Anda di halaman 1dari 17

Apa itu Sifat- sifat Keberadaan

halogen?? halogen halogen

Cara
mendapatkan
atau mengolah
unsur halogen

Oleh
HALOGEN kelompok III:
1. Irwansyah syam
2. Isra indriyani
3. Fauziatul iffah
4. Wulan sri dewi
What is halogen??
B.Bagaimana Sih,, Sifat -Sifat
Halogen itu ??
C.
 Sifat Fisik Halogen
 Halogen ada di semua tiga keadaan klasik materi baik itu padat, cair
maupun gas
 Tidak ada halogen yang benar-benar berwarna
 Halogen diatomik saat disimpan di bawah suhu kamar menjadi gas
berwarna ungu-biru
 Halogen seperti brom, flour dan klor beracun di alam dan masing-
masing mempunyai berbagai tingkat toksisitas
 Dalam bentuk padat, semua halogen mempunyai tekstur yang rapuh.
 Sifat Kimiawi Halogen
 Semua halogen mempunyai elektronegatifitas.
 Halogen ialah konduktor panas dan listrik yang amat buruk, terlepas dari
keadaan fisik mereka.
 Mereka mendapatkan elektron sangat cepat yang membuat mereka
paling reaktif dari semua unsur kimia.
 Halogen sangat mudah terdisosiasi menjadi partikel atom dan bisa
menggabungkan dengan unsur sekitarnya untuk membentuk senyawa.
 Saat dikombinasikan dengan hidrogen, halogen menghasilkan halida
yang merupakan senyawa asam yang begitu kuat.
 Umumnya untuk non-logam, halogen mempunyai ti-tik leleh dan ti-tik
didih yang begitu rendah.
Bagaimana dengan unsur-unsurnya yah?? Apakah
memiliki sifat tersediri??
Coba kita amati tabel berikut.
D. Bagaimana yah keberadaan unsur
halogen di alam kita ini??

Pasti lagi pada pusing kan..?? Ayo kita lihat


penjelasan berikut.
E. Kegunaan halogen dan senyawanya
 Fluorin
 Membuat senyawa klorofluoro karbon (CFC), yang dikenal
dengan nama Freon.
 Membuat Teflon.
 Memisahkan isotop U-235 dari U-238 melalui proses difusi gas.
 Senyawa Flouorin
 CFC (Freon) digunakan sebagai cairan pendingin pada mesin
pendingin, seperti AC dan kulkas. Freon juga digunakan sebagai
propelena aerosol pada bahan-bahan semprot. Penggunaan
Freon dapat merusak lapisan ozon.
 Teflon (polietrafluoroetilena). Monomernya CF2=CF2, yaitu sejenis
plastik yang tahan panas dan anti lengket serta tahan bahan
kimia, digunakan untuk melapisi panci atau alat rumah tangga
yang tahan panas dan anti lengket.
 Asam fluoride (HF) dapat melarutkan kaca, karena itu dapat
digunakan untuk membuat tulisan, lukisan, atau sketsa di
atas kaca.
 Garam fluoride ditambahkan pada pasta gigi atau air minum untuk
mencegah kerusakan gigi.
 Klorin
 Untuk klorinasi hidrokarbon sebagai bahan baku industri serta karet sintesis.
 Untuk pembuatan tetrakloro metana (CCl4).
 Untuk pembuatan etil klorida (C2H5Cl) yang digunakan pada pembuatan TEL (tetra
etillead) yaitu bahan adaptif pada bensin.
 Untuk industri sebagai jenis pestisida.
 Sebagai bahan desinfektans dalam air minum dan kolam renang.
 Sebagai pemutih pada industri pulp (bahan baku pembuatan kertas) dan tekstil.
 Gas klorin digunakan sebagai zat oksidator pada pembuatan bromin.
 Senyawa Klorin
 Senyawa natrium hipoklorit (NaClO) dapat digunakan sebagai zat pemutih pada
pakaian.
 Natrium klorida (NaCl) digunakan sebagai garam dapur, pembuatan klorin dan
NaOH, mengawetkan berbagai jenis makanan, dan mencairkan salju di jalan raya
daerah beriklim dingin.
 Asam klorida (HCl) digunakan untuk membersihkan logam dari karat pada
elektroplanting, menetralkan sifat basa pada berbagai proses, serta bahan baku
pembuatan obat-obatan, plastik, dan zat warna.
 Kapur klor (CaOCl2) dan kaporit (Ca(OCl2)) digunakan sebagai bahan
pengelantang atau pemutih pada kain.
 Polivinil klorida (PVC) untuk membuat paralon.
 Dikloro difenil trikloroetana (DDT) untuk insektisida.
 Kloroform (CHCl3) untuk obat bius dan pelarut.
 Karbon tetraklorida (CCl4) untuk pelarut organik.
 KCl untuk pembuatan pupuk.
 KClO3 untuk bahan pembuatan korek api.
 Bromin
 Untuk membuat etil bromida (C2H4Br2).
 Untuk pembuatan AgBr.
 Untuk pembuatan senyawa organik misalnya zat
warna, obat-obatan dan pestisida.
 Senyawa Bromin
 Etil bromida (C2H4Br2) suatu zat aditif yang
dicampurkan kedalam bensin bertimbal (TEL) untuk
mengikat tibal, sehingga tidak melekat pada silinder
atau piston. Timbal tersebut akan membentuk PbBr2
yang mudah menguap dan keluar bersama-sama
dengan gas buangan dan akan mencemarkan udara.
 AgBr merupakan bahan yang sensitif terhadap
cahaya dan digunakan dalam film fotografi.
 Natrium bromide (NaBr) sebagai obat penenang
saraf. Make Google view image button visible.
 Iodin
 Iodin Banyak digunakan untuk obat luka (larutan iodin
dalam alkohol yang dikenal dengan iodium tingtur)
 Sebagai bahan untuk membuat perak iodida (AgI)
 Untuk menguji adanya amilum dalam tepung tapioka.
 Senyawa Iodin
 KI digunakan sebagai obat anti jamur.
 Iodoform (CHI3) digunakan sebagai zat antiseptik.
 AgI digunakan bersama-sama dengan AgBr dalam
film fotografi.
 NaI dan NaIO3 atau KIO3 dicampur dengan NaCl
untuk mencegah penyakit gondok. Kekurangan
iodium pada wanita hamil akan mempengaruhi tingkat
kecerdasan pada bayi yang dikandungnya.
D. Cara mendapatkan atau mengolah halogen
 Halogen dapat dibuat dengan cara elektrolisis atau dengan cara mengoksidasi
senyawa halida (X-). Pada umumnya unsur-unsur halogen (X2) dibuat di
laboratorium dengan cara mengoksidasi senyawa halida. Gas fluorin (F2) jarang
dibuat di laboratorium karena tidak ada oksidator yang mampu mengoksidasi
senyawa fluorida (F). Mengapa demikian? Fluorin mempunyai daya oksidasi tinggi
dibanding halogen yang lain. Unsur halogen klorin, bromin, dan iodin dapat
dihasilkan dari oksidasi terhadap senyawa halida dengan oksidator MnO2 atau
KMnO4 dalam lingkungan asam.
 1. Pembuatan Fluorin (F2)
 Fluorin diperoleh melalui proses elektrolisis garam hidrogen fluorida,
KHF2 dilarutkan dalam HF cair, kemudian ditambahkan LiF 3% (agar suhu turun
sampai ±100oC). Elektrolisis dilakukan pada tempat terbuat dari baja, di mana
sebagai katode baja dan sebagai anoda karbon (grafit).
 Reaksi
 KHF2 → K+ + HF2-
 HF2- → H+ + 2F
 Katode: 2H+ + 2e → H2
 Anoda : 2F- → F2 + 2e
 Reaksi di atas perlu digunakan diafragma (pemisah berupa monel), untuk
mencegah terjadinya reaksi antara H2 dan F2 maka gas F2 yang terbentuk dapat
ditampung dalam wadah yang terbuat dari aliasi Cu dengan Ni
 2. Pembuatan Klorin (Cl2)
 Air laut dan garam batu merupakan
sumber utama Cl, untuk mendapatkan Cl dapat
dilakukan elektrolisis leburan NaCl, dan
elektrolisis larutan NaCl.
 Proses Downs
 Elektrolisis leburan NaCl (NaCl cair)
 Katode (besi) : Na+ + e → Na
 Anoda (karbon) : 2Cl- → Cl2 + 2e
 Pada proses di atas sebelum NaCl
dicairkan, NaCl dicampurkan dengan sedikit
NaF (agar titik lebur turun dari 800oC menjadi
600oC. Kontak (reaksi) antara logam Na dan
gas Cl2 terbentuk digunakan lapisan besi tipis.

3. Pembuatan Bromin (Br2)
 Air laut juga sumber utama Br. Setiap 1
m3 air laut terdapat 3 kg bromin (Br2). Bromin
didapatkan dengan cara mengoksidasi ion
bromida yang terdapat dalam air laut.
 Cl(g) + 2Br–(aq) → 2Cl-(aq) + Br
2(g)
Br2 dalam air dapat mengalami hidrolisis.
 Br2(g) + H2O(l) → 2H+(aq) + Br–(aq) + BrO–
 Reaksi hidrolisis dapat dicegah dengan
cara menambahkan H2SO4 pada air laut hingga
pHnya 3,5. Setelah pH air laut 3,5, baru dialiri
gas Cl2 dan udara. Gas Br2 yang diperoleh
dimurnikan dari Cl2 dengan cara destilasi.

 4. Pembuatan Iodin (I2)
 Yodium di alam hanya terdapat natrium Iodat
(NaIO3). Yodium dibuat secara reduksi ion yodat
dengan produksi
-
natrium
+
hidrogensulfit.
 ( IO + 6H + Se → ½I + 3H O ) x 2
3 2 2
 ( HSO3- + H2O → HSO 4- + +
2H + 2e ) x 5
 Ganggang laut (mengandung KI) dikeringkan,
abu dari ganggan laut dicampur dengan air panas
dan disaring. Larutan yang terjadi diuapkan
sementara zat-zat yang kurang larut mengkristal.
Sisa larutan kemudian dialiri gas Cl2.

2KI(aq) + Cl2(g) → 2KCl(aq) + I2(g)
 5. Pembuatan Astatin (At)
 Astatin diperoleh dari penembakan Bi dengan
partikel α (He). Astatin bersifat radioaktif dan
mempunyai waktu paropendek (8,1 jam)

Anda mungkin juga menyukai