Anda di halaman 1dari 3

1.

- Tempat dan alat berlatih keterampilan motorik harus aman sehingga memungkinkan anak
dapat berlari-lari atau berguling-guling.

- Jangan membandingkan kemampuan satu anak didepan anak lain karna setiap anak adalah
unik.

- Memperkenalkan berbagai jenis keterampilan motorik misalnya berbagai jenis olah raga
kepada anak.

- Guru diharapkan tidak memaksa anak untuk menguasai suatu keterampilam motorik
melebihi batas kemampuanya.

- Aktifitas fisik yang diberikan kepada anak harus berfareasi yaitu aktifitas fisik untuk
bermain dan bergembira sambil menggerakan badan.

- Berilah anak-anak aktifitas fisik yang menggunakan anak menikmati dan dapat mencapai
kemampuan yang diharapkan sesuai perkembanganya.

- Saat melakukan aktifitas fisik yang menempatkan anak bersama anak yang lain sebaiknya
diberi arahan untuk dapat menerima kehadiran dan bekerjasama bersama anak yang lainya.

2. Model permainan koorperatif memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

- Untuk menuntaskan materi belajarnya, anak belajar atau bermain dalam kelompok secara
koorperatif.

- Kelompok dibentuk dari anak-anak yang memiliki kemampuan tinggi, sedang dan rendah.

- Jika dalam kelas terdapat anak yang berdiri atas beberapa ras, suku, budaya dan jenis
kelamin yang berbeda diupayakan agar dalam tiap kelompok terdiri atas ras, suku, budaya
dan jenis kelamin yang berbeda pula.

- Penghargaan lebih diutamakan pada kerja kelompok dari pada perorangan.

3. Guru berperan penting dalam memotivasi proses kreatif anak antara lain dengan cara
menanggapi dengan baik setiap pertanyaan anak, memberikan kesempatan kepada anak untuk
melakukan kegiatan atas inisiatif sendiri, memperhatikan dan memberikan gagasan terhadap
gagasan anak, tidak kaget terhadap gagasan anak yang unik atau aneh, memberikan suasana
yang aman dan bebas hukum, memberikan pengarahan seperlunya tidak terburu-buru
memberikan penilaian dan memfasilitasi curah pendapat agar setiap anak dapat
menyampaikan gagasanya.

4. a. Pengamatan atau observasi

1) Pengertian, pengamatan merupakan suatu cara untuk mengumpulkan keterangan atau


informasi tentang sesuatu derngan cara melihat, mendengarkan dan mengamati semua
peristiwa dan pecantatanya secara cermat dan teliti yang dilakukan oleh pengamat
terhadap objek atau orang yang diamati.

2) Tujuan atau observasi

- Memahami perilaku anak, dengan observasi prilaku anak akan dapat terekam secara
alamiah dan tidak perlu direkayasa.

- Mengevaluasi perkembangan anak, melalui observasi dapat diamati kemajuan


perkembangan secara menyeluruh hingga memudahkan guru (pendidik) memahami
perkembangan anak.

3) Pentingnya observasi atau pengamatan terhadap perkembangan fisik motorik anak,


observasi pentingnya dilakukan dalam menilai perkembangan motorik anak karena
keterampilan motorik merupakan keterampilan yang bersifat nyata (dapat dilihat dan
diamati ) sehingga untuk menilainya diperlukan proses melihat atau memperhatikan
setiap gerakan perilaku anak yang muncul

b. Catatan anekdot

Catatan anekdot merupakan catatan singkat peristiwa penting yang mengungkapkan


perhatian secara individu.

catatan anekdot memiliki lima karakteristik sebagai berikut.

- Catatan anekdot hasil observasi langsung

- Catatan anekdot adalah tepat, akurat, singkat dan spesifik tentang suatu peristiwa.

- Interpretasi mengenai suatu insiden dicatat terpisah dengan insiden lainya

- Catatan anekdot meliputi konteks perilaku

- Catatan anekdot berfokus pada yang tipikal atau tidak biasa untuk anak yang diamati

c. portofolio

- Pengertian, portofolio adalah kumpulan atau koleksi sistematis karya baik yang dipilih
dan dikembangkan oleh anak dan guru yang dapat berfungsi sebagai dasar menelaah
upaya perbaikan proses dan pencapaian pada suatu bagian maupun lebih pada aspek
perkembangan

- Fungsi portofolio

Portofolio menawarkan sebuah kerangka dinamis berdasarkan apa yang sedang


dilakukan anak. portofolio juga merupakan sebuah kerangka yang memiliki potensi
untuk memberdayakan guru dan anak dalam melakukan refleksi terhadap kegiatan yang
dilakukan.

dalam penilaian perkembangan motorik, portofolio dapat dimanfaatkan misalnya


dengan mengumpulkan atau mendokumentasikan foto-foto, gambar-gambar ataupun
video kegiatan motorik anak yang sengaja direkam untuk keperluan penilaian tersebut.