Anda di halaman 1dari 14

MAKALAH

KOMPONEN-KOMPONEN KURIKULUM

Disusun Oleh :

JUMROH

Prodi Pendidikan Agama Islam

Semester : V (Lima)

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM BATURAJA

TAHUN AJARAN 2020/2021


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.


Alhamdulillah, puji syukur kehadiran Allah SWT karena berkat limpahan
rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul Komponen-
Komponen Kurikulum.
Shalawat serta salam selalu kami limpahkan kepada junjungan kami Nabi
Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabatnya, atas jasa beliau kita
sebagai umat Islam bisa melihat dunia ini dipenuhi akhlak yang mulia, rahmat dan
kasih sayang yang selalu tumbuh diantara umatnya.
Kami sampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah berperan
dalam penyusunan makalah ini dari awal sampai akhir. Tidak ada kesempurnaan
dalam makalah ini karena kesempurnaan hanya milik Allah SWT.
Dalam penyusunan makalah ini kami menyadari masih banyak
kekurangannya. Oleh karena itu, kami memohon maaf apabila dalam makalah
terdapat kesalahan yang tidak kami sengaja. Dan kami mengharap kritik serta
saran dari para pembaca agar kami dapat menjadi lebih baik lagi dalam penulisan
makalah selanjutnya.
Akhir kata, semoga makalah ini bisa membantu menambah pengetahuan
dan pengalaman bagi para pembaca.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Baturaja, Januari 2021


Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR .................................................................................. ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................... 2
C. Tujuan......................................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Komponen................................................................................ 3
B. Pengertian Kurikulum................................................................................. 3
C. Komponen-Komponen Kurikulum............................................................. 3

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan................................................................................................. 10
B. Saran........................................................................................................... 10

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 11

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Pendidikan memilliki peranan strategis dalam mencerdaskan generasi
muda sebagai harapan masa depan bangsa, akan tetapi pendidikan di negara kita
ini sangatlah memprihatinkan jika dibandingkan dengan negara-negara lain yang
sudah mengalami kemajuan yang sangat pesat pada bidang pendidikan. Dalam
pendidikan, suatu program yang terencana dan proses pembelajaran sangatlah
diperlukan agar dapat mencapai tujuan yang diharapkan. Suatu proses,
pelaksanaan, sampai penilaian dikenal dengan istilah kurikulum.
Ditinjau dari asal katanya, kurikulum berasal dari bahasa Yunani yang
mula-mula digunakan dalam bidang olahraga, yaitu kata curir yang berarti pelari.
Dalam kegiatan berlari tentu saja ada jarak yang harus ditempuh mulai dari start
sampai dengan finish. Jarak antara start dan finish ini yang disebut curere yang
berarti tempat berpacu. Atas dasar tersebut pengertian kurikulum diterapkan
dalam bidang pendidikan.
Kurikulum dapat juga diartikan sebagai sebuah dokumen perencanaan
yang berisi tentang tujuan yang harus dicapai, isi materi dan pengalaman belajar,
strategi dan cara yang dapat dikembangkan, evaluasi yang dirancang untuk
mengumpulkan informasi tentang pencapaian tujuan, serta implementasi
dari dokumen yang dirancang dalam bentuk nyata.
Kurikulum memiliki peranan yang sangat penting di dalam dunia
pendidikan karena kurikulum merupakan salah satu komponen pokok dalam
pendidikan itu sendiri, bahkan pendidikan tidak akan mungkin berjalan dengan
baik atau tidak akan mencapai tujuan jika tidak dijalankan sesuai dengan
kurikulum.
Kurikulum memiliki komponen-komponen yang saling berkaitan antara
satu dengan yang lainnya, yakni tujuan, materi, metode, dan evaluasi. Komponen-
komponen tersebut baik secara sendiri maupun bersama menjadi dasar utama
dalam upaya mengembangkan sistem pembelajaran. Setiap komponen harus

1
saling berkaitan satu sama lain, apabila salah satu komponen tidak berkaitan,
maka sistem kurikulum pun akan terganggu.
Mengingat pentingnya kurikulum baik dalam pendidikan maupun
kehidupan umat manusia, maka penyusunan kurikulum tidak bisa dilakukan dan
tidak akan bisa mencapai kesempurnaan apabila penyusun kurikulum tidak
memahami komponen-komponen kurikulum. Maka dari itu, didalam makalah ini
penulis mencoba untuk membahas tentang komponen-komponen kurikulum.

B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah :
1. Jelaskan komponen-komponen kurikulum?
2. Jelaskan deskripsi komponen-komponen kurikulum?
3. Jelaskan hubungan antar komponen?

C. Tujuan
Adapun tujuan dari pembuatan makalah adalah :
1. Mengetahui komponen-komponen kurikulum
2. Mengetahui deskripsi komponen-komponen kurikulum
3. Mengetahui hubungan antar komponen

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komponen
Komponen adalah bagian yang integral dan fungsional yang tidak
terpisahkan dari suatu sistem kurikulum karena komponen itu sendiri mempunyai
peranan dalam pembentukan sistem kurikulum. Menurut salah satu ahli
Aminuddin (2008) disebutkan bahwa komponen adalah keseluruhan makna yang
terdiri dari sejumlah elemen, di mana antara elemen yang satu dengan yang
lainnya memilki ciri khusus yang berbeda-beda.

B. Pengertian Kurikulum
Kurikulum adalah sejumlah pengalaman pendidikan kebudayaan, sosial,
olahraga, dan kesenian yang disediakan oleh sekolah bagi murid-murid di dalam
dan di luar sekolah dengan maksud menolongnya untuk berkembang menyeluruh
dalam segala segi dan merubah tingkah laku mereka sesuai dengan tujuan-tujuan
pendidikan (Dr. Addamardasyi dan Dr. Munir Kamil).
Arti kurikulum dapat didasarkan pada tiga teori pula, yaitu:
1. Kurikulum diartikan sebagai rencana pelajaran.
2. Kurikulum diartikan sebagai pengalam belajar siswa dari sekolah.
3. Kurikulum diartikan sebagai rencana belajar siswa.

C. Komponen-Komponen Kurikulum
1. Komponen Tujuan
Komponen tujuan berhubungan dengan arah atau hasil yang
diharapkan dari pelaksanaan kurikulum. Dalam skala makro, rumusan tujuan
kurikulum erat kaitannya dengan filsafat atau sistem nilaiyang dianut
masyarakat. Sedangkan dalam skala mikro, tujuan kurikulum berhubungan
dengan visi dan misi sekolah serta tujuan-tujuan yang lebih sempit.

3
Menurut Bloom dalam bukunya Taxonomy of Educational Objectives
tahun 1995, bentuk perilaku sebagai tujuan yang harus dirumuskan dapat
digolongkan ke dalam tiga klasifikasi atau tiga domain (bidang), yaitu:
a. Domain Kognitif
Domain kognitf adalah tujuan pendidikan yang berhubungan dengan
kemampuan intelektual atau kemampuan berpikir seperti kemampuan
mengingat dan kemampuan memecahkan masalah. Domain kognitif terdiri
dari enam tingkatan, yaitu:
1) Pengetahuan (knowledge)
Pengeahuan adalah kemampuan mengingat dan kemampuan
mengungkapkan kembali informasi yang sudah dipelajarinya (recall).
Kemampuan bidang ini dapat berupa:
Pertama pengetahuan tentang sesuatu yang khusus, misalnya
mengetahui tentang terminologi atau istilah-istilah yang dinyatakan
dalam bentuk simbol-simbol terbentuk baik verbal maupun nonverbal.
Pengetahuan mengingat fakta semacam ini sangat bermanfaat untuk
mencapai tujuan yang lebih tinggi.
Kedua pengatahuan tentang cara/prosedur atau cara suatu proses
tertentu. Misalnya kemampuan untuk mengungkapkan suatu
gagasan,mengurutkan langkah-langkah tertentu, dll.
2) Pemahaman (comprehension)
Pemahaman adalah kemampuan untuk memahami suatu objek atau
subjek pembelajaran. Pemahaman lebih tinggi tingkatannya dari
pengetahuan. Pemahaman bukan hanya sekedar mengingat fakta, tetapi
berkenaan dengan kemampuan menjelaskan,menerangkan,menafsirkan
atau kemampuan menangkap makna atau arti suatu konsep.
Pemahaman menafsirkan sesuatu contohnya menafsirkan grafik,bagan
atau gambar. Sedangkan pemahaman ekstrapolasi yakni kemampuan
untuk melihat dibalik yang tersirat atau tersurat,melanjutkan atau
memprediksi sesuatu berdasarkan pola yang sudah ada.

4
3) Penerapan (aplication)
Penerapan adalah kemampuan untuk menggunakan konsep, prinsip,
prosedur pada situasi tertentu. Kemampuan menerapkan merupakan
tujuan kognitif yang lebih tinggi tingkatannya dibandingkan
pengetahuan dan pemahaman. Tujuan ini berhubungan dengan
kemampuan mengaplikasikan suatu bahan pelajaran yang sudah
dipelajari seperti teori, rumus-rumus, dalil, hukum, konsep, ide, dll ke
dalam situasi baru yang konkret.
4) Analisis
Analisis adalah kemempuan menguraikan atau memecah suatu bahan
pelajaran ke dalam bagian-bagian atau unsur-unsur serta hubungan
antar bagian bahan itu. Analisis berhubungan dengan kemampuan
nalar. Oleh karena itu biasanya analisis diperutukkan bagi pencapaian
tujuan pembelajaran untuk siswa-siswa tingkat atas.
5) Sintesis
Sintesis adalah kemampuan untuk menghimpun bagian-bagian ke
dalam suatu keseluruhan yang bermakna, seperti merumuskan
tema,rencana atau melihat hubungan abstrak dari berbagai informasi
yang tersedia. Sintesis merupakan kebalikan dari analisis. Kalau
analisis mampu menguraikan
6) Evaluasi
Evaluasi adalah tujuan yang paling tinggi. Tujuan ini berkenaan
dengan kemampuan membuat penilaian terhadap sesuatu berdasarkan
maksud atau kriteria tertentu. Terkandung pula kemampuan untuk
memberikan suatu keputusan dengan berbagai pertimbangan dan
ukuran-ukuran tertentu.

b. Domain Afektif
Domain afektif berkenaan dengan sikap,nilai-nilai dan apresiasi.
Menurut Krathwohl dan kawan-kawan (1964) dalam bukunya Taxonomy

5
of Education Objectives: Affective Domain, domain afektif memiliki 3
tingkatan, yaitu:
1) Penerimaan
Penerimaan adalah sikap kesadaran atau kepekaan seseorang terhadap
gejala,kondisi,keadaan atau suatu masalah. Seseorang memiliki
perhatian yang positif terhadap gejala-gejala tertentu manakala mereka
memiliki kesadaran tentang gelaja,kondisi atau objek yang ada.
2) Merespons
Merespons atau menanggapi ditunjukkan oleh kemauan untuk
berpartisipasi aktif dalam kegiatan tertentu seperti kemauan untuk
menyelesaikan tugas tepat waktu, kemauan untuk membantu orang
lain dll. respons biasanya diawali dengan diam-diam,kemudian
dilakukan dengan sungguh-sungguh.
3) Menghargai
Tujuan ini berkenaan dengan kemauan untuk memberi penilaian atau
kepercayaan kepada gejala atau suatu objek tertentu.
4) Mengorganisasi
Hal ini berkenaan dengan pengembangan nilai ke dalam sistem
organisasi tertentu, termasuk hubungan antarnilai dan tingkat prioritas
nilai-nilai itu. Tujuan ini terdiri dari mengonseptualisasi nilai, serta
mengorganisasi suatu sistem nilai.
5) Karakerisasi Nilai
Tujuan ini adalah mengadakan sintesis dan internalisasi sistem nilai
dengan pengkajian secara mendalam, sehingga nilai-nilai yang di
bangunnya itu dijadikan pandangan (falsafah) hidup serta dijadikan
pedoman dalam bertindak dan berprilaku.

c. Domain Psikomotor
Domain psikomotor adalah tujuan yang berhubungan dengan
kemampuan keterampilan atau skill seseorang. Berikut terdapat tujuh
tingkatan yang termasuk ke dalam domain ini:

6
1) Presepsi (preception)
Presepsi merupakan kemampuan seseorang dalam memandang sesuatu
yang dipermasalahkan.
2) Kesiapan (set)
Kesiapan berhubungan dengan kesediaan seseorang untuk melatih diri
tentang keterampilan tertentu yang direfleksikan dengan perilaku-
perilaku khusus.
3) Meniru (imitation)
Meniru adalah kemampuan seseorang dalam mempraktikkan gerakan-
gerakan sesuai dengan contoh yang diamatinya.
4) Membiasakan (habitual)
Membiasakan adalah kemampuan seseorang untuk mempraktikkan
gerakan-gerakan tertentu tanpa harus melihat contoh.
5) Menyesuaikan (adaptation)
Emenyesuaikan atau beradaptasi adalah gerakan atau kemampuan itu
sudah disesuaikan dengan keadaan situasi dan kondisi yang ada.
6) Menciptakan (organization)
Menciptkan atau mengorganisasikan, yakni kemampuan seseorang
untuk berkreasi dan mencipta sendiri suatu karya.

2. Komponen Isi/Materi Pelajaran


Isi kurikulum merupakan komponen yang berhubungan dengan
pengalaman belajar yang harus dimiliki siswa. Isi kurikulum itu menyangkut
semua aspek baik yang berhubungan dengan pengetahuan atau materi
pelajaran yang biasanya tergambarkan pada isi setiap mata pelajaran yang
diberian maupun aktivitas dan kegiatan siswa.
Untuk menentukan isi kurikulum tersebut harus disesuaikan dengan
tingkat dan jenjang pendidikan, perkembangan yang terjadi dalam masyarakat,
perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, disamping juga tidak terlepas
dari kaitannya dengan kondisi peserta didik (psikologi anak) pada setiap
jenjang pendidikan tersebut.

7
Kriteria pemilihan isi kurikulum dapat mempertimbangkan sebagai
berikut:
a. Sesuai tujuan yang ingin dicapai
b. Sesuai dengan tingkat perkembangan peserta didik.
c. Bermanfaat bagi peserta didik, masyarakat, bangsa dan negara baik untuk
masa sekarang maupun masa yang akan datang.
d. Sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Materi kurikulum pada hakekatnya adalah isi kurikulum yang
dikembangkan dan disusun dengan prinsip-prinsip sebagai berikut :
a. Materi kurikulum berupa bahan pelajaran terdiri dari bahan kajian atau
topik-topik pelajaran yang dapat dikaji oleh siswa dalam proses
pembelajaran
b. Mengacu pada pencapaian tujuan setiap satuan pelajaran
c. Diarahkan untuk mencapai tujuan pendidikan nasional.

3. Komponen Metode/Strategi
Metode dan strategi merupakan komponen ketiga dalam
pengembangan kurikulum. Komponen ini merupakan komponen yang
memiliki peran yang sangat penting, sebab berhubungan dengan implementasi
kurikulum. Bagaimana bagus dan idealnya tujuan yang harus dicapai tanpa
strategi yang tepat untuk mencapainya, maka maka tujuan itu tidak mungkin
dapat tercapai. Strategi merujuk pada pendekatan dan metode serta peralatan
mengajar yang digunakan dalam pengajaran
Strategi pembelajaran dalam pelakasanaan suatu kurikulum adalah cara
yang digunakan untuk menyampaikan materi pelajaran dalam upaya mencapai
tujuan pembelajaran. Suatu strategi pembelajaran mengandung pengertian
terlaksananya kegiatan guru dan kegiatan siswa dalam proses pembelajaran.
Mutu proses itu banyak sekali bergantung pada kemampuan guru dalam
menguasai dan mengaplikasikan teori-teori keilmuan pendidikan. Sedangkan
Metode menempati fungsi penting dalam implementasi kurikulum, karena
memuat tugas-tugas yang perlu dikerjakan oleh siswa dan guru.

8
4. Komponen Evaluasi
Evaluasi kurikulum memegang peranan penting dan merupakan bagian
yang tidak dapat dipisahkan dari kurikulum karena melalui evaluasi, dapat
ditentukan nilai dan arti kurikulum sehingga dapat dijadikan bahan
pertimbangan apakah suatu kurikulum perlu dipertahankan atau tidak, dan
bagian – bagian mana yang harus disempurnakan.
Evaluasi secara etimologis berasal dari kata “evaluation” yangberarti
“penilaian terhadap sesuatu”. Dalam pengertian terbatas, evaluasi kurikulum
dimaksudkan untuk memeriksa tingkat ketercapaian tujuan-tujuan pendidikan
yang ingin diwujudkan melalui kurikulum yang bersangkutan. Sebagaimana
dikemukakan oleh Wright bahwa : “curriculum evaluation may be defined as
the estimation of growth and progress of students toward objectives or values
of the curriculum” (Wright, 1966:173).
Evaluasi kurikulum juga bervariasi, bergantung pada dimensi-dimensi
yang menjadi fokus evaluasi. Salah satu dimensi yang sering mendapat
sorotan adalah dimensi kuantitas dan kualitas. Instrumen yang digunakan
untuk mengevaluasi diemensi kuantitaif berbeda dengan dimensi kualitatif.
Instrumen yang digunakan untuk mengevaluasi dimensi kuantitatif, seperti tes
standar, tes prestasi belajar, tes diagnostik dan lain-lain. Sedangkan, instrumen
untuk mengevaluasi dimensi kualitatif dapat digunakan kuisioner, inventori,
interview dan sebagainya.

9
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dari uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa kurikulum sebagai sistem
yang memiliki komponen-komponen yang saling berterkaitan untuk mencapai
suatu tujuan. Setiap komponen-komponen pula memiliki peranannya agar
menciptakan kurikulum yang lebih baik. Kurikulum yang terbentuk dari
komponen-komponen tidak dapat dipisahkan. Komponen-komponen kurikulum
tersebut terdiri dari: komponen tujuan, komponen materi, komponen metode, dan
komponen evaluasi. Pada dasarnya semua komponen sangat berfungsi, juga
bertujuan agar pendidikan menjadi optimal. Hal ini mengacu pada Undang-
Undang No. 20 Tahun 2003, Pasal 3 mengenai tujuan pendidikan nasional.

B. Saran
Dalam kesempatan ini kami memahami, bahwa kurikulum adalah sarana
untuk mencapai tujuan pendidikan. Maka kami sangat menyarankan bahwa
kurikulum adalah sarana untuk mencapai tujuan pendidikan yang leih baik lagi.
Selain itu, kami juga menyarankan agar kurikulum dapat dipahami oleh setiap
orang terutama yang terkiprah dalam dunia pendidikan.

10
DAFTAR PUSTAKA

Tim MKDK, 2016. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Penerbit Raja Grafindo
Persoda: hal. 46-60

Zainal Arifin, 2012. Konsep dan Model Pengembangan Kurikulum. Bandung: PT


Remaja Rosdakarya

Bloom, B.S. (Ed.). Engelhart, M.D., Furst, E.J., Hill, W.H., Krathwohl, D.R.
(1956). Taxonomy of Educational Objectives, Handbook I: The Cognitive
Domain. New York: David McKay Co Inc.

Anderson, L.W., Krathwohl, D.R., Airasian, P.W., Cruikshank, K.A., Mayer,


R.E., Pintrich, P.R., Raths, J., Wittrock, M.C. (2001). A Taxonomy for
Learning, Teaching, and Assessing: A revision of Bloom's Taxonomy of
Educational Objectives. New York: Pearson, Allyn & Bacon.

11