Anda di halaman 1dari 4

RIZKA MEILINDA

Berpacu Menjadi Yang Terbaik

Home Profil Login

Kategori Menjadi Seorang Global Strategist dalam Menjawab Pengumuman


Tantangan Global
diposting oleh rizka-meilinda-fisip13 pada 20 June 2014 Pengumuman Pemenang Web
Analisis Hubungan
di Teori Hubungan Internasional - 0 komentar dan Blog Terbaik 2014
Internasional (0)
Gadget Photo Fiesta 2014
Analisis Kebijakan Luar Negeri
S ifat dinamis yang dimiliki oleh disiplin Hubungan Internasional membuatnya
(12) Pemenang Lomba Penulisan
dituntut untuk mampu menempatkan diri dalam situasi apapun. Hubungan
Blog Hutan Greenpeace
Globalisasi dan Strategi (8) Internasional dituntut untuk dapat melihat sebuah fenomena dengan segala
Indonesia
MBP Asia Timur (8) perubahan di dalamnya. Salah satu efek yang menyebabkan perubahan dalam kajian
Organisasi Internasional (0) Hubungan Internasional disebabkan karena adanya globalisasi. Pada dasarnya
pertanyaan mengenai kapan adanya globalisasi sendiri masih menjadi perdebatan.
Pemikiran Politik Barat (1)
Leyshon (dalam Weber, 2005) berpendapat bahwa globalisasi bermula pada saat Blogroll
Pengantar Globalisasi (6) berakhirnya Perang Dunia II, sementara di sisi yang lain berpendapat bahwa
PIHI (13) globalisasi telah ada sejak kapitalisme itu sendiri ada (Hirst & Thompson, 1996:2

Resolusi Konflik Global (0) dalam Weber, 2005:108). Hal yang berbeda disampaikan oleh Clark (2001), ia
menilai bahwa globalisasi memiliki dua pemahaman. Globalisasi merupakan faktor Komentar Terbaru
Rezim-Rezim Internasional (11)
yang menjadi penyebab berakhirnya Perang Dingin, namun pada waktu yang
Sistem Politik Amerika Serikat bersamaan globalisasi dinilai sebagai efek dari berakhirnya Perang Dingin (Clark, Camilla di American Political
(21) 2001:645). Terlepas dari perdebatan mengenai kapan munculnya dan pemahaman Heritage
Strategi dan Tata Kelola mengenai globalisasi, satu hal yang pasti bahwa globalisasi telah memberi Soon di American Political
Strategis (6) perubahan-perubahan dalam Hubungan Internasional. Contohnya saja fokus isu Heritage
yang dibahas dalam perspektif-perspektif alternatif yang dimiliki oleh Hubungan Rosalind di American Political
Studi Strategis Indonesia I (11)
Internasional. Berbeda dengan teori tradisional yang hanya membahas mengenai Heritage
Studi Strategis Indonesia II (6)
negara secara terus menerus, perspektif alternatif berusaha mengkaji persoalan yang Deneen di American Political
Teori Hubungan Internasional sebelumnya belum tersentuh oleh perspektif-perspektif tradisional. Heritage
(13) Dalam menghadapi perkembangan zaman, perubahan sangat dibutuhkan Coy di Resume and Lesson
dalam kajian Hubungan Internasional. Kata perubahan dalam politik internasional Learnt from Foreign Policy:
dan masyarakat diterjemahkan sebagai apa yang seharusnya dilakukan utnutk Decision Makers
Artikel Terbaru memastikan kelangsungan hidup umat manusia dan untuk memoderat konflik
diantara masyarakat. Tugas utama dari studi Hubungan Internasional dan
Dinamika Kebijakan Luar
Arsip
departemen lainnya yang berhubungan dengan urusan manusia adalah menolong
Negeri: Membentuk Masa orang dan menciptakan apa yang diharapkan (Cox, 2008:87). Salah satu perubahan
Depan Studi Kebijakan Luar yang harusnya dilakukan adalah perubahan yang direncanakan, yakni studi
Negeri Hubungan Internasional pertama-tama harus berfokus pada isu-isu kunci yang Pengunjung
Pola Perubahan dalam mempengaruhi kelangsungan hidup biologis umat manusia, setelah itu
Kebijakan Luar Negeri memfokuskan pada penciptaan keadilan dalam kondisi masyarakat yang mana 365.929
sangat penting untuk mempertahankan dukungan mereka untuk tatanan dunia yang
Sistem Internasional sebagai
survivable (Cox, 2008:87). Beberapa yang masuk menjadi prioritas dalam isu
Level Analisis dalam Kebijakan
tersebut diantaranya adalah pemeliharaan biosfer, pencegahan akan adanya perang
Luar Negeri
Level Analisis dalam Kebijakan nuklir, memoderat celah antara kaya/miskin, meyakinkan adanya perlindungan pada
Luar Negeri: Sistem orang-orang yang mudah diserang serta susunan efektif dalam bernegosiasi
Internasional mengenai penyelesaian konflik. Perubahan yang terjadi selama studi ini

Level Analisis dalam Kebijakan berkembang ialah munculnya aktor-aktor baru. Seiring dengan globalisasi yang

Luar Negeri: Atribut Nasional


terjadi, Hubungan Internasional dihadapkan pada tantangan besar yakni benar
tidaknya studi ini melihat bahwa hubungan yang ada merupakan hubungan antar
negara saja (Hay, 2007:286). Pada perkembangannya hingga sekarang yang
Artikel Populer memunculkan aktor-aktor baru, Hubungan Internasional sudah seharusnya
mengedepankan interdependensi antar aktor-aktor yang lain juga.
Dalam menganalisa hal-hal tersebut Linklater dalam karyanya yang
American Political Heritage
berjudul. Globalization and the Transformation of Political Community,
Strategi: Pengertian dan
mengungkapkan tiga pendekatan yang relevan mengenai isu-isu yang hadir
Kaitannya dengan Taktik
bersamaan dengan globalisasi. Pertama adalah kosmopolitan. Kosmopolitanisme
Posmodernisme Nomaden : menjadi sebuah pendekatan yang digunakan sebagai solusi dalam menghadapi
Laporan Panelis Pengantar globalisasi. Globalisasi dapat diatasi dengan menggunakan solusi yang ditawarkan
Globalisasi Pertemuan 11 oleh pendekatan ini. Pendekatan ini meyakini bahwa untuk menghadapi isu-isu
Resume and Lesson Learnt global diperlukan adanya sistem internasional yang membawa nilai-nilai tertentu
from Foreign Policy: Decision dan nilai-nilai ini ditaati oleh semua orang di mana saja. Pendekatan ini
Makers menekankan pada identitas bersama yang dimiliki oeh penduduk dunia (Linklater,
2001:629-630). Kedua adalah posmodernisme. Menurut pendekatan ini, seluruh
Studi Kasus Rezim
komunitas dengan bentuk apapun beresiko mendominasi kehidupan bermasyarakat
Perdagangan Internasional:
sehingga memiliki potensi yang berbahaya. Dan yang ketiga adalah
Perubahan dari GATT ke WTO
komunitiarianisme. Pendekatan ini berasumsi bahwa sebagian besar orang atau
masyarakat dunia pasti menyisipkan kepentingan individunya dalam komunitas
dimana mereka berada. Hal tersebut menyebabkan keambiguan dalam hal
kepentingan. Keambiguan kepentingan di sini dimaksudkan kepada kepentingan
personal atau kepentingan bersama yang dapat menguntungkan anggotanya
(Linklater, 2001: 630-631)
Lain halnya dengan pendapat yang dikemukakan oleh Lake dan Powell
(1999), mereka menambahkan bahwa perlunya pendekatan strategic-choice dalam
menghadapi tantangan yang ada. Pendekatan strategic-choice diartikan sebagai
sebuah pendekatan atau orientasi daripada diartikan sebuah teori. Teori
terdefinisikan oleh seperangkat asumsinya, argumennya, serta sifat alami manusia.
Teori juga berfokus pada variabel-variabel tertentu, seperti teknologi atau lembaga.
Sebagai hasilnya, banyak teori yang konsisten dengan pendekatan yang diberikan.
Meskipun demikian, pendekatan strategic-choice memiliki fitur tertentu dimana
teori-teori dihubungkan dan digunakan pada tempatnya. Pendekatan ini
mengasumsikan bahwa aktor bersifat purposif, membuat interaksi strategis unit
analisis, menyediakan kerangka kerja umum untuk mengatur interaksi, mengambil
pandangan dasar dari teori pragmatis, dan membuat serangkaian metodologis
tentang apa yang akan terbukti menjadi cara yang bermanfaat untuk menganalisis
dan berpikir tentang politik internasional (Lake & Powell, 1999:6).
Pendekatan strategic-choice terdiri dari tiga komponen utama. Pertama
adalah mengenai permasalahan yang strategis dan interaksi unit analisis. Dalam
pendekatan ini, aktor tidak lagi aktor yang telah ditetapkan sebelumya sebagai unit
analisis, contohnya saja negara. Pendekatan strategic-choice mengambil interaksi
dari dua atau aktor sebagai objek yang akan dianalisis dan berusaha untuk
menjelaskan bagaimana interaksi diantaranya terjalin. Kedua, pendekatan ini terdiri
dari cara mengatur penelitian tentang interaksi strategis yang timbul dalam
hubungan internasional. Cara dalam praktiknya adalah membedakan antara aktor
dengan lingkungannya. Serta yang ketiga, pendekatan strategic-choice memuat
pendekatan meodologis untuk menganalisis permasalahan strategis untuk lebih
akurat. Hal tersebut akan membuktikan tentang apa yang akan terjadi dengan cara
yang produktif (Lake & Powell , 1999:4). Terdapat dua karakteristik di dalam
pendekatan strategic-choice. Pertama, pendekatan ini menekankan pada apa yang
disebut dengan mikrofondasi. Maksud dari mikrofondasi adalah penekanan pada
hubungan antara apa yang aktor inginkan, lingkungan di mana aktor-aktor berusaha
untuk menggapai kepentingannya, dan hasil dari interaksi ini. Karakteristik kedua di
mana merupakan kelebihan dari pendekatan strategic-choice ini adalah pendekatan
ini cenderung untuk memecah perbedaan tradisional antara tingkat analisis,
keamanan dan ekonomi politik internasional, dan hubungan internasional dan
daerah lain ilmu politik pada umumnya (Lake & Powell, 1999:20).
Terdapat tiga keuntungan besar yang didapat di dalam pendekatan strategic-
choice. Hal pertama adalah pendekatan ini merupakan cara yang berguna dan
sederhana untuk mengorganisir pemikiran seseorang tentang politik internasional.
Kategori analitik yang disarankan oleh pendekatan ini berbeda dari yang ditemukan
dalam paradigma yang sudah ada sebelumnya. Kedua, pendekatan strategic-choice
membantu mempertajam logika teori-teori yang dipunya. Banyak perdebatan dalam
hubungan internasional dapat ditelusuri kembali guna mendapatkan jawaban apa
yang sebenarnya sedang diasumsikan. Ketiga, pendekatan strategic-choice
cenderung untuk memecah perbedaan tradisional yang mungkin telah berguna pada
satu waktu tapi sekarang terlihat kontraproduktif. Seperti yang terlihat, aktor
domestik sering menghadapi masalah strategis yang sangat mirip dengan masalah-
masalah strategis yang dihadapi negara. Pendekatan level-of-analysis cenderung
mengaburkan kesamaan ini dengan menekankan tingkat di mana penyebabnya,
sedangkan pendekatan strategic-choice membawa kesamaan ini jauh lebih ke depan
(Lake & Powell, 1999:5).
Keterkaitannya dengan studi Hubungan Internasional dalam menjawab
tantangan global, Hubungan Internasional diklaim sebagai sebuah disiplin yang
independen., karena dalam perkembangannya Hubungan Internasional tidak
menggantungkan dirinya pada kajian Ilmu Politik. Terlebih lagi disebutkan bahwa
Hubungan Internasional memiliki fokus yang terpisah dari Ilmu Politik, dengan
kapasitas studi ini dalam mengadakan konferensi tersendiri, organisasi-organisasi
sehingga mampu melahirkan seorang yang mengarah kepada international
relationist daripada political scientists (Waever, 2007:293). Hubungan Internasional
akan tetap berpatokan dengan politik sebagai kajian utama, namun tetap
memperhitungkan isu-isu internasional seperti isu lingkungan, ekonomi, dan lain-
lain. Dengan demikian, strategi yang digunakan oleh Hubungan Internasional
adalah tidak secara fokus mempelajari aspek-aspek secara detail, namun memilah
fenomena yang memiliki relevansi dengan Hubungan Internasional itu sendiri. Oleh
sebab ini lah Hubungan Internasional bersifat interdisipliner (Wardhani, 2013).
Hubungan Internasional muncul sebagai disiplin ilmu karena adanya Hubungan
Internasional sebagai art. Oleh sebab itu perlu adanya keseimbangan dalam
mempelajari Hubungan Internasional sebagai disiplin maupun sebagai praktek.
Fenomena yang semakin begitu kompleks terjadi tidak dapat diprediksi
begitu saja. Menjadi seorang strategis merupakan jawaban yang dapat mewakili
perkembangan Hubungan Internasional. Berkenaan dengan hal tersebut,
Departemen Hubungan Internasional Universitas Airlangga dengan Airlangga
School of Thoughtnya berusaha untuk membenahi dan mengimbangkan kurikulum
pembelajarannya sesuai dengan keadaan, sehingga terciptalah kurikulum yang lebih
strategis dan komprehensif. Salah satunya adalah untuk mencetak lulusan studi
Hubungan Internasional sebagai seorang global strategist, dengan beberapa
kompetensi seperti analys global, global communicator, global negosiator,
serta managerial global (Departmen HI, 2005). Seorang strategist merupakan
karakter yang mana dapat menempatkan diri dengan tepat dan memberikan solusi
mengenai fenomena-fenomena yang berkembang dengan apa yang dimiliki.
Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa sifat dinamis dan interdisipliner
dari Hubungan Internasional membuatnya dituntut untuk mampu menjawab
tantangan-tantangan global. Karena adanya tantangan-tantangan global tersebut,
mau tidak mau Hubungan Internasional harus berkembang dan melakukan
reorientasi, redifinisi, dan reformulasi. Hubungan Internasional sebagai disiplin
tidak hanya menitikbertkan pada satu kajian utama, Hubungan Internasional adalah
interseksi dari disiplin-disiplin ilmu yang lahir sehingga menjadikannya bersifat
interdisiplin. Tokoh Hubungan Internasional seperti Andrew Linklater memberikan
beberapa pendekatan dalam menganalisis persoalan strategis global, diataranya
adalah kosmopolitanisme, posmodernisme, dan komunitiarianisme. Berbeda halnya
dengan yang disampaikan oleh David Lake dan Robert Powell, mereka memberikan
pendekatan strategic-choice untuk menganalisis persoalan strategis. Dengan
banyaknya fenomena dan permasalahan yang terjadi serta semakin kompleksnya
fenomena dan permasalahan tersebut, seorang global strategist merupakan sebuah
jawaban dalam menaklukan tantangan tersebut. Departemen Hubungan
Internasional Universitas Airlangga telah memikirkan dan melakukan upaya
mengenai hal itu, sehingga penstudi Hubungan Internasional di jurusan Hubungan
Internasional Unair diharapkan mampu memegang tiga kompetensi sekaligus, yakni
global analyst, global communicator, global negosiator.
Penulis beropini dengan adanya kurikulum yang menjadikan para penstudi
Hubungan Internasional di Universitas Airlangga untuk memegang tiga kompetensi
sekaligus menuai hal positif maupun hambatan. Hal yang menjadikannya sebuah
hambatan adalah ketidakfokusan yang mungkin dirasakan oleh penstudi Hubungan
Internasional. Namun kelebihan yan di dapat adalah para penstudi Hubungan
Internasional di Universitas Airlangga adalah mereka tidak akan terpaku pada satu
kompetensi saja, dalam kata lain mereka memiliki alternatif yang akan
membantunya di masa depan. Dengan dikuasainya tiga kompetensi sekaligus
membuat para penstudi Hubungan Internasional di Universitas Airlangga mampu
menjadi seorang global strategist dimana menjadi seorang global strategist tersebut
dibutuhkan dalam menjawab tantangan global serta perubahan dan betapa
kompleksnya sebuah fenomena.
Referensi
Clark, Ian, 2001. Globalization and the post-cold war order, in; John Baylis & Steve
Smith (eds.) The Globalization of World Politics, 2nd edition, Oxford, pp. 614-648.
Cox, Robert W. 2008. The Point Is not Just to Explain the World but to Change It.
Dalam Reus-Smit, Christian & Snidal, Duncan, (eds). The Oxford Handbook of
International Relations. Oxford:Oxford University Press. pp. 84-93.
Departemen Hubungan Internasional. 2005. 2005-2020 Roadmap Studi Hubungan
Internasional, Jurusan Hubungan Internasional. Surabaya: UniversitasAirlangga
Hay, Colin, 2007. International Relations Theory and Globalization, dalam; Tim
Dunne, Milja Kurki & Steve Smith (eds.) International Relations Theories, Oxford
University Press, pp. 266-287.
Lake, David A. & Powell, Robert. 1999. International Relations: A Strategic-Choice
Approach, dalam; David A. Lake & Robert Powell (eds.), Strategic Choice and
International Relations, Princeton University Press, pp. 3-38.
Linklater, Andrew. 2001. Globalization and the transformation of political
community, dalam John Baylis & Steve Smith (eds.) The Globalization of World
Politics, 2nd edition, Oxford, pp. 617-633.
Waever, Ole, 2007. Still a Discipline Ater all These Debates?. Dalam: Tim Dunne,
Milja Kurki & Steve Smith, eds. International Relations Theories, Discipline and
Diversity. Oxford: Oxford University Press, pp. 288-308.
Wardhani, Baiq. 2013. Perkuliahan Pengantar Ilmu Hubungan Internasional
Minggu III:Internationa Relations (IR) as a separate discipline. Surabaya.
Universitas Airlangga
Weber, Cynthia, 2005. International Relations Theory, A Critical Introduction,
Routledge, Chap. 6 pp. 103-122.

Tinggalkan Komentar

Nama :

E-mail :

Web : tanpa http://

Komentar :

Verification Code :

Kirim

Home Profil UNAIR

Copyright � 2011 DSI Unair | Website Templates by Free CSS Templates