Anda di halaman 1dari 27

MAKALAH

CIRI-CIRI, FUNGSI TENTANG LEMBAGA SOSIAL

Dosen Pengampu : SRI SULASTRI, M.Si.

Disusun Oleh :
1. DENI WARDOYO
2. MIFTAHUDDIN ALHARIS

SEKOLAH TINGGI ILMU TARBIYAH (STIT)


MISBAHUL ULUM GUMAWANG BELITANG
OKU TIMUR SUMATERA SELATAN
2020/2021
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT yang telah


memberikan taufiq, rahmat serta hidayah-Nya kepada kita sehingga makalah
berjudul Lembaga Sosial ini dapat selesai tepat pada waktunya.
Tidak lupa kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Sulastri, M.Si
selaku dosen pengampu yang telah membimbing dan memberikan arahan dalam
penyusunan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua
pihak yang telah membantu dalam pembuatan makalah ini.
Penulis mohon maaf apabila ada kesalahan ataupun kekurangan dalam
makalah yang dibuat ini. Semoga makalah yang penulis buat ini dapat bermanfaat
untuk pengetahuan kita semua. Untuk tercapainya kesempurnaan makalah ini,
kami mohon kritik dan saran dari teman-teman yang membacanya.

Belitang, September 2020


Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i

KATA PENGANTAR.................................................................................... ii

DAFTAR ISI................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................... 1
C. Tujuan.......................................................................................... 2

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Lembaga Sosial....................................................... 3
B. Ciri-ciri Lembaga Sosial........................................................... 5
C. Fungsi Lembaga Sosial............................................................. 7
D. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial....................................... 7
E. Cara-cara Mempelajari Lembaga Sosial................................... 8
F. Tipe-tipe Lembaga Sosial......................................................... 8
G. Peranan Lembaga Sosial........................................................... 10

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan .............................................................................. 22
B. Saran ........................................................................................ 23

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 24

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Terbentuknya lembaga sosial bermula dari kebutuhan masyarakat akan
keteraturan kehidupan bersama. Sebagaimana diungkapkan oleh Soerjono
Soekanto lembaga sosial tumbuh karena manusia dalam hidupnya memerlukan
keteraturan.Untuk mendapatkan keteraturan hidup bersama dirumuskan norma-
norma dalam masyarakat sebagai paduan bertingkahlaku.
Mula-mula sejumlah norma tersebut terbentuk secara tidak disengaja.
Namun, lama-kelamaan norma tersebut dibuat secara sadar. Contoh: Dahulu di
dalam jual beli, seorang perantara tidak harus diberi bagian dari keuntungan. Akan
tetapi, lama-kelamaan terjadi kebiasaan bahwa perantara tersebut harus mendapat
bagiannya, di mana sekaligus ditetapkan siapa yang menanggung itu, yaitu
pembeli ataukah penjual.
Sejumlah norma-norma ini kemudian disebut sebagai lembaga
sosial.Namun, tidak semua norma-norma yang ada dalam masyarakat merupakan
lembaga sosial karena untuk menjadi sebuah lembaga sosial sekumpulan norma
mengalami proses yang panjang.Menurut Robert M.Z. Lawang proses tersebut
dinamakan pelembagaan atau institutionalized, yaitu proses bagaimana suatu
perilaku menjadi berpola atau bagaimana suatu pola perilaku yang mapan itu
terjadi.Dengan kata lain, pelembagaan adalah suatu proses berjalan dan terujinya
sebuah kebiasaan dalam masyarakat menjadi institusi/ lembaga yang akhirnya
harus menjadi paduan dalam kehidupan bersama.

B. Rumusan Masalah
1. Jelaskan Pengertian Lembaga Sosial?
2. Jelaskan Ciri-ciri Lembag Sosial?
3. Jelaskan Fungsi Lembaga Sosial?
4. Bagaimana Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial?
5. Bagaimana Cara-cara Mempelajari Lembaga Sosial?

iv
6. Jelaskan tipe-tipe Lembaga Sosial?
7. Bagaimana Peranan Lembaga Sosial?

C. Tujuan
1. Mengetahui Pengertian Lembaga Sosial
2. Mengetahui Ciri-ciri Lembag Sosial
3. Mengetahui Fungsi Lembaga Sosial
4. Mengetahui Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial
5. Mengetahui Cara-cara Mempelajari Lembaga Sosial
6. Mengetahui tipe-tipe Lembaga Sosial
7. Mengetahui Peranan Lembaga Sosial

v
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Lembaga Sosial


Ada beberapa definisi lembaga sosial menurut para ahli, yaitu :
1. Paul Horton dan Chester L.Hunt
Lembaga sosial adalah sistem norma-norma sosial dan hubungan hubungan
yang menyatukan nilai-nilai dan prosedur-prosedur tertentu dalam rangka
memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
2. Peter L. Berger
Lembaga sosial adalah suatu prosedur yang menyebabkan perbuatan manusia
ditekan oleh pola tertentu dan dipaksa bergerak melalui jalan yang dianggap
sesuai dengan keinginan masyarakat.
3. Mayor Polak
Lembaga sosial adalah suatu kompleks atau sistem peraturan dan adat istiadat
yang mempertahankan nilai – nilai penting.
4. W. Hamilton
Lembaga sosial adalah tata cara kehidupan kelompok, yang apabila dilanggar
akan dijatuhi berbagai derajat sanksi.
5. Robert Maclver dan C.H. Page
Lembaga sosial adalah prosedur atau tata cara yang telah diciptakan untuk
mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung dalam suatu kelompok
masyarakat.
6. Leopold Von Wiese dan Becker
Lembaga sosial adalah jaringan proses antarmanusia dan antarkelompok yang
berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat
dan kepentingan individu dan kelompoknya.
7. Koentjaraningrat
Lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat
kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan khusus dalam
kehidupan manusia

vi
8. Soerjono Soekanto
Lembaga sosial adalah himpunan norma dari segala tingkatan yang berkisar
pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat
9. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi
Lembaga sosial adalah kumpulan dari berbagai cara berperilaku yang diakui
oleh anggota masyarakat sebagai sarana untuk mengatur hubungan-hubungan
sosial.
10. W.G. Sumner
Sumner mengungkapkan definisi lembaga sosial sebagai perbuatan, cita-cita,
sikap, dan perlengkapan kebudayaan yang mempunyai sikap kekal serta
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Lembaga
berfungsi agar ada keteraturan dan integrasi dalam masyarakat.
Setelah memahami beberapa pengertian lembaga sosial yang dikemukakan
oleh para ahli di atas, dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa lembaga sosial
berkaitan dengan hal-hal berikut ini:
1. Seperangkat norma yang saling berkaitan, bergantung, dan memengaruhi.
Maksudnya sistem norma tersebut saling berhubungan satu dengan yang lain
dan membentuk sebuah institusi dalam sebuah proses yang cukup panjang.
2. Seperangkat norma yang dapat dibentuk, diubah, dan dipertahankan sesuai
dengan kebutuhan hidup. Seperangkat norma bersifat fleksibel, seperti telah
dibahas pada saat kamu duduk di kelas X dulu, bahwa norma sosial adalah
sesuatu yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan hidup dan juga pola
pemikiran seseorang atau sekelompok masyarakat. Dengan adanya suatu
perubahan sosial yang sifatnya menyeluruh, maka kemungkinan besar norma
sosial juga akan ikut berubah.
3. Seperangkat norma yang mengatur hubungan antarwarga masyarakat agar
dapat berjalan dengan tertib dan teratur. Sebagaimana fungsi dari norma itu
sendiri, yaitu sebagai pengatur pola perilaku manusia sebagai anggota
masyarakat, yang keberadaannya sangat dibutuhkan untuk mencapai
keteraturan sosial.

vii
Lembaga sosial merupakan pola yang terorganisasi untuk memenuhi
berbagai keperluan manusia, yang terlahir dengan aanya berbagai budaya, sebagai
suatu ketetapan yang tetap, untuk memperoleh konsep kesejahtraan masyarkat dan
melahirkan suatu struktur.Jadi,Lembaga sosial adalah wadah dari sekumpulan
norma atau kaidah yang mengatur pendukungnya dalam rangka mewujudkan
kebutuhan masyarakat yang bersifat khusus.

B. Ciri-Ciri Lembaga Sosial


Meskipun lembaga sosial merupakan suatu konsep yang abstrak, ia
memiliki sejumlah ciri dan karakter yang dapat dikenali.
Menurut J.P Gillin di dalam karyanya yang berjudul "Ciri-ciri Umum
Lembaga Sosial" (General Features of Social Institution) menguraikan sebagai
berikut:
1. Lembaga sosial adalah organisasi pola-pola pemikiran dan perilaku yang
terwujud melalui aktivitas-aktivitas masyarakat dan hasil-hasilnya. Ia terdiri
atas kebiasaan-kebiasaan, tata kelakukan, dan unsur-unsur kebudayaan lain
yang tergabung dalam suatu unit yang fungsional.
2. Lembaga sosial juga dicirikan oleh suatu tingkat kekekalan tertentu. Oleh
karena lembaga sosial merupakan himpunan norma-norma yang berkisar pada
kebutuhan pokok, maka sudah sewajarnya apabila terus dipelihara dan
dibakukan.
3. Lembaga sosial memiliki satu atau beberapa tujuan tertentu. Lembaga
pendidikan sudah pasti memiliki beberapa tujuan, demikian juga lembaga
perkawinan, perbankan, agama, dan lain- lain.
4. Terdapat alat-alat perlengkapan yang dipergunakan untuk mencapai tujuan
lembaga sosial. Misalnya, rumah untuk lembaga keluarga serta masjid, gereja,
pura, dan wihara untuk lembaga agama.
5. Lembaga sosial biasanya juga ditandai oleh lambang-lambang atau simbol-
simbol tertentu. Lambang-lambang tersebut secara simbolis menggambar
tujuan dan fungsi lembaga yang bersangkutan. Misalnya, cincin kawin untuk

viii
lembaga perkawinan, bendera dan lagu kebangsaan untuk negara, serta
seragam sekolah dan badge (lencana) untuk sekolah.
6. Lembaga sosial memiliki tradisi tertulis dan tidak tertulis yang merumuskan
tujuan, tata tertib, dan lain-lain. Sebagai contoh, izin kawin dan hukum
perkawinan untuk lembaga perkawinan.
Sedangkan seorang ahli sosial yang bernama John Conen ikut pula
mengemukakan karakteristik dari lembaga sosial.Menurutnya terdapat sembilan
ciri khas (karakteristik) lembaga sosial sebagai berikut :
1. Setiap lembaga sosial bertujuan memenuhi kebutuhan khusus masyarakat.
2. Setiap lembaga sosial mempunyai nilai pokok yang bersumber dari
anggotanya.
3. Dalam lembaga sosial ada pola-pola perilaku permanen menjadi bagian tradisi
kebudayaan yang ada dan ini disadari anggotanya.
4. Ada saling ketergantungan antarlembaga sosial di masyarakat, perubahan
lembaga sosial satu berakibat pada perubahan lembaga sosial yang lain.
5. Meskipun antarlembaga sosial saling bergantung, masing-masing lembaga
sosial disusun dan di- organisasi secara sempurna di sekitar rangkaian pola,
norma, nilai, dan perilaku yang diharapkan.
6. Ide-ide lembaga sosial pada umumnya diterima oleh mayoritas anggota
masyarakat, terlepas dari turut tidaknya mereka berpartisipasi.
7. Suatu lembaga sosial mempunyai bentuk tata krama perilaku.
8. Setiap lembaga sosial mempunyai simbol-simbol kebudayaan tertentu.
9. Suatu lembaga sosial mempunyai ideologi sebagai dasar atau orientasi
kelompoknya
Dapat diambil kesimpulan bahwa ciri-ciri lembaga sosial adalah:
1. Mempunyai suatu tingkat kekekalan tertentu
2. Mempunyai tujuan tertentu
3. Mempunyai perlengkapan untuk mencapai tujuan itu
4. Memiliki lambang-lambang
5. Memiliki tradisi tertulis & tidak tertulis
6. Memenuhi kebutuhan pokok

ix
7. Merupakan usaha penghormatan dan penghargaan nilai
8. Pola tingkah laku tetap
9. Saling mempengaruhi
10. Berisi norma, nilai, dan tingkah laku ideal
11. Memenuhi cita-cita/tujuan bersama

C. Fungsi Lembaga Sosial


1. Menurut Soerjono Soekanto, lembaga sosial memiliki fungsi sebagai berikut:
a. Memberikan pedoman pada anggota-anggota masyarakat, bagaimana
mereka harus bersikap atau bertingkah laku dalam menghadapi masalah-
masalah yang muncul atau berkembang di lingkungan masyarakat,
termasuk yang menyangkut hubungan pemenuhan kebutuhan.
b. Menjaga keutuhan masyarakat yang bersangkutan
c. Memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk mengadakan sistem
pengendalian sosial, yaitu sistem pengawasan masyarakat terhadap
anggota-anggotanya
2. Menurut Horton dan Hunt, fungsi lembaga sosial adalah:
a. Fungsi Manifes atau fungsi nyata yaitu fungsi lembaga yang disadari dan
di akui oleh seluruh masyarakat
b. Fungsi Laten atau fungsi terselubung yaitu fungsi lembaga sosial yang
tidak disadari atau bahkan tidak dikehendaki atau jika di ikuti dianggap
sebagai hasil sampingan dan biasanya tidak dapat diramalkan.

D. Proses Pertumbuhan Lembaga Sosial


Proses terjadinya lembaga sosial dapat melalui dua cara,yaitu sebgai berikut:
1. Secara Tidak Terencana
Maksudnya adalah institusi itu lahir secara bertahap dalam kehidupan
masyarakat, biasanya hal ini terjadi ketika masyarakat dihadapkan pada masalah
atau hal-hal yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan hidup yang sangat
penting. Contohnya adalah dalam kehidupan ekonomi, di masa lalu, untuk
memperoleh suatu barang orang menggunakan system barter, namun karena

x
dianggap sudah tidak efisien dan menyulitkan , maka dibuatlah uang sebagai alat
pembayaran yang diakui masyarakat, hingga muncul lembaga ekonomi seperti
bank dan sebagainya

2. Secara Terencana
Maksudnya adalah institusi muncul melalui suatu proses perncanaan yang
matang yang diatur oleh seseorang atau kelompok orang yang memiliki kekuasaan
dan wewenang. Contohnya lembaga transmigrasi yang dibuat oleh pemerintah
sebagai cara untuk mengatasi permasalahan kepadatan penduduk. Singkat kata
bahwa proses terbentuknya lembaga social berawal dari individu yang saling
membutuhkan . Saling membutuhkan ini berjalan dengan baik kemudian timbul
aturan yang disebut norma kemasyarakatan. Norma kemasyarakatan dapat
berjalan baik apabila terbentuk lembaga social.

E. Cara-Cara Mempelajari Lembaga Sosial


Mempelajari lembaga sosial merupakan hal yang sangat penting karena
tidak bisa kita pungkiri bahwa setiap hari kita harus hidup di dalamnya.Menurut
Mac Iver dan Charles ada tiga pendekatan yang bisa kita lakukan untuk
mempelajari lembaga sosial yaitu:
1. Analisa secara historis, yang bertujan untuk mempelajari sejarahmuncul dan
perkembangan suatu lembaga kemasyarakatan.
2. Analisa komparatif, yang bertujuan menelaah dengan caramembandingkan
suatu lembaga tertentu dari berbagai masyarakat.
3. Analisa fungsional,dilakukan dengan menganalisa hubungan antarlembaga
berdasarkan fungsinya, hal ini dapat dilakukan dengan analisahistories
maupun analisa komparatif

F. Tipe-Tipe Lembaga Sosial


Menurut John Lewis Gillin dan John Philip Gillin, tipe-tipe lembaga sosial
dapat diklasifikasikan sebagai berikut:

xi
1. Berdasarkan Sudut Perkembangan
 Cresive institution yaitu institusi yang tidak sengaja tumbuh dari adat
istiadat masyarakat. Contoh: lembaga perkawinan, hak milik dan agama
 Enacted institution yaitu institusi yang sengaja dibentuk untuk mencapai
suatu tujuan tertentu. Contoh: lembaga utang piutang dan lembaga
pendidikan
2. Berdasarkan Sudut Nilai yang Diterima Oleh Masyarakat
 Basic institution yaitu institusi sosial yang dianggap penting untuk
memelihara dan mempertahankan tata tertib dalam masyarakat. Contoh:
keluarga, sekolah, dan negara.
 Subsidiary institution yaitu institusi sosial yang berkaitan dengan hal-hal
yang dianggap oleh masyarakat kurang penting dan berbeda di masing-
masing masyarakat seperti rekreasi.
3. Berdasarkan Sudut Penerimaan Masyarakat
 Approved dan sanctioned institution yaitu institusi sosial yang diterima
oleh masyarakat, misalnya sekolah atau perusahaan dagang.
 Unsanctioned institution yaitu institusi yang ditolak masyarakat meskipun
masyarakat tidak mampu memberantasnya. Contoh: sindikat kejahatan,
pelacuran, dan perjudian.
4. Berdasarkan Sudut Penyebarannya
 General institution yaitu institusi yang dikenal oleh sebagian besar
masyarakat dunia. Contoh: institusi agama
 Restricted institution yaitu institusi sosial yang hanya dikenal dan dianut
oleh sebagian kecil masyarakat tertentu. Contoh: lembaga agama Islam,
Kristen Protestan, Hindu, dan Budha.
5. Berdasarkan Sudut Fungsinya
 Operative institution yaitu institusi yang berfungsi menghimpun pola-pola
atau cara-cara yang diperlukan dari masyarakat yang bersangkutan.
Contoh: institusi ekonomi.

xii
 Regulative institution yaitu institusi yang bertujuan mengawasi adat
istiadat atau tata kelakuan dalam masyarakat. Contoh: institusi hukum dan
politik seperti pengadilan dan kejaksaan.

G. Peranan Lembaga Sosial


1. Lembaga Keluarga
Keluarga adalah unit social yang terkecil dalam masyarakat. Dan juga institusi
pertama yang dimasuki seorang manusia ketika dilahirkan.
a. Proses Terbentuknya Keluarga:
Pada umumnya keluarga terbentuk melalui perkawinan yang sah
menurut agama, adat atau pemerintah dengan proses seperti dibawah ini :
1) Diawali dengan adanya interaksi antara pria dan wanita
2) Interaksi dilakukan berulang-ulang, lalu menjadi hubungan social yang
lebih intim sehingga terjadi proses perkawinan
3) Setelah terjadi perkawinan, terbentuklah keturunan, kemudian
terbentuklah keluarga inti
b. Karakteristik Keluarga
Menurut Mac Iver dan Charlen Horton:
1) Merupakan hubungan perkawinan
2) Bentuk suatu kelembagaan yang berkaitan dengan hubungan
perkawinan yang dibentuk atau dipelihara
3) Mempunyai suatu sistem tata nama (nomeclatur) termasuk perhitungan
garis keturunan
4) Mempunyai fungsi ekonomi yang dibentuk oleh anggotanya
5) Merupakan tempat tinggal bersama, rumah atau rumah tangga
c. Proses Terbentuknya Keluarga
1) Tahap formatif atau pre neptual, masa persiapan sebelum perkewinan.
Meliputi peminangan atau pertunangan,
2) Tahap perkawinan atau nuptual stage, yaitu ketika dilangsungkannya
perkawinan dan sesudahnya tetapi sebelum melahirkan anak- anak,

xiii
3) Tahap pemeliharaan anak-anak atau child rearing stage yaitu keluarga
dengan anak-anak hasil perkawinan,
4) Tahap keluarga dewasa atau maturity stage yaitu suatu kelaurga
dengan anak-anak yang telah mampu berdiri sendiri dan membentuk
keluarga baru.

Menurut UU No 1 Tahun 1974 :


Perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara seorang pria
dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk
keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan kekal berdasarkan Ketuhanan
YME.
d. Bentuk-Bentuk Perkawinan
1) Monogami : 1 suami dengan 1 istri
2) Poligami/Poligini: 1 suami dengan lebih dari 1 istri
3) Poli andri: I istri dengan lebih dari 1 suami
4) Group Married : dengan demikian keluaga terdiri dari sekelompok istri
dan sekelompok suami
Dilihat dari bentuk perkawinan, asal suami/istri dikenal beberapa bentuk
perkawinan antaralain:
1) Exsogami : Perkawinan antara orang dengan orang di luar golongan,
(ras, agama, wilayah, suku, bangsa dan sebagainya)
2) Endogami : Perkawinan antara orang dengan orang di dalam golongan,
(ras, agama, wilayah, suku, bangsa dan sebagainya)
3) Eletrio Gami : Perkawinan orang dari lapisan ekonomi berbeda,
contoh: “orang biasa menikah engan anak mentri”
4) Homogami : Perkawinan antara lapisan yang sama contoh: antara
ekonomi menengah dengan ekonomi menengah
Tujuan Perkawinan:
1) Untuk mendapatkan keturunan
2) Untuk meningkat derajat dan status social baik pria maupun wanita
3) mendekatkan kembali hubungan kerabat yang sudah renggang

xiv
4) Agar harta warisan tidak jatuh ke orang lain.
Perkawinan harus didasarkan persetujuan kedua calon mempelai,
keduanya sebaiknya sudah berusia 21 tahun keatas.
e. Fungsi dan Peran Lembaga Keluarga
1) Fungsi keluarga
Adapun fungsi keluarga adalah:
a) Fungsi Reproduksi
Artinya dalam keluarga anak-anak merupakan wujud dari cinta
kasih dan tanggung jawab suami istri meneruskan keturunannya.
b) Fungsi Sosialisasi
Artinya bahwa keluarga berperan dalam membentuk kepribadian
anak agar sesuai dengan harapan orang tua dan masyarakatnya.
Keluarga sebagai wahana sosialisasi primer harus mampu
menerapakan nilai dan norma masyarakat melalui keteladanan
orang tua.
c) Fungsi Afeksi
Artinya didalam keluarga diperlukan kehangatan rasa kasih saying
dan perhatian antar anggota keluarga yang merupakan salah satu
kebutuhan manusia sebagai makluk berpikir dan bermoral
(kebutuhan integratif) apabila anak kurang atau tidak
mendapatkannya, kemungkinan ia sulit untuk dikendalikan nakal,
bahkan dapat terjerumus dalam kejahatan.
d) Fungsi Ekonomi
Artinya bahwa keluarga terutama orang tua mempunyai kewajiban
ekonomi seluaruh keluarganya . Ibu sebagai sekretaris suami
didalam keluarga harus mampu mengolah keuangan sehingga
kebutuahan dalam rumah tangganya dapat dicukupi.
e) Fungsi Pengawasan Sosial
Artinya bahwa setiap anggota keluarga pada dasarnya saling
melakukan control atau pengawasan karena mereka memiliki rasa
tanggung jawab dalam menjaga nama baik keluarga .

xv
f) Fungsi Proteksi (Perlindungan)
Artinya fungsi perlindungan sangat diperlukan keluarga terutma
anak, sehigngga anak akan merasa aman hidup ditengah-tengah
keluarganya. Ia akan merasa terlindungi dari berbagai ancaman
fisik mapun mental yang dating dari dalam keluarga maupun dari
luar keluarganya.
g) Fungsi Pemberian Status
Artinya bahwa melalui perkawinan seseorang akan mendapatkan
status atau kedudukan yang baru di masyarakat yaitu suami atau
istri. Secara otomatis mereka akan diperlakukan sebagai orang
yang telah dewasa dan mampu bertanggung jawab kepada diri,
keluarga, anak-anak dan masyarakatnya.
2) Peran Keluarga
Adapun peran keluarga adalah dasar pembantu utama struktur sosial
yang lebih luas. Jadi keluarga sebagai wadah pembentukan tingkah
laku masyarakat termasuk dalam saluran penerus tradisi/budaya dalam
masyarakat.Berkembangnya gaya hidup baru yang merusak fungsi
keluarga menurut Giddens yaitu: hidup bersama diluar nikah
(cohabitation), keluarga orang tua homoseksual (gay parent families)
dan hidup membujang.
f. Garis Keturunan dalam Lembaga Keluarga
1) Patrilinial: Menarik garis keturunan dari pihak bapak atau Ayah:
umumnya terjadi di daerah Bali
2) Matrilinial: Menarik garis keturunan dari pihak Ibu: umumnya terjadi
di daerah Minangkabau
3) Bilateral : Menarik garis keturunan dari pihak bapak atau Ayah dan
Ibu: umumnya terjadi di Masyarakat Jawa
4) Unilateral: Menarik satu garis keturunan entah patri atau matri

xvi
2. Lembaga Pendidikan
Terdapat beberapa pendapat tentang pengertian lembaga pendidikan,
antara lain :
a. Menurut Drs. H. Abu Ahmadi dan Dra. Nur Uhbiyati
Lembaga Pendidikan adalah badan usaha yang bergerak dan bertanggung
jawab atas terselenggaranya pendidikan terhadap anak didik
b. Menurut Enung K. Rukiyati, Fenti Himawati
Lembaga Pendidikan adalah wadah atau tempat berlangsungnyaproses
pendidikan yang bersama an dengan proses pembudayaan.
c. Menurut Hasbullah
Lembaga Pendidikan adalah tempat berlangsungnya prosespendidikan
yang meliputi pendidikan keluarga, sekolah dan masyarakat. Didalam
lembaga pendidikan terdapat dua fungsi yaitu :

a. Fungsi Manifest Lembaga Pendidikan


1) Membantu orang untuk mencari nafkah
2) Menolong mengembangkan potensinya demi pemenuhan kebutuhan
hidupnya.
3) Melestarikan kebudayaan dengan caramengajarkannya dari generasi
kegenerasi berikutnya.
4) Merangsang partisipasi demokrasi melalui pengajaran ketrampilan
berbicara dan mengembangkan cara berpikir rasional
5) Memperkaya kehidupan dengan cara menciptakan kemungkainan
untuk berkembangnya cakrawala intelektual dan cinta rasa keindahan.
6) Meningkatkan kemampuan menyesuaikan diri melalui bimbingan
pribadi dan berbagai kursus
7) Meningkatkan taraf kesehatan para pemuda bangsa melalui latihan dan
olahraga.
8) Menciptakan warga Negara yang patreotik melalui pelajaran yang
menggambarkan kejayaan bangsa.

xvii
9) Membentuk kepribadian yaitu susunan unsur dan jiwa yang
menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap-tiap
individu.
b. Fungsi Laten Lembaga Pendidikan
1) Mengurangi pengendalian orang tua melalui pendidikan sekolah orang
tua melimoahkan tugas dan wewenangnya dalam mendidik anak
kepada sekolah
2) Menyediakan saranan untuk pembangkangan, Sekolah mempunyai
potensi untuk menanamkan nilai pembangkangan di masyarakat. Hal
ini tercermin dengan adanya perbedaan pandangan antara sekolah dan
masyarakat tentang sesuatu hal, misalnya pendidikan seks dan sikap
terbuka.
3) Mempertahankan system kelas social, Pendidikan sekolah diharapkan
dapat mensosialisasikan kepada para anak didiknya untuk menerima
perbedaan prestise, privilese, dan status yang ada dalam masyarakat.
4) Memperpanjang masa remaja. Pendidikan sekolah dapat pula
memperlambat masa dewasa seseorang karena siswa masih tergantung
secara ekonomi pada orang tuanya.

3. Lembaga Ekonomi
Lembaga ekonomi merupakan lembaga yang menangani masalah
kesejahteraan masyarakat melalui kegiatan produksi, distribusi dan konsumsi
barang dan jasa yang diperlukan bagi kelangsungan hidup bermasyaraka
Ada beberapa tipe sistem ekonomi di dunia yaitu:
a. Tipe ekonomi campuran yaitu gabungan antara sistem kapitalis dan sosialis
b. Tipe ekonomi Komunis yaitu dipimpin oleh partai tunggal
c. Sistem ekonomi masyarakat fasis yaitu masyarakat yang dipimpin oleh suatu
partai diktaktor yang diorganisir oleh seorang pimpinan yang kharismatik
d. Sistem ekonomi Indonesia bertumpu pada pasal 33 UUD 1945

xviii
a. Tujuan dan fungsi lembaga ekonomi
Pada hakekatnya tujuan yang hendak dicapai oleh lembaga ekonomi adalah
terpenuhinya kebutuhan pokok untuk kelangsungan hidup masyarakat
b. Fungsinya dari lembaga ekonomi
1) Memberi pedoman untuk mendapatkan bahan pangan
2) Memberikan pedoman untuk melakukan pertukaran barang/barter
3) Memberi pedomantentang harga jual beli barang
4) Memberi pedoman untuk menggunakan tenaga kerja
5) Memberikan pedoman tentang cara pengupahan
6) Memberikan pedomantentang cara pemutusan hubungan kerja
7) Memberi identitas bagi masyarakat
8) Mengatur kehidupan sosial dan ekonomi
9) Tempat pertukaran bebas
10) 10.Mengubah struktur sosial budaya
c. Struktur lembaga ekonomi
Secara sederhana, lembaga ekonomi dapat diklasifikasikan sebagai
berikut:
1) Sector agraris yang meliputi sector pertanian, seperti sawah, perladangan,
perikanan, dan pertenakan. (Gathering/pengumpulan) yaitu proses
pengumpulan barang atau sumberdaya alam dari lingkungannya.
2) sector industri ditandai dengan kegiatan produksi barang. (production)
3) sector perdagangan merupakan aktifitas penyaluran barang dari produsen ke
konsumen (Distributing) yaitu proses pembagian barang dan komonditas pada
subsistem-subsistem lainnya.

Ada beberapa unsur lembaga ekonomi :


a. Pola perilaku : efisiensi, penghematan, profesionalisme, mencari
keuntungan
b. Budaya simbolis : merk dagang, hak paten, slogan , lagu komersial
c. Budaya manfaat : toko, pabrik,pasar, kantor, balngko, formulir.
d. Kode spesialisasi : kontrak, lesensi, kontrak monopoli, akte perusahaan

xix
e. Ideologi : liberalisme, tanggungjawab, manajerial, kebebasan
beryusaha, hak buruh.

d. Macam-Macam Kegiatan Ekonomi


1) Kegiatan Produksi
2) Kegiatan Distribusi
3) Pertukaran pasar

4. Lembaga Politik
Lembaga politik merupakan lembaga sosial yang mnegatur hubungan kekuasaan
warga masyarakat sehingga keteraturan sosial dapat terpelihara. Lembaga politik mempunyai
kekuasaan dan kewenangan untuk mengatur sekaligus memberi sangsi kepada anggotanya yang
menyimpang.
Peran lembaga politik :
a. Lembaga eksekutif
b. Lembaga yudikatif
c. Lembaga legislatif
Terbentukanya suatu lembaga politik dalam arti terbentuknya suatu nation
(bangsa) dalam suatu negara adalah sebagai berikut:
a. mengadakan kegiatan dan proyek yang dapat menjawab keinginan warga
masyarakat
b. menekan adanya persamaan nilai, norma atau sejarah melalui pengajaran di
sekolah , media massa
c. pembentukan tentara nasional dari suatu negara merdeka dengan partisipasi
semua golongan yang ada dalam masyarakat
d. mengadakan upacara pada kesempatan tertentu

xx
Menurut Weber dominasi dibagi menjadi 3 jenis
a. Dominasi kharismatik yang didasarkan pada kewibawaan atau kharisma
seseorang
b. Dominasi Tradisional didasar pada tradisi dan keturunan
c. Dominasi Legal – Rasional yaitu didasarkan kepada aturan hukum yang dibuat
dengan sengaja atas dasar pertimbangan rasional

Lembaga politik mempunyai fungsi umum sebagai berikut:


a. Menghubungkan antara kekuasaan dengan warga masyarakat sehingga
keteraturan tertib sosial terpelihara,
b. Menangani masalah administrasi dan tata tertib umum demi terciptanya
keamanan dan ketentraman masyarakat.
Adapun yang ditertibkan adalah kepentingan-kepentingan dari warga
masyarakat itu sendiri sehingga tidak terjadi benturan antara kepentingan antar
individu maupun kelompok. Untuk melaksanakan suatu kebijakan suatu lembaga
memerlukan kekuasaan dan kewenangan dengan demikian kehidupan politik tidak
lepas dari sistem penagturan pembagian kekuasaan dan kewenangan. Pembagian
kekuasaan dan kewenangan di negara Indonesia dibagi menjadi kekuasaan
legislatif, kekuasaan yudikatif dan kekuasaan eksekutif.
Sebagai wujud nyata atau pelaksana dari kekuasaan, lembaga politik
mempunyai fungsi sebagai berikut:
a. melembagakan norma melalui undang-undang yang disampaikan oleh badan
legislatif
b. melaksanakan undang-undang yang telah disetujui
c. meyelesaikan konflik yang terjadi di antara para warga masyarakat
sehubungan dengan kepentingan tertentu dari warga masyarakat yang
bersangkutan
d. menyelenggarakan pelayanan seperti perawatan kesehatan, pendidikan,
kesejahteraan dan seterusnya
e. melindungi para warga mayarakat atau warga negara dari serangan bangsa lain
f. memelihara kesiapsiagaan atau kewspadaan dalam menghadapi bahaya

xxi
5. Lembaga Agama
Lembaga keagamaan adalah organisasi yang dibentuk oleh umat beragama
dengan maksud untuk memajukan kepentingan keagamaan umat yang
bersangkutan di dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup keagamaan masing-masing
umat beragama.
Masing-masing agama di Indonesia memiliki lembaga keagamaan, yaitu:
a. Islam    : Majelis Ulama Indonesia (MUI)
b. Kristen : Persekutuan Gereja-gereja Indonesia (PGI)
c. Katolik : Konferensi Wali Gereja Indonesia (KWI)
d. Hindu   : Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI)
e. Budha  : Perwakilan Umat Buhda Indonesia (WALUBI)

a. Fungsi Lembaga Keagamaan


Lembaga keagamaan yang ada di Indonesia pada umumnya berfungsi
sebagai berikut:
1) Tempat untuk membahas dan menyelesaikan segala masalah yang
menyangkut keagamaan.
2) Memelihara dan meningkatkan kualitas kehidupan beragama umat yang
bersangkutan.
3) Memelihara dan meningkatkan kerukunan hidup antar umat yang
bersangkutan.
4) Mewakili umat dalam berdialog dan mengembangkan sikap saling
menghormati serta kerjasama dengan umat beragama lain.
5) Menyalurkan aspirasi umat kepada pemerintah dan menyebarluaskan
kebijakan pemerintah kepada umat.
6) Wahana silaturrahmi yang dapat menumbuhkan rasa persaudaraan dan
kekeluargaan.
Dalam sejarah perjalanan hidup bangsa Indonesia selama ini, saling
hormat menghormati tumbuh dengan subur, sehingga persatuan dan kesatuan
bangsa dapat terpelihara dengan baik. Namun demikian kadang kala sikap

xxii
semacam itu menipis, sehingga terjadi gangguan dalam kehidupan bersama.
Kerukunan bangsa terusik, kelangsungan persatuan dan kesatuan bangsa itu pun
terancam.
Untuk mewujudkan kerukunan antar umat beragama pemerintah telah
mengadakan serangkaian kegiatan yang bermuara kepada terbentuknya wadah
musyawarah Antar Umat Beragama pada tahun 1980. Melalui wadah tersebut
diupayakan dialog-dialog antar umat beragama di Indonesia dapat terselenggara
dengan baik, dengan harapan agar kerukunan antar umat beragama itu dapat
menciptakan kerukunan dan kesatuan bangsa serta dipelihara dan ditingkatkan
kualitasnya.Melalui wadah tersebut umat beragama di Indonesia mengembangkan
sikap saling menghormati diantara para pemeluk agama yang berbeda-beda.
Pembentukan wadah Musyawarah Antar Umat Beragama didukung sepenuhnya
oleh lembaga keagamaan yang hidup di Indonesia. Di bawah ini terdapat skema
lembaga keagamaan. Cermati skema tersebut.

b. Peran Serta Lembaga Keagamaan bagi Peningkatan dan Pengembangan


Diri, Kepentingan Umum, Berbangsa dan Bernegara
Lembaga-lembaga keagamaan perlu diupayakan untuk membina rasa
pemeluknya dalam rangka meningkatkan ketaqwaan kepada Tuhan Yang Maha
Esa. Umat yang taqwa akan melahirkan manusia-manusia yang baik dan beriman
sehingga tercipta warga negara yang tahu hak dan kewajibannya baik sebagai
makhluk individu mapun makhluk sosial.
Keberadaan lembaga-lembaga keagamaan memberikan rasa aman bagi
setiap warga negara dan umat beragama agar dapat beribadah kepada Tuhan Yang
Maha Kuasa tanpa diliputi rasa ketakutan kepada pihak lain. Setiap umat
beragama dapat selalu meningkatkan dan mengembangkana diri dalam
mempelajari dan memahami serta melaksanakan agama yang dianutnya dalam
rangka meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa.
Apabila ketentraman menjalankan ibadah sudah baik, dengan sendirinya
kepentingan umum akan tercipta, tidak akan terjadi kegaduhan, keributan, dan

xxiii
saling menyalahkan. Selanjutnya keamanan, kedamaian dan ketenangan dalam
masyarakat akan terbina dengan baik.
Menurut Horton dan Hunt agama mempunyai fungsi manifest dan laten.
1) Fungsi manifest agama
Berkaitan dengan segi-segi doktrin, ritual dan aturan perilaku dalam agama.
2) Fungsi laten dari agama
yaitu membagi masyarakat dunia ke dalam golongan sosial, kelas sosial dan
atas dasar agama ataupun tingkat keimanan.
Secara sosiologis agama sangatlah penting bagi kehidupan manusia karena
pengetahuan dan keahlian tidak berhasil menjawab seluruh persoalan yang
dihadapi manusia. Menurut Durkheim fungsi agama dari segi mikro yaitu melalui
komunikasi dengan Tuhannya orang yang beriman akan menjadi lebih kuat
sehingga menurutnya fungsi agama ialah untuk menggerakkan kita dan membantu
kita untuk hidup. Dari segi makro, agama menjalankan fungsi positif karena
memenuhi kebutuhan masyarakat untuk secara berkal menegakkan dan
memperkuat perasaan dan ide kolektif yang menjadi ciri dan inti persatuan
masyarakat tersebut.

xxiv
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Lembaga sisoal (social institution) adalah organisasi norma-norma untuk
melaksanakan sesuatu yang dianggap penting. Lembaga berkembang berangsur-
angsur dari kehidupan sosial manusia. Bila kegiatan penting tertentu dibakukan,
dirutinkan, diharapkan dan disetujui, maka perilaku itu telah melembaga. Peran
yang melembaga adalah peran yang telah dibakukan, di setujui, dan diharapkan,
dan biasanya dipenuhi dengan cara-cara yang sungguh-sungguh dapat diramalkan,
lepas dari siapa orang yang mengisi peran itu. Lembaga mencakup sekumpulan
unsur kelembagaan (norma perilaku, sikap, nilai, simbol, ritual, dan ideologi),
fungsi manifes (tujuan yang dikehendaki) dan fungsi laten (hasil/akibat yang tidak
di kehendaki dan tidak direncanakan).
Para pemimpin asosiasi (pendidikan, mesjid, dan lain-lain) biasanya
menginginkan suatu otonomi tertentu, atau kebebasan dari lembaga-lembaga lain.
Lembaga yang satu dengan lembaga yang lain biasanya juga saling berhubungan,
sehingga perubahan lembaga yang satu mempengaruhi lembaga yang lain dalam
hubungan sebab akibat yang kontinu.
Kaum intelektual adalah orang-orang yang pekerjaannya terutama bergelut
dengan gagasan. Kekuatan mereka adalah pengaruhnya, karena pekerjaan mereka
dapat mempengaruhi pemikiran orang-orang yang berkuasa. Kaum intelektual
dapat menyerang maupun membela lembaga-lembaga masyarakat mereka.
Birokrasi adalah personel administratif yang di spesialisasikan, diangkat
berdasarkan prestasi atau masa dinas, impersonal dan diarahkan oleh suatu rantai
komando. Walaupun sangat di kritik dan dicela namun birokrasi muncul karena
kebutuhan akan efisiensi, keseragaman dan pencegahan korupsi.
Reaksi-reaksi terhadap birokrasi meliputi upaya-upaya untuk memperbaiki
melalui analisis dan latihan serta membatasi wewenangnya. Beberapa organisasi
telah menggunakan ombudsman untuk melindungi anggotanya dari perlakuan
kesewenangan-wenangan diskriminatif para pejabat. Alternatif bagi birokrasi

xxv
bersandar pada pemberian imbalan atas pencapaian tujuan tanpa harus mengikuti
peraturan secara terinci.
Kepercayaan terhadap lembaga mengalami pasang surut, dan kepercayaan
masyarakat yang rendah bisa mengakibatkan perubahan lembaga.

B. Saran
Lembaga sosial dalam masyarakat tidak dapat dibatasi oleh ruang dan
waktu, oleh karena itu kita sebagai bagian dari kelompok sosial harus berusaha
mengendalikan lembaga itu ke arah yang positif

xxvi
DAFTAR PUSTAKA

Elizabet K. Nottingham, Agama dan Masyarakat: Suatu pengantar Sosiologi


agama, Jakarta, CV. Rajawali Press, 1985.

Google.com, Lembaga-lembaga Sosial, Jakarta, 2012

Taupan, M dan Sudarmo M. Padji, Sosiologi untuk SMA/MA kelas XII, Penerbit
Yrama Widya, 2010

Wikipedia.com

xxvii