Anda di halaman 1dari 14

PAPER ORIENTASI CPNS ANGKATAN 2019

IMPLEMENTASI REFORMASI BIROKRASI


DINAS KESEHATAN KEBUPATEN KEDIRI
TAHUN 2010 - 2020

DISUSUN OLEH :

dr. ACHMAD FAISAL ARGANATA


NIP. 199210312020121005
UPTD PUSKESMAS SEMEN

KECAMATAN SEMEN KABUPATEN


KEDIRI
TAHUN 2021
KATA PENGANTAR

Bismilahirrohmanirrohim alhamdulillah puji dan syukur


kehadirat Allah yang Maha Esa atas kesempatan yang diberikan
sehingga saya bisa menyusun Peper ini. Dengan adanya tugas
orientasi CPNS 2019 ini, saya dapat menerima tugas ini dengan
sepenuh hati dan keseriusan dalam mengerjakan. Maka dengan
kesempatan ini, saya akan memaparkan implementasi reformasi
birokrasi Dinas Kesehatab Kabupaten Kediri tahun 2010 - 2020.
Kondisi birokrasi Indonesia di era reformasi saat ini bisa
dikatakan belum menunjukan arah perkembangan yang baik,
karena masih banyak ditemukan birokrat yang arogan dan
menganggap rakyatlah yang membutuhkannya, praktik KKN yang
masih banyak terjadi, dan mentalitas birokrat yang masih jauh
dari harapan. Untuk melaksanakan fungsi birokrasi secara tepat,
cepat, dan konsisten guna mewujudkan birokrasi yang akuntabel
dan baik, maka pemerintah telah merumuskan sebuah peraturan
untuk menjadi landasan dalam pelaksanaan reformasi
birokrasi di Indonesia.
Reformasi Birokrasi menjadi patokan utama dimana sebuah
lembaga harus mengalami perubahan yang dinamis untuk
menyelaraskan perkembanggan jaman ini. Banyak permasalahan
yang terjadi mengenai reformasi birokrasi disebuah lembaga,
permasalahan yang berupa ketidak sesuain aturan, ketimpangan
sebuah kebijakan, berbelitnya sebuah sistem (yang seharusnya bisa
sederhana dengan perkembangan teknologi) sehingg menjadi rumit.
Hal ini yang memunculkan dan memerlukan yang namanya
reformasi birokrasi. Sebuah rancangan reformasi birokrasi harus
dikawal agar implementasinya sesuai dengan segala aturan
sehingga menghasilkan output yang optimal. Oleh sebab itu
diperlukan sebuah keselarasan bersama apalagi ketika di musim
pandemi ini agar memberikan kualitas terbaik dari jajaran dinas
pendidikan sampai ke tingkat satuan pendidikan.
Dengan ini saya selaku Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS)
wajib mendapat info dan mencoba meneliti sebuah metode kejadian
terkini yang terjadi dijaman era globalisasi saat ini.
BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang

Reformasi birokrasi adalah perubahan besar dalam paradigma dan


tata kelola pemerintahan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang
profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, bersih dari
perilaku korupsi kolusi dan nepotisme, mampu melayani publik secara
akuntabel, serta memegang teguh nilai-nilai dasar organisasi dan kode
etik perilaku aparatur negara.
Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk
mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan
perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan
pemerintahan terutama menyangkut aspek - aspek kelembagaan
(organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur.
Melalui reformasi birokrasi, dilakukan penataan
terhadap sistem penyelangggaraan pemerintah dimana uang tidak
hanya efektif dan efisien, tetapi juga reformasi birokrasi menjadi tulang
punggung dalam perubahan kehidupan berbangsa dan bernegara.
Tujuan reformasi birokrasi adalah untuk menciptakan
birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi,
berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral,
sejahtera, berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode
etik aparatur negara.
Dengan demikian reformasi birokrasi sangat penting bagi
seluruh bangsa tak terkecuali bagi dinas pendidikan yang menjadi tolok
ukur pendidikan di setiap daerah mulai dari lembaga pendidikan dasar
hingga menengah pertama.

B. Rumusan Masalah
Pada Paper dengan judul “IMPLEMENTASI REFORMASI
BIROKRASI DINAS KESEHATAN KEBUPATEN KEDIRI TAHUN 2010
- 2020” rumusan masalahnya adalah
1. Apa itu Implementasi ?
2. Apa yang dimaksud dengan Reformasi Birokrasi ?
3. Bagaimana implementasi reformasi birokrasi Dinas Kesehatan
Kabupaten Kediri tahun 2010 - 2020?
C. Tujuan Pembahasan Masalah
Dari beberapa rumusan yang telah dikaji, saya akan
memaparkan tujuan dari pembahasan Paper ini :
1. Memenuhi tugas sebagai CPNS kabupaten kediri
2. Dapat memahami implementasi reformasi birokrasi Dinas
Kesehatan Kabupaten Kediri
3. Menginspirasi CPNS untuk melakukan inovasi dalam
melaksanakan tugas di tempat kerja masing-masing
BAB II
PEMBAHASAN

A. Implementasi
1. Pengertian Implementasi
Sebelum membahas lebih lanjut tentang revormasi
birokrasi, kita harus memahami definisi dari masing – masing kata
penyusun. Implementasi berasal dari kata “to implement” yang
berarti mengimplementasikan. Arti implementasi ialah kegiatan
yang dilakukan melalui perencanaan dan mengacu pada aturan
tertentu untuk mencapai tujuan kegiatan tersebut. Sedangkan
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, implementasi juga berarti
penerapan atau pelaksanaan. Jadi, implementasi adalah tindakan
untuk menjalankan rencana yang telah dibuat.
Dengan demikian, implementasi hanya dapat dilakukan
jika terdapat sebuah rencana. Hasil implementasi akan maksimal
jika penerapan dilakukan sesuai rencana sebelumnya. Akhirnya
implementasi bermuara pada sistem atau mekanisme.
2. Tujuan Implementasi
Setelah Anda memahami arti implementasi, Anda dapat
mengetahui bahwa tujuan utama implementasi untuk menerapkan
rencana yang telah disusun. Dalam menyusun rencana, biasanya
ikut disusun tujuan-tujuan yang akan dicapai. Nah, implementasi
juga bertujuan untuk mencapai semua tujuan tersebut.
Karena pada pengertian sebelumnya implementasi
berkaitan dengan sistem, maka tujuan implementasi lainnya untuk
menguji suatu prosedur dalam kebijakan, menguji kemampuan
masyarakat dalam menerapkan kebijakan yang disusun, dan untuk
mengetahui keberhasilan kebijakan itu sendiri. Sistem yang melalui
pengujian akan semakin terjamin untuk pengguna di masa depan.
Sama halnya ketika diunit kerja ketika diawal tahun
menyusun sebuah Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah
(RKAS) kemudian dipertengahan tahun kita akan menilai
pengimlementasian dari RKAS yang telah disusun sudah sesuai
apa belum.
B. Reformasi
1. Arti Reformasi
Arti Reformasi dalam bahasa Indonesia dijelaskan bahwa
Reformasi merupakan suatu perubahan terhadap suatu sistem
yang sudah ada pada suatu masa. Dalam bahasa indonesia
Reformasi ialah perubahan secara drastis untuk perbaikan (bidang
agama, sosial, dan politik) dalam suatu masyarakat atau negara.
Kata Reformasi umumnya merujuk pada gerakan 1998 yang
menjatuhkan kekuasaan presiden Soeharto atau era setelah Orde
Baru.
2. Tujuan Reformasi
Tujuan utama dari reformasi seperti, pemulihan demokrasi social,
pemulihan demokrasi politik dan juga ekonomi sesungguhnya
memiliki hakikat untuk mengembalikan perjalanan bangsa
Indonesia seperti yang tercantum dalam UUD 1945. Menjatuhkan
pemerintahan Soeharto terbatas hanya untuk melengserkan
pemerintahan yang gagal saat mengembankan amanat UUD 1945
karena tidak amanah dalam menjalankan konstitusi nya.
Penjatuhan presiden Soeharto semestinya harus menjadi entry
point redemokratisasi di Indonesia bukan malah menjadikan
reformasi sebagai penjungkirbalikan, pengaburan dan juga
penguburan tiga pilar utama Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI) yaitu Rakyat, UUD 1945 dan Negara.
C. Birokrasi
1. Arti Birokrasi
Secara umum birokrasi merupakan sistem administrasi yang
terorganisasi dan tersusun secara berjenjang. Sementara menurut
Kamus Besar Bahasa Indonesia (Kemendikbud), Birokrasi adalah
sistem pemerintahan yang dijalankan oleh pegawai pemerintah
karena telah berpegang pada hierarki dan jenjang jabatan.
Fritz Morstein Marx mengatakan birokrasi adalah suatu
bentuk organisasi yang digunakan oleh sistem pemerintahan
modern, guna menyelesaikan tugas tugas yang membutuhkan para
individu yang memiliki keahlian khusus (atau biasa disebut para
spesialis), dan dilaksanakan dalam sistem administrasi (khususnya
aparatur pemerintah).
Sementara menurut Maximilian Weber birokrasi adalah suatu
bentuk organisasi yang penerapannya sangat berkaitan dengan
misi yang akan dicapai. Keberadaan birokrasi ini bertujuan sebagai
suatu sistem otoritas, yang ditunjuk secara rasional oleh beberapa
macam peraturan sebagai bentuk upaya mengorganisir pekerjaan
yang dilakukan oleh banyak orang.
Dengan demikian, birokrasi adalah sistem yang sangat erat
hubungannya dengan pelayanan publik yang dijalankan oleh
sekelompok orang pada sebuah lembaga tertentu.
2. Tujuan Birokrasi
Birokrasi sejatinya bertujuan untuk melaksanakan
administrasi, pelayanan publik serta kerjasama antar lembaga
maupun negara. Idealnya, birokrasi merupakan suatu sistem
rasional atau struktur yang terorganisir yang dirancang sedemikian
rupa guna memungkinkan adanya pelaksanaan kebijakan publik
yang efektif dan efisien.
Berikut adalah beberapa tujuan birokrasi.
a) Menjalankan program atau kegiatan agar tercapainya visi dan
misi pemerintahan
b) Memberikan pelayanan kepada masyarakat dan melakukan
pembangunan secara netral serta profesional.
c) Mengaplikasikan seluruh aspek manajemen pemerintahan.
Mulai dari aspek perencanaan, koordinasi, pengawasan,
prefentif, represif, evaluasi, dan lain lain.
d) Memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses
setiap layanan dan perlindungan.
e) Memberikan jaminan atas keberlangsungan sistem
pemerintahan pada suatu negara.
f) Mendukung, mempermudah, mempercepat, meningkatkan
efektifitas, serta efisiensi pencapaian dari beragam tujuan
pemerintah.

D. Reformasi Birokrasi
1. Arti Reformasi Birokrasi
Reformasi birokrasi adalah perubahan besar dalam paradigma dan
tata kelola pemerintahan untuk menciptakan birokrasi pemerintah yang
profesional dengan karakteristik adaptif, berintegritas, bersih dari perilaku
korupsi kolusi dan nepotisme, mampu melayani publik secara akuntabel,
serta memegang teguh nilai-nilai dasar organisasi dan kode etik perilaku
aparatur negara.
Reformasi birokrasi merupakan salah satu
upaya pemerintah untuk mencapai good governance dan
melakukan pembaharuan dan perubahan mendasar terhadap
sistem penyelenggaraan pemerintahan terutama menyangkut
aspek - aspek kelembagaan (organisasi), ketatalaksanaan dan
sumber daya manusia aparatur. Melalui reformasi birokrasi,
dilakukan penataan terhadap sistem penyelangggaraan
pemerintah dimana uang tidak hanya efektif dan efisien, tetapi
juga reformasi birokrasi menjadi tulang punggung dalam perubahan
kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Rencana Aksi Reformasi Birokrasi
Tujuan reformasi birokrasi adalah untuk menciptakan
birokrasi pemerintah yang profesional dengan karakteristik,
berintegrasi, berkinerja tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu
melayani publik, netral, sejahtera, berdedikasi, dan memegang
teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur negara.
3. Program Percepatan Reformasi Birokrasi
Dan dalam rangka mempercepat pencapaian hasil area
perubahan refomasi birokrasi tersebut maka ditetapkanlah 9
(sembilan) Program Percepatan Reformasi Birokrasi. Program
percepatan digunakan oleh seluruh instansi pemerintah untuk
mendukung pelakansaan refomasi birokrasi di instansi masing-
masing baik Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah. 9
Program percepatan reformasi birokrasi adalah sebagai berikut.
a) Penataan Struktur Organisasi Pemerintah
b) Penataan Jumlah dan Distribusi PNS
c) Pengembangan Sistem Seleksi dan Promosi Secara Terbuka
d) Peningkatan Profesionalisasi PNS
e) Pengembangan Sistem Pemerintahan Elektronik yang
terintegrasi
f) Peningkatan Pelayanan Publik
g) Peningkatan Integritas dan Akuntabilitas Kinerja Aparatur
h) Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri
i) Peningkatan Efisiensi Belanja Aparatur

E. Implementasi Reformasi Birokraksi Dinas Kesehatan Kabupaten


Kediri
Salah saatu bentuk implementasi reformasi birokrasi pada dinas
Kesehatan kabupaten kediri adalah dicetuskannya Standar Pelayanan
Minimal (SPM). Standar Pelayanan Minimal bidang Kesehatan yang
selanjutnya disebut SPM Kesehatan merupakan ketentuan mengenai
Jenis dan Mutu Pelayanan Dasar yang merupakan Urusan
Pemerintahan Wajib yang berhak diperoleh setiap Warga Negara
secara minimal.
Seperti kita ketahui, kondisi kemampuan sumber daya
Pemerintahan Daerah di seluruh Indonesia tidak sama dalam
melaksanakan keenam urusan tersebut, maka pelaksanaan urusannya
diatur dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) untuk memastikan
ketersediaan layanan tersebut bagi seluruh warga negara. SPM adalah
ketentuan mengenai jenis dan mutu pelayanan dasar yang merupakan
urusan pemerintahan wajib yang berhak diperoleh setiap warga negara
secara minimal.
Kemenkes telah mengeluarkan Peraturan Menteri Kesehatan
Nomor 43 Tahun 2016 tentang SPM Bidang Kesehatan yang memuat
12 jenis pelayanan dasar yang harus dilakukan Pemerintah
Kabupaten/Kota, yaitu: 1) Pelayanan kesehatan ibu hamil sesuai
standar pelayanan antenatal; 2) Pelayanan kesehatan ibu bersalin; 3)
Pelayanan kesehatan bayi baru lahir; 4) Pelayanan Kesehatan Balita;
5) Pelayanan kesehatan pada usia pendidikan dasar; 6) Pelayanan
kesehatan pada usia produktif; 7) Pelayanan kesehatan pada usia
lanjut; 8) Pelayanan kesehatan penderita hipertensi; 9) Pelayanan
Kesehatan Penderita Diabetes Mellitus; 10) Pelayanan Kesehatan
Orang dengan Gangguan Jiwa Berat; 11) Pelayanan Kesehatan Orang
dengan Tuberkulosis (TB); dan 12) Pelayanan Kesehatan Orang
dengan Risiko Terinfeksi HIV.
Semua poin dari ke 12 SPM Kesehatan sudah dilaksanakan oleh
Dinas Kesehatan Kabupaten Kediri, berikut adalah capaian SPM di
kabupaten Kediri tahun 2019
NO NAMA INDIKATOR HASIL/ TARGET/ Prosentase
REALISASI SASARAN (A)/(B)( %)
(A) SETAHUN
(B)

1 Pelayanan Kesehatan Ibu 24.412 26.669 91,54


Hamil

2 Pelayanan Kesehatan Ibu 23.519 25.457 92,39


Bersalin

3 Pelayanan Kesehatan Bayi 22.718 24.245 93,70


Baru Lahir
4 Pelayanan Kesehatan Balita 110.335 120.758 91,37

5 Pelayanan Kesehatan Pada 47.152 48.877 96,47


Usia Pendidikan Dasar

6 Pelayanan Kesehatan Pada 112.942 992.178 11,38


Usia Produktif

7 Pelayanan Kesehatan Pada 164.770 213.091 77,32


Usia Lanjut

8 Pelayanan Kesehatan 36.141 336.809 10,73


Penderita Hipertensi

9 Pelayanan Kesehatan 19.052 108.200 17,61


Penderita Diabetes
Melitus (DM)

10 Pelayanan Kesehatan Orang 3.271 3.271 100,00


Dengan Gangguan Jiwa
(ODGJ) Berat

11 Pelayanan Kesehatan Orang 1.448 3.170 45,68


Dengan Tuberculosis
(TB)

12 Pelayanan Kesehatan Orang 25.868 31.445 82,26


Dengan Risiko Terinfeksi
HIV
BAB III

KESIMPULAN

Reformasi birokrasi merupakan salah satu upaya pemerintah untuk


mencapai good governance dan melakukan pembaharuan dan
perubahan mendasar terhadap sistem penyelenggaraan
pemerintahan terutama menyangkut aspek - aspek kelembagaan
(organisasi), ketatalaksanaan dan sumber daya manusia aparatur.

Reformasi birokrasi bertujuan untuk menciptakan birokrasi


pemerintah yang profesional dengan karakteristik, berintegrasi, berkinerja
tinggi, bebas dan bersih KKN, mampu melayani publik, netral, sejahtera,
berdedikasi, dan memegang teguh nilai-nilai dasar dan kode etik aparatur
negara.

Salah satu bentuk implementasi reformasi birokrasi di Dinas


Kesehatan Kabupaten Kediri adalah penerapan SPM atau Standart
Pelayanan Minimal. Beberapa Capaian SPM di Dinas Kesehatan
Kabupaten Kediri masih belum optimal dan harus ditinkatkan lagi, namun
sebaian juga telah sesuai target.
DAFTAR PUSTAKA

- https://dinkes.kedirikab.go.id/?hal=profil&id=15

- https://pemerintah.net/reformasi-birokrasi/

- https://pelayananpublik.id/2020/02/03/apa-itu-birokrasi-pengertian-
tujuan-
ciri/#:~:text=Tujuan%20Birokrasi,kerjasama%20antar%20lembaga
%20maupun%20negara.&text=%E2%80%93%20Memberikan%20p
elayanan%20kepada%20masyarakat%20dan%20melakukan%20p
embangunan%20secara%20netral%20serta%20profesional.

- https://saintif.com/implementasi-adalah/

- https://passinggrade.co.id/apa-yang-dimaksud-dengan-reformasi/