Anda di halaman 1dari 21

KAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA

Nama Mahasiswa yang Mengkaji : Ebenezer Sitorus NIM : 201916044

Ruang Perawatan : Isolasi Mandiri Tgl. Pengkajian : 15 September 2020

Kamar : Isolasi Mandiri 201 Auto Anamnese : Dari Pasien Sendiri

Tgl. Masuk : 05 September 2020 Allo Anamnese : Dari Keluarga Pasien (Suami)

I. IDENTIFIKASI

A. KLIEN
Nama : Ny. Hestu Anggraini
Tempat/Tgl.Lahir : Jakarta, 25 Februari 1996 (24 Tahun 6 Bulan)
Status Perkawinan : Nikah
Jumlah Anak : - (Pasien sedang Hamil Anak 1, usia kehamilan 31
minggu)
Pendidikan : S1 Keperawatan
Pekerjaan : Perawat
Alamat Rumah : Rucika 2 Muara Angke, Blok B3 / 1A

B. PENANGGUNGJAWAB
Nama : Tn. I
Alamat : Rucika 2 Muara Angke, Blok B3 / 1A
Hubungan dengan klien : Suami

II. ALASAN MASUK DAN FAKTOR PRESIPITASI


Klien mengatakan 3 hari sebelum masuk rumah sakit ada penurunan nafsu
makan, disertai adanya mual dan muntah, badan terasa sakit semuanya, dan
adanya sesak. Klien mengatakan sehari – hari bekerja sebagai perawat
disebuah rumah sakit swasta, suami klien juga sebagai perawat. Klien
mengatakan ada kontak dengan orang yang terkontaminasi dengan Covid 19.
Ketika kejadian itu ketahuan, maka pihak rumah sakit menyarankan semua
karyawan yang kontak dengan pasien Covid 19 untuk dilakukan rapid test. Hasil
rapid test pasien dinyatakan negatif, akan tetapi karena pasien ada gejala yang
sebelumnya pihak rumah sakit menyarankan untuk cek SWAB Test dan
hasilnya Reaktif. Saat mengetahui hasilnya reaktif, klien langsung stress dan
cemas akan kondisinya dan bayinya, dan berpikir apakah saya bisa sembuh
dan anak saya nanti resikonya apa. 5 hari setelah mengetahui kondisinya saat
itu klien tidak bisa tidur dan hanya menangis dan berpikir kenapa Tuhan kasih
cobaan kaya gini ke saya.
Klien mengatakan tidak ada gangguan dalam saluran cerna, gangguan
penghidu, dan pengecap, serta demam tidak ada.

Data saat ini :


Klien mengatakan kondisinya saat ini sudah lebih baik, tidak ada demam, dan
sudah mulai menerima kondisinya saat ini. Klien mengatakan masih ada rasa
takut atau cemas, karena masih menunggu hasil Swab Test ulang dan kondisi
kehamilannya saat ini.

III. FAKTOR PREDISPOSISI MASALAH KEPERAWATAN

A. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu


 ya  Tidak

B. Pengobatan sebelumnya :  Berhasil


 Kurang berhasil
 Tidak berhasil
 Tidak Pernah
C. Pernah melakukan/mengalami/menyaksikan :
Korban/usia Pelaku/usia Saksi/usia
1. Aniaya fisik Tidak Pernah
2. Aniaya seksual Tidak Pernah
3. Penolakan Tidak Pernah
4. Kekerasan Tidak Pernah
5. Tindakan kriminal Tidak Pernah
Jelaskan Point A, B, dan C :
Tidak pernah
D. Pengalaman masa lalu yang tidak pernah menyenangkan
 Kegagalan  Kematian
 Kehilangan  Trauma proses tumbuh kembang
Jelaskan : Tidak pernah

E. Adakah anggota keluarga yang pernah menderita gangguan jiwa


 Ya  Tidak
Jelaskan : (Hubungan keluarga, gejala dan riwayat pengobatan)
Tidak ada

IV. FISIK
A. Tanda vital : Tekanan darah : 125/ 57 MmHg
Nadi : 107 X/menit
Suhu : 36 derajat C
Pernafasan : 20 X/menit
B. Badan : Tinggi : 168 cm
Berat : 76 Kg
IMT : 26,9 (Klien tampak lebih gemuk,
dikarenakan klien saat ini dalam keadaan hamil 31 minggu)
C. Keluhan fisik :
Saat ini klien mengatakan tidak ada masalah, dengan tingakt
kesadaran Compos Mentis/ Sadar Penuh, demam tidak ada, batuk
tidak ada, sesak tidak ada. Klien mengatakan saat ini keluhannya
hanya cemas karena menunggu hasik Swab Test Ulangnya.
V. STATUS PSIKOSOSIAL
A. Genogram (gambar dan jelaskan isi genogram)

74

53 46 44 42 41 38

49 51

26 25 22

Klien mengatakan anak pertama dari dua bersaudara, klien mempunyai saudara laki – laki,
klien saat ini statusnya sudah menikah. Klien tinggal bersama suami, ibu, ayah, adek, dan
neneknya. Orang terdekat klien saat ini adalah suaminya. Klien mengatakan kakeknya sudah
meninggal. Klien mengatakan ibunya delapan bersaudara, dimana dua perempuan dan enam
laki - laki, sedangkan saudara ibunya yang nomor dua sudah meninggal.

B. Konsep diri :
1. Gambaran diri
Klien Ny. H mengatakan bersyukur akan kaadaan fisiknya saat ini,
apalagi saat ini pasien dalam keadaan hamil, dan menyukai semua
bagian tubuhnya. Klien saat ini sedikit cemas dengan keadaan saat
ini karena terpapar Covid 19.
2. Identitas diri
Klien Ny. H mengatakan tidak ada masalah dalam dirinya, klien saat
ini bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit swasta dan
sebagai seorang istri yang harus mengurus keluarga juga. Klien
mengatakan bersyukur saat ini sedang dikarunia Tuhan, atas buah
cintanya dengan suaminya.
3. Peran diri
Klien Ny. H mengatakan saat ini hanya bisa bersyukur dan berdoa,
serta banyak istirahat supaya cepat sembuh.
Klien saat ini masih bekerja sebagai perawat di sebuah rumah sakit
swasta sekaligus sebagai ibu rumah tangga yang harus mengurus
rumah dan suaminya.
4. Ideal diri
Klien Ny. H mengatakan semoga cepat sembuh dan kita semuanya
dibebaskan dari bahaya; seperti Virus Covid 19. Klien juga
mengatakan supaya masyarakat tidak khawatir dengan kondisinya
saat ini, klien mengatakan tidak ada masalah dilingkungannya. Klien
memiliki cinta, kasih sayang dari keluarganya dan suaminya.
5. Harga diri
Klien Ny. H mengatakan tidak ada masalah dengan lingkungan
tempat kerjaanya, lingkungan masyarakat, bahkan dikeluarganya.
Klien saat in merasa sedih dan cemas dengan kondisinya saat ini.

Masalah Keperawatan:
Anseitas

D. Hubungan sosial
1. Orang yang berarti :
Klien Ny. H mengatakan saat ini orang yang paling berarti menurutnya
adalah suaminya, karena hanya suaminya lah yang saat ini tempat
bersandar klien.
2. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat
Klien Ny. H mengatakan saat ini masih bekerja di salah satu rumah sakit
swasta, yang pekerjaannya shift – shift-an kadang masuk pagi – siang –
malam. Klien mengatakan saat ini mengikuti kolempok arisan di tempat
kerjanya. Klien mengatakan semenjak ada Virus Covid 19 ini, klien tidak
pernah mengikuti kegiatan kelompok di lingkungan masyaraktnya.
3. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain
Klien Ny. H mengatakan sebelumnya tidak ada hambatan dalam
lingkungan dan teman kerjanya, akan tetapi semenjak adanya Covid 19,
klien mengurangi untuk melakukan hubungan sosial dengan
lingkungannya, bahkan kalau dikerjaan, jika tidak penting langsung
pulang.

Masalah Keperawatan:
---

E. Spiritual
1. Nilai dan keyakinan :
Klien Ny. H mengatakan setiap ada masalah dalam kerjaan atau
lingkungannya, klien langsung menceritakannya kepada suaminya. Klien
juga mengatakan kalau ada masalah dalam keluarga klien dan suaminya
langsung berdoa sama Tuhan supaya kiranya diberikan kekuatan dalam
menyelesaikan masalah. Klien Ny. H mengatakan beragama Khatolik, dan
setiap hari minggu, kalau tidak ada halangan karena kerja selalu pergi
kegereja untuk beribadah.
2. Kegiatan Ibadah :
Klien Ny. H mengatakan kalau tidak ada kendala dengan kesehatan dan
pekerjaan selalu mengusahakan supaya pergi beribadah ke gereja. Klien
mengatakan karena kondsi saat ini, yang tidak mengizinkan untuk
beribadah ke gereja, maka klien ibadahnya online.

Masalah Keperawatan:
----

VI. STATUS MENTAL


A. Penampilan :  Tidak Rapih  Pakaian tidak sesuai
 Cara berpakaian tidak seperti biasanya
 Rapih
Klien Ny. H mengatakan tidak ada masalah dalam berpenampilan,
akan tetapi karena kondisi kehamilannya saat ini klien agak malas
untuk ber make up.

B. Pembicaraan :  cepat  keras  gagap


 apatis  lambat  inkoheran
 membisu  tak mampu memulai
 Jelas dan Nada Suara lembut
Jelaskan :
Saat dilakukan pengkajian kepada klien Ny. H, klien dapat berbicara
dengan baik dan Jelas.
Masalah Keperawatan:
----

C. Aktivitas Motorik :
 Lesu  Tegang  Gelisah  Agitasi …………………

 TIK  Grimace  Tremor  Kompulsif


Tidak Ada Masalah

D. Alam Perasaan
 Sedih  Ketakutan  Putus asa
 Kawatir  Gembira berlebihan
Klien Ny. H mengatakan merasa sedih dan Cemas akan kondisinya
saat ini walaupun saat ini sudah perbaikan, karena takut bisa berulang
lagi karena klien sehari – hari pekerjaannya melayani pasien yang sakit.
Klien juga mengatakan merasa takut bisa terjadi lagi untuk
kandungannya.

E. Afek :
 Datar  Tumpul  Labil  Tidak sesuai  Tidak ada masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H tidak ditemukan ada
masalah saat pengajian.
F. Interaksi Selama Wawancara
 Bermusuhan  Tidak kooperatif  Mudah tersinggung
 Kontak mata kurang  Defensif  Curiga  Kooperatif
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H tidak ditemukan ada
masalah saat pengajian, klien tampak kooperatif dan dapat mengikuti
perintah sesuai anjuran yang diberikan mentor.

G. Persepsi : Halusinasi
 Pendengaran  Penglihatan  Perabaan
 Pengecapan  Penghiduan  Tidak ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H tidak ditemukan ada
masalah saat pengajian.

H. Proses Pikir :
 Sirkumstansial  Tangensial  Kehilangan asosiasi
 Flight of ideas  Blocking  Perseverasi  Tidak ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H tidak ditemukan ada
masalah saat pengajian.

I. Isi Pikir :
 Obsesi  Fobia  Hipokondria
 Depersonalisasi  Pikiran Magis  Ide yang terkait

Waham :
 Agama  Somatik  Kebesaran
 curiga  Nihilistik  Sisip pikir
 Siar pikir  Kontrol pikir  Tidak ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H tidak ditemukan ada
masalah saat pengajian.

J. Tingkat Kesadaran : Compos Mentis/ Kesadaran Penuh


 Bingung  Sedasi  Stupor
Disorientasi :
 Waktu  Tempat  Orang
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H, klien dapat ber-
Orientasi dengan baik, dapat mengikuti perintah dan menjelaskan
waktu dan tempat.

K. Memori :
 Gangguan daya ingat jangka panjang
 Perubahan proses pikir pendek
 Gangguan daya ingat saat ini
 Konfabulasi  Tidak Ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H, klien dapat ber-
Orientasi dengan baik, dapat mengingat semua kejadian yang terjadi
kepada klien sendiri, baik yang sekarang dan yang sebelunya.

L. Tingkat Konsentrasi dan Berhitung :


 Mudah beralih
 Tidak mampu berkonsentrasi
 Tidak mampu berhitung sederhana
 Tidak Ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H, tidak ada masalah
ditemukan pada klien. Klien dapat berkonsentrasi dengan baik.

M. Kemampuan Penilaian :
 Gangguan Ringan  Gangguan bermakna
 Tidak Ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H, tidak ada masalah
ditemukan pada klien. Klien dapat mengambil keputusan akan dirinya
sendiri akan masalah yang ada sama klien.

N. Daya Tilik Diri (Insight)


 Mengingkari penyakit yang diderita
 Menyalahkan hal-hal di luar dirinya
 Tidak Ada Masalah
Saat dilakukan pengkajian terhadap klien Ny. H, tidak ada masalah
ditemukan pada klien. Klein mengatakan tidak pernah mengalami
riwayat penyakit sebelumnya.

VII. MEKANISME KOPING :

Adaptif Maladaptif

 Bicara dengan orang lain  Minum alkohol


 Mampu menyelesaikan masalah  Reaksi lambat/berlebihan
 Teknik relaksasi  Bekerja berlebihan
………………
 Aktivitas konstruktif  Menghindar ………………
 Olah raga  Menciderai diri ……………...
 Lain-lain : Berdoa

VIII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG

Bantuan minimal Bantuan total Mandiri


A. Makan   
B. BAB dan BAK   
C. Mandi   
D. Berpakaian & berhias   
E. Penggunaan obat   
F. Istirahat dan tidur
 Tidur siang : Tidak Menentu
 Tidur malam : 5 – 6 Jam
 Kegiatan sebelum/sesudah tidur :
Minum Vitamin dan Minum Susu dan Air Putih

G. Pemeliharaan Kesehatan :
1. Perlu perawatan lanjutan  iya  tidak
2. Sistem pendukung  iya  tidak
H. Kegiatan di dalam rumah :
1. Mempersiapkan makanan  iya  tidak
2. Menjaga kerapihan rumah  iya  tidak
3. Mencuci pakaian  iya  tidak
4. Pengaturan keuangan  iya  tidak

I. Kegiatan diluar rumah :


1. Belanja keperluan sehari-hari  iya  tidak
2. Transportasi  iya  tidak

IX. PENGETAHUAN KURANG TENTANG


 Penyakit jiwa  Obat-obatan …………………………
 Cara penanggulangan masalah  Lain-lain ………………………...
Saat dilakukan pengkajian pada klien Ny. H klien sudah tahu tentang
penyebab, risiko dan pencegahan dari penyakit yang saat ini.

X. DATA MEDIK
1. Diagnosa Medik : Covid 19
2. Terapi Medik : Promavit 1 x 1 Tab
Larce 1 x 1 Tab
Nulacta 1 x 1 Tab
3. Diagnosa Keperawatan : Anseitas
Jakarta, 15 – 09 -2020
Mahasiswa

Ebenezer Sitorus
ANALISA DATA

Nama/umur : Ny. H
Usia : 24 Tahun 6 Bulan
Ruang/ Kamar : Isolasi Mandiri 201

NO DATA SUBYEKTIF & OBYEKTIF ETIOLOGI MASALAH

1. DO: Terpapar Penyakit Anseitas


 Klien mengatakan khawatir dengan Covid 19
keadaannya saat ini, apalagi
semenjak klien terpapar dengan
Covid 19
 Klien mengatakan khwatir dengan
Kondisi calon bayinya yang ada
didalam kandungan bisa berbahaya
sekali bahkan takut bisa
mengancam calon bayi yang ada
dalam kandungan
 Klien mengatakan ada penurunan
nafsu makan, sesak, dan mual
muntah 5 hari sebelum masuk
rumah sakit
 Klien mengatakan sebelumnya ada
kontak dengan pasien Covid 19
 Klien mengatakan semenjak
adanya Covid 19 ini, sangan
berhati – hati saat melakukan
pekerjaannya, karenan pekerjaan
klien disebuah ruamh sakit yang
mengharuskan harus terjun
kepasien.
 Klien mengatakan merassa gagal
tidak bisa merawat dirinya sendiri
supaya terhindar dari Covid 19
DS:
 Pasien tampak cemas dan kurang
tenang
 Hasil SWAB: Reaktif
 Nilai SQR – nya : 11/ 29
2. DS: Penyakit Terstigma Risiko Tidakdayaan
 Klien mengatakan 5 hari sebelum
masuk rumah sakit mudah lelah,
tidak seperti biasanya
 Klien mengatakan malas
melakukan aktifitas
 Klien mengatakan takut kondisinya
saat bisa berakibat untuk
kehamilannya saat ini
 Klien mengatakan 5 hari sebelum
masuk rumah sakit, banyak
pekerjaan klien yang terbengkalai
 Klien mengatakan semenjak
dirawat diruang isolasi, klien tidak
dapat berbuat apa – apa, hanya
berpasrah diri kepada Tuhan
kiranya Tuhan memberikan
kesembuhan

DO:
 Hasil SWAB: Reaktif

MASALAH KEPERAWATAN

No. MASALAH KEPERAWATAN TANDA TANGAN

1. Anseitas berhubungan dengan Terpapar Penyakit Covid Ebenezer S


19
2. Risiko Tidakdayaan berhubungan dengan Penyakit Ebenezer S
Terstigma

POHON MASALAH

ANSEITAS / KECEMASAN

KOPING INDIVIDU TIDAK EFEKTIF

STRESSOR

KOPING INDIVIDU TIDAK EFEKTIF

STRESSOR
RENCANA KEPERAWATAN

Nama/umur : Ny. H
Usia : 24 Tahun 6 Bulan
Ruang/ Kamar : Isolasi Mandiri 201
RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN
DIAGNOSA RASIONAL
TUJUAN KRITERIA TINDAKAN KEPERAWATAN
KEPERAWATAN
Anseitas berhubungan TUM: Klien menunjukan tanda- SP 1 : SP 1
dengan Terpapar Penyakit Klien mampu menunjukan tanda dapat membina Bina hubungan saling percaya Kepercayaan dari pasien
Covid 19 koping yang efektif hubungan saling percaya dengan prinsip komunikasi merupakan hal yang akan
terhadap ansietas dengan perawat, yaitu therapeutik yaitu: memudahkan perawat
TUK 1 dengan kriteria: 1. Sapa Klien dengan ramah dalam melakukan
Klien dapat membina 1. Ekspresi wajah baik secara verbal maupun pendekatan keperawatan
hubungan saling percaya bersahabat non verbal atau intervensi
2. Pasien menunjukan 2. Perkenalkan diri dengan selanjutnya terhadap
rasa senang sopan pasien
3. Pasien bersedia untuk 3. Tanyakan nama lengkap
menyebutkan namanya klien dan nama panggilan
4. Ada kontak mata yang disukai klien
5. Pasien bersedian duduk 4. Jelaskan tujuan pertemuan
dan tenang untuk 5. Tunjukan sikap empati dan
mengutarakan masalah menerima klien apa adanya.
yang di hadapi 6. Beri perhatian pada klien
dan perhatikan kebutuhan
dasar klien
TUK 2 : Kriteria : SP 2 : SP.2
Klien dapat mengenali Pasien mampu Bantu klien untuk mengenal  Klien dapat
ansietas mengidentifikasi dan ansietas : mengungkapkan
mengungkapkan gejala 1. Bantu pasien untuk penyebab ansietas
dan penyebab ansietas mengidentifikasi dan sehingga perawat
menguraikan perasaannya. dapat menentukan
2. Bantu pasien menjelaskan tingkat ansietas dan
situasi yang menimbulkan menetukan intevensi
ansietas selanjutnya
3. Bantu pasien mengenal
penyebab ansietas
4. Bantu klien menyadari
perilaku akibat ansietas

TUK: 3 Kriteria : SP 3 : SP 3.
 Klien mampu Tingkat ansietas berkurang Ajarkan pasien teknik relaksasi  Mengajarkan teknik
mengikuti dan klien dapat untuk meningkatkan kontrol relaksasiyang
memperagakan latihan mengendalikan gangguan dan rasa percaya diri: diberikan dapat
yang diberikan untuk ansietas 1. Pengalihan situasi mengatasi
mengatasi ansietas 2. .Latihan relaksasi: /mengurangi ansietas
 Klien mampu 1. Tarik nafas dalam klien
mengurangi ansietas 2. Hipnotis diri sendiri
(latihan 5 jari)

TUK: 4 Kriteria : SP 4 : SP 4:
Klien mampu melakukan Tingkat asietas  Motivasi klien melakukan tehnik  Teknik relaksasi dapat
sendiri teknik relaksasi berkurangdan klien dapat relaksasi setiap kali ansietas mengatas /
muncul ( relaksasi nafas dalam
untuk mengatasi ansietas mengendalikan ansietas mengurangi ansietas
dan hipnotis diri sendiri dengan
maupun gangguan yang klien
latihan 5 jari
menyebabkan terjadinya
ansietas

PELAKSANAAN KEPERAWATAN

Nama/umur : Ny. H
Usia : 24 Tahun 6 Bulan
Ruang/ Kamar : Isolasi Mandiri 201

Tgl/Jam Dx Implementasi Evaluasi


15/09/2020 Ansietas SP 1 Membina Hubungan Paling Percaya. S:
1. Sapa Klien dengan ramah baik secara verbal maupun non  Klien memberikan respon verbal, dan memberikan
verbal umpan balik dengan memberikan salam kembali serta
2. Perkenalkan diri dengan sopan memperkenalkan diri via Wa
3. Membina hubungan saling percaya dengan klien O:
4. Jelaskan tujuan pertemuan  Klien tampak memberikan respon dengan baik dan
5. Mendorong klien untuk mengungkapkan pikiran dan menjawab dengan baik setiap pernyataan yang diberikan
perasaannya. mentor
6. Mendengarkan setiap perkataan klien, Beri respon, tetapi  Klien tampak memberikan respon terbuka pada mentor
tidak bersifat menghakimi A : Anseitas
7. Mengajarkan tehnik relaksasi P:
8. Tunjukkan sifat empati dan menerima klien apa adanya  Lanjutkan SP 2 di hari keesokannya (16 – 09 – 2020)
dengan kontrak waktu yang sudah ditentukan
(Serta melakukan pengkajian lanjutan pada klien)

SP 2 Ajarkan Pasien Dapat Mengenali Ansietasnya. S:


1. Membantu pasien untuk mengidentifikasi dan  Klien mencoba menceritakan tingkat kecemasan yang
menguraikan perasaannya. dialaminya, seperti keadaannya saat ini sedang menderita
2. Membantu pasien menjelaskan situasi yang menimbulkan Covid 19 dan keadaannya saaat ini yang sedang hamil
ansietas O:
3. Membantu pasien mengenal penyebab ansietas  Klien mampu memberikan respon dengan baik dan
4. Memantau klien menyadari perilaku akibat ansietas menjawab dengan baik dari mentor
5. Memberikan pertanyaan terbuka untuk mengalihkan klien  Klien tampak memberikan respon terbuka pada mentor
dari hal yang mengancam diri sendiri karena anseitas  Klien tampak khawatir dengan keadaannya saat ini
6. Mendengarkan penyebab ansietas pasien dengan penuh A : Anseitas
perhatian P:
 Lanjutkan SP 3 di hari keesokannya (17 – 09 – 2020)
dengan kontrak waktu yang sudah ditentukan
(Serta melakukan pengkajian lanjutan pada klien)
 Memberikan PenKes tentang
1. Cara mengalihkan situasi dalam menghadapi anseitas
2. Tarik Nafas Dalam
3. Hipnotis diri sendiri dengan melatih teknik 5 jari
4. Cara meningkatkan ketahanan kesehatan dalam
menghadapi Covid 19 yaitu dengan melatih berpikir
positif
SP 3 Mengajarkan Teknik Relaksasi Untuk Mengatasi S:
Ansietas.  Klien mengatakan akan mencoba melakukan teknik yang
1. Mengajarkan klien teknik relaksasi untuk meningkatkan sudah diajarkan oleh mentor karena dapat untuk
kendali dan rasa percaya diri, seperti :
mengurangi kecemasannya, khususnya untuk
a. Pengalihan situasi.
b. Latihan relaksasi. kebaikannya dan kehamilannya
1. Tarik nafas dalam.  Klien mengatakan sudah lebih enakan dan mulai
2. Cara meningkatkan ketahanan kesehatan dalam
mencoba untuk mengatasi kecemasannya
menghadapi Covid 19 yaitu dengan melatih
berpikir positif.  O:
3. Hipnotis diri sendiri (latihan 5 jari).
 Klien tampak lebih tenang dan percaya diri
 Klien tampak kooperatif saat diberikan interaksi oleh
mentor
A : Anseitas
P:
 Lanjutkan SP 4 di hari keesokannya (18 – 09 – 2020)
dengan kontrak waktu yang sudah ditentukan
(Serta melakukan pengkajian lanjutan pada klien)
 Melatih / mengajarkan kembali klien untuk melakukan
teknik relaksasi untuk mengatasi anseitasnya

SP 4 Motivasi Klien Melakukan Tehnik Relaksasi Setiap Kali S:


Ansietas Muncul  Klien mengatakan sudah sedikit lebih enakan setelah
1. Relaksasi nafas dalam beberapa hari ini diberikan mentor teknik relaksasi
2. Hipnotis diri sendiri dengan latihan 5 jari tentang mengatasi anseitas, apalagi saat ini keadaannya
saat hamil.
 Klien mengatakan lebih tenang
 O:
 Klien tampak lebih tenang dan percaya diri
 Klien tampak kooperatif saat diberikan interaksi oleh
mentor
A : Anseitas
P:
 Mengingatkan kembali kepada klien, jika terjadi
anseitas untuk kembali melakukan teknik yang ada di
SP 2.
 Mendorong klien untuk selalu termotivasi dalam
melakukan teknik relasasi dan pengalihan situasi dengan
keadaannya saat ini.