Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Pembangunan Kesehatan secara berkesinambungan telah di mulai sejak


dicanangkan Rencana Pembangunan Lima Tahun pada tahun 1969 yang secara nyata
telah berhasil mengembangkan sumber daya, serta melaksanakan upaya kesehatan yang
berdampak pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Dalam Keputusan Mentri Kesehatan Indonesia No 131/MENKES/SK/II/2004
disebutkan bahwa “ Untuk mengantisipasi berbagai perubahan dan tantangan strategis
baik internal maupun ekternal perlu disusun Sistim Kesehatan ( SKN ) yang dikuatkan
dengan penetapan Surat Keputusan Menteri Kesehatan “. Di dalam SKN disebutkan
bahwa keberhasilan manajemen kesehatan sangat ditentukan antara lain oleh tersedianya
data dan informasi kesehatan, dukungan hukum kesehatan serta administrasi kesehatan.
Lebih lanjut didalam SKN disebutkan bahwa SKN terdiri dari enam subsistem, yakni:
1. Subsistem Upaya Kesehatan.
2. Subsistem Pembiayaan Kesehatan.
3. Subsistem Sumber Daya Manusia Kesehatan.
4. Subsistem Obat dan Perbekalan Kesehatan.
5. Subsistem Pemberdayaan Kesehatan.
6. Subsistem Manajemen Kesehatan.

Dengan berlakunya SKN tersebut dilaksanakan pengumpulan data dan


pengolahan data yang dituangkan dalam sebuah Profil Puskesmas Pasar Usang Tahun
2019. Salah satu sarana yang digunakan untuk melapor hasil pantauan terhadap
pencapaian Kabupaten Sehat, hasil kinerja dan penyelenggaraan pelayanan minimal
adalah Profil kesehatan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Profil kesehatan ini
pada intinya berisi berbagai data/informasi yang menggambarkan tingkat pencapaian
puskesmas sehat dan penyelenggaraan peleyanan kesehatan sesuai dengan SPM bidang
kesehatan.
Untuk mencapai tujuan yang dimaksud, diperlukan berbagai upaya dan aktifitas
kesehatan antara lain dengan pelaksanaan program pelayanan kesehatan masyarakat
yang mencakup upaya pencegahan penyakit, meningkatkan kesehatan ibu dan balita,
penyuluhan kesehatan, perbaikan gizi masyarakat dengan tujuan utama menurunkan
angka kematian bayi sebagai salah satu indikator derajat kesehatan/ kesejahteraan
masyarakat.

1
Untuk mengetahui secara menyeluruh gambaran tentang situasi kesehatan
khususnya Puskesmas Pasar Usang, maka saat ini dibuat profil kesehatan.Profil
kesehatan ini bertujuan agar terlihatnya gambaran kesehatan menyeluruh di Puskesmas
Pasar Usang untuk meningkatkan manajemen kesehatan mulai dari perencanaan,
pelaksanan maupun pengawasan secara berhasil guna.

1.2 Visi dan Misi


Profil Kesehatan Puskesmas Pasar Usang Tahun 2019 merupakan hasil dari
pencapaian program Padang Pariaman dan salah satu media untuk mengevaluasi
pelaksanaan program pembangunan dan monitoring pencapaian Visi dan Misi kesehatan
Puskesmas Pasar Usang serta dapat digunakan untuk evaluasi kinerja sekaligus untuk
perbaikan masa berikutnya.

Visi : “ Mewujudkan masyarakat di Wilayah kerja UPT Puskesmas Pasar Usang yang
berbudaya hidup sehat secara Mandiri “
Misi : 1. Mendorong masyarakat untuk selalu berperilaku hidup bersih dan sehat
2. Mendorong kemandirian masyarakat untuk hidup sehat melalui kegiatan
korong siaga
3. Meningkatkan kerjasama antar lintas sektor, lintas program dan peran serta
mayarakat dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal
4. Meningkatkan kwalitas pelayanan dan program sesuai standar mutu Akreditasi
Puskesmas

Dalam rangka mencapai Visi dan Misi tersebut diatas maka Program kesehatan
Puskesmas Pasar Usang tidak saja bertujuan untuk menyehatkan penduduk yang
menderita suatu penyakit namun juga mempertahankan kelompok penduduk yang sehat
agar tetap hidup sehat. Berbagai terobosan telah dilakukan dalam meningkatkan upaya
pembangunan kesehatan secara berhasil guna dan berdaya guna, sehingga dapat
menjangkau semua lapisan masyarakat, meningkatkan kwalitas sumber daya,
pembenahan peralatan obat – obatan serta memperbaiki penampilan puskesmas dan unit
pelayanan kesehatan yang diperuntukan kepada masyarakat.

1.3 Tujuan Penulisan

1. Untuk mendorong dan memotivasi Puskesmas Pasar Usang dalam upaya


meningkatkan kinerja dan mengevaluasi hasil kegiatan yang telah dilaksanakan .

2
BAB II
ANALISA SITUASI PUSKESMAS PASAR USANG

2.1 Geografis
Puskesmas Pasar Usang merupakan salah satu dari 25 puskesmas yang ada di
wilayah kerja Dinas Kesehatan Kabupaten Padang Pariaman yang berlokasi di
Kecamatan Batang Anai. Puskesmas Pasar Usang terletak di Nagari Sungai Buluh
Korong Pasar Usang dengan luas wilayah daerah 110,69 km, Puskesmas Pasar Usang
merupakan salah satu dari dua Puskesmas di Kecamatan Batang Anai di mana wilayah
Puskesmas Pasar Usang terdiri dari 7 kenagarian dan 44 korong. Pada umumnya
keseluruhan wilayah kerja dapat dijangkau dengan alat transportasi roda dua dan roda
empat.
1. Batas – batas wilayah kerja Puskesmas Pasar Usang adalah sebagai
berikut:
 Sebelah Utara berbatas dengan Kecamatan Lubuk Alung.
 Sebelah Selatan berbatas dengan Kota Padang.
 Sebelah Timur berbatas dengan Kabupaten Solok.
 Sebelah Barat berbatas dengan Kecamatan Nan Sabaris

2.2 Keadaan Penduduk


Kondisi kependudukan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Usang
dapat dilihat dari data sebagai berikut :
a. Penduduk : 33.335 jiwa
b. Masyarakat miskin : 1378 jiwa

3
c. Jumlah anak Balita : 2465 orang
d. Jumlah Bayi : 614
e. Jumlah PUS : 5167
f. Jumlah WUS : 8003
g. Jumlah Bumil : 749 Orang
h. Jumlah Bufas : 678 Orang
i. Jumlah Busui : 678 orang
j. Lansia Resti : 2306 orang
k. Usila :3169 orang
l. Usia Produktif :

2.3 Mata Pencarian


a. Petani : 52 %
b. Dagang : 18 %
c. Industri ; 16 %
d. Lain-lain : 14 %

2.4 Fasilitas Pendidikan


Jumlah sarana pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Pasar Usang
adalah sebagai berikut;
a. Paud : 8 buah
b. TK : 9 buah
c. SD : 21 buah
d. SLTP : 3 buah
e. SLTA : 4 buah

2.5 Data Sarana Kesehatan


Di wilayah kerja Puskesmas Pasar Usang terdapat sarana/prasarana
kesehatan sebagi berikut :

Data Sarana Kesehatan Puskesmas Pasr Usang


Tahun 2018

No Jenis Sarana Jumlah


1 Puskesmas + Rawat Inap 1 buah
2 Pustu 5 buah
3 Polindes 9 buah
4 Poskesri 3 buah
5 Apotik/Toko Obat 3 buah
6 Praktek Dokter Umum 3 buah
7 Prakterk Bidan 5 buah
8 Klinik Bersalin 2 buah
9 Posyandu Balita 41 buah
10 Posyandu Lansia 8 buah
11 Posyandu Remaja 2 buah
12 Puskel 2 buah

4
13 Kendaraan roda dua 2 buah
14 Klinik Kb 1 buah
15 Poskestren 1 buah
16 Posbindu 5 buah

2.6 Data Ketenagaan

Tenaga Kesehatan di Puskesmas Pasar Usang

No Jenis Kegiatan Jumlah Keterangan


1 Dokter Umum 1 PNS
2 Dokter Gigi 1 PNS
3 Sarjana Kes Masyarakat - -
4 Bidan D1 3 PNS
5 Bidan D3 27 / 1 PNS / PTT
6 D3 Keperawatan 7 PNS
7 Perawat ( SPK ) 1 PNS
8 Sarjana Keperawatan 2 PNS
9 Perawat Gigi 1 PNS
10 Nutrisionist 1 PNS
11 Analisis Laboratium 1 PNS
12 Asisten apoteker D3 2 PNS
13 Sanitarian - -
14 Prakaraya 1 PNS
15 K3 1 -
16 Saptam 1 PNS
17 Sopir 1 -
18 Pramusaji - -
19 Pengelola Apotik 1 PNS

Dari data tenaga kesehatan tersebut diatas dapat secara umum jumlah tenaga
kesehatan sudah mencukupi.

BAB III
SITUASI UPAYA KESEHATAN

Dalam rangka meningkatkann derajat kesehatan masyarakat, maka


Puskesmas Pasar Usang telah melakukan upaya pelayanan kesehatan masyarakat.
Berikut diuraikan gambaran pelayanan pada Puskesmas Pasar Usang.

3.1 Pelayanan kesehatan dasar

Upaya pelayanan kesehatan dasar merupakan langkah awal yang sangat penting
dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat. Berbagai pelayanan
kesehatan dasar yang dilakukan adalah :

5
3.1.1 Pelayanan Kesehatan Ibu dan Anak

Kegiatan kesehatan Ibu dan Anak ( KIA )

Melaksanakan program KIA dan kebijakan yang ditetapkan Dinas Kesehatan


Kabupaten Padang Pariaman.

1. Melaksanakan kegiatan lintas program dan lintas sektor :


 Integrasi KIA Gizi
Setiap Ibu hamil K1 dan setiap ibu hamil, ibu nifas dan ibu menyusui
yang HB < 11 gr % ATAU KEK dikonsutasikan ke bagian gizi untuk di
beri penyuluhan gizi termasuk kasus bayi dan anak yang mengalami
gangguan pertumbuhan.
 Integrasi KIA dan KB
Setiap ibu pasca melahirkan atau ibu nifas dikonsultasikan ke ruang KB
untuk mendapatkan pelayanan KB.
 Integrasi KIA dan Laboratorium
Ibu hamil K1 dan K4 dirujuk ke laboratarium untuk diperiksa HB,
Protein Urine, Golongan Darah dan reduksi.
 Intergrasi KIA dan Immunisasi
Pemberian immunisasi TT pada bumil dan pemberian immunisasi pada
bayi.
 Integrasi KIA dan Kesling
Setiap anak yang ditemui diare dan penyakit berbasis lingkungan lainnya
dikonsultasikan pada klinik sanitasi.
2. Melakukan kegiatan deteksi tumbuh kembang balita dan anak pra sekolah
3. Melaksanakan Program MTBM dan MTBS
4. Pemantauan ASI Eklusif
5. Melakukan kelas bumil di Puskesmas Pembantu dan Polindes.

3.2. Kegiatan Inovasi KIA


1. Pengembangan Puskesmas Pasar Usang menjadi puskesmas Sayang Ibu dan
Bayi.
 Menggencarkan penyuluhan tentang P4K
 Mendahulukan pelayanan terhadap ibu hamil
 Adanya data lengkap ibu hamil Puskesmas Pasar Usang
 Pemetaan ibu hamil membuat data base ibu hamil dengan membuat
nomor induk ibu hamil.
 Melakukan konseling terhadap calon pengantin, bumil dan ibu nifas.
 Menjalankan pelayanan kebidanan dengan menjalankan 24 standar
pelayanan kebidanan.

6
 Melakukan pelayanan integrasi dengan poli gigi, Klinik Gizi,
Laboratorim, Kb, dan Kesling.
 Melakukan Gerakan Sayang Ibu
 Mengadsakan Pojok Laktasi.
3.2.1. Kegiatan Keluarga Bencana
Kegiatan ini meliputi :
1. Pelayanan Akseptor Baru
2. Pelayanan Akseptor Aktif
3. Konseling Keluaraga Berencana.
4. Penyuluahan Kb
5. Penyuluhan Kesehatan Reproduksi Remajadi sekolah dan di Posyandu
Remaja.
6. Pelayanan Kontap di rawat Inap bekerja sama dengan BKKBN.
3.2.2. Kegiatan Lanjut Usia
Kegiatan yang dilakukan bagi lanjut usia yang ada di wilayah kerja Puskesmas
Pasar Usang adalah :
1. Pembinaan melalui Posyandu Lansia.
2. Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Posyandu.
3. Pemeriksaan Kesehatan Lansia di Puskesmas.
4. Kegiatan Majelis Taklim
5. Senam Lansia.
3.3. Keadaan Lingkungan
Kegiatan Kesehatan Lingkungan
Kegiatan kesehatan lingkungan adalah salah satu kegiatan dari 6 ( enam )
program pokok puskesmas yang sudah dilaksanakan secara rutin dan
berkelanjutan yang bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.

Pelaksanaan kegiatan kesehatan lingkungan yang dilaksanakan di Puskesmas


Pasar Usang terdiri dari :
a) Mengumpulkan data sarana kesehatan lingkungan
Data dasar kesehatan lingkungan dari data masing – masing
korong didapat data kantor, kantor wali korong, bidan desa dan kader.
b) Melakukan Pengawasan Penyehatan Lingkungan Pemukiman
Pengawasan penyehatan lingkungan pemukiman merupakan
kegiatan untuk memonitor pemukiman dengan mempertahankan aspek
ekonomi dan sosial budaya dengan tidak mengorbankan fungsi
ekosistem, seperti hilangnya kesuburan tanah, pengendalian banjir,
pemasukan air baku untuk air minum, serta perubahan mikro dan makro
serta perubahan flora dan fauna. Pengawasan Penyehatan Lingkungan

7
Pemukiman dilakukan petugas kesehatan lingkungan bersama kader
kesehatan lingkungan dengan menggunakan metode penyuluhan dan juga
kartu rumah antara lain : luas lubang ventilasi, lantai rumah bukan dari
tanah, kebersihan ternak dan kandang, kerapian pekarangan rumah,
penghijauan atau pemanfaatan pekarangan rumah dan lain-lain.
c) Pembuangan Sampah
Pembuangan sampah bertujuan: tersedianya fasilitas pembuangan
sampah yang sehat dan memuaskan,tidak menimbulakan saranag lalat,
nyamuk, dan tikus, serta tidak memberi pandangan tidak sedap bagi
kelompok masyarakat atau masing-masing rumah tangga terpelihara dan
digunakan sehari-hari dengan baik.
Kegiatan yang dilakukan adalah pemeriksan tempat sampah,
penyuluhan serta pemberian saran untuk memperbaiki kekurangan yang
ada.
Di kecamatan Batang Anai terdapat pengolahan sampah organik
menjadi pupuk organik yang telah diguanakn oleh kelompok tani sebagai
pupuk, terutama di kenagarian Sungai Buluh menggunakan pupuk
organik.
d) Penyehatan Air Buangan/Limbah (SPAL)
Penyehatan air buangan bertujuan : meningkatakan pengetahuan,
kesadaran, dan kemampuan masyarakat untuk mengelola air
buangan,agar tidak mencemari sumber air dan tidak menimbulkan
masalah bagi masyarakat dan lingkungannya.
Saran kegiatan yang dilakukan : penyehatan limbah rumah tangga
dan limbah air hujan. Kegiatan berupapemeriksaan dan penyuluhan.

e) Ispeksi Sanitasi Sarana Air Bersih


Inspeksi sanitasi air bersih dilakukan oleh petugas kesehatan
lingkungan sekaligus dengan pengambilan sampel air untuk memeriksa ,
bakteriologis dan kimia.
Inspeksi sanitasi airbersih lebih diarahkan pada kondisi fisik
sarana air barsih yang diamati.
f) Program Penyehatan Air Minum dan Sanitasi Berbaisis
Masyarakat/PANSIMAS
Program Penyehatan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat
( PANSIMAS) merupakan proyek kerja sama antara Bank Dunia dan
Pemerintah Indoensia yaitu gabungan Departemen Dalam Negri, PU,
DAN Depatemen Kesehatan.

8
Peran kesehatan dalam Program PANSIMAS adalah pada
komponen II, yaitu melaksanakan kegiatan:
a. Pengambilan sampel air dari sumber air bersih yang akan
digunakan dan kalau tidak memmenuhi syarat sebagai sumber
air bersih, maka sumebr air tersebut dibatalkan dan diganti
dengan sumber air yang lain.
b. Pembentukan Lembaga Kerja Masyarakat (LKM) bersama
Consltan Fasilitator (CF), Wali Nagari, Wali Korong, dan
Tokoh Masyarakat.
g) Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Di wilayah kerja Puskesmas Pasar Usang kesadaran
menggunakan jamban bersih masih kurang dikarenakan kondisi
lingkungan wilayah Puskesmas Pasar Usang banyak terdapat banda/kali
dan kolam. Banda /kali digunakan untuk pengairan sawah dan kolam
untuk ikan.
Untuk mengatasi maslah jamban petugas kesling berupaya merubah
kebiasaan masyarakat dengan melaksanakan program Sanitasi Total
Berbasis Masyarakat atau lebih dikenal dengan Community Lead Total
Suitation (CLTS).
Di Puskesmas Pasar Usang program CLTS telah diterapkan pada
4 korong yaitu:
1. Korong Tanjung Basung II Nagari Sungai Buluh Barat.
2. Korong Balai Satu Nagari Buayan.
3. Korong Kabun Nagari Sungai Buluh Selatan
4. Korong Palapa Nagari Sungai Buluh Selatan

Pelaksanaan program CLTS meliputi :

1. Kegiatan perubahan prilaku Buang Air Besar Sembarangan


(BABS)
2. Kegiatan Prilaku Cuci Tangan Pakai Sabun (CTPS)
3. Kegiatan prilaku perubahan pengelolaan sampah dan limbah
rumah tangga
4. Kegiatan penyuluhan Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
5. Kegiatan penyuluhan dan demo gosok gigi dan cuci tangan
dengan sabun di sekolah.
h) Kegiatan Pengawasan Tempat – Tempat Umum

9
Kegiatan pengawasan tempat – tempat umum adlah kegiatan rutin
yang dilakukan oleh petugas kesling. Setiap tempat – tempat umum yang
diawasi dan dieperiksa dngan menggunakan alat media komputer.
Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut jika tidak memenuhi
syarat maka petugas akan melakukan penyuluhan dan bimbingan ke
tempat – tempat umum tersebut dengan melibatkan perangkat korong dan
wali nagari setempat.
i) Kegiatan Tempat Pengelohan Makanan
Kegiatan Pengawasan Tempat Pengolahan Makanan dilakukan
oleh petugas kesehatan lingkungan. Aspek yang periksa petugas antara
lain:
1. Kebersihan Lingkungan
2. Tempat penyimpanan makanan baik yang mentah maupun yang
sudah jadi.
3. Selanjutnya pemeriksaan apakah ditemukan binatang vektor
pembawa penyakit, limbah, jamban, sumber air bersih, dan
pengawasan hygiene pengolah makanan termasuk kebersihan
karyawannya.

Berdasarkan hasil pemeriksan petugas, jika ada aspek yang tidak


memenuhi syarat maka petugas akan memberikan penyuluhan dan
bimbingan kepada pemilik. Jika hal tersebut masih berlanjut, maka
petugas kesling membicarakannya pada wali korog/Nagari stempat
apa tindakan selanjutanya yang ahrus dilakukan terhadap tempat
pengolahan makanan tersebut.

Dengan adanya pengawasan ini diharapka masyarakat korong/nagari


sebagai konsumen dari sararna tersebut tidak mengalami penyakit
akibat pengolahan makanan yang idak memenuhi sayarat kesehatan.

j) Pengawasan Peptisida
Dengan masih banyaknya wilayah pertanian di wilayah kerja
Puskesmas Pasar Usang maka seacara otomatis banyak pula toko tempat
menjual segala kebutuhan dibidang pertanian maka dari itu dilakukanlah
pengawasan tentang segala sesuatu yang berhubungan dengan pertanian
perlu di pantau oleh petugas kesling.
k) Penyelenggaraan Klinik Sanitasi
Fungsi penyelenggraan klinik sanitasi adalah untuk menerima
rujukan pasien dengan berbagai macam penyakit yang berbasis

10
lingkungan baik itu dari puskesmas/BP ataupun rujukan dari para bidan
desa/pustu.
l) Pemeriksaan Bangunan Bebas Jentik
Pemeriksaan bangunan bebas jentik dilakukan dengan bekerja
sama dengan para bidan desa/pustu, kader, wali korong/nagari dan
dilakukan bersama dengan petugas kesling. Yang dilakukan untuk
mengantisifasi penyakit DBD.

3.4. Program Pemberantasan Penyakit Menular

A. Pemberantasan Penyakit Menular TB Paru

Masih kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat dalam


pengambilan sputum serta kurangnya motivasi petugas dalam
memberikan keterangan kepada pasien dalam pengambilan sputum yang
baik dan benar sehingga suspek yang ditemukan kurang sehingga tidak
tercapai apa yang diharapkan dan pemutusan mata rantai penyakit
semakin meningkat. Dengan kekurangan yang ada maka pihak
puskesmas mengambil langkah sebagai berikut :

1. Menigkatkan pengetahuan para petugas di lapangan terutama para


bidan desa dan pustu
2. Melibatkan lintas sektoral
3. Melaksanakan jemput bola
B. Pemberantasan Penyakit DBD
Masih ditemuinya kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Pasar Usang
sebanyak 7 kasus yang berada pada Nagari Sei Buluh tepatnya di korong Palapa
yang dikarenakan daerah tersebut merupakan daerah transit atau banyak
penduduk pendatang yang berasal daerah lain yang berkemungkinan pembawa
vektor penyakit DBD dan juga adanya pengolahan vulkanisir ban yang
menjadikan daerah itu sarang nyamuk.
C. Pemeriksaan Penyakit Diare
Penanganan penyakit diare di wilayah kerja puskesmas Pasar Usang
sudah teratasi dengan sama antara para petugas, bidan desa, pustu dan petugas
sanitasi serta juga peran serta lintas sektoral yang baik.
D. Pemeriksan Penyakit Ispa
Penanganan penyakit ISPA/Pnemonia yang ditemui sudah ditangani
dengan baik dengan cara dirujuk ke faskes yang lebih lanjut. Serta sama para
petugas yang baik dari Puskesmas Induk, bidan desa serta para petugas pustu
yang merujuk pasiennya ke puskesmas.
E. Pelayanan Immunisasi / Penyakit Menular yang dicegah dengan immunisasi
(PD3I)
PD3I merupakan penyakit yang diharapkan diberantas/ditekan dengan
pelaksanaan program immunisasi. Dari seluruh program immunisasi Puskesmas

11
Pasar Usang sudah banyak yang UCI tapi masih ada 1 program yang masih
belum tercapai yaitu HB -1 24 jam itu dikarenakan pencatatan para petugas yang
masih belum maksimal/ ada dilaksanakan oleh bides, pustu, BPS tapi tidak
diiringi dengan pencatatan dan pelaporan yang baik.
Dengan pencapian immunisai HB-1 24 jam yang masih kurang maka
pihak Puskesmas Pasar Usang mengambil tindakan sebagai berikut :
1. Peningkatkan pengetahuan para petugas dilapangan tentang pentingnya
pencacatan dan pelaporan dari segala sesuatu yang dikerjakan termasuk
pencacatan dan pelaporan dibidang program immunisasi .
2. Diharapkan para bidan desa dan pustu untuk memantau program
immunisasi yang dilakukan oleh BPS/Klinik yang ada di wilayah
kerjanya.

4.5 Pemberdayaan UKM

Pemberdayaan Usaha Kesehatan Masyarakat adalah upaya kesehatan


yang melibatkan masyarakat seperti posyandu, kader aktif, desa siaga, peran
toma, serta peran lintas sektoral. Posyandu di wilayah kerja puskesmas Pasar
Usang sebanyak 41 posyandu . Dari 41 posyandu hanya 23 posyandu yang
mencapai strata purnama dan mandiri. Titik permasalahan strata posyandu
adalah karena masih banyaknya gedung posyandu yang menumpang serta dana
sehat yang masih terbatas.

Dengan masih banyaknya posyandu yang tidak mandiri maka pihak


puskesmas melakukan tindakan sebagai berikut :

1. Melakukan kerja sama lintas sektoral yang lebih baik


2. Diharapkan para petugas dan pendamping posyandu untuk lebih bekerja
keras dalam penerapan tingkat kemandirian posyandu dengan sistim 5
meja.
3. Diharapkan pencacatan dan pelaporan posyandu yang lebih akurat/baik.

3.6 Upaya Kesehatan Pengembangan

Usaha kesehatan pengembangan di puskesmas Pasar Usang terdiri dari


bermacam program diantaranya adalah:

1. Usaha Kesehatan Sekolah (UKS)


Kegiatan UKS berupa :
 Penjaringan siswa kelas 1
 Cakupan sekolah yang memiliki ruang UKS
 Cakupan sekolah yang melaksanakan kegiatan UKS

12
 Cakupan guru yang mendapatkan pelatihan UKS
 Cakupan pembinaan UKS
 Cakupan sekolah yang mempunyai UKS Kit
 Cakupan dokter kecil
2. Pelaksanaan Kesehatan Masyarakat
Upaya yang dilakukan puskesmas Pasar Usang dalam program Pelaksanaan
Kesehatan Masyarakat meliputi :
 Cakupan perkesmas pada keluarga rawan dengan bumil resti
 Cakupan perkesmas pada keluarga rawan dengan bayi resti
 Cakupan perkesmas pada keluarga rawan dengan balita resti
 Cakupan perkesmas pada keluarga rawan dengan usia lanjut
 Cakupan perkesmas pada keluarga rawan dengan penyakit kronis
 Cakupan perkesmas pada keluarga rawan dengan tindak lanjut
 Cakupan perkesmas pada Keluarga rawan dengan gangguan jiwa
3. Pelayanan Kesehatan Gigi
Uapaya yang dilakukan puskesmas Pasar Usang dalam pelayanan kesehatan gigi
salah sebagai berikut :
 Kunjungan rawat jalan pasien gigi
 Cakupan Apras
 Cakupan Ibu Hamil
 Cakupan TK UKGS
 Rasio tambal cabut
 Rujukan gigi
 Cakupan pelayanan kesehatan gigi
4. Pelayanan Kesehatan Jiwa
Upaya yang di lakukan puskesmas Pasar Usang dalam pelayanan jiwa
yaitu pengobatan,rehabilitasi dan konsultasi yang disertai juga dengan
kunjungan rumah bagi penderita pasien gangguan jiwa.

5. Pelayanan Kesehatan Mata


Upaya pelayanan kesehatan mata yang ada di puskesmas Pasar Usang
adalah:
 Cakupan anak sekolah yang diskrining
 Cakupan anak sekolah yang dirujuk
 Cakupan skrining penderita katarak

3.7 Usaha Kesehatan Penunjang

1) Laboratorium rawat jalan dan rawat inap

13
2) Pelayanan Pengobatan

3.8 Kegiatan Inovasi Puskesmas

a. IGD 24 jam
b. POSBINDU
c. Klinik PTM
d. POSKESTREN
e. Badan Penyantun Puskesmas
f. Klinik Gizi
g. Klinik Sanitasi
h. Unit Rawatan
i. Poned.
j. PSC 119
k. Korong ODF

BAB IV

UPAYA KESEHATAN DALAM GEDUNG DAN LUAR GEDUNG

JUMLH KUNJUNGAN PELAYANA KESEHATAN TAHUN 2018

NO BULAN JENIS PELAYANAN JUMLAH

BPJS UMUM

14
1 JANUARI 2178 4814 7090

2 FEBRUARI 1240 3544 4984

3 MARET 1339 3464 5132

4 APRIL 1668 3348 5372

5 MEI 2062 3423 5656

6 JUNI 2324 3546 5954

7 JULI 1608 3591 5793

8 AGUSTUS 2018 4307 6576

9 SEPTEMBER 2547 4144 6910

10 OKTOBER 2431 4206 7195

11 NOVEMBER 1986 2282 4295

12 DESEMBER 2150 4666 7230

TOTAL 23551 45355 72187

Jumlah kunjungan di Puskesmas Pasar Usang pada tahun 2018 sebanyak. 72.187 pasien
/Orang. Trend kunjungan pasien rawat jalan selama tahun 2017 senantiasa mengalami
peningkatan. Hal ini menunjukan semangkin meningkatnya tingkat kepercayaan
masyarakat pengguna pelayanan di Puskesmas.

15
BAB V
SUMBER DAYA KESEHATAN

Gambaran mengenai sumber daya kesehatan dikelompokan dalam sajian data


dan informasi mengenai saran dan tenaga kesehatan.

4.1 Sarana Kesehatan

Jumlah dan Jenis Sarana Puskesmas Pasar Usang Tahun 2018

No Jenis Sarana Jumlah


1 Puskesmas + Rawat Inap 1 buah
2 Pustu 5 buah
3 Polindes 9 buah
4 Poskesri 3 buah
5 Apotik/Toko Obat 3 buah
6 Praktek Dokter Umum 3 buah
7 Prakterk Bidan 5 buah
8 Klinik Bersalin 2 buah
9 Posyandu Balita 41 buah
10 Posyandu Lansia 8 buah
11 Posyandu Remaja 2 buah
12 Puskel 2 buah
13 Kendaraan roda dua 2 buah
14 Klinik Kb 1 buah
15 Poskestren 1 buah
16 Posbindu 3 buah

4.2 Data Tenaga Kesehatan

Tenaga Kesehatan Puskesmas Pasar Usang Tahun 2018

No Jenis Kegiatan Jumlah Keterangan


1 Dokter Umum 1 PNS (Kepala
Puskesmas)
2 Dokter Gigi 1 PNS
3 Sarjana Kes Masyarakat - -
4 Bidan D1 3 PNS
5 Bidan D3 28/1 PNS/PTT
6 D3 Keperawatan 6 PNS
7 Perawat ( SPK ) 1 PNS
8 Sarjana Keperawatan 2 PNS
9 Perawat Gigi 1 PNS
10 Nutrisionist 1 PNS
11 Analisis Laboratium 1 PNS
12 Asisten apoteker D3 3 PNS
13 Sanitarian - -
14 Prakaraya 1 PNS
15 K3 1 -
16 Saptam 1 PNS
17 Sopir 1 -
18 Pramusaji - -
19 Pengelola Apotik 1 PNS

16
4.3 Sumber Dana Puskesmaas

Sumber dana puskesmas berasal dari dana APBD kabupaten Padang Pariaman
dan dana BPJS.

17
BAB VI

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN
 Pencacatan dan pelaporan merupakan sumber informasi yang sangat
dibutuhkan oleh pimpinan Puskesmas dalam melaksanakan manajemen
Puskesmas yang baik.
 Informasi dan data yang akurat serta berkualitas sangat diperlukan
seabagai masukan dalam mengambil keputusan.
 Profil kesehatan merupakan gambaran secara garis besar tentang
seberapa jauh keadaan kesehatan masyarakat yang telah tercapai.
5.2 SARAN
 Pencatan dan pelaporan/pengumpulan data masih dirasakan sulit,
berdampak pada kualitas data yang disajikan dalam profil belum sesuai
dengan harapan
 Perlu adanya perbaikan dalam mekanisme pengumpulan data dan
informasi agar data yang lebih akurat.

18