MENULIS PUISI BEBAS 3N 1. Niroke 2. Ngapalke 3.

Niteni

Penulisan puisi bebas hendaknya memperhatikan dua unsur : Unsur Intrinsik yang meliputi bahasa, rima, dan tema Unsur Ekstrinsik yang meliputi tujuan, pesan, dan latar belakang penciptaan

Majas 1. Majas Perumpamaan 2. Majas Metafora 3. Majas Personifikasi 4. Majas Hiperbola 5. Majas Repetisi

Rima/Sajak/Persamaan Bunyi Rima menurut letak kata-katanya dalam baris terbagi atas : 1. Rima Awal/Pangkal 2. Rima Tengah 3. Rima Akhir Contoh : Dari mana punai melayang Dari sawah turun ke padi Dari mana kasih sayang Dari mata turun ke hati

Citraan terbagi atas : 1. Citra Pendengaran/Auditif 3. Mencari makan di tempat gapuk. Citra Penciuman 5. Rima rangkai/sama Contoh : Ada seekor burung pelatuk. Tuan umpama ayam pungguk. Bertambah lama lupa diri Bertambah halus akhirnya seri 4.Rima menurut letaknya dalam bait terbagi atas : 1. CITRAAN Citraan adalah gambaran angan yang digunakan penyair untuk menyampaikan curahan perasaannya. Rima berpeluk/berpaut Contoh : Bersabung kilat di ujung langit. Boleh kita berjumpa lagi. Rima silang Contoh : Kalau ada sumur di ladang. Citra Pengecapan 6. 2. Kalau ada umurku panjang. Citra Perabaan/Taktil 4. Citra Penglihatan/Visual 2. Citra Gerak 7. Boleh kita menumpang mandi. Serasa bermimpi serasa berangan. Mengabut sabut sebagai dibangkit. Rima kembar/pasangan Contoh : Awan datang melayang perlahan. 3. Bertangkai hujan dicurah awan. Citra Perasaan . Gemuruh guruh berjawab-jawaban. Segan mencakar taji mematuk.

5. badan penat! “ Di mana pasar? Masih jauhkah ?” .Contoh : 1. beruap dan lembut Sebagai benda tiada berguna 7. Kapuk randu. Supaya selamanya. Pikulan berat. Putih memanjang memanjang menyelubung bukit barisan berangsur lenyap disinari surya pagi 2. Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan lewat semayup suara adzan 3. bahu lemah Kaki sakit. Dahan bergoyang sambut-menyambut Menjatuhkan embun jernih warnanya Menimpa bumi. semerbak belaka. beban berat Menekan bahu. “ Gula itu memang manis” Bunyi sebuah merek promosi Diam-diam bisnis gula-gula memenuhi kebutuhan devisa …………………………………………………………… 6. segenap ketika. Kapuk randu ! Selembut tudung cendawan Kuncup-kuncup di hatiku pada mengembang bermekaran 4. Harum berbau. Beta bertanam bunga cempaka Di tengah taman pusaka.

Malam Lebaran Bulan di atas kuburan Sitor Situmorang 2.CONTOH-CONTOH PUISI 1. kawin kawin kawin kawin kawin ka win ka win ka win ka win ka winka winka winka sihka sihka sihka sih ka sih ka sih ka sih ka sih ka sih sih sih sih sih sih ka Ku Sutardji Calzoum Bachri TRAGEDI WINKA DAN SIHKA .

TUHAN TELAH MENEGURMU Apip Mustopa Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan lewat perut anak-anak kelaparan Tuhan telah menegurmu dengan cukup sopan lewat semayup suara adzan Tuhan telah menegurmu dengan cukup menahan kesabaran lewat gempa bumi yang berguncang deru angina yan meraung-raung kencang hujan dan banjir yang melintang pukang adakah kau dengar 5.3. SABDA ALAM Ismail Marzuki Diciptakan alam pria dan wanita Dua makhluk dalam asuhan dewata Ditakdirkan bahwa pria berkuasa Adapun wanita lemah lembut manja Wanita dijajah pria sejak dulu Dijadikan perhiasan sangkar madu Namun ada kala pria tak berdaya Tekuk lutut di sudut kerling wanita 4. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful