Anda di halaman 1dari 12

HADITS KETIGA BELAS

‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه‬


َ ‫ هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم ع َِن النَّبِ ِّي‬ ‫صلَّى‬
َ ِ‫ خَا ِد ُم َرسُوْ ِل هللا‬،ُ‫ض َي هللاُ َع ْنه‬ ِ ‫ك َر‬ ٍ ِ‫ع َْن أَبِي َح ْمزَ ةَ أَنَسْ ْب ِن َمال‬
‫ الَ ي ُْؤ ِمنُ أَ َح ُد ُك ْم َحتَّى ي ُِحبَّ ألَ ِخ ْي ِه َما ي ُِحبُّ لِنَ ْف ِسه‬: ‫َو َسلَّ َم قَا َل‬
]‫[رواه البخاري; ومسلم‬
Terjemah hadits :
Dari Abu Hamzah, Anas bin Malik radiallahuanhu, pembantu Rasulullah Shallallahu’alaihi
wasallam dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda: Tidak beriman salah
seorang diantara kamu hingga dia mencintai saudaranya sebagaimana dia mencintai dirinya
sendiri.
(Riwayat Bukhori dan Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :
1.       Seorang mu’min dengan mu’min yang lainnya bagaikan satu jiwa, jika dia
mencintai saudaranya maka seakan-akan dia mencintai dirinya sendiri.
2.     Menjauhkan perbuatan hasad (dengki) dan bahwa hal tersebut bertentangan
dengan kesempurnaan iman.
3.     Iman dapat bertambah dan berkurang, bertambah dengan ketaatan dan
berkurang dengan kemaksiatan.
4.     Anjuran untuk menyatukan hati.

HADITS KEEMPAT BELAS


َّ‫ئ ُم ْسلِ ٍم َي ْشهَ ُد أَ ْن الَ إِلَهَ إِالَّ هللاُ َوأَنِّي َرسُوْ ُل هللاِ إِال‬ َ َ‫ ق‬:‫ض َي هللاُ َع ْنهُ قَا َل‬
ٍ ‫ الَ يَ ِحلُّ َد ُم ا ْم ِر‬: ‫ال َرسُوْ ُل هللاِ صلى هللا عليه وسلم‬ ِ ‫ع َِن ا ْب ِن َم ْسعُوْ ٍد َر‬
ْ
‫ق لِل َج َما َع ِة‬ ْ
ِ َ‫ك لِ ِد ْينِ ِه ال ُمف‬
ُ ‫ار‬ ُ ‫ار‬َّ
ِ ‫س َوالت‬ ْ َّ ْ َّ َّ
ِ ‫ َوالنفسُ بِالنف‬،‫ الثيِّبُ الزانِي‬: ‫ث‬ َّ ٍ َ‫بِإِحْ دَى ثَال‬

[‫]رواه البخاري ومسلم‬

Terjemah hadits / ‫ ترجمة الحديث‬:

Dari Ibnu Mas’ud radiallahuanhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda : Tidak
halal darah seorang muslim yang bersaksi bahwa tidak ada Ilah selain Allah dan bahwa saya (Rasulullah
Shallallahu’alaihi wasallam) adalah utusan Allah kecuali dengan tiga sebab : Orang tua yang berzina,
membunuh orang lain (dengan sengaja), dan meninggalkan agamanya berpisah dari jamaahnya.

(Riwayat Bukhori dan Muslim)


HADITS KELIMA BELAS
ْ‫ َم ْن َكانَ ي ُْؤ ِمنُ بِاهللِ َو ْاليَوْ ِم اآل ِخ ِر فَ ْليَقُل‬: ‫ال‬ َ ِ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ أَ َّن َرسُوْ َل هللا‬
َ َ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم ق‬ ِ ‫ع َْن أَبِي ه َُري َْرةَ َر‬
‫اآلخ ِر فَ ْليُ ْك ِر ْم‬
ِ ‫ َو َم ْن َكانَ ي ُْؤ ِمنُ بِاهللِ َو ْاليَوْ ِ;م‬،ُ‫ َو َم ْن َكانَ ي ُْؤ ِمنُ بِاهللِ َو ْاليَوْ ِم اآل ِخ ِر فَ ْليُ ْك ِر ْم َجا َره‬،‫ت‬ ْ ‫خَ يْراً أًوْ لِيَصْ ُم‬
ُ‫ض ْيفَه‬
َ
]‫[رواه البخاري; ومسلم‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam
bersabda: Siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia berkata baik atau
diam, siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir hendaklah dia menghormati
tetangganya dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah
dia memuliakan tamunya (Riwayat Bukhori dan Muslim)
Pelajaran :
1.     Iman terkait langsung dengan kehidupan sehari-hari.
2.     Islam menyerukan kepada sesuatu yang dapat menumbuhkan rasa cinta dan kasih
sayang dikalangan individu masyarakat muslim.
3.     Termasuk kesempurnaan iman adalah perkataan yang baik dan diam dari selainnya .
4.     Berlebih-lebihan dalam pembicaraan dapat menyebabkan kehancuran, sedangkan
menjaga pembicaraan merupakan jalan keselamatan.
5.     Islam sangat menjaga agar seorang muslim berbicara apa yang bermanfaat dan
mencegah perkataan yang diharamkan dalam setiap kondisi.
6.     Tidak memperbanyak pembicaraan yang diperbolehkan, karena hal tersebut dapat
menyeret kepada perbuatan yang diharamkan atau yang makruh.
7.     Termasuk kesempurnaan iman adalah menghormati tetangganya dan
memperhatikanya serta tidak menyakitinya.
8.     Wajib berbicara saat dibutuhkan, khususnya jika bertujuan menerangkan yang haq
dan beramar ma’ruf nahi munkar.
9.     Memuliakan tamu termasuk diantara kemuliaan akhlak dan pertanda komitmennya
terhadap syariat Islam.
10. Anjuran untuk mempergauli orang lain dengan baik.

HADITS KE ENAMBELAS

َ ‫ الَ تَ ْغ‬: ‫ال‬


‫ضبْ فَ َر َّد َ;د‬ ِ ْ‫ أَو‬:‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬
َ َ‫ ق‬،‫صنِي‬ َ ‫ي هللاُ َع ْنهُ أَ َّن َر ُجالً قَا َل لِلنَّبِ ِّي‬ ِ ‫ع َْن أَبِي هُ َر ْي َرةَ َر‬
;َ ‫ض‬
ْ‫ضب‬ َ َ‫ ق‬،ً‫ِم َرارا‬
َ ‫ الَ تَ ْغ‬:‫ال‬
]‫[رواه البخاري‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :
Dari Abu Hurairah radhiallahuanhu sesungguhnya seseorang bertanya kepada Rasulullah
sholallohu ‘alaihi wa sallam : (Ya Rasulullah) nasihatilah saya. Beliau bersabda : Jangan
kamu marah. Beliau menanyakan hal itu berkali-kali. Maka beliau bersabda : Jangan
engkau marah.
(Riwayat Bukhori )
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :
1.     Anjuran bagi setiap muslim untuk memberikan nasihat dan mengenal perbuatan-
perbuatan kebajikan, menambah wawasan ilmu yang bermanfaat serta memberikan nasihat
yang baik.
2.     Larangan marah.
3.     Dianjurkan untuk mengulangi pembicaraan hingga pendengar menyadari pentingnya
dan kedudukannya.

HADITS KETUJUH BELAS


َ ‫إلحْ َس‬
‫ان‬ ِ ‫ب ْا‬ َ َّ‫ إِن‬: ‫صلَّى هللاُ َع َل ْي ِه َو َسلَّ َم َقا َل‬
َ ‫هللا َك َت‬ ِ ‫س َرضِ َي هللاُ َع ْن ُه َعنْ َرس ُْو ِل‬
َ ‫هللا‬ ٍ ‫ْن أَ ْو‬ ِ ‫عَنْ أَ ِبي َيعْ َلى َش َّداد اب‬
. ‫الذب َْح َة َو ْل ُي ِح َّد أَ َح ُد ُك ْم َش ْف َر َت ُه َو ْلي ُِرحْ َذ ِبي َْح َت ُه‬
ِّ ‫م َفأَحْ سِ ُنوا ْالقِ ْتلَ َة َوإِ َذا َذ َبحْ ُت ْم َفأَحْ سِ ُنوا‬2ْ ‫ َفإِ َذا َق َت ْل ُت‬،‫َعلَى ُك ِّل َشيْ ٍء‬
]‫[رواه مسلم‬
Terjemah hadits / ‫ترحمة الحديث‬  :
Dari Abu Ya’la Syaddad bin Aus radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam
bersabda : Sesungguhnya Allah telah menetapkan perbuatan baik (ihsan) atas segala
sesuatu . Jika kalian membunuh maka berlakulah baik dalam hal tersebut. Jika kalian
menyembelih berlakulah baik dalam hal itu, hendaklah kalian mengasah pisaunya dan
menyenangkan hewan sembelihannya.
(Riwayat Muslim)
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬  :
1.     Syariat Islam menuntut perbuatan ihsan kepada setiap makhluk termasuk diantaranya
adalah hewan.
2.     Tidak boleh menyiksa dan merusak tubuh sebagai sasaran dan tujuan, tidak juga
boleh menyayat-nyayat orang yang dihukum qishash.
3.     Termasuk ihsan juga berbuat baik terhadap hewan ternak dan belas kasih
terhadapnya. Tidak boleh membebaninya diluar kemampuannya serta tidak menyiksanya
saat menyembelihnya.

HADITS KEDELAPAN BELAS


ِ ‫ل‬2ِ ‫ْن ُج َنا َد َة َوأَ ِبي َع ْب ِد الرَّ حْ َم ِن م َُعاذ بْن َج َب ٍل َرضِ َي هللاُ َع ْن ُه َما َعنْ َرس ُْو‬
‫هللا صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه‬ ِ ‫َعنْ أَ ِبي َذ ّر ُج ْن ُدبْ ب‬
َ ‫ِق ال َّن‬2ِ ‫ َو َخال‬،‫ َوأَ ْت ِب ِع ال َّس ِّي َئ َة ْال َح َس َن َة َت ْم ُح َها‬،‫ت‬
“ ‫اس ِب ُخلُ ٍق َح َس ٍن‬ َ ‫هللا َحي ُْث َما ُك ْن‬
َ ‫ ِا َّت ِق‬: ‫َو َسلَّ َم َقا َل‬
]‫[رواه الترمذي وقال حديث حسن وفي بعض النسخ حسن صحيح‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :

Dari Abu Zar, Jundub bin Junadah dan Abu Abdurrahman, Mu’az bin Jabal
radhiallahuanhuma dari Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam beliau bersabda :
Bertakwalah kepada Allah dimana saja kamu berada, iringilah keburukan dengan kebaikan
niscaya menghapusnya dan pergauilah manusia dengan akhlak yang baik “

(Riwayat Turmuzi, dia berkata haditsnya hasan, pada sebagian cetakan dikatakan hasan
shahih).
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :

1.     Takwa kepada Allah merupakan kewajiban setiap muslim dan dia merupakan asas
diterimanya amal shalih.

2.     Bersegera melakukan ketaatan setelah keburukan secara langsung, karena kebaikan
akan menghapus keburukan.

3.     Bersungguh-sungguh menghias diri dengan akhlak mulia.

4.     Menjaga pergaulan yang baik merupakan kunci kesuksesan, kebahagiaan dan
ketenangan di dunia dan akhirat. Hal tersebut dapat menghilangkan dampak negatif
pergaulan

HADITS KESEMBILAN BELAS


‫ يَا‬: ‫ال‬ َ َ‫ فَق‬،ً‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم يَوْ ما‬ َ ‫ت َخ ْلفَ النَّبِ ِّي‬ ُ ‫ ُك ْن‬: ‫ال‬ َ َ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ َما ق‬ ِ ‫س َر‬ ٍ ‫َّاس َع ْب ِد هللاِ ب ِْن َعبَّا‬ ِ ‫ع َْن أَبِي ْال َعب‬
‫ إِ َذا َسأ َ ْلتَ فَاسْأ َ ِ;ل هللاَ َوإِ َذا ا ْستَ َع ْنتَ فَا ْست َِع ْن‬،‫ك‬ َ َ‫ احْ فَ ِظ هللاَ تَ ِج ْدهُ تُ َجاه‬،‫ك‬ ْ َ‫ ْاحْ فَ ِظ هللاَ يَحْ ف‬:‫ت‬
َ ‫ظ‬ ٍ ‫ك َكلِ َما‬ َ ‫ُغالَ ُم إِنِّي أُ َعلِّ ُم‬
‫ َوإِ ِن اجْ تَ َمعُوا‬، َ‫ك إِالَّ بِ َش ْي ٍء قَ ْد َكتَبَهُ هللاُ لَك‬ َ ْ‫ يَ ْنفَعُو‬ ‫ت َعلَى أَ ْن‬
َ ْ‫ك بِ َش ْي ٍء لَ ْم يَ ْنفَعُو‬ ْ ‫ َوا ْعلَ ْم أَ َّن ْاألُ َّمةَ لَوْ اجْ تَ َم َع‬،ِ‫بِاهلل‬
‫ُف‬ِ ‫ت الصُّ ح‬ ِ َّ‫ت ْاألَ ْقالَ ُم َو َجف‬ِ ‫ ُرفِ َع‬، َ‫ك إِالَّ بِ َش ْي ٍء قَ ْد َكتَبَهُ هللاُ َعلَ ْيك‬َ ْ‫ك بِ َش ْي ٍء لَ ْم يَضُرُّ و‬ ;َ ْ‫َعلَى أَ ْن يَضُرُّ و‬
ِ‫َّف إِلَى هللا‬ ْ ‫ تَ َعر‬، َ‫ احْ فَ ِظ هللاَ تَ ِج ْدهُ أَ َما َمك‬:‫ حديث حسن صحيح وفي رواية غير الترمذي‬: ‫[رواه الترمذي; وقال‬
‫ َوا ْعلَ ْم أَ َّن‬،‫ك‬َ َ‫صابَكَ لَ ْم يَ ُك ْن لِي ُْخ ِطئ‬ َ َ‫ َو َما أ‬، َ‫ُص ْيبَك‬ِ ‫ َوا ْعلَ ْم أَ َّن َما أَ ْخطَأَكَ لَ ْم يَ ُك ْن لِي‬،‫ك فِي ال ِّش َّد ِة‬ ;َ ‫ْر ْف‬
ِ ‫فِي ال َّر َخا ِء يَع‬
.]ً‫ْر يُسْرا‬ ِ ‫ب َوأَ َّن َم َع ْال ُعس‬ِ ْ‫ َوأَ َّن ْالفَ َر َج َم َع ْالكَر‬،‫صب ِْر‬ َّ ‫النَّصْ َر َم َع ال‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :

Dari Abu Al Abbas Abdullah bin Abbas radhiallahuanhuma, beliau berkata : Suatu saat saya
berada dibelakang nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda : Wahai ananda,
saya akan mengajarkan kepadamu beberapa perkara: Jagalah Allah, niscaya dia akan
menjagamu, Jagalah Allah niscaya Dia akan selalu berada dihadapanmu. Jika kamu
meminta, mintalah kepada Allah, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan
kepada Allah. Ketahuilah sesungguhnya jika sebuah umat berkumpul untuk mendatangkan
manfaat kepadamu atas sesuatu, mereka tidak akan dapat memberikan manfaat sedikitpun
kecuali apa yang telah Allah tetapkan bagimu, dan jika mereka berkumpul untuk
mencelakakanmu atas sesuatu , niscaya mereka tidak akan mencelakakanmu kecuali
kecelakaan yang telah Allah tetapkan bagimu. Pena telah diangkat dan lembaran telah
kering.

(Riwayat Turmuzi dan dia berkata : Haditsnya hasan shahih). Dalam sebuah riwayat selain
Turmuzi dikatakan : Jagalah Allah, niscaya engkau akan mendapatkan-Nya didepanmu.
Kenalilah Allah di waktu senggang niscaya Dia akan mengenalmu di waktu susah.
Ketahuilah bahwa apa yang ditetapkan luput darimu tidaklah akan menimpamu dan apa
yang  ditetapkan akan menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan
bersama kesabaran dan kemudahan bersama kesulitan dan kesulitan bersama kemudahan).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :

1.     Perhatian Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam dalam mengarahkan umatnya serta
menyiapkan generasi mu’min idaman.

2.     Termasuk adab pengajaran adalah menarik perhatian pelajar agar timbul keinginannya
terhadap pengetahuan sehingga hal tersebut lebih terkesan dalam dirinya.

3.     Siapa yang konsekwen melaksanakan perintah-perintah Allah, nicsaya Allah akan
menjaganya di dunia dan akhirat.

4.     Beramal shalih serta melaksanakan perintah Allah dapat menolak bencana dan
mengeluarkan seseorang dari kesulitan.

5.     Tidak mengarahkan permintaan apapun (yang tidak dapat dilakukan makhluk) selain
kepada Allah semata.

6.     Manusia tidak akan mengalami musibah kecuali berdasarkan ketetapan Allah ta’ala .

7.     Menghormati waktu dan menggunakannya kepada sesuatu yang bermanfaat 


sebagaimana Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam memanfaatkan waktunya saat beliau
berkendaraan.

HADITS KEDUA PULUH


: ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬
َ ِ‫ قَا َل َرسُوْ ُل هللا‬: ‫ال‬ َ َ‫ض َي هللا َع ْنهُ ق‬ ِ ‫اري ْالبَ ْد ِري َر‬ ِ ‫ص‬ َ ‫ع َْن أَبِي َم ْسعُوْ ٍ;د ُع ْقبَةَ بِ ْن َع ْم ٍرو األَ ْن‬
َ‫َح فَاصْ نَ ْ;ع َما ِش ْئت‬ ُ َ ‫إِ َّن ِم َّما أَ ْد َر‬
ِ ‫ إِ َذا لَ ْم تَ ْست‬،‫ك النَّاسُ ِم ْن َكالَ ِم النُّبُ َّو ِة األوْ لَى‬
] ;‫[رواه البخاري‬
Terjemah hadits /     ‫ترجمة الحديث‬ :

Dari Abu Mas’ud Uqbah bin Amr Al Anshary Al Badry radhiallahuanhu dia berkata:
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Sesungguhnya ungkapan yang telah
dikenal orang-orang dari ucapan nabi-nabi terdahulu adalah :  Jika engkau tidak malu
perbuatlah apa yang engkau suka

(Riwayat Bukhori)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :

1.     Malu merupakan tema yang telah disepakati oleh para nabi dan tidak terhapus
ajarannya.

2.     Jika seseorang telah meninggalkan rasa malu, maka jangan harap lagi (kebaikan)
darinya sedikitpun.

3.     Malu merupakan landasan akhlak mulia dan selalu bermuara kepada kebaikan. Siapa
yang banyak malunya lebih banyak kebaikannya, dan siapa yang sedikit rasa malunya
semakin sedikit kebaikannya.

4.     Rasa malu merupakan prilaku dan dapat dibentuk. Maka setiap orang yang memiliki
tanggung jawab hendaknya memperhatikan bimbingan terhadap mereka yang menjadi
tanggung jawabnya.

5.     Tidak ada rasa malu dalam mengajarkan hukum-hukum agama serta menuntut ilmu
dan kebenaran . Allah ta’ala berfirman : “ Dan Allah tidak malu dari kebenaran “ (33 : 53).

6.     Diantara manfaat rasa malu adalah  ‘Iffah (menjaga diri dari perbuatan tercela) dan
Wafa’ (menepati janji)

7.     Rasa malu merupakan cabang iman yang wajib diwujudkan.

HADITS KEDUAPULUH SATU


‫ يَا َرسُوْ َل هللاِ قُلْ لِي فِي‬: ‫ت‬ ُ ‫ قُ ْل‬: ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ قَا َل‬ ِ ‫ أَبِي َع ْم َرةَ ُس ْفيَانُ ب ِْن َع ْب ِد هللاِ الثَّقَفِي َر‬: ‫ َوقِ ْي َل‬،‫ع َْن أَبِي َع ْمرو‬
‫ت بِاهللِ ثُ َّم ا ْستَقِ ْم‬ َ ‫ْا ِإل ْسالَ ِم قَوْ الً الَ أَسْأ َ ُل َع ْنهُ أَ َحداً َغ ْي َر‬
ُ ‫ قُلْ آ َم ْن‬: ‫ قَا َل‬. ‫ك‬
]‫[رواه مسلم‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬   :

Dari Abu Amr, -ada juga yang mengatakan- Abu ‘Amrah, Suufyan bin Abdillah Ats Tsaqofi
radhiallahuanhu dia berkata, saya berkata : Wahai Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam,
katakan kepada saya tentang Islam sebuah perkataan yang tidak saya tanyakan kepada
seorangpun selainmu. Beliau bersabda: Katakanlah: saya beriman kepada Allah, kemudian
berpegang teguhlah.

(Riwayat Muslim).
Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :

1.     Iman kepada Allah ta’ala harus mendahului ketaatan.

2.     Amal shalih dapat menjaga keimanan

3.     Iman dan amal saleh keduanya harus dilaksanakan.

4.     Istiqomah merupakan derajat yang tinggi.

5.     Keinginan yang kuat dari para shahabat dalam menjaga agamanya dan merawat
keimanannya.

6.     Perintah untuk istiqomah dalam tauhid dan ikhlas beribadah hanya kepada Allah
semata hingga mati.

HADITS KEDUAPULUH DUA


‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬َ ِ‫ أَ َّن َر ُجالً َسأ َ َل َرسُوْ َل هللا‬: ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ َما‬ ِ ‫اري; َر‬ ِ ‫ص‬ َ ‫ع َْن أَبِي َع ْب ِد هللاِ َجابِرْ ب ِْن َع ْب ِد هللاِ األَ ْن‬
‫ك‬ َ ِ‫ َولَ ْم أَ ِز ْد َعلَى َذل‬،‫ َو َح َّر ْمت ْال َح َرا َم‬،‫ت ْال َحالَ َل‬ ُ ‫ َوأَحْ لَ ْل‬، َ‫ضان‬
َ ‫ت َر َم‬ ُ ‫ص ْم‬ُ ‫ َو‬،‫ت‬ ِ ‫ْت ْال َم ْكتُوْ بَا‬ َ ‫ أَ َرأَيْتَ إِ َذا‬: ‫ال‬
ُ ‫صلَّي‬ َ َ‫فَق‬
َ َ‫ أَأَ ْد ُخ ُل ْال َجنَّةَ ؟ ق‬،ً‫َشيْئا‬
‫ نَ َع ْم‬: ‫ال‬
]‫[رواه مسلم‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬  :

Dari Abu Abdullah, Jabir bin Abdullah Al Anshary radhiallahuanhuma : Seseorang bertanya
kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam, seraya berkata : Bagaimana pendapatmu
jika saya melaksanakan shalat yang wajib, berpuasa Ramadhan, Menghalalkan yang halal
dan mengharamkan yang haram dan saya tidak tambah sedikitpun, apakah saya akan
masuk surga ?. Beliau bersabda : Ya.

(Riwayat Muslim)

Catatan :

* Seseorang yang bertanya dalam riwayat diatas adalah : An Nu’man bin Qauqal.

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬:

1.     Setiap muslim dituntut untuk bertanya kepada ulama tentang syariat Islam, tentang
kewajibannya dan apa yang dihalalkan dan diharamkan baginya jika hal tersebut tidak
diketahuinya.

2.     Penghalalan dan pengharaman merupan aturan syariat, tidak ada yang berhak
menentukannya kecuali Allah ta’ala.
3.     Amal shalih merupakan sebab masuknya seseorang kedalam surga.

4.     Keinginan dan perhatian yang besar dari para shahabat serta kerinduan mereka
terhadap surga serta upaya mereka dalam mencari jalan untuk sampai ke sana.

HADITS KEDUAPULUH TIGA


: ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬َ ِ‫ال َرسُوْ ُل هللا‬ َ َ‫ ق‬: ‫ض َي هللاُ َع ْنهُ قَا َل‬ ِ ‫ص ْم ْاألَ ْش َع ِري َر‬ ِ ‫ارثِي اب ِْن عَا‬ ِ ‫ع َْن أَبِ ْي َمالِ ْك ْال َح‬
‫آلن – َما بَ ْينَ ال َّس َما ِء‬ ِ ‫ َو ُس ْب َحانَ هللاِ َو ْال َح ْم ُد هللِ تَ ْمألُ – أَوْ تَ ْم‬،‫ َو ْال َح ْم ُد هللِ تَ ْمألُ ْال ِم ْي َزا ِن‬،‫ط ُر ْا ِإل ْي َما ِن‬
ْ ‫الطهُوْ ُر َش‬
ُّ
ْ‫اس يَ ْغدُو فَباَئِ ٌع نَ ْف َسهُ فَ ُم ْعتِقُهَا أَو‬
ِ َّ‫ ُكلُّ الن‬. َ‫ َو ْالقُرْ آنُ ُح َّجةٌ لَكَ أَوْ َعلَ ْيك‬،‫َان‬ ٌ ‫ص َدقَةُ بُرْ ه‬ َّ ‫ َوال‬،ٌ‫صالَةُ نُوْ ر‬ َّ ‫ َوال‬،‫ض‬ِ ْ‫َو ْاألَر‬
‫ُموْ بِقُهَا‬
]‫[رواه مسلم‬
 
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :

Dari Abu Malik Al Haritsy bin ‘Ashim Al ‘Asy’ary radhiallahuanhu dia berkata : Rasulullah
shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda : Bersuci adalah bagian dari iman, Al Hamdulillah
dapat memenuhi timbangan, Subhanallah dan Al Hamdulillah dapat memenuhi antara langit
dan bumi, Sholat adalah cahaya, shadaqah adalah bukti, Al Quran dapat menjadi saksi yang
meringankanmu atau yang memberatkanmu. Semua manusia berangkat menjual dirinya,
ada yang membebaskan dirinya (dari kehinaan dan azab) ada juga yang menghancurkan
dirinya.

(Riwayat Muslim).

Pelajaran yang terdapat dalam hadits /  ‫الفوائد من الحديث‬ :

1.     Iman merupakan ucapan dan perbuatan, bertambah dengan amal shalih dan keta’atan
dan berkurang dengan maksiat dan dosa.

2.     Amal perbuatan akan ditimbang pada hari kiamat dan dia memiliki beratnya.

3.     Bersuci merupakan syarat sahnya ibadah, karena itu harus diperhatikan.

4.     Menjaga shalat akan mendatangkan petunjuk dan memperbaiki kondisi seorang
muslim terhadap manusia, membedakannya dengan akhlaknya dan perilakunya,
kewara’annya dan ketakwaannya.

5.     Seruan untuk berinfaq pada jalan-jalan kebaikan dan bersegera melakukannya dimana
hal tersebut merupakan pertanda benarnya keimanan.

6.     Anjuran untuk bersabar tatkala mengalami musibah, khususnya apa yang dialami
seorang muslim karena perbuatan amar ma’ruf nahi munkar.
7.     Semangat membaca Al Quran dengan pemahaman dan mentadabburi (merenungkan)
ma’nanya, menga-malkan kandungan-kandungannya karena hal tersebut dapat memberi
syafaat bagi seorang hamba pada hari kiamat.

8.       Seorang muslim harus menggunakan waktunya dan umurnya dalam keta’atan
kepada Allah ta’ala serta tidak mengabaikannya karena kesibukan lainnya.

HADITS KEDUAPULUH EMPAT


: ‫ فِ ْي َما َيرْ ِو ْي ِه َعنْ َر ِّب ِه َع َّز َو َج َّل أَ َّن ُه َقا َل‬ ‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه َو َسلَّ َم‬ َ ِّ‫ َع ِن ال َّن ِبي‬،ُ‫اري َرضِ َي هللاُ َع ْنه‬ َ
ِ ‫َعنْ أ ِبي َذرٍّ ْال ِغ َف‬
ْ‫ضا ٌّل إِالَّ َمن‬ َ  ‫ َيا عِ َبادِي ُكلُّ ُك ْم‬. 2‫ َفالَ َت َظالَمُوا‬،ً‫لى َن ْفسِ ي َو َج َع ْل ُت ُه َب ْي َن ُك ْم م َُحرَّ ما‬ ُّ ‫ت‬
َ ‫الظ ْل َم َع‬ ُ ْ‫َيا عِ َبادِي إِ ِّني َحرَّ م‬
ٍ ‫ َيا عِ َبادِي ُكلُّ ُك ْم َع‬. ‫ َيا عِ َبادِي ُكلُّ ُك ْم َجا ِئ ٌع إِالَّ َمنْ أَ ْط َعمْ ُت ُه َفاسْ َت ْط ِعم ُْونِي أَ ْطعِمْ ُك ْم‬. ‫ َفاسْ َت ْه ُد ْونِي أَهْ ِد ُك ْم‬،ُ‫َه َد ْي ُته‬
‫ار‬
ُّ ‫ار َوأَنا َ أَ ْغفِ ُر‬ َ
،ً‫ب َج ِميْعا‬ َ ‫الذ ُن ْو‬ ِ ‫ َيا عِ َبادِي إِ َّن ُك ْم ُت ْخطِ ُئ ْو َن ِباللَّي ِْل َوال َّن َه‬. ‫ أ ْك ُس ُك ْم‬2‫إِالَّ َمنْ َك َس ْو ُت ُه َفاسْ َت ْكس ُْو ِني‬
‫ َيا عِ َبادِي لَ ْو‬. 2‫ َولَنْ َت ْبلُ ُغوا َن ْفعِي َف َت ْن َفع ُْو ِني‬،‫ َيا عِ َبادِي إِ َّن ُك ْم لَنْ َت ْبلُ ُغوا ضُرِّ ي َف َتضُرُّ ْونِي‬،‫َفاسْ َت ْغفِر ُْونِي أَ ْغفِرْ لَ ُك ْم‬
‫ َيا عِ َبادِي‬. ً ‫ب َرج ٍُل َوا ِح ٍد ِم ْن ُك ْم َما َزادَ َذل َِك فِي م ُْلكِي َشيْئا‬ ِ ‫م َو ِج َّن ُك ْم َكا ُنوا َعلَى أَ ْت َقى َق ْل‬2ْ ‫أَنَّ أَ َّولَ ُك ْم َوآخ َِر ُك ْم َوإِ ْن َس ُك‬
‫ َيا‬. ً ‫ص َذل َِك مِنْ م ُْلكِي َشيْئا‬ َ ‫ب َرج ٍُل َوا ِح ٍد ِم ْن ُك ْم َما َن َق‬ ِ ‫م َو ِج َّن ُك ْم َكا ُنوا َعلَى أَ ْف َج ِر َق ْل‬2ْ ‫لَ ْو أَنَّ أَوَّ لَ ُك ْم َوآخ َِر ُك ْم َوإِ ْن َس ُك‬
‫ َما‬  ‫ْت ُك َّل َوا ِح ٍد َمسْ أَلَ َت ُه‬ ُ ‫ َفأَعْ َطي‬2‫ص ِع ْي ٍد َوا ِح ٍد َف َسأَلُ ْو ِني‬ َ ‫م َقامُوا فِي‬2ْ ‫م َو ِج َّن ُك‬2ْ ‫عِ َبادِي لَ ْو أَنَّ أَ َّولَ ُك ْم َوآخ َِر ُك ْم َوإِ ْن َس ُك‬
‫ لَ ُك ْم ُث َّم‬2‫ِي أَ َع َمالُ ُك ْم أُحْ صِ ْي َها‬ َ ‫ َيا عِ َبادِي إِ َّن َما ه‬  . ‫ْط إِ َذا أ ُ ْد ِخ َل ْال َبحْ َر‬ ُ ‫ص َذل َِك ِممَّا عِ ْندِي إِالَّ َك َما َي ْنقُصُ ْال َم ِخي‬ َ ‫َن َق‬
ُ
. ‫هللا َو َمنْ َو َج َد َغي َْر َذل َِك َفالَ َيلُ ْو َمنَّ إِالَّ َن ْف َس ُه‬ َ ‫ َو َج َد َخيْراً َف ْل َيحْ َم ِد‬    ْ‫م إِيَّا َها َف َمن‬2ْ ‫أ ْوفِ ْي ُك‬
[‫]رواه مسلم‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :

Dari Abu Dzar Al Ghifari radhiallahuanhu dari Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam
sebagaimana beliau riwayatkan dari Rabbnya Azza Wajalla bahwa Dia berfirman: Wahai
hambaku, sesungguhya aku telah mengharamkan kezaliman atas diri-Ku dan Aku telah
menetapkan haramnya (kezaliman itu) diantara kalian, maka janganlah kalian saling
berlaku zalim. Wahai hambaku semua kalian adalah sesat kecuali siapa yang Aku beri
hidayah, maka mintalah hidayah kepada-Ku niscaya Aku akan memberikan kalian hidayah.
Wahai hambaku, kalian semuanya kelaparan kecuali siapa yang aku berikan kepadanya
makanan, maka mintalah makan kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian makanan. Wahai
hamba-Ku, kalian semuanya telanjang kecuali siapa yang aku berikan kepadanya pakaian,
maka mintalah pakaian kepada-Ku niscaya Aku berikan kalian pakaian. Wahai hamba-Ku
kalian semuanya melakukan kesalahan pada malam dan siang hari dan Aku mengampuni
dosa semuanya, maka mintalah ampun kepada-Ku niscaya akan Aku ampuni. Wahai
hamba-Ku sesungguhnya tidak ada kemudharatan yang dapat kalian lakukan kepada-Ku
sebagaimana tidak ada kemanfaatan yang kalian berikan kepada-Ku. Wahai hambaku
seandainya sejak orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari kalangan
manusia dan jin semuanya berada dalam keadaan paling bertakwa di antara kamu, niscaya
hal tersebut tidak menambah kerajaan-Ku sedikitpun. Wahai hamba-Ku seandainya sejak
orang pertama di antara kalian sampai orang terakhir, dari golongan manusia dan jin di
antara kalian, semuanya seperti orang yang paling durhaka di antara kalian, niscaya hal itu
mengurangi kerajaan-Ku sedikitpun juga. Wahai hamba-Ku, seandainya  sejak orang
pertama di antara kalian sampai orang terakhir semuanya berdiri di sebuah bukit lalu kalian
meminta kepada-Ku, lalu setiap orang yang meminta Aku penuhi, niscaya hal itu tidak
mengurangi apa yang ada pada-Ku kecuali bagaikan sebuah jarum yang dicelupkan di
tengah lautan. Wahai hamba-Ku, sesungguhnya semua perbuatan kalian akan
diperhitungkan untuk kalian kemudian diberikan balasannya, siapa yang banyak
mendapatkan kebaikaan maka hendaklah dia bersyukur kepada Allah dan siapa yang
menemukan selain (kebaikan) itu janganlah ada yang dicela kecuali dirinya.

(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬:

1.     Menegakkan keadilan di antara manusia serta haramnya kezaliman di antara mereka
merupakan tujuan dari ajaran Islam yang paling penting.

2.     Wajib bagi setiap orang untuk memudahkan jalan petunjuk dan memintanya kepada
Allah ta’ala.

3.     Semua makhluk sangat tergantung kepada Allah dalam mendatangkan kebaikan dan
menolak keburukan terhadap dirinya baik dalam perkara dunia maupun akhirat.

4.     Pentingnya istighfar dari perbuatan dosa dan sesungguhnya Allah ta’ala akan
mengampuninya.

5.     Lemahnya makhluk dan ketidakmampuan mereka dalam mendatangkan kecelakaan


dan kemanfaatan.

6.     Wajib bagi setiap mu’min untuk bersyukur kepada Allah ta’ala atas ni’mat-Nya dan
taufiq-Nya.

7.     Sesungguhnya Allah ta’ala menghitung semua perbuatan seorang hamba dan
membalasnya.

8.     Dalam hadits terdapat petunjuk untuk mengevaluasi diri (muhasabah) serta
penyesalan atas dosa-dosa

HADITS KEDUAPULUH LIMA


‫صلَّى هللاُ َعلَ ْي ِه‬َ ‫ هللا عليه وسلم قَالُوا لِلنَّبِ ِّي‬  ‫صلَّى‬ َ ِ‫ب َرسُوْ ِ;ل هللا‬ ِ ‫ أَ َّن نَاسا ً ِم ْن أَصْ َحا‬: ُ‫ض َي هللاُ َع ْنه‬ ِ ‫ع َْن أَبِي َذ ٍّر َر‬
‫َص َّدقُوْ نَ بِفُضُوْ ِل‬ َ ‫ َوت‬،‫ َويَصُوْ ُموْ نَ َك َما نَصُوْ ُم‬،‫صلِّي‬ َ ُ‫صلُّوْ نَ َك َما ن‬ َ ُ‫َب أَ ْه ُل ال ُّدثُوْ ِر بِاْألُجُوْ ِ;ر ي‬
َ ‫ َذه‬،ِ‫َو َسلَّ َم يَا َرسُوْ َل هللا‬
‫ص َدقَةً َو ُكلِّ تَحْ ِم ْي َد ٍة‬ َ ‫ إِ َّن لَ ُك ْم بِ ُكلِّ تَ ْسبِي َْح ٍة‬: َ‫َص َّدقُوْ ن‬
َ ‫ص َدقَةً َو ُك ِّل تَ ْكبِ ْي َر ٍة‬ َ ‫ أَ َو لَي‬: ‫أَ ْم َوالِ ِه ْم قَا َل‬
َ ‫ْس قَ ْد َج َع َل هللاُ لَ ُك ْم َما يَت‬
‫ يَا‬:  ‫ص َدقَةً قَالُوا‬ َ ‫ص َدقَةً َوفِي بُضْ ِع أَ َح ِد ُك ْم‬ َ ‫ص َدقَةً َونَه ٍْي عَن ُم ْن َك ٍر‬ َ ‫ف‬ ِ ْ‫ص َدقَةً َوأَ ْم ٍر بِ ْال َم ْعرُو‬
َ ‫ َو ُكلِّ تَ ْهلِ ْيلَ ٍة‬،ً‫ص َدقَة‬
َ
َ ‫ أَ َرأَ ْيتُ ْم لَوْ َو‬: ‫َرسُوْ َل هللاِ أَيَأْتِي أَ َح ُدنَا َشه َْوتَهُ َويَ ُكوْ نُ لَهُ فِ ْيهَا أَجْ ٌر ؟ قَا َل‬
َ‫ض َعهَا; فِي َح َر ٍام أَ َكانَ َعلَ ْي ِه ِو ْز ٌر ؟ فَ َك َذلِك‬
. ‫ض َعهَا; فِي ْال َحالَ ِل َكانَ لَهُ أَجْ ٌر‬ َ ‫إِ َذا َو‬
]‫[رواه مسلم‬
Terjemah hadits / ‫ترجمة الحديث‬ :

Dari Abu Dzar radhiallahuanhu : Sesungguhnya sejumlah orang dari shahabat Rasulullah
shollallohu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam: “ Wahai
Rasululullah, orang-orang kaya telah pergi dengan membawa pahala yang banyak, mereka
shalat sebagaimana kami shalat, mereka puasa sebagaimana kami puasa dan mereka
bersedekah dengan kelebihan harta mereka (sedang kami tidak dapat melakukannya).
(Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam) bersabda : Bukankah Allah telah menjadikan bagi
kalian jalan untuk bersedekah ? : Sesungguhnya setiap tashbih merupakan sedekah, setiap
takbir merupakan sedekah, setiap tahmid merupakan sedekah, setiap tahlil merupakan
sedekah, amar ma’ruf nahi munkar merupakan sedekah dan setiap kemaluan kalian
merupakan sedekah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah masakah dikatakan berpahala
seseorang diantara kami yang menyalurkan syahwatnya ?, beliau bersabda : Bagaimana
pendapat kalian seandainya hal tersebut disalurkan dijalan yang haram, bukankah baginya
dosa ?, demikianlah halnya jika hal tersebut diletakkan pada jalan yang halal, maka baginya
mendapatkan pahala.

(Riwayat Muslim)

Pelajaran yang terdapat dalam hadits / ‫الفوائد من الحديث‬ :

1.     Sikap bijak dalam menanggapi berbagai kondisi serta mendatangkan kabar gembira
bagi jiwa serta menenangkan perasaan.

2.     Para shahabat berlomba-lomba untuk berbuat kebaikan.

3.     Luasnya keutamaan Allah ta’ala serta banyaknya pintu-pintu kebaikan yang dibuka
bagi hamba-Nya.

4.     Semua bentuk zikir sesungguhnya merupakan shodaqoh yang dikeluarkan seseorang
untuk dirinya.

5.     Kebiasaan-kebiasaan mubah dan penyaluran syahwat yang disyariatkan dapat menjadi
ketaatan dan ibadah jika diiringi dengan niat shalih.

6.     Anjuran untuk meminta sesuatu yang dapat bermanfaat bagi seorang muslim dan
yang dapat meningkatkan dirinya ke derajat yang lebih sempurna.
7.     Didalam hadits ini terdapat keutamaan orang kaya yang bersyukur dan orang fakir
yang bersabar.