Anda di halaman 1dari 8

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN NY.

S
DENGAN GANGGUAN KEBUTUHAN CAIRAN DAN ELEKTROLIT
(HIPOVOLEMIA)
DI RUANG MARGAPATI RSUD MANGUSADA
TANGGAL 7 NOVEMBER 2020

OLEH :

IDA AYU KETUT ATIKA SARI DEWI


NIM : P07120019002

TINGKAT 2.1
D-III KEPERAWATAN

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


POLITEKNIK KESEHATAN DENPASAR
JURUSAN KEPERAWATAN
TAHUN 2020/2021
Asuhan Keperawatan Pada Pasien Ny. S dengan Pemenuhan
Kebutuhan Cairan dan Elektrolit Di Ruang Margapati RSD Mangusda Badung
Tanggal 07/11/2020 sd 10/11/2020

1. PENGKAJIAN
A. Identitas Pasien
Nama : Ny. S
No RM : 780123
Umur : 35 Tahun
Jenis Kelamin : Perempuan
Pekerjaan : Pegawai Swasta
Agama : Hindu
Status : Menikah
Tanggal MRS : 7 November 2020
Tanggal Pengkajian : 8 November 2020

B. Keluhan Utama
Pasien mengeluh haus, merasa lemah, mulut terasa kering dan suhu tubuh meningkat.

C. Riwayat Kesehatan
1. Riwayat Kesehatan Dahulu
Pasien mengatakan dahulu pernah sakit tifus pada bulan Agustus dan dirawat selama 3
hari
2. Riwayat Kesehatan Sekarang
Pasien dalam keadaan sadar, mengatakan merasa lemah, mulut terasa kering dan suhu
tubuh meningkat. Pada obyektifnya wajah pasien tampak pucat, turgor kulit yang jelek.
Dengan TTV, Tekanan darah 80/60, Nadi 100x/menit , Suhu 38 derajat Celcius.
3. Riwayat Kesehatan Keluarga
Pasien mengatakan keluarganya tidak memiliki riwayat penyakit yang sama dengan
klien dan tidak memiliki penyakit keturunan seperti DM, Hipertensi, Jantung, Penyakit
menular seperti TBC, HIV, Hepatitis, dll.
D. Fisiologis
Gejala dan Tanda Mayor Gejala dan Tanda Minor
Frekuensi nadi meningkat √ Merasa lemah √
Nadi terasa lemah √ Mengeluh haus √
Tekanan darah Menurun √ Pengisian vena menurun X
Tekanan Nadi menyempit X Status mental berubah X
Tugor kulit menyempit X Suhu tubuh meningkat √
(...°C)
Tugor kulit menurun √ Konsentrasi urin meningkat X
Membran mukosa kering √ Berat badan turun tiba-tiba X
(....kg)
Volume urine menurun X
Hematokrit meningkat X

2. ANALISIS DATA
Data focus Analisis Masalah
Data Subyektif : Muntah terus Hipovolemia
Pasien mengeluh haus, merasa menerus/Diare /inkontinensia
lemah, mulut terasa kering dan defekasi
suhu tubuh meningkat.

Data Obyektif : Frekuensi BAB meningkat


- Wajah pasien tampak
pucat
- Nadi teraba lemah Peningkatan kehilangan
- Turgor kulit menurun cairan dan elektrolit
- Membrane mukosa
kering
- Tekanan darah 80/60 Kekurangan volume cairan
mmHg, (Hipovolemia)
- Nadi 100 x/menit
- Suhu 38 derajat Celcius

DIAGNOSA KEPERAWATAN DAN PRIORITAS MASALAH


1. Hipovolemia berhubungan dengan kehilangan cairan aktif ditandai dengan frekuensi nadi
meningkat, nadi teraba lemah, tekanan darah menurun, turgor kulit menurun dan suhu
tubuh meningkat.
3. PERENCANAAN
No. Tujuan Intervensi Rasional
Dx
1. Setelah dilakukan Manajemen Hipovolemia Manajemen Hipovolemia
intervensi keperawatan A. Observasi A. Observasi
selama 2 x 24 jam 1. Periksa tanda dan gejala 1. Untuk mengetahui bagaimana
diharapkan hypovolemia (mis. frekuensi kondisi pasien, tanda-tanda
keseimbangan cairan nadi meningkat, nadi teraba kekurangan cairan.
meningkat dengan lemah, tekanan darah 2. Untuk memantau intake dan
Kriteria Hasil : menurun, tekanan nadi output cairan pada pasien
1. Asupan cairan menyempit, turgor kulit B. Terapeutik
meningkat menurun, membrane mukosa 3. Untuk mengetahui kehilangan
2. Dehidrasi kering, volume urin dan kebutuhan cairan
menurun menurun, hematocrit 4. Posisi pasien berbaring di
3. Tekanan darah meningkat, haus, lemah) tempat tidur dengan bagian
membaik 2. Monitor intake dan output kepala lebih rendah dari pada
4. Denyut nadi radial cairan bagian kaki. Untuk
membaik B. Terapeutik melancarkan peredaran darah
5. Tekanan arteri rata 3. Hitung kebutuhan cairan keotak.
rata membaik 4. Berikan posisi modified. 5. Pemenuhan kebutuhan dasar
6. Membrane Trendelenburg cairan dan menurunkan resiko
mukosa membaik 5. Berikan asupan cairan oral kekurangan cairan
7. Turgor kulit C. Edukasi C. Edukasi
membaik 6. Anjurkan memperbanyak 6. Untuk pemenuhan kebutuhan
asupan cairan oral dasar cairan dan
7. Anjurkan menghindari mempertahankan cairan
perubahan posisi mendadak 7. Untuk mencegah kesalah
D. Kolaborasi posisi pada pasien dalam
8. Kolaborasi pemberian cairan menjalani perencanaan
IV isotonis (mis. NaCl., RL) keperawatan
9. Kolaborasi pemberian IV D. Kolaborasi
hipotonis (mis. glukosa 8. Cairan intravena diperlukan
2,5%, NaCl 0,4%) untuk mengatasi kehilangan
10. Kolaborasi pemberian cairan cairan tubuh secara hebat.
koloid (mis. albumin, 9. Untuk membantu mempercepat
Plasmanate) dalam pemenuhan kebutuhan
11. Kolaborasi pemberian cairan
produk darah 10. Untuk membantu
mempercepat dalam
pemenuhan kebutuhan cairan
11. Untuk membantu
mempercepat dalam
pemenuhan kebutuhan cairan

4. PELAKSANAAN
No Tgl/jam Implementasi Respon Paraf

1. 08/11/2020 Periksa tanda dan gejala DS : Pasien mengeluh haus, Atika


08.00 hypovolemia (mis. merasa lemah, mulut
frekuensi nadi terasa kering dan suhu
meningkat, nadi teraba tubuh meningkat.
lemah, tekanan darah
menurun, tekanan nadi
menyempit, turgor kulit DO :
menurun, membrane - Wajah pasien tampak
mukosa kering, volume pucat
urin menurun, hematocrit - Nadi teraba lemah
meningkat, haus, lemah) - Turgor kulit menurun
- Membrane mukosa
kering
- Tekanan darah 80/60
mmHg,
- Nadi 100 x/menit
- Suhu 38 derajat
Celcius
2. 08/11/2020 Monitor intake dan DS : klien mendengarkan Atika
output cairan
08.15 penjelasan perawat
DO : Intake = 1000cc+ 200 cc
Output = 800 cc
3. 08/11/2020 Hitung kebutuhan cairan DS : Pasien mengetahui Atika
08.30 kebutuhan cairan yang
harus dipenuhi yaitu
2,5L air putih perhari
DO : pasien tampak mengerti
4. 08/11/2020 Berikan posisi modified DS : Pasien mau Atika
Trendelenburg
08.45 melakukannya
DO : Pasien nampak nyaman
5. 08/11/2020 Berikan asupan cairan DS : Pasien mau Atika
oral
09.00 meminumnya
DO : Pasien masih terlihat
lemas

08/11/2020 Anjurkan memperbanyak DS: Pasien mengatakan mau Atika


asupan cairan oral
09.10 melakukannya
DO : Pasien tampak mengerti
arahan dari perawat
08/11/2020 Anjurkan menghindari DS : - Atika
perubahan posisi
09.20 DO : Pasien nampak
mendadak
mendengarkan arahan
perawat
08/11/2020 Kolaborasi pemberian DS : Pasien mengerti akan Atika
cairan IV isotonis (mis.
10.00 kebutuhan cairan dalam
NaCl, RL)
tubuhnya. Pasien
mendengarkan arahan
perawat
DO : Pasien dan keluarga
tampak kooperatif
09/11/2020 Kolaborasi pemberian IV DS : Pasien mengerti akan Atika
hipotonis (mis. glukosa
08.00 kebutuhan cairan dalam
2,5%, NaCl 0,4%)
tubuhnya. Pasien
mendengarkan arahan
perawat
DO : Pasien dan keluarga
tampak kooperatif
09/11/2020 Kolaborasi pemberian DS : Pasien mengatakan Atika
cairan koloid (mis.
08.10 sudah merasa membaik
albumin, Plasmanate)
DO : Pasien dan keluarga
tampak kooperatif
09/11/2020 Kolaborasi pemberian DS : Pasien mengatakan Atika
produk darah
08.30 mengerti akan
kebutuhan cairan dalam
tubuhnya dan merasa
lebih baik dari
sebelumnya
DO : Pasien dan keluarga
tampak kooperatif

5. EVALUASI
No Tgl / jam Catatan Perkembangan Paraf

1. 10/11/2020 S : Klien mengatakan sudah lebih bertenaga dan merasa Atika


08.00 lebih baik dari sebelumnya karena sudah banyak cairan
yang masuk ke tubuh.
O : - Asupan cairan meningkat
- Dehidrasi menurun
- Tekanan darah membaik (100/60 mmHg)
- Denyut nadi radial membaik
- Tekanan arteri rata-rata membaik
- Membrane mukosa membaik
- Turgor kulit membaik
A : tujuan dan masalah teratasi
P : Pertahankan kondisi pasien

Badung, 12 November 2020 Nama Mahasiswa,


Nama Clinical Teacher / CT,

V.M.Endang Sri Purwadmi Rahayu,S.Kp.,M.Pd. Ida Ayu Ketut Atika Sari Dewi
NIP. 195812191985032005 NIM. P07120019002

Anda mungkin juga menyukai