Anda di halaman 1dari 92

Fundamental Hydraulic

Buku Panduan Siswa


Modul Teknisi Layanan Caterpillar
APLTCL025

FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Diterbitkan oleh Asia Pacific Learning


1 Caterpillar Drive
Tullamarine Victoria Australia 3043

Versi 3.2, 2003

Hak Cipta © 2003 Caterpillar of Australia Pty Ltd Melbourne, Australia

Hak cipta dilindungi undang-undang. Reproduksi setiap bagian buku ini tanpa izin dari pemilik
hak cipta adalah melanggar hukum. Permintaan izin atau informasi lebih lanjut harus
ditujukan kepada Manager, Asia Pacific Learning, Australia.

Material subyek ini diterbitkan oleh Caterpillar of Australia Pty Ltd dengan pemahaman
bahwa:

1. Caterpillar of Australia Pty, Ltd, para pejabat, penulis, atau pihak-pihak lain yang terlibat
dalam persiapan publikasi ini tidak memiliki tanggung jawab kontraktual, tidak langsung,
atau bentuk tanggung jawab lain terhadap pihak mana pun (pembeli dari terbitan ini atau
bukan) dalam hal penerbitan atau konsekuensi yang ditimbulkan atas penggunaannya,
termasuk semua penghapusan seluruh atau bagian apa pun dari isi terbitan ini yang
dibuat oleh siapa pun yang dipercayakan.

2. Caterpillar of Australia Pty, Ltd tidak bertanggung jawab terhadap setiap orang atas apa
pun dan konsekuensi dari apa pun yang sudah dilakukan atau akan dilakukan oleh
seseorang yang mengandalkan, baik seluruh maupun sebagian, pada seluruh atau salah
satu bagian dari isi bahan subyek ini.

Ucapan Terima Kasih


Ucapan terima kasih khusus kepada Keluarga Caterpillar atas kontribusi mereka dalam
meninjau kurikulum untuk program ini, khususnya:

1. Insinyur dan instruktur Caterpillar


2. Insinyur dan instruktur dealer
3. Institusi Caterpillar
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

PENGENALAN MODUL
Judul Modul
Hidrolik Fundamental

Penjelasan tentang Modul


Modul ini mencakup pengetahuan dan keterampilan tentang Dasar-dasar Hidrolik. Dengan
selesainya modul ini, diharapkan siswa mampu melakukan melaksanakan tugas dan
perbaikan secara kompeten atas komponen-komponen hidrolik dasar.

Prasyarat
Modul-modul berikut harus diselesiakan terlebih dahulu sebelum penyampaian modul ini:
 Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3)
 Dasar-dasar Mekanika (Mechanical Principles)

Pembelajaran & Pengembangan


Penyampaian modul yang lengkap ini juga membutuhkan pengunaan Buku Kegiatan Kerja
Dasar-Dasar Hidrolik. Tersampaikannya materi kurikulum dengan baik akan memberi
pengetahuan bagi penilaian kompetensi, pada hasil pembelajaran yang lebih lanjut, oleh
Penguji di Tempat Kerja yang Terakreditasi.

Referensi yang disarankan


 Tidak ada referensi yang disarankan

Metode Penilaian
Ruang Kelas dan Bengkel
Seiring dengan diselesaikannya modul ini, maka siswa diharapkan mampu menunjukkan
kompetensinya dalam segala hasil pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan dan penilaian
akan mengukur segala ketentuan dalam modul yang sekiranya diperlukan.

Untuk modul ini, siswa diharapkan untuk dapat berpartisipasi dalam ruang kelas dan kegiatan
praktek di bengkel dan secara meyakinkan menyelesaikan hal-hal berikut:

 Buku Kegiatan Kerja


 Penilaian Pengetahuan
 Kegiatan Praktek

Tempat Kerja
Untuk menunjukkan kompetensinya terhadap penguasaan modul ini, maka siswa diharapkan
untuk dapat menyelesaikan penilaian di tempat kerja dengan memuaskan.

APLTCL025 i
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

ii APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMNETAL HYDRAULIC

PENILAIAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN


Hasil Pembelajaran 1: Menjelaskan tentang dasar-dasar hidrolik
Kriteria Penilaian
1.1. Menjelaskan tentang hidrodinamika dan hidrostatik dalam
kaitannya dengan sistem hidrolik
1.1.1 Penerapan dasar-dasar energi
1.2. Menjelaskan tentang aspek fisik dari gas
1.2.1 Gas dapat dikompresi
1.3. Menjelaskan tentang sifat-sifat fluida
1.3.1 Fluida tidak dapat dimampatkan
1.3.2 Fluida menyesuaikan dengan bentuk wadahnya
1.3.3 Fluida menyalurkan pressure ke segala arah
1.3.4 Tujuan penggunaan fluida dalam sistem hidrolik
1.4. Menjelaskan tentang Hukum Pascal dan bagaimana gaya
hidrolik dimanfaatkan untuk kepentingan di bidang
mekanika.
1.4.1 Hukum Pascal
1.4.2 Power fluida
1.4.2.1 Penyaluran gaya / force
1.4.2.2 Gaya / force yang disalurkan melalui
fluida
1.5. Menjelaskan tentang dasar-dasar cara kerja, aliran dan
tekanan, penyaluran energi dan power / tenaga.
1.5.1 Berat Fluida
1.5.2 Tekanan Atmosfer
1.5.3 Tekanan Barometrik
1.5.4 Cara Kerja
1.5.5 Flow / aliran
1.5.5.1 Apa yang dimaksud dengan aliran
1.5.5.2 Aliran Laminar
1.5.5.3 Aliran Turbulen
1.5.5.4 Aliran yang melalui sebuah orifice
1.5.6 Penyaluran energy
1.5.6.1 Hukum Bernoulli
1.5.7 Tekanan
1.5.8 Tenaga
1.5.9 Kelebihan tenaga fluida
1.5.10 Dasar-dasar hidrolik
1.6. Menjelaskan rangkaian sirkuit hidrolik seri dan parallel.

APLTCL025 iii
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

1.6.1 Rangkaian Sirkuit Seri


1.6.1.1 Penurunan tekanan pada rangkaian
sirkuit seri.
1.6.2 Rangkaian Sirkuit Parallel
1.6.2.1 Penurunan tekanan pada rangkaian
sirkuit parallel.
1.7. Menghitung gaya, tekanan dan area dalam sistem hidrolik.
1.7.1 Rumus
1.7.2 Gaya
1.7.3 Tekanan
1.7.4 Area
1.7.5 Faktor-faktor dalam konversi Imperial/Metrik
1.7.5.1 Panjang
1.7.5.2 Area
1.7.5.3 Volume
1.7.5.4 Massa
1.7.5.5 Kecepatan
1.7.5.6 Gaya
1.7.5.7 Tekanan
1.7.5.8 Torsi
1.7.5.9 Temperatur
1.7.5.10 Tenaga
1.7.6 Awalan yang biasa dipakai pada satuan-satuan
dasar
Hasil Pembelajaran 2: Mengidentifikasikan dan menjelaskan tujuan dan pengoperasian
sirkuit dan komponen-komponen dasar hidrolik.
Kriteria Penilaian
2.1 Mendemonstrasikan pengetahuan tentang dasar-dasar
penempatan sirkuit hidrolik.
2.1.1 Tangki
2.1.2 Pompa
2.1.3 Main pressure relief valve (PRV)
2.1.4 Line
2.1.5 Flow control valve
2.1.6 Actuator
2.1.7 Filter
2.1.8 Motor
2.1.9 Graphic simbol
2.2 Mengidentifikasikan dan menjelaskan fungsi tangki hidrolik
2.2.1 Vented

iv APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMNETAL HYDRAULIC

2.2.2 Tertutup
2.3 Mengidentifikasikan dan menggambarkan fungsi dan
menjelaskan cara kerja pompa hidrolik.

2.3.1 Positif dan non-positif displacement


2.3.2 Gear
2.3.2.1 Konstruksi
2.3.2.2 Pengoperasian
2.3.3 Vane
2.3.3.1 Konstruksi
2.3.3.2 Pengoperasian
2.3.4 Piston
2.3.4.1 Konstruksi
2.3.4.2 Pengoperasian
2.3.5 Grafik simbol
2.4 Mengidentifikasikan dan menggambarkan fungsi serta
menjelaskan cara kerja hidrolik control valve.
2.4.1 Directional
2.4.2 Pressure
2.4.3 Volume-aliran
2.4.4 Pilot
2.4.5 Open centre
2.4.6 Close centre
2.4.7 Grafik simbol
2.5 Mengidentifikasikan dan menggambarkan fungsi serta
menjelaskan cara verja hidrolik actuator.
2.5.1 Linear
2.5.1.1 Single acting
- Konstruksi
- Cap end head
- Body
- Rod end head
- Piston
- Rod piston
- Penyekat/seal
- ‘O’ ring dengan ring back-up /
cadangan
- Lip seal
- Lip seal dengan spring garter
- Lip seal dengan rod wiper
- ‘U’ packing

APLTCL025 v
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

- ‘V’ packing
2.5.1.2 Cara Kerja
- Integrated counterbalance cartridge
- Cushion plunger
- Adjustable stop valve
- Stroke limiting stp tube
- Thermal relief valve
- Operating pressure
2.5.1.3 Double acting
- Konstruksi
- Cara kerja
- Operating pressure
2.5.1.4 Rams
- Konstruksi
- Cara operasi
- Operating pressure
2.5.1.5 Telescopic
- Konstruksi
- Cara kerja
- Operating pressure
2.5.2 Rotary
2.5.2.1 Gear
- Konstruksi
- Cara kerja
2.5.2.2 Vane
- Konstruksi
- Cara kerjan
2.5.2.3 Piston
- Konstruksi
- Cara kerja
2.5.2.4 Grafik simbol
2.6 Menjelaskan tujuan dan fungsi dari oli hidrolik, filter dan
cooler.
2.6.1 Oli
2.6.1.1 Pelumasan
2.6.1.2 Gesekan
2.6.1.3 Efek Viscositas
– Terhadap sistem
– Akibat temperature
– Akibat tekanan

vi APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMNETAL HYDRAULIC

– Pada pelumasan
– Pelumasan Hydrodynamic
– Clearance flow
2.6.1.4 Air dalam oli hidrolik
2.6.1.5 Foaming / busa
2.6.1.6 Kotoran
2.6.1.7 Kavitasi
2.6.2 Filter
2.6.2.1 Reservoir strainer
2.6.2.2 Filter hisap
- Lokasi
- Jenis
2.6.2.3 Filter pressure
- Lokasi
- Jenis
2.6.2.4 Filter return line
- Lokasi
- Jenis
2.6.2.5 Full flow filter (termasuk by-pass)
2.6.2.6 Wire mesh filter
- Pembersihan/Cleaning
2.6.3 Pendingin / cooler
2.6.3.1 Cooler dengan udara
2.6.3.2 Cooler dengan air
2.6.4 Graphic simbol

APLTCL025 vii
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

viii APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMNETAL HYDRAULIC

DAFTAR ISI

TOPIK 1: DASAR-DASAR HIDROLIK


Pendahuluan........................................................................................................................... 1
Mengapa menggunakan sistem hidrolik?................................................................................ 1
Sifat-sifat Cairan ..................................................................................................................... 2
Tenaga Fluida.......................................................................................................................... 4
Keunggulan Tenaga Fluida...................................................................................................... 8
Tekanan.................................................................................................................................. 8
Aliran (Q)............................................................................................................................... 12
Penurunan Tekanan.............................................................................................................. 13
Hidrolik menghasilkan kerja................................................................................................... 17

TOPIK 2: SIRKUIT & KOMPONEN-KOMPONEN HIDROLIK


Simbol-simbol Grafik............................................................................................................. 20
Line Hidrolik.......................................................................................................................... 24
Tangki Hidrolik....................................................................................................................... 24
Simbol Grafik – Tangki Hidrolik............................................................................................ 28
Pompa Hidrolik .................................................................................................................... 29
Gear Pump............................................................................................................................ 32
Vane Pump........................................................................................................................... 34
Piston Pump......................................................................................................................... 37
ISO Symbol Pompa .............................................................................................................. 38
Aktuator Linear .................................................................................................................... 39
Silinder Teleskopik................................................................................................................ 43
Modifikasi pada Silinder......................................................................................................... 43
Rating Silinder...................................................................................................................... 45
ISO Symbol Silinder Hidrolik.................................................................................................. 45
Rotary Actuator...................................................................................................................... 46
ISO Symbol Rotary Actuator.................................................................................................. 49
Directional Control Valve....................................................................................................... 49
Pressure Control Valves........................................................................................................ 54
Flow Control Valve................................................................................................................ 56
ISO Symbol Valve................................................................................................................. 62
Pressure Control Valve......................................................................................................... 64
Fluida Hidrolik ...................................................................................................................... 65
Filter dan Strainer................................................................................................................. 69
Pendingin/Cooler.................................................................................................................. 71
ISO Symbol Fluid Conditioner.............................................................................................. 72
Kontaminasi Kontrol............................................................................................................. 73

APLTCL025 ix
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

x APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

TOPIK 1
Dasar-dasar Hidrolik
PENDAHULUAN
Sistem hidrolik sangat penting artinya dalam pengoperasian berbagai alat berat. Dasar-dasar
hidrolik dipakai dalam merancang berbagai terapan sistem hidrolik, sistem steering, sistem
brake (rem), power steering, sistem power train, dan transmisi otomatis. Sebelum
melanjutkan ke sistem mesin, pemahaman akan dasar-dasar hidrolik harus dikuasai terlebih
dahulu.

Hidrolik memegang peranan penting dalam pertambangan, konstruksi, pertanian, dan


peralatan untuk mengangkat barang-barang berat.

Hidrolik digunakan untuk mengoperasikan peralatan untuk mengangkat, mendorong dan


menggerakkan barang-barang berat. Sebelum tahun 1950, hidrolik belum dipakai sebagai
peralatan pengolah tanah. Sejak saat itulah, bentuk tenaga hidrolik ini menjadi standar
pengoperasian mesin.

Dalam sistem hidrolik, gaya yang diberikan terhadap fluida dialirkan ke dalam mekanisme
mesin. Untuk memahami bagaimana sistem hidrolik bekerja, anda perlu memahami dasar-
dasar hidrolik. Hidrolik merupakan ilmu yang mempelajari cairan terkait dengan gerakan dan
tekanan didalam pipa dan silinder.

MENGAPA MENGGUNAKAN SISTEM HIDROLIK?


Ada banyak alasan mengapa menggunakan sistem hidrolik. Beberapa diantaranya adalah
bahwa sistem hidrolik ini sangat multi-guna, efisien dan sederhana untuk menghantarkan
tenaga. Ini merupakan tugas sistem hidrolik, yang mengubah tenaga dari suatu bentuk
menjadi bentuk yang lainnya.

Ilmu hidrolik dapat dibagi menjadi dua bidang besar:


 Hidrodinamik
 Hidrostatik

Hidrodinamik
Hidrodinamik adalah ilmu yang mempelajari tentang pergerakan cairan.

Gambar 1a & 1b

APLTCL025 1
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Penerapan pemanfaatan hidrodinamik:


 Kincir air atau turbin; energi yang digunakan adalah yang tercipta dari gerakan air
(Gambar 1a).
 Torque Converter (Gambar 1b)

Hidrostatik
Hidrostatik adalah ilmu yang mempelajari tentang fluida bertekanan.
Penerapan hidrostatik:
 Dongkrak hidrolik atau mesin press hidrolik.
 Silinder berpenggerak hidrolik.

Pada alat hidrostatik, dorongan akibat cairan yang terjebak (terbatas) menyebabkan
perpindahan tenaga. Jika cairan bergerak atau mengalir di sistem, maka akan terjadi gerakan
pada sistem tersebut. Misalnya, kalau mendongkrak mobil dengan dongkrak hidrolik, cairan
ditekan agar dongkrak naik, mengangkat mobil. Kebanyakan mesin atau perlengkapan
hidrolik yang di penggunaan saat ini beroperasi secara hidrostatik.

SIFAT-SIFAT CAIRAN
Ada beberapa kelebihan menggunakan cairan:
1. Cairan mampu menyesuaikan diri sesuai dengan bentuk wadahnya.
2. Cairan tidak dapat dimampatkan.
3. Cairan mampu meneruskan pressure ke segala arah.

Cairan mampu menyesuaikan diri sesuai bentuk wadahnya

Gambar 2
Cairan akan selalu menyesuaikan diri dengan segala bentuk wadah yang melingkupinya.
Cairan juga akan mengalir ke segala arah melalui line dan hose yang memiliki berbagai jenis
ukuran dan bentuk.

Cairan tidak dapat dimampatkan

Gambar 3

2 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Oli hidrolik memampat kira-kira 0,4% pada pressure 1000 psi (6900 kPa). Untuk penerapan
mesin hidrolik, oli hidrolik dianggap sangat ideal dan tidak memampat sama sekali.

Jika ada suatu unsur yang memampat, maka unsur tersebut membutuhkan ruang yang lebih
kecil. Cairan menempati jumlah ruangan atau volume yang sama, bahkan ketika menerima
tekanan.

Gas kurang sesuai untuk digunakan dalam sistem hidrolik karena gas akan memampat dan
membutuhkan tempat yang lebih sempit.

Cairan dapat meneruskan pressure ke segala arah

Gambar 4
Cairan mampu menyalurkan tekanan dengan merata. Tekanan jika diukur pada sembarang
titik pada silinder hidrolik atau saluran akan sama besar, dimanapun pengukuran tersebut
dilakukan (Gambar 4).

Gambar 5
Jika ada sebuah pipa yang menghubungkan dua silinder yang berukuran sama (Gambar 5),
maka perubahan volume pada satu silinder akan menyalurkan volume yang sama ke bagian
lainnya. Ruang yang ditempati suatu unsur disebut ‘displacement’. Cairan sangat bermanfaat
untuk mengalihkan tenaga melalui pipa, baik untuk jarak dekat maupun jarak jauh, dan
bentuk yang menyudut serta untuk posisi naik dan turun. Gaya yang diberikan pada satu
ujung pipa akan langsung disalurkan dengan besar gaya yang sama ke ujung pipa yang
lainnya.

APLTCL025 3
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Cairan
Kebanyakan sistem hidrolik menggunakan oli karena tidak akan memampat dan mampu
melumasi sistem yang digunakan.

Air tidak cocok dipakai karena:


1. Air dapat membeku pada temperatur yang dingin dan mendidih pada temperatur
100ºC.
2. Air menyebabkan korosi dan karat serta hanya memberi sedikit pelumasan.

Kegunaan Fluida
Ada berbagai jenis fluida yang dipakai dalam sistem hidrolik. Alasan menggunakan suatu
jenis fluida bergantung pada jenis pekerjaan dan lingkungan kerjanya, namun kesemuanya
menjalankan 4 fungsi yang mendasar berikut:

1. Fluida digunakan untuk meneruskan gaya dan tenaga melalui saluran (line) ke aktuator
supaya dapat melakukan kerja.
2. Fluida adalah media pelumas pada sirkuit dan komponen hidrolik.
3. Fluida adalah media pendingin, membawa panas menjauh dari komponen-komponen di
dalam sirkuit hidrolik dan membuangnya ke tempat lain.
4. Fluida menyekat celah antara bagian-bagian yang bergerak untuk meningkatkan efisiensi
dan mengurangi panas yang diciptakan oleh kebocoran yang kelebihan.

TENAGA FLUIDA
Pada abad ke tujuh belas, seorang filsuf dan ahli matematika Perancis yang bernama Blaise
Pascal, merumuskan hukum dasar yang menjadi dasar hidrolik.
Hukum Pascal menyebutkan:

“Tekanan yang diberikan pada fluida di ruang tertutup diteruskan secara merata
kesegala arah, dengan gaya yang sama pada luasan area yang sama, tegak lurus
terhadap bidang tersebut”

Gambar 6 Memberikan pressure pada fluida

4 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Prinsip ini, juga mengacu pada hukum fluida dalam ruang tertutup, sangat tepat mengingat
hasil dari memberikan pressure pada botol kaca yang terisi penuh (Gambar 6).

Gambar 7 Wadah meledak karena adanya pressure


Karena pada dasarnya cairan tidak dapat dimampatkan, dan gaya yang disalurkan tidak
berkurang ketika melalui cairan dan memberi dampak yang sama di segala daerah botol
tersebut, dan karena luas area badan botol lebih besar dibanding dengan leher botol, maka
badan botol akan pecah dengan adanya sedikit pressure yang diberikan pada tutupnya.
Gambar 7 menggambarkan fenomena ini.

Gambar 8 Hubungan antara pressure, dan gaya

Gambar 8 menjelaskan hubungan bidang yang menyebabkan gaya yang jauh lebih besar di
badan botol daripada yang diberikan pada leher botol. Pada ilustrasi ini, leher botol
mempunyai luas bidang 0.001m2. Jika tekanan yang ditimbulkan oleh gaya ini diteruskan
sepanjang fluida, mempengaruhi semua bidang yang berdampingan dengan besar yang

APLTCL025 5
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

setara. Ini menunjukkan bahwa bidang yang lebih besar (jumlah inci persegi-nya lebih besar)
akan mendapatkan gaya gabungan yang lebih tinggi.

Dasar botol seperti diperlihatkan pada Gambar 8 mempunyai jumlah total bidang 0.02m 2 dan
gaya yang diberikan pada fluida adalah 50N. Sehingga, gaya gabungan pada dasar botol
adalah 50N pada setiap 0.001m2.

Karena luas dasar botol adalah 0.02m 2 maka sebanding dengan 20 bidang dengan ukuran
0.001m2. Gaya yang bekerja pada dasar botol adalah 50N dikali 20 bidang, sehingga gaya
gabungan pada bagian bawah botol adalah 20 x 50 = 1000N.

Hubungan tersebut digambarkan dengan rumus berikut:

Gaya = Pressure x Area. F = P . A

Rumus ini dapat digunakan untuk mencari besarnya gaya dan tekanan dan area jika dua dari
ketiganya telah diketahui.

Gambar 9
P = Pressure = gaya pada setiap satuan luas.

Satuan ukuran tekanan adalah Pascal (Pa), atau dalam sistem imperial Pound per Square
inch (Psi)

F = Gaya, yang merupakan dorongan atau tarikan yang diberikan pada permukaan.
Gaya diperoleh dari hasil perkalian tekanan dan luas area (F = P x A).

Gaya diukur dalam Newton (N), atau Pounds (lbs).

A = Area, yang menunjukkan banyak sedikitnya luas permukaan.


Kadang-kadang bidang permukaan disebut luas efektif.

Bidang efektif adalah jumlah permukaan yang digunakan untuk menghasilkan gaya pada
arah yang diinginkan.

Luas diukur dengan satuan meter persegi (m 2) dan dalam satuan imperial (in2). Harus diingat
dalam setiap perhitungan satuan harus ditulis.

Bidang permukaan lingkaran (seperti pada piston) diperhitungkan dengan rumus:


Area = π x ( r )2

6 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 10 Pressure diciptakan oleh adanya beban


Hubungan yang sama digunakan untuk menentukan tekanan fluida yang diakibatkan oleh
gaya yang diberikan.

Gambar 10 menunjukkan berat yang ditahan oleh fluida di atas luas area 0,01m2. Dengan
menggunakan kembali rumus di atas, tekanan fluida sebesar 100.000 Pa dapat dihitung
dengan rumus:

Tekanan = Gaya ÷ Area.

Gambar 11
Pascal mendemonstrasikan penggunaan hukumnya secara nyata dengan gambar seperti
yang ditunjukkan dalam Gambar 11 diatas. Diagram tersebut menunjukkan bahwa, dengan
menerapkan prinsip-prinsip yang sama seperti yang dijelaskan diatas, maka gaya masuk
kecil yang diberikan atas daerah kecil dapat menciptakan gaya yang besar dengan
memperbesar area output-nya.

Tekanan yang diberikan pada bidang output yang lebih besar, akan menghasilkan gaya yang
lebih besar seperti pada rumus di halaman sebelumnya. Dengan begitu, metode pelipat-
gandaan gaya hampir sama dengan dengan penggunaan pry bar atau pengungkit, namun
pada hidrolik, sebagai medium digunakan fluida.

KEUNGGULAN TENAGA FLUIDA


Salah satu keuntungan penggunaan fluida adalah kemampuan melipatgandakan gaya dan
untuk meneruskan tenaga. Seperti ditunjukkan oleh diagram pada Gambar 11, gaya tidak
harus diteruskan melalui saluran lurus (secara linear). Gaya bisa diteruskan melalui belokan

APLTCL025 7
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

atau secara tidak linear dan dilipat gandakan. Penggunaan tenaga fluida adalah merupakan
konsep penyaluran tenaga yang fleksibel.

Sebetulnya, tenaga fluida adalah penyaluran tenaga yang awalnya berbentuk tidak bergerak,
melalui sumber putaran (motor listrik atau engine), energi dipindahkan ke tempat yang
terpisah yang dilengkapi peralatan pelipat-gandaan gaya yang berputar atau linear (garis
lurus) yang disebut juga aktuator.

Tenaga fluida juga bisa dilihat sebagai bagian proses transformasi mengubah bentuk energi
potensial (listrik atau bahan bakar) menjadi energi mekanik yang aktif (gaya dan tenaga linear
atau rotary).

Keuntungan lain setiap kali tenaga dasar dirubah ke tenaga hidrolik adalah :
1. Gaya dengan mudah bisa diubah arahnya seperti dari maju ke mundur.
2. Alat pelindung bisa ditambahkan sehingga memungkinkan kelebihan beban hanya
terjadi pada peralatan pengangkat tetapi tidak pada penggerak utama (mesin atau
engine) dan menghindari komponen lainnya mengalami tekanan yang berlebihan.
3. Kecepatan komponen mesin yang berbeda, seperti (boom, winch atau crane), bisa
dikendalikan sendiri-sendiri satu sama lain, seperti mudahnya mengendalikan
kecepatan penggerak utama.

Gambar 12 Sirkuit Hidrolik yang disederhanakan

Sistem hidrolik standard terdiri atas:


 Reservoir dibuat khusus untuk fluida hidrolik.
 Pompa hidrolik yang digerakkan oleh engine atau mesin listrik.
 Sistem valve untuk mengatur dan mengarahkan aliran dari pompa.
 Aktuator yang mengubah gaya supaya dapat dihasilkan kerja.

Gambar 12 merupakan ilustrasi komponen utama yang sederhana.

TEKANAN

Gambar 13 Tekanan pada outlet reservoir


Fluida pada sistem hidrolik didorong dari reservoir melalui saluran inlet pompa (Gambar 13)
akibat sejumlah tekanan yang terjadi pada fluida tersebut antara lain.

8 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

 Berat fluida itu sendiri


 Disebabkan oleh tekanan atmosfir
 Bisa pula karena adanya tekanan dari tangki yang dibuat bertekanan

Berat fluida

Gambar 14 Tekanan yang disebabkan oleh berat air


Satu meter kubik air memiliki berat kira-kira 1000kg. Berat ini terdorong kebawah akibat gaya
gravitasi, dan menimbulkan tekanan. Gambar 14 menunjukkan bagaimana berat ini tersebar
di sepanjang permukaan bejana. Contoh ini menunjukkan, berat keseluruhan yang ditahan
oleh bidang yang berukuran satu meter dikali satu meter atau 1m 2.

Tekanan dengan arah ke bawah dari 1 meter kubik air ialah 9810 Pa. Jika ruang setinggi dua
meter air akan menaikkan tekanan sebanyak dua kali lipat pada bidang sama yaitu sebesar
19620 Pa.

Efek tekanan biasanya dapat dirasakan pada gendang telinga ketika berenang dan tekanan
akan semakin besar jika kita berenang semakin dalam. Tekanan tersebut dapat dihitung
seperti berikut ini:

Tekanan (Pa) = dalam air (m) x 9810 Pa

Fluida lain memiliki sifat sama dengan air, perbedaan tergantung pada berat jenis fluida
tersebut.

Spesific Gravity = Berat fluida ÷ Berat Air

Spesifik gravity oli hidrolik sekitar 0.92, berarti oli hidrolik memiliki berat 92% dari berat air.
Hubungan rumus diatas menjadi:

Tekanan (Pa) = Fluida Depth (m) x 9810 Pa/m air x SG.

APLTCL025 9
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 15 – Pressure yang ditimbulkan oleh berat oli


Berat air murni pada 4ºC adalah 1000kg per meter kubik. Berat air akan agak berkurang pada
suhu yang lebih tinggi, tetapi perbedaan ini, secara umum diabaikan pada perhitungan
hidrolik.

Oli hidrolik pada reservoir menimbulkan tekanan 9200 Pa pada setiap ketinggian satu meter
seperti digambarkan pada Gambar 15. Tekanan dengan arah menuju dasar reservoir akan
mendorong fluida dari reservoir menuju inlet port pompa hidrolik, jika inlet port pompa berada
dibawah ketinggian fluida.

Tekanan Atmosfir

Gambar 16 Berat udara menyebabkan terjadinya tekanan atmosfir


Pada jumlah yang relatif sedikit, berat udara biasanya diabaikan. Gumpalan udara dengan
luas satu meter persegi dan memanjang dari permukaan bumi diukur dari permukaan laut
sampai ketinggian yang sangat ekstrem, sebetulnya akan mempunyai berat yang berarti.
Berat ini, pada hari dengan cuaca normal adalah 10.000 kg, seperti ditunjukkan Gambar 16.
Oleh karena itu tekanan yang dirasakan di permukaan laut karena berat udara tersebut,
adalah 100.000 Pa. Ini mengacu pada standar atmosfir atau tekanan atmosfir pada hari-hari
bisa dipermukaan laut yang sebesar 1 bar atau 1000 millibar.

Tekanan ini, mempengaruhi fluida dalam reservoir, juga membantu mendorong fluida dari
reservoir menuju inlet port pompa.

Setiap orang begitu terbiasa dengan tekanan atmosfir, oleh karena itu kondisi ini diasumsikan
memiliki tekanan ‘nol’ dan alat ukur tekanan (pressure gauge) juga membaca “nol”, oleh
sebab itu tekanan atmosfir standar mengacu pada pembacaan skala alat ukur. Tentu saja,

10 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

mungkin juga mendapatkan tekanan di bawah tekanan atmosfir dengan menghilangkan


sebagian dari tekanan atmosfir, dan kondisi ini disebut kondisi vakum.

Dengan menghilangkan seluruh tekanan atmosfir, “nilai” nol didapat, dan ini disebut “absolute
zero”. Nol absolut ialah 100 kPa di bawah ukuran gauge pressure nol, dan dianggap sebagai
kevakuman sempurna (Gambar 17). Tidak ada tekanan absolut di bawah nol.

Untuk membedakan antara kedua tekanan, alat ukur yang membaca nilai absolut diberi etiket
absolut. Menyatakan ini bahwa nol untuk tekanan ini adalah nol absolut, dan semua
pengukuran tekanan positif mulai dari nilai ini. Jika pembacaan tekanan atmosfir mulai dari
“nol”, maka tekanan tersebut disebut gauge pressure. Alat ukur yang melakukan pembacaan
seperti ini biasanya tidak diberi etiket.

Gambar 17 Gauge dan pressure absolut


Tekanan Barometrik
Ketika kita bergerak dari permukaan laut, menuju ke atas gunung, kerapatan udara pada saat
mencapai daerah tinggi menjadi berkurang. Hal ini ditandai dengan semakin susahnya kita
bernapas karena semakin sedikit udara yang masuk ke paru-paru atau dapat juga dikatakan
bahwa tekanan atmosfir semakin berkurang saat ketinggian suatu daerah dari permukaan
laut meningkat.

Fenomena seperti ini penting untuk dipertimbangkan, karena pada daerah yang lebih tinggi,
tekanan atmosfir yang akan membantu fluida dari reservoir mengalir menuju sisi inlet port
pompa lebih rendah jika dibandingkan alat tersebut beroperasi pada daerah yang lebih
rendah.

APLTCL025 11
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 18 Prinsip kerja barometer


Tekanan atmosfir diukur menggunakan barometer, seperti ditunjukkan oleh Gambar 18.
Tabung penuh air raksa dibalikkan pada segenangan air raksa seperti terlihat. Air raksa akan
jatuh dari tabung sampai mencapai tinggi tertentu. Ruang diatas air raksa pada tabung akan
mengalami kevakuman sempurna 0 kPa. Tinggi air raksa pada tabung akan menunjukkan
tekanan atmosfir, karena tekanan atmosfir yang mencegah sisa air raksa jatuh dari tabung.

Pada tekanan atmosfir yang standar 100 kPa, air raksa akan jatuh dari tabung hingga
mencapai tinggi 760mm di atas genangan. Sewaktu tekanan atmosfir berganti (karena iklim
atau ketinggian), tinggi air raksa akan berubah.

ALIRAN (Q)
Aliran adalah gerakan sejumlah fluida selama waktu tertentu. Fluida pada sistem hidrolik
mengalir melalui hose, tube, reservoir dan komponen-komponen.

Aliran biasanya dilambangkan dengan huruf “Q”, dan biasanya memiliki satuan liter-per menit
(LPM) atau gallon per menit, namun dapat juga dengan satuan sentimeter kubik per-menit
(cm3/ min) atau sentimeter kubik per-detik (cm3/sec).

Dengan memakai rumus di atas, satuan yang benar harus digunakan agar persamaannya
menjadi setara. Misalnya, jika luas dalam cm bujursangkar, lalu kecepatan dalam cm perdetik
atau cm per-menit. Aliran kemudian akan menjadi sentimeter kubik (cc) per detik atau per
menit.

Pada dasarnya aliran adalah kecepatan sejumlah fluida yang melalui titik tertentu. Untuk
menggambarkannya, bayangkan luas penampang bagian dalam pipa. Jika penampang ini
dialiri fluida dengan laju satu meter dalam satu detik, maka fluida akan terdorong sejauh satu
meter setiap detik. Volume fluida itu adalah luas penampang dikali panjang pipa.

Dari analogi diatas diperoleh rumus dasar aliran hidrolik:

Aliran = Area x Velocity, atau Q = A x V.

Aliran Laminar

Gambar 19 Aliran Laminar

12 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Aliran Laminar merupakan aliran pada sistem hidrolik yang merupakan perpindahan fluida
dengan lancar dari satu titik menuju titik lain; semua partikel fluida akan bergerak paralel ke
semua arah tertentu, atau disebut juga aliran laminar (gambar 19), dan ini adalah kondisi
yang paling ideal.

Aliran Turbulen

Gambar 20 Aliran Turbulence


Sebenarnya, aliran pada hidrolik sistem lebih sering mengalami banyak ketidak teraturan dari
pada yang diinginkan. Walaupun fluida secara umum mengalir menuju arah tertentu yang
diinginkan, juga mengalir melalui saluran kecil, hambatan pada sudut yang tajam, melalui
orifice, melewati tikungan tajam.

Pada Gambar 20, partikel fluida mengalir dengan tidak beraturan, menyebabkan gesekan
dan gerakan yang tak efisien. Aliran sejenis ini, disebut aliran turbulen, yang merupakan
aliran yang tak diinginkan dan boros. Sayangnya, seekonomis apa pun suatu sistem hidrolik,
pada kenyataaanya masih mengalami turbulensi aliran.

PENURUNAN TEKANAN

Gambar 21 Aliran yang melewati suatu orifice menyebabkan penurunan tekanan


Ketika fluida mengalir melewati orifice, seperti terlihat pada Gambar 21, maka fluida tersebut
akan kehilangan sebagian dari energinya. Ini terlihat dimana tekanan akan lebih rendah di
daerah downstream orifice, seperti ditunjukkan oleh kedua pressure gauge. Perbedaan
tekanan di antara di daerah upstream dan di daerah downstream disebut pressure drop, yaitu
penurunan tekanan yang disebabkan oleh hambatan aliran (orifice).

Besarnya penurunan tekanan akan bervariasi, tergantung pada :

 Laju aliran melewati orifice.


 Ukuran orifice.
 Kemudahan fluida untuk mengalir (viskositas).

Aliran pada downstream harus sama dengan aliran pada downstream seperti Gambar 21,
karena tidak ada keborocan aliran fluida. Namun, karena tekanan fluida di daerah
downstream lebih rendah, maka tenaga dari fluida akan kurang. Hukum ilmu fisika
menyebutkan bahwa tenaga tidak bisa dihilangkan, oleh karena itu pengurangan tenaga pada
aliran karena terbentuknya panas akibat orifice.

APLTCL025 13
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 22 Jika tidak ada aliran melewati orifice, maka tidak terjadi penurunan pressure
Jika besarnya penurunan tekanan tergantung di banyaknya mengalir melewati restriction,
sehingga dapat disimpulkan bahwa bahwa jika tidak ada aliran, akan tidak ada penurunan
tekanan.

Ini ditunjukkan pada Gambar 22. Tidak adanya aliran pada pipa menyebabkan tekanan akan
setara pada kedua sisi.

Dengan tak ada aliran dan tak ada penurunan tekanan, akan tidak ada panas yang dihasilkan
dan tidak akan ada penurunan tenaga.

Hubungan langsung antara aliran dan tekanan merupakan pertimbangan dalam sistem
hidrolik; jika tidak ada aliran pada titik A dan titik B, maka tidak akan ada penurunan tekanan
(pressure drop). Begitu juga sebaliknya, jika tidak ada perbedaan tekanan antara titik A & B
maka tentunya tidak ada aliran diantara kedua titik ini.

Hukum Bernoulli

Gambar 23
Hukum Bernoulli menyatakan bahwa jumlah tekanan dan energi kinetik pada beberapa titik
pada sistem harus konstan jika aliran konstan. Jika fluida mengalir melalui diameter yang
berbeda seperti ditunjukkan pada Gambar 23, maka kecepatan alir (velocity) juga akan
berbeda. Pada sisi kiri, areanya luas sehingga kecepatan alir (velocity) akan rendah. Pada
bagian tengah, kecepatan alir (velocity) akan meningkat disebabkan luas area kecil. Juga
pada sisi kanan, luas area meningkat kembali sama dengan yang kiri, sehingga kecepatan
aliran akan turun.

Bernoulli membuktikan bahwa tekanan pada daerah C akan lebih rendah daripada tekanan di
area A dan B karena peningkatan kecepatan aliran (velocity). Peningkatan kecepatan alir
pada titik C berarti peningkatan energi kinetik. Energi kinetik akan meningkat hanya jika
tekanan turun. Pada titik B, energi kinetik yang berlebih telah dirubah kembali menjadi
tekanan dan aliran akan turun. Jika tidak ada hilang tenaga karena gesekan ( friction loss),
tekanan pada titik B akan sebanding dengan tekanan pada titik A.

14 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 24
Gambar 24 menunjukkan efek kombinasi dan perubahan kecepatan aliran. Penurunan
tekanan (pressure drop) dari maksimum di C menuju nol di B. Pada D, kecepatan meningkat,
sehingga tekanan akan turun. Pada E, ketinggian fluida akan meningkat dan banyak energi
kinetik dirubah menjadi tekanan karena kecepatan aliran (velocity) turun. Juga pada F,
ketinggian fluida turun karena kecepatan aliran (velocity).

Sederhananya, hukum Bernauli menyatakan bahwa :


 Jika aliran meningkat, tekanan turun
 Jika aliran turun, tekanan meningkat.

Ringkasan tentang beberapa prinsip dasar Hidrolik


Kerja terjadi secara hidrolik merupakan kombinasi tekanan, aliran dan pada waktu tertentu.
Tekanan tanpa aliran tidak akan menghasilkan kerja.
Aliran tanpa tekanan juga tidak akan menghasilkan kerja.
Tekanan hidrolik merupakan hasil dari tahanan dan gaya:
 Aliran meningkat, tekanan akan turun
 Aliran menurun, tekanan akan meningkat

Gerakan akan timbul karena adanya aliran hidrolik

Sirkuit Seri dan Parallel

Gambar 25

Kebanyakan mesin membutuhkan berbagai komponen yang dapat dihubungkan baik melalui
sirkuit seri ataupun parallel (Gambar 25).
Ketika komponen dihubungkan secara seri (1), fluida mengalir dari satu komponen menuju
komponen berikutnya, sebelum kembali ke tangki. Ketika komponen terhubung secara
parallel (2), aliran fluida akan menuju komponen secara bersamaan.

APLTCL025 15
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Hambatan dalam rangkaian Seri

Gambar 26
Dalam Gambar 26, dibutuhkan pressure sebesar 620 kPa (90 psi) untuk mengalirkan 4 liter
fluida per menit (lpm) melalui sirkuit.

Orifice atau relief valves pada rangkaian hidrolik seri menghasilkan tahanan yang mirip
dengan resistor pada rangkaian listrik seri, oli akan mengalir pada tiap-tiap tahanan. Total
tahanan merupakan penjumlahan dari masing-masing tahanan.

Hambatan dalam rangkaian Parallel

Gambar 27
Pada sistem sirkuit parallel, oli yang dipompakan mengikuti tahanan terakhir. Pada Gambar
27, pompa menyuplai oli menuju tiga sirkuit parallel. Sirkuit ketiga memiliki hambatan tertinggi dan
merupakan prioritas terakhir oli untuk mengalir. Sirkuit pertama memiliki tahanan terendah
dan merupakan prioritas pertama fluida mengalir.

Ketika oli yang dipompakan mengalir mengisi saluran dari pompa menuju valve, tekanan oli
akan meningkat menjadi 207 kPa (30 psi). Tekanan yang dihasilkan oleh hambatan aliran oli,
membuka valve pada sirkuit pertama dan oli mengalir menuju sirkuit. Tekanan sirkuit tidak
akan meningkat hingga sirkuit pertama terisi penuh. Ketika sirkuit pertama terisi, tekanan
fluida akan meningkat menjadi 414 kPa (60 psi) dan membuka valve pada sirkuit kedua.
Kemudian, tekanan sirkuit tidak akan meningkat hingga sirkuit dua terisi penuh. Tekanan oli
yang dipompakan akan meningkat ke nilai 620 kPa (90 psi) untuk membuka valve pada
sirkuit ketiga.

Sebuah sirkuit hidrolik atau pada pompa harus dilengkapi sistem relief valve untuk membatasi
tekanan maksimum sistem.

16 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

HIDROLIK MENGHASILKAN KERJA

Gambar 28
Untuk melakukan pekerjaan yang berguna, sebuah sistem hidrolik harus dapat mengubah tenaga
dan mengontrol aliran dari suatu komponen ke komponen yang lainnya.

Gambar 28 di atas menunjukkan prinsip pengubahan dan titik pengontrolan suatu sistem.

Sistem hidrolik menerima input energi dari sumber, biasanya dari engine atau rangkaian gigi-
gigi (gear train) yang berputar. Pompa hidrolik mengubah energi gerak menjadi energi hidrolik
dalam bentuk aliran dan tekanan. Valve mengontrol perubahan energi hidrolik menuju sistem
dengan mengotrol aliran fluida dan arah aliran. Aktuator (yang dapat berupa silinder atau
motor) mengubah energi hidrolik menjadi energi mekanis yang menghasilkan gaya putar
yang berguna melakukan pekerjaan.

Untuk melakukan pekerjaan hidrolik, diperlukan aliran dan tekanan. Tekanan Hidrolik
menghasilkan tenaga dorongan dan aliran menghasilkan gerakan.

Beberapa faktor Konversi Imperial/Metrik


Length / panjang
0,03937 inci (ins) = 1 milimeter (mm)
0,3937 inci (ins) = 1 sentimeter (cm)
39,37 inci (ins) = 1 meter (m)
1 inci (in atau “) = 25,4 milimeter (mm)
1 kaki (ft atau ‘) = 0,3048 meter (m)

Luas area / area


0,00155 ins2 = 1 mm2
0,155 ins2 = 1 cm2
1 inci persegi (in2) = 6,452 sentimeter persegi (cm2)

Volume/isi
0,061 in3 = 1 cm3
61,02 in3 = 1 liter (L)
0,22 galon imperial = 1 liter (L)
0,2642 galon AS = 1 liter (L)
1 inci kubik (in3) = 16,39 sentimeter kubik (cm3 atau cc)
1 galon imperial (imp gal) = 4,546 liter (lt)
1 galon AS (US Gal) = 3,785 liter (lt)

Massa
2,205 pound (lb) = 1 kilogram (kg)
0,9844 ton (t) = 1 tonne (t)
1 pound (lb) = 0,4536 kilogram (kg)

APLTCL025 17
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Kecepatan / velocity
196,8 kaki per menit (ft/min) = 1 meter per detik (m/det).

Gaya / force
0,2248 pound force (lb.force) = 1 Newton (N)
0,1004 ton force (t.force) = 1 KiloNewton (kN)

Pressure
0,145 pound per inci persegi (psi) 1 Kilopascal (kPa)
Catatan: 101.325 kPa = 1 Atmosfir (atm).

1 kg/cm2 = 14,22 psi atau 0,9678 atm atau 100 kPa

Torque
O,7376 pound kaki (lb.ft) = I Newton Meter (Nm)
7,23 (lb.ft) = 1 kg/m.

Temperature / suhu
Derajat Fahrenheit (0F) = 0C x 1,8 +32 (derajar Selsius 0C)

Kekuatan
1 kilowatt (kW) = 1,341 power / tenaga kuda (hp)
Catatan: 1 watt (w) = 1 Nm/det

Imbuhan yang lazim dipakai dalam ukuran-ukuran dasar


Mikro = 0,000001 Sepersejuta
Mili = 0,001 Seperseribu
Senti = 0,01 Seperseratus
Desi = 0,1 Sepersepuluh
1,0 = Satu
Deka = 10,0 Sepuluh
Hekto = 100,0 Seratus
Kilo = 1000,0 Seribu
Mega = 1000000,0 Satu juta

18 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

TOPIK 2
Sirkuit & Komponen-Komponen
Hidrolik

Gambar 29
Mesin-mesin alat berat saat ini menggunakan sistem hidrolik dengan berbagai komponen
hidrolik untuk mencapai tingkat pengoperasian yang efisien. Silinder hidrolik memiliki
bermacam tipe yang digunakan untuk mengoperasikan implement, seperti bucket, blade,
ripper, backhoe dan bak truck.

Motor Hidrolik menggerakkan track, roda, car bodi dan conveyor. Brake, steering, transmisi,
suspensi dan sistem kendaraan lainnya juga menggunakan sistem hidrolik sebagai tenaga
dan control. Gambar 29 menjelaskan sistem dasar hidrolik, yang terdiri dari komponen-
komponen berikut:

 Fluida (A)
 Reservoir (B)
 Filter (C)
 Pompa (D)
 Directional control valve (E)
 Aktuator atau hidrolik silinder (F)
 Saluran (Line) (G)
 Pressure control valve (H)
 Oil Cooler (I).

Kebanyakan pabrik pembuat menggunakan simbol grafik untuk mengidentifikasi komponen


sirkuit dan untuk menggambarkan fungsi dan operasi sirkuit.

APLTCL025 19
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 30

SIMBOL-SIMBOL GRAFIK
Simbol-simbol grafik untuk diagram hidrolik (Gambar 30) awalnya dibuat oleh American
National Standards Institute (ANSI) dan saat ini digunakan juga oleh International Standards
Organisation (ISO). Simbol ini berguna sebagai standard komunikasi di dunia industri dan
pendidikan. Dengan adanya simbol, maka desain, proses fabrikasi, analisis dan perbaikan &
perawatan lebih mudah dilakukan.

Simbol ini menggambarkan fungsi komponen bukan konstruksinya. Disamping itu, simbol ini
memperlihatkan bagaimana komponen yang menggunakan tenaga fluida beroperasi secara
pneumatik, secara hidrolik, secara elektrik, secara manual, dan sejenisnya.

Aturan penggunaan sistem simbol grafis berikut harus dimengerti dan diikuti supaya hasil
yang diperoleh maksimal :

1. Simbol-simbol menunjukkan sambungan, jalur aliran, dan fungsi komponen. Simbol-


simbol tersebut tidak menunjukkan kondisi yang terjadi selama perubahan suatu kondisi
aliran ke kondisi aliran lainnya. Simbol-simbol juga tidak menunjukkan konstruksi atau
nilai, seperti tekanan, laju aliran, dan setelan komponen.
2. Simbol-simbol tidak menunjukkan lokasi port, lokasi spool, posisi elemen pengontrol pada
kondisi sesungguhnya.
3. Posisi atau ukuran simbol bisa diubah menjelaskan komponen dengan tidak mengubah
artinya.
4. Masing-masing simbol memperlihatkan komponen pada kondisi biasa atau netral kecuali
terdapat gambar lainnya yang menunjukkan kondisi spesifik masing-masing posisi
komponen.
5. Anak panah yang dipakai dalam simbol envelop menunjukkan arah aliran pada
komponen dan tanda panah di kedua sisi menunjukkan aliran yang dapat bolak-balik.
Simbol-simbol grafik menggunakan bentuk geometris dasar untuk menjelaskan komponen
dan sirkuit. Simbol tersebut dapat berbentuk lingkaran, bujur sangkar, segi empat, segitiga,
busur, anak panah, garis, titik dan silang.

20 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Simbol Dasar

Gambar 31 Simbol-simbol komponen tambahan


Simbol dasar pertama adalah segitiga energi (Gambar 31). Segitiga digunakan untuk
melambangkan titik konversi tenaga dan arah aliran. Segitiga dengan warna gelap atau
buram seperti terlihat disebelah kiri menunjukkan media tenaga adalah fluida, seperti hidrolik
oli. Segitiga bening di sebelah kanan menunjukkan media tenaga gas. Arah menghadapnya
segitiga akan menunjukkan arah tenaga mengalir, menuju atau dari komponen. Segitiga
gelap yang menunjuk keluar envelop komponen akan menunjukkan komponen pengubah
tenaga (seperti pompa) dan medianya adalah fluida. Contoh lain dapat berupa segitiga
bening yang menunjuk ke dalam komponen, menunjukkan media tenaga adalah angin dan
komponen menyerap atau mempergunakan tenaga ini untuk melakukan kerja (seperti motor
pneumatik).

Shaft berputar diperlihatkan dengan garis padat yang pendek, tersambung dengan garis
besar komponen. Anak panah digunakan untuk menunjukkan arah putaran. Anak panah
selalu diasumsikan didekat shaft dan dapat berputar searah atau bolak-balik.

Komponen-komponen Dasar

Gambar 32 Simbol komponen-komponen dasar


Simbol dasar komponen yang digunakan berupa lingkaran, bujur sangkar, ketupat, segi
empat dan beberapa bentuk geometris lainnya (Gambar 32). Lambang komponen atau
envelop dasar ini kemudian ditambahkan lambang komponen atau elemen tambahan untuk
menciptakan, atau menggambarkan jenis komponen secara spesifik seperti valve, pompa,
atau motor.

Ukuran komponen secara garis besar mungkin diubah-ubah untuk menekankan bagian
tertentu atau menunjukkan perbedaan di antara bagian utama dan pembantu. Selain itu,
variasi ukuran, tidak menunjukkan ukuran fisik komponen.

APLTCL025 21
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pipa (tube), Selang (hose) dan Saluran Dalam (Internal Passages)


Tiga tipe garis yang digunakan pada gambar simbol grafis digunakan untuk menunjukkan pipa
(tubes, hoses dan saluran dalam) komponen hidrolik terdiri dari :

1. Working Lines:

Garis lurus / nyata (solid line) digunakan untuk menunjukkan jalur kerja hidrolik. Jalur
kerja membawa sebagian besar aliran menuju sistem hidrolik.

2. Pilot Lines:

Garis putus-putus digunakan untuk menunjukkan pilot line hidrolik. Pilot line
membawa sedikit volume oli yang digunakan sebagai aliran tambahan untuk
menggerakkan atau mengontrol komponen hidrolik. Panjang setiap garis putus
sedikitnya sepuluh kali lebarnya .

3. Drain Lines:

Garis putus-putus lainnya digunakan menunjukkan jalur pengembalian (drain line)


yang mengembalikan oli ke reservoir. Panjang setiap garis putus sedikitnya lima
kali lebarnya.

Beberapa simbol-simbol lainnya:


1. Garis pembatas (Enclosure Lines):

Enclosure line digunakan untuk menggambarkan batas daerah pada mesin, dimana
terdapat komponen hidrolik, sebagai contoh tempat pengoperasian, atau setengah
bagian depan artikulasi mesin.

2. Instrument Lines

Instrument line digunakan untuk menghubungkan sebuah instrument dengan sensor.

Perpotongan line

Gambar 33 Teknik untuk menggambarkan perpotongan dan persambungan


Di sini kita lihat dua teknik untuk menggambarkan baik perpotongan line dan persambungan
(junction) line (Gambar 33). Sangat penting untuk memperhatikan bahwa grafik simbol

22 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

mungkin saja digambarkan dengan berbagai cara yang berbeda namun tetap mewakili hal
yang sama.

Pertama, mari kita lihat teknik-teknik ini, dimana A dan B dipakai untuk menggambarkan
perpotongan line. Dalam metode “A”, terlihat line setengah lingkaran kecil yang digunakan
untuk meloncati atau memotong line lain. Metode yang lainnya adalah metode “B” yang
hanya menunjukkan perpotongan line satu sama lain.

Pada sisi kanan, dua metode lain yang ada di sisi kanan ini adalah untuk menyambung line.
Cara yang standar dan paling banyak dipakai untuk menggambarkan persambungan
(junction) line adalah dengan menggunakan titik padat pada titik persambungan (junction)
seperti yang terlihat pada bagian “C”.

Metode yang lainnya adalah “D”, dimana terlihat persambungan (junction) line tanpa ada titik.
Ini mungkin tampak agak membingungkan pada awalnya, karena hal ini juga merupakan cara
untuk menunjukkan perpotongan seperti yang terlihat pada “B”. Cara untuk menentukan jenis
sambungan (junction) anda akan tergantung pada teknik lain yang digunakan dalam sirkuit
untuk menggambarkan perpotongan dan persambungan (junction) line.

Gambar 34 Persambungan (Junction) dan Perpotongan


Kunci untuk menentukan jenis persambungan (junction) line, seperti yang terlihat pada
Gambar 34 pada titik (1) dalam gambar “B” atau “C”, tergantung pada teknik lain yang
digunakan untuk keseluruhan sirkuit. Jika sebuah line setengah lingkaran kecil digunakan
untuk menggambarkan perpotongan line, maka persambungan (junction) line bisa
digambarkan dengan atau tanpa titik persambungan (junction), seperti yang terlihat pada “A”
atau “B”. Kedua metode ini sama benarnya.

Metode manapun yang dipakai, maka hal tersebut harus digunakan secara konsisten untuk
keseluruhan sirkuit. Sama juga halnya ketika anda memakai titik persambungan (Junction)
untuk menandai persambungan (junction) line / saluran dalam sirkuit, maka line
perpotongannya dapat menggunakan setengah lingkaran seperti pada “A” atau tanpa
setengah lingkaran tersebut seperti pada “C”. Hal penting yang harus anda ingat adalah
teknik manapun yang anda gunakan, pergunakanlah secara konsisten untuk keseluruhan
sirkuit.

Tampilan “D” menunjukkan apa yang akan terjadi jika anda menggunakan metode yang sama
untuk menggambarkan perpotongan dan persambungan (junction) line dalam sebuah sirkuit.
Ini tidak benar karena orang tidak akan dapat membedakan keduanya.

APLTCL025 23
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

LINE HIDROLIK
Line Hidrolik digunakan untuk menghubungkan berbagai komponen supaya fluida dapat
mengalir pada sirkuit. Line hidrolik tersebut dapat berupa pipa (tube) atau selang (hose).

Gambar 35
Tube (Gambar 35) merupakan line hidrolik yang kaku, biasanya terbuat dari baja. Tube
digunakan pada beberapa komponen yang tidak bergerak satu sama lain. Tube secara umum
juga memerlukan ruang lebih sedikit dibanding selang (hose) dan dapat terpasang dengan
kokoh ke mesin, menghasilkan perlindungan yang lebih baik pada line hidrolik dan secara
umum memperbaiki penampilan mesin.

Gambar 36
Hose hidrolik (Gambar 36) digunakan jika dibutuhkan fleksibilitas, seperti jika komponen
saling bergerak satu sama lain. Hose dapat menyerap getaran dan mampu menahan
berbagai pressure.

TANGKI HIDROLIK

Gambar 37
Sewaktu mesin dan perlengkapan dalam tahapan desain, banyak hal yang dipertimbangkan
seperti; ukuran dan lokasi tangki oli hidrolik (gambar 37). Saat mesin atau perlengkapan
beroperasi, tangki hidrolik berfungsi sebagai :

24 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

1. Tempat penampungan oli hidrolik.


2. Alat untuk membuang panas dari oli.
3. Alat pemisah dan membuang udara dari oli.
4. Memungkinkan partikel kotoran mengendap dari oli.
Fungsi utama tangki oli hidrolik adalah untuk menyimpan oli dan menjamin oli tersedia
dengan sebagai syarat sistem dapat bekerja dengan baik.

Tangki harus mempunyai cukup kekuatan, kapasitas yang memadai dan menjaga masuknya
kotoran.

Tangki diletakkan di lokasi yang mudah dijangkau, kadang-kadang langsung terdapat pada
rumahan komponen utama (major component housing).

Komponen tangki terdiri dari :


 Tutup pengisian (Fill cap).
 Gelas takar (Sight glass).
 Breather.
 Saluran suply dan kembali (Suplay & Return Line).
 Saluran pembuangan (Drain line).

Penutup / Fill Cap

Gambar 38
Tutup pengisian (fill cap) menjaga masuknya menjaga kotoran melalui lubang pengisian yang
digunakan untuk mengisi dan menambah oli ke tangki, juga sebagai penyekat tangki yang
bertekanan. (Gambar 38).

Sight Glass

Gambar 39
Kaca penakar (sight glass) (Gambar 39) digunakan untuk memeriksa ketinggian oli dengan
mengacu pada manual operation and maintenance. Ketinggian oli umumnya berada pada
posisi yang sesuai ketika terlihat berada ditengah-tengah sight glass. Oli level harus diperiksa
ketika oli dingin. Mengaculah pada spesifikasi pabrik untuk memperoleh informasi tentang
prosedur pembacaan ketinggian oli yang benar.

APLTCL025 25
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Lubang udara / Breather

Gambar 40
Lubang udara (Gambar 40) ini dipasang pada tangki tidak bertekanan dan memungkinkan
pressure atmosfir dapat keluar masuk tangki.

Drain Lines
Letaknya pada bagian bawah tangki, lubang drain ini berfungsi untuk mengeluarkan oli lama
dari dalam tangki. Lubang drain ini juga berfungsi untuk menyingkirkan air dan endapan
kotoran dari dasar tangki.

Kadang plug drain mengandung magnet yang kuat untuk menangkap partikel pada dasar
tangki.

Supply & Return Lines


Supply line memungkinkan oli mengalir dari tangki menuju sistem. Return line memungkinkan
oli mengalir dari dari sistem menuju tangki.

Pressurized Tank

Gambar 41
Pressurized tank itu tertutup sama sekali. Atmospheric pressure (tekanan udara luar) tidak
akan mempengaruhi pressure yang ada di dalam tangki. Sebagaimana oli mengalir melalui
sebuah system, oli akan menyerap panas dan mengembang. Oli yang mengembang ini akan
menekan udara yang ada di dalam tangki. Udara yang tertekan ini akan mendorong oli keluar
dari tangki dan menuju ke sistem.

Pressurised tank mencegah masuknya kotoran dan uap air disamping membantu mendorong
oli mengalir menuju pompa hidrolik. Terdapat juga sistem dimana tekanan udara di tangki
diperoleh dari sistem udara bertekanan mesin, namun sistem seperti ini jarang digunakan.

Jangan langsung membuka tutup tangki ketika sedang bertekanan. Tangki bertekanan
mengalami pengembangan volume oli yang disebabkan oleh panas dan oleh karena itu
terjadi tekanan pada permukaan oli.

26 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pressure relief valve mengontrol tekanan didalam tangki dan vacum valve mencegah
terjadinya tekanan negatif dalam tangki ketika sistem dingin.

Vacuum (Relief Valve)


Vacuum/relief valve mempunyai dua kegunaan yaitu :
1. Mencegah kevakuman
2. Membatasi tekanan maksimum didalam tangki.
Vacuum relief valve mencegah kevakuman saat membuka dan memungkinkan udara masuk
menuju tangki ketika tekanan didalam tangki turun menjadi 3.45 kPa (0.5 psi). Ketika pessure
di dalam tangki mencapai tekanan settingan vacuum relief valve, valve membuka dan
membuang udara bertekanan ke atmosfir. Settingan tekanan vacuum relief valve berkisar dari 70
kPa (10 psi) sampai 207 kPa (30 psi).

Saringan Pengisian (Filler Screen)


Mencegah kotoran dengan ukuran besar masuk kedalam tangki.

Tabung Pengisian (Filler Tube)


Memungkinkan tangki terisi hingga ketinggian yang tepat dan tidak kelebihan.

Baffle
Mencegah return oli mengalir langsung ke bagian tank outlet, memberikan kesempatan
kepada bubble (gelembung-gelembung udara) yang ada di return oil untuk naik ke atas. Juga
mencegah oli teraduk yang juga membantu mencegah oli dari pembentukan buih.

Ecology Drain
Digunakan untuk mencegah oli tercecer pada saat membuang air dan endapan-endapan dari
tangki.

Line kembali (Return Line)


Mengalirkan oli dari sirkuit hidrolik kembali ke tangki.

Saringan kembali (Return screen)


Mencegah partikel yang lebih besar masuk ke tangki, tetapi tidak bisa menyaring partikel
yang halus.

Pump Pick-up Line


Pump pick-up line mengarahkan oli menuju sisi pemasukan pompa. Saluran ini normalnya
tidak menyentuh bagian dasar tangki. Hal ini akan mencegah endapan yang berada dibawah
tangki masuk ke pompa.

Vented Tank

APLTCL025 27
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 42 Tangki vented / berventilasi dan simbol ISO

Vented tank merupakan tipe tangki yang umum. Memiliki breather yang memungkinkan udara
masuk dan keluar dengan bebas sehingga tekanan didalam system hanya tekanan atmosfir.
Elemen penyaring udara atau screen biasanya terpasang pada tangki untuk mengurangi
masuknya debu dari udara luar.

SIMBOL GRAFIK – TANGKI HIDROLIK

Gambar 43

Simbol vented reservoir (Gambar 43) ditunjukkan disebelah kiri dan dilambangkan dengan
kotak yang terbuka bagian atasnya. Pressurised reservoir digambarkan dengan kotak yang
tertutup penuh. Return line dapat digambarkan di atas atau di bawah ketinggian fluida. Simbol
reservoir merupakan sebuah simbol yang dapat digambarkan sebanyak mungkin sesuai
kebutuhan pada skematik sirkuit untuk mengurangi jumlah garis yang harus digambarkan.
Meskipun simbol digambarkan berulang-ulang, namun hanya menunjukkan tangki yang sama
kecuali ada keterangan spesifik.

Filter Fluida

Gambar 44 Simbol Dasar


Simbol umum yang digunakan untuk menunjukkan filter fluida berbentuk belah ketupat
kosong (empty diamond) seperti ditunjukkan pada (gambar 44) diatas. Beberapa tipe simbol
fluid conditioner dapat dibuat dengan melakukan sedikit perubahan atau tambahan pada
simbol dasar.

Gambar 45
Pertama adalah filter atau strainer, seperti ditunjukkan pada Gambar 45 diatas, dengan garis
putus-putus vertical di dalam simbol dasar. Ini menunjukkan media penyaring dimana fluida
mengalir.

28 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 46
Terdapat sebuah garis horizontal yang melintang pada bagian dasar simbol, seperti yang
terlihat pada Gambar 46 menggambarkan materi yang telah dipisahkan berada pada dasar
tangki misalnya air.

Gambar 47
Garis pendek yang memanjang dari bagian bawah simbol, seperti ditunjukkan Gambar 47,
memperlihatkan saluran pembuangan manual.

Gambar 48
Pembuangan otomatis ditunjukkan oleh huruf ‘V’ kecil yang ditempatkan dibawah garis
pemisah horizontal seperti ditunjukkan Gambar 48.

POMPA HIDROLIK
Pompa hidrolik mengubah energi mekanis menjadi energi hidrolik. Peralatan ini mengambil
energi dari sebuah sumber (seperti engine, electric motor, dll.) dan mengubahnya menjadi
bentuk energi hidrolik.
Fungsi pompa kemudian menyuplai aliran oli yang memadai ke sistem hidrolik supaya sirkuit
dapat beroperasi dengan kecepatan normalnya.
Pompa umumnya dibedakan menjadi dua jenis, yaitu :
 Non-positive displacement
 Positive displacement.

Gambar 49

APLTCL025 29
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 49 menunjukkan pompa tipe roda-gigi (gears type pump). Roda-gigi (gears)
berpasangan dan diputar oleh sumber tenaga. Pompa mengambil oli dari tangki dan
mendorongnya menuju sistem hidrolik.
Seluruh pompa menghasilkan aliran oli dengan cara yang sama. Kevakuman terbentuk pada
saluran masuk pompa dan tekanan dari luar (tekanan tangki atau tekanan atmosfir) menekan
oli menuju saluran masuk dan selanjutnya menuju inlet chamber pada pompa. Idler gear
pompa membawa oli menuju chamber outlet pompa.
Jumlah fluida yang dikeluarkan pompa dan fluida yang tersedia di saluran masuk pompa
harus sebanding. Ketersediaan fluida pada sisi inlet sepenuhnya tergantung pada tekanan
reservoir yang akan mendorong fluida menuju pompa.
Semakin besar ukuran pompa atau semakin cepat kecepatan putaran pompa, maka semakin
banyak fluida yang dibutuhkan menggantikan fluida yang dipompakan. Hal ini sangat
tergantung pada ketersediaan tekanan pada reservoir untuk mendorong oli menuju pompa.
Tanpa tekanan yang sesuai, pompa akan mengalami kekurangan suplai (“starvation”) dan ini
akan menyebabkan kerusakan yang serius pada komponen pompa atau sebagai penyebab
kerusakan pompa.
Terdapat banyak faktor yang mengurangi ketersediaan aliran antara reservoir dan pompa, yaitu :
 Saluran terlalu kecil dibanding volume fluida yang akan mengalir.
 Keluaran reservoir tersumbat.
 Pompa berada terlalu jauh dari reservoir, atau terlalu tinggi diatas reservoir.
 Fluida terlalu kental untuk mengalir.
Ketika salah satu atau beberapa kondisi penyebab "starvation" atau kekurangan suplay pada
pompa ini timbul, maka harus diperbaiki sesegera mungkin.

Pompa tidak menghasilkan atau menyebabkan tekanan. Tahanan aliran fluida-lah yang
menyebabkan tekanan. Tahanan dapat disebabkan oleh aliran melalui hose, orifice, fitting,
silinder, motor, atau apa saja pada sistem yang dapat menghambat bebasnya aliran kembali
menuju tangki. Pompa hanya menghasilkan aliran.

Positive Displacement Pump


Positive displacement pump akan menghasilkan aliran dengan jumlah tertentu setiap putaran
atau langkah dengan hampir mengabaikan hambatan pada sisi outletnya. Karena
karakteristik ini, positive displacement pump, merupakan pilihan yang selalu digunakan pada
sistem hidrolik.

Gambar 50

Positive displacement pump dicontohkan dengan kerja hand pump seperti pada Gambar 50.
Positive displacement hidrolik pump ditentukan oleh volume displacement-nya, seperti gallon
per menit, liter per menit, Inchi kubik atau sentimeter kubik per putaran. Penentuan ini

30 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

merupakan displacement secara teori, dimana tidak terjadi rugi aliran akibat kebocoran
didalam pompa.
Positive displacement pump memiliki komponen–komponen dengan celah yang sempit. Hal
ini mengurangi kebocoran dan menyediakan efisiensi sebesar mungkin ketika digunakan
pada sistem hidrolik bertekanan tinggi. Aliran output pada positive displacement pump pada
dasarnya sama pada setiap putaran pompa. Positive displacement pump ditandai dengan ciri
aliran output-nya dan konstruksi pompa.
Positive displacement pump dikelompokkan dengan dua cara :
1. Berdasarkan tekanan sistem maximum (21,000 kPa or 3000 psi) tempat pompa
beroperasi.
2. Keluaran pompa spesifik tiap masing-masing putaran pada tekanan tertentu, biasanya
pengelompokan dalam lpm @ rpm @ kPa (contoh 380 lpm @ 2000 rpm @ 690 kPa).

Ketika menghitung output per putaran, Aliran (flow rate) dapat dengan mudah dikonversi
dengan mengalikannya dengan kecepatan putaran dalam rpm, (contoh 2000 rpm) dan
berputar dengan konstan. Sebagai contoh, kita akan mengkalkulasikan aliran pompa yang
berputar 2000 rpm dengan flow 11.55 in3 /putaran atau 190 cc/putaran.

GPM = in3/rev x rpm/231 LPM = cc/rev x rpm/1000


GPM = 11,55 x 2000/231 LPM = 190 x 2000/1000
GPM = 100 LPM = 380

Non Positive Displacement Pump

Gambar 51

Aliran outlet pada non-positive displacement pump tergantung pada hambatan inlet dan
outlet. Semakin besar hambatan pada sisi outlet, semakin sedikit aliran yang dihasilkan
pompa. Contoh dari non-positive displacement pump adalah water pump pada engine
(Gambar 51).
Centrifugal impeller merupakan contoh dari non-positive displacement pump dan terdiri dari
dua komponen dasar; Impeller (2) yang terpasang pada input shaft (4) dan housing (3).
Impeller memiliki solid disc back dengan blade yang melengkung (1) .
Fluida masuk melalui bagian tengah housing (5) dekat input shaft dan mengalir menuju
impeller. Impeller blade yang melengkung, melemparkan fluida kearah luar housing. Housing
dibentuk sedemikian rupa sehingga dapat mengalirkan fluida menuju saluran keluar (outlet
port).

APLTCL025 31
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

GEAR PUMP

Gambar 52
Gear pump (Gambar 52) merupakan positive displacement pump. Menghasilkan aliran oli
dengan jumlah yang sama setiap putaran input shaft. Perubahan kecepatan putar akan
mengontrol output pompa. Tekanan operasi maksimal gear pump dibatasi hingga 27,579 kPa
(4000 psi). Pembatasan tekanan ini akibat pengaruh ketidakseimbangan hidrolik (hidrolik
imbalance) Hidraulic imbalance menyebabkan timbulnya beban samping pada shaft yang akan
merusak bearing dan bersentuhannya gear dengan housing. Gear pump menjaga efisiensi
volume diatas 90% ketika tekanan dijaga berada diantara batas tekanan operasi .

Gambar 53
Gambar 53 menunjukkan komponen gear pump: seal retainer (1), seal (2), seal back-ups (3),
isolation plates (4), spacers (5), drive gear (6), idler gear (7), housing (8), mounting flange (9),
flange seal (10), dan pressure balance plate (11) pada sisi lain dari gear tersebut. Bearing
dipasang pada housing dan mounting flange pada sisi gear untuk menahan gear shaft
selama perputaran.

32 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pressure Balance Plate (Pelat Penyeimbang tekanan)

Gambar 54
Terdapat dua jenis pressure balance plate yang digunakan dalam gear pump (gambar 54).
Jenis yang lama (1) memiliki bagian belakang yang rata. Jenis ini menggunakan plat isolasi,
back up seal, seal berbentuk angka 3 dan sebauah seal retainer. Jenis yang baru (2) memiliki
bentuk melengkung yang menyerupai angka 3 pada bagian belakangnya dan lebih tebal
dibanding jenis yang sebelumnya. Jenis pressure balance plate yang baru ini menggunakan
dua jenis seal yang berbeda.

Aliran Gear Pump


Aliran output dari gear pump ditentukan oleh kedalaman dan lebar gigi. Kebanyakan pabrikan
menstandarkan kedalaman gigi dan profile ditentukan dengan jarak dari titik tengah (1.6",
2.0", 2.5", 3.0", dsb.) antara gear dan shafts. Dengan kedalaman, lebar dan profil gigi, maka
perbedaan aliran ditentukan oleh klasifikasi yang dibuat berdasarkan jarak dari titik sumbu.

Gambar 55

APLTCL025 33
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Ketika pompa berputar (gambar 55), Gigi-gigi membawa oli dari sisi inlet menuju sisi outlet
pompa. Arah putaran drive gear shaft ditentukan oleh lokasi inlet dan outlet port dan drive gear
akan selalu menggerakkan oli disekitar sisi luar gears dari inlet menuju outlet port. Prinsip ini
berlaku pada gear pump dan gear motor. Pada kebanyakan gear pump, inlet port memiliki
diameter yang lebih besar dibanding outlet port untuk meyakinkan selalu tersedianya suplai
oli yang memadai untuk menghindari terjadinya pump starvation. Pada bi-directional pump
dan motor, Inlet port dan outlet port akan memiliki ukuran yang sama.
Gear Pump Forces
Aliran outlet dari gear pump dihasilkan akibat oli yang didorong keluar dari gigi-gigi.
Hambatan aliran oli menimbulkan tekanan outlet. Ketidak seimbangan dapat terjadi pada
gear pump akibat sangat besarnya perbedaan tekanan pada outlet port dibanding tekanan
pada inlet port. Oli dengan tekanan tinggi akan menekan gigi-gigi mengarah ke housing di inlet
port.

Shaft bearings akan memikul sabagian besar beban samping side untuk mencegah
keausan yang berlebihan antar ujung gigi dan housing. Pada pompa dengan tekanan yang
lebih tinggi, gear shaft sedikit lebih tirus pada ujung luar bearing yang berada didekat gear.
Hal ini memungkinkan kontak penuh antara shaft dan bearing saat shaft bengkok karena
kondisi tekanan yang tidak seimbang.

Tekanan oli juga diarahkan antara area yang disekat oleh pressure balance plate, housing
dan mounting flange untuk menyekat ujung gigi. Ukuran area yang disekat antara pressure
balanced plate dan housing adalah hal yang membatasi jumlah gaya yang menekan plate
akibat ujung gigi-gigi.

VANE PUMP

Gambar 56
Seperti diperlihatkan Gambar 56, Vane pump adalah positive displacement pump. Output
pompa dapat tetap (fix) atau bervariasi (variable)

Walaupun fix dan variable, vane pump menggunakan nama komponen yang sama. Masing-
masing pompa terdiri atas housing (1), cartridge (2), mounting plate (3), mounting plate seal
(4), cartridge seal (5), cartridge backup ring (6), snap ring (7), input shaft dan bearing (8).

Cartridge terdiri atas support plate (9) displacement ring (10), flex plate (11), slotted rotor (12)
dan vane (13).

Input shaft memutar slotted rotor. Vane bergerak masuk dan keluar luar lubang pada rotor
dan menyekat outer tip terhadap ring cam.

Bagian dalam fixed pump displacement ring memiliki bentuk elips.

Bagian dalam dari variable pump displacement ring memiliki bentuk bulat.

34 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Flex plates menyekat sisi rotor dan ujung vane. Pada beberapa desain tekanan rendah,
support plate dan housing menyekat sisi rotating rotor dan ujung vane.

Support plate digunakan untuk mengarahkan oli menuju saluran yang benar pada housing.
Sebagai tambahan, housing merupakan tempat penyangga berbagai komponen vane pump,
mengarahkan aliran masuk dan keluar vane pump.
Vane

Gambar 57
Vane (Gambar 57) awalnya ditahan terhadap displacement ring oleh gaya sentrifugal yang
disebabkan putaran rotor. Ketika aliran meningkat, resultan tekanan pressure yang terbentuk
akibat tahanan aliran mengarah ke saluran pada rotor dibagian bawah vane (1).

Oli bertekanan dibawah vane ini-lah yang menjaga ujung vane tertekan terhadap
displacement ring dan membentuk penyekatan. Guna menghindari vane tertekan terlalu
keras terhadap displacement ring, vane dibuat agak miring seperti ditunjukkan panah untuk
memungkinkan terjadinya tekanan penyeimbang (balancing pressure) sepanjang ujung
sebelah luar.

Flex Plate

Gambar 58
Tekanan oli yang sama juga diarahkan antara flex plate dan support plate untuk menyekat
sisi-sisi rotor dan ujung vane (Gambar 58). Ukuran area seal antara flex plate dan support
plate, merupakan pengontrol gaya yang menekan flex plate terhadap sisi rotor dan pada ujung
vane. Kidney shaped seal (seal berbentuk ginjal) harus terpasang pada support plate dengan
sisi o-ring mengarah ke rongga dan sisi plastik datar mengarah ke flex plate.

APLTCL025 35
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pengoperasian Vane Pump

Gambar 59
Ketika rotor berputar mengitari bagian dalam displacement ring (Gambar 59), maka vane
akan keluar masuk melalui slot rotor untuk menjaga penyekatan pada displacement ring.
Keitka vane keluar dari slot rotor, volume antara vane tersebut berubah. Terjadi peningkatan
volume. Peningkatan volume ini menimbulkan sedikit kondisi vakum yang memungkinkan oli
pada inlet terdorong ke rongga di antara vane oleh adanya tekanan atmosfir ataupun tekanan
tangki. Ketika rotor terus berputar, penurunan jarak yang terjadi antara displacement ring dan
rotor tersebut menyebabkan penurunan volume. Oli terdorong keluar dari bagian rotor menuju
output pump.

Vane pump yang dijelaskan diatas tadi merupakan jenis unbalanced vane pump.

36 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 60
Gambar 60 menunjukkan desain dengan prinsip keseimbangan (balance). Desain ini memiliki
sepasang inlet dan outlet port yang berseberangan. Ketika port ditempatkan tepat
berseberangan satu sama lain, Gaya yang lebih besar dihasilkan pada outlet port saling
dihilangkan satu sama lain. Hal ini mencegah pembebanan samping (side-loading) pada
shaft pompa dan bearing dan berarti bahwa shaft dan bearing hanya harus memikul beban
torsi dan beban luar (external). Ketika terdapat dua lobe pada cam ring setiap putaran,
displacement pompa meningkat menjadi dua kali.

PISTON PUMP

Gambar 61
Kebanyakan piston pump dan motor memiliki komponen yang sama dan menggunakan nama
komponen yang sama pula. Komponen pompa seperti Gambar 61 adalah head (1), housing
(2), shaft (3), piston (4), port plate (5), barrel (6) dan swashplate (7).

Piston pump dibuat dengan dua jenis desain, axial piston pump dan radial piston pump.
Kedua pompa merupakan positive displacement pump yang sangat efisien, walaupun output
pompa tersebut tetap ataupun variabel.

APLTCL025 37
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Axial Piston Pump

Gambar 62 – Fixed & Variable Displacement


Fixed displacement axial piston pump dan motor dibuat dengan housing lurus atau housing
menyudut. Prinsip dasar pengoperasian piston pump dan motor pada dasarnya sama.

Straight Housing Axial Piston Pump dan Motor


Gambar 62 menunjukkan positive displacement fixed output axial piston pump dan positive
displacement variable output axial piston pump. Kebanyakan literature menyatakan bahwa
kedua pompa merupakan positive displacement dan untuk itu nama pompa-pompa tersebut
dapat disebut hanya fixed displacement piston pump dan variable displacement piston pump.

Pada fixed displacement axial piston pump, piston-piston bergerak maju dan mundur dengan
jalur yang berdekatan dan parallel terhadapat titik sumbu shaft.

Pada piston pump dengan housing lurus, seperti ditunjukkan Gambar 62, piston tertahan pada
swashplate yang tetap (diam).

Sudut swashplate mengontrol jarak gerakan maju dan mundur piston di lubang barrel.
Semakin besar sudut wedge-shaped swashplate, semakin besar jarak gerakan piston dan
semakin besar output pompa setiap putaran.

Pada variable displacement axial piston pump, swashplate, barrel dan port plate dapat bergerak
maju dan mundur untuk mengubah sudutnya terhadap shaft. Perubahan sudut menyebabkan
output aliran dapat bervariasi antara settingan minimum dan maximum meskipun kecepatan
shaft konstan.

Pada pompa ini, ketika piston bergerak mundur, oli mengalir melalui intake dan mengisi
piston. Ketika pompa berputar, piston bergerak maju, oli ditekan keluar melalui exhaust
menghasilkan aliran menuju sistem.

Kebanyakan piston pump yang digunakan pada mobile equipment adalah axial piston pump.

Angled Housing Axial Piston Pump

Gambar 63
Gambar 63 menunjukkan angled housing piston pump. Piston-piston terhubung ke input shaft oleh
piston link atau ujung spherical piston masuk dengan pas pada socket pada sebuah plate. Plate
merupakan bagian yang terhubung dengan shaft. Sudut housing terhadap titik sumbu shaft

38 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

mengontrol jarak gerakan piston keluar dan masuk ruangan barrel.

Semakin besar sudut housing, Semakin besar output pompa perputaran. Aliran output dari
fixed displacement piston pump hanya dapat dirubah dengan merubah kecepatan input shaft.

ISO SYMBOL POMPA

Gambar 64 Positive displacement


Simbol ISO pompa dilambangkan dengan segitiga gelap pada sebuah lingkaran, segitiga
tersebut mengarah ke sisi luar lingkaran.

Gambar 65 Pompa Variable displacement Non-compensated

AKTUATOR LINEAR

Gambar 66
Aktuator merupakan istilah umum yang digunakan untuk komponen output sistem hidrolik.
Aktuator terdiri dari dua jenis yaitu :

1. Rotary aktuator , yang menghasilkan tenaga putaran atau gerakan berputar


2. Linear aktuator (Gambar 66) yang menghasilkan tenaga gerak lurus.

Silinder hidrolik merupakan tipe linear aktuator yang umum meskipun sering juga disebut sebagai
"ram", "jack", atau "stroker". Istilah lainnya ini sering dipakai pada aplikasi tertentu yang memiliki
arti spesifik.

Seperti telah dibahas sebelumnya, tenaga pada sistem hidrolik, pada awalnya dibangkitkan dari
gerakan putar yang berasal dari engine dan dirubah menjadi tenaga fluida oleh pompa. Fluida
diarahkan melalui sistem tertentu menuju aktuator dimana akan dirubah kembali menjadi
tenaga mekanis putaran melalui motor atau dirubah menjadi gerakan linear oleh silinder.
Gaya dan gerakan lurus yang dihasilkan, digunakan untuk mengoperasikan implement
seperti blade, bucket, ripper dan lain sebagainya.

APLTCL025 39
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Konstruksi

Gambar 67

Penyekat / Seals
Semua silinder memiliki dua lokasi dimana fluida harus disekat. Yaitu, sepanjang piston,
disekitar rod dan antara body dan kepala silinder.

Terdapat berbagai tipe seal yang berbeda-beda tergantung pada penggunaannya.


Kehandalan dan kualitas seal sangat dibutuhkan untuk memperoleh umur komponen yang
diinginkan.

Gambar 68 Konstruksi Penyekat


Rod seals adalah material yang flexible, menyekat permukaan rod dari tekanan hidrolik akibat
kombinasi penekanan awal (diameter dalam seal sedikit lebih kecil dibanding diameter luar
rod). “O” ring seal yang sederhana dengan back-up ring dapat digunakan, lip-type seal
merupakan desain yang umum meskipun “U” cup atau “V” cup packing lebih sering
digunakan. Desain seal yang umum ditunjukkan pada Gambar 68.

Lip seal merupakan material yang dicetak pada logam atau rangka plastik yang keras.
Sebuah coil spring dipasang pada bagian dalam bibir seal untuk menyediakan kontak awal
bibir seal terhadap permukaan yang berputar. Serupa dengan U-cup atau V-cup, sisi cekung
seal menghadap ke fluida bertekanan, dan bibir seal tertekan terhadap permukaan yang
disekat akibat tekanan fluida dan menghasilkan penyekatan yang kuat.

Material yang digunakan sebagai seal biasanya karet sintetis, campuran karet, dan campuran
plastik. Kriteria utama pemilihan material adalah kecocokan material seal dengan fluida yang
digunakan, ketahanan terhadap keausan dan ketahanan terhadap temperatur sistem.

Keausan seal tergantung pada banyak faktor selain faktor material yang digunakan; kualitas

40 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

pelumasan dan kebersihan fluida merupakan hal yang sangat penting, agar dilumasi dengan
benar maka harus dalam kondisi terbasahi fluida.

Penyekatan yang sempurna adalah hal utama untuk mencegah kebocoran. Namun pada
kenyataanya harus tetap ada sedikit kebocoran oli untuk membentuk oli film supaya seal
dengan mudah dapat meluncur pada permukaan kontak. Pada kebanyakan penggunaan,
penyekat dianggap baik jika tidak terdeteksi tanda-tanda adanya sejumlah fluida yang
melaluinya.

Terdapat dua tipe dasar silinder :


1. Single acting
2. Double acting.

Single acting cylinder

Gambar 69
Gambar 69 pada skematik menunjukkan sebuah single acting cylinder. Area dengan warna
merah menunjukkan kondisi oli bertekanan dan warna hijau menunjukkan yang memiliki
tekanan sama dengan tekanan tangki.

Single acting cylinder menggunakan tekanan oli dari satu sisi silinder dan menyediakan gaya
hanya satu arah.

Single acting cylinder memendek karena berat beban atau gaya tekanan spring. Single
acting cylinder jarang digunakan pada mobile equipment.

Gambar 70
Single acting cylinder yang sangat sederhana adalah hidrolik ram (Gambar 70). Silinder ini
hanya memiliki satu ruangan fluida dan bergerak hanya satu arah force. Kebanyakan

APLTCL025 41
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

dipasang sedemikian rupa sehingga dapat memendek karena gaya gravitasi. Penggunaan
silinder tipe ini biasanya pada dongkrak botol (“bottle” jacks) dan mengangkat mobil ditempat
cucian.

Single acting cylinder memberikan gaya hanya satu arah, efek gravitasi dan beban balik yang
menyebabkan silinder tersebut memendek. Perbedaan utama single acting cylinder dan ram
adalah single acting cylinder menggunakan piston dan kebocoran aliran melalui piston
dialirkan menuju reservoir untuk meminimalkan kebocoran fluida keluar sedangkan ram tidak
memiliki saluran ke reservoir. Single-acting cylinder biasanya dipasang pada pengangkat bak
truck (hoists) dan crane boom.

Double Acting Cylinder

Gambar 71
Gambar 71 menunjukkan double acting cylinder. Warna merah menunjukkan oli yang
bertekanan dan warna hijau menunjukkan oli yang memiliki tekanan sama dengan tekanan
tangki. Ini merupakan hidrolik aktuator yang paling umum digunakan pada mobile equipment.
Digunakan pada implement, steering dan sistem lainnya dimana silinder dibutuhkan untuk
melakukan kerja pada dua arah.

Double acting berarti bahwa silinder akan menyediakan gaya dan gerakan pada masing-masing
arah.

Gambar 72
Double-acting cylinder (Gambar 72) merupakan tipe silinder yang paling banyak digunakan
pada mobile equipment, Double-acting cylinder menghasilkan gaya pada kedua arah,

42 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

memanjang dan memendek. Supaya memanjang, fluida dialirkan menuju cap end dan rod end
port dihubungkan menuju reservoir. Sewaktu memendek, fluida dialirkan ke rod end dan
saluran pada cap end port dihubungkan dengan reservoir. Double-acting cylinder juga disebut
differential silinder karena perbedaan area efektif dan volume antara rod end dan cap end.
Perbedaan ini menyebabkan terjadinya perbedaan kecepatan ketika silinder memanjang dan
memendek.

Gambar 73
Variasi double-acting cylinder adalah double-rod silinder. Pada versi ini, silinder rod
memanjang melalui kedua end cap (Gambar 73), silinder ini memiliki area dan volume yang
sama pada kedua ujung silinder. Hal ini tentunya juga menyamakan gaya dan kecepatan
sewaktu silinder memanjang dan memendek. Double-rod silinder digunakan secara umum
pada aplikasi power steering

SILINDER TELESKOPIK

Gambar 74
Kebanyakan telescopic silinders (Gambar 74) adalah single-acting. Telescopic cylinder
memiliki rod yang dapat dipasang secara seri atau disebut juga sleeve. Masing-masing
sleeve secara individual memanjang. Dapat berjumlah dua, tiga dan ada juga yang memiliki lima
sleeve pada setiap silinder. Penggunaan silinder ini sangat ideal pada industrial lift truck dan pada
dump truck dengan bak yang berukuran besar. Keunggulan telescopic silinder akibat urutan
ukuran diameter sleeve, adalah penurunan gaya dan meningkatnya kecepatan pada setiap
tahapan.

Gambar 75
Telescopic cylinder dapat juga double-acting, Gambar 75, meskipun tidak terlalu umum. Karena
area untuk melakukan proses pemendekan, sangat kecil dan gaya memendek juga rendah.
Double-acting telescopic cylinder umumnya digunakan untuk mempercepat gerakan pada gaya
yang lebih besar dan pada saat langkah yang panjang dibutuhkan.

MODIFIKASI PADA SILINDER

APLTCL025 43
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Terdapat banyak konfigurasi linear aktuator untuk menyesuaikan dengan aplikasi tertentu.
Beberapa modifikasi tergantung pada pabrikan mesin dan jarang digunakan pada aplikasi
yang umum. Terdapat juga modifikasi yang umum dan dapat dikatakan sebagai pilihan
standar.

Valve Counterbalance

Gambar 76
Sering sekali keuntungan dapat diperoleh dengan menempatkan beberapa valve tertentu
pada silinder, umumnya pada cap end head. Screw-in cartridge valve sering digunakan karena
relatif memudahkan pekerjaan dan murah. Meskipun counterbalance valve (Gambar 76)
mungkin merupakan integral valve yang sering dipasang, tipe lainnya seperti directional control,
flow control dan sequence valve dapat juga ditemukan sebagai modifikasi.

Cushion

Gambar 77
Sentakan dan benturan yang berulang-ulang pada saat piston berhenti di ujung silinder dapat
merusak silinder; silinder-silinder yang memanjang dan memendek dengan kecepatan yang tinggi
dapat rusak dengan parah hanya dalam beberapa langkah saja. Silinder cushion merupakan
perlengkapan pada silinder mobile equipment untuk membantu melambatkan gerakan piston
saat mencapai ujung langkah dan mengurangi benturan. Cushion atau sering disebut hidrolik
brake dapat dijumpai pada salah satu atau kedua sisi silinder. Gambar 77 menunjukkan tipe
cushion yang digunakan pada langkah pemendekan.

Stroke Limiting

Gambar 78
Stop tube (Gambar 78) adalah perlengkapan tambahan yang dapat digunakan untuk
membatasi panjang langkah silinder.

44 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pembatasan langkah silinder dapat juga dilakukan dengan memasang stroke control valve
similar seperti ditunjukkan Gambar 79. Langkah diatur dengan menempatkan stop flange
pada silinder rod untuk mengaktifkan stop valve pada berbagai posisi saat silinder
memendek. Saat oli dengan arah yang berlawanan dengan sebelumnya, maka oli akan
menekan valve spring dan memungkinkan silinder memanjang.

Gambar 79

Thermal relief valve

Gambar 80
Silinder yang telah dingin dan kemudian terkena panas dari cahaya matahari secara
langsung (atau sumber lainnya) dapat mengalami kerusakan akibat pemuaian fluida.
Tekanan yang sangat tinggi dapat terjadi jika fluida memuai, kecuali ada jalan lain untuk
membuang tekanan tersebut dengan membuang sedikit fluida. Sebuah integral relief valve
kecil atau cartridge (Gambar 80), diatur lebih tinggi dari tekanan system pressure, akan
melakukan tugas ini dan mencegah kerusakan silinder.

RATING SILINDER
Rating dari silinder meliputi ukuran dan kemampuan menahan tekanan. Ukuran dasar yang
digunakan adalah bore (piston diameter atau body diameter bagian dalam), piston rod
diameter dan panjang langkah. Pengelompokan berdasarkan tekanan mengacu pada ukuran,
desain dan material yang digunakan dan ditentukan oleh pabrik pembuat. Perhatikan name-
plate silinder atau catalog yang dikeluarkan oleh pabrik pembuat untuk mengetahui informasi
ini.

ISO SYMBOL SILINDER HIDROLIK

APLTCL025 45
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 81
Simbol dasar dari silinder hidrolik dan pneumatic ditunjukkan oleh Gambar 81. Ukuran rod
dan panjang langkah tidak direfleksikan oleh ukuran simbol.

Pada kedua contoh single acting silinder diatas, silinder hanya dapat diaktifkan dengan
tekanan hanya dari satu arah. Pada contoh yang bawah terlihat double acting silinder dan
double rod end silinder yang dipakai pada steering silinder backhoe loader wheeled tractor
scrapers.

Gambar 82
Simbol dasar bagi silinder dapat dimodifikasi untuk menunjukkan berbagai fitur dan fungsi
lainnya. Gambar 82 memperlihatkan dua contoh silinder yang telah dimodifikasi.

Jika diameter rod ke inti ini dianggap penting bagi fungsi sirkuit, maka simbol di sebelah kiri
harus digunakan untuk menggambarkan diameter rod yang besar. Simbol di sebelah kanan
menggambarkan pressure dalam silinder yang digunakan untuk menggandakan pressure.

Gambar 83
Kedua simbol pada Gambar 83 menunjukkan fixed dan adjustable cushion atau snubber.
Alat-alat ini digunakan untuk melambatkan gerakan piston dan rod saat akan mencapai ujung
langkah silinder. Simbol sebelah kiri memiliki cushion yang tetap pada kedua arah gerakan.
Simbol yang sebelah kanan menunjukkan cushion yang dapat diatur hanya pada salah satu
sisi rod. Gambar sebelah kiri menunjukkan cushion yang bekerja pada saat rod memanjang dan
memendek.

ROTARY ACTUATOR
Linear aktuator mengubah tenaga fluida menjadi gerakan linear, rotary aktuator mengubah
tenaga fluida menjadi gerakan berputar. Fluida terdorong ke sisi inlet rotary aktuator dan
menyebabkan output shaft berputar. Tahanan untuk berputar akibat baban external
menghasilkan tekanan pada sirkuit hidrolik dan pada sisi inlet motor.

Gear Type

46 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 84
Gambar potongan external gear motor hidrolik ditunjukkan Gambar 84. Desain ini disebut
desain “external gear” karena gigi-gigi roda gigi dibuat pada diameter luar roda gigi. Salah
satu gigi terhubung ke output shaft dan yang lainnya menjadi idler gear. Pada gambar diatas
tidak ditunjukkan side plate yang melakukan penyekatan wear surface pada sisi gear set
(sama dengan yang digunakan pada pompa gear ).

Gear motor beroperasi karena perbedaan tekanan antara inlet dan outlet. Pressure
differential ini terjadi disepanjang gigi-gigi, menghasilkan gaya yang memutar gear.

Vane Motor

Gambar 85
Gambar potongan balanced vane rotating group ditunjukkan Gambar 85. Elemen yang
ditunjukkan adalah cam (cam ring atau displacement ring), rotor dan vane. Output shaft motor
dihubungkan dengan bagian tengah rotor. Vane meluncur masuk dan keluar pada celah rotor
dan juga membuat kontak dengan permukaan cam.

APLTCL025 47
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 86
Sebentuk spring, baik itu spring clip atau coil spring kecil, dipasang dibawah vane supaya vane
duduk dengan mantap pada permukaan cam (Gambar 86). Sebagai tambahan, fluida inlet
dialirkan juga dibawah vane untuk menyeimbangkan tekanan antara bagian atas dan bawah
untuk mencegah tekanan mendorong vane mundur kembali di celah rotor.

Fluida memasuki motor akan menekan pada dua sisi yang berseberangan pada rotor
assembly dan fluida kembali akan keluar di dua sisi, tekanan yang sebanding selalu
berseberangan satu sama lain, menyeimbangkan gaya sepanjang rotor. Hal ini akan melepas
sejumlah beban dari drive shaft dan bearing yang disebabkan oleh tekanan dan gaya internal.

Gambar 87
Gambar 87 menunjukkan perbedaan tekanan sepanjang vane akan menghasilkan gaya pada
vane. Jumlah vane yang terkena tekanan akan menentukan jumlah gaya yang dihasilkan
(force sama dengan tekanan dikali luas area) dan jarak dari titik tengah vane yang tertekan
ke titik tengah drive shaft akan menentukan torque yang dihasilkan. Oleh karena itu output
torque dari vane motor tergantung pada tekanan, ukuran vane (bagian vane yang memanjang
diatas rotor dan lebarnya) dan radius rotor (jarak dari titik tengah drive shaft).

In Line Piston Motor

Gambar 88
Potongan dari in-line piston motor ditunjukkan Gambar 88. Komponen dari piston motor rotating
group adalah silinder block, piston dan shoe, shoe hold-down plate, swash plate, valve plate dan
drive shaft. Drive shaft dihubungkan oleh spline ke silinder block, dan terlihat tertahan ke swash
plate oleh hold-down plate.

48 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Ketika fluida ditekan melalui valve plate ke silinder block, piston memanjang pada silinder block,
menyebabkannya meluncur sepanjang angled swash plate. Hal ini menyebabkan silinder block
berputar sepanjang piston, memutar drive shaft. Saat piston didorong ke silinder block oleh
swash plate, fluida terdorong keluar melalui valve plate dan kembali ke reservoir.

Jumlah torsi yang dihasilkan motor tergantung pada gaya piston (tekanan dikali area), Radius
lingkaran piston (gaya dikali jarak) dan besar sudut swash plate. Semakin besar sudut swash
plate, semakin besar output torsi pada tekanan tertentu.

Bent Axis Piston Motor

Gambar 89
Gambar potongan bent axis piston motor ditunjukkan Gambar 89. Elemen utamanya adalah
silinder block, piston dan shoe, drive shaft dan flange, universal link dan valve plate. Piston
shoe menyatu dengan drive shaft flange dan universal link menjaga kesegarisan antara
silinder block dan drive shaft sehingga dapat berputar bersama-sama.

Ketika fluida ditekan melalui valve plate ke silinder block, piston mendorong silinder block,
mendorong drive shaft flange sehingga berputar. Hal yang menyebabkan drive shaft berputar
sepanjang silinder block dan piston. Piston terdorong balik ke silinder block oleh drive shaft flange,
dan fluida terdorong keluar melalui valve plate dan kembali ke reservoir. Keseluruhan prinsip
operasi pompa ini sama dengan in-line piston motor, kecuali pada silinder block dan piston
assembly yang membentuk sudut terhadap swash plate.

Jumlah torque dari motor akan dihasilkan tergantung pada gaya piston (tekanan dikali luas
piston area), Radius drive shaft flange (gaya dikali jarak) dan sudut dari silinder block.
Semakin besar sudut silinder block maka semakin besar output torque pada tekanan dan
ukuran piston

ISO SYMBOL ROTARY ACTUATOR

Gambar 90 Pengalihan Tetap


Simbol yang digunakan motor hampir sama dengan pompa. Motor melakukan fungsi
sebaliknya dari pompa yaitu mengubah energi fluida menjadi energi mekanis. Hal ini
ditunjukkan dengan menggunakan komponen dasar yang sama dengan pompa, namun

APLTCL025 49
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

lambang segitiga energi kebalikan pompa, mengarah kedalam. Hal ini mengindikasikan
tenaga fluida diambil oleh komponen seperti ditunjukkan segitiga. Semua komponen
tambahan yang digunakan pada motor sama dengan yang digunakan pada pompa.

Hal penting yang harus diingat adalah simbol grafis yang menunjukkan pompa dan motor tidak
menunjukkan jenis pump atau motor (gear, vane atau piston type). Simbol hanya menunjukkan tipe
displacement pompa dan metode operasi.

DIRECTIONAL CONTROL VALVE

Gambar 91
Directional Control Valve (DCV) digunakan untuk mengarahkan oli menuju sirkuit yang
berbeda pada sistem hidrolik (Gambar 91). Kapasitas aliran maksimum dan tekanan yang
turun saat melewati valve merupakan pertimbangan utama.

Directional control valve dapat dikombinasikan dengan manual, hidrolik, pneumatic dan
kontrol elektronik. Faktor ini umumnya ditentukan selama melakukan desain sistem untuk
pertama kali. Directional control valve mengarahkan aliran oli menuju sistem hidrolik. Dengan
kata lain merupakan komponen dimana operator mengontrol mesin. Directional control valve
mengarahkan suplai oli menuju aktuator pada sistem hidrolik. Valve body dilubangi,
dihaluskan dan kadang lubangnya di keraskan dengan perlakuan panas.

Saluran Inlet dan outlet dilubangi dan diberi ulir. Valve spool dibuat dengan mesin dengan
bahan high-grade steel. Beberapa valve spool dikeraskan dengan perlakuan panas, digerinda
dan dihaluskan hingga mencapai ukuran tertentu. Valve spool lainnya ada yang di chrome
plated, digerinda dan dipolish hingga ukuran tertentu.Valve body dan valve spool kemudian
dirangkai sesuai spesifikasi rancangan. Ketika dirakit, valve spool adalah satu-satunya
komponen yang dapat bergerak.

Simple Spool DCV

50 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 92
Spool yang ditunjukkan Gambar 92, merupakan double acting silinder yang sedang
beroperasi, dengan mengarahkan aliran pada salah satu ujung silinder. Saluran A dan B
merupakan saluran silinder, saluran P merupakan tekanan oli dari pompa. Saluran T
merupakan oli yang dikembalikan ke tangki

Valve Ditengah
Oli menuju silinder ditutup oleh posisi spool.
Valve bergerak kekiri
Oli dapat mengalir dari saluran P ke saluran sillinder A dan oli dapat juga mengalir dari sisi
yang tidak aktif dari double acting silinder melalui B menuju tangki (T).

Valve bergerak kekanan


Oli saat ini dapat mengalir dari saluran P ke saluran silinder B. Oli juga dapat mengalir dari
sisi double acting silinder yang tidak aktif melalui saluran A, selanjutnya menuju tangki (T).

Open Centre Directional Control Valve

Gambar 93 Directional control valve dalam posisi diam


Open centre valve memiliki saluran yang didesain didalam valve body casting yang
memungkinkan seluruh aliran inlet, ketika spool diposisi netral atau posisi tengah-tengah, mengalir
menuju bypass area.

Aliran yang terdapat pada valve kembali ke tangki atau tersedia untuk valve lainnya yang
terhubung secara seri ke valve yang pertama.

Keuntungan open centre valve adalah pompa dapat bekerja dengan ringan ketika posisi
valve netral dan meminimalkan jenaikan tekanan.

Kelemahan rancangan ini adalah terjadinya sedikit waktu tunda ketika valve mulai dibuka
untuk menaikkan tekanan didalam sistem.

Gambar 93 menunjukkan diagram potongan open centre directional control valve yang umum
pada posisi HOLD.

Pada posisi HOLD, aliran oli dipompakan menuju valve body, kesekitar valve spool dan
kembali ke tangki. Valve spool juga menutup jalur oli menuju rod end dan head end silinder.

Contoh directional control valve diatas juga dilengkapi load check valve. Pada posisi hold,
load check valve memiliki spring tension dibelakangnya, untuk menjaga valve tertutup dan
mencegah terjadinya silinder implement turun dengan sendirinya (drift)

APLTCL025 51
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 94 Posisi naik


Gambar 94 menunjukkan valve spool ketika dengan tiba-tiba spool digerakkan keposisi naik
(RAISE).

Ketika valve spool digerakkan, Valve spool menutup aliran oli yang dipompakan ke tangki
sehingga aliran oli dari pompa membuka load check valve. Valve spool juga terhubung dengan
head end silinder dan oli dibelakang load check valve dan rod end silinder terhubung ke saluran
tangki. Load check valve mencegah oli pada head end silinder mengalir menuju saluran oli dari
pompa. Aliran oli pompa yang tertutup menyebabakan naiknya tekanan oli .

Hal ini mencegah terjadinya drift pada implement hingga tekanan pompa naik.

Gambar 95
Peningkatan tekanan oli yang berasal dari pompa akan sanggup melawan tekanan
dibelakang load check valve dan mendorong valve.

Oli dari pompa mengalir melewati load check valve dan disekitar valve spool menuju head
end silinder.

Oli pada rod end silinder mengalir melewati valve spool ke tangki. Kejadian sebaliknya akan
terjadi jika DCV digerakkan ke posisi LOWER.

Check Valve

Gambar 96

52 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Kegunaan check valve adalah untuk memungkinkan oli mengalir ke salah satu arah, tapi tidak
dapat mengalir ke arah sebaliknya.

Check valve sering kali disebut juga ’one way’ check valve terdiri dari spring dan dudukan
tirus seperti ditunjukkan gambar diatas. Namun selain dudukan tirus, sering juga digunakan
bola bulat. Check valve dapat juga mengambang bebas atau tidak dilengkapi spring.

Pada valve sebelah kiri (Gambar 96), ketika tekanan oli yang dipompakan melawan check
valve ditambah gaya pegas ringan pada check valve, check valve membuka dan
memungkinkan oli mengalir menuju implement.

Pada valve sebelah kanan, ketika tekanan oli yang dipompakan lebih rendah dari tekanan oli
di implement, Check valve menutup dan mencegah implement oli mengalir balik.

Closed centre, directional control valve

Gambar 97 Directional control valve dengan line / saluran bypass tertutup / close
Closed centre valve tidak memiliki bypass passage dan menutup seluruh aliran oli pada valve
ketika spool diposisi netral atau diposisi tengah-tengah. Tipe valve ini menggunakan variable
displacement pump dimana aliran sistem pada posisi netral tidak dan pompa sedang berada pada
posisi “cut off” atau “standby”. Gambar 97 memperlihatkan tipe closed centre mobile spool valve.
Closed centre valve dapat juga merupakan kombinasi inlet spool dengan outlet poppet atau
inlet poppet dengan outlet poppet. Keunggulannya adalah diperoleh pengontrolan valve inlet
dan valve outlet sendiri-sendiri (independent) sehingga diperoleh pengontrolan valve yang
fleksibel.

APLTCL025 53
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 98 Valve spool ganda dengan rancangan bypass tengah


Gambar 98 memperlihatkan multiple spool, open centre valve, saluran bypass yang berada
ditengah-tengah.

Pada Gambar 9 8, valve sebelah kiri berada pada posisi netral dan bypass mengarahkan aliran oli
sesuai dengan settingan tekanan bypass menuju bagian valve berikut. Pada valve yang berada
ditengah terlihat bypass bekerja ketika valve digerakkan mengalirkan oli menuju saluran B;
dan pada valve sebelah kanan, valve digerakkan untuk mengalirkan oli ke saluran A.
Sebelum aliran oli bekerja pada valve tengah dan kanan, bypass harus terlebih dahulu
bergerak kebawah supaya oli dapat mengalir menuju masing-masing valve. Seperti
ditunjukkan pada valve tengah, ketika spool digerakkan cukup jauh, bypass akan tertutup dan
aliran akan langsung ke port B.

Multiple spool valve umumnya didesain secara seri atau seri parallel. Valve dengan desain
seri biasanya lebih murah dengan tekanan maximum sistem tidak terlalu tinggi, umumnya
2000 psi (13790kPa) atau lebih rendah. Semua aliran disediakan untuk setiap bagian valve
secara maksimal. Desain ini tidak terlalu menguntungkan pada aplikasi dimana panas dan
konsumsi energi merupakan hal yang lebih diutamakan.

Desain seri parallel (Gambar 98) merupakan tipe yang paling umum digunakan pada multiple
spool valve. Desain ini memungkinkan adanya tekanan operasi tersendiri untuk masing-
masing bagian, aliran oli akan mengikuti jalur yang memiliki tahanan terendah dan bagian
dengan tekanan terendah akan memiliki kecendrungan mendapatkan semua aliran, kecuali
operator dapat meminimalkan hal ini dengan melakukan pengaturan.

PRESSURE CONTROL VALVE


Pressure control valve disebut juga relief valve. Fungsi relief valve untuk menyediakan
perlindungan terhadap sistem hidrolik sehingga komponen-komponen pada sistem tidak
mengalami kerusakan, keausan atau menghindari terjadi pecahnya jalur oli seperti hose dan
pipa serta mencegah kebocoran pada sambungan. Relief valve melakukan fungsi ini dengan
membuang tekanan pada saat settingan relief valve tercapai.

Relief valve membuka ketika tekanan pada sistem melampaui gaya spring pada relief valve.
Spring menahan relief valve pada posisi tertutup. Ketika tekanan fluida meningkat ke titik yang
telah melampaui gaya spring, relief valve terbuka dan mengalirkan oli menuju reservoir.
Proses ini disebut “relieving”, atau pembatasan tekanan fluida sistem.

54 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 99
Gambar 99 menunjukkan relief valve gerakan langsung dimana sebuah ball atau poppet
ditahan pada posisi tertutup oleh adjustable spring. Hal ini menutup aliran menuju tangki.
Valve ini dapat diatur secara manual. Ketika tekanan pompa (p) melampaui gaya pegas,
valve bergerak dari dudukannya, memungkinkan oli langsung mengalir ke tangki (T) dan
tekanan pada sistem berkurang atau terbuang.

Simple Pressure Relief Valve, Cracking Pressure

Gambar 100
Gambar 100 diatas menunjukkan simple relief valve pada posisi ‘cracking pressure’

Simple relief valve (direct acting relief valve) tertutup oleh gaya tekan spring. Spring tension
diatur ke posisi settingan ’relief pressure’. namun relief pressure setting bukanlah tekanan
valve mulai membuka.

Ketika terbentuk kondisi yang menyebabkan tahanan aliran oli normal pada sirkuit, aliran oli
yang berlebihan menyebabkan tekanan oli meningkat. Peningkatan tekanan oli akan
dirasakan oleh relief valve.

Ketika gaya akibat peningkatan tekanan oli melawan gaya spring relief valve, valve bergerak
melawan spring dan mulai membuka. Tekanan yang dibutuhkan supaya valve mulai membuka
disebut ’cracking pressure’. Bukaan valve hanya cukup untuk membuang kelebihan aliran oli
mengalir melaluinya menuju tangki.

Simple Pressure Relief Valve, Relief Pressure Setting

Gambar 101

APLTCL025 55
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Peningkatan tahanan aliran oli (Gambar 101) akan meningkatkan kelebihan volume oli dan
meningkatkan tekanan sirkuit. Peningkatan tekanan sirkuit akan melawan gaya spring dan
kemudian relief valve terbuka.

Proses ini akan berulang-ulang hingga volume maksimum oli (aliran pompa maksimal) mengalir
memalui relief valve. Hal ini disebut relief pressure setting.

Relief valve yang sederhana umumnya digunakan pada kondisi tingkat kelebihan volume oli
rendah atau pada saat dibutuhkan response yang cepat. Hal ini menyebabkan relief valve
sederhana ideal untuk membuang tekanan kejut atau sebagai safety valve.

Pilot Operating Relief Valve


Posisi tertutup / close

Gambar 102
Pilot operated relief valve (Gambar 102) sering digunakan pada sistem yang membutuhkan
volume oli yang besar dan perbedaan yang kecil antara cracking pressure dan full flow
pressure.

Pada pilot operated relief valve, pilot valve (simple relief valve) mengontrol main unloading
valve. Memiliki ukuran yang kecil dan tidak dapat mengalirkan volume oli dalam jumlah besar.
Spring pada pilot valve lebih kecil sehingga memungkinkan dilakukan pengontrolan tekanan
sistem dengan presisi. Hal ini menyebabkan perbedaan antara pilot valve cracking dan
maximum pressure diposisi minimal.

Unloading valve dapat mengalirkan semua aliran oli pompa pada kondisi maximum relief
pressure. Unload valve menggunakan tekanan oli dari sistem supaya tetap tertutup. Oleh
karenan itu, spring unloading valve tidak dibutuhkan yang kuat dan berat dan akan
memungkinkan pengontrolan tekanan bukaan lebih presisi.

Oli dari sistem mengalir menuju relief valve housing, melalui unloading valve orifice dan
mengisi unloading valve spring chamber. Oli pada unloading valve spring chamber
menyentuh area yang kecil pada pilot valve. Hal ini memungkinkan pilot valve menggunakan
spring yang kecil untuk mengontrol tekanan tinggi. Ketika tekanan oli pada sistem meningkat,
tekanan pada unloading valve spring chamber juga meningkat dan tekanan oli akan sama
pada kedua sisi unloading valve.

Kombinasi gaya tekanan oli pada unloading valve spring chamber dan gaya spring pada
bagian atas unloading valve akan memiliki nilai yang lebih besar dibanding tekanan oli
dibagian bawah valve. Gaya kombinasi pada spring chamber menjaga unloading valve
tertutup.

Posisi terbuka

56 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 103
Ketika tekanan oli pada sistem melampaui setting pilot valve spring setting (Gambar 103),
pilot valve terbuka. Terbukanya pilot valve memungkinkan oli pada unloading valve spring
chamber mengalir menuju tangki. Pilot valve opening (orifice) lebih besar dari unloading valve
orifice.

Oleh karena itu, aliran oli melewati pilot valve akan lebih cepat dibanding yang melewati
unloading valve orifice. Hal ini memungkinkan turunnya tekanan pada unloading valve spring
chamber. Gaya karena tekanan oli sistem menggerakkan unloading valve melawan spring.
Aliran oli dari pompa yang berlebihan mengalir melalui throttling hole pada unloading valve
menuju tangki. Throttling hole memungkinkan unloading valve membuang sejumlah volume oli
yang dibutuhkan untuk menjaga tekanan pada nilai tertentu.

FLOW CONTROL VALVE


Flow control melakukan pengontrolan dan pengaturan volume oli yang mengalir masuk dan
keluar sirkuit dengan tingkat lebih rendah dari aliran output pompa. Pengontrolan aliran pada
sirkuit hidrolik dapat dicapai dengan beberapa cara.

Cara yang paling umum mengontrol aliran adalah dengan memasang orifice. Saat orifice
terpasang, maka orifice akan menyebabkan timbulnya tahanan yang lebih besar dari tahanan
normal aliran pompa. Tahanan yang lebih besar meningkatkan tekanan oli. Peningkatan
tekanan oli menyebabkan sejumlah oli mengalir menuju jalur yang lain.
Jalur lain tersebut bisa menuju sirkuit yang lain atau melalui relief valve.
Terdapat empat tipe dasar pengaturan aliran. Yaitu :
 Non-compensated flow control
 Flow divider
 Pressure compensated flow control
 Temperature compensated flow control

Non-compensated Flow Controls


Tipe sederhana dari flow control adalah non-compensated flow control. Non compensated
flow control valve digunakan sebagai hambatan untuk mengontrol tingkat aliran oli menuju ke
cabang-cabang sirkuit tergantung pada tekanan input valve. Ketika tekanan sistem
meningkat, aliran melalui non-compensated flow control akan meningkat dan sebanding
dengan peningkatan pressure drop. Jika tekanan keluar atau beban meningkat, maka aliran
akan turun secara proporsional.

Bentuk sederhana non-compensated flow control adalah orifice. Orifice dapat dengan
sempurna dipasang pada saluran hidrolik sebagai valve yang berdiri sendiri, atau umumnya
dipasang pada fitting hidrolik sebagai penghambat aliran menuju cabang sirkuit.

Valve tipe needle atau glob juga umum digunakan sebagai penghambat aliran menuju
cabang sirkuit.

APLTCL025 57
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Sebuah orifice memiliki bukaan yang kecil pada jalur aliran oli. Aliran oli melewati orifice
dipengaruhi oleh tiga faktor secara umum yaitu :

1. Temperature oli
2. Ukuran orifice
3. Perbedaan tekanan sebelum dan sesudah orifice.

Temperature
Kekentalan oli (viskositas) berubah akibat perubahan temperature. Viskositas merupakan
ukuran tahanan oli yang mengalir pada temperature tertentu.

Oli hidrolik akan semakin encer dan mengalir lebih mudah ketika temperature meningkat.
Ukuran Orifice
Ukuran orifice akan mengontrol aliran oli yang melalui orifice. Contoh yang paling umum
adalah lubang pada selang air di kebun. Lubang kecil akan menyebabkan kebocoran dan
menyebabkan semprotan kecil. Lubang yang lebih besar akan menyebabkan kebocoran
seperti pancoran. Lubang, apakah besar atau kecil akan mengatur aliran air keluar selang.
Jumlah air yang keluar tergantung pada seberapa besar ukuran lubang kebocoran.

Ukuran orifice dapat tetap atau variable.

Check valve dengan fixed orifice

Gambar 104
Gambar 104 menunjukkan contoh check valve dengan orifice tetap yang umum digunakan
pada peralatan konstruksi.

Orifice tetap berupa lubang pada bagian tengah check valve. Ketika oli mengalir kearah yang
normal, valve terbuka dan memungkinkan oli mengalir disekitar valve juga mengalir melewati
orifice. Ketika oli mengalir dengan arah yang berlawanan, valve tertutup. Semua aliran balik
harus mengalir melewati orifice yang mengontrol aliran oli.
Variable Orifice

Gambar 105
Gambar 105 menunjukkan variabel orifice berbentuk needle valve. Pada needle valve, posisi ujung
valve terhadap dudukan valve mengubah besarnya orifice.

58 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Aliran oli melalui needle valve akan berbelok 90° dan mengalir melewati ujung valve dan
dudukan valve. Needle valve merupaka salah satu yang sering digunakan sebagai variabel
orifice.

Ketika valve stem diputar berlawanan arah jarum jam, orifice bertambah besar dan aliran
yang melalui valve meningkat.

Ketika valve stem diputar clockwise, orifice mengecil dan aliran yang melewati valve
berkurang.

Gambar 106
Gambar 106 adalah contoh bagaimana variable orifice dapat digunakan mengontrol
kecepatan operasi silinder.

Flow Divider

Gambar 107
Flow divider dapat berupa gear atau spool. Fungsinya adalah untuk membagi aliran menuju
dua cabang yang berbeda dengan kecepatan aliran yang sama. Bagaimanapun, dengan
penggunaan desain spring dan spool, atau penggunaan different gear displacement, masih
mungkin untuk diperoleh perbedaan perbandingan aliran pada kedua cabang.

Flow divider tipe gear (Gambar 107) hampir sama dengan gear motor double, triple, atau
lebih). Jenis ini menggunakan inlet yang sama dan beberapa bagian gear yang dijaga
memiliki kecepatan yang sama oleh sebuah shaft. Dengan kata lain, aliran masuk dibagi ke
masing-masing bagian gear. Dapat juga terpasang lebih dari dua bagian gear untuk
menghasilkan lebih dari dua cabang aliran. Volume aliran pada masing-masing cabang
dipengaruhi juga oleh efisiensi volumetrik masing-masing bagian gear.

APLTCL025 59
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 108
Flow divider tipe spool (Gambar 108) lebih umum digunakan dan lebih mudah dipasang pada
sirkuit hidrolik atau dapat digabung dengan outlet cover pompa. Desainnya memungkinkan
tersedianya output yang proporsional pada masing masing cabang atau memprioritaskan
pada salah satu cabang. Ketika digunakan sebagai priority valve, aliran diprioritaskan pada
salah satu cabang terlebih dahulu dan kemudian baru ke cabang selanjutnya ketika aliran
pada cabang utama sudah memadai.

Ketika keakuratan pembagian aliran pada setiap cabang merupakan hal yang lebih kritikal
terhadap aplikasi, tambahan perlengkapan dapat terpasang pada flow divider tipe spool untuk
menghindari terjadinya perbedaan output ketika tekanan tekanan inlet dan outlet berubah.

Pressure compensated Flow Control


Pressure compensated flow control valve digunakan untuk menyediakan output aliran yang
konstan ke masing-masing cabang sirkuit tergantung pada tekanan input atau tekanan
karena beban. Valve ini dapat berupa tipe piston atau tipe spool. Pada kedua jenis valve,
tingkat aliran yang konstan dicapai dengan menggunakan spring untuk menjaga penurunan
tekanan yang konstan sepanjang orifice. Ketika tekanan input meningkat, aliran output akan
terhambat saat piston atau spool tertutup. Hal ini mencegah peningkatan aliran output saat
terjadi peningkatan tekanan pada sisi input dengan memanfaatkan aliran untuk mendorong
valve.

Gambar 109
Gambar 109 menggambarkan tipe bypass, pressure compensated flow control dilengkapi
dengan relief valve. Perbedaan aliran output dikontrol oleh oleh orifice yang terpasang pada
saluran yang dapat diatur. Jalur ini menjaga aliran tetap konstan bekerja di sirkuit. Semua
kelebihan aliran diarahkan ke reservoir melalui line tangki.

60 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Ketika beban kerja meningkat, tekanan pada saluran output meningkat, sehingga dirasakan
pada spring chamber yang berada disisi kanan "hydrostat" piston. Tekanan inlet disebelah kiri
hydrostat piston juga akan meningkat ke nilai tertentu untuk melawan tekanan disisi kanan
hydrostat, ditambah nilai spring. Pada titik ini, hydrostat akan meluncur ke kanan,
memungkinkan kelebihan aliran mengalir melalui saluran tangki. Kemudian, tergantung pada tekanan
disisi kanan hydrostat kemudian tekanan disebelah kiri akan lebih tinggi akibat adanya gaya spring.
Hal ini memungkinkan penurunan tekanan yang konstan sepanjang orifice yang menjaga
tekanan yang telah diatur mengalir ke outlet.

Jika tekanan outlet yang sudah diatur melampaui settingan pilot spring dibagian dalam
hydrostat, tekanan pada spring chamber akan dibatasi dan valve akan berfungsi sebagai relief
valve.

Gambar 110
Gambar 110, merupakan desain alternatif lainnya dimana aliran output dikontrol oleh sebuah
orifice pada main spool. Spring disisi kanan spool menjaga penurunan tekanan yang konstan
dan oleh karena itu aliran akan konstan disepanjang orifice dan kelebihan aliran dibuang
melalui excess flow port. Relief valve yang terpisah melindungi aliran sirkuit yang telah diatur.

By-pass Pressure Compensated Flow Control Valve

Gambar 111
Gambar 111 menunjukkan pressure compensated flow control valve tipe by-pass. Pressure
compensated flow control valve tipe by-pass mengontrol valve secara otomatis untuk
mengatur aliran dan perubahan beban.

Jumlah aliran melalui valve tergantung pada ukuran orifice. Setiap perubahan aliran oli
melalui orifice menghasilkan perubahan tekanan di sisi hulu (upstream) orifice. Perubahan
tekanan akan melawan dump valve dan spring.

APLTCL025 61
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Ketika aliran dari pompa mengalir melewati orifice, gaya akibat tekanan oli di hulu (upstream)
yang melawan dump valve lebih rendah dari tekanan di hilir (downstream) karena adanya gaya
spring. Dump valve tetap tertutup dan semua aliran oli dari pompa akan mengalir melalui orifice.

Ketika aliran pompa lebih besar dari aliran yang dapat melewati desain orifice, gaya akibat
tekanan oli di hulu (upstream) lebih besar dibanding kombinasi gaya di hilir (downstream)
ditambah gaya spring. Dump valve membuka dan kelebihan oli mengalir melalui dump valve
menuju tangki.

Kombinasi orifice dan Dump valve

Gambar 112
Tipe umum flow control valve ditunjukkan Gambar 112.

Valve ini merupakan kombinasi orifice dan dump valve yang bergerak bersama-sama.
Operasi pengaturan tekanan dilakukan sama seperti by-pass pressure compensated flow
control valve.

Grafik sebelah kiri menunjukkan aliran pada kondisi yang sesuai dan kurang dari kemampuan
aliran yang dapat mengalir melalui valve.

Grafik sebelah kanan menunjukkan aliran mulai melampaui kemampuan aliran valve, perbedaan
tekanan yang diakibatkan oleh aliran sepanjang orifice menjadi cukup besar untuk mulai menekan
spring dan kelebihan oli dibuang ke tangki.

Jika aliran melalui valve meningkat, akibat dari orifice akan menyebabkan spring lebih tertekan
dan semakin banyak aliran yang dibuang. Pengontrolan aliran akan tetap konstan ketika
aliran melalui valve meningkat atau menurun.

Temperature Compensated Flow Controls


Temperature compensated flow control valve digunakan untuk menjaga output aliran yang
konstan ketika terjadi perubahan temperature. Penyesuaian akibat temperature diperoleh
akibat adanya variabel orifice yang dikontrol oleh bi-metallic lever atau rod yang sensitif
terhadap perubahan temperature.

ISO SYMBOL VALVE


Directional control valve

62 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 113 penutup valve dan port


Simbol dasar directional control valve (Gambar 113) terdiri dari sebuah atau lebih basic
envelope seperti terlihat pada gambar simbol diatas. Jumlah envelope yang digunakan
menunjukkan jumlah posisi gerakan valve.

Saluran valve (port), atau titik sambungan inlet, outlet dan jalur kerja. Simbol pertama pada
gembar disebelah kiri memiliki dua port dan biasanya disebut two-way valve, jangan bingung
dengan two-position valve seperti terlihat pada gambar yang ditengah. Valves dapat memiliki
berbagai posisi atau port sesuai kebutuhan, meskipun yang umum berkisar antara 1-3 posisi,
lima posisi atau lebih sedikit.

Dua simbol lainnya menunjukkan tipe port yang biasanya digunakan pada valve dengan tiga
atau empat jalur. Istilah valve dengan dua, tiga dan empat jalur bukan berarti valve-nya dua, tiga
atau empat buah tetapi menunjukkan jumlah port aliran yang tersedia.

Gambar 114 – Line / saluran internal


Garis dan panah dibagian dalam envelope digunakan untuk menunjukkan jalur dan arah
aliran antara port (Gambar 114). Dua tipe valve terlihat disini, normally blocked dan normally
open. Istilah ini menunjukkan kondisi aliran pada valve diposisi netral. Simbol valve selalu
digambarkan pada posisi netral atau posisi sedang tidak aktif.

Valve dikatakan berada pada kondisi neutral ketika tidak ada aliran atau tekanan pada sirkuit.
Gerakan valve spool atau envelope pada simbol grafis harus dilakukan dengan berimajinasi.
Pada skematik mesin yang lengkap, komponen selalu digambarkan pada posisi netral.

Gambar simbol sebelah atas (normally block) dihalaman sebelumnya menunjukkan satu, dua
dan tiga posisi valve dimana aliran normalnya terhambat pada posisi netral. Gambar simbol
sebelah bawah (normally open) dihalaman sebelumnya menunjukkan satu, dua dan tiga
posisi valve yang normalnya membuka aliran diposisi netral .

APLTCL025 63
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 115
Simbol pertama yang terlihat disebelah kiri Gambar 115 menunjukkan posisi valve normally
closed. Hal ini berarti valve spool dapat digerakkan sebagian, pada berbagai macam posisi atau
terbuka penuh untuk mengatur aliran melalui valve. Tanda panah menunjukkan aliran normal-
nya satu arah, dari top port menuju bottom port.

Simbol ditengah pada Gambar 115 menunjukkan normally closed valve dua posisi. Fungsi
valve sangat mirip dengan fungsi valve yang baru saja didiskusikan. Namum disamping valve
spool mengatur aliran, valve dapat berada pada posisi tertutup penuh dan terbuka penuh.
Pada posisi netral, aliran ditutup, ditandai dengan simbol “T". Pada posisi terbuka penuh, yang
ditunjukkan oleh envelope sebelah kanan, oli dapat mengalir pada dua arah. Hal ini
ditunjukkan oleh panah dengan dua kepala. Bandingkan gambar ini dengan simbol
sebelumnya dimana aliran hanya pada satu arah yang ditunjukkan dengan panah dengan
satu kelapa.

Simbol yang terlihat disebelah kanan Gambar 115 menunjukkan posisi normally closed valve
tiga posisi. Gambar ini menunjukkan aliran menyilang (cross flow) diperoleh antara port ketika
spool digerakkan ke kiri. Biasanya, ketika simbol valve ditunjukkan sendiri-sendiri, port diberi
label untuk menentukan suplai return dan working port. Namun ketika komponen ditunjukkan pada
skematik sirkuit yang komplit, garis penghubung harus ditelusuri untuk menentukan bagian
mana yang merupakan supply, return dan working port.

Valve dengan dua, tiga dan berbagai posisi dapat juga menunjukkan kemampuan pengaturan
aliran. Hal ini diperoleh dengan menambahkan garis horizontal yang parallel pada valve
envelopes yang akan dijelaskan pada slide berikut ini. Valves yang digambarkan hanya satu
tidak memerlukan penambahan garis horizontal.

Gambar 116
Terlihat pada sisi kiri Gambar 116 gambar potongan directional four-way control valve pada
posisi netral. Disebelah kanan terlihat simbol valve pada kondisi tengah-tengah atau
kondisi netral. Arti dari huruf label port adalah :

P - Supply dari pompa


T - Return dari tangki
A - Port yang bekerja
B - Port yang bekerja

Potongan valve pada gambar kiri atas merupakan open-centred type spool. Supplai aliran
dari pompa tidak terhambat dari working port “A” dan “B”, atau terhubung ke tangki. Pada
kasus ini aliran suplai akan memiliki hambatan yang kecil. Simbol disebelah kanan

64 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

mengindikasikan semua terhubung (titik sambungan) yang memungkinkan aliran yang


bebas disemua port.

Gambar 117

Potongan pada Gambar 117 menunjukkan spool tipe closed-centre. Aliran suplai pompa
tertutup oleh spool valve terhadap housing sebelah kanan dan sebelah kiri working port “A”
dan “B.”Port “A” dan “B” juga ditutup oleh spool terhadap tangki. Simbol sebelah kanan
menggunakan lambang “T” untuk menyatakan port tertutup.

Gambar potongan dan simbol menunjukkan closed centre motor spool dimana kedua port "A"
dan "B" terhubung dengan tangki dan suplai pompa tertutup

Gambar potongan sebelah bawah dan simbol menunjukkan open centre valve tipe tandem.
Suplai pompa terbuka ke tangki karena adanya saluran dibagian dalam spool ketika port
"A" dan "B" tertutup keduanya. Meskipun tidak satupun simbol yang menunjukkan bahwa
pada gambar diatas ada lubang pada spool. Sekali lagi, harus diingat bahwa simbol
digunakan untuk menunjukkan fungsi komponen bukan konstruksi komponen. Valve ini
disebut tandem-type valve karena selain memungkinkan aliran pompa mengalir secara
langsung ke tangki melalui port “T ", dapat juga diarahkan menuju bagian valve lainnya
melaui port “T." Oleh karena itu, valve dengan dua bagian disebut tandem atau seri, yang
satu dibelakang yang lainnya, valve kedua diberi aliran yang keluar dari valve pertama.

PRESSURE CONTROL VALVE

Gambar 118
Simbol pada Gambar 118 menunjukkan single valve envelope dengan aliran normally
closed. Terlihat juga tekanan sistem dirasakan melalui pilot line dan bekerja melawan gaya
spring yang dapat diatur. Tidak satupun dari simbol yang menunjukkan relief valve memiliki
pilot dan relief poppet, atau tekanan yang dirasakan melalui sebuah orifice.

Graphic simbol – Directional control valve

APLTCL025 65
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 119

FLUIDA HIDROLIK
Pemilihan dan penanganan fluida hidrolik akan berpengaruh penting terhadap usia sistem.
Seperti halnya komponen sistem hidrolik, fluida hidrolik harus dipilih berdasarkan
karakteristik dan kandungan yang sesuai dengan dengan jenis penggunaan sistem.

Fluida yang digunakan pada sistem hidrolik sama pentingnya dengan komponen lainnya
pada sistem. Supaya sistem dapat beroperasi dengan baik dan memiliki usia pakai seperti
yang diinginkan.

Catatan service akan menunjukkan oli yang tidak tepat, atau kotoran yang terdapat pada oli
dan jenis kontaminasi lainnya merupakan 70 persen penyebab kerusakan sistem hidrolik.

Fluida pada sistem hidrolik merupakan komponen yang digunakan untuk memindahkan
energi yang dihasilkan pompa ke komponen mekanis untuk melakukan kerja. Contoh
komponen ini dapat berupa silinder dan motor hidrolik.

Fungsi fluida hidrolik

Gambar 120
Fluida dapat dikatakan tidak dapat dikompresikan dan oleh karena itu fluida dapat
memindahkan tenaga secara cepat ke sistem hidrolik.sebagai contoh, petroleum oli hanya
terkompresi kira-kira 1-1.5% pada tekanan 20,685kPa (3000psi). Oleh karena itu petroleum
oli dapat dijaga volumenya tetap konstan pada tekanan tinggi.

Petroleum oli merupakan fluida utama untuk membuat oli hidrolik dengan fungsi utama:
 Pemindah tenaga
 Pelumasan
 Penyekatan
 Pendinginan

66 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pemindahan tenaga
Karena fluida hidrolik tidak dapat dikompresikan, saat sistem hidrolik diisi fluida maka
dengan cepat memungkinkan perpindahan tenaga dari satu area ke area yang lainnya.
bagaimanapun, tidak berarti bahwa fluida hidrolik akan sebanding dan memindahkan
tenaga dengan efisiensi yang sama. Pemilihan oli hidrolik yang tepat harus tergantung
kepada aplikasi dan kondisi operasi.

Pelumasan
Fluida hidrolik harus melumasi komponen yang bergerak pada sistem hidrolik. Komponen
yang berputar atau meluncur harus dapat berfungsi tanpa terjadinya kontak permukaan.
Fluida hidrolik harus menjaga lapisan tipis oli (oli film) diantara dua permukaan untuk
mencegah gesekan, panas dan keausan.

Penyekatan
Kebanyakan komponen hidrolik didesain menggunakan fluida hidrolik, bukannya
mechanical seals untuk menyekat celah pada komponen. Kekentalan fluida akan
membantu menentukan kemampuan penyekatan oli.

Pendingin
Sistem hidrolik menimbulkan panas ketika energi mekanis ditransfer menjadi energi hidrolik
atau sebaliknya.

Ketika fluida bergerak melalui sistem, panas mengalir dari komponen yang lebih panas
menuju komponen yang lebih dingin. Fluida membuang panas ke reservoir atau melalui
cooler yang didesain untuk menjaga temperature fluida pada nilai tertentu.

Kelengkapan fluida Hidrolik


Viscosity
Viscosity merupakan hambatan fluida untuk mengalir pada temperature tertentu. Dengan kata
lain ketebalan oli pada temperature tertentu. Fluida yang dapat mengalir dengan mudah
memiliki Viscosity yang rendah. Viscosity oli hidrolik merupakan hal yang sangat penting
karena jika oli terlalu encer (Viscosity turun saat temperature meningkat), dapat terjadi
kebocoran pada seal, sambungan, valve dan kebocoran internal di motor dan pompa. Pada
setiap tempat yang mengalami kebocoran, maka performance sistem akan terpengaruh.

Jika oli hidrolik memiliki Viscosity yang tinggi (terlalu kental), pengoperasian yang berat pada
sistem akan membutuhkan tambahan tenaga untuk mendorong oli disekitar sistem. Viscosity
oli juga mempengaruhi kemampuan pelumasan komponen yang bergerak pada sistem

Viscosity fluida dipengaruhi oleh temperature. Ketika fluida bertambah panas, Viscosity fluida
akan turun. Sebaliknya , ketika fluida dingin, Viscosity meningkat. Minyak sayur merupakan contoh
yang paling baik untuk menggambarkan bagaimana Viscosity berubah seiiring perubahan
temperature. Ketika minyak sayur sangat dingin minyak sayur akan kental dan sangat sulit diaduk.
Ketika minyak sayur dipanaskan, akan menjadi sangat tipis dan mudah diaduk.

Saybolt viscosimeter

APLTCL025 67
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 121
Peralatan yang paling umum digunakan mengukur Viscosity adalah Saybolt Viscosimeter,
yang ditemukan oleh George Saybolt.

Satuan pengukuran Saybolt Viscosimeter adalah Saybolt Universal Second (SUS). Pada
viscosimeter sebenarnya, sejumlah tertentu fluida dipanaskan hingga mencapai temperature
tertentu. Ketika temperatur diperoleh, sebuah stopcock (orifice) dibuka dan fluida mengalir
keluar container menuju gelas takar 60 ml. Stopwatch digunakan mengukur waktu pengisian
gelas takar.

Viscosity dicatat sebagai jumlah waktu (detik) gelas takar penuh pada temperatur tertentu.

Ketika fluida dipanaskan pada temperatur 24° C, memerlukan waktu 115 detik untuk mengisi
gelas takar maka Viscosity-nya adalah 115 SUS @ 24° C. Jika fluida dipanaskan pada
temperatur 38° C dan butuh 90 detik untuk mengisi gelas takar, Viscositas-nya 90 SUS @
38° C.

Viscosity index
Viscosity index (VI) adalah ukuran perubahan kekentalan oli akibat perubahan temperatur.
Jika fluida dengan konsisten memiliki kekentalan yang tidak berubah pada temperatur yang
bervariasi, fluida dianggap memiliki VI tinggi. Jika fluida mengental pada temperatur rendah
dan sangat tipis pada temperatur tinggi, fluida tersebut memiliki VI rendah. Pada kebanyakan
sistem hidrolik, fluida dengan VI tinggi lebih diinginkan dibanding fluida dengan VI rendah.

Viscosity improver
Terdapat bahan tambahan (additive) untuk menjaga kekentalan oli tetap stabil pada
temperatur yang bervariasi. Ketika oli dingin, sistem akan beroperasi dengan baik, begitu juga
ketika oli panas, sistem dapat beroperasi dengan baik.

Anti wear additive


Oli hidrolik mengandung berbagai jenis bahan tambahan untuk meningkatkan dan menjamin
daya anti ausnya. Oli harus mampu memberi pelumasan yang baik untuk menurunkan dan
memperkecil gesekan antar komponen dalam sistem.

Anti Foaming
Buih (Foam) pada oli hidrolik merupakan campuran oli dan gelembung udara. Fluida tidak
dapat dikompresikan sementara udara dapat dikompresikan, Campuran anti foaming
membantu oli menyerap udara sehingga tidak berpengaruh pada operasi sistem. Jika oli
dicampur dengan air yang lebih banyak daripada yang dapat diserap oli, buih akan terbentuk.
Ketika oli menjadi buih, sistem akan beroperasi dengan respon lebih lambat ketika terjadi
perubahan arah gerakan dan beban, atau dengan kata lain operasi yang tidak memuaskan.
Udara pada sistem juga mempengaruhi kemapuan oli melumasi komponen pada sistem yang
menyebabkan sistem overheating dan operasi yang tersendat-sendat (erratic operation).

Water resistant separator

68 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Uap air masuk ke sistem melalui reservoir, dan kebocoran kecil pada sistem. Ketika oli bergerak
disekitar sistem, maka oli akan teraduk-aduk, churning dan continual recirculation (mengalir
dari komponen penghasil kerja mekanis kembali ke recervoir). Hal ini akan mencampur oli
dan air dan akan terjadi yang namanya emulsi. Emulsi dapat menghasilkan karat, asam dan
endapan pada sistem. Hal ini juga mengurangi kemampuan oli melumasi komponen. Additive
yang ditambahkan pada oli akan membuat air terpisah dari oli.

Tipe fluida hidrolik


Petroleum oli
Semua petroleum oli akan menjadi encer ketika temperatur meningkat dan menjadi kental
ketika temperatur turun. Jika kekentalan terlalu rendah, kebocoran yang besar dapat terjadi
pada seal dan sambungan. Jika Viscosity terlalu tinggi, operasi unit akan terasa berat dan
tambahan tenaga dibutuhkan untuk mendorong oli menuju sistem.

Viscosity dari petroleum oli ditentukan dengan nomor Society of Automotive Engineers (SAE)
seperti: 5W, 10W, 20W, 30W, 40W, dsb. Semakin rendah nomornya, semakin baik oli tersebut
mengalir pada temperatur rendah.

Semakin tinggi nomornya, semakin kental oli dan lebih cocok dipakai temperatur pada
temperatur tinggi. Kekentalan dengan standard ISO menggunakan satuan mm 2/S, disebut
juga centiStokes (cSt).

Oli sintetis
Sintetis oli dibuat dengan proses reaksi kimia beberapa bahan dengan komposisi tertentu
untuk menghasilkan campuran yang direncanakan dan bahan dasar yang dapat dipresiksi.
Sintetis oli secara spesifik dicampur untuk kondisi operasi yang pada temperatur dingin dan panas
yang extrim.

Fluida tahan api


Terdapat tiga tipe dasar fluida anti terbakar (fire resistant fluida): water-glycol, water-oli
emulsion dan sintetis. Digunakan pada situasi yang memiliki resiko kebakaran tinggi seperti
pada underground mining, pengolahan baja dan sumur minyak.

Water-glycol mengandung 35% hingga 50% air, glycol (bahan kimia sintetis mirip dengan
anti-freeze) dan water thickener. Additive ditambahkan untuk meningkatkan pelumasan,
pencegah karat, korosi dan buih (foam). Fluida water-glycol lebih berat dari oli dan dapat
menyebabkan kavitasi pompa. (pembentukan dan pecahnya gelembung uap pada oli
hidrolik), menyebabkan erosi dan pitting pada permukaan metal saat kecepatan tinggi. Fluida
ini akan bereaksi dengan berbagai logam dan tidak dapat digunakan bersama-sama dengan
beberapa tipe cat.

Water-oli emulsion merupakan fluida tahan api yang paling murah. Hampir sama yaitu
sekitar (40%) air digunakan seperti pada fluida water-glycol untuk mencegah kebakaran.
Water-oli dapat digunakan pada oli sistem yang umum. Additive dapat ditambahkan untuk
mencegah karat dan terbentuknya buih.

Masa pakai oli


Oli hidrolik tidak pernah aus, yang mengalami kerusakan adalah zat additive kimia dan sering
sekali akan menyebabkan base oli tidak efektif digunakan sebagai oli hidrolik. Filter digunakan
membuang partikel dan sejumlah zat kimia ditambahkan untuk meningkatkan usia pakai oli.

Bagaimanapun, biasanya oli akan terkontaminasi dan harus diganti. Pada mesin-mesin
konstruksi, oli diganti pada jangka waktu berkala.

Contaminant didalam oli dapat juga digunakan sebagai indikator tingginya tingkat keausan wear dan
menentukan sumber permasalahan. Oli hidrolik harus dianalisa pada interval waktu yang terencana.
FILTER DAN STRAINER

APLTCL025 69
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Filler Screen

Gambar 122
Filler screen umumnya berada pada pipa pengisian. Screen ini akan menjaga contaminant
dengan ukuran besar memasuki tangki ketika tutup lubang pengisian dilepas.

Strainer
Inlet strainer selalu ditempatkan didalam reservoir terendam oli. Pada kondisi normal
selanjutnya oli akan mengalir menuju element filter. Aliran oli yang normal akan mengalir
menuju element filter.

Ketika filter tersumbat, tekanan oli sebelum pompa akan turun (pump sucking) dan oli akan
mengalir melewati bypass valve. Strainer yang tidak dilengkapi dengan bypass dapat
merusakkan pompa dengan sangat cepat.

Filter

Gambar 123
Oli filter dapat ditempatkan pada beberapa posisi di sirkuit hidrolik. Inlet filter dipasang pada
reservoir atau pada line menuju pompa. Strainer lebih dipilih untuk dipasang pada tempat ini
karena tidak serapat high-pressure filter.

 High-pressure filter melindungi valve yang sensitif pada sistem. Selalu ditempatkan
setelah pompa dan ciri-cirinya adalah memiliki housing yang tahan tekanan tinggi.

 Return line filter ditempatkan pada line kembalinya oli ke reservoir. Sistem ini memiliki
kelemahan utama bahwa oli disaring setelah meninggalkan sirkuit. Tipe filter ini dipasang
pada low pressure housing atau memiliki tipe spin-on.

70 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 124
Sistem aliran penuh menyaring semua aliran yang bersirkulasi pada sistem hidrolik. Karena
alasan ini, sistem aliran penuh merupakan sistem hidrolik yang paling umum digunakan.

Aliran normal mengalir dari sisi luar elemen filter menuju bagian tengah filter. Ketika
tersumbat, tekanan oli akan naik disekitar bagian luar filter dan membuka bypass valve.

Konstruksi filter
Permukaan filter / Surface Filter

Gambar 125
Permukaan filter berfungsi sebagai penyaring contaminant. Element umumnya dibuat dari
kertas berpori yang diperlakukan secara khusus dan dilipat untuk meningkatkan luas
permukaan. Tipe ini merupakan tipe yang paling umum digunakan.

Partial flow atau sistem bypass menyaring sebagian oli yang mengalir melalui sistem. Sistem
ini mengandalkan aliran oli yang mengalir berulang-ulang untuk membersihkan oli dengan
baik. Sistem ini digunakan hanya pada aplikasi khusus saja dan keunggulannya adalah dapat
membuang contaminant dengan ukuran yang sangat halus.

APLTCL025 71
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

By-pass Valve

Gambar 126
Bypass valve mencegah meningkatnya tekanan. Seluruh filter memiliki sebuah bypass
dengan diberi tanda aliran oli seperti IN dan OUT.

Perawatan filter adalah faktor yang sangat penting untuk memperoleh umur hidrolik sistem yang
panjang. Mengabaikan filter akan berakibat kerusakan yang cepat pada sistem.

Inspeksi visual tidak akan menunjukkan apakah oli mengalir melalui bypass kecuali saluran
bypass dilengkapi indikator atau sensor, untuk menghindari aliran melalui bypass yang tidak
terdeteksi, filter harus secara berkala diservis. Ikuti spesifikasi pabrik mengenai interval servis
yang direkomendasikan dan pergunakan filter dengan ukuran micron rating yang sama.

Beberapa filter dilengkapi indikator yang akan memberitahukan operator untuk membersihkan
atau mengganti element. Perlengkapan ini merupakan pressure gauge sederhana yang
menginformasikan operator apabila terjadi hambatan atau kenaikan tekanan akibat filter
tersumbat.

PENDINGIN / COOLER
Semua fluida yang digunakan pada mesin, menyerap dan membawa panas yang dihasilkan
komponen seperti pompa dan silinder. Fluida harus mengalir sebanyak mungkin menuju sisi
pembuangan panas pada reservoir sebelum oli masuk kembali kedalam pompa.

Beberapa desain sistem tidak memungkinkan pemindahan fluida yang memadai ke reservoir,
umumnya pada line hidrolik yang panjang dari rod end silinder. Hal ini dapat menyebabkan
kenaikan panas dan oksidasi fluida pada segment sirkuit yang terisolasi dan menyebabkan
kerusakan fluida dan komponen. Pada sistem seperti ini, desain yang dibuat adalah dengan
mengalirkan oli menuju oli cooler.

Penurunan efisiensi karena terbentuknya panas dapat terjadi pada semua sistem hidrolik.
Meskipun sistem hidrolik didesain sebaik mungkin, masih tetap terjadi kehilangan input
tenaga sebesar 20 % akibat terbentuknya panas. Reservoir hidrolik terkadang tidak sanggup
untuk membuang semua panas yang timbul dan pada kasus ini digunakan cooler.

Gambar 127

72 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Cooler dibagi menjadi dua, air cooler dan water cooler. Bahkan sistem yang dirancang
dengan baikpun masih dapat menghasilkan panas sekitar 20% dari keseluruhan power
tenaganya.

Air cooler
Pada subuah cooler udara (air cooler) (Gambar 127, kanan), fluida dipompakan melalui pipa
yang dipasang fin. Untuk membuang panas, udara ditiupkan pada tube dan fin oleh sebuah
kipas. Cara kerjanya sama dengan cara kerja radiator automobile.

Cooler udara (Air cooler) umumnya digunakan dimana air tidak tersedia atau terlalu mahal.

Water cooler
Cooler air (water cooler) pada dasarnya terdiri dari sekelompok pipa didalam selubung logam
(Gambar 127, kiri). Pada cooler ini, fluida sistem hidrolik, biasanya dipompa melewati
selubung hidrolik sistem dan melewati pipa yang didalamnya dialiri air pendingin.

Cooler disebut juga shell-and-tube type heater exchanger. Alat ini bernama pengganti panas
(heat exchanger) karena selain didinginkan, fluida hidrolik juga dapat di panaskan
menggunakan peralatan ini dengan mengalirkan air panas didalam tube.

Pendingin dalam sirkuit


Cooler selalu memiliki batas kemampuan beroperasi pada tekanan rendah (150 PSI). Oleh
karena itu, cooler ditempatkan pada bagian sistem yang memiliki tekanan rendah. Jika tidak
memungkinkan, cooler dapat dipasang dengan sistem sirkulasi sendiri.

Untuk meyakinkan gelombang tekanan dibagian dalam line tidak merusak cooler tipe shell-
dan -tube, maka cooler dipasang pada sistem secara parallel dengan dilengkapi sebuah
check valve 65 PSI.

Cooler dapat ditempatkan pada return line sistem, setelah relief valve,atau pada line case drain
variable volume pressure compensated pump.

ISO SYMBOL FLUID CONDITIONER

Gambar 128 – Kondisioner Fluida


Simbol umum yang digunakan untuk fluid conditioner (Gambar 128) adalah diamond seperti
terlihat diatas. Beberapa tipe berbeda simbol fluida conditioner dapat dibuat dengan
melakukan sedikit perubahan atau penambahan terhadap simbol dasar ini.

Lambang pertama adalah filter atau strainer yang ditunjukkan dengan garis putus-putus
vertikal didalam simbol. Garis ini menunjukkan media penyaring dimana fluida atau gas akan

APLTCL025 73
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

mengalir. Separator dengan manual drain di gambarkan dengan garis horizontal dibagian
bawah diamond.

Bagian pada simbol menunjukkan ruang terpisah untuk mengendapkan air dari bahan bakar.
Garis pendek yang memanjang dari bagian bawah simbol menunjukkan saluran pembuangan
manual (manual drain). Pembuangan otomatis akan ditunjukkan dengan penambahan tanda "V"
dibawah garis horizontal seperti ditunjukan pada simbol paling bawah dari gambar diatas.
Simbol sebelah kanan merupakan kombinasi filter separator dangan pembuangan (drain)
manual dan otomatis. Gambar sebelah kanan diatas filter separator merupakan simbol sirkuit oli
cooler yang dapat berupa tipe cooler udara dan cooler air.

KONTAMINASI KONTROL
Mengapa kontaminasi kontrol

Gambar 129
Pelanggan selalu meminta:
 Power tenaga yang lebih besar
 Daya dobrak yang lebih besar
 Cycle time yang lebih cepat
Industri sekarang menggunakan:
 Lebih banyak mesin menggunakan elektro-hidrolik
 Pressure sistem yang lebih tinggi
 Clearence yang lebih kecil
Hasilnya, sekarang, sistem fluida lebih sensitif terhadap contaminant / pencemaran:
 Hidrolik
 Transmisi dan Final Drive
 Sistem bahan bakar
 Engine
Fluida cair yang tercemar akan berdampak pada:
 Umur komponen dan fluida yang lebih singkat
 Turunnya produktivitas
 Dapat menyebabkan kerusakan catastrophic dan kenaikan biaya down time dan
perbaikan
 75-85% kerusakan sistem hidrolik disebabkan oleh kontaminasi
Jika kita tidak segera menangani contaminasi fluida, maka:
 Biaya warranty meningkat
 Permintaan pengerjaan ulang meningkat
 Kegagalan yang berulang dan kegagalan-kegagalan lainnya meningkat.
 Ketidakpuasan pelanggan meningkat, menyebabkan turunnya penjualan.

74 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Apakah yang dimaksud dengan Contaminant / pencemaran?


• Butiran debu
• Percikan las
• Cat
• Serabut kain
• Partikel keausan logam
• Abu rokok
• Gemuk
• Panas
• Air
• Udara
• Hasil oksidasi oli atau pertumbuhan bakteri

Seberapa banyak yang dianggap terlalu berlebihan?


½ sendok teh butiran debu dalam 55 galon (250 liter) oli hidrolik dianggap telah melebihi
batas toleransi contaminasi yang diperbolehkan untuk mesin-mesin Caterpillar baru.

Berhati-hatilah terhadap partikel yang sangat kecil untuk dilihat.

Sumber-sumber Kontaminasi
1. Selama proses pembuatan Machine
2. Selama proses produksi oli
3. Selama pengoperasian yaitu lingkungan yang berdebu
4. Perawatan yang tidak baik
5. Kurang perawatan

Filtration
Angka strainer merupakan derajat filtration suatu strainer yang diukur berdasarkan besarnya
ukuran lubang saringan

Angka filter merupakan derajat filtration dari sebuah filter yang diukur dalam mikron.

1 Mikron = 0,001 mm atau 0,000001 meter (1 per sejuta meter)

APLTCL025 75
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Tabel 1

Angka Absolut: Menghentikan semua bahan contaminant yang lebih besar daripada angka
filter misalnya 10 mikron absolute filter menangkap semua kontaminant yang lebih besar dari
10 mikron.

Angka Nominal: Menghentikan sampai sekitar 50-95% dari semua bahan contaminant /
pencemar

Magnetic plugs: Hanya menghilangkan bahan contaminant / pencemar besi atau magnetis
lainnya.

Strainer memberi filtration kasar dan biasanya dibuat dari kawat saring halus.

Filter mampu menyaring dengan halus, biasanya terbuat dari kertas berpori.

Perbedaan antara filter dan strainer adalah kemampuan menyaringnya.

Peran dan tanggung jawab:


Setiap orang harus memikirkan tentang:

Pembuatan Equipment :
 Merancang mesin untuk siklus hidup yang bersih.
 Membangun dan mengirimkan produk & komponen yang bersih.
 Mengembangkan standar baru.
 Membentuk Tim Kontaminasi Kontrol.
 Memberikan peralatan dan informasi pendukung.
 Mendidik karyawan, pemasok, agen dan pelanggan.

76 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Pelanggan:
 Mendidik operator dan petugas perbaikan.
 Menerapkan ukuran contamination controls.

Service Dealer
 Menugaskan adminsitrator kontaminasi kontrol.
 Mendidik karyawan dan pelanggan.
 Memiliki peralatan untuk kontaminasi kontrol.
 Mengembangkan dan menerapkan prosedur contamination controls.

Usaha untuk mengendalikan kontaminasi


 Kebersihan lingkungan kerja.
 Penyimpanan dan pemindahan oli .
 Penangananan dan penyimpanan suku cadang.
 Pemasangan dan penyimpanan hose.
 Perbaikan dan perakitan komponen.
 Perbaikan di lapangan.
 Pengukuran partikel.

Gambar 131
Kebersihan lingkungan kerja
 Jagalah agar lingkungan kerja selalu bersih dan teratur.
 Sapu lantai setiap hari.
 Segera bersihkan tumpahan.
 Jaga agar meja kerja tetap bersih.
 Batasi penggunaan penyimpanan langsung di atas lantai.

Penyimpanan dan pemindahan Oli

APLTCL025 77
© Caterpillar of Australia Pty Ltd
FUNDAMENTAL HYDRAULIC

Gambar 132

Saring oli baru dari tangki penyimpanan dan dalam drum berkapasitas 44 galon (200
liter)
 Simpan drum oli di dalam (jika memungkinkan)
 Pasang penutup drum
Penanganan suku cadang dan penyimpanan

Gambar 133

 Jaga agar semua komponen tetap berada dalam kemasan sampai saatnya akan
dipasang.
 Kembalikan semua suku cadang dalam wadah penyimpanannya.
 Bersihkan semua komponen yang tengah digunakan.

Perakitan dan penyimpanan hose

Gambar 134

 Bersihkan semua hose yang akan dirakit dengan Cat Hose Cleaner
 Lindungi semua hose yang telah dirakit dengan cap dan plug
 Lindungi hose yang disimpan dengan cap dan plug.
Perbaikan komponen dan perakitannya:
 Gunakan selalu absorbant pad – bukan kain lap.
 Lakukan proses pembersihan.
 Gunakan rotary brush untuk membersihkan silinder hidrolik setelah di-honing.
 Pisahkan pengelasan dan pembersihan.

Perbaikan di Lapangan
 Jaga agar suku cadang tetap dalam kemasannya sebelum digunakan
 Gunakan filter dengan efisiensi tinggi.
 Pastikan truk oli memasok fluida yang bersih dari contaminant.

78 APLTCL025
© Caterpillar of Australia Pty Ltd