Anda di halaman 1dari 15

Bab 10

Biaya Overhead
Pabrik
(Penentuan
Tarif)
Bab 10 Biaya Overhead Pabrik (Penentuan
Tarif)

KASUS 10.1 PT PUTRA HARAPAN SENTOSA

1. Tarif BOP berdasarkan unit produksi.

……………………
Rp 187.200.000
Tarif BOP per unit = -------------------------------------------
...........
…………………… 12.500
...........
= Rp 14.976
………................. / Unit

Tarif BOP berdasarkan jam tenaga kerja langsung (JTKL).

……………………
Rp 187.200.000
Tarif BOP per JTKL = ........... 19.200
……………………
-------------------------------------------
...........
9.750

= Rp ………................. / JTKL

Tarif BOP berdasarkan biaya tenaga kerja langsung (BTKL).

……………………
Rp 187.200.000
........... 6.500
28.800
Tarif BOP = ------------------------------------------- × 100%
……………………
...........
= Rp ………................. % dari BTKL

Tarif BOP berdasarkan biaya bahan langsung (BBL).

……………………
Rp 187.200.000
Tarif BOP = ------------------------------------------- × 100%
...........
……………………
Rp 280.800.000
...........
67
= Rp ………................. % dari BBL
5. Tarif BOP berdasarkan jam mesin (JM).

……………………
Rp 187.200.000
Tarif BOP per JM =
........... 2.880
……………………
-------------------------------------------
...........
65.000

= Rp ………................. / JM

KASUS 10.2 SARANA JAYA CHEMICAL

1. Tarif BOP berdasarkan unit produksi.

……………………
Rp 935.250.000
Tarif BOP per unit =
...........
…………………… 64.500
-------------------------------------------
...........
14.500

= Rp ………................. / Unit

2. Besarnya biaya overhead pabrik yang dibebankan (BOP applied).

14.500
Tarif BOP applied = Rp ………................. 63.000
× ………................
913.500.000
= Rp ……….................

3. Perhitungan selisih BOP (BOP aktual dengan BOP applied).

BOP Aktual 945.000.000


= Rp ………................................
BOP Applied 913.500.000
= Rp ………................................
= -------------------------------------------

(—) Selisih BOP 31.500.000


= Rp ………................................
4. Jurnal atas tarnsaksi di atas (BOP aktual, BOP applied, dan selisih BOP).

Tanggal B/T Akun dan Keterangan P/R Debit Kredit


20XX BOP Aktual Rp 945.000.000

Praktikum Akuntansi Biaya


Macam-macam akun di kredit Rp 945.000.000

PDP – BOP Rp 913.500.000


BOP Applied Rp 913.500.000

BOP Applied Rp 913.500.000


Selisih BOP Rp 31.500.000
BOP Aktual Rp 945.000.000
KASUS 10–3 PT SEGAR NUSANTARA

1. a. Tarif BOP berdasarkan metode biaya bahan langsung (BBL).

……………………
Rp 158.880.000
Tarif BOP = ------------------------------------------- ×
...........
100% ……………………
Rp 103.000.000
...........
154

= Rp ………................. % dari BBL

1. b. Tarif BOP berdasarkan metode biaya tenaga kerja


langsung (BTKL).

……………………
Rp 158.880.000
Tarif BOP = ------------------------------------------- × 100%
...........
……………………
6.100
...........
26,046
= Rp ………................. % dari BTKL

1. c. Tarif BOP berdasarkan jam mesin (JM).

……………………
Rp 158.880.000
Tarif BOP per JM = ...........
……………………
6.100
-------------------------------------------
...........
26.033

= Rp ………................. / JM

1. d. Tarif BOP berdasarkan unit produksi.

……………………
Rp158.880.000
Tarif BOP per unit = ------------------------------------------
...........
……………………
Rp 100.000
...........
1.589
= Rp ………................. / Unit
Praktikum Akuntansi Biaya

Selisih BOP untuk setiap metode No. 1.a dan No. 1.c.

1.a. BOP Aktual = Rp ………................................


BOP Applied = Rp ………................................
= -------------------------------------- (—)

Selisih BOP = Rp ………................................

1.c. BOP Aktual = Rp 50.875.000


………................................
156.198.000
BOP Applied = Rp ………................................
= -------------------------------------- (—)

Selisih BOP = Rp 105.323.000


………................................
3 dan 4. Jurnal untuk mencatat selisih BOP pada Pertanyaan 1.b dan 1.d serta selisih BOP disebabkan
oleh ketidakefisienan perusahaan.
Tanggal B/T Akun dan Keterangan P/R Debit Kredit
2015 1.b Selisih BOP 105.400.410
BOP Sesungguhnya 105.400.410
(over applied)

Tarif)
Bab 10 Biaya Overhead Pabrik (Penentuan
179
Bab 10 Biaya Overhead Pabrik (Penentuan
Tarif)

Alasan perlakuan terhadap ketidakefisienan kegiatan perusahaan.

Jika selisih biaya overhead pabrik disebaban karena ketidakefisienan pabrik atau
Kegiatan perusahaan di atas atau dibawah kapasitas normal, maka selisih tersebut
Harus diperlakukan sebagai penambah atau pengurang rekening Harga Pokok
Penjualan. Tidak ada alasan untuk menaikkan harga pokok persediaan lantaran
Ketidakefisienan atau adanya kapasitas yang tidak terpakai
Praktikum Akuntansi Biaya

KASUS 10.4 PT ABADI TEXTILE

1. Alasan selisih biaya dialokasikan ke persediaan produk


dalam proses, produk jadi, dan beban pokok penjualan
secara proporsional.
Praktikum Akuntansi Biaya

2. Alasan selisih biaya dialokasikan ke dalam beban pokok penjualan.


3. Jurnal untuk mencatat Pertanyaan 1 dan 2.
Tanggal B/T Akun dan Keterangan P/R Debit Kredit
2015

Bab 10 Biaya Overhead Pabrik (Penentuan Tarif)


183
Praktikum Akuntansi Biaya

KASUS 10.5 PT STAR SURYA GEMILANG

1. a. Tarif BOP berdasarkan unit produksi.

……………………
Rp 27.169.750
Tarif BOP variabel per unit =
...........
------------------------------------------- ……………………
1.000
...........
27.170
= Rp ………................. / Unit

……………………
Rp 40.750.000
Tarif BOP tetap per unit ...........
= -------------------------------------------
……………………
1.000
...........
= Rp 40.750
………................. / Unit

b. Tarif BOP berdasarkan jam kerja langsung (JKL).

……………………
Rp 27.169.750
Tarif BOP variabel per JKL =
...........
……………………
930
-------------------------------------------
...........

29.215
= Rp ………................. / JKL

……………………
Rp 40.750.000
Tarif BOP tetap per JKL ...........
= -------------------------------------------
……………………
930
...........
= Rp 43.817
………................. / JKL
2. a. BOP applied berdasarkan unit produksi (jumlah unit).

Tarif BOP variabel 40.750


= Rp ………................................
27.170
Tarif BOP tetap = Rp ………................................
= -------------------------------------- (+)
67.920
Tarif BOP = Rp ………................................
67.920 1.200
BOP applied = Rp ……......... × Rp ………......... = Rp 81.503.700

2. b. BOP applied berdasarkan jam kerja langsung (JKL).

43.817
Tarif BOP variabel = Rp ………................................
29.215
Tarif BOP tetap = Rp ………................................
= -------------------------------------- (+)
73.032
Tarif BOP = Rp ………................................
73.032 1.200
BOP applied = Rp ……........ × Rp ………........
= Rp 87.638.387

3. a. Selisih BOP aktual dengan BOP applied.

BOP Aktual = Rp 97.100.000


………................................
BOP Applied = Rp 81.503.700
………................................
= ------------------------------------- (+)

Selisih BOP = Rp 15.596.300


………................................ (M/TM)

3. b. Selisih BOP aktual dengan BOP applied.

BOP Aktual = Rp 97.100.000


………................................
87.638.387
BOP Applied = Rp ………................................
= -------------------------------------- ( + )
9.461.613
Selisih BOP = Rp ………................................ (M/TM)
186
4. Jurnal untuk mencatat Pertanyaan 3.a dan 3.b.
Tanggal B/T Akun dan Keterangan P/R Debit Kredit

Praktikum Akuntansi Biaya


20XX a. BOP Applied Rp 81.503.700
Beban Pokok Penjualan Rp 15.595.300
BOP Aktual Rp 97.100.000

b. BOP Applied Rp 87.638.387


Beban Pokok Penjualan Rp 9.461.613
BOP Aktual Rp 97.100.000
LEMBAR PENGESAHAN
Nomor Mahasiswa :
Nama Mahasiswa :
Perguruan Tinggi :

Telah Mengerjakan: Nilai


KASUS 10.1 PT PUTRA HARAPAN SENTOSA
KASUS 10.2 PT SARANA JAYA CHEMICAL
KASUS 10.3 PT SEGAR NUSANTARA
KASUS 10.4 PT ABADI TEXTILE
KASUS 10.5 PT STAR SURYA GEMILANG

Nama Dosen Tanda Tangan