Anda di halaman 1dari 10

Prospek vaksin polivalen untuk pencegahan penyakit potensial pada .....

(Angela Mariana Lusiastuti)

PROSPEK VAKSIN POLIVALEN UNTUK


PENCEGAHAN
PENYAKIT POTENSIAL PADA PERIKANAN
BUDIDAYA
Angela Mariana Lusiastuti dan Taukhid
Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar
Jl. Raya Sempur No. 1, Bogor 16154
E-mail: lusiastuti@yahoo.com
ABSTRAK PENDAHULUAN
Perkembangan vaksin pada Pengendalian penyakit yang
ikan masih dalam tahap disebabkan oleh infeksi patogen
penelitian. Rencana strategis
pada perikanan budidaya
untuk pengembangan vaksin
oleh peneliti merupakan pola dengan menggunakan
dari riset yang dilakukan. obat/antibiotik/bahan kimia
Identifikasi antigen yang telah banyak dilakukan, dan hal
bersifat protektif, metode itu merupakan cara
untuk produksi antigen pengendalian yang popular
protektif dalam kultur
mikroba, metode bagaimana karena dalam jangka pendek
merubah bentuk antigen hasilnya sudah dapat dilihat.
protektif menjadi bersifat Tetapi apabila dilakukan dengan
imunogenik, merupakan tiga prosedur yang keliru, efek
tahap yang dilakukan dalam jangka panjangnya sangat
riset tentang vaksin. Vaksin
mengkhawatirkan, terutama
polivaleni adalah bentuk
vaksin generasi baru yang apabila penerapannya tidak
memberikan perlindungan sesuai dengan peruntukannya.
terhadap dua atau tiga Oleh karena itu, tindak
penyakit pada saat yang sama pengobatan penyakit ikan harus
jika dibandingkan dengan didasarkan pada kaidah-kaidah
aplikasi satu atau dua vaksin
yang benar.
secara terpisah. Keuntungan
dari strategi ini adalah: sedikit Beberapa issue yang mulai
jarum yang diinjeksikan, berkembang berkenaan dengan
berkurangnya prosedur tata penggunaan
laksana, dan sumber daya
obat/antibiotik/bahan kimia
manusia (SDM) yang
digunakan. Dalam makalah ini pada perikanan budidaya:
juga dibahas keuntungan dan (1) Pengaruh penggunaan zat aditif,
kerugian penggunaan vaksin antibiotik, hormon, desinfektan
polivalen serta tahap-tahap
produksi vaksin tersebut.
dan bahan kimia lainnya pada
proses produksi ikan terhadap
KATA KUNCI: vaksin lingkungan perairan,
polivalen,
(2) Pengaruh akumulasi residu
keuntungan
dan kerugian, obat/antibiotik pada produk
budidaya ikan perikanan (terutama
consumption products) terhadap
kesehatan konsumen;

67
Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun 2009

(3) Berkembangnya resistensi Health Organization (WHO), The


patogen terhadap obat/ United Nations Children’s Fund
antibiotik, yang terjadi akibat (UNICEF), dan Global Alliance for
penggunaan satu jenis antibiotik Vaccines and Immunization (GAVI)
yang selalu berulang-ulang dan mendiskusikan diluncurkannya
kurang terkendali. vaksin polivalen (polyvalent
Program vaksinasi pada vaccine) sebagai bentuk vaksin
perikanan budidaya telah terbukti generasi baru yang memberikan
memberi kontribusi yang sangat proteksi terhadap 3-5 jenis penyakit
signifikan terhadap peningkatan sekaligus (David, 2008). Sebagai
produksi perikanan budidaya, contoh pada manusia, vaksin
terutama industri salmon dan trout Tetravalent yang memberikan
di Eropa (Nestor et al., 2006). Saat proteksi terhadap difteri, tetanus,
ini, sedikitnya ada 10 jenis vaksin pertussis dan hepatitis B (DPT-HB)
yang telah dipasarkan secara umum dan vaksin Pentavalent yang terdiri
dan diaplikasikan oleh atas Tetravalent dikombinasi
pembudidaya ikan di Amerika, dengan Haemophilus influenza tipe
Eropa, dan Jepang. Keberhasilan B (DPTHB-Hib). Salah satu vaksin
program vaksinasi tersebut, hal itu polivalen untuk ikan yang sudah
terlihat dari (1) menurunnya tingkat dikaji adalah kombinasi antara
mortalitas ikan budidaya akibat bakteri Vibrio anguillarum dan
infeksi patogen potensial, (2) Pasteurella piscicida untuk ikan
menurunnya penggunaan antibiotik seabass (David, 2008)
pada budidaya ikan, dan (3) Vaksin polivalen merupakan
menurunnya daya resistensi campuran dari dua atau lebih
beberapa jenis patogen terhadap vaksin yang diberikan pada saat dan
antibiotik. lokasi anatomi yang sama. Vaksin
Pengembangan vaksin untuk tidak membunuh patogen, tetapi
ikan umumnya didasarkan pada hanya membantu sistem imun
penggunaan bakteri patogen yang inang untuk proteksi melawan
diinaktivasi, dan sediaan vaksin penyakit menular dan berbahaya
tersebut telah terbukti sangat secara efektif. Jadi, vaksin akan
efektif untuk menginduksi efektif jika inang mempunyai sistem
kekebalan spesifik pada tubuh ikan. imun. Krustase (udang), moluska
Sangat sedikit vaksin komersial (kekerangan), dan tanaman akuatik
untuk penyakit viral pada ikan, dan (rumput laut) tidak dapat
belum ada vaksin untuk penyakit divaksinasi karena tidak
ikan yang disebabkan oleh patogen mempunyai sistem imun spesifik
parasitik. (adaptif).
Sepanjang sejarah manusia dan Pada tahun 1970-an, beredar
hewan, vaksin digunakan untuk vaksin imersi dari kultur cair yang
mencegah penyakit epidemi dan diinaktivasi menggunakan formalin
secara signifikan mengurangi terhadap Vibrio pada ikan salmon.
morbiditas dan mortalitas penyakit Pada awal 1990-an, vaksin injeksi
menular baik pada hewan maupun berisi ajuvan digunakan untuk
manusia. Selama bertahun-tahun proteksi terhadap Aeromonas
organisasi kesehatan dunia, World salmonicida penyebab Furunculosis

68
Prospek vaksin polivalen untuk pencegahan penyakit potensial pada ..... (Angela Mariana Lusiastuti)

pada ikan. Pada tahun yang sama, vaksin antiAeromonas hydrophila


beberapa produsen vaksin ikan dengan nama HydroVac sebagai
dunia sudah mendominasi pasar salah satu produk biologi bagi
seperti Norwegian Pharmaq, Swiss upaya pencegahan penyakit Motile
Novarks Animal Health dan US Aeromonas Septicemia (MAS)
Based Schering Plough Animal akibat infeksi bakteri Aeromonas
Health. Pangsa pasar vaksin ikan hydrophila, yang merupakan salah
dunia terutama untuk industri ikan satu patogen potensial pada semua
salmon, trout, dan catfish; serta jenis ikan budidaya air tawar. Hasil
dalam skala yang lebih kecil untuk kajian laboratoris dan lapang
jenis ikan european seabream, terhadap efikasi vaksin tersebut
seabass, dan tilapia (Nestor et al., diketahui bahwa vaksin HydroVac
2006). mampu menekan tingkat kematian
Peneliti dari ARS Aquatic Animal ikan akibat penyakit MAS antara
Health Research Unit di Auburn, 30%-40% dibandingkan dengan
Alabama telah menemukan dan tanpa aplikasi vaksin yang
mematenkan beberapa jenis vaksin mencapai 60%-70%. Saat ini, vaksin
ikan, dan rata-rata diperlukan tersebut sedang dalam proses
waktu penelitian selama 2-4 tahun pengajuan Hak Kekayaan
untuk menemukan satu jenis Intelektual (HAKI) untuk
vaksin. Sedangkan untuk dapat memperoleh paten. Menyusul
memperoleh vaksin tersebut di kemudian, vaksin anti-
pasaran membutuhkan waktu 5 Streptococcus dan Mycobacterium
tahun kemudian, sehingga untuk yang masih dalam kajian riset
memperpendek waktu tersebut (2009-2014); kedua jenis patogen
peneliti diharapkan dapat bekerja tersebut juga merupakan patogen
sama dengan industri yang dapat utama pada budidaya ikan air
mengembangkan dan menguji tawar.
vaksin tersebut. ARS sudah KEUNGGULAN VAKSIN POLIVALEN
mematenkan modified live vaccine
Beberapa keunggulan dari
terhadap Flavobacterium
vaksin polivalen pada perikanan
columnare. Bakteri ini
budidaya menurut Nestor et al.
menyebabkan penyakit Columnaris,
(2006), antara lain:
penyebab kematian kedua pada
catfish setelah penyakit Enteric 1. Memberikan proteksi lebih
Septicaemia of Catfish (ESC) yang dari satu jenis penyakit
disebabkan oleh bakteri potensial yang disesuaikan
Edwardsiella ictaluri. Vaksin ini dengan jenis inang dan
diharapkan dapat menghemat 100 patogen spesifik, bahkan
juta dolar per tahun untuk terapi, mungkin dapat didasarkan
penggunaan bahan kimia pada kawasan endemik
desinfektan pada air dan penyakit tertentu.
pemberian pakan khusus (Nestor et 2. Mengurangi keterpaparan
al., 2006). terhadap ajuvant yang
Balai Riset Perikanan Budidaya berisiko untuk terjadinya
Air Tawar – Pusat Riset Perikanan nyeri sampai shock pada
Budidaya telah mengembangkan hewan atau manusia, apabila

69
Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun 2009

Gambar 1. Vaksin HydroVac produksi Balai Riset Perikanan Budidaya Air Tawar di Bogor yang diaplikasikan melalui
diberikan melalui injeksi. KEKURANGAN VAKSIN POLIVALEN
Contoh: DTaP, IPV, Hib, Beberapa kekurangan dari
dan/atau HB membutuhkan vaksin polivalen pada perikanan
0,7 mg garam aluminium, budidaya menurut Nestor et al.
sedangkan apabila dalam (2006), antara lain:
bentuk vaksin polivalen DtaP,
1. Dalam proses
IPV, Hib dan HB hanya
pengembangannya perlu
dibutuhkan sebanyak 1,75
chemical trials sehingga
mg garam aluminium.
perlu proses dan waktu yang
3. Mengurangi keterpaparan lebih lama
terhadap preservatif
per oral dan perendaman
thimerosal, yang sejatinya
bersifat toksik terhadap
(kompleksitas proses produksi),
hewan atau manusia,
serta biaya produksi yang tinggi
termasuk ikan.
sehingga harga sediaan vaksin
4. Mengurangi stres pada ikan polivalen tentunya akan lebih
yang hendak divaksin karena mahal dibandingkan sediaan vaksin
dengan sekali aplikasi sudah monovalen.
mampu menginduksi
2. Kondisi yang kompatibel
kekebalan terhadap
secara fisik, kimiawi dan
beberapa jenis penyakit.
biologis perlu
Terlebih lagi pada vaksin
dipertimbangkan antara
yang harus diberikan melalui
komponen aktif, ajuvant, dan
injeksi, maka sediaan vaksin
bahan-bahan penyerta
ini akan mengurangi jumlah
lainnya karena dapat terjadi
injeksi.
inkompatibilitas antar
5. Memperpendek waktu komponen.
kunjungan (visit).
3. Mode of action dari masing-
6. Mengurangi biaya masing antigen penyusun
transportasi dan vaksin polivalen dapat saling
penyimpanan vaksin. mengganggu satu sama lain
(antagonistic) sehingga dapat

70
Prospek vaksin polivalen untuk pencegahan penyakit potensial pada ..... (Angela Mariana Lusiastuti)

mengurangi potensi satu imunogen yang baik bagi tilapia,


atau kedua komponen. tetapi merupakan imunogen
Gangguan bisa bersifat fisik, yang sangat buruk untuk
seperti mencari suhu rainbow trout walaupun jika
maksimum untuk potensi diinjeksikan dengan ajuvan.
optimal dari gabungan Eritrosit kuda adalah imunogen
beberapa komponen, yang baik bagi winter flounder,
gangguan kimiawi seperti tetapi tidak untuk eritrosit
jenis ajuvan, preservatif, domba, walaupun eritrosit
inaktivator atau stabilizers domba adalah imunogen yang
yang berbeda, ataupun dari sangat baik untuk carp;
sifat antigen yang tidak Faktor ke (2) menurut Ellis
stabil. (1988) adalah cara pemberian,
4. Jika terjadi alergi, lebih sulit vaksinasi oral dalam pakan
bagi vaksin polivalen untuk merupakan metode vaksinasi ideal
mengidentifikasi komponen pada ikan. Tetapi beberapa
mana yang merupakan penelitian melaporkan adanya
penyebab utama (spesifik). respons yang buruk dan tidak
konsisten akibat kerusakan antigen
STRATEGI FORMULASI pada saluran cerna. Pendekatan
Faktor-faktor yang berkaitan yang dilakukan untuk melindungi
dengan vaksin menurut Ellis antigen dari proses degradasi
(1988) adalah, (1) dosis antigen, adalah menyelubungi antigen
tingkat produksi antibodi pada dalam liposom atau alginat,
respons imun primer biasanya menetralisasi sekresi asam lambung
berkorelasi dengan dosis atau aplikasi vaksin melalui biofilm.
antigen yang diberikan. Untuk Vaksin secara per oral memerlukan
menginduksi memori, selain antigen dalam jumlah besar dan
dosis juga tergantung kepada proteksi yang ditimbulkannya
kealamiahan antigen; bentuk lemah dan hanya dalam waktu yang
antigen sangatlah penting, singkat. Selain per oral, metode
antigen dari protein soluble vaksinasi yang lain adalah imersi
lebih baik diaplikasikan yang efektif untuk bakteri, lebih
bersamaan dengan ajuvant murah dan mudah dilakukan pada
untuk meningkatkan produksi ikan ukuran kecil. Vaksinasi secara
antibodi. Sebagai contoh, injeksi lebih efektif untuk ikan
bovine serum albumin (BSA) ukuran tertentu dan sulit dilakukan
dalam Complete Freund’s pada benih. Beberapa peneliti
adjuvant akan bersifat melaporkan bahwa injeksi antigen
imunogenik jika diinjeksikan ke IM lebih merangsang terbentuknya
carp, tidak jika diinjeksikan titer antibodi yang tinggi
dalam saline kecuali jika ikan dibandingkan dengan injeksi IP.
tersebut dinjeksi terlebih dahulu Carp yang diinjeksi IM dengan
dengan antigen dalam ajuvan. eritrosit domba menunjukkan
Sifat imunogenisitas antigen adanya memori yang lebih baik
bervariasi antar spesies ikan. dibanding via intravena. Soluble
BSA tanpa ajuvan adalah BSA yang diinjeksi intrakardial pada

71
Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun 2009

carp akan merangsang toleransi UJI POTENSI


terhadap antigen untuk jangka Setiap batch vaksin harus
waktu lebih dari 16 bulan. memenuhi standar minimum uji
Sistem imun mempunyai bagian- potensi untuk persetujuannya
bagian yang terpisah, yaitu sistemik (approval). Ikan divaksinasi dan
dan mukosal. Mukosal dibagi lagi dilakukan uji tantang (imersi atau
menjadi integumentary dan injeksi) dan mortalitasnya
alimentary. Rute stimulasi antigen dibandingkan dengan ikan kontrol
merupakan efek penting di setiap tanpa divaksinasi. Metode yang
bagian tersebut; Keuntungan vaksin dianjurkan adalah menghitung nilai
injeksi yaitu volume yang potensi yang disebut sebagai
dibutuhkan relatif sedikit dan ikan Relative Percent Survival (RPS)
dapat divaksin dengan dosis yang (Sommerset et al., 2005). Selain itu,
tepat; juga dianjurkan untuk
Faktor ke (3) menurut Ellis mengkonfirmasi virulensi melalui
(1988) adalah ajuvan, adalah eksperimen sebelum uji potensi
substansi yang dapat meningkatkan batch, hal ini untuk memastikan
respons imun. Respons imun bahwa kultur master seed baik
humoral, khususnya sel T dapat untuk uji tantang dan produksi
dirangsang dengan pemberian disimpan dengan baik dan sesuai
antigen yang diberi ajuvan. Banyak dengan protokol, serta frekuensi
ajuvan karena bentuk alamiahnya, subkultur telah didefinisikan dan
hanya diaplikasikan melalui injeksi. disetujui dengan benar. Baik
metodologi dan uji batch
Untuk menuju ke strategi
dibutuhkan untuk persetujuan
formulasi, perlu mengidentifikasi
vaksin. Ujiuji yang dilakukan harus
antigen protektif sehingga metode
di audit oleh badan independen
untuk mengoptimalkan ekspresi
untuk memastikan telah dilakukan
antigen dapat dikembangkan. Lebih
Good Laboratory Practice dan
dari satu antigen dapat bersifat
semuanya sudah dicatat pada
protektif, dan beberapa antigen
setiap level prosesing sampai
dapat menstimulasi beberapa
produk akhir (Sommerset et al.,
bagian dari sistem imun yang lebih
2005).
besar dari yang lain sehingga perlu
seleksi strain sebagai kandidat Uji-uji tersebut menurut
vaksin yang akan diberikan secara Sommerset et al. (2005) adalah
oral, imersi atau injeksi karena sebagai berikut:
potensinya bisa berbeda-beda. - Uji Imunogenisitas, uji ini
Determinasi antigen dapat bertujuan membandingkan
menggunakan kombinasi antara gel hasil respons imun dalam
elektroforesis dan teknik blotting. melawan antigen yang diukur
Keputusan awal yang diambil dalam melalui titer antibodi.
pembuatan vaksin berdasarkan Dilakukan dengan cara injeksi
determinasi antigen secara strain vaksin yang diuji,
serologis, komposisi strain dan dengan menggunakan
apakah subtipe antigen berkorelasi pembanding berupa material
secara geografis atau dalam spesies reference dan placebo.
ikan (Pasnik et al,, 2005).

72
Prospek vaksin polivalen untuk pencegahan penyakit potensial pada ..... (Angela Mariana Lusiastuti)

- Uji Potensi, tujuan dari uji ini dosis sedang 30 kali dosis
adalah untuk mengetahui klinis dan dosis tinggi 60 kali
stabilitas vaksin yang telah dosis klinis. Untuk dosis tinggi,
diformulasi dan disimpan total volume dibagi untuk
pada suhu tertentu. Studi diaplikasikan pada kedua sisi
stabilitas dilakukan pada dari hewan coba.
periode waktu 6 bulan, - Clinical Trials, Uji klinis
setelah itu dicek kembali dilakukan dalam dua fase: fase
untuk periode 12 bulan. I adalah evaluasi safety atau
Sampel vaksin dievaluasi reaktogenisitas vaksin dan
dengan parameter fisika, fase II untuk mengetahui
kimia dan biologis. Kisaran imunogenisitas vaksin. Dua
lama studi biasanya adalah 30 aspek dasar yang dievaluasi
bulan. pH, konsentrasi pada fase II dari studi klinis
alumina, thimerosal dan adalah: (1) % seroproteksi
formaldehid dapat diperiksa atau fraksi antibodi yang bisa
karena mempengaruhi memproteksi terhadap
karakteristik organoleptis dari antigen; (2) geometric mean
vaksin. Faktor-faktor tersebut dari titer antibodi setelah
dapat mempengaruhi divaksin.
pembentukan gumpalan
(clots), turbiditas atau PROSPEK VAKSIN PADA IKAN
perubahan pada warna vaksin. Akhir-akhir ini, vaksin untuk
Uji stabilitas pada kurun penyakit bakterial pada ikan
waktu 30 bulan dapat sudah banyak tersedia di dunia.
dilakukan dengan uji sterilitas Vaksin bakterial komersial
untuk mengetahui apakah pertama adalah vaksin terhadap
sistem pengepakan dan Enteric Redmouth Disease (ERM,
mekanisme closing sudah Yersiniosis) dan Vibriosis, yang
cukup aman untuk preservasi diluncurkan di USA pada akhir
produk. 1970-an (Nestor et al., 2006).
- Uji Pre-Klinis, uji ini bertujuan Vaksin ini berdasarkan formulasi
untuk mengetahui inaktivasi sel utuh dan
reaktogenisitas vaksin aplikasinya secara imersi.
polivalen dengan cara Vibriosis terdistribusi secara
inokulasi pada dosis tinggi global pada berbagai spesies
melalui IM lalu diamati selama ikan. Karakterisasi penyebab
14 hari untuk mengetahui Vibriosis, Vibrio anguilarum,
adanya gejala toksisitas atau lebih dari 10 serotipe. Wabah
kematian dari hewan coba. Vibriosis pada salmonid dan
Evaluasi yang dilakukan cold water marine seperti Cod
adalah toksisitas akut dan dan Halibut disebabkan oleh
toleransi lokal. Evaluasi bisa beberapa serotipe yang
juga dengan menggunakan berbeda, sehingga vaksin yang
tiga dosis yaitu dosis rendah didesain untuk salmonid
adalah 15 kali dosis yang otomatis tidak dapat digunakan
digunakan pada studi klinis, untuk

73
Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun 2009

Tabel 1. Penyakit bakterial, viral, dan parasiter pada ikan dan tersedianya vaksin untuk ketiganya
Tersedianya
Jenis penyakit Jenis ikan yang diserang Lokasi kejadian vaksin komersial

Penyakit bakterial:
Salmonid, Cod/Halibut,
Vibriosis (Vibrio spp.) Seabass/Bream,
Amberjack/Yellowtail Global Ada
Furunculosis
Salmonids Eropa/Kanada/USA Ada
(Aeromonas salmonicida )
ERM/Yersiniasis Salmonids Eropa/Kanada/USA Ada
Bacterial Gill Disease
Salmonids, Carp, Ikan air tawar Eropa/Kanada/USA Tidak ada
(Flavobacterium branchiophilum )
Columnaris Channel catfish, salmonids,
USA Ada
(Flavobacterium columnare ) ikan air tawar
Enteric Septicemia of Catfish
Catfish USA Ada
(Edwardsiella ictaluri )
Edwardsiella tarda Catfish Asia Tidak ada
Lactococciasis Rainbow trout,
Eropa, UK, Jepang Ada
(Lactococcus garvieae) Amberjack/Yellowtail
Streptococciasis (S. iniae ) Tilapia Asia Ada
Penyakit viral:
Infectious Pancreatic Necrosis Salmonids Global Ada
Rainbow trout, Turbot,
Viral Haemorrhagic Septicemia Eropa, Asia Tidak ada
Japanese Flounder
Red Sea Bream,
Iridoviral Disease Asia Ada
Amberjack/Yellowtail
Channel Catfish Virus Disease Channel Catfish USA Tidak ada

Penyakit parasiter:
Eropa, Asia,
Amoeba Salmonids USA, Australia Tidak ada
Ichthyobodo spp. Semua spesies Global Tidak ada
White Spot Disease Ikan air tawar Global Tidak ada
Trichodina spp. Semua spesies Global Tidak ada
Gyrodactylus spp. Semua spesies Global Tidak ada
Dactylogyrus spp. Semua spesies Global Tidak ada
Benedinia spp. Semua spesies Asia Tenggara Tidak ada
Caligus Semua spesies Global Tidak ada
Sumber: Sommerset et al., (2005) Vaksin virus pertama
diproduksi oleh Czechoslovakian
spesies marine yang lain. Vaksin Company (Bioveta) pada tahun
polivalen yang berisi E. ictaluri dan 1982 (Ellis, 1988). Vaksin
F. columnare bakterin mempunyai terhadap Carp Rhabdovirus
efektivitas yang rendah dan penyebab Spring Viraemia of
penggunaan isolat live attenuated Carp (SVC), ini terdiri atas dua
merupakan hal yang baru dan strain virus SVC yang diinaktivasi
sangat menjanjikan untuk vaksin dan diemulsikan dalam minyak
polivalen di masa mendatang. serta diaplikasikan melalui
injeksi. Vaksin inactivated

74
Prospek vaksin polivalen untuk pencegahan penyakit potensial pada ..... (Angela Mariana Lusiastuti)

terhadap penyakit pancreas (PD, besar, penggunaan inang alami


disebabkan oleh aquatic sebagai tempat hidup dan
alphavirus) sudah tersedia di perkembangbiakan parasit
Irlandia dan vaksin terhadap menimbulkan berbagai
Infectious Salmon Anemia (ISA, permasalahan. Tabel 1 menyajikan
disebabkan oleh jenis-jenis penyakit pada ikan dan
Orthomyxovirus) juga sudah ada tidaknya vaksin komersial di
tersedia di Canada dan USA, pasaran untuk proteksi terhadap
tetapi tidak di Eropa karena penyakitpenyakit tersebut.
negara tersebut Selama ini, prospek penelitian
memberlakukan legislasi tentang vaksin pada ikan masih
preventif yaitu kebijakan terbuka lebar terutama vaksin
stamping-out (pemusnahan) untuk penyakit parasiter. Peneliti-
(David, 2008). Selama lebih dari peneliti berikut ini melakukan riset
30 tahun, sudah banyak tentang vaksin dan efektivitasnya,
penelitian untuk menciptakan Gilad et al. (2001) melakukan
vaksin yang efektif dengan vaksinasi pada large stock dan
menggunakan pendekatan ternyata tidak dapat mengeliminasi
konvensional yaitu vaksin killed patogen. Vaksinasi memang secara
dan live. Secara studi drastis dapat menurunkan
laboratoris, keduanya mampu mortalitas, tetapi patogen masih
menimbulkan proteksi yang ada atau tertinggal pada ikan dan
baik, tetapi kerugiannya, vaksin lingkungannya. Sebagai
live tidak aman digunakan di konsekuensi adanya tekanan
lapang sedang vaksin selektif yang dipicu oleh vaksinasi
inactivated membutuhkan dosis menyebabkan munculnya serotipe
yang tinggi. Pada saat ini, vaksin lain untuk mengambil alih. Pasnik
DNA merupakan vaksin protektif et al. (2005) telah meneliti
jika digunakan pada dosis kecil efektivitas vaksin S. agalactiae
(< 10 ng pada benih trout) dan menggunakan ECP
efektif sampai dua tahun post- (extracellular product) dan whole
vaksinasi (David, 2008). cell dari S. agalactiae yang
Penyakit parasiter seperti diinaktivasi dengan formalin dan
amoebic gill disease, white spot disimpan pada suhu 4°C selama
disease, whirling disease, satu tahun. Hasil yang diperoleh,
proliferative kidney disease banyak ECP S. agalactiae ternyata tidak
menimbulkan masalah dalam dapat melindungi dan tetap dapat
budidaya ikan, tetapi belum ada menyebabkan morbiditas dan
vaksin komersial yang tersedia mortalitas pada ikan-ikan yang
untuk melawan penyakit-penyakit divaksinasi dengan relative
tersebut. Salah satu penyebabnya percentage survival-nya 29.
adalah, pemanenan parasit yang KESIMPULAN
digunakan untuk vaksin killed dan
Vaksin polivalen sangat
live lebih mahal dibandingkan pada
dibutuhkan karena dapat
virus, karena dibutuhkan populasi
memberikan proteksi terhadap
inang daripada kultur jaringan. Di
lebih dari dua penyakit sekaligus
samping membutuhkan biaya
dan akan mengurangi stres pada

75
Media Akuakultur Volume 4 Nomor 1 Tahun 2009

ikan serta menghemat biaya di Extracelluler Products and


segala bidang. Vaccine Efficacy. Journal of
Pembuatan vaksin polivalen Fish Diseases, 28(4): 205212.
memerlukan kompatibilitas Sommerset, I., B. Krossoy, E.
kondisi fisik, kimia, dan biologis Biering, P. Frost. 2005.
dari komponen aktif vaksin, Vaccines for Fish in
ajuvant, excipients, dan Aquaculture. Expert Rev.
preservatif. Vaccine, 4(1): 89-101.
Pengembangan vaksin
membutuhkan rangkaian
penelitian laboratoris meliputi
uji pre-formulasi, uji stabilitas,
studi toksikologi, dan uji klinis.
DAFTAR ACUAN
Ellis A.E. 1988. Fish Vaccination.
Academic Press. 247 pp.
David, W.S. 2008. Combining
Vaccines: Does It Make Sense
and Does It Work? Vaccine
Evaluation Center UBC,
Vancouver, B.C. Presentation
at 14 Th Child Health
Symposium, March, 12,
2008.
Gilad, B., Zlotkin, A., Hurvits, A.,
Evans, D.L., & Eldar, A. 2001.
Recovery of S. iniae From
Diseased Fish Previously
Vaccinated With A
Streptococcus Vaccine. Appl.
Environ. Microbiol. August
67(8): 3756-3758.
Néstor S.E., Cardoso, D.,
Martínez, E., Herrera, Y.,
Cosme, K., Díaz, P.A., Prieto,
Y.C., Núñez, Z., Izquierdo, M.,
Mayo, O., Pérez, J., &
Hidalgo, L.C. 2006. Trivac HB:
A Cuban Polyvalent Vaccine.
Biotecnología Aplicada,
23(2): 165–170.
Pasnik, D.J., Evans, J.J.,
Panangala, V.S., Klesius, P.H.,
Shelby, R.A., & Shoemaker,
C.A. 2005. Antigenicity of
Streptococcus agalactiae

76