Anda di halaman 1dari 10

PENGARUH LINGKUNGAN KERJA FISIK, MOTIVASI DAN

KOMUNIKASI TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI


PADA KANTOR BADAN PERENCANAAN
PEMBANGUNAN DAERAH (BAPPEDA)
KABUPATEN DONGGALA
Rasfiani Damsjik
Mahasiswa Program Studi Magister Manajemen Pascasarjana Universitas Tadulako

Abstract
The intentions of study are: (1) to determine simultaneous influence of Physical Work
Environment, Motivation, and Communication on Officials Satisfaction in the Regional
Development Planning Agency of Donggala Regency, (2) to determine partial influence of Physical
Work Environment on Officials Satisfaction in the Regional Development Planning Agency of
Donggala Regency, (3) to determine partial influence of Motivation on Officials Satisfaction in the
Regional Development Planning Agency of Donggala Regency, (4) to determine partial influence
of Communication on Officials Satisfaction in the Regional Development Planning Agency of
Donggala Regency. Method of analysis used is multiple linear regressions with 67 samples that are
selected throught census technique. Based on the tests, the result cocludes that: 1) Physical Work
Environment , Motivation, and Communication simultaneous have positive and significant
influence satisfaction in the Regional Development Planning Agency of Donggala Regency; 2)
Physical Work Environment has positive and significant influence satisfaction in the Regional
Development Planning Agency of Donggala Regency; 3) Motivation, has positive and significant
influence satisfaction in the Regional Development Planning Agency of Donggala Regency; 4)
Simultaneous has positive and significant influence satisfaction in the Regional Development
Planning Agency of Donggala Regency
Keywords: Physical Work Environment , Motivation, Communication and Work Satisfaction

Otonomi daerah yang tertuang dalam produk kerajinan sarung donggala yang
Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 telah sudah cukup dikenal. Melalui Badan
memberikan kekuasaan pada Pemerintah Perencanaan Pembangunan Daerah
Daerah (PEMDA) untuk mengatur dan (BAPPEDA), diharapkan potensi-potensi
mengurus sendiri urusan pemerintahan tersebut dapat dikembangkan atau
berdasarkan aspirasi masyarakat dan potensi ditingkatkan agar kontinuitasnya dalam
daera h yang dilakukan untuk mempercepat memberikan kontribusi terhadap
terwujud nya kesejahteraan masyarakat pembentukan Produk Domestik Regional
melalui peningkatan pelayanan, Bruto (PDRB) tidak mengalami penurunan.
pemberdayaan dan partisipasi masyarakat BAPPEDA merupakan salah satu
serta peningkatan daya saing daerah dengan instansi pemerintah yang bergerak dalam
memperhatikan prinsip demokrasi, bidang perencanaan. Undang-undang Nomor
pemerintahan dan keadilan. 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan
Kabupaten Donggala merupakan salah Pembangunan Nasional pasal 1 ayat 1
satu daerah yang memiliki banyak potensi mendefinisikan bahwa perencanaan adalah
yang siap untuk dikembangkan atau suatu proses untuk menentukan tindakan
ditingkatkan, diantaranya adalah sektor masa depan yang tepat, melalui urutan
petanian, komoditas perkebunan, ternak, pilihan dengan mempertimbangkan sumber
perikanan, Pantai Tanjung Karang, dan daya yang tersedia. Salah satunya dan yang

99
100 e Jurnal Katalogis, Volume 5 Nomor 1Januari 2017 hlm 99-108 ISSN: 2302-2019

terpenting adalah Sumber Daya Manusia lingkungan kerja fisik ini. Perencanaan untuk
(SDM) di dalamnya, berkaitan dengan hal lingkungan kerja fisik tidak dapat
tersebut menurut Rivai dan Sagala (2009: 01) dipertimbangkan secara terpisah dari bidang-
dalam usaha pencapaian tujuan perusahaan, bidang perencanaan kantor lainnya.
permasalahan yang dihadapi manajemen Masalah lainnya yang ada di lingkup
bukan hanya terdapat pada bahan mentah, kepegawaian kantor BAPPEDA Kabupaten
alat-alat kerja, mesin-mesin produksi, uang donggala adalah sikap kurang proaktif yang
dan lingkungan kerja saja, tetapi juga ditunjukkan oleh para pegawai dipicu oleh
menyangkut karyawan (SDM) yang tidak adanya situasi-situasi yang kooperatif
mengelola faktor-faktor produksi lainnya antar sesama pegawai. Masing-masing ingin
tersebut. diakui namun dengan cara memperalat rekan
Berbicara mengenai lingkungan kerja, kerja yang lain. Seperti memanfaatkan
pegawai BAPPEDA Kabupaten donggala momen lambatnya penyampaian informasi
dalam melaksanakan tugas diberikan pergantian SK baru. Kejadian ini menimpa
berbagai fasilitas, namun terdapat keluhan pegawai inisial H yang tidak mengetahui ada
dari para pegawai mengenai hal ini. Berikut SK baru yang mengharuskannya berganti
hasil wawancara dengan salah satu staf tugas. Karena ketidaktahuan nya, pegawai
bidang pengembangan wilayah dan inisial H ini terus mengerjakan tugas
infrastruktur, Normawati. S, Hut, PKL 09.00 sebelumnya sampai nyaris selesai
WITA: (berdasarkan hasil wawancara dengan
Seperti fasilitas komputer pada ruang Bidang Sekretaris BAPPEDA, Drs. H. Sutopo Sapto
Pengembangan Wilayah dan Infrastruktur, Condro. MTP)
jumlah pegawai yang membutuhkan Momen ini dimanfaatkan oleh rekan
komputer pada bidang tersebut berjumlah 11 kerja inisial R yang mengetahui bahwa ia
orang sedangkan komputer yang tersedia akan ditugaskan untuk melanjutkan tugas
hanya 2 unit. Hal ini membuat pegawai jenuh yang sebelumnya dikerjakan oleh inisial H
dan merasa tidak puas dalam bekerja. Selain tadi. Pegawai inisial R sengaja membiarkan
itu, fasilitas kursi yang tersedia banyak yang pegawai inisial H tersebut menyelesaikan
sudah goyang jika di duduki, ada yang sampai nyaris selesai agar nantinya dia tidak
engselnya hampir lepas dan menyebabkan membutuhkan waktu lama untuk me
suara bising (noise), juga terdapat kondisi nyelesaikan tugas barunya dan tentunya
meja yang sudah tua dan kelihatan rapuh. membuatnya diakui. Fenomena ini
Keadaan ruangan khususnya dalam mengindikasikan masalah terkait dengan
penataan lemari tempat penyimpanan motivasi khususnya pada kebutuhan untuk
dokumen secara keseluruhan masih kurang berafiliasi (need for affiliation).
tepat sehingga tidak enak dipandang mata. Berdasarkan fenomena ini, juga dapat
Keluhan dari para pegawai ini perlu untuk diketahui adanya missed komu nikasi antara
diperhatikan, karena menurut mereka dapat atasan dengan bawahan atau kurang baiknya
memberi dampak terhadap kepuasan bekerja komunikasi yang terjalin di kantor
di kantor BAPPEDA Kabupaten donggala. BAPPEDA Kabupaten donggala.
Mengenai hal seperti ini, Tohardi (2002:156), Berdasarkan observasi yang dilakukan,
menyatakan bahwa lingkungan kerja fisik peneliti melihat bahwa secara teknis, alur
lebih menyoroti masalah pengelolaan kerja di Kantor BAPPEDA Kabupaten
ruangan kerja, penerangan ruangan, bunyi Donggala tidak berjalan sesuai dengan
atau suara, keadaan/ peredaran udara, dan hierarkinya. Penyampaian - penyampaian
warna ruangan. Untuk itu, dalam informasi atau instruksi penting, alurnya
perencanaan perlu dipertimbangkan masalah dimulai dari sekretariat langsung ke staf,
Rasfiani Damsjik, Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi Dan Komunikasi Terhadap …………………………..101

tidak melalui kepala bidang terlebih dahulu. Haris Budiyono (2004:51) bahwa lingkungan
Pegawai terkadang lembur untuk kerja merujuk pada lembaga-lembaga atau
menyelesaikan tugas ini, namun tidak kekuatan-kekuatan yang berada didalam
diberikan kompensasi, padahal menurut maupun diluar organisasi tersebut dan secara
beberapa pegawai, untuk tugas tersebut sudah potensial mempengaruhi kinerja organisasi
disediakan anggaran nya. Pentingnya itu.
komunikasi dijelaskan oleh Menurut Stoner Moekijat (2002:135) mengemuka kan
(1996) komunikasi adalah proses yang bahwa kantor atau tempat kerja yang
dipergunakan oleh manusia untuk mencari menyenangkan adalah tempat yang tidak
kesamaan arti lewat transisi simbolik. Sejalan membosankan dan dapat membangkitkan
dengan itu Robbins (1996) berpendapat semangat kerja. Pelengkap interior maupun
bahwa komunikasi harus mencakup baik peralatan kerja sebaiknya dipilih yang ramah
pentransferan maupun pemahaman makna. lingkungan dan mudah dibongkar pasang.
Fenomena-fenomena inilah yang selama ini Namun, bagaimanapun ini tetap tergantung
sering menimbulkan keluhan dari para cara kerja orang di dalamnya. Sebagai rumah
pegawai kantor BAPPEDA Kabupaten kedua bagi karyawan, perencanaan interior
donggala terkait dengan kepuasan kerja ideal adalah yang sesuai dengan kebutuhan
(Berdasarkan hasil wawancara dengan kerja tanpa melupakan aspek-aspek privasi,
beberapa pegawai). komunikasi, hierarki, desain, alur kerja, dan
Menurut Robbins (2002), kepuasan efisiensi.
keja mengacu kepada sikap individu secara Perencanaan untuk lingkungan kerja
umum terhadap pekerjaannya. Seseorang fisik tidak dapat dipertimbangkan secara
dengan tingkat kepuasan yang tinggi terpisah dari bidang-bidang perencanaan
mempunyai sikap positif terhadap pe kantor lainnya. Semuanya harus
kerjaannya; seseorang yang tidak puas dikoordinasikan dengan seksama, misalnya
dengan pekerjaannya mempunyai sikap tata ruang kantor harus dihubungkan dengan
negatif terhadap pekerjaan tersebut. Lebih penerangan dan penggunaan mesin-mesin
lanjut Robbins mengatakan bahwa faktor dan pengenda lian suara. Selanjutnya
penting yang lebih banyak mendatangkan penerangan tergantung kepada warna yang
kepuasan kerja adalah pekerjaan yang secara dipakai. Misalnya warna muda (putih)
mental memberi tantangan, penghargaan menambah intensitas penerangan, sebaliknya
yang layak, kondisi kerja yang menunjang warna tua (hitam) menguranginya. Hal ini
dan rekan kerja yang mendukung. disebabkan warna muda memantulkan sinar
Berdasarkan uraian di atas, maka (cahaya) yang diterimanya sedang kan warna
penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tua menyerap sinar (cahaya) tersebut. Oleh
yang akan dituangkan ke dalam penulisan karena itu setiap ruangan yang agak gelap
ilmiah dengan judul “Pengaruh Lingkungan akan menjadi terang apabila warna muda
Kerja Fisik, Motivasi dan Komunikasi digunakan untuk dinding, langit-langit dan
Terhadap Kepuasan Kerja Pegawai Pada lantai.
Kantor BAPPEDA Kabupaten Donggala”. Kondisi kerja yang nyaman sangat
Menurut George R. Terry (2006:23) berpengaruh terhadap pekerjaan yang
lingkungan kerja dapat diartikan sebagai diterima karyawan, dengan adanya kondisi
kekuatan-kekuatan yang mempengaruhi, baik kerja yang nyaman akan tercipta kepuasan
secara langsung maupun tidak langsung kerja karyawan (Mochammad, 2008).
terhadap kinerja organisasi pemerintah atau Menurut Tohardi (2002:137-154) ada lima
perusahaan. Pengertian lain tentang faktor yang berhubungan dengan kondisi
lingkungan kerja diungkapkan oleh Amirulah lingkungan kerja fisik yaitu:
102 e Jurnal Katalogis, Volume 5 Nomor 1Januari 2017 hlm 99-108 ISSN: 2302-2019

1. Kondisi penerangan di tempat kerja ingin menguji kebenaran pengumpulan data


2. Keadaan ruangan di tempat kerja di lapangan.
3. Masalah kebisingan di tempat kerja Populasi adalah wilayah generalisasi
4. Peredaran udara di tempat kerja yang terdiri atas: obyek/subjek yang
5. Masalah pewarnaan di tempat kerja mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu
Samsudin (2005) memberikan yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari
pengertian motivasi sebagai proses dan kemudian ditarik kesimpulannya.
mempengaruhi atau mendorong dari luar (Sugiyono, 2008). Dalam penelitian ini, yang
terhadap seseorang atau kelompok kerja agar menjadi populasi adalah seluruh pegawai
mereka mau melaksanakan sesuatu yang pada Kantor Badan Perencanaan
telah ditetapkan. Motivasi juga dapat Pembangunan Daerah Kebupaten Donggala
diartikan sebagai dorongan (driving force) yang berjumlah 67 orang.
dimaksudkan sebagai desakan yang alami Semua populasi dan unsur-unsur
untuk memuaskan dan memperahankan populasi berpeluang terpilih untuk dijadikan
kehidupan. Mangkunegara (2008) sampel. Metode yang digunakan dalam
menyatakan : “motivasi terbentuk dari sikap penarikan sampel adalah metode “sensus”.
(attitude) karyawan dalam menghadapi Metode sensus adalah metode pengambilan
situasi kerja di perusahaan (situation). sampel yang dilakukan terhadap seluruh
Motivasi merupakan kondisi atau energi yang populasi dari obyek yang ditentukan.
menggerakkan diri karyawan yang terarah Untuk memperoleh data-data yang
atau tertuju untuk mencapai tujuan organisasi digunakan dalam penelitian ini, maka
perusahaan. Sikap mental karyawan yang pro dilakukan beberapa teknik pengumpulan data
dan positif terhadap situasi kerja itulah yang yaitu:
memperkuat motivasi kerjanya untuk 1. Wawancara
mencapai kinerja maksimal”. Merupakan metode atau instrumen
Adapun teori motivasi yang pengumpulan data dengan cara melakukan
dikembangkan oleh McClelland dalam serangkaian tanya jawab secara langsung
Munandar (2008; 333-335), yang meneliti kepada responden yang diteliti maupun
tentang kebutuhan untuk berprestasi (need pihak-pihak terkait dengan penelitian ini.
for achievement), kebutuhan untuk berkuasa 2. Kuesioner
(need for power), dan kebutuhan untuk Merupakan instrumen pengum pulan data
berafiliasi. primer dengan cara mengedarkan daftar
pertanyaan kepada responden yang
METODE menjadi objek penelitian ini, yaitu
pegawai pada Kantor Badan Perencanaan
Jenis penelitian yang digunakan dalam
Pembangunan Daerah Kebupaten
penelitian ini adalah deskriptif-verifikatif.
Donggala.
dimana penelitian deskriptif adalah penelitian
3. Dokumentasi
yang digunakan untuk menganalisa data
Dilakukan dengan mengumpulkan data
dengan cara mendeskripsikan atau
dan penelusuran dokumen baik yang
menggambarkan data yang telah terkumpul
berupa tulisan maupun data-data tentang
sebagaimana adanya tanpa bermaksud
perusahaan yang telah di publikasikan dan
membuat kesimpulan yang berlaku untuk
relevan dengan topik penelitian, berupa
umum atau generalisasi (Sugiyono, 2010 :
data sejarah singkat, struktur, visi dan misi
206). Arikunto (2006 : 8) mengemukakan
serta jumlah pegawai.
bahwa penelitian verifikatif pada dasarnya
Rasfiani Damsjik, Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi Dan Komunikasi Terhadap …………………………..103

Metode analisis yang digunakan dalam HASIL DAN PEMBAHASAN


penelitian ini ialah dengan pendekatan
statistik deskriptif melalui penggunaan alat Regresi Linear Berganda merupakan
analisis statistik regresi linear berganda salah satu alat statistik Parametrik dengan
(multi linear regression). Dalam penelitian fungsi menganalisis dan menerangkan
ini menggunakan bahan komputer program keterkaitan antara dua atau lebih faktor
SPSS release 16,0. penelitian yang berbeda nama, melalui
Y = bо + bı Xı + b₂X₂ + .............. + bn Xn+ e pengamatan pada beberapa hasil observasi
(pengamatan) di berbagai bidang kegiatan.
Dimana :
Berkaitan dengan penelitian ini alat analisis
Y: Variabel Terikat
Statistik Parametrik Regresi Linear Berganda
bо : Konstanta
yang digunakan untuk mengetahui pengaruh
X₁-X₂- X3 : Variabel bebas atau independent
variabel bebas (X1, X2, danX3) terhadap
variable
variabel terikat (Y). Dalam konteks
b₁-b₂ : Koefisien regresi
penelitian ini Regresi Linear Berganda
e : Kesalahan pengganggu
digunakan untuk mengukur pengaruh
Bila formasi matematis regresi linear
lingkungan kerja fisik (X1), motivasi (X2),
berganda tersebut diaplikasikan dalam
dan komunikasi (X3), terhadap kepuasan
penelitian ini, maka akan diperoleh
kerja pegawai pada Kantor BAPPEDA Kab.
bentuk persamaan sebagai berikut :
Donggala.
Y = bо+ b₁ X₁ + b₂ X₂ + b3 X3 + e
Sesuai hasil analisis Regresi Linear
Dimana :
Berganda dengan menggunakan bantuan
Y= Dependent variable (Kepuasan Kerja)
komputer SPSS For Window Release 16,0
a = konstanta
diperoleh hasil-hasil penelitian dari 67 orang
X1= Lingkungan Kerja Fisik
responden dengan dugaan pengaruh ketiga
X2 = Motivasi
variabel bebas (lingkungan kerja fisik,
X3 = Komunikasi
motivasi dan komunikasi) terhadap kepuasan
b₁-b₂ = koefisien regresi
kerja pegawai pada Kantor BAPPEDA Kab.
e= kesalahan pengganggu
Donggala dapat diketahui hasil perhitungan
sebagai berikut:

Tabel Hasil Perhitungan Regresi Berganda


Dependen Variabel Y = Kepuasan Kerja
Variabel Koefisien Regresi Standar Error t Sig
C = Constanta 1,573 0,248 6,346 0,000
X1 = Lingkungan Kerja Fisik 0,264 0,059 4,491 0,000
X2 = Motivasi 0,194 0,049 3,988 0,000
X3 = Komunikasi 0,210 0,050 4,206 0,000
R- = 0,764
R-Square = 0,584 F-Statistik = 29,504
Adjusted R-Square = 0,564 Sig. F = 0,000
Sumber: Hasil Regresi

Model regresi yang diperoleh dari tabel Y = 1,573 + 0,264X1 + 0,194X2+ 0,210X3
diatas adalah:
104 e Jurnal Katalogis, Volume 5 Nomor 1Januari 2017 hlm 99-108 ISSN: 2302-2019

Persamaan diatas menunjukkan, Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi dan


variabel bebas yang dianalisis berupa Komunikasi secara simultan ber pengaruh
variabel (X1, X2, dan X3,) memberi pengaruh positif dan signifikan ter hadap Kepuasan
terhadap variabel terikat (Y) model analisis Kerja
regresi kepuasan kerja pegawai pada Kantor Berdasarkan analisis hasil uji regresi
BAPPEDA Kab. Donggala dapat dilihat diketahui bahwa variabel ling kungan kerja
sebagai berikut: fisik, motivasi dan komunikasi berpengaruh
Dari persamaan diatas dapat dijelaskan: signifikan secara simultan terhadap kepuasan
1) Untuk nilai constanta sebesar 1,573 berarti kerja pegawai pada Kantor BAPPEDA Kab.
kepuasan kerja pegawai pada Kantor Donggala. Hal ini menunjukkan bahwa
BAPPEDA Kab. Donggala sebelum hipotesis pertama penelitian ini yaitu
adanya variabel bebas adalah sebesar lingkungan kerja fisik, motivasi dan
1,573.
komunikasi secara simultan berpengaruh
2) Lingkungan kerja fisik (X1) dengan positif dan signifikan terhadap kepuasan
koefisien regresi 0,264 ini berarti terjadi kerja pegawai pada Kantor BAPPEDA Kab.
pengaruh yang positif antara lingkungan Donggala, terbukti.
kerja fisik dan kepuasan kerja pegawai.
Artinya semakin baik lingkungan kerja Dimensi-dimensi dari lingkungan kerja
fisik yang ada pada Kantor BAPPEDA fisik, motivasi dan komunikasi dalam
Kab. Donggala maka akan menaikkan penelitian ini dapat mempengaruhi kepuasan
kepuasan kerja pegawai. kerja pegawai, hal tersebut sejalan dengan
3) Motivasi (X2) dengan koefisien regresi apa yang dinyatakan oleh Tohardi (2007),
0,194 ini berarti terjadi pengaruh yang bahwa ada beberapa faktor pokok yang
positif antara motivasi dan kepuasan kerja mempengaruhi kepuasan kerja karyawan,
pegawai. Artinya semakin termotivasi antara lain; kepemimpinan, komunikasi, dan
pegawai yang ada pada Kantor BAPPEDA ling kungan kerja fisik. Komunikasi yang
Kab. Donggala maka akan menaikkan mudah dilakukan merupakan aspek yang
kepuasan kerja pegawai. dapat memberikan kepuasan kepada para
4) Komunikasi (X3) dengan koefisien regresi pegawai, karena para pegawai dapat
0,210 ini berarti terjadi pengaruh yang menyampaikan informasi langsung kepada
positif antara komunikasi dengan atasan khususnya tentang hal-hal yang
kepuasan kerja pegawai. Artinya semakin berhubungan dengan pengalokasian anggaran
baik komunikasi pegawai dalam bekerja yang berkaitan dengan operasional aktivitas
yang ada pada Kantor BAPPEDA Kab. masing-masing bi dang, termasuk di
Donggala maka akan meningkatkan dalamnya pengadaan fasilitas-fasilitas dan
kepuasan kerja pegawai. perbaikan-perbaikan fisik kantor yang
Variabel penelitian, lingkungan kerja menjadi penunjang secara langsung bagi diri
fisik, motivasi dan komunikasi terhadap pegawai dalam menyelesaikan tugas-tugas.
kepuasan kerja dilakukan pembahasannya Komunikasi yang mudah dila kukan
guna memperoleh gambaran hasil penelitian bawahan kepada atasan juga memotivasi
sebagai berikut ini: pegawai dalam memenuhi kebutuhan
berafiliasi, seperti bekerja untuk menjalin
hubungan yang baik dengan pimpinan dan
berusaha meng hindari konflik, sehingga
dengan adanya komunikasi dari bawah
keatas, lingkungan kerja fisik berupa fasilitas
yang men dukung pelaksanaan pekerjaan
Rasfiani Damsjik, Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi Dan Komunikasi Terhadap …………………………..105

serta terpenuhinya kebutuhan-kebutuhan pegawai dalam memenuhi kebutuhan


pega wai yang memberikan motivasi, dapat berprestasi men dorong mereka senantiasa
memberikan kepuasan kerja kepada pegawai berusaha melaksanakan tugas-tugasnya
Kantor BAPPEDA Kab. Donggala. dengan cara apapun agar diakui memiliki
prestasi yang dapat menjadi modal masa
Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik ter
depannya agar bisa dipromosikan melalui
hadap Kepuasan Kerja Pegawai.
mutasi pegawai. Kebutuhan akan hubungan
Berdasarkan hasil analisis yang telah baik dengan atasan juga menjadi dorongan
diuraikan diatas, maka lingkungan kerja fisik bagi para pegawai karena dengan terjalinnya
pada Kantor BAPPEDA Donggala, hubungan baik dengan atasan, ada harapan
menunjukkan bahwa secara parsial untuk dapat memenuhi kepentingan-
lingkungan kerja fisik berpengaruh positif kepentingannya. Oleh karena itu, semakin
dan signifikan terhadap kepuasan kerja meningkat motivasi pegawai untuk memnuhi
pegawai. Hal ini sejalan dengan apa yang kebutuhan-kebutuhan tersebut maka, akan
dikemukakan oleh Purba (2009) dalam meningkatkan kepuasan kerjanya.
penelitiannya menyatakan bahwa area Hasil penelitian ini juga sejalan dengan
lingkungan kerja harus sangat diperhatikan hasil penelitian yang dilakukan oleh Elia Edi,
oleh pihak perusahaan, karena area kerja Sulastri dan Dwi Fitri Puspa (2013), yang
yang nyaman sangat berdampak positif menunjukkan bahwa secara parsial motivasi
terhadap kepuasan kerja karyawan. Kondisi berpengaruh signifikan terhadap kepuasan
lingkungan kerja fisik seperti penggunaan kerja karyawan.
lampu dan penggunaan air conditioner (AC)
dalam ruangan-ruangan tertentu serta Pengaruh Komunikasi terhadap Kepuasan
ventilasi udara yang berfungsi dengan baik Kerja Pegawai
dapat memberikan kenyamanan bagi para Berdasarkan hasil analisis yang telah
pegawai dalam bekerja, karena membuat para diuraikan sebelumnya, bahwa hasil uji parsial
pegawai terbantu pengelihatannya terutama variabel komunikasi (X3) didapatkan bahwa
dalam ruangan tertutup dan tidak merasa komunikasi ber pengaruh positif dan
gerah kerena penggunaan air conditioner signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai
(AC) dan ventilasi yang berfungsi dengan pada Kantor BAPPEDA Kab. Donggala.
baik. Wardhani (2008) menyatakan bahwa
Hasil penelitian ini juga sejalan dengan komunikasi antara atasan dan bawahan
hasil penelitian yang dilakukan oleh Ni Putu mempunyai pengaruh dominan terhadap
Intan Ratnasari dan A.A Sagung Kartika kepuasan kerja, dengan adanya komunikasi
Dewi (2013) yang menunjukkan bahwa yang efektif akan tercipta hubungan yang
Variabel lingkungan kerja fisik mempunyai baik antara atasan dan bawahan.
pengaruh yang signifikan dan berpengaruh Hasil penelitian ini juga sejalan dengan
positif terhadap variabel kepuasan kerja. hasil penelitian yang dilakukan oleh I Kade
Adi Gunawan (2013) yang menunjukkan
Pengaruh Motivasi terhadap Kepuasan
bahwa variabel komunikasi mempunyai
Kerja Pegawai.
pengaruh yang signifikan dan berpengaruh
Berdasarkan hasil analisis yang telah positif terhadap variabel kepuasan kerja.
diuraikan sebelumnya, bahwa hasil uji parsial
variabel motivasi (X2) didapatkan bahwa
motivasi berpengaruh positif dan signifikan
terhadap kepuasan kerja pegawai pada
Kantor BAPPEDA Kab. Donggala. Motivasi
106 e Jurnal Katalogis, Volume 5 Nomor 1Januari 2017 hlm 99-108 ISSN: 2302-2019

KESIMPULAN DAN REKOMENDASI percakapan yang tidak perlu pada jam


kerja atau pada saat rekan kerjanya sedang
Kesimpulan bekerja. Hal ini perlu perhatian khusus
Berdasarkan hasil penelitian dan karena umumnya para pegawai sesama
pembahasan pada penelitian ini, maka dapat staf tidak berani menegur rekan kerja yang
disimpulkan sebagai berikut : melakukan percakapan yang tidak perlu,
1. Secara simultan ketiga variabel yaitu apalagi jika yang sedang bercakap itu
lingkungan kerja fisik, motivasi, dan adalah pegawai senior.
komunikasi berpengaruh positif dan 2. Disarankan untuk memerhatikan motivasi
signifikan terhadap kepuasan kerja pegawai khususnya pada kebutuhan
pegawaipada Kantor BAPPEDA berkuasa. Kebutuhan berkuasa ini cukup
Kab.Donggala. penting karena untuk mencapai posisi
2. Secara parsial Lingkungan kerja fisik yang tinggi dalam pemerintahan daerah
berpengaruh positif dan signifikan perlu adanya dorongan dari pada motivasi
terhadap kepuasan kerja pegawai pada tersebut. Selain itu, kebutuhan untuk
Kantor BAPPEDA Kab.Donggala. berkuasa ini penting bagi para pegawai
3. Secara parsial Motivasi berpengaruh yang pada umumnya bertipe cepat puas.
positif dan signifikan terhadap kepuasan Maksudnya, asal sudah jadi Pegawai
kerja pegawai pada Kantor BAPPEDA Negeri Sipil (PNS) itu sudah cukup
Kab.Donggala. menjanjikan. Hal ini tentunya tidak bisa
4. Secara parsial Komunikasi berpengaruh dibiarkan karena akan menjadi halangan
positif dan signifikan terhadap kepuasan pada pengembangan dan kreativitas SDM
kerja pegawai pada Kantor BAPPEDA sebagai aparatur sipil Negara yang harus
Kab.Donggala. selalu dapat menyesuaikan diri dengan
kemajuan-kemajuan lingkungan eksternal
Rekomendasi termasuk tuntutan masyarakat dalam hal
1. Disarankan untuk memerhatikan pelayanan publik.
lingkungan kerja fisik kantor, khususnya 3. Disarankan untuk meningkatkan intensitas
pada masalah kebisingan di tempat kerja komunikasi dari atasan kebawahan untuk
yang ditimbulkan oleh bunyi yang menghindari missed komunikasi yang
ditimbulkan oleh geseran kursi, bunyi dapat merugikan pegawai seperti yang
kendaraan yang keluar masuk serta penulis uraikan di latar belakang. Dalam
percakapan yang tidak perlu antar pegawai kasus ini, berkomunikasi melalui surat-
seperti senda gurau dan lain-lain yang surat kurang efektif sehingga perlu juga
mengganggu konsentrasi para pegawai dilakukan komunikasi langsung yang
lain yang sedang serius bekerja. Untuk dilakukan oleh atasan kepada bawahan
mengatasi masalah tersebut, Pimpinan untuk memperoleh kejelasan informasi
dapat mengambil langkah-langkah seperti serta dapat memberikan semangat dan
; 1) menganggarkan pergantian meubeler perasaan menyenangkan kepada bawahan
untuk kursi-kursi tua, khususnya yang karena bawahan merasa diperhatikan.
engselnya sering mengeluarkan bunyi
yang membuat ngilu ketika kursi tersebut UCAPAN TERIMA KASIH
digeser, 2) menginstruksikan para pegawai
agar memindahkan lokasi parkir Ucapan dan rasa terima kasih serta
kendaraan yang berdekatan dengan ruang penghargaan setinggi-tingginya penulis
kerja, dan 3) memberikan teguran kepada sampaikan kepada Prof. Dr. H. Abdul Wahid
para pegawai yang sering melakukan Syafar, SE., M.S dan Dr. Saharudin Kaseng,
Rasfiani Damsjik, Pengaruh Lingkungan Kerja Fisik, Motivasi Dan Komunikasi Terhadap …………………………..107

S.E., M.Si yang dengan sabar dan tulus motivasi, lingkungan kerja fisik dan
mengarahkan serta membimbing penulis dari Kepemimpinan terhadap kepuasan kerja
awal sampai akhir penulisan artikel ini. Karyawan Dinas Tenaga Kerjadan
Transmigrasi Kabupaten Tabanan,
DAFTAR RUJUKAN Jurnal Manajemen, No.1911, Hal.1-16.
Nitisemito, Alex S. 2000. Manajemen
A.F.Stoner James, DKK, 1996, Manajemen, Personalia. Cetakan Ke-7. Ghalia
Edisi Bahasa Indonesia, Penerbit PT. Indonesia.
Prenhallindo, Jakarta. Nitisemito, Alex S. 2006. Manajemen
Amirullah dan Haris Budiyono. 2004. Personalia. Edisi Kedua. Ghalia
Pengantar Manajemen. Graha Ilmu. Indonesia.
Yogyakarta. Pace R. Wayne and Faules. 2000. Komunikasi
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Organisasi. Bandung: PT. Remaja
Pendekatan Praktek, Edisi Revisi IV. Rosdakarya.
Jakarta : Rineka Cipta Panuju. 2001. Komunikasi Organisasi,
Gomes, Faustino Cardoso, 2003, Manajemen Yogyakarta : Pustaka Belajar
Sumber Daya Manusia, Penerbit Andi, Robbbins dan Judge. 2007. Perilaku
Yogyakarta. Organisasi, Buku 1 dan 2. Jakarta :
Griffin R W (1990) Management – 3rd Salemba Empat.
Edition, Houghton Mifflin company, Robbins, Stephen P (1996), Perilaku
Part III Organisasi, Konsep, Kontroversi dan
Johnson Dongoran dan Agus Budi Darmawan Aplikasi. Alih Bahasa : Hadyana Puja
(2012), Pengaruh Lingkungan Kerja atmaka. Edisi Keenam. Penerbit PT.
Terhadap Kepuasan Kerja Di Bank BRI Bhuana Ilmu Populer, Jakarta.
Cabang Salatiga, Tesis, Universitas Robbins, Stephen P (2002), Perilaku
Kristen Satya Wacana Salatiga. organisasi. Edisi kelima. Jakarta :
Locke, E.A. (1976). The Nature and Causes penerbit erlangga.
of Job Satisfaction. NewYork: John Samsudin, Sadili. 2005. Manajemen Sumber
Wiley and Sons. Daya Manusia. Bandung Pustaka Setia.
Mangkunegara, A.P, 2008, Manajemen Santoso, Singgih, 2005. Statistik Parametrik
Sumber Daya Manusia. PT. Remaja (Konsep dan Aplikasi Dengan SPSS),
Rosdakarya, Bandung. PT. Elex Media Komputindo, Jakarta.
Mochammad Salani. 2008. Kepuasan Kerja Sedarmayanti. (2001). Sumber daya manusia
Pada Karyawan Bagian Produksi PT. dan produktifitas kerja. Jakarta: Mandar
DYSTAR COLOURS Indonesia. Jurnal Maju.
Universitas Gunadarma, Vol.2 No.5, Spector, P.E. (1997). Job Satisfaction,
Hal 13. Application, Asessment, Causes dan
Moekijat, 2002, Tata Laksana Kantor Consrquences. London: SAGE
(Manajemen Perkantoran), Mandar Publication.
Maju, Bandung Steve M. Jex. 2002. Organizational
Muhammad, Arni, 2004. Komunikasi Psychology, New York: John Wiley &
Organisasi. Bumi Aksara, Jakarta. Sons Inc.
Munandar, A.S. 2008. Psikologi Industri dan Sugiyono Sujarwo. 2009. Metode Penelitian
Organisasi. Penerbit Universitas Bisnis ,Penerbit Alfabeta, Bandung.
Indonesia (UI-Press), Jakarta Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Bisnis.
Ni Putu Intan Ratnasari dan A.A Sagung Cetakan Ke – 15. Bandung: Alfabeta.
Kartika Dewi (2013), Pengaruh
108 e Jurnal Katalogis, Volume 5 Nomor 1Januari 2017 hlm 99-108 ISSN: 2302-2019

Sugiyono. 2006. Statistik Untuk Penelitian,


Penerbit Alfabeta, Bandung.
Sugiyono. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif,
Kualitatif dan R&D, Penerbit Alfabeta,
Bandung.
Susanto, Grace. 2007. Analisis Faktor-Faktor
Yang Mempengaruhi Kepuasan Kerja
Karyawan Studi Kasus : PMI Kota
Semarang. Jurnal Universitas
Diponegoro, Vol.2, No.10, Hal. 1.
Tohardi, Ahmad, 2007, Pemahaman Praktis
Manajemen Sumber Daya Manusia.
Pontianak. Mandar Maju.
Umar, Husein (2008), metode penilitian untuk
skripsi dan tesis bisnis, Jakarta: penerbit
Raja Grafindo Persada.