Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH IDK 107

“SIRKULASI DAN PEMBULUH DARAH”

Dosen Pembimbing : Supriliyah Praningsih, S.Kep, Ns

Di susun oleh kelompok 3 :

1. Adinda Vici Pandulum 151001002


2. Ayu Lu’Lu’ul Jannah 151001005
3. Dimas Angger Ibrahim 151001010
4. Gigih Budi Santoso 151001018
5. Novaliano Rabbani S 151001031
6. Nur Aini 151001033
7. Shinta Lukita Kirana P 151001039
8. Tiflatul Amin Hidayah 151001040
9. Verra Shintya Putri 151001043

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIKES)


PEMKAB JOMBANG
PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN
2015 / 2016

i
KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, hidayah serta
karunianya-Nya, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan tepat
pada waktunya. Makalah  ini disusun untuk  memenuhi tugas “SIRKULASI DAN
PEMBULUH DARAH”.

Dengan adanya makalah ini, diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan
dapat menambah pengetahuan bagi para pembaca. Penulis juga tidak lupa mengucapkan
terimakasih kepada semua pihak, atas bantuan, dukungan dan doanya.

Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak yang membaca makalah ini,
sehingga dapat memperlancar dan mempermudah proses belajar mengajar. Makalah ini
mungkin kurang sempurna, untuk itu kami mengharap kritik dan saran untuk
penyempurnaan makalah ini.

Jombang, 16 November 2015

Penyusun

ii
DAFTAR ISI

COVER ..............................................................................................................................i

KATA PENGANTAR ......................................................................................................ii

DAFTAR ISI .....................................................................................................................iii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang ...................................................................................................... 1


1.2 Rumusan Masalah ................................................................................................. 1
1.3 Tujuan ................................................................................................................... 1

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Sirkulasi Darah ................................................................................... 2

2.2 Pengertian Pembuluh Darah ................................................................................. 6

2.3 Macam-Macam Pembuluh Darah ......................................................................... 8

2.4 Gangguan Dalam Pembuluh Darah ..................................................................... 14

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ......................................................................................................... 15

3.2 Saran .................................................................................................................... 15

DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................... 16

iii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Sistem peredaran darah adalah kesatuan organ yang berperan dalam proses
transfortasi yang terjadi dalam tubuh manusia. Tentunya apabila kita mendengar hal
tersebut, secara otomatis fikiran kita akan langsung teringat pada darah, pembuluh
darah, jantung dan lain sebagainya yang berkaitan dengan sistem peredaran darah.
Dimana darah bertindak sebagai penyalur zat-zat yang terkandung dalam darah,
pembuluh darah sebagai media penyalurnya dan jantung bertindak sebagai mesin yang
membantu proses peredaran darah melalui pembuluh darah. Namun apabila terjadi
ketidaksetimbangan pada proses tersebut, akan terjadi gangguan-gangguan yang dapat
mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan terutama jika terjadi pada pembuluh
darah.

1.2 Rumusan Masalah


1. Pengertian sirkulasi darah ?
2. Fungsi sirkulasi darah ?
3. Pengertian pembuluh darah ?
4. Macam – macam pembuluh darah ?
5. Gangguan pembuluh darah ?

1.3 Tujuan
1. Agar mengetahui pengertian sirkulasi darah beserta fungsinya
2. Agar mengetahui pengertian pembuluh darah beserta fungsinya
3. Untuk mengetahui gangguan pada pembuluh darah

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian sirkulasi darah


Sistem sirkulasi adalah. Sistem ini membawa nutrien dan gas kesemua sel,
jaringan, organ, dan system organ, serta membawa produk akhir metabolic keluar
darinya.
Sistem sirkulasi dibagi menjadi 2 yaitu :
1) Sistem kardiovaskuler adalah bagian dari system sirkulasi. Sistem ini terdiri
dari jantung, pembuluh darah (arteri, kapilar, dan vena), dan darah
yang mengalir didalamnya
2) Sistem limfatik juga bagian dari system sirkulasi .Sistem ini terdiri dari
pembuluh limfe dan nodus limfeyang terletak dalam pembuluh limfe besar
a. Fungsi system sirkulasi
a) Transpor. makanan, gas, hormone, mineral, enzim, dan zat-zat vital lainnya
dibawa darah keseluruh tubuh. Zat-zat sisa dibawa darah menuju paru-paru,
ginjal, / kulit untuk dikeluarkan dari tubuh
b) Mempertahanka suhu tubuh. Pembuluh darah berkontriksi untuk
mempertahankan panas tubuh dan berdilatasi untuk melepaskan panas pada
permukaan kulit
c) Perlindungan. system darah dan system limfatik melindumgi tubuh terhadap
cidera dan invasi benda asing melalui system immune. Mekanisme pembekuan
darah mencegah kehilangan darah
d) Pendaparan (buffering). Protein darah memberikan system buffer asam basa
untuk mempertahankan pH optimum sarah.

b. Klasifikasi dan Mekanisme sirkulasi


Sirkulasi dalam tubuh manusia dibagi menjadi 2: Sirkulasi Sistemik dan
Sirkulasi Pulmonal. Sirkulasi Sistemik ialah sirkulasi yang menyuplai darah ke
seluruh tubuh kecuali paru-paru, sedangkan Sirkulasi Pulmonal ialah sirkulasi yang
menyuplai darah ke paru untuk mengadakan pertukaran gas oksigen dengan
karbondioksida.

2
Proses Sirkulasi Sistemik diawali dengan aliran darah dari seluruh jaringan
tubuh menuju Vena Cava Superior dan Vena Cava Inferior, melalui Vena tersebut
darah akan masuk ke dalam Atrium Kanan Jantung lalu melewati katub tricuspid
dan masuk ke dalam Ventrikel Kanan Jantung. Proses selanjutnya diikuti dengan
Sirkulasi Pulmonal, darah yang telah tertampung di dalam ventrikel kanan tadi akan
dipompa menuju paru melewati Arteri Pulmonalis. Di dalam jaringan paru inilah
akan terjadi proses difusi gas, yaitu pertukaran antara gas oksigen dengan
karbondioksida, di mana karbondioksida akan dilepaskan untuk dihembuskan
keluar tubuh melalui exhalasi (menghembuskan napas) dan oksigen yang diperoleh
dari inhalasi (menarik napas) akan diikat oleh erythrocyte/sel darah merah untuk
disebarkan ke sel-sel tubuh. Proses selanjutnya diikuti dengan Sirkulasi Sistemik
lagi, di mana darah dari dalam paru (kaya akan oksigen) akan keluar dari paru dan
masuk ke dalam Atrium Kiri Jantung melalui Vena Pulmonalis, kemudian darah
tersebut akan melewati katub mitral dan masuk ke dalam Ventrikel Kiri Jantung.
Darah yang tertampung dalam ventrikel kiri tadi akan dipompa ke aorta (arteri
terbesar pada tubuh manusia) untuk disebarkan ke seluruh jaringan tubuh. Darah
yang telah mengalir dalam arteri akan mengalami difusi gas pada target organ dan
proses tersebut terjadi di dalam struktur pembuluh darah kapiler yang terdapat pada
target organ. Setelah mengalami difusi gas dalam kapiler, darah akan memasuki

3
venule (vena kecil) yang selanjutnya akan terus mengalir ke vena-vena tubuh
hingga tertampung kembali ke Vena Cava dan proses yang telah saya jelaskan di
awal tadi akan terulang kembali. Begitu seterusnya karena proses  ini tidak akan
pernah berhenti selama manusiahidup

Proses sirkulasi Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan
menyempit ke arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah
terjadinya perfusi jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang
mengembalikan darah ke jantung.

Kerja pembuluh darah membantu jantung tuk mengedarkan sel darah merah
atau eritrosit ke seluruh tubuh.dan mengedarkan sarimakanan, oksigen dan membawa
keluar karbon dioksida.Fungsi pembuluh darah arteri adalah mengedarkan darah dari
jantung ke seluruh tubuh, sedangkan fungsi pembuluh darah vena adalah
mengalirkan darah dari jantung ke seluruh tubuh.

.
c. Difusi Gas

Organ paru memiliki struktur alveoli yang berperan penting pada proses
pernapasan karena di alveoli terdapat pembuluh darah kapiler untuk proses difusi gas
oksigen/O2 dari alveoli ke kapiler paru dan difusi karbondioksida/CO2 dari darah ke
alveoli paru.

Semua gas yang berhubungan dengan fisiologi pernapasan adalah molekul-


molekul sederhana yang dapat bergerak bebas satu sama lain, proses ini disebut
difusi. Proses difusi ini terjadi melalui membran di seluruh bagian terminal paru,

4
tidak hanya dalam alveoli itu sendiri. Membran ini secara bersama-sama dikenal
sebagai membran pernapasan atau membran paru yang memiliki beberapa lapisan,
antara lain:

(1) lapisan cairan yang melapisi alveolus dan berisi surfaktan untuk mengurangi
tekanan permukaan cairan alveolus

(2) epitel alveolus yang terdiri dari sel epitel yang tipis

(3) membran basalis epitel

(4) ruang interstitial tipis di antara epitel alveolus dan membran kapiler

(5) membran basalis kapiler yang pada beberapa tempat bersatu dengan membran
basalis epitel

(6) membran endotel kapiler. Meskipun lapisannya banyak, tetapi ketebalan


membran pernapasan ini sangat tipis.

Diameter rata-rata kapiler paru juga sangat kecil, sehingga membran


eritosit/sel darah merah di dalamnya  dapat bersentuhan langsung dengan dinding
kapiler, hal ini menyebabkan O2 dan CO2 tidak perlu melewati sejumlah besar
plasma ketika berdifusi di antara alveoli dan eritrosit sehingga dapat meningkatkan
kecepatan difusi tersebut.

5
Gambar (a) di atas menunjukan proses difusi O2 dan CO2 yang terjadi di paru:
O2 dari alveoli menembus membran pernapasan dan masuk ke kapiler paru untuk
berikatan dengan hemoglobin di dalam eritrosit, membentuk ikatan yang disebut
Oxyhemoglobin. Sedangkan CO2 dari plasma menembus kapiler paru dan masuk ke
alveoli, selanjutnya CO2 akan dikeluarkan melalui proses ekspirasi pernapasan.
Gambar (b) di atas menunjukan proses difusi O2 dan CO2 yang terjadi di
jaringan:
Ikatan Oxyhemoglobin dalam eritrosit akan terlepas sehingga O2 akan keluar dari
eritrosit dan menembus dinding kapiler untuk masuk ke dalam sel-sel jaringan.
Sedangkan CO2 dari sel jaringan akan masuk ke kapiler dan berikatan dengan
senyawa H2O/air di dalam plasma.

2.2 Pengertian pembuluh darah


Pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi dan berfungsi mengalirkan
darah ke seluruh tubuh. Pembuluh darah berfungsi untuk membantu jantung
mengedarkan sel darah merah atau eritrosit ke seluruh tubuh dan mengedarkan sari
makanan, oksigen serta membawa keluar karbon dioksida.

Sirkulasi darah pada tubuh manusia memiliki saluran khusus yang dikenal
sebagai pembuluh darah. Secara garis besar terdapat 2 macam pembuluh darah, yaitu
Vena dan Arteri, tetapi masing-masing pembuluh darah tersebut terbagi lagi menjadi
beberapa jenis pembuluh darah sesuai dengan ukuran dan fungsinya.

6
a. Arteri

Merupakan pembuluh darah yang mentransport darah dibawah tekanan


tinggi ke seluruh jaringan tubuh. Arteri memiliki dinding vaskular yang kuat, dan di
dalamnya darah mengalir dengan kecepatan tinggi.

b. Arteriol

Merupakan cabang terkecil dari sistem arteri dan berfungsi sebagai katub
kendali, di mana darah akan dikeluarkan ke dalam kapiler. Arteriol juga memiliki
dinding otot kuat yang mampu menutup arteriol sama sekali atau
memungkinkannya untuk melakukan dilatasi, sehingga mempunyai kemampuan
untuk mengatur aliran darah ke kapiler sebagai responnya terhadap kebutuhan
jaringan.

c. Kapiler

Berfungsi untuk pertukaran cairan, nutrisi, elektrolit, hormon, dan bahan-


bahan lainnya antara darah dengan cairan interstitial. Untuk peran ini, dinding
kapiler bersifat sangat tipis dan permeabel untuk zat-zat bermolekul kecil.

d. Venule

Berfungsi untuk mengumpulkan darah dari kapiler. Venule merupakan


cabang vena yang terkecil dan secara bertahap akan bergabung menjadi vena yang
semakin besar ukurannya.

e. Vena

Vena merupakan pembuluh darah yang mentransport darah dari seluruh


jaringan tubuh ke jantung. Sama pentingnya dengan arteri, vena bertindak sebagai
penampung utama darah. Bedanya, sistem vena memiliki tekanan yang sangat
rendah dan memiliki lapisan dinding yang lebih tipis. Meskipun demikian, dinding
vena mempunyai otot yang dapat menyebabkan vena berkontraksi
(vasokonstriksi/lumen vena menjadi lebih sempit) dan juga dapat melebar

7
(vasodilatasi). Dengan demikian vena bertindak sebagai penampung darah ekstra
yang dapat dikendalikan bergantung pada kebutuhan tubuh.

2.3 Macam-macam pembuluh darah

a. Pembuluh Nadi (arteri). 

Arteri merupakan pembuluh yang membawa darah keluar jantung.


Letak arteri agak ke dalam dan permukaan tubuh. Jika arteri terluka, darah akan
memancar keluar.

Pembuluh ini memiliki lapisan elastis yang tebal, sehingga mampu


menahan tekanan darah yang berasal dan jantung. Denyutnya terasa hanya pada
bagian tubuh tertentu, misalnya di pergelangan tangan atau daerah leher, dan
mempunyai satu katup dekat jantung. Katup ini berfungsi untuk menjaga agar
darah tidak mengalir kembali ke dalam bilik jantung.

Pembuluh nadi yang berpangkal pada bulik kiri dan kanan jantung
disebut aorta (pembuluh nadi utama). Aorta bilik kiri akan mengangkut darah
bersih yang kaya oksigen. Aorta bilik kiri akan bercabang menjadi arteri dan yang
terkecil disebut arteriole. Aorta bilik kanan akan bercabang dua menjadi

8
pembuluh nadi paru-paru kanan dan kiri (arteri pulmonalis). Pembuluh nadi ini
membawa darah kotor yang kaya karbon dioksida. 

Dinding pembuluh nadi tersebut tersusun atas 3(tiga) lapisan,yaitu :

a. lapisan luar yang bersifat elastic


b. lapisan tengah yang berbentuk(berupa) sel-sel otot polos
c. lapisan dalam yang disusun dari  selapis sel berdinding tipis.

Pembuluh Nadi
Pembuluh nadi ini mempunyai  dinding tebal, kuat, dan juga elastis, yang
membantu pada tenaga pemompaan jantung untuk dapat menyalurkan darah ke
seluruh tubuh. Pemompaan oleh jantung itu menyebabkan darah tersebut didorong
untuk mengalir. Hal tersebut memberi tekanan pada sepanjang dinding pembuluh
yang dilaluinya serta juga menimbulkan denyutan. maka , darah tersebut akan
memancar keluar jika pembuluh nadi terluka. Pada dasarnya, pembuluh nadi
tersebut berada di bagian dalam tubuh. 

Pembuluh nadi yang paling besar disebut dengan aorta. Pembuluh tersebut
ini berpangkal pada bilik kiri jantung dan juga bertugas membawa suatu darah
yang mengandung banyak oksigen (darah bersih) ke dalam seluruh tubuh.
Pembuluh tersebut mempunyai sebuah katup yang terletak tepat pada luar jantung.
Selanjutnya, aorta tersebut bercabang 2(dua) :

a. satu cabang menuju pada kepala


b. satu cabang lagi menuju pada tubuh bagian bawah. 

9
Kedua pembuluh nadi (arteri) tersebut yang keluar dari jantung itu
kemudian bercabang-cabang lagi dan menjadi pembuluh nadi yang lebih kecil
lagi. Pembuluh nadi yang paling kecil itu disebut dengan arteriol. Arteriol itu
berukuran lebih tipis dari satu sisir rambut manusia. Arteriol tersebut bercabang-
cabang lagi hingga menjadi pembuluh kapiler.

Selain aorta, pembuluh nadi lain yang berguna membawa darah


meninggalkan jantung adalah  pembuluh nadi paru-paru (arteri pulmonalis).
Pembuluh tersebut berpangkal pada bilik kanan jantung dan juga berukuran lebih
kecil daripada aorta. Tugasnya uakag membawa darah yang mengandung syaty
karbon dioksida (darah kotor) dan juga uap air ke paru-paru.

Melalui pembuluh nadi, darah dari jantung tersebut diedarkan ke seluruh


jaringan pada tubuh termasuk juga jaringan penyusun jantung. Pembuluh nadi
yang bertugas atau berfungsi mengalirkan oksigen dan juga zat makanan ke
jantung disebut dengan nadi tajuk (arteri koronaria). 

Pembuluh tersebut berukuran sangat kecil sehingga mudah untuk dapat


tersumbat oleh gumpalan lemak. Penyumbatan aliran darah tersebut menyebabkan
sebagian pada sel-sel organ jantung menjadi kekurangan makanan dan juga
oksigen. Peristiwa  penyumbatan  tersebut pembuluh nadi jantung  ini disebut
dengan koronariasis.

b. Pembuluh darah balik (vena)

Pembuluh balik (Vena) adalah pembuluh darah yang menghantar darah


menuju ke jantung. Darah dai kapiler dalam jaringan tubuh kembali ke jantung
melalui dengan venula, setelah itu ke pembuluh balik atau vena. Pembuluh balik
memiliki dinding lebih tipis, tidak elastis, dan berdiamater lebih ledar daripada
pembuluh nadi. ini terjadi karena darah dalam perjalanannya kembali ke jantung
memiliki tekanan yang sangat rendah. 

10
Tekanan yang rendah tersebut menyebabkan darah cenderung mengalir
kembali meninggalkan jantung. Untuk mencegah peristiwa itu, pembuluh balik
memiliki banyak katup yang memastikan darah mengalir ke satu arah menuju
jantung. Tekanan darah yang rendah dalam pembuluh balik menyebabkan tidak
terasa adanya denyutan sehingga darah hanya menetes (tidak memancar) apabila
pembuluh balik terluka. Pembuluh balik terletak di dekat dengan permukaan
tubuh tampak kebiru-biruan. Pembuluh balik berfungsi menyalurkan darah dari
seluruh tubuh menuju ke jantung. Pembuluh ini dilalui darah yang mengandung
banyak karbon dioksida, kecuali pada pembuluh balik dari paru-paru menuju ke
jantung (pembuluh balik paru-paru atau vena pulmonalis) yang dilalui darah
mengandung banyak oksigen.

"Pembuluh Balik (Vena)"

Pembuluh balik yang besar ada dua macam, yaitu pembuluh balik besar atas
(vena kava superior) dan pembuluh balik besar bawah (vena kava inferior).
Pembuluh balik besar atas menerima darah dari tubuh bagian atas, yaitu kepala
dan lengan. Pembuluh balik besar bawah menerima darah dari tubuh bagian
bawah, yaitu badan dan kaki.
Fungsi Pembuluh Balik (Vena) :

 Menyalurkan darah dari seluruh tubuh menuju jantung

Jenis-Jenis Pembuluh Balik (Vena) :

 Vena Pulmonalis atau vena paru-paru adalah pembuluh darah yang banyak
mengandung oksigen dari paru-paru menuju ke antrium kiri jantung. Vena

11
pulmonalis terbagi atas dua macam atau jenis yakni vena pulmonalis kanan
dan vena pulmonalis kiri. 
 Vena Cava atau vena sistemik adalah pembuluh darah yang membawa darah
dari seluruh tubuh menuju ke jantung bagian antrium kanan. Vena cava terbagi
atas dua yakni vena cava superior dan vena cava interior. 
 Vena Superfisialis : Vena cava superfisialis adalah pembuluh balik yang
terletak dekat dengan permukaan kulit dan tidak terletak dekat dengan arteri
yang tepat. 
 Vena Dalam : vena dalam atau deep vein adalah pembuluh darah vena yang
menyertai arteri dan biasanya tersimpan dalam selubung pembungkus vena dan
arteri 

Ciri-Ciri Pembuluh Balik (Vena) :

 Pembuluh balik yang dinding lebih tipis, 


 Pembuluh yang tidak elastis, dan berdiamater lebih ledar daripada pembuluh
nadi
 Pada umumnya terletak didekat dengan permukaan tubuh  dan tampak kebiru-
biruan
 Memiliki ukuran yang berdiamater i hingga 1,5 centimeter
 Mengandung banyak karbon dioksida
c. pembuluh kapiler

Pengertian pembuluh kapiler adalah pembuluh darah yang sangat kecil


dengan diameter 5-10 mikrometer, dengan menghubungkan arteriola dan venula
yang memungkinkan terjadinya pertukaran air, oksigen, karbon dioksida, dan
nutriun serta zat kimia sampah antara jaringan dan darah di sekitarnya. Darah dari
jantung, melalui pembuluh nadi, mengalir menuju jaringan tubuh. Dalam jaringan
tubuh, pembuluh nadi bercabang-cabang menjadi pembuluh-pembuluh yang
sangat kecil, yaitu pembuluh kapiler atau pembuluh rambut.

Pembuluh kapiler membentuk jaringan yang rapat dan langsung


berhubungan dengan sel-sel tubuh. Selain itu, dinding pembuluh kapiler tersusun
dari selapis sel dan sangat sempit sehingga hanya dapat dilalui sel-sel darah satu

12
per satu. Oleh karena itu, darah dari pembuluh kapiler dapat langsung
memberikan oksigen dan zat-zat makanan kepada sel tubuh. Pada waktu yang
sama, sel darah juga mengangkut zat-zat sisa metabolisme dari sel-sel tubuh
dibawa melalui pembuluh balik menuju jantung. Dengan demikian, jaringan
pembuluh kapiler menhubungkan pembuluh nadi terkecil atau arteriol dan
pembuluh bilik terkecil atau venula. Jadi peredaran darah dari jantung ke sel-sel
tubuh melalui pembuluh nadi, pembuluh kapiler, terus menuju pembuluh balik
untuk kembali ke jantung merupakan sistem peredaran (sirkulasi) darah tertutup. 

Fungsi Pembuluh Kapiler :

 Tempat terhubungnya arteri dan vena


 Wadah terjadinya pertukaran cairan, makanan, elektrolit, hormon, dan bahan-
bahan lainnya 
 Filtrasi pada ginjal 
 Absorbsi sekret kelenjar 
 Absorbsi nutrisi pada usus
 Membuang sampah terhadap sel-sel disekitarnya 

Ciri-Ciri Pembuluh Kapiler :

 Berkuran sangat kecil dengan berdiamater 5-10 mikrometer.


 Denyutnya tidak dapat dirasakan 
 Tidak mempunyai katub
 tersebar di seluruh permukaan tubuh
 jika mengalami terluka, darah akan meneter
 Bercabang-cabang
 Tersusun atas selapis sel dan sangat sempit

13
Darah mengalir dari jantung ke arteri, yang bercabang dan menyempit ke
arteriola, dan kemudian masih bercabang lagi menjadi kapiler. Setelah terjadinya
perfusi jaringan, kapiler bergabung dan melebar menjadi vena, yang
mengembalikan darah ke jantung.

2.4 Gangguan dalam pembuluh darah

Hemoragik herediter (Penyakit Rendu-Osler-Weber) adalah suatu kelainan yang


diturunkan, yang dapat mengenai hati. Bila terkena, di dalam hati akan terbentuk
teleangiektasia (pembuluh darah yang secara abnormal melebar). Pembuluh darah
yang abnormal ini membentuk lintasan pendek (shunt) antara arteri dan vena.
Shunt bisa menyebabkan kegagalan hati yang berat, yang selanjutnya dapat
merusak dan menyebabkan terjadinya pembesaran hati. Aliran darah yang melalui
shunt juga bisa menghasilkan suara bising yang berkesinambungan (bruit) bila
dilakukan pemeriksaan dengan stetoskop. Sebagian dari hati membentuk jaringan
parut (sirosis dan fibrosis) dan tumor non-kanker yang berasal dari pembuluh darah
(hemangioma).

14
BAB III

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
Sistem sirkulasi adalah penghubung antara lingkungan eksternal dan
lingkungan cairan internal tubuh. Sistem ini membawa nutrien dan gas kesemua
sel, jaringan, organ, dan system organ, serta membawa produk akhir metabolic
keluar darinya .Fungsi system sirkulasi sebagai transpor.
makanan,mempertahankan suhu tubuh, Perlindungan. system darah dan system
limfatik melindumgi tubuh terhadap cidera dan invasi benda asing melalui system
immune, Pendaparan (buffering).Pembuluh darah adalah bagian dari sistem
sirkulasi dan berfungsi mengalirkan darah ke seluruh tubuh. Macam-macam
pembuluh darah, pembuluh darah nadi (arteri) Pembuluh nadi (arteri) adalah
pembuluh darah yang berotot dan membawa darah ke jantung. Pembuluh darah
balik (vena),Pembuluh balik (Vena) adalah pembuluh darah yang menghantar
darah menuju ke jantung. Gangguan dalam pembuluh darahh ,Hemoragik herediter
(Penyakit Rendu-Osler-Weber) adalah suatu kelainan yang diturunkan, yang dapat
mengenai hati. Shunt bisa menyebabkan kegagalan hati yang berat, yang
selanjutnya dapat merusak dan menyebabkan terjadinya pembesaran hati.

3.2 SARAN
Penyusun menyadari dalam penulisan makalah ini masih terdapat banyak
kesalahan dan kekurangan baik dari segi materi maupun bahasanya. Oleh karena
itu, kritik dan saran yang membangun sangat penyusun harapkan demi
kesempurnaan makalah ini di masa yang akan datang.

15
DAFTAR PUSTAKA

Ethel,Sloane,Anatomi Fisiologi untuk Pemula, 2003,EGC:Jakarta

Manuaba I.BG.Pengantar Kuliah Obstetri. 2007,Jakarta :Buku Kedokteran EGC

Varney, Helen dkk.Buku Ajar Asuhan Kebidanan.2007.Jakarta : EGC

http://www.artikelsiana.com/2014/12/pengertian-fungsi-ciri-pembuluh-balik-jenis.html

http://www.fadlie.web.id/?p=2294

dfrfairy.blogspot.com/2014/05/makalah-sirkulasi.html?m=1

16