Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

CARA PEMBUATAN BENGKEL

DISUSUN OLEH :
1. DARMAJI
2. HANDRIYAN EKO BUDIANTO

KELAS : XII TSM.1

SMK NEGERI 1 BELITANG MADANG RAYA


KABUPATEN OKU TIMUR
TAHUN PELAJARAN 2019/2020

i
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kami panjatkan kepada Allah SWT atas limpahan Rahmat
dan Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah tentang ”Cara
Pembuatan Bengkel” ini. Makalah ini merupakan laporan yang dibuat sebagai
bagian dalam memenuhi kriteria mata pelajaran. Salam dan salawat kami
kirimkan kepada junjungan kita tercinta Rasulullah Muhammad SAW, keluarga,
para sahabatnya serta seluruh kaum muslimin yang tetap teguh dalam ajaran
beliau.
Kami menyadari bahwa makalah ini masih ada kekurangan disebabkan
oleh kedangkalan dalam memahami teori, keterbatasan keahlian, dan tenaga
penulis. Semoga segala bantuan, dorongan, dan petunjuk serta bimbingan yang
telah diberikan kepada kami dapat bernilai ibadah di sisi Allah Subhana wa Taala.
Akhir kata, semoga makalah ini dapat bermanfat bagi kita semua, khususnya
bagi penulis sendiri.

Bangsa Negara, Maret 2020


Penulis

ii
DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL....................................................................................... i
KATA PENGANTAR.................................................................................... ii
DAFTAR ISI................................................................................................... iii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang............................................................................................ 1
B. Rumusan Masalah....................................................................................... 1
C. Tujuan Penulisan........................................................................................ 1

BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian................................................................................................... 2
B. Klasifikasi Bengkel..................................................................................... 2
C. Kelas Bengkel............................................................................................. 4
D. Persyaratan Sistem Manajemen Informasi Bengkel Yang Baik................. 6
E. Manajemen Modal...................................................................................... 7
F. Alur kerja Bengkel...................................................................................... 7
G. Penetaan Ruang Dan Display Produk......................................................... 7
H. Manajemen Arus Kas Bengkel................................................................... 8

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan................................................................................................. 9
B. Saran........................................................................................................... 9

DAFTAR PUSTAKA...................................................................................... 10

iii
BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Bengkel berfungsi merawat kendaraan agar tetap nyaman dan
memperbaiki kendaraan yang mengalami kerusakan, mulai dari kerusakan ringan
sampai kerusakan berat. Semua bisa baik kembali setelah dimasukan dalam
bengkel dan diperbaiki oleh seorang montir bengkel tersebut.
Sedangkan manajemen adalah kemampuan menggerakkan orang lain
untuk mencapai tujuan organisasi. Di dalam manajemen diperlukan seni untuk
menggerakkan orang lain, karena tidak setiap orang yang berada di dalam
organisasi, semua dalam kondisi baik. Bermacam tipe dan sifat orang
kemungkinan ada di dalamnya. Ada yang baik, ada yang kurang baik. Ada yang
aktif, ada yang pasif. Ada yang kreatif, ada yang statis. Ada yang rajin, ada juga
orang yang malas. Ada orang yang dingin, tapi ada juga orang yang mudah
terbakar emosinya. Ada yang mudah dimotivasi, tapi ada juga orang yang sulit
untuk dimotivasi. Ada yang bekerja dengan orientasi yang jelas, tapi ada juga
orang yang malas-malasan sekadar memenuhi kewajiban untuk datang ke kantor.

B. RUMUSAN MASALAH
Rumusan makalah ini untuk mengetahui Manajemen Bengkel

C. TUJUAN PENULISAN
Untuk memenuhi mata pelajaran Produktif

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. PENGERTIAN
1. Manajemen
Sondang P. Siagian (1989: 8) bahwa manajemen sebagai motor
penggerak keseluruhan proses administrasi.
Manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan, dan pengendalian/pengontrolan upaya anggota organisasi dan
penggunaan seluruh sumber daya organisasi demi tercapainya tujuan yang
ditetapkan, Stoner & Wankel dalam B. Siswanto Sastrohadiwiryo (2002: 22).
Manajemen adalah suatu usaha yang dilakukan dengan dan melalui
individu- individu dan kelompok untuk mencapai tujuan (Hersey &
Blanchard, 1990: 3)
Dari ketiga pendapat dapat diartikan bahwa manajemen merupakan
proses perencanaan planning, pengorganisasian organizing, kepemimpinan
leading dan pengendalian controlling
2. Bengkel
Bengkel adalah tempat yang digunakan untuk merawat dan
memperbaiki mesin-mesin, maupun peralatan (Corder, 1994). Jadi fungsi
bengkel adalah sebagai tempat perawatan, perbaikan, dan penggantian
komponen sistem sebuah mesin maupun peralatan lainnya.
Manajemen bengkel adalah suatu proses perencanaan,
pengorganisasian, kepemimpinan dan pengendalian suatu tempat merawat dan
memperbaiki mesin ataupun peralatan lain.
a. Jenis layanan bengkel
Engine tune up, ganti oli, modifikasi mesin, body repair, poring,
banalcing, kaki-kaki mobil, power steering, kopling, perbaikan AC dsb.
Jenis bengkel yang memberikan layanan lengkap one stop service.

2
b. Sertifikasi dan Klasifikasi bengkel
1) Sertifikasi Bengkel
Berdasar UU No. 14 tahun 1992 tentang Lalu Lintas dan Angkutan
Jalan Raya, pasal 13 ayat 3 dinyatakan bahwa, setiap kendaraan yang akan
dioperasikan di jalan wajib diuji dalam rangka menjamin keselamatan,
kelestarian lingkungan, dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.
PP No. 44 Tahun 1993 tentang Kendaraan dan pengemudi pasal
126, 127, 128, dan 129, dinyatakan bahwa setiap kendaraan bermotor
harus memenuhi persyaratan teknis dan kelaikan kendaraan bermotor.
Kendaraan bermotor yang diwajibkan memenuhi persyaratan uji
berkala saat ini baru pada kendaraan bermotor komersial (penumpang dan
angkutan barang). Namun untuk waktu mendatang ketentuan ini akan
diberlakukan kepada kendaraan pribadi yang kelaikannya akan diuji pada
bengkel swasta. Bengkel-bengkel yang menjadi tempat uji kelayakan
kendaraan pribadi adalah bengkel yang telah lulus program sertifikasi.
2) Tujuan sertifikasi bengkel:
a) Bagi bengkel, untuk meningkatkan kepuasan pelanggan,
optimalisasi fungsi bengkel, dan mengembangkan bisnis
perbengkelan.
b) Bagi masyarakat, untuk memberikan transfaransi kualitas
pelayanan bengkel, penghematan biaya pemeliharaan kendaraan
bermotor, serta menjaga keselamatan dan kelestarian lingkungan.
c) Bagi pemerintah, untuk pembinaan bengkel secara
berkesinambungan, menunjang program keselamatan dan
kelestarian lingkungan, serta sosialisasi perawatan kendaraan
bermotor secara teratur.

B. KLASIFIKASI BENGKEL
Sesuai dengan SK Menteri Perindustrian dan Perdagangan No.
551/MPP/Kep/10/1999 maka dalam program sertifikasi, bengkel diklasifikasikan

3
berdasarkan Kelas dan Tipe Bengkel. Unsur-unsur yang dinilai dalam penentuan
Kelas dan Tipe bengkel terdiri dari:
1. Unsur Sistem Mutu.
2. Unsur Fasilitas & Peralatan.
3. Unsur Mekanik.
4. Unsur Manajemen Informasi.
Penilaian sistem mutu, yang dilihat adalah apakah dalam melaksanakan
pelayanan terhadap pelanggan, seluruh personil bengkel melakukan kegiatannya
sesuai dengan pedoman yang telah distandarkan. Pedoman tersebut mencakup
seluruh kegiatan operasional bengkel, mulai dari tahap penerimaan hingga
penyerahan kembali kendaraan kepada pelanggan.
Penilaian unsur Fasilitas & Peralatan antara lain apakah bengkel sudah
memiliki fasilitas umum, tempat penyimpanan, fasilitas keselamatan, tempat
pembuangan limbah, stall tempat perbaikan, serta peralatan sesuai dengan tipe
bengkel.
Penilaian unsur Mekanik, yang dilihat adakah keberadaan mekanik, kelas
serta perbandingan jumlahnya.
Penilai unsur manajemen informasi, antara lain mengenai prosedur kerja di
bengkel misalnya SOP (Standar Operasional Prosedur), dokumen-dokumen lain
serta penunjang.

C. KELAS BENGKEL
Dengan program sertifikasi, ditetapkan Kelas Bengkel yang menunjukkan
kualitas bengkel. Penentuan kelas bengkel didasarkan pada hasil penilaian ke
empat unsur tersebut.
Bengkel kelas I, nilai > 80
Bengkel kelas II, nilai 60 - 80
Bengkel kelas III, nilai < 60
1. Tipe Bengkel C
a. Perbaikan kecil atau perawatan berkala
Unsur Kelas I Kelas II Kelas III

4
Sistem mutu 80 - 100 60 - 80 < 60
Fasilitas dan peralatan
b. Fasilitas
Stall & peralatan 81 - 100
81 - 100 60 - 80
60 - 80 < 60
< 60
Mekanik 81 - 100 60 - 80 < 60
Manajemen informasi 81 - 100 60 - 80 < 60
2. Tipe Bengkel B
 Tipe B 1 : - Perbaikan kecil atau perawatan berkala
 Perbaikan Besar
 Tipe B2 : - Perbaikan kecil atau perawatan berkala
 Perbaikan body
 Unsur Kelas I Kelas II Kelas III
 Sistem mutu 80 - 100 60 - 80 < 60
 Fasilitas dan peralatan
 Fasilitas
 Stall & peralatan 81 - 100
 81 - 100 60 - 80
 60 - 80 < 60
 < 60
 Mekanik 81 - 100 60 - 80 < 60
 Sistem informasi 81 - 100 60 - 80 < 60
3. Tipe Bengkel A
 Perbaikan Kecil atau Perawatan Berkala
 Perbaikan Besar
 Perbaikan Body
 Unsur Kelas I Kelas II Kelas III
 Sistem mutu 80 - 100 60 - 80 < 60

5
 Fasilitas dan peralatan
 Fasilitas
 Stall & peralatan 81 - 100
 81 - 100 60 - 80
 60 - 80 < 60
 < 60
 Mekanik 81 - 100 60 - 80 < 60
 Sistem informasi 81 - 100 60 - 80 < 60

D. PERSYARATAN SISTEM MANAJEMEN INFORMASI BENGKEL


YANG BAIK
1. Mempunyai sistem manajemen informasi atau sistem pengendalian data
bengkel yang akurat dan sesuai,yang bertujuan untuk agar
pedoman,catatan,dan data-data yang direkampun mudah diidentifikasi,diakses,
ditelusuri, dianalisis dan dipergunakan oleh karyawan bengkel.
2. Mempunyai prosedur pemelihraan dan pengendalian/controlling atas
database,agar pengendalian database bisa berjalan dengan kontinyu.
3. Mempunyai sistem aktualisasi data,agar informasi yang ditampilkan
benar,akurat,dan up to date
4. Menyimpan data yang di dokumentasikan minimal untuk 2 tahun,meliputi :
a. Data kegiatan operasional bengkel meliputi : pengelolaan suku
cadang,proses perawatan dan perbaikan,data historis kendaraan dan faktur
atau invoice
b. Data profil / kondisi fasilitas dan sarana bengkel meliputi : catatan dan
jumlah peralatan dan fasilitas,pemeliharaan dan kalibrasi untuk alat yang
membutuhkan kalibrasi ulang. dan data lainnya yang diperlukan
c. Pedoman ( Standar Operatimg Sistem ) bengkel

6
E. MANAJEMEN MODAL
Manajemen modal yang baik adalah tersedianya sistem pelaporan modal
kerja yang teratur baik,rapi, serta terperinci dalam usaha bengkel,jika tidak
pengeluaran di sisi biaya umum akan membengkak.
Sebagai contoh modal investasi peralatan bengkel harus dijaga agar awet
dan tidak rusak.

F. ALUR KERJA BENGKEL


Bertujuan untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi operasional dalam
sebuah bengkel,contohnya :
1. Proses pelayanan dimulai ketika pelanggan datang ke bengkel dengan
membawa kendaraan yang akan diservis
2. Service advisor akan melayani dan memeriksa keluhan pelanggan,lalu
memperkirakan apakah kerusakannya bisa diperbaiki atau harus ganti baru
3. Apabila pelanggan sudah setuju dengan estimasi biaya yang ditawarkan, SA
akan membuat surat perintah kepada mekanik agar segera dikerjakan.
4. Kemudian setelah surat perintah keluar maka SA akan menyerahkan estimasi
biaya kepada bagian keuangan untuk dimasukkan kedalam database.
5. Apabila kendaraan sudah selesai Kepala mekanik akan menyerahkan
kendaraan yang telah selesai ke SA
6. setelah memeriksa kelengkapan kendaraan SA akan menghubungi pemilik
kendaraan dan mengatakan sudah selesai diperbaiki dan seterusnya.
Ini hanya contoh saja,tergantung tempat anda bengkelnya bagaimana
tinggal menyesuaikan saja.

G. PENATAN RUANG DAN DISPLAY PRODUK


1. hendaknya diatur dengan menekankan kepada arus lalu lintas kendaraan yang
masuk ke bengkel anda,kecukupan ruang parkir adalah syarat mutlak yang
harus dimiliki.
2. Jangan lupa memberikan ruang pandang yang jelas,sehingga konsumen bisa
melihat kendaraannya yang sedang diperbaiki

7
3. Untuk display produk anda bisa meminta contoh produk dan brosur brosur
dari suplier
4. Jangan lupa pasang poster berisikan prosedur pelayanan konsumen dan
jaminan kualitas yang bisa didapatkan konsumen,dan bila perlu no telpon
khusus untuk mengatasi keluhan konsumen.

H. MANAJEMEN ARUS KAS BENGKEL


meliputi :
1. Pendapatan bengkel adalah semua pemasukan yang berasal dari jasa servis
dan penjualan sparepart
2. Pengeluaran bengkel adalah meliputi biaya tenaga kerja,belanja
sparepart,pemeliharaan alat,kebersihan,listrik,telepon dan air serta masih
banyak lagi
Yang terpenting semua laporan harus jelas disertai dengan bukti
pembayaran dan pembelian agar data-data akurat.

8
BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
Manajemen bengkel adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian,
kepemimpinan dan pengendalian suatu tempat merawat dan memperbaiki mesin
ataupun peralatan lain.
Kendaraan bermotor yang diwajibkan memenuhi persyaratan uji berkala
saat ini baru pada kendaraan bermotor komersial (penumpang dan angkutan
barang). Namun untuk waktu mendatang ketentuan ini akan diberlakukan kepada
kendaraan pribadi yang kelaikannya akan diuji pada bengkel swasta. Bengkel-
bengkel yang menjadi tempat uji kelayakan kendaraan pribadi adalah bengkel
yang telah lulus program sertifikasi.

B. SARAN
Jika tidak ada kelayakan dalam penulisan yang dapat di manfaatkan
mohon di maklumi, dan pabila dalam uraian ada yang kurang, alangkah baiknya
penulisan ini dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar Dan Menengah. (2001). Manajemen


Perawatan Preventif Sarana Prasarana Pendidikan. Jakarta : Depdiknas.

Hiroyuki Hirano. (1995). Penerapan 5S di Tempat Kerja. PQM Consultants.


Jakarta.

Imai, Masaaki. ((2001). Kaizen. Victoria Jaya Abadi. Jakarta.

Indosdm.(2008).Pengetahuan Dasar Implementasi 5S.


http://indosdm.com/pengetahuan-dasar-implementasi-5s-s1-%E2%80%93-
ringkas-seiri. Diakses tanggal 3 April 2009.

KI Ismara. (2006). Change Dare to be Different or Fail.


http://fisip.uns.ac.id/publikasi/sp2_2_ki_ismara.pdf. Diakses tanggal 17
Maret 2009.

KI Ismara. dkk. (2008). Management And Maintenance System For Vocational


School Facilities. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan
(DPSMK) Departemen Pendidikan Nasional.

Suyanto.2008. Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah dalam Peningkatan


Kualitas Pendidikan. Makalah Seminar Strategi Peningkatan Kualitas
Pendidikan. Program Pasca Sarjana Universitas Negeri Yogyakarta

Syaiful Sagala. (2007). Manajemen Starategik dalam Peningkatan Mutu


Pendidikan. PT. Alfabeta. Bandung.

10