Anda di halaman 1dari 29

ASUHAN KEPERAWATAN PADA Tn.

J
DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI:
HALUSINASI

Oleh :
KADEK AYU INDRA LESTARI
18101110004

PRAKTIK KLINIK KEPERAWATAN JIWA


PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN
ADVAITA MEDIKA TABANAN
2021
FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN JIWA

RUANG RAWAT: TANGGAL RAWAT:

I. IDENTITAS KLIEN
Ruangan Rawat : Tgl Rawat : 15 Januari 2021

Inisial : Tn. J (L) Tgl pengkajian : 15 Januari 2021

Umur : 25 tahun No. RM : -

Pekerjaan : Tidak Bekerja Status : Belum Kawin

Pendidikan
: SMA Informan : Keluarga

II. ALASAN MASUK


Pasien diantar oleh keluarga. Pasien datang dengan keadaan rambut acak-acakan dan pakaian
yang tidak rapi. Saat ditanya pasien bisa menyebutkan namanya dengan benar setelah ditanya
berulang kali. Keluarga pasien membawa pasien ke rumah sakit karena pasien sering mengamuk
dan berbicara sendiri, pasien sering menjerit berkata “tidak” dan “pergi” sambil menutup
telinganya. , pasien mengatakan sering mendengar suara-suara yang berteriak dengan keras yang
ingin memukulnya.

III. FAKTOR PREDISPOSISI


1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu ?  Ya  Tidak
2. Pengobatan sebelumnya?
 Berhasil  Kurang Berhasil  Tidak Berhasil

Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia

Aniaya Fisik   17 

Aniaya Seksual   
Penolakan   

Kekerasan dalam Keluarga   

Tindakan Kriminal   

Jelaskan no. 1,2,3 : Pasien tidak pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu. Pasien pernah
mengalami aniaya fisik (korban pembulyan) pada usia 17 tahun. Pasien
belum pernah melakukan pengobatan.

Masalah Kep. : Gangguan konsep diri :Harga Diri Rendah

3. Penolakan dari lingkungan?  Ya  Tidak


4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa ?
 Ya  Tidak

Hubungan Keluarga Gejala Riwayat Pengobatan/

perawatan
Hubungan pasien dengan Pasien sering Pasien belum pernah
keluarga baik mendengar suara- menerima pengobatan
suara keras yang
ingin memuluknya

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan


Pasien mengatakan sering di bully oleh teman sebaya pada saat ia duduk dibangku Sekolah
Menengah Atas (SMA)

Masalah Keperawatan : Tidak ada

IV. FISIK
1. Tanda Vital TD : 100/80mmHg N:100x/mnt S : 36oC P : 24x/mnt
2. Ukuran TB : 160 cm BB : 45kg  Turun  Naik
3. Keluhan fisik  Ya  Tidak
Jelaskan: Pasien mengatakan tidak ada keluhan fisik
Masalah Keperawatan : Tidak ada

V. PSIKOSOSIAL
1. Genogram

Keterangan Genogram
: laki laki

: Perempuan

: Pasien

: Meninggal

Jelaskan: Pasien anak tunggal, pasien tinggal bersama orang tuanya. Komunikasi keluarga
pasien tidak efektif. Setiap pasien mendapatkan masalah, ia tidak pernah mau untuk
menceritakan masalah kepada orang tuanya ia biasanya hanya memendamnya sendiri.

Masalah Keperawatan : Komunikasi Inefektif

2. Konsep Diri
a. Citra Tubuh : Pasien mengatan tidak berguna lagi ia hidup di dunia ini
b. Identitas : Menyadari bahwa ia terlahir sebagai laki-laki

c. Peran : Pasien merasa sedih karena semenjak kejadian tersebut pasien tidak melanjutkan
sekolah karena takut di bully oleh teman-temannya

d. Ideal diri : Pasien bercita-cita ingin menjadi polisi

e. Harga diri : Semenjak kejadian tersebut pasien lebih banyak mengurung diri

Masalah Keperawatan : Pasien mengalami gangguan gambaran diri, peran, ideal diri, dan
gangguan harga diri rendah.

3. Hubungan sosial
a. Orang terdekat :
Ayah dan ibu

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat :


Di lingkungan masyarakat: Pasien dulu aktif di lingkungan di masyarakat
Di Lingkungan Rumah Sakit: Pasien mau mengikuti kegiatan kelompok yang diadakan
oleh perawat seperti TAK.
c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain :
Di lingkungan masyarakat: Pasien merasa sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain
karena takut bertemu orang lain.
Di lingkungan rumah sakit: Pasien merasa sulit untuk berinteraksi dengan pasien lain
dan petugas kesehatan karena pasien merasa takut dan malu

Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah dan Isolasi Sosial.

4. Spiritual
a. Nilai dan keyakinan :
Pasien mengatakan menganut agama hindu
b. Kegiatan Ibadah :
Pasien mengatakan kadang-kadang melakukan sembahyang

Masalah Keperawatan : tidak ada

VI. STATUS MENTAL


1. Penampilan
 Tidak rapi  Penggunaan pakaian  Cara berpakaian tidak
tidak sesuai seperti biasanya

Jelaskan : Pakaian pasien tidak rapi, letak kancing tidak benar dan pakaiannya kusut

Masalah Keperawatan: Defisit perawatan diri

2. Pembicaraan
 Cepat  Keras  Gagap  Inkoheren

 Apatis  Lambat  Membisu  Tidak mampu memulai


pembicaraan

Jelaskan : Pasien tampak tegang, berbicara lambat lalu tiba-tiba pasien berteriak dan
menutup telinga

Masalah Keperawatan: Halusinasi

3. Aktivitas Motorik
 Lesu  Tegang  Gelisah  Agitasi

 Tik  Grimasen  Tremor  Kompulsif

Jelaskan : pasien terlihat ketakutan dan gelisah

Masalah Keperawatan: tidak ada

4. Alam Perasaan

 Sedih  Ketakutan  Putus asa

 Khawatir  Gembira Berlebihan

Jelaskan : pasien tampak ketakutan sambil menutup telinga serta mengatakan tidak

Masalah Keperawatan: Gangguan alam perasaan : ketakutan

4. Afek
 Datar  Tumpul  Labil  Tidak sesuai

Jelaskan : Pasien kadang tampak diam

Masalah Keperawatan: Gangguan alam perasaan : labil


5. Interaksi selama wawancara
 Bermusuhan  Tidak kooperatif  Gagap

 Kontak mata kurang  Defensif  Membisu

Jelaskan : Pasien tampak tidak kooperatif ketika menjawab pertanyaan dari perawat, pasien
menutup telinga

Masalah Keperawatan: Kerusakan komunikasi verbal

5. Persepsi
Halusinasi

 Pendengaran  Penglihatan  Perabaan

 Pengecapan  Penghidu

Jelaskan : Pasien tampak ketakutan sambil menutup telinga dan mengatakan pergi

Masalah Keperawatan: Halusinasi pendengaran

6. Proses Pikir
 Sirkumstansial  Tangensial  Kehilangan asosiasi

 Flight of ideas  Blocking  Pengulangan


pembicaraan/persevarasi
Jelaskan : Ketika menjawab pertanyaan perawat pasien mterlihat berbelit-belit (tujuannya sampai)
dalam menjawab pertanyaan perawat

Masalah Keperawatan: Gangguan proses pikir

7. Isi Pikir
 Obsesi  Fobia  Hipokondria

 Depersonalisasi  Ide yang terkait  Pikiran magis

Waham
 Agama  Somatik  Kebesaran  Curiga

 Nihilistik  Sisip pikir  Siar pikir  Kontrol pikir

Jelaskan : Pasien tampak ketakutan dan menutup telinga. Pasien terlihat curiga terhadap
perawat yang mencoba berinteraksi dengannya
Masalah Keperawatan: Halusinasi pendengaran dan Waham Curiga

8. Tingkat Kesadaran
 Bingung  Sedasi  Stupor

Disorientasi :

 Waktu  Tempat  Orang

Jelaskan : Pasien selalu salah menyebutkan nama orang yang ditunjuk oleh perawat

Masalah Keperawatan: Gangguan proses pikir

9. Memori
 Gangguan daya ingat jangka  Gangguan daya ingat jangka
panjang pendek

 Gangguan daya ingat saat ini  Konfabulasi

Jelaskan : Ketika ditanya oleh perawat terhadap aktivitas yang baru saja dilakukan pasien
tidak ingat

Masalah Keperawatan: Gangguan proses pikir

10. Tingkat konsentrasi dan berhitung


 Mudah beralih  Tidak mampu  Tidak mampu
berkonsentrasi
berhitung sederhana
Jelaskan : Saat ditanya pasien tidak mampu berkonsentrasi. Pasien terlihat bingung dan
menggeleng

Masalah Keperawatan: Gangguan proses pikir

11. Kemampuan penilaian


Gangguan ringan  Gangguan bermakna

Jelaskan : Pasien masih dapat melakukan kegiatan sehari-hari seperti makan dan minum sendiri

Masalah Keperawatan: Tidak ada

12. Daya tilik diri


 Mengingkari penyakit yang  Menyalahkan hal-hal di luar
diderita dirinya

Jelaskan : Pasien menyalahkan orang tuanya yang tidak mau membantu menyelesaikan masalahnya

Masalah Keperawatan: Isolasi diri : menarik diri

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG


1. Makan
 Bantuan minimal  Bantuan total

Jelaskan : Pasien masih dibantu dalam hal menyiapkan makan dan minum namun dapat
makan dan minum sendiri.

2. Defekasi/berkemih
 Bantuan minimal  Bantuan total

Jelaskan : Pasien dapat melakukan BAB/BAK tanpa bantuan orang lain

3. Mandi
 Bantuan minimal  Bantuan total

Jelaskan : Pasien dapat mandi sendiri tanpa bantuan dari orang lain

4. Berpakaian/berhias
 Bantuan minimal  Bantuan total

Jelaskan : Pasien mampu berpakaian dan menyisir rambut sendiri


5. Istirahat dan tidur
 Tidur siang lama : 12.00 s.d. 13.00

Tidur malam lama : 20.00 s.d. 06.00

Aktivitas sebelum/setelah tidur : 18.00 s.d. 19.00

Jelaskan : Tidur siang lamanya 1 jam, saat tidur malam pasien mengalami
kesulitan untuk tidur dan sering mendengar suara-suara yang ingin
memukulnya, kegiatan yang dilakukan pasien sebelum tidur yaitu
membaca doa.

6. Penggunaan obat
 Bantuan minimal  Bantuan total

Jelaskan : Pasien selalu diingatkan untuk minum obat.

7. Pemeliharaan kesehatan
Ya Tidak

Perawatan lanjutan  

Sistem pendukung  

Jelaskan : Pasien dapat mengatasi halusinasinya dengan bantuan keluarga

8. Aktivitas di dalam rumah


Ya Tidak

Mempersiapkan makanan  

Menjaga kerapian rumah  

Mencuci pakaian  

Mengatur keuangan  

Jelaskan : Pasien dapat melakukan kegiatan didalam rumah seperti mencuci pakaian
dan mengatur keuangan.

9. Aktivitas di luar rumah


Ya Tidak

Belanja  

Transportasi  

Lain-lain  

Jelaskan : Pasien dapat berbelanja namun dengan melihat catatan belanja dan pasien dapat
menggunakan transportasi (mengendarai sepeda motor) untuk berbelanja

Masalah Keperawatan :
Tidak ada

VIII. MEKANISME KOPING


Adaptif Maladaptif

 Bicara dengan orang lain  Minum alkohol

 Mampu menyelesaikan masalah  Reaksi lambat/berlebihan

 Teknik relokasi  Bekerja berlebihan

 Aktivitas konstruktif  Menghindar

 Olahraga  Mencederai diri

 Lainnya  Lainnya

Jelaskan
: Ketika sedang menghadapi masalah pasien lebih sering
menghindar dan melupakan masalah tersebut.

Masalah Keperawatan : Koping individu inefektif


IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

 Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan

Pasien lebih banyak menyendiri

 Masalah berhubungan dengan lingkungan, uraikan

Pasien tidak mau berinteraksi dan bekomunikasi dengan pasien lain. Pasien berinteraksi
dengan diarahkan petugas

 Masalah dengan pendidikan, uraikan

Pasien mengatakan tidak ada masalah, meskipun tamatan SMA

 Masalah dengan perumahan, uraikan

Pasien tinggal bersama dengan keluarga dan pasien lebih suka mengurung diri

 Masalah dengan ekonomi, uraikan

Pasien mengatakan belum bekerja, sehingga belum memiliki penghasilan

 Masalah dengan pelayanan kesehatan, uraikan

Pasien tidak memiliki masalah dengan pelayanan kesehatan

 Masalah lainnya, uraikan

Pasien tidak memiliki masalah lain

Masalah Keperawatan : tidak ada

X. KURANG PENGETAHUAN TENTANG :


 Penyakit jiwa  Sistem pendukung

 Faktor presipitasi  Penyakit fisik

 Koping  Obat-obatan

 Lainnya:

Masalah Keperawatan :
pasien kuurang pengetahuan tentang penyakitnya
XI. ASPEK MEDIK
Diagnosa Medik : Skizofrenia

Terapi Medik :

Haloperidol 3 x 5 mg Oral Mengatasi gejala skizofrenia


dan mengatasi gangguan
prilaku
Chlorpromazine 3x100mg (kondsi Oral Untuk menangani gejala
akut) psikosis pada skizofrenia
1 x 100 mg
(kondisi stabil)

XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


No Data Masalah Keperawatan

1 Data subyektif : Gangguan persepsi sensori :


- Pasien mengatakan mendengar Halusinasi Pendengaran
suara-suara yang berteriak keras
ingin memukulnya.
- Pasien mengatakan bahwa ia
merasa takut
Data objektif :
- Pasien tampak menutup telinga
- Pasien tampak berkeringat
- Pasien tampak ketakutan

2 Data subjektif : Isolasi social : menarik diri


- Pasien mengatakan takut bertemu
orang lain
- Pasien menyalahkan orang tua yang
tidak mau membantunya.
Data objektif
- Pasien tampak tidak mau
berkomunikasi dengan orang lain.
- Pasien tampak lebih suka
menyendiri
- Pasien menjawab pertanyaan tidak
spontan.

3 Data subjektif : Gangguan konsep diri :Harga diri rendah

- Pasien mengatakan bahwa


hidupnya sudah tidak berguna
lagi
- Pasien mengatakan tidak mau
berinteraksi dengan orang lain.
Data objektif :
- Pasien tidak berani menatap
mata perawat atau orang lain
bila diajak berbicara.
- Bicara pasien lambat dengan
nada suara lemah.
- Pasien berpakaian tidak rapi dan
tidak memperdulikan dirinya.

POHON MASALAH

Resiko prilaku kekerasan


effect

Gangguan persepsi sensori :


halusinasi pendengaran core problem

Isolasi social : menarik diri


causa
XIII. DIAGNOSA KEPERAWATAN BERDASARKAN PRIORITAS
1. Gangguan persepsi sensori : Halusinasi pendengaran berhubungan dengan gangguan
pendengaran ditandai dengan mendengar suara bisikan, bersikap mendengar sesuatu, dan
menyendiri
2. Resiko prilaku kekerasan berhubungan dengan halusinasi
3. Isolasi sosil berhubungan dengan ketidakmampuan menjalani hubungan yang memuaskan
dan tidak berminat/menolak berinteraksi dengan orang lain atau lingkungan.

XIV. TAHAP PENANGANAN KLIEN/PASIEN GANGGUAN JIWA


1. Skor kategori Klien: 65 %
2. Tahap penanganan fase: -
3. Tujuan pengobatan: agar pasien mampu berinteraksi dengan orang lain dan mampu
mengontrol halusinasi
4. Pengkajian keperawatan: pasien mendengar suara-suara
,

Mahasiswa,

Kadek ayu indra lestari


18101110004
5. INTERVENSI KEPERAWATAN

N Hari/ Pelaksanaan
Diagnosa
O tgl/jam Tujuan Kriteria Intervensi
1 Jumat, 15 Gangguan TUM pasien : Setelah 2 X berinteraksi, 1. Identifikasi halusinasi: isi,
Januari 2021 persepsi sensori :
Klien dapat berhubungan dengan pasien: frekuensi, waktu terjadi,
09.00 Halusinasi
pendengaran orang lain untuk mencegah a. Mau menerima situasi pencetus, perasaan,
timbulnya halusinasi. kehadiran perawat di respon.
TUK 1.P : sampingnya. 2. Jelaskan cara mengontrol
1. Klien dapat membina hubungan b. Mengatakan mau halusinasi: hardik, obat,
saling percaya. menerima bantuan bercakap-cakap,
perawat melakukan kegiatan.
c. Tidak menunjukkan 3. Latih cara mengontrol
tanda tanda curiga halusinasi dengan
d. Mengijinkan duduk di menghardik.
sampingnya. 4. Masukkan pada jadwal
kegiatan untuk latihan
menghardik.

TUM keluarga : Setelah diberikan edukasi 1. Diskusikan masalah yang


Keluarga mampu merawat dan keluarga pasien mampu : dirasakan dalam merawat
menjelaskan masalah yang pasien.
a. Mampu merawat pasien
dialami klien. 2. Jelaskan pengertian, tanda
di rumah
TUK 1. keluarga : b. Memahami tanda dan dan gejala, dan proses
Keluarga mampu merawat gejala terjadinya terjadinya halusinasi
pasien di rumah halusinasi (gunakan booklet).
c. Membantu pasien 3. Jelaskan cara merawat
sesuai dengan jadwal halusinasi.
4. Latih cara merawat
halusinasi: hardik.
5. Anjurkan membantu
pasien sesuai jadual dan
member pujian.

2 Sabtu, 16
TUK 2.P : Setelah 2 X berinteraksi, 1. Evaluasi kegiatan
Januari 2021,
10.00 Pasien padat mengenal pasien: menghardik. Beri pujian.
halusinasinya a. Pasien mampu 2. Latih cara mengontrol
menghardik suara. halusinasi dengan obat
b. Pasien mampu (jelaskan 6 benar: jenis,
mengontrol halusinasi guna, dosis, frekuensi,
cara, kontinuitas minum
obat).
3. Masukkan pada jadual
kegiatan untuk latihan
menghardik dan minum
obat.

1. Evaluasi kegiatan keluarga


TUK 2 keluarga : Setelah diberikan edukasi dalam merawat/melatih
Keluarga dapat membimbing keluarga pasien mampu : pasien menghardik. Beri
dan membantu pasien sesuai pujian.
a. Membantu pasien
dengan jadwal kegiatan pasien 2. Jelaskan 6 benar cara
dalam melatih
memberikan obat.
menghardik.
3. Latih cara
b. Membimbing pasien
memberikan/membimbing
dalam minum obat
pasien minum obat.
4. Anjurkan membantu pasien
sesuai jadual dan memberi
pujian.

1. Evaluasi kegiatan latihan


3 Minggu, 17 TUK 3.P : menghardik dan minum
Januari 2021 Setelah 2 X berinteraksi,
Pasien dapat mengontrol obat. Beri pujian.
15.000 pasien:
halusinanya 2. Latih cara mengontrol
a. Pasien dapat
halusinasi dengan
mengontrol halusinasi
bercakap-cakap saat terjadi
dengan bercakap-
halusinasi.
cakap.
b. Pasien taat minum obat 3. Masukkan pada jadual
kegiatan untuk latihan
menghardik, minum obat
dan bercakap-cakap.

1. Evaluasi kegiatan keluarga


dalam merawat/melatih

TUK 3 keluarga : Setelah diberikan edukasi pasien menghardik dan

Keluarga pasien dapat melatih keluarga pasien mampu : memberikan obat. Beri

dan menemani pasien dalam pujian.


a. Keluarga pasien dapat
melatih bercakap-cakap. 2. Jelaskan cara bercakap-
melatih pasien
cakap dan melakukan
menghardik dan
kegiatan untuk mengontrol
memberikan obat.
halusinasi.
b. Keluarga dapat
3. Latih dan sediakan waktu
menyediakan waktu
bercakap-cakap dengan
untuk melatih
pasien terutama saat
bercakap-cakap.
halusinasi.
4. Anjurkan membantu
pasien sesuai jadual dan
memberi pujian.

1. Evaluasi kegiatan latihan


menghardik, obat dan
bercakap-cakap. Beri
pujian.
2. Latih cara mengontrol
4 Senin, 18 TUK 4.P : Setelah 2 X berinteraksi, halusinasi dengan
Januari 2021,
Pasien dapat mengontrol pasien: melakukan kegiatan harian
09.30
halusinasi dengan latihan a. Pasien dapat (mulai 2 kegiatan).
menghardik, obat dan bercakap- melakukan latihan 3. Masukkan pada jadual
cakap menghardik dan kegiatan untuk latihan
bercakap-cakap menghardik, minum obat,
b. Pasien dapat bercakap-cakap dan
mengontrol halusinasi kegiatan harian.
dengan menggunakan
1. Evaluasi kegiatan keluarga
kegiatan harian
dalam merawat/melatih
pasien menghardik,
memberikan obat dan
bercakap-cakap. Beri
TUK. 4 keluarga :
pujian.
Keluarga mengetahui tanda Setelah diberikan edukasi
2. Jelaskan follow up ke
kekambuhan yang dialami keluarga pasien mampu :
PKM, tanda kambuh dan
pasien a. Keluarga mengetahui
rujukan.
tanda kekambuhan.
3. Anjurkan membantu pasien
b. Keluarga dapat sesuai jadual dan memberi
membantu pasien pujian.
dengan jadwal
kegiatannya.
IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Hari/tgl Diagnosa Keperawatan Implementasi Evaluasi Paraf

Jumat, 15 Gangguan persepsi SP I. Pasien SP I. Keluarga S : Tn. J mengatakan sering Ayu


Januari sensoris : Halusinasi a. Membina a. Menjelaskan mendengar suara-suara yang indra
2021 pendengaran hubungan saling masalah yang mengancam akan memukulinya,
percaya dengan dialami pasien pasien menjawab salam dari
pasien b. Menjelaskan perawat.
b. Menjelaskan cara gejala yang O : klien mau berbicara dan
mengontrol dialami pasien menatap perawat dan mampu
halusinasi. c. Mengajarkan mengungkapkan perasaannya.
c. Mendengarkan cara merawat A : Dapat membina hubungan
dengan perhatian pasien saling percaya, membantu
dan empati d. Mengajarkan orientais realita.
d. Menjadwalkan cara membantu P : lanjutkan intervensi SP II
kegiatan pasien
menghardik

Sabtu, 16 SP II Pasien SP II keluarga S : Tn. J mengatakan mengatasi


Januari a. Mengevaluasi a. Mengevaluasi halusinasi dengan menghardik Ayu
2021 latihan kegiatan keluarga yang diajarkan indra
menghardik dalam merawat O : pasien tampak kooperatif
b. Melatih cara pasien. saat di tanya
mengontrol b. Menjelaskan cara A : Klien mampu melakukan
halusinasi dengan memberi obat menghardik dan minum obat
obat c. Melatih pada waktunya.
c. Memasukkan membimbing P : lanjutkan intervensi SP III
jadwal kegiatan pemberian obat
menghardik dan d. Menganjurkan
minum obat membantu pasien
dalam jadwal
kegiatan

Minggu, SP III. Pasien : SP III keluarga S : klien mengatakan setelah


17 Januari a. Mengevaluasi a. Mengevaluasi melatih menghardik, minum obat
2021 kegiatan kegiatan keluarga dan bercakap-cakap suara yang Ayu
menghardik dan dalam merawat/ muncul lama-lama menghilang. indra
minum obat melatuh pasien O : klien mau berbincang-
b. Melatih cara dalam bincang dengan orang lain.
mengontrol menghardik dan A : klien mampu mengontrol
dengan bercakap- memberi obat. halusinasinya
cakap b. Menjelaskan cara P : lanjutkan intervensi SP IV
c. Memasukkan bercakap-cakap
jadwal kegiatan dan melakukan
menghardik, kegiatan
minum obat dan mengontrol
bercakap-cakap halusinasi
c. Melatih dan
menyediakan
waktu untuk
bercakap-cakap
dengan pasien
terutama saat
halusinasi

Senin, 18 SP IV Pasien SP IV keluarga S : Tn. J mengatakan senang


Januari a. Mengevaluasi a. Mengevaluasi melakukan kegiatan yang
2021 kegiatan keluarga dalam disenanginya.
menghardik, merawat pasien O : klien tampak senang Ayu
minum obat dan b. Menjelaskan melakukan hal yang digemari indra
bercakap-cakap tanda kambuh A : Klien mampu mengontrol
b. Melatih c. Menganjurkan halusinasinya dengan kegiatan
mengontrol membantu pasien yang disenangi
dengan kegiatan dalam P : mempertahankan kondisi
harian kegiatannya klien dan menganjurkan kegiatan
c. Memasukkan yang sudah dijadwalkan untuk
jadwal kegiatan mengontrol halusinasinya
harian

6. HASIL YANG DIHARAPKAN

Hari/tanggal/jam Diagnosa Keperawatan Evaluasi Paraf


Jumat, 15 Januari Halusinasi Pendengaran S: Tn. J mengatakan akan melatih menghardik, rutin minum obat, Ayu indra
2021, 09.00 bercakap-cakap dan melakukan kegiatan yang di senangi untuk
menghilangkan suara-suara yang muncul.

O: Pasien kooperatif dan tampak tenang.

A: Dapat menerapkan jadwal kegaitan harian dan dapat


menerapkam pola kesehatan tentang penggunaan minum obat
teratur .

P: Mempertahankan kondisi pasien.


Mahasiswa,

Kadek ayu indra lestari


18101110004