Anda di halaman 1dari 21

DAFTAR ISI

Instalasi Listrik Dengan Sakelar Tunggal, Seri Dan Tukar.......................................................2

A. Kompetensi.....................................................................................................................2

B. Sub Kompetensi..............................................................................................................2

C. Dasar Teori......................................................................................................................2

D. Alat dan Bahan................................................................................................................4

E. Keselamatan Kerja..........................................................................................................4

F. Langkah Kerja.................................................................................................................5

G. Rangkaian Percobaan......................................................................................................5

H. Hasil Percobaan...............................................................................................................6

I. Analisa Hasil Percobaan.................................................................................................7

J. Bahan Diskusi.................................................................................................................7

INSTALASI LISTRIK DENGAN SERI DAN SAKELAR TUKAR.......................................8

A. Kompetensi.....................................................................................................................8

B. Sub Kompetensi..............................................................................................................8

C. Dasar Teori......................................................................................................................8

D. Alat dan Bahan................................................................................................................9

E. Keselamatan Kerja........................................................................................................10

F. Langkah Kerja...............................................................................................................10

G. Rangkaian Percobaan....................................................................................................11

H. Hasil Percobaan.............................................................................................................11

I. Analisa Hasil Percobaan...............................................................................................11

J. Bahan Diskusi...............................................................................................................11

WATER LEVEL RELAY DAN PHOTOCONTROL.............................................................12

A. Kompetensi...................................................................................................................12

B. Sub Kompetensi............................................................................................................12

C. Dasar Teori....................................................................................................................12

i
D. Cara Pemasangan Photocontrol....................................................................................17

E. Alat dan Bahan..............................................................................................................17

F. Keselamatan Kerja........................................................................................................18

G. Langkah Kerja...............................................................................................................18

H. Rangkaian Percobaan....................................................................................................19

I. Hasil Percobaan.............................................................................................................20

J. Analisa Hasil Percobaan...............................................................................................20

K. Bahan Diskusi...............................................................................................................20

ii
Instalasi Listrik Dengan Sakelar Tunggal, Seri Dan Tukar

A. Kompetensi
Memahami dan mengetahui pemasangan instalasi listrik dengan sakelar tunggal,
seri dan tukar pada instalasi listrik.
B. Sub Kompetensi
1. Memahami fungsi dan cara perangkaian sakelar tunggal pada instalasi listrik.
2. Menjabarkan single line diagram pada sakelar tunggal, seri dan tukar.
3. Merangkai instalasi wiring diagram pada sakelar tunggal, seri dan tukar.
C. Dasar Teori
Instalasi penerangan adalah rangkaian listrik yang bertujuan untuk memenuhi
kebutuhan cahaya pada tempat yang diinginkan. Peralatan-peralatan yang dibutuhkan
antara lain sakelar tunggal, lampu pijar, stop kontak, fitting, kabel dan peralatan
pengaman Circuit Breaker (CB) serta peralatan yang digunakan tersebut harus sesuai
dengan standar (SNI,LMK).
1. Sakelar
Sakelar adalah alat yang digunakan untuk memutuskan dan menyalurkan aliran
arus listrik ke beban berupa lampu (instalasi penerangan).Sakelar terdiri dari berbagai
jenis seperti sakelar tunggal, sakelar seri, sakelar silang / tukar, sakelar magnet
(kontaktor) dll. Untuk sakelar silang dan sakelar magnet kebanyakan dipakai untuk
perusahaan-perusahaan. Sakelar harus terhubung dengan fasa listrik, dan jangan sekali-
kali menghubungkan fasa langsung dengan netral atau ground. Penyambungan itu akan
menimbulkan hubung singkat.
2. Macam-macam Sakelar
a. Sakelar Tunggal adalah sakelar yang memiliki satu buah tuas, bisa mematikan
dan menghidupkan satu buah lampu dengan sekali tekan.

Gambar 1. Sakelar Tunggal

1
b. Sakelar Tukar atau terkadang ada yang menyebut dengan istilah sakelar hotel.
Sebagai contoh apabila rumah kita tingkat dimana di tengah-tengah tangga ada
lampu,kita dapat menyalakan maupun mematikan lampu penerangan tangga
tersebut dari lantai bawah maupun lantai atas. Dari penjelasan tersebut maka
sakelar tukar sebenarnya terdiri dari 2 buah sakelar yang dipasang pada daerah
tangga bawah dan daerah tangga atas, sedangkan sakelar yang digunakan adalah
sakelar tukar (sakelar 2 arah).

Gambar 2. Diagram Pengawatan Sakelar Tukar

Instalasi sakelar tukar ini membutuhkan satu pasang (2 buah) sakelar tukar.
Instalasinya ada beberapa versi seperti di bawah ini. Sama semuanya juga bisa
beroperasi sesuai kebutuhan tetapi biasanya perbedaannya hanya panjang
kabelnya saja.
c. Sakelar Seri, mempunyai banyak jenis dan tipe yang mempunyai berbagai
fungsi. Akan tetapi pada pembahasan disini kita hanya membahas tentang sakelar
yang merupakan komponen pada instalasi listrik yang berfungsi untuk
menyambung dan/atau memutuskan aliran arus listrik kebeban (dalam hal ini
lampu penerangan).

Gambar 3. Sakelar Seri/Deret.


3. Stop kontak
Stop kontak atau kotak kontak adalah alat untuk menyediakan daya cadangan
untuk berbagai keperluan. Stop kontak yang digunakan untuk keperluan daya kecil

2
seperti pendingin ruangan (AC), lemari es, blender, televise, radio, pompa air dan
sebagainya.
4. MCB/CB
Miniatur Circuit Breaker (MCB) / Circuit Breaker (CB) adalah peralatan yang
digunakan sebagai pengaman untuk menghindari terjadinya lonjakan arus akibat
hubungan singkat.
5. KWh Meter
KWH Meter adalah alat penghitung pemakaian energi listrik. Alat ini bekerja
menggunakan metode induksi medan magnet di mana medan magnet tersebut
menggerakkan piringan yang terbuat dari alumunium. Pengukur Watt atau Kwatt yang
pada umumnya disebut Watt-meter/Kwatt meter disusun sedemikian rupa, sehingga
kumparan tegangan dapat berputar dengan bebasnya, dengan jalan demikian tenaga
listrik dapat diukur, baik dalam satuan WH (Watt Hour) atau dalam Kwh (Kilo watt
hour).
D. Alat dan Bahan
Tabel 1. Alat dan Bahan Job 2
NO ALAT/BAHAN JUMLAH
1 Tang Kupas 1 pcs
2 Tang Potong 1 pcs
3 Tang Lancip 1 pcs
4 Tang Kombinasi 1 pcs
5 Obeng (+/-) 1 pcs
6 Tespen/Multimeter 1 pcs
7 Kabel NYA 1,5 mm Secukupnya
8 MCB 1 pcs
9 Sakelar Tunggal, Seri dan Tukar 1 pcs
10 Stop Kontak 1 pcs
11 Fitting 1 pcs
12 Lampu pijar 1 pcs
13 T-Dost 3 pcs
14 Pipa PVC Secukupnya
15 Lasdop Secukupnya

E. Keselamatan Kerja
1. Dilarang berbuat kegaduhan saat kegiatan praktikum berlangsung.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktik.
3. Gunakan sepatu beralas karet ketika praktikum.

3
4. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada langkah kerja jobsheet.
5. Berhati-hati dengan sumber tegangan listrik.
6. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya.
7. Atur alat dan bahan sedemikian rupa agar memudahkan dalam praktek (ergonomi
K3).
8. Apabila ada kesulitan dalam perangkaian konsultasikan dengan guru/toolman.

F. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan kemudian cek
2. Rangkaialah kabel NYA pada papan kayu yang sesuai dengan gambar pengawatan
yang sudah dibuat.
3. Masukan kabel NYA ke dalam pipa sesuai dengan ukuran dan jumlah yang
ditentukan, kemudian klem pada posisi yang telah ditandai.
4. Kupas sepanjang 3 cm semua ujung kabel dalam kotak cabang. Sambungkan
dengan jenis sambungan ekor babi.
5. Hubungkan kabel pada komponen masing-masing sesuai tata letak komponennya.
6. Lakukan pengecekan susunan rangkaian menggunakan multimeter/tespen (jika
diperlukan).
7. Jika rangkaian telah benar, tutuplah semua sambungan kabel yang ada pada kotak
cabang dengan menggunakan isolasi listrik atau menggunakan lasdop.
8. Lakukan uji coba rangkaian dengan menyambungkan ke sumber tegangan.
9. Lakukan uji coba dengan menggunakan beban yang sesuai (lampu).
10. Bongkar rangkaian hasil praktik dengan hati-hati dan kembalikan alat serta bahan
ke tempat semula.
11. Rapihkan kembali tempat praktikum yang sudah digunakan

G. Rangkaian Percobaan
Single Line Diagram

4
Gambar 4. Rangkaian Percobaan Garis Tunggal

Gambar 5. Rangkaian Percobaan Sakelar Seri/Deret

Gambar 6. Rangkaian Percobaan akalar Tukar


H. Hasil Percobaan
Tabel 2. Hasil Percobaan Job 2

5
NO Data Pengamatan Belum Sudah Keterangan
Pemasangan komponen-komponen yang
1.
akan dipasang sesuai dengan gambar kerja
Rangkaian yang telah dipasang apakah telah
2.
benar
Semua bahan berfungsi dengan baik KWh
3. meter, sakelar tunggal, stop kontak, lampu
pijar.

I. Analisa Hasil Percobaan


Jelaskan prinsip kerja dari rangkaian instalasi listrik yang sudah Anda praktikan

J. Bahan Diskusi

1. Jelaskan fungsi dari sakelar tunggal?

2. Jelaskan kegunaan dari KWh Meter?

3. Jelaskan kegunaan dari stop kontak?

4. Jelaskan kegunaan dari MCB?

6
INSTALASI LISTRIK DENGAN SERI DAN SAKELAR
TUKAR
A. Kompetensi
Memahami dan mengetahui pemasangan instalasi listrik dengan seri dan sakelar
tukar pada instalasi listrik.

K. Sub Kompetensi
1. Memahami fungsi dan cara perangkaian sakelar Seri dan Tukar pada instalasi listrik.
2. Menjabarkan single line diagram pada sakelar Seri dan Tukar.
3. Merangkai instalasi wiring diagram sakelar Seri dan Tukar pada Trainer.

L. Dasar Teori
Penggabungan antara sakelar seri dengan tukar dalam instalasi listrik dapat
ditemui pada bangunan gedung hotel atau pabrik industri. Dapat dilohat dari gamabr
dibawah ini:

7
Untuk yang ini, perhatikan dengan teliti sambungan kabel pada sakelar dan lampu.
Sedikit saja salah atau tertukar, kemungkinan terjadi short sangat besar.

M. Alat dan Bahan


Tabel 1. Alat dan Bahan Job 3
NO ALAT/BAHAN JUMLAH
1 Tang Kupas 1 pcs
2 Tang Potong 1 pcs
3 Tang Lancip 1 pcs
4 Tang Kombinasi 1 pcs
5 Obeng (+/-) 1 pcs
6 Tespen/Multimeter 1 pcs
7 Kabel NYA 1,5 mm Secukupnya
8 MCB 1 pcs
9 Sakelar Tukar 2 pcs
10 Sakelar Seri 1 pcs
11 Stop Kontak 1 pcs
12 Fitting 1 pcs
13 Lampu pijar 1 pcs
14 T-Dost 3 pcs
15 Pipa PVC Secukupnya
16 Lasdop Secukupnya

N. Keselamatan Kerja
1. Dilarang berbuat kegaduhan saat kegiatan praktikum berlangsung.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktik.

8
3. Gunakan sepatu beralas karet ketika praktikum.
4. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada langkah kerja labsheet.
5. Berhati-hati dengan sumber tegangan listrik.
6. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya
7. Atur alat dan bahan sedemikian rupa agar memudahkan dalam praktek (ergonomi K3)
8. Apabila ada kesulitan dalam perangkaian konsultasikan dengan Guru/toolman.

O. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan kemudian cek
2. Rangkaialah kabel NYA pada papan kayu yang sesuai dengan gambar pengawatan
yang sudah dibuat.
3. Masukan kabel NYA ke dalam pipa sesuai dengan ukuran dan jumlah yang
ditentukan, kemudian klem pada posisi yang telah ditandai.
4. Kupas sepanjang 3 cm semua ujung kabel dalam kotak cabang. Sambungkan dengan
jenis sambungan ekor babi.
5. Hubungkan kabel pada komponen masing-masing sesuai tata letak komponennya.
6. Lakukan pengecekan susunan rangkaian menggunakan multimeter/tespen (jika
diperlukan).
7. Jika rangkaian telah benar, tutuplah semua sambungan kabel yang ada pada kotak
cabang dengan menggunakan isolasi listrik atau menggunakan lasdop.
8. Lakukan uji coba rangkaian dengan menyambungkan ke sumber tegangan.
9. Lakukan uji coba dengan menggunakan beban yang sesuai (lampu).
10. Bongkar rangkaian hasil praktik dengan hati-hati dan kembalikan alat serta bahan ke
tempat semula.
11. Rapihkan kembali tempat praktikum yang sudah digunakan

P. Rangkaian Percobaan

9
Q. Hasil Percobaan
Tabel 2. Hasil Percobaan Job 3
NO Data Pengamatan Ya Tidak Keterangan
Pemasangan komponen-komponen yang
1.
akan dipasang sesuai dengan gambar kerja
Rangkaian yang telah dipasang apakah telah
2.
benar
Semua bahan berfungsi dengan baik KWh
3. meter, sakelar tukar, stop kontak, lampu
pijar.

R. Analisa Hasil Percobaan


Jelaskan prinsip kerja dari rangkaian instalasi listrik yang sudah Anda praktikan

S. Bahan Diskusi
1. Jelaskan fungsi dari sakelar tukar?
2. Jelaskan aplikasi sakelar tukar dalam di kehidupan sehari-hari?
3. Jelaskan kegunaan dari MCB?
4. Gambarkan Wirining Diagram dari percobaan yang sudah anda buat!

10
WATER LEVEL RELAY DAN PHOTOCONTROL

A. Kompetensi
Mengetahui cara kerja dari water level switch dan relay pada pengisian
tandon/penampungan air Mengetahui cara kerja dari sensor cahaya (photocontrol) pada
instalasi listrik rumah

T. Sub Kompetensi
1. Mengenal dan mengetahui komponen dari water level relay & sensor cahaya
(photocontrol)
2. Mengetahui cara merangkai/merakit dari water level relay & sensor cahaya
(photocontrol)
3. Mengetahui cara kerja dari water level relay & sensor cahaya (photocontrol)

U. Dasar Teori
1. Cara Kerja Water Level Relay
Sebagai pendahuluan, kita ulas mengenai cara kerja water level switch dan kontak
relay.

Gambar 1. Tangki Air dengan Water Level Relay


(Sumber: http://www.instalasilistrikrumah.com/cara -kerja-kontrol-level-tangki-air/)

Seperti gambar ini, sistem level switch mempunyai cara kerja yang cukup
sederhana. Saat air mencapai setengah dari pemberat yang bawah (level low) maka dua

11
pemberat (sinker) akan menggantung dimana total beratnya akan mampu menarik
switch yang ada pada switch body di bagian atas. Switch yang tertarik pemberat akan
membuat kontak relay menjadi ”close“ dan arus listrik akan mengalir melalui kabel ke
mesin pompa air yang kemudian start dan mengisi air ke dalam toren hingga mencapai
level high.
Saat air mendekati level high, maka pemberat bagian bawah akan mengambang
dan saat level air mencapai setengah dari pemberat bagian atas maka level switch akan
kembali ke posisi awal (dengan bantuan pegas yang ada dalam switch body) sehingga
kontak relay akan menjadi “open” dan arus listrik terputus sehingga mesin pompa air
stop secara otomatis.
Batas level high dan level low dalam toren ini dapat di-setting sesuai keinginan,
dengan mengatur ketinggian dari dua pemberat ini. Cukup dengan mengatur panjang
talinya dan kemudian dikencangkan kembali ikatannya.
Jika setting level low-nya dinaikkan (pemberat bagian bawah posisnya lebih
naik), maka volume air dalam toren akan masih tersisa banyak sesaat sebelum air
diisikan kembali. Begitu pula jika setting level high-nya dinaikkan (dengan menaikkan
lagi posisi pemberat bagian atas), maka volume air akan bisa mendekati maksimum
kapasitas yang bisa ditampung dalam toren sesaat setelah mesin air dimatikan.
sehingga mesin pompa air akan semakin sering start-stop. Apalagi jika toren yang
digunakan memiliki kapasitas kecil.

2. Bagian-Bagian Water Level Relay

12
Gambar 2. Bagian-bagian dari Water Level Relay
(Sumber: http://www.instalasilistrikrumah.com/cara -kerja-kontrol-level-tangki-air/)

Bagian yang terpasang di sebelah dalam toren adalah dua buah sinker dan L
shape bracket. Sedangkan switch body dan water proof cover dipasang pada bagian
luar. Perlu diperhatikan pemasangan water proof cover ini harus benar-benar baik,
karena letaknya yang ada dibagian luar akan terkena panas dan hujan (toren biasanya
dipasang diluar), sedangkan di dalamnya terdapat terminal kabel listrik dari kontak
relay.
Pada switch body, terdapat dua pasang terminal untuk kabel listrik yaitu terminal
A1-A2 dan B1-B2. Dua pasang terminal ini merupakan dua macam kontak relay yang
mempunyai fungsi berkebalikan. Untuk keperluan yang paling umum gunakan terminal
A1-A2, karena fungsi ini yang sesuai dengan cara kerja level switch seperti dijelaskan
pada bagian sebelumnya. Selain itu pihak pabrik pembuat biasanya mempermudah
konsumen dengan memberikan tanda dengan hanya memasang 2 buah baut saja pada
terminal A1-A2.

13
Penjelasan mengenai dua pasang terminal ini adalah sebagai berikut :

Gambar 3. Dua Macam Kontak Relay Level Control


Switch
(Sumber: http://www.instalasilistrikrumah.com/cara -kerja-kontrol-level-tangki-air/)

Pada saat air mencapai level low, maka dua pemberat tadi akan menarik level
switch kearah bawah dan kontak relay A1-A2 akan terhubung, sedangkan kontak relay
B1-B2 akan terputus. Karena itu listrik akan mengalir dan mesin pompa air akan start.
Saat air mencapai level high, maka dua pemberat tadi akan mulai mengambang
dan level switch akan kembali ke posisi semula dengan bantuan pegas. Akibatnya
kontak relay A1-A2 akan terputus dan sebaliknya kontak relay B1-B2 akan terhubung.
Sehingga aliran listrik akan terputus dan mesin pompa air akan mati. Ini sifatnya nice
to know saja, di dunia instrumentasi, kontak A1-A2 dinamakan Normally Open (NO)
dan kontak B1-B2 dinamakan Normally Close (NC).

3. Model Koneksi Rangkaian Level Switch Relay

14
Gambar 4. Koneksi Kabel Rangkaian Level Switch
Relay

Rangkaian koneksi yang paling umum digunakan dalam perumahan adalah


seperti gambar diatas. Agar dapat berfungsi sebagai switch yang menyalakan dan
mematikan mesin pompa air, maka level switch relay dihubungkan dengan memotong
jalur phase dari sumber listrik (biasanya menggunakan stop kontak) yang menuju ke
mesin pompa air. Detailnya bisa lihat gambar diatas.
Kecuali colokan listrik dilepas alias tidak ada suplai listrik, maka mesin pompa
air akan “ON” dan “OFF” secara otomatis dengan kontrol dari level switch relay.

4. Cara Kerja Sensor Cahaya (Photocontrol)


Photocell merupakan peralatan listrik dengan rangkaian elektronika didalamnya
yang berisi komponen LDR (Light Dependent Resistor) yang berfungsi sensor cahaya.
LDR adalah suatu bentuk komponen yang mempunyai perubahan resistansi yang
besarnya tergantung pada
cahaya.
Semakin terang cahaya maka nilai resistansi/tahanan LDR semakin besar, LDR
pada kondisi ini dianalogikan sebagai sakelar terbuka (OFF), sebaliknya semakin redup
cahaya maka nilai resistansi LDR semakin kecil, LDR pada kondisi ini dianalogikan
sebagai sakelar tertutup (ON). Paket dari perangkat sensor cahaya ini dipasaran sering
disebut photocell, dan cara instalasi sensor photocell yang baik sangatlah mudah,
berikut gambar bentuk dari photocell:

Gambar 5. Photocell/Photocontrol
(Sumber:https://www.listrik-praktis.com/2015/09/cara-pasang-instalasi-sensor-cahaya-photocell-
yang-baiklengkap.html)

Gambar di atas adalah penampilan dari photocontrol dengan spesifikasi


tegangan dan arus. Alat ini bisa kita manfaatkan sebagai sensor cahaya untuk

15
penerangan out dor atau untuk lampu halaman / lampu taman. Dengan menggunakan
alat ini kita mempunyai banyak keuntungan diantaranya adalah, tidak perlu repot
mengoperasikan lampu ketika malam tiba atau mematikan lampu ketika hari sudah
siang karena alat ini bisa menjadi sakelar otomatis bagi anda yang operasinya
dikendalikan cahaya luar, dan anda tidak perlu khawatir bepergian keluar rumah
tanpa menyalakan lampu. Selain itu, dengan alat ini diharapkan bisa menghemat
listrik karena terkadang lupa atau kesiangan mematikan lampu halaman/ taman atau
karena telat bangun kesiangan.

V. Cara Pemasangan Photocontrol

Gambar 2. Instalasi Photocontrol


(Sumber:https://www.listrik-praktis.com/2015/09/cara-pasang-instalasi-sensor-cahaya-photocell-
yang-baiklengkap.html)

Jika anda akan menggunakan photocontrol tersebut untuk lampu out dor di
rumah tinggal perlu diperhatikan pemilihan spesifikasi alat ini. Anda akan
menemukan parameter tegangan (V) dan arus (A). Untuk parameter tegangan
pilihlah tegangan kerja standar yang terpasang di rumah yaitu AC 220V agar lebih
praktis dan anda tidak perlu memasang perangkat lain untuk menyesuaikan
tegangan kerja dari photocell. Sedangkan untuk parameter arus bisa disesuaikan
dengan kebutuhan, semakin kecil besar parameter arus maka semakin mahal
harganya. Untuk memudahkan pengembangan fungsi nantinya saya sarankan untuk

W. Alat dan Bahan


Tabel 1. Alat dan Bahan Job 5
NO ALAT/BAHAN JUMLAH

16
1 Tang Potong 1 pcs
2 Tang Kupas 1 pcs
3 Tespen/Multimeter 1 pcs
4 Sakelar Tunggal 1 pcs
5 Water Level Relay 1 pcs
6 Photocontrol 1 pcs
7 Lampu Pijar 2 pcs
8 Lasdop Secukupnya
9 Kabel NYA 1,5 mm Secukupnya
10 Hot Air Gun Seperlunya

X. Keselamatan Kerja
1. Dilarang berbuat kegaduhan saat kegiatan praktikum berlangsung.
2. Gunakanlah pakaian praktek (wearpack) selama melakukan praktik.
3. Gunakan sepatu beralas karet ketika praktikum.
4. Bacalah dan pahami petunjuk praktikum pada langkah kerja labsheet.
5. Berhati-hati dengan sumber tegangan listrik.
6. Gunakanlah alat sesuai dengan fungsinya
7. Atur alat dan bahan sedemikian rupa agar memudahkan dalam praktek (ergonomi
K3)
8. Apabila ada kesulitan dalam perangkaian konsultasikan dengan Guru/toolman.

Y. Langkah Kerja
1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan kemudian cek
2. Rangkaialah kabel NYA pada papan kayu yang sesuai dengan gambar pengawatan
yang sudah dibuat.
3. Masukan kabel NYA ke dalam pipa sesuai dengan ukuran dan jumlah yang
ditentukan, kemudian klem pada posisi yang telah ditandai.
4. Kupas sepanjang 3 cm semua ujung kabel dalam kotak cabang. Sambungkan dengan
jenis sambungan ekor babi.
5. Hubungkan kabel pada komponen masing-masing sesuai tata letak komponennya.
6. Lakukan pengecekan susunan rangkaian menggunakan multimeter/tespen (jika
diperlukan).
7. Jika rangkaian telah benar, tutuplah semua sambungan kabel yang ada pada kotak
cabang dengan menggunakan isolasi listrik atau menggunakan lasdop.
8. Lakukan uji coba rangkaian dengan menyambungkan ke sumber tegangan.

17
9. Lakukan uji coba dengan menggunakan daya lampu yang berbeda.
10. Bongkar rangkaian hasil praktik dengan hati-hati dan kembalikan alat serta bahan ke
tempat semula.
11. Rapihkan kembali tempat praktikum yang sudah digunakan

Z. Rangkaian Percobaan
1. Single Line Diagram

Gambar 3. Pemasangan Diagram Tunggal


2. Wiring Diagram

Gambar 4. Pemasangan Diagram Pengawatan

18
AA. Hasil Percobaan
Tabel 2. Hasil Percobaan Job 5
NO Data Pengamatan Belum Sudah Keterangan
Pemasangan komponen-komponen yang
1.
akan dipasang sesuai dengan gambar kerja
Rangkaian yang telah dipasang apakah telah
2.
benar
Semua bahan berfungsi dengan baik water
3. level relay, photocontrol, sakelar tunggal,
stop kontak, lampu pijar

BB. Analisa Hasil Percobaan


Jelaskan prinsip kerja dari rangkaian instalasi listrik yang sudah Anda praktikan
1. Apa yang akan terjadi bila ketika pelampung pada water level relay ditarik dan tidak
ditarik?
2. Apa yang akan terjadi bila ketika photocontrol ditutup dan tidak ditutup?

CC. Bahan Diskusi


1. Jelaskan fungsi dari photocontrol dalam di kehidupan sehari-hari?
2. Jelaskan fungsi dari water level relay dalam di kehidupan sehari-hari?

19