri.


 Menambah pendapatan devisa.
 Menambah harga jual tinggi.
 Kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
 Kebutuhan barang produksi dapat diperoleh dari luar negeri.
 Kebutuhan barang diperoleh dapat terjangkau oleh masyarakat.

Manfaat Ekpor

Kegiatan dari ekspor dan impor banyak memberikan manfaat bagi negara maupun masyarakat
yang melakukannya. Berikut ini merupakan manfaat-manfaat dari ekspor dan impor antara lain
sebagai berikut:

Berikut beberapa manfaat dari ekspor sebagai berikut:

1. Menambah pendapat devisa

Devisa ialah pendapat yang sangat penting untuk meningkatan perekonomian suatu negara
berkembang maupun maju. Maka kegiatan ekspor banyak sekali menghasilkan devisa besar.

2. Memperluas perdagangan bagi produk dalam negeri

Kegiatan ekspor berperan sentral dalam pemasaran produk-produk dalam negeri ke luar negeri,
sehingga semakin besar permintaan produk perdagangan pasar di luar negeri, maka makin besar
produksi yang dihasilakan di dalam negeri.

3. Menambah lapangan kerja

Tersedianya lapangan kerja yang besar dalam upaya untuk mengurangi angka pengangguran di
dalam negeri. Dengan adanya kegiatan produk ekspor di dalam negeri, maka kegiatan tersebut
berperan untuk menambah lapangan kerja. Dengan begitu, untuk meningkatkan hasil produksi
banyak, maka efiesin yang sesuai ialah menambah jumlah lapangan kerja.
4. Meningkatkan kerjasama antar negara

Hubungan kerjasama antar negata dibidang ekonomi sangatlah penting, karena tiap negara saling
membutuhkan barang atau material.

Manfaat Import

Selain ekspor, impor juga mempunyai beberapa manfaatnya antara lain sebagai berikut:

1. Memperoleh bahan baku

Bahan baku sangat dibutuhkan dalam kegiatan produksi barang, maka ketersedian pemasokan
bahan baku harus terjaga agar produksi berjalan lancar dan aman untuk ke depannya.

2. Memperoleh teknologi modern

Teknologi berperan sangat penting untuk memperoleh produksi tertentu. Namun, di Indonesia
sangat minim tersedianya teknologi modern, maka dari itu Indonesia impor beberapa barang
teknologi modern guna memperoleh hasil produksi sangat efisien.

3. Menambah pendapatan devisa

Bukan hanya ekspor yang menambah pendapatan devisa, ternyata manfaat impor juga
menambah pendapata devisa dengan dipengaruhi oleh beberapa faktor nilai jual barang
dibandingkan dari kegiatan ekpor.

2.3. Dampak dari Ekspor dan Impor

Kegiatan ekspor dan impor tidak hanya menghasilkan dampak positif terhadap negara maupun
masyarakat, melainkan dapat menghasilkan dampak negatif yang timbul dari kegiatan ekspor dan
impor. Berikut dampak negatif dari kegiatan ekspor dan impor yaitu:

1. Produsen kurang efeksin dalam kegiatan produksi

Kurang efesien nya dalam produksi dalam negeri terjadi karena kurang bersaing untuk
meningkatkan produksi yang dihasilkan.

2. Pertumbuhan ekonomi negara terganggu

Terganggunya pertumbuhan ekonomi negara terjadi karena jumlah pendapatan devisa negara
diterima semakin menurun.

Dampak Negatif Impor

Terdapat beberapa dampak negatif yang diakibatkan oleh impor antara lain sebagai berikut:
1. Meningkatnya angka pengangguran

Meningkatnya angka pengangguran terjadi karena kegiatan impor yang sangat besar dalam
negeri, maka otomatis kesempatan membuka lapangan kerja hilang karena impor yang
berlebihan.

2. Menghasilkan persaingan industri di dalam negeri

Kegiatan impor menyebabkan berbagai produsen mengalami kewalahan karena banyak


persaingan dalam industri yang terjadi di luar negeri maupun di dalam negeri.

2.3 Komoditas Export dan Import

Di Indonesia sendiri, memiliki banyak komoditas ekspor dan juga impor. Namun, setidaknya
terdapat beberapa komoditas export dan juga import terbesar di Indonesia, yaitu diantaranya
adalah :

1. Komoditas Export

 Karet, Indonesia adalah negara penghasil karet terbesar kedua di dunia, sehingga tidak
mengherankan jika karet digunakan sebagai ekspor utama Indonesia.
 Produk Tekstil, Dalam hal ini industri tekstil yang ada di Indonesia sangat banyak serta
berhasil untuk meningkatkan devisa negara.
 Kelapa Sawit, Dalam porsi kecil komoditas yang satu ini digunakan sebagai bahan baku
pembuatan minyak goreng, mentega, sabun dan bahkan produk kecantikan.
 Komoditas Hasil Hutan, Seperti yang sudah kita ketahui, Indonesia adalah negara tropis
yang terdiri dari banyak hutan, sehingga industri kayu di Indonesia sangat maju. Hasil
hutan yang diekspor adalah kayu dan bubur kertas.
 Kakao, Tahukah kalian, bahwa Indonesia adalah penghasil kakao terbesar ketiga di
dunia? Biji kakao ini digunakan sebagai bahan dasar dalam pembuatan cokelat serta
bahan pangan lainnya. Umumnya, kakao yang diekspor sudah dalam bubuk yang
memenuhi standar nasional Indonesia.

2. Komoditas Import

 Daging Sapi, Pemerintah Indonesia mengimpor daging sapi karena harga daging sapi
lokal lebih tinggi karena rantai perdagangan yang panjang.
 Bahan Bakar Minyak, Secara umum, kegiatan mengimpor bahan bakar minyak
dilakukan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak yang ada di
Indonesia untuk industri dan kendaraan.
 Produk Elektronik, Kebutuhan masyarakat akan barang-barang elektronik yang
semakin meningkat membuat kegiatan impor di bidang ini cukup besar.
 Produk Otomotif, Sebagian besar industri otomotif Indonesia memerlukan komponen
dari luar negeri, sehingga harus diimpor dari negara lain.

Penutup

31. Kesimpulan

Dalam perdagangan internasional terdapat dua kegiatan pokok, yaitu kegiatan ekspor dan
kegiatan impor. Ekspor adalah kegiatan menjual barang dari dalam ke luar negeri. Orang atau
pihak yang melakukan kegiatan ekspor disebut eksportir.
Kebijakan ekspor yaitu :
1. Diversifikasi Ekspor atau Menambah Keragaman Barang Ekspor
2. Subsidi Ekspor
3. Premi Ekspor
4. Devaluasi
5. Meningkatkan Promosi Dagang ke Luar Negeri
6. Menjaga Kestabilan Nilai Kurs Rupiah terhadap Mata Uang Asing
7. Mengadakan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Internasional
Pengelompokan barang ekspor digolongkan dalam empat kelompok yaitu Barang yang diatur
tata niaga ekspornya, Barang yang diawasi ekspornya, Barang-barang yang dilarang untuk
diekspor, dan Barang yang bebas ekspor.
Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari luar negeri. Orang atau pihak yang
mengimpor barang atau jasa tersebut disebut importir.
Kebijakan impor yaitu :
1. Pengenaan Bea Masuk
2. Kuota Impor
3. Pengendalian Devisa
4. Substitusi Impor
5. Devaluasi

3.2 Saran

Bagi pembaca setelah membaca makalah ini di harapkan lebih memahami kebijakan
perdagangan internasional terhadap kebijakan ekspor dan impor.

DAFTAR PUSTAKA
Indrastuti, dkk.2008.Ilmu Pengetahuan Sosial 6.Jakarta: Pusat Perbukuan.
Wijayanti, Diatmika, dkk.2013.IPS Terpadu.Klaten : Intan Pariwara.
http://www.ssbelajar.net/2014/05/kebijakan-expor-dan-impor-perdagangan-internasional.html
Http://genggaminternet.com/pengertian-tujuan-manfaat-kegiatan-ekspor-dan-impor/