Anda di halaman 1dari 10

FM-BINUS-AA-FPU-579/R3

BINUS University

BINUS ONLINE LEARNING Semester: Odd/ Even *)


 Graduate Program  Undergraduate Program Period: 1 / 2 *)
Academic Year:
 Final Exam  Others Exam:
2019/2020
Faculty / Dept. : Character Building
Course : CHAR6021 - Character Building Agama 1 Student ID : 2201919320
Day/ Date : Senin – Senin/ 18 – 24 Agustus 2020
BULC : Bandung, Batam, Bekasi, Jakarta, Makassar, Name : Andina Kartika H
Malang, Palembang, Semarang
Class :
Time : 00.00 – 12.00 WIB
Exam Feature : Open/ Close Books*) Signature :

Equipment : Exam Booklet / Calculator / Laptop )

) Strikethrough the unnecessary items
Please insert this test paper into the exam booklet and submit both documents after the test!!!
The penalty for CHEATING is DROP OUT!!!

PETUNJUK UJIAN
i. Jawablah setiap pertanyaan yang berada pada bagian PERTANYAAN UJIAN dibawah ini
ii. Jawaban di ketik rapi pada halaman JAWABAN UJIAN dibawah ini
iii. Jawaban dikumpulkan paling lambat tanggal 24 Agustus 2020 dalam bentuk file dan submit melalui portal ujian
iv. Format file Jawaban adalah : KodeMatakuliah-Nama Matakuliah-NIM.pdf
Contoh : ISYS6308-User Experience -2012345678.pdf
v. Soal disisipkan pada jawaban ujian sebelum di pdf kan dan di submit melalui portal ujian

RUBRIK UJIAN
LO SKORE : % dari Bobot
SKORE :
Level KONTEN / ELEMEN
3 : 71 – 100 2 : 51 – 70 1 : 0 - 50 % dari Bobot
Bobot
LO1 Penjelasan terhadap 1
Menjelaskan keterkaitan konten lengkap,
UNDERSTAND konten secara holistik, Penjelasan konten
namun tidak
The Nature Religion disertai contoh dan singkat , tidak ada
10 menjelaskan
ilustrasi yang bukti yang mendukung
hubungan antar
mendukung. konten yang tersirat.

Penjelasan terhadap 2
LO2 Menjelaskan keterkaitan
the roles of religions for the konten lengkap,
UNDERSTAND konten secara holistik, Penjelasan konten
namun tidak
world peace disertai contoh dan singkat , tidak ada
20 menjelaskan
ilustrasi yang bukti yang mendukung 3
hubungan antar
mendukung. konten yang tersirat.

Penjelasan terhadap 4
LO3 Menjelaskan keterkaitan konten lengkap,
UNDERSTAND konten secara holistik, Penjelasan konten
namun tidak
the consciousness of human disertai contoh dan singkat , tidak ada
20 menjelaskan
ilustrasi yang bukti yang mendukung
hubungan antar
mendukung. konten yang tersirat.

Solution menunjukkan 5
Solusi menunjukkan
klasifikasi elemen, Solusi menunjukkan
klasifikasi elemen,
LO4 menjelaskan hubungan hubungan antar klasifikasi elemen
the influence of secularism to dan memberikan yang minimal, tidak
ANALYSIS the religion identifikasi terstruktur
elemen, dan
ada hubungan antara 6
20 terstruktur,
dengan didukung data elemen dan hubungan
didukung data secara
yang rasional dan antar terstruktur
rasional
persuasif
LO5 Penjelasan terhadap 7
Menjelaskan keterkaitan konten lengkap,
UNDERSTAND konten secara holistik, Penjelasan konten
the meaning of rituals of namun tidak
disertai contoh dan singkat , tidak ada
20 religion menjelaskan
ilustrasi yang bukti yang mendukung
hubungan antar
mendukung. konten yang tersirat.

LO6 Solusi memiliki kebaruan Solusi dapat Solusi tidak dilengkapi 8


diterapkan didukung
APPLY the values of religion in the atau unik, didukung elemen yang
fakta, solusi
daily life dengan banyak fakta mendukung, solusi
20 menggunakan prinsip-
dan detail. tidak bisa diterapkan.
prinsip umum.

TOTAL NILAI

PERTANYAAN UJIAN

AG | Page 1 of
5
Soal Essay (bobot setiap soal = 10%)

1. Salah satu elemen dasar agama adalah penggunaan simbol-simbol. Apa maknanya
penggunaan simbol itu dalam agama? Sebut dan jelaskan dengan baik salah satu simbol sangat
kuat yang ada dalam agama Anda!
2. “Mengenal Tuhan melalui alam”, itu salah satu judul materi kita. Silahkan jelaskan pemahaman
penting tentang ungkapan itu, dengan memasukkan beberapa kata kunci di dalamnya, seperti
“nilai intrinsik”, “emanasi”, “epifani”, “jejak kehadiran dan kebesaran Tuhan”.
3. Dalam salah satu bagian dari materi kita “mengenal Tuhan melalui sesama”, disebutkan tentang
adanya suatu asumsi bahwa tubuh adalah pelayan yang baik bagi manusia, tetapi merupakan
tuan yang buruk. Silahkan sampaikan makna dari ungkapan itu, serta apa pesan penting dari
ungkapan itu untuk Anda!
4. Pesan-pesan Tuhan (wahyu, ilham, pencerahan) telah ditangkap berbeda atau terkelompok di
berbagai agama. Silahkan menguraikan sikap Anda yang sesungguhnya menghadapi kenyataan
itu!
5. Setiap orang memiliki hati nurani, namun seberapa berfungsinya hati nurani itu di masing-
masing orang bisa tidak sama (berbeda). Ada orang yang hati nuraninya berfungsi dengan baik
dan ada juga yang tidak demikian (hati nuraninya kurang berfungsi atau bahkan tumpul).
Mengapa demikian? Jelaskan dengan contoh konkrit!
6. Radikalisme agama dianggap berpotensi antikemajuan atau antiperkembangan, antiprogresif,
antisolidaritas, dll. Mengapa muncul tuduhan seperti ini? Silahkan menanggapinya dengan
kembali pada pemahaman apa itu radikalisme agama dan ciri-cirinya yang dominan.

Soal Kasus (jumlah bobot soal untuk setiap kasus = 20%)

Kasus 1: Kaum sekuler dan ateis Indonesia hidup di bawah bayang-bayang stigma

Citra (nama samaran), 25, adalah mahasiswi di jurusan kedokteran. Dia menjalani dua identitas
di dunia maya. Pagi dia posting fotonya berjilbab, sore, di akun yang lainnya, dia posting karangan
filsafat yang mendiskusikan argumen ketiadaan Tuhan.
Diskusi mengenai karangan dia di grup tertentu jadi ramai, tetapi di lingkaran lain, teman-teman
muslim Citra, fotonya yang memakai jilbab mendapat banyak “likes”. Citra adalah seorang ateis yang
menjalankan dua identitas untuk mencari tempat dalam masyarakat yang belum mampu menerima
orang yang meragukan agama, apalagi ateis.
Menjadi ateis di negara muslim memang tidak gampang. Di awal bulan Agustus, sebuah foto
menjadi viral di Malaysia. Foto pertemuan ateis itu tidak hanya mendorong pernyataan dari politikus dan
pejabat, tetapi banyak warga di media sosial mengatakan ateis tidak bisa diterima masyarakat bahkan
orang murtad layak dibunuh.
Meskipun Indonesia masih dikenal sebagai negara yang lebih santai dalam soal agama,
kehidupan sebagai orang ateis tetap susah karena ada stigma terhadap orang ateis dan orang sekuler.
Awal tahun ini, saya meneliti puluhan orang sekuler di Indonesia. Di antara mereka ada banyak
yang beriman, tetapi ada beberapa yang tidak percaya kepada Tuhan sama sekali. Mereka bagian dari
masyarakat Indonesia yang menjalani hidup sehari-hari yang dipengaruhi pandangan negatif tentang
sekularisme dan ateisme. Pada kenyataannya, kebanyakan dari mereka tidak sesuai dengan stigma
yang disematkan pada mereka. Misalnya, kebanyakan ateis tidak menolak sila pertama Pancasila—
Ketuhanan yang Maha Esa—karena mereka sadar bahwa agama sangat penting untuk banyak warga
negara.
Negara sekuler tidak selalu memusuhi agama. Sekularisme hanya berarti bahwa negara itu
memiliki posisi yang bebas (atau netral) dari agama, tapi negara tetap bisa menilai agama sesuatu yang
penting bagi warganya. Kemudian, agama tentu saja boleh memberi semangat untuk berpolitik
berdasar nilai-nilai agama. Begitu juga dengan orang sekuler, maupun orang ateis. Tidak percaya
kepada Tuhan sama sekali tidak berarti memusuhi orang yang beragama.

Manusia sekuler Indonesia: dari beriman sampai ateis


Riset yang saya lakukan adalah tentang orang sekuler. Dan saya menemukan bahwa dalam
kaum sekuler ada macam-macam pandangan. Kebanyakan orang sekuler beriman, hanya mereka
mengaku sekuler karena menurut mereka, negara dan agama lebih baik dipisahkan supaya negara bisa
menjadi ruang netral bagi semua warga negara. Selain itu, ada orang agnostik, yaitu orang yang tidak
yakin bahwa Tuhan ada atau tidak.
Kelompok sekuler ketiga, para ateis, juga lumayan banyak di wilayah perkotaan, tapi mereka
merupakan kelompok yang tidak tampak di permukaan. Alasannya jelas, masyarakat dan negara belum
bisa menerima fakta bahwa ada bagian masyarakat Indonesia yang tidak percaya kepada Tuhan
padahal mereka melihat agama sebagai dasar kerukunan.
Orang yang mengaku tidak percaya kepada Tuhan dianggap pengganggu kerukunan.
Sepertinya sebagian besar masyarakat Indonesia belum mampu mendiskusikan masalah ateisme
secara tenang
dan tanpa emosi. Bahkan, banyak yang menilai ketidakpercayaan orang lain sebagai ancaman untuk
iman sendiri.

Pilihan siasat: diam, terbuka, atau identitas ganda


Oleh karena itu, sebagian besar kaum sekuler, terutama yang ateis, tidak terbuka. Bahkan kaum
sekuler yang beriman seringkali tidak terbuka mengenai ideologi mereka karena mereka sadar bahwa
kata “sekuler” ini diperlakukan sebagai kata yang kotor.
Ketidakterbukaan ini bisa sejauh tetap pura-pura beriman bahkan bagi orang yang
sesungguhnya ateis. Berdasarkan temuan saya, ada ateis yang melakukan ibadah dan memakai jilbab.
Agama sebagai pertunjukan (performance) dilanjutkan, meskipun sudah tidak punya arti lagi bagi
mereka.
Banyak dari mereka yang mengaku sudah tidak percaya lagi pada Tuhan mengalami masalah dengan
keluarganya. Saya menemukan kasus-kasus cerai atau orang diusir dari keluarganya atas nama
agama. Sebuah fenomena lain yang seringkali terjadi adalah rekonsiliasi antara ateis dan keluarganya:
dalam kasus seperti ini, keluarga tahu bahwa ia ateis tapi mereka tidak lagi membicarakan soal agama.
Hal yang menarik adalah ada beberapa orang ateis yang punya dua identitas, yaitu satu untuk
keluarganya dan teman-teman beragama kemudian satu identitas “nyata” untuk sahabat yang cukup
terbuka. Bahkan ada orang yang punya dua profil Facebook supaya mereka bisa muncul di dunia maya
dengan dua identitas ini.
Semua ateis yang saya wawancarai menghormati imam orang lain dan sadar bahwa agama
merupakan sesuatu yang penting untuk mayoritas Indonesia.
Lebih dari dua tahun saya mengenal puluhan orang ateis Indonesia dan berdebat dengan
mereka. Saya juga telah mewawancarai belasan dari mereka. Setelah penelitian ini, kesimpulan saya
adalah: realitas kaum ateis itu sangat tidak sesuai dengan wacana umum di Indonesia yang masih
melihat ateisme dalam konteks komunisme, perang dingin, dan propaganda Orde Baru.

Sumber: Timo Duile (Lecturer and researcher at the Institute for Oriental and Asian Studies, University
of Bonn): https://theconversation.com/kaum-sekuler-dan-ateis-indonesia-hidup-di-bawah-bayang-
bayang-stigma-79662

Bacaan Tambahan untuk kasus 1

Sekularisme dan Bentuk-bentuk Sekularisme di Indonesia

Sekularisme secara garis besar adalah sebuah ideologi yang menyatakan bahwa sebuah
institusi atau badan atau negara harus berdiri terpisah dari agama. Jadi Sekularisme adalah pemikiran
yang memisahkan antara agama dengan kehidupan duniawi. Menurut pemikiran ini, agama dianggap
hanya sebagai urusan ibadah saja, terkait dengan bagaimana beribadah kepada sang Pencipta.
Sementara untuk urusan kehidupan duniawi, agama tidak boleh ikut campur.
Pendukung sekularisme menyatakan bahwa meningkatnya pengaruh sekularisme dan
menurunnya pengaruh agama di dalam negara tersekularisasi adalah hasil yang tak terelakan dari
“pencerahan” yang karenanya orang-orang mulai beralih kepada ilmu pengetahuan dan rasionalisme
dan menjauh dari agama dan takhyul. Sementara penentang sekularisme melihat pandangan diatas
sebagai arrogan, mereka menganggap bahwa pemerintahan yang sekular menciptakan lebih banyak
masalah dari pada menyelesaikannya, dan bahwa pemerintahan dengan etos keagamaan adalah lebih
baik.
Sekularisme di Indonesia ibarat gurita yang kaki-kakinya menjerat erat semua sisi kehidupan.
Hampir tidak ada satu pun sendi kehidupan yang terlepas dari jeratan sekularisme, mulai dari sisi-sisi
kehidupan pribadi sampai kehidupan bermasyarakat dan bernegara, semua terwarnai oleh ajaran
sekuler.
Kapitalisme sebagai sistem ekonomi juga merupakan anak kandung dari sekularisme. Prinsip-
prinsip yang diajarkannya seperti kebebasan individu, persaingan bebas, mekanisme pasar, dan
sebagainya ternyata telah menghancurkan dunia. Kalaupun ada yang untung, itu hanya dinikmati oleh
mereka yang kuat. Sedangkan mayoritas manusia yang lemah, harus rela menderita dalam kemiskinan,
keterbelakangan, dan penderitaan akibat kapitalisme.
Hal ini bisa dibuktikan, baik di Indonesia, AS maupun di belahan bumi lainnya. Indonesia yang
sebenarnya secara resmi menganut sistem ekonomi pancasila (demokrasi ekonomi) namun pada
kenyataannya hal itu cuma sekedar dijadikan hiasan yang tertulis di undang-undang tanpa diaplikasikan
dalam kehidupan masyarakat. Hal tersebut dapat kita lihat dengan jelas bahwa kehidupan ekonomi di
indonesia lebih condong kepada ekonomi kapitalis dimana pemilik modal lah yang dapat menguasai
pasar, sementara rakyat kecil tetap hidup menderita dalam belenggu kemiskinan.
Selain dalam bidang ekonomi, paham sekularisme sudah banyak kita jumpai pada sendi-sendi
kehidupan di Indonesia seperti dalam bidang politik, budaya, pendidikan dan bidang-bidang sosial
kemasyarakatan lainnya.

Teks di atas merupakan bagian dari tulisan Fitriani Muniraa (Kohati HMI Komisariat Hukum Unhas):
https://hmikomhukumuh.wordpress.com/2017/03/17/sekularisme-bentuk-bentuk-sekularisme-di-
indonesia/
7. a) Dengan bertolak dari pengertian sekularisme seperti dikemukakan dalam tulisan di atas,
silahkan kembangkan penelusuran Anda tentang apa saja yang memicu semakin menguatnya
pengaruh sekularisme itu, serta apa saja dampak yang ditimbulkannya (yang dianggap baik dan
yang dianggap buruk)?
b) Dalam tulisan di atas digambarkan juga kondisi atau pengaruh sekularisme dalam bidang
ekonomi, di tingkat dunia dan juga di Indonesia. Silahkan memberikan analisis atau
komentar kritis Anda atas gambaran atau penilaian yang disampaikan itu. Apakah itu
gambaran negatif atau positif, apakah Anda setuju dengan pandangan hitam-putih seperti
itu? mengapa?

Kasus 2 : Menghadapi Tantangan di Dunia Zaman Sekarang


(Oleh Robert D. Hales)

Ada banyak yang telah dituliskan dan dikatakan mengenai generasi muda saat ini. Riset
menunjukkan bahwa banyak yang menolak agama dan bahkan Tuhan. Banyak yang terjerat utang dan
menganggur. Dengan tidak mendapatkan bimbingan rohani, banyak yang berkelana di jalan-jalan asing
dan kehilangan arah jalan mereka.
Untungnya, tidak semua orang-orang muda mengikuti tren yang menyulitkan ini. Sebagian dari
mereka mendapatkan pendampingan dan pembinaan dari pelayan keagamaan. Hal itu telah
menumbuhkan kemauan berpegang erat pada batang besi, bersandar pada firman Allah dan perkataan
para nabi-Nya, memperketat pegangan pada batang yang menuntun kembali kepada-Nya.
Semasa kanak-kanak, ketika saya akan membuat pilihan yang dianggap buruk, ayah saya
terkadang mengatakan, “Robert, seriuslah dan lakukanlah yang benar!” Dalam semangat perkataannya
yang gamblang ini, saya ingin berbicara khususnya kepada Anda, remaja-remaja dan anak-anak muda,
karena saya senang kita boleh saling belajar.
Anda hidup dalam periode penting kehidupan Anda. Pilihan-pilihan yang Anda buat, misi,
pendidikan, pernikahan, karier, dan pelayanan keagamaan, akan membentuk tujuan akhir kekal Anda.
Ini artinya Anda harus selalu memandang ke muka, memandang masa depan.
Sebagai pilot Angkatan Udara, saya mempelajari dan menjalankan asas ini: jangan pernah
dengan sengaja terbang menembus hujan badai. Terbanglah mengitarinya, ambillah rute lain, atau
tunggulah badai reda sebelum mendarat.
Brother dan sister muda terkasih, saya ingin membantu Anda “terbang dengan benar” dalam
kumpulan badai zaman ini. Anda adalah sang pilot. Tanggung jawab Anda adalah memikirkan tentang
konsekuensi dari setiap pilihan yang Anda buat. Tanyakan pada diri Anda: “Jika saya membuat pilihan
ini, apa hal terburuk yang dapat terjadi?” Pilihan-pilihan benar Anda akan menjaga Anda dari keluar
jalur. Pikirkan ini: jika Anda memilih untuk tidak minum alkohol, Anda tidak akan menjadi kecanduan
alkohol! Jika Anda memilih untuk tidak terjerat utang, Anda akan menghindari kemungkinan bangkrut!
Salah satu tujuan dari tulisan-tulisan suci adalah untuk memperlihatkan kepada kita bagaimana orang-
orang yang saleh menanggapi godaan dan kejahatan. Singkatnya, mereka menghindarinya!
Allah hadir dalam hati kita, dalam nurani kita yang terdalam. Kalau kita terbuka untuk bertanya
kepadaNya, Dia akan membantu kita mengetahui apakah kita perlu melawan, melarikan diri, atau
menerima keadaan kita yang sedang berlangsung. Dia mau berkomunikasi kepada kita melalui doa.
Ketika kita berdoa, kita akan memperoleh bimbingan, pencerahan, yang akan membimbing kita pada
jalan yang kita tempuh.
Kita memiliki tulisan-tulisan suci, ajaran dari para nabi, berkat dari bapa bangsa, nasihat orang
tua yang terilhami, arahan dari pemimpin terberkati, panduan dari organisasi terpecaya, dan di atas
segalanya, suara lembut tenang sapaan Allah.
Tuhan akan senantiasa menepati janji-Nya, yang terus mau menuntun kita. Satu-satunya
pertanyaannya adalah akankah kita membiarkan diri kita dipimpin? Akankah kita mendengarkan suara-
Nya dan suara para hamba-Nya?
Saya percaya bahwa jika Anda ada di sana bagi Tuhan, Dia akan ada di sana bagi Anda. Jika
Anda mengasihi-Nya dan menaati perintah-Nya, Anda akan memiliki Roh-Nya, yang menyertai Anda
dan membimbing Anda.
Ketika saya masih muda, saya berkenalan dengan seorang bankir investasi di Wall Street. Dia
mengajari saya, “Anda kaya jika Anda dapat hidup bahagia dengan pendapatan Anda.” Bagaimana
Anda melakukannya? Bayarlah kewajiban pajakmu, berdermalah, dan kemudian menabunglah! Ketika
Anda mendapat lebih banyak, tabunglah lebih banyak. Jangan bersaing dengan orang lain untuk
memiliki mainan yang mahal. Jangan membeli apa yang tidak mampu Anda beli.
Pendidikan mempersiapkan Anda untuk kesempatan kerja yang lebih baik. Itu menempatkan
Anda pada posisi yang lebih baik untuk bisa melayani dan menolong mereka di sekitar Anda. Itu akan
membawa Anda di jalan pembelajaran seumur hidup. Itu akan memperkuat Anda untuk berperang
melawan ketidaktahuan dan kesalahan. Sebagaimana Joseph Smith mengajarkan, “Pengetahuan
meniadakan kegelapan, ketegangan dan keraguan; karena hal-hal itu tidak akan ada di mana
pengetahuan berada, karena di dalam pengetahuan terdapat kuasa”.
Jika Anda tidak memiliki banyak sumber, jangan khawatir. Seorang teman yang luar biasa baru-
baru ini mengatakan kepada saya, “Saya tidak membesarkan anak-anak saya dengan uang; Saya
membesarkan mereka dengan iman.” Ada kebenaran besar untuk itu. Mulailah menjalankan iman Anda
di setiap bidang kehidupan Anda. Hayati dan amalkan iman Anda setiap hari, dan Anda akan “semakin
dan semakin kuat, semakin dan semakin teguh dalam iman akan Tuhan”.
Sekarang, Anda mungkin memiliki pertanyaan serius mengenai pilihan di depan. Di tahun-tahun
dewasa muda saya, saya mencari nasihat dari orangtua saya dan dari pembimbing yang setia dan
dapat saya percaya. Yang satu adalah pemimpin agama saya; yang lainnya adalah guru yang
memercayai saya. Keduanya mengatakan kepada saya, “Jika Anda menginginkan nasihat saya,
bersiaplah menerimanya.”
Berhati-hatilah dengan menerima nasihat dari teman sebaya Anda. Jika Anda menginginkan
lebih dari yang Anda miliki sekarang, menjangkaulah ke atas, bukan dari teman sebaya Anda!. Ingatlah,
tidak ada yang bisa mengatur pilihan Anda. Hanya iman dan doa Anda yang akan menyebabkan Anda
memiliki suatu perubahan hati yang hebat. Hanya tekad Anda untuk menjadi patuh yang dapat
mengubah kehidupan Anda.
Baru-baru ini, seorang muda pembuat film mengatakan dia merasa bahwa dia adalah bagian
dari “generasi dari anak yang hilang”, generasi “yang mencari harapan dan sukacita dan kepuasan,
namun mencari di semua tempat yang salah dan cara yang salah.” Maka setelah berdoa, luangkan
waktu sejenak untuk menyendiri. Pikirkan tentang apa yang di depan. Tanyakan kepada diri Anda, “Apa
bidang-bidang dalam kehidupan saya yang ingin saya perkuat agar saya dapat memperkuat diri saya
dan orang lain? Ke mana saya ingin berada satu tahun dari sekarang? Dua tahun dari sekarang? Apa
pilihan yang perlu saya buat untuk bisa berada di sana?” Ingatlah, Anda adalah sang pilot, dan Anda
bertanggung jawab untuk itu.
Sumber: https://www.churchofjesuschrist.org/study/general-conference/2015/10/meeting-the-
challenges-of-todays-world?lang=ind

8. a) Bacalah dengan baik teks di atas, dan dengan bertolak dari teks tersebut (dan dalam kaitan
dengan materi “Being A Religious Person”) buatlah dan lengkapilah penggambaran Anda tentang
seorang yang dikategorikan sebagai “pribadi yang religius”
b) Pribadi yang religius adalah pribadi yang telah berusaha dan kemudian berhasil mencapai
kemajuan dalam mengembangkan dirinnya secara utuh. Sebagai pribadi, diri manusia terdiri
atas beberapa dimensi dasar, mencakup badan/tubuh dan mental-kejiwaan. Apa saja dimensi-
dimensi dasar diri itu, dan bagaimana cara mengembangkan semua dimensi itu secara
seimbang dan berkelanjutan (tidak ada yang terabaikan) sehingga sungguh berkembang
secara utuh sebagai seorang pribadi. Jelaskan dengan contoh-contoh untuk setiap dimensi!
FM-BINUS-AA-FPU-579/R3

JAWABAN UJIAN

1. Agama terdiri atas seperangkat simbol yang memberikan perasaan khidmat dalam beribadah,
serta dikaitkan juga dengan berbagai praktek ritual agama dan upacara keagamaan yang
dilaksanakan oleh pemeluknya. Sebagai sebuah simbol, tentu prakteknya tidak jauh dari sumber
keyakinannya. Disisi lain, rasa khidmat akan menjadikan pemeluknya memaknai simbol-simbol
keagamaan tersebut. Dalam praktek kehidupan sosial bermasyarakat, simbol-simbol
keagamaan lebih dipentingkan dari pada nilai ajaran agama itu sendiri. Seolah-olah dengan
simbol itu ajaran agama telah dilaksanakan. Dalam agama islam, contoh nyatanya di dalam
masyarakat pedesaan misalnya, ketika shalat tidak memakai kopiah akan dianggap tidak
beretika, atau seorang laki-laki yang telah menunaikan ibadah haji dan tidak memakai kopiah
putih akan dipandang sebelah mata dan memberikan kesimpulan bahwa ibadah haji orang
tersebut tidak mabrur.

2. Di dalam agama islam, teori emanasi menetapkan bahwa alam ini baharu, yang merupakan
hasil pancaran. Teori emanasi di dalam agama islam disebut sebagai Nadhariyatul Faidl.
Dengan teori emanasi inilah yang banyak bisa timbul dari yang satu. Bagaimana yang banyak
(alam) yang bersifat materi muncul dari Yang Esa (Allah) yang jauh dari materi dan maha
sempurna.

3. Tubuh bisa menjadi pelayan yang baik bagi manusia jika tubuh dikendalikan dengan baik oleh
pikiran, hati, dan jika maka sistem fisiologis manusia akan semakin baik dan memberikan
dampak positif bagi kesehatan tubuh seperti segar, gembira, damai, tenang, dll. Namun, tubuh
juga bisa menjadi tuan yang buruk bagi manusia jika tubuh diperlakukan sebaliknya, tidak dijaga
kesehatan jiwa dan raganya, hal ini akan mendatangkan keburukan bagi pemiliknya.

4. Menghadapi kenyataan bahwa pesan Tuhan terkait wahyu, ilham, pencerahan antar umat
beragama adalah dengan cara toleransi. Toleransi adalah sebuah sikap dari adanya
persinggungan hak-hak individu dalam masyarakat atau hak-hak masyarakat dalam agama.
Sudah ada petunjuk yang jelas di dalam agama, mana yang boleh, dan mana yang tidak boleh.
Toleransi bukan berarti menyamaratakan seluruh agama-agama yang ada, melainkan
menghormati keyakinan orang lain. Meskipun kita sudah mengetahui agama yang kita yakini
adalah yang benar, setidaknya kita tetap membiarkan mereka pada keyakinannya masing-
masing. Agama Islam sebagai rahmatan lil’alamin yang sangat mengajarkan umatnya hidup
saling memenuhi atau memperhatikan hak-hak orang lain. Contohnya, ketika kita bertetangga
dengan non Muslim, kemudian dia sakit, kita dianjurkan membesuk dan membawa makanan
untuknya. Secara kemanusiaan, umat Islam wajib memberikan pertolongan kepada siapa pun
yang membutuhkan, tanpa memandang latar agama seseorang.

5. Hati nurani adalah inti dari diri sejati kita. Sebagaimana yang kita ketahui, diri kita (roh) adalah
buatan Tuhan, itulah sebabnya pada dasarnya hati nurani tidak dapat dipengaruhi oleh apapun.
Namun, ada beberapa hati nurani kebanyakan orang tertutup karena hatinya tidak terbuka.
Dengan tertutupnya hati seseorang maka hati nuraninya menjadi tidak bekerja. Sebagai contoh,
seorang penjahat yang melakukan kejahatan pun punya hati nurani, tetapi ketika melakukan
kejahatan dapat dikatakan tidak bekerja sama sekali. Akan tetapi, secepat dia mempergunakan
hati nuraninya, secepat itu pulalah dia akan mengarahkan kembali hatinya kepada Tuhan. Bila
dengan mempergunakan hati nuraninya seorang penjahat pun langsung akan mengarahkan
dirinya kepada Tuhan, tentu kita semua yang rajin melakukan amal ibadah akan dapat
memperoleh manfaat yang lebih besar lagi.

6. Radikalisme agama adalah ideologi yang memercayai perubahan menyeluruh hanya bisa
dilakukan dengan cara radikal, bukan dengan cara evolusioner dan damai. Ciri-ciri yang
dominan dari pengikut radikalisme agama ialah meninggalkan sekolah, kuliah, pekerjaan dan
bahkan rumahnya karena aktif dalam kelompoknya. Cenderung menjadi pribadi tertutup dan
tertekan jiwanya, manipulatif serta minim empati. Menganggap orang atau kelompok di luar
kelompoknya adalah kafir, yang harta dan darahnya adalah halal. Menghalalkan segala cara
dalam menuntaskan program atau keinginan. Dan disharmonisasi hubungan dengan keluarga,
teman dan lingkungan sekitar.
FM-BINUS-AA-FPU-579/R3

7. a) Sekulerisme adalah paham yang memisahkan agama dari kehidupan. Salah satu penyakit
yang makin menggerogoti kaum muslimin saat ini. Paham sekuler menyatakan bahwa agama
tak memiliki tempat di ruang publik. Agama cukuplah ada di benak individu-individu saja. Tak
boleh mengurusi urusan umat, apalagi urusan negara. Sekulerisme semakin menggejala
sampai detik ini. Sekularisme kian menyebar kepada kaum muslimin. Korbannya tidak
pandang bulu dan tak pandang usia. Mulai dari kalangan atas sampai kalangan bawah. Para
cendikiawan muslim, intelektual, pendakwah, pendidik, sampai anak-anak kecil. Dampak
sekulerisme yang semakin menguat menggerogoti akidah umat. Kita bisa lihat contoh dalam
beberapa aspek, sistem pendidikan di negeri yang mayoritas muslim ini bagaimana siswa
didiknya digiring kearah sekulerisme, kebebasan beragama, berbicara, bertingkah laku. Anak-
anak digiring untuk jauh dari aturan agamanya. Disodorkan oleh tayangan-tayangan yang
sama sekali tak mendidik, tak menjadikan mereka generasi yang salih dan bertakwa. Justru
sebaliknya, anak-anak diarahkan untuk menikmati kehidupan sebatas materi, kebebebasan
dalam segala hal. Dalam aspek sosial tak kalah mewabahnya. Seorang yang ingin taat pada
syariat, namun dipandang sebelah mata dan di bully. Hingga Kriminalitas akibat hal ini
semakin menyebar. Dalam Peradilan pun demikian, umat tak bisa melaksanakan sistem
sanksi dalam Islam. Dampak positifnya sekularisme hanyalah dapat menghindari atau
mengurangi konflik horizontal. Hal ini menjadi positif karena kebanyakan isu yang terdapat di
Indonesia adalah isu horizontal.

b) Saya kurang setuju dengan pernyataan diatas. Berdasarkan dari apa yang say abaca,
dalam bidang ekonomi, sekularisme akan berdampak kepada tindakan manusia yang memiliki
prinsip Utilitarianisme. Manusia membedakan “benar” dan “salah”, “baik” dan “buruk” hanya
dari kacamata kesenangan belaka. Apa-apa yang membuat diri merasakan kesenangan
adalah hal yang baik, sedangkan yang membawa rasa sakit adalah suatu kejahatan.
Sehingga tujuan manusia hidup di dunia hanya untuk bersenang-senang dan memperoleh
kepuasan. Selain itu, dalam melakukan kegiatan ekonomi manusia hanya didorong oleh Self-
interest, memenuhi kepentingan diri sendiri. Manusia dididik menjadi egois dan tidak peduli
dengan kesusahan orang lain. Utilitarisme dan Self-interest pada akhirnya hanyalah
menciptakan manusia-manusia yang sangat giat bekerja, ambisius dalam mengakumulasi
modal sebanyak-banyaknya dengan cenderung menghalalkan segala cara, tetapi melupakan
sesama. Ekonomi hanya membahas tentang fungsi produksi dan konsumsi, tetapi abai
terhadap distribusi.

8. a) Penggambaran saya tentang seorang yang dikatakan sebagai pribadi yang religious adalah
seorang yang mempunyai beberapa keunggulan. Diantaranya adalah mereka keimanannya kuat
dan berakhlakul karimah dengan ditandai sifat amanah, ikhlas, tekun, disiplin, bersyukur, sabar,
dan adil. Pada dasarnya orang yang matang beragama dalam perilaku sehari-hari senantiasa
dihiasi dengan akhlakul karimah, suka beramal shaleh tanpa pamrih dan senantiasa membuat
suasana tentram. Kemudian, keimanan tanpa ketaatan beramal dan beribadah adalah sia-sia.
Seseorang yang berpribadi luhur akan tergambar jelas keimanannya melalui amal perbuatan
dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah adalah bukti ketaatan seorang hamba setelah mengaku
beriman kepada Tuhannya. Dan yang terakhir, suatu perbuatan dinilai baik bila sesuai dengan
ajaran yang terdapat di dalam al-Qur’an dan sunnah, sebaliknya perbuatan dinilai buruk apabila
bertentangan dengan al-Qur’an dan sunnah. Akhlak mulia bagi seseorang yang telah matang
keagamaannya merupakan manifestasi keimanan yang kuat. Ketiga ciri-ciri yang saya sebutkan
menjadi indikasi bahwa seseorang memiliki kematangan dalam beragama atau tidak. Hal
tersebut tertuang dalam 3 hal pokok, yaitu keimanan (tauhid), pelaksanaan ritual agama (ibadah)
serta yang terakhir adalah perbuatan yang baik (akhlaqul karimah).

b) Dimensi fisik dalam diri manusia tidak perlu diragukan lagi, manusia memiliki wujud yang
nyata, dapat dilihat dan disentuh secara fisik. Dimensi sosial pada manusia seperti yang telah
dikatakan oleh Aristoteles, manusia membutuhkan orang lain, kita dapat melihat pada
kenyataan bahwa dimanapun manusia berada maka disitulah terdapat sebuah komunitas,
manusia tidak bisa hidup seorang diri seumur hidupnya. Dimensi mental pada manusia bisa
kita lihat pada kebiasaan manusia yang tidak pernah berhenti belajar, belajar disini bukan
dalam arti yang sempit seperti pelajaran sekolah ataupun kuliah, akan tetapi dalam arti yang
lebih luas yaitu manusia berkembang dengan belajar dari pengalaman hidup dirinya sendiri
maupun orang lain, belajar dari kesalahan hidup, bahkan main game pun dapat dikatakan
belajar karena manusia tersebut mendapatkan pengalaman baru dan memperoleh
kompentensi yang baru. Dimensi yang terakhir yaitu dimensi spiritual, makna atau arti spiritual
disini tidak terbatas hanya pada keagamaan. Kalau kita lihat dari asal katanya, spiritual
berasal dari bahasa Latin Spiritus, yang berarti nafas atau roh. Jadi spiritual berarti yang ada
hubungannya dengan kerohanian atau kejiwaan. Sebagai manusia, kita tidak dapat melihat
FM-BINUS-AA-FPU-579/R3

ataupun menyentuh roh atau jiwa kita, jelas karena bukan merupakan dimensi fisik. Akan
tetapi kita tahu dan dapat merasakan keberadaannya, yaitu hati nurani.