Anda di halaman 1dari 34

Makalah Tumbuh Kembang Janin

BAB I
PENDAHULUAN

1.      Latar Belakang

Kehamilan merupakan suatu proses yang alamiah dari seorang wanita. Kehamilan
adalah pertumbuhan dan perkembangan janin intrauterin mulai sejak konsepsi sampai
permulaan persalinan (Manuaba dalam Dewi, 2011: 59). Selama perjalanan kehamilan
perubahan demi perubahan pada ibu dan janin akan semakin terlihat secara jelas. Jika ibu
hamil mengalami perubahan pada fisikny atau luarnya maka janin juga mengalami perubahan
dalam kehamilan. Tumbuh kembang janin dari yang semula kecil hingga janin siap lahir
mengalami berbagai macam perubahan bentuk. Selain itu perubahan itu juga mengakibatkan
perkembangan dari system yang ada pada janin. Berbagai macam sistem pada janin mulai
berkembang hingga dewasa nantinya dan siap untuk dilahirkan. Oleh karena itu kami
mengangkat tema yang kami bahas tentang “Tumbuh Kembang Janin dan Sistem yang ada
pada Janin”.
2.      Rumusan Masalah
1.      Bagaimana Perkembangan Janin tiap minggunya ?
2.      Apa definisi Plasenta ?
3.      Bagaimana proses terbentuknya dan fungsi dari plasenta ?
4.      Bagaimana sistem sirkulasi pada janin ?
5.      Bagaimana sistem respirasi pada janin ?
6.      Bagaimana sistem gastrointestinal pada janin ?
7.      Bagaimana sistem syaraf sensorik pada janin ?
8.      Bagaimana sistem neuromaskular pada janin ?
9.      Bagaimana sistem perkemihan pada janin ?
3.      Tujuan
a.       Untuk mengetahui Janin tiap minggunya
b.      Untuk mengetahui definisi Plasenta
c.       Untuk mengetahui proses terbentuknya dan fungsi dari plasenta
d.      Untuk mengetahui sistem sirkulasi pada janin
e.       Untuk mengetahui sistem respirasi pada janin
f.       Untuk mengetahui sistem gastrointestinal pada janin
g.      Untuk mengetahui sistem syaraf sensorik pada janin
h.      Untuk mengetahui sistem neuromaskular pada janin
i.        Untuk mengetahui sistem perkemihan pada janin
BAB II
Pembahasan
2.1 Perkembangan janin
                 Perkembangan janin dimulai sejak fase konsepsi yaitu pertemuan inti ovum
dengan inti spermatozoa.saat ejakulasi, kurang lebih berisi 3 cc sperma dikeluarkan dari
organ reproduksi pria yg kurang lebih berisi 300 juta sperma. Setelah masuk ke organ
genetalia internal wanita, sperma akan menghadapi beberapa rintangan antara lain : lender
vagina yg bersifat vagina yg bersifat asam, lendir servis yg kental, panjangnya uterus, serta
sillia yg ada di tube fallopi. Untuk bias menghadapui rintangan tsb , maka sperma harus
mempunyai akrosom dan melewati proses kapasitasi. Sedangkan, ovum akan dikeluarkan
melalui ovarium sebanyak satu setiap bulan, ditangkap oleh fimbriae dan berjalan menuju
tuba fallop. Tempat bertemunya ovum dan sperma paling sering adalah ampula tube.
Sebelum keduannya bertemu, maka akan terjadi tiga fase yaitu sbb.
  Tahap penembusan korona radiate
Dari 200-300 juta hanya 300-500 yg sampai ke tube fallopi yg bias menembus korona radiate
karena sudah mengalami proses kapasitasi.
  Penembusan zona pellusida
Zona pellusida adalah sebuah perisai glikoprotein di sekeliling ovum yg mempermudah dan
mempertahankan pengikat sperma  dan menginduksi reaksi akrosom. Spermatozoa lain
ternyata bisa menempel di zona pellusida, tetapi hanya satu yg bisa menembus oosit.
  Tahap penyatuan oosit dan membran sel sperma
Setelah  menyatu maka akan dihasilkan zigot  yg mempunyai kromosom diploid ( 44 autosom
dan 2 gonosom ) dan terbentuk jenis kelamin baru ( XX untuk wanita dan XY untuk laki-laki)
Pembelahan
Setelah itu zigot akan membelah menjadi  tingkat 2 sel ( 30 jam ),4 sel,8 sel,sampai dengan
16 sel disebut blastomer (3 hari ) dan membentuk sebuah gumpalan bersusun longgar. Setelah
3 hari sel-sel tersebut  akan membelah membentuk buah arbei dari 16 sel disebut morula (4
hari). Saat morula memasuki rongga rahin , cairan mulai menembus zona pellusida masuk
kedalam ruang antar sel yang ada di massa sel dalam. Berangsur-angsur ruang antar sel
menyatu dan akhirnya terbentuklah sebuah rongga atau blastokel sehingga disebut
Blastokista. Sel yang bagian dalam disebut embrioblas dan sel diluar disebut trofoblas.Zona
pellusida akhirnya menghilang sehingga trofoblast bisa memasuki dinding Rahim
( endometrium ) dan siap berimplentasi.

Nidasi/Implantasi
Nidasi atau implantasi adalah penanaman sel telur yang sudah dibuahi (pada stadium
blastokista ) ke dalam dinding uterus pada awal kehamilan. Biasanya terjadi pada pars
superior korpus uteri bagian anterior atau posterior. Pada saat implentasi, selaput lendir
Rahim sedang berada pada fase sekretorik (2-3 hari setelah ovulasi ).
Proses Nidasi :
Blastoksista tingkat lanjut diselubungi oleh suatu simpati disebut trofoblas yg mampu
menghancurkan dan mencairkan jaringan. Ketika blastokista mencapai rongga Rahim, jaringa
endometrium berada dalam massa sekresi. Jaringan endometrium ini banyak mengandung
sel-sel desidua yaitu sel-sel besar yg banyak mengandung glikogen, serta mudah dihancurkan
oleh trofoblas. Blastula kedalam desidua, menyebabkan luka kecil yg kemudian sembuh dan
menutup lagi.

2.1.1 PERTUMBUHAN DAN PERKEMBANGAN HASIL KONSEPSI


1.      Masa pre-embrionik                                         
Berlangsung selama 2 minggu setelah terjadinya fertilisasi. Terjadi proses pembelahan
sampai dengan nidasi. Kemudian bagian inner-cell mass akan membentuk 3 lapisan utama
yaitu Ektoderm, melapisi cavitas amniotica, yang merupakan lapisan sel tunggal yang
bertanggung jawab atas pertumbuhan kulit,rambut,kuku,jaringan saraf,alat indera,kelenjar
ludah,cavitas nasi,bagian bawah canalis analis,traktus genetalis, glandula
mamae ;  Endoderm, melapisi saccus vitellius dan berkembang membentuk traktus
digestivus,hepar,pancreas,laring,trakea,paru,vesika urinaria,dan uretra; serta mesoderm,
lapisan jaringan selain ectoderm dan endoderm yang berasal dari inner-cell mass, terletak di
sekitar cakram emrio, menghasilkan sistim sirkulasi dan
limfatik,tulang,otot,ginjal,ureter,organ genetalia, dan jaringan subcutan.
2.      Massa embrionik
Berlangsung sejak 2-8 minggu.sistim utama di dalam tubuh telah ada dalam bentuk
rudimenter ( mengecil, menciut, dan menghilang ). Jantung menonjol dari tubuh dan mulai
berdenyut. Sering kali disebut massa organogenesis atau massa pembentukan organ. Sebagai
akibat pembentukan organ, maka ciri-ciri utama bentuk tubuh mulai jelas.
a.       Lapisan mudigah ectoderm berfungsi membentuk organ dan struktur tubuh yang memelihara
hubungan dengan dunia luar yaitu susunan saraf pusat,sistim saraf tepi,epitel sensori
telinga,hidung,dan mata,kulit termaksud rambut dan kuku,kelenjar hipofisis,kelenjar
mamae,kelenjar keringat, dan email gigi.
b.      Lapisan mesoderm,terutama mesoderm para aksial yang membentuk somity dimana somit tsb
membentuk miotom ( jaringan otot ) skleretom(tulang rawan dan hidung), dan dermatotom
( jaringan subkutan kulit). Nadi ,pembuluh balik,pembulih getah bening,serta semua sel darah
dan sel getah bening .
c.       Lapisan endoderm menghasilkan lapisan epitel saluran pencernaan ,saluran pernapasan
,kandung kemih,membentuk perenkim tiroid, kelenjar paratiroid,hati dan kelenjar
pancreas,serta kavum timpani dan tuba eustachius.
2.1.2 Pertumbuhan fisik janin trimester 1
  Minggu 1
Disebut sebagai masa germinal. Karakteristik utama masa germinal ini adalah pembelahan
sel. 
Sejak pembuahan / fertilisasi ovum oleh sperma, zigot yang terbentuk membelah diri sampai
fase morula - blastula. Menjelang akhir minggu pertama terjadi implantasi di endometrium
kavum uteri.

  Minggu 2
Terjadi diferensiasi massa selular embrio menjadi dua lapis (stadium bilaminer). Kedua
lapisan itu ialah lempeng epiblas (akan menjadi ektoderm) dan hipoblas (akan menjadi
endoderm).
Akhir stadium bilaminer ditandai munculnya alur primitif / alur sederhana (primitive streak).

  Minggu 3
Terjadi pembentukan tiga lapis / lempeng yaitu ektoderm dan endoderm dengan penyusupan
lapisan mesoderm di antaranya, diawali dari daerah primitive streak. Embrio disebut berada
dalam stadium tiga lapis (stadium trilaminer). Dari perkembangan primitive streak terbentuk
lempeng saraf (neural plate) dan menjadi lipatan saraf (neural fold) di bagian kranial. Struktur
ini kemudian berkembang menjadi alur saraf (neural groove) dan nantinya akan menjadi
tabung saraf (neural tube).

  Minggu 4
Pada akhir minggu ke-3 / awal minggu ke-4, mulai terbentuk ruas-ruas badan (somit) sebagai
karakteristik pertumbuhan periode ini. Embrio memproduksi hormon kehamilan (Chorionic
Gonadotropin - HCG), sehingga apabila Anda melakukan test kehamilan, hasilnya positif.

  Minggu ke-5 :
Terbentuk 3 lapisan yaitu ectoderm, mesoderm dan endoderm. Ectoderm adalah lapisan yang
paling atas yang akan membentuk system saraf pada janin tersebut yang seterusnya
membentuk otak, tulang belakang, kulit serta rambut. Lapisan Mesoderm berada pada lapisan
tengah yang akan membentuk organ jantung, buah pinggang, tulang dan organ reproduktif.
Lapisan Endoderm yaitu lapisan paling dalam yang akan membentuk usus, hati, pankreas dan
pundi kencing.

  Minggu ke enam
Ukuran embrio rata-rata 2-4 mm yang diukur dari puncak kepala hingga bokong. Tuba saraf
sepanjang punggung bayi telah menutup. Meski Anda belum bisa mendengar, jantung bayi
mulai berdetak pada minggu ini. Sistem pencernaan dan pernafasan mulai dibentuk, pucuk-
pucuk kecil yang akan berkembang menjadi lengan kaki pun mulai tampak

  Minggu ke-7 
Akhir minggu ketujuh, panjangnya sekitar 5-13 mm dan beratnya 0,8 gram, kira-kira sebesar
biji kacang hijau. Pucuk lengan mulai membelah menjadi bagian bahu dan tangan yang
mungil. Jantung telah dibagi menjadi bilik kanan dan bilik kiri, begitu pula dengan saluran
udara yang terdapat di dalam paru-paru

  Minggu ke 8 
Panjang kira-kira 14-20 mm. Banyak perubahan yang terjadi pada bayi Anda. Jika Anda bisa
melihat , ujung hidung dan kelopak mata mulai berkembang, begitu pula telinga. Brochi,
saluran yang menghubungkan paru-paru dengan tenggorokan, mulai bercabang. Lengan
semakin membesar dan ia memiliki siku. Semua ini terjadi hanya dalam 6 minggu setelah
pembuahan. Bayi sudah mulai terbentuk diantaranya pembentukan lubang hidung, bibir,
mulut serta lidah. Matanya juga sudah kelihatan berada dibawah membran kulit yang tipis.
Anggota tangan serta kaki juga terbentuk walaupun belum sempurna

  Minggu ke-9 : 
Telinga bagian luar mulai terbentuk, kaki dan tangan terus berkembang berikut jari kaki dan
tangan mulai tampak. Ia mulai bergerak walaupun Anda tak merasakannya. Dengan Doppler,
Anda bisa mendengar detak jantungnya. Minggu ini, panjangnya sekitar 22-30 mm dan
beratnya sekitar 4 gram.

  Minggu ke-10 : 
Semua organ penting yang telah terbentuk mulai bekerjasama. Pertumbuhan otak meningkat
dengan cepat, hampir 250.000 sel saraf baru diproduksi setiap menit. Ia mulai tampak seperti
manusia kecil dengan panjang 32-43 mm dan berat 7 gram.

   Minggu ke-11 :
Panjang tubuhnya mencapai sekitar 6,5 cm. Baik rambut, kuku jari tangan dan kakinya mulai
tumbuh. Sesekali di usia ini janin sudah menguap. Gerakan demi gerakan kaki dan tangan,
termasuk gerakan menggeliat, meluruskan tubuh dan menundukkan kepala, sudah
bisa  dirasakan ibu. Bahkan, janin kini sudah bisa mengubah posisinya dengan berputar,
memanjang, bergelung, atau malah jumpalitan yang kerap terasa menyakitkan sekaligus
memberi sensasi kebahagiaan tersendiri.

  Minggu 12 :
Bentuk wajah bayi lengkap, ada dagu dan hidung kecil. Jari-jari tangan dan kaki yang mungil
terpisah penuh. Usus bayi telah berada di dalam rongga perut. Akibat meningkatnya volume
darah ibu, detak jantung janin bisa jadi meningkat. Panjangnya sekitar 63 mm dan beratnya
14 gram. Mulai proses penyempurnaan seluruh organ tubuh. Bayi membesar beberapa
millimeter setiap hari. Jari kaki dan tangan mulai terbentuk termasuk telinga dan kelopak
mata.

  Minggu 13
Pada akhir trimester pertama, plasenta berkembang untuk menyediakan oksigen , nutrisi dan
pembuangan sampah bayi. Kelopak mata bayi merapat untuk melindungi mata yang sedang
berkembang. Janin mencapai panjang 76 mm dan beratnya 19 gram. Kepala bayi membesar
dengan lebih cepat daripada yang lain. Badannya juga semakin membesar untuk mengejar
pembesaran kepala.

  Minggu ke-14 : 
Tiga bulan setelah pembuahan, panjangnya 80-110 mm dan beratnya 25 gram. Lehernya
semakin panjang dan kuat. Lanugo, rambut halus yang tumbuh di seluruh tubuh dan
melindungi kulit mulai tumbuh pada minggu ini. Kelenjar prostat bayi laki-laki berkembang
dan ovarium turun dari rongga perut menuju panggul.Detak jantung bayi mulai menguat
tetapi kulit bayi belum tebal karena belum ada lapisan lemak.

  Minggu ke-15 :
Tulang dan sumsum tulang di dalam sistem kerangka terus berkembang. Jika bayi Anda
perempuan, ovarium mulai menghasilkan jutaan sel telur pada minggu ini. Kulit bayi masih
sangat tipis sehingga pembuluh darahnya kelihatan. Akhir minggu ini, beratnya 49 gram dan
panjang 113 mm Bayi sudah mampu menggenggam tangannya dan mengisap ibu jari.
Kelopak matanya masih tertutup.

  Minggu ke-16 : 
Bayi telah terbentuk sepenuhnya dan membutuhkan nutrisi melalui plasenta. Bayi telah
mempunyai tulang yang kuat dan mulai bisa mendengar suara. Dalam proses pembentukan
ini system peredaran darah adalah yang pertama terbentuk dan berfungsi. 
Janin mulai bergerak ! Tetapi tak perlu kuatir jika Anda tak merasakannya. Semakin banyak
kalsium yang disimpan dalam tulang bayi seiring dengan perkembangan kerangka. Bayi
Anda berukuran 116 mm dan beratnya 80 gram.

  Minggu ke-17 :                                                      


Dengan panjang 12 cm dan berat 100 gram, bayi masih sangat kecil. Lapisan lemak cokelat
mulai berkembang, untuk menjada suhu tubuh bayi setelah lahir. Tahukah Anda ? Saat
dilahirkan, berat lemak mencapai tiga perempat dari total berat badannya. Rambut, kening,
bulu mata bayi mulai tumbuh dan garis kulit pada ujung jari mulai terbentuk. Sidik jari sudah
mulai terbentuk.

  Minggu ke-18 :
Mulailah bersenandung sebab janin sudah bisa mendengar pada minggu ini. Ia pun bisa
terkejut bila mendengar suara keras. Mata bayi pun berkembang. Ia akan mengetahui adanya
cahaya jika Anda menempelkan senter yang menyala di perut. Panjangnya sudah 14 cm dan
beratnya 140 gram. Bayi sudah bisa melihat cahaya yang masuk melalui dinding rahim ibu.
Hormon Estrogen dan Progesteron semakin meningkat.

  Minggu ke-19 :
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka.
Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar
seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.
  Minggu ke-20 :
Tubuh bayi diselimuti vernix caseosa, semacam lapisan lilin yang melindungi kulit dari luka.
Otak bayi telah mencapai jutaan saraf motorik karenanya ia mampu membuat gerakan sadar
seperti menghisap jempol. Beratnya 226 gram dengan panjang hampir 16 cm.

  Minggu ke-21 :
Usus bayi telah cukup berkembang sehingga ia sudah mampu menyerap atau menelan gula
dari cairan lalu dilanjutkan melalui sistem pencernaan manuju usus besar. Gerakan bayi
semakin pelan karena beratnya sudah 340 gram dan panjangnya 20 cm.

  Minggu ke-22 : 
Indera yang akan digunakan bayi untuk belajar berkembang setiap hari. Setiap minggu,
wajahnya semakin mirip seperti saat dilahirkan. Perbandingan kepala dan tubuh semakin
proporsional.

  Minggu ke-23 :
Meski lemak semakin bertumpuk di dalam tubuh bayi, kulitnya masih kendur sehingga
tampak keriput. Ini karena produksi sel kulit lebih banyak dibandingkan lemak. Ia memiliki
kebiasaaan "berolahraga", menggerakkan otot jari-jari tangan dan kaki, lengan dan kaki
secara teratur. Beratnya hampir 450 gram. Tangan dan kaki bayi telah terbentuk dengan
sempurna, jari juga terbentuk sempurna.

  Minggu ke-24 : 
Paru-paru mulai mengambil oksigen meski bayi masih menerima oksigen dari plasenta.
Untuk persiapan hidup di luar rahim, paru-paru bayi mulai menghasilkan surfaktan yang
menjaga kantung udara tetap mengembang Kulit bayi mulai menebal.

  Minggu ke-25 : 
Bayi cegukan, apakah Anda merasakannya? Ini tandanya ia sedang latihan bernafas. Ia
menghirup dan mengeluarkan air ketuban. Jika air ketuban yang tertelan terlalu banyak, ia
akan cegukan. Tulang bayi semakin mengeras dan bayi menjadi bayi yang semakin kuat.
Saluran darah di paru-paru bayi sudah semakin berkembang. Garis disekitar mulut bayi sudah
mulai membentuk dan fungsi menelan sudah semakin membaik. Indera penciuman bayi
sudah semakin membaik karena di minggu ini bagian hidung bayi (nostrils) sudah mulai
berfungsi. Berat bayi sudah mencapai 650-670 gram dengan tinggi badan 34-37 cm.

  Minggu ke-26 :
Bayi sudah bisa mengedipkan matanya selain itu retina matanya telah mulai terbentuk.
Aktifitas otaknya yang berkaitan dengan pendengarannya dan pengelihatannya sudah
berfungsi, bunda dapat memulai memperdengarkan lagu yang ringan dan mencoba untuk
memberi cahaya lebih disekitar perut, mungkin bunda akan merasakan anggukan kepala si
kecil. Berat badan bayi sudah mencapai 750-780gram, sedangkan tingginya 35-38 cm.

  Minggu ke-27 : 
Minggu pertama trimester ketiga, paru-paru, hati dan sistem kekebalan tubuh masih harus
dimatangkan. Namun jika ia dilahirkan, memiliki peluang 85% untuk bertahan. Indra perasa
mulai terbentuk. Bayi juga sudah pandai mengisap ibu jari dan menelan air ketuban yang
mengelilinginya. Berat umum bayi seusia si kecil 870-890 gram dengan tinggi badan 36-38
cm.

  Minggu ke-28
         Pada akhir minggu ke 28, psnjsng ubun-ubun bokong adalah sekitar 25 cm dan BJ sekitar
1.100 g.
         Endapan lemak subkutis meningkat sehingga janin berbentuk membulat/menggemuk.
         Pada usia ini telah terbentuk koordinasi antara sistem saraf pusat, pernafasan,
kardiovaskular, meskipun sangat minimal.
         Mata mulai membuka dan menutup

  Minggu ke-28 :
Minggu ini beratnya 1100 gram dan panjangnya 25 cm. Otak bayi semakin berkembang dan
meluas. Lapisan lemak pun semakin berkembang dan rambutnya terus tumbuh
Lemak dalam badan mulai bertambah. Walaupun gerakan bayi sudah mulai terbatas karena
beratnya yang semakin bertambah, namun matanya sudah mulai bisa berkedip bila melihat
cahaya melalui dinding perut ibunya. Kepalanya sudah mengarah ke bawah. Paru-parunya
belum sempurna, namun jika saat ini ia terlahir ke dunia, si kecil kemungkinan besar telah
dapat bertahan hidup.

  Minggu ke-29 :
Kelenjar adrenalin bayi mulai menghasilkan hormon seperti androgen dan estrogen. Hormon
ini akan menyetimulasi hormon prolaktin di dalam tubuh ibu sehingga membuat kolostrum
(air susu yang pertama kali keluar saat menyusui).
Sensitifitas dari bayi semakin jelas, bayi sudah bisa mengidentifikasi perubahan suara,
cahaya, rasa dan bau. Selain itu otak bayi sudah bisa mengendalikan nafas dan mengatur suhu
badan dari bayi. Postur dari bayi sudah semakin sempurna sebagai seorang manusia, berat
badannya 1100-1200 gram, dengan tinggi badan 37-39 cm.

  Minggu ke-30 : 
Lemak dan berat badan bayi terus bertambah sehingga bobot bayi sekarang sekitar 1400 gram
dan panjangnya 27 cm. Karena ia semakin besar, gerakannya semakin terasa
Mata indah bayi sudah mulai bergerak dari satu sisi ke sisi yang lain dan dia sudah mulai
belajar untuk membuka dan menutup matanya. Saat ini waktu yang terbaik bagi bunda untuk
menyenteri perut dan menggerak-gerakan senter tersebut maka mata bayi sudah bisa
mengikuti ke arah mana senter tersebut bersinar.cairan ketuban (amniotic fluid) di rahim
bunda semakin berkurang. Kini si kecil pun sudah mulai memproduksi air mata. Berat badan
bayi 1510-1550 gram, dengan tinggi 39-40 cm.

  Minggu ke-31 : 
Plasenta masih memberikan nutrisi yang dibutuhkan bayi. Aliran darah di plasenta
memungkinkan bayi menghasilkan air seni. Ia berkemih hampir sebanyak 500 ml sehari di
dalam air ketuban Perkembangan fisik bayi sudah mulai melambat pada fase ini, hanya berat
badan bayilah yang akan bertambah. Selain itu lapisan lemak akan semakin bertambah
dibawah jaringan kulitnya. Tulang pada tubuh bayi sudah mulai mengeras, berkembang dan
mulai memadat dengan zat-zat penting seperti kalsium, zat besi, fosfor. Berkebalikan dengan
perkembangan fisiknya, pada fase ini perkembangan otaknyalah yang berkembang dengan
sangat pesat dengan menghasilkan bermilyar sel. Apabila diperdengarkan musik, bayi akan
bergerak. Berat badan bayi 1550-1560 gram dengan tinggi 41-43 cm

  Minggu ke-33 :
Bayi telah memiliki bentuk wajah yang menyerupai ayah dan ibunya. Otak bayi semakin
pesat berkembang. Pada saat ini juga otak bayi sudah mulai bisa berkoordinasi antara lain,
bayi sudah menghisap jempolnya dan sudah bisa menelan. Walaupun tulang-tulang bayi
sudah semakin mengeras tetapi otot-otot bayi belum benar-benar bersatu. Bayi sudah bisa
mengambil nafas dalam-dalam walaupun nafasnya masih di dalam air. Apabila bayinya laki-
laki maka testis bayi sudah mulai turun dari perut menuju skrotum. Berat badan bayi 1800-
1900 gram, dengan tinggi badan sekitar 43-45 cm.

  Minggu ke-34 : 
bayi berada di pintu rahim. Bayi sudah dapat membuka dan menutup mata apabila mengantuk
dan tidur, bayi juga sudah mulai mengedipkan matanya. Tubuh bunda sedang mengirimkan
antibodi melalui darah bunda ke dalam darah bayi yang berfungsi sebagai sistem kekebalan
tubuhnya dan proses ini akan tetap terus berlangsung bahkan lebih rinci pada saat bunda
mulai menyusui. Berat Badan bayi 2000-2010 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-46 cm.

  Minggu ke-35 : 
Pendengaran bayi sudah berfungsi secara sempurna. Lemak dari tubuh bayi sudah mulai
memadat pada bagian kaki dan tangannya, lapisan lemak ini berfungsi untuk memberikan
kehangatan pada tubuhnya. Bayi sudah semakin membesar dan sudah mulai memenuhi rahim
bunda. Apabila bayi bunda laki-laki maka di bulan ini testisnya telah sempurna. Berat badan
bayi 2300-2350 gram, dengan tinggi badan sekitar 45-47 cm.

  Minggu ke-36 : 
Kulit bayi sudah semakin halus dan sudah menjadi kulit bayi. Lapisan lemak sudah mulai
mengisi bagian lengan dan betis dari bayi. Ginjal dari bayi sudah bekerja dengan baik dan
livernya pun telah memproduksi kotoran. Saat ini paru-paru bayi sudah bekerja baik bahkan
sudah siap bertemu dengan mama dan papa. Berat badan bayi 2400-2450 gram, dengan tinggi
badan 47-48 cm.

  Minggu ke-37 : 
Kepala bayi turun ke ruang pelvik. Bentuk bayi semakin membulat dan kulitnya menjadi
merah jambu. Rambutnya tumbuh dengan lebat dan bertambah 5cm. Kuku terbentuk dengan
sempurna. Bayi sudah bisa melihat adanya cahaya diluar rahim. Bayi pada saat ini sedang
belajar untuk mengenal aktifitas harian, selain itu bayi juga sedang belajar untuk melakukan
pernafasan walaupun pernafasannya masih dilakukan di dalam air. Berat badan bayi di
minggu ini 2700-2800 gram, dengan tinggi 48-49 cm

  Minggu ke-38 hingga minggu ke-40 :


Proses pembentukan telah berakhir dan bayi siap dilahirkan.
2.2 Definisi, Proses, dan Fungsi Pembentukan Plasenta
Plasenta berbentuk bundar atau hampir bundar dengan diameter 15 sampai 20 cm dan
tebal lebih kurang 2,5 cm. beratnya rata-rata 500 gram. Tali pusat berhubungan denga
plasenta biasanya di tengah; keadaan ini disebut insersio sentralis. Bila hubungan ini agak ke
piggir, disebut intersio lateralis, dan bila di pinggir plasenta, disebut insersio marginalis.
Kadang-kadang tali pusat berada di luar plasenta, dan hubungan dengan plasenta melalui
selaput janin, jika demikian, disebut intersio velamentosa.
Umumnya plasenta terbentuk lengkap pada kehamilan lebih kurang 16 minggu
dengan ruang amnion telah mengisi seluruh kavum uteri. Meskipun ruang amnion membesar
sehingga amnion tertekan ke arah korion, namun amnion hanya menempel saja, tidak sampai
melekat korion.
Letak plasenta umumnya di depan atau di belakang dinding uterus, agak ke atas kea
rah fundus uteri. Hal ini adalah fisiologis karena permukaan bagian atas korpus uteri lebih
luas, sehingga lebih banyak tempat untuk berimplantasi. Billa diteliti benar, maka plasenta
sebenarnya berasal dari sebagian besar dari bagian janin, yaitu villi koriales yang berasal dari
korion, dan sebagaian kecil dari bagian ibu yang berasal dari desidua basalis.
Darah ibu yang berada di ruang interviller berasal dari spiral arteries yang berada di
desidua basilis. Pada systole darah disemprotkan dengan tekanan 70-80 mmHg seperti air
mancur ke dalam ruang interviller sampai mencapai chorionic plate, pangkal dari kotiledon-
kotiledon lain. Darah tersebut  membasahi semua villi coriales dan kembali perlahan-lahan
dengan tekanan 8 mmHg ke vena-vena di desidua.
Di tempat-tempat tertentu pada implantasi plasenta terdapat vena-vena yang lebar
(sinus) untuk menampung darah kembali. Pada pinggir plasenta di beberapa di beberapa
tempat terdapat pula suatu ruang vena yang luas untuk menampung darah yang berasal dari
ruang interviller atas. Ruang ini disebut sinus marginalis.
Darah ibu yang mengalir di seluruh tubuh diperkirakan naik dari 300ml tiap menit
pada kehamilan 20 minggu sampai 600 ml tiap menit pada kehamilan 40 minggu. Seluruh
ruang intervillertanpa villi koriales mempunyai volume lebih kurang 150-250 ml. permukaan
semua villi koriales diperkirakan seluas lebih kurang 11 m2 . dengan demikian, pertukaran
zat-zat makanan terjamin benar.
Perubahan-perubahan terjadi pula pada jonjot-jonjot selama kehamilan berlangsung.
Pada kehamilan 24 minggu lapisan sinsitium dari villi tidak berubah, akan tetapi dari lapisan
sitotrofoblas sel-sel berkurang dan hany ditemukan sebagai kelompok-kelompok sel-sel,
stroma jonjot menjadi lebih padat, mengandung fagosit-fagosit, dan pembuluh darahnya
menjadi lebih besar dan lebih mendekati lapisan trofoblas. Pada kehamilan 36 minggu
sebagaian besar sel-sel sitotrofoblas tidak ada lagi, akan tetapi antara sirkulasi antara ibu dan
janin selalu ada lapisan trofoblas. Lagi pula terjadi klasifikasi pembulluh darah dalam jonjot
dan pembentukan fibrin di permukaan berupa jonjot. Kedua hal terakhir ini mengakibatkan
pertukaran zat-zat makanan, zat asam, dan sebagainya antara ibu dan janin mulai terganggu.
Deposit fibrin ini dapat terjadi selama masa kehamilan,sedangkan banyaknya juga
berbeda-beda. Jika banyak maka deposit ini dapat menutu villi dan villi itu kehilangan
hubungan dengan darah ibu, lalu berdegenerasi. Dengan demikian timbullah infark. Di
samping itu, spiral artiries yang member darah ke ruang intervillerdapat mengadakan spasme
oleh salah satu sebab, sehingga darah mengalir perlahan-lahan, sehingga timbul pembekuan
setempat. Dapat dimengerti villi di sekitar tempat tersebut dapat mengalami proses
degenerasi dengan deposit fibrin dan klasifikasi. Timbul pulalah di sini apa yang dinamakan
infark. Peradaran darah antara uterus dan plasenta dewasa ini dapat diukur secara Doppler
Ultrasound hingga dapat diperkirakan adanya kelainan pada janin dengan mengukur flow
velocity waveforms (FVM) bentuk kecepatan gelombang sirkulasi darah.
2.2.1 Fungsi Plasenta
Fungsi plasenta ialah mengusahakan janin tumbuh dengan baik. Untuk pertumbuhan
ini dibutuhkan adanya penyaluran zat asam, asam amino, vitamin dan mineral dari ibu ke
jani, pembuangan CO2 serta sampah metabolisme janin ke peredaran darah ibu.
Dapat dikemukakan bahwa fungsi plasent adalah :
1.      Alat yang member makanan pada janin (nutritife)
2.      Alat yang mengeluarkan bekas metabolisme (eskresi)
3.      Alat yang memberi zat asam dan mengeluarkan CO2 (respirasi)
4.      Alat yang membentuk hormone
5.      Alat yang menyalurkan berbagai antibody ke janin
Perlu dikemukakan bahwa plasenta dapat pula dilewati kuman-kuman dan obat-obat
tertentu. Penyaluran zat makanan dan zat lain dari ibu ke janindan sebaliknya harus melewati
lapisan trofoblas plasenta. Cepatnya penyaluran zat-zat tersebut tergantung pada
konsentrasinya di kedua belah lapisan trofoblas, besarnya permukaan yang memisahkan, dan
jenis zat.
 2.3 Perubahan Sistem Sirkulasi pada Janin
Peredaran darah ibu dipengaruhi beberapa faktor  berikut ini.
a.       Meningkatnya kebutuhan sirkulasi darah, sehingga dapat memenuhi kebutuhan
perkembangan dan pertumbuhan janin dalam rahim.
b.      Terjadi hubungan langsung antara arteri dan vena pada sirkulasi pada sirkulasi retroplasenter.
c.       Pengaruh hormone estrogen dan progesteron.
Akibat dari factor tersebut dijumpai beberapa perubahan peredaran darah, antara lain sebagai
berikut :
a.       Volume darah
         Volume darah semakin meningkat, dimana jumlah serum darah lebih besar dari pertumbuhan
sel darah, sehingga terjadi semacam pengenceran darah (hemodilusi), dengan puncaknya
pada usia kehamilan 32 minggu.
         Curah jantung akan bertambah sekitar 30%. Bertambahnya hemodilusi darah mulai tampak
sekitar umur kehamilan 16 minggu. Oleh karena itu, pengidp penyakit jantung harus berhati -
hati untuk hamil beberapa kali. Pada postpartum terjadi hemokonsentrasi dengan puncak hari
ketiga sampai kelima.
b.      Sel darah
Sel darah merah makin meningkat jumlahnya untuk dapat mengimbangi pertumbuhan janin
dalam rahim, tetapi pertumbuhan sel darah tidak seimbang dengan peningkatan volume
darah, sehingga terjadi hemodilusi yang disertai anemia fisiologis. Protein darah dalam
bentuk albumin dan gammaglobulin dapat menurun pada trimester pertama, sedangkan
fibrinogen meningkat. Pada postpartum dengan terjadinya hemokonsentrasi dapat terjadi
tromboplobitis. Anemia atau kurang darah terjadi karena kebutuhan darah pada saat
kehamilan adalah lebih besar sekitar dua atau tiga kali lipat dari biasanya.
2.4 Perubahan Sistem Respirasi
Selama periode kehamilan, sistem respirasi mengalami perubahan. Hal ini
dikarenakan untuk memenuhi kebutuhan O2 yang semakin meningkat. Di samping itu juga
terjadi desakan diafragma karena dorongan rahim. Ibu hamil akan bernapas lebih dalam
sekitar 20-25% dari biasanya. Sesak napas dan pernapasan yang cepat akan membuat ibu
hamil merasa lelah, hal ini dikarenakan saat kehamilan, kerja jantung dan paru-paru menjadi
lebih berat.
2.5 Perubahan Sistem Gastrointesinal
Reflex menelan mulai tampak sejak umur 10-12 minggu, hamper bersamaan dengan
terjadinga peristaltic usu yang dapat menyalurkan glukosa. Menelan air ketuban saat janin
masih muda tidak akan memberikan arti klinis penting karena jumlah air ketuban masih dapat
diregulasi. Menelan sebagian air ketuban dimaksudkan juga untuk mengatur sirkulasi
disamping untuk meningkatkan fungsi gastrointestinal sehingga makin befungsi dengan baik.
Waktu terjadinya reflex menelan sulit ditentukan, tetapi kemungkinan dimulai sejak
adanya papil pada lidah. Menjelang aterm, janin menelan air ketuban cukup banyak sekitar
20-700cc per 24 jsam. Sebagian nutrisi air ketuban di resobsi seperti 0,5gr protein sebagian
besar adalah albumin.
Pengosongan lambung janin terutama disebabkan oleh volumenya sehingga makin
dapat mengatur fungsi intestinal lebih lanjut. Sisa debris dalam air ketuban akan menjadi
mokoneum atau kotoran janin.
Mokoneum merupakan sisa dari air ketuban yang diresorbsi kembali. Jika diteliti
maka dapat diteliti berisi rambut janin, rambut lanugu, sisa sel yang dilepaskan dari kulit dan
paru serta perniks cascosa.
Warna kehijauan mekoneum berasal dari metabolism hemoglobin darah jani yang
diubah menjadi biliperdin dan sebagian dikeluarkan melalui gastrointestinal dan memberikan
warna mekoneum.
Janin mulai menunjukkan aktivitas gerakan menelan sejak usia gestasi 14 minggu.
Gerakan mengisap aktif pada 26-28 minggu. Cairan empedu mulai di produksi sejak akhir
trimester pertama, diikuti dengan seluruh enzim-enzim pencernaan lainnya. Oksigenasi janin
terutama tetap berasal dari sirkulasi maternal-fetal, melalui placenta dan tali pusat.
2.6 System sensorik pada janin
Mata yang terdiri atas lengkung bakal lensa (lens placode) dan bakal bola mata/
mangkuk optik (optic cup) pada awalnya menghadap ke lateral, kemudian berubah letaknya
ke permukaan ventral wajah. Saraf penglihatan/ nervus optikus merupakan derivat ektoderm,
memasuki bola mata dari bagian posterior. Telinga yang berasal dari vesikel otik (otic veikel)
bergeser ke sisi lateral kepala, menempati tempatnya yang tetap. Telinga luar memperoleh
inervasi sensorik dari nervus fasialis, telinga dalam (organ pendengaran dan keseimbangan),
memperoleh inervasi dari derivat ektoderm nervus vestibulokoklearis. Hidung yang berasal
dari bakal olfaktorik (olfactory placode) merupakan penebalan ektoderm permukaan di
daerah wajah, memperoleh inervasi sensorik dari nervus olfaktorius.
Lidah berasal dari lengkungan faring dari endoderm, kemudian memperoleh inervasi
sensorik dari cabang nervus trigeminus dan nervus facialis, serta inervasi motorik dari nervus
hipoglosus dan nervus laringeus superior.

2.7 Sistem Neuromaskuler pada janin


Sel-sel dari sistem saraf yang spesifik jenis dan bentuk selama hidup organisme. Neuron
bentuk dan bentuk sambungan dari waktu ketika organisme embrio atau janin. Neuron sesuai
mengembangkan dalam jumlah yang tepat dan bermigrasi ke lokasi mereka diperlukan sebelum
kelahiran. Akson dan dendrites yang membentuk koneksi kemudian memperpanjang dari sel-sel saraf
sehingga mereka mencapai target.
Permulaan system syaraf pada janin dimulai setelah janin dikandung, dibutuhkan
sekitar tiga sampai empat minggu sebelum salah satu lapisan dua sel embrio manusia
gelatinlike, sekitar sepersepuluh dari satu inci panjang, mulai menebal dan membangun
sepanjang tengah.
Sel-sel tumbuh dan membentuk area datar disebut lempeng saraf dengan pegunungan
paralel di seluruh permukaannya. Selama beberapa hari bukit tersebut lipat dalam terhadap
satu sama lain dan bergabung untuk membentuk saraf tabung berongga.
Tabung mengental di bagian atas dan membentuk tiga tonjolan yang membentuk
hindbrain, otak tengah, dan otak-depan. Tanda-tanda pertama mata dan belahan otak muncul
kemudian dalam pengembangan.
Embrio terdiri dari tiga lapisan yang mengalami banyak perubahan untuk membentuk organ,
tulang, otot, kulit, atau jaringan saraf. Kulit dan jaringan saraf yang timbul dari satu lapisan yang
disebut eksoderm. Hal ini terjadi dalam menanggapi lapisan yang berdekatan, mesoderm.
Setelah eksoderm mulai menjadi jaringan saraf karena sinyal tertentu, interaksi signaling
lebih menentukan jenis bentuk sel otak. Beberapa bentuk neuron sementara orang lain membentuk
sel-sel glial.
System saraf  neuromascular ini merupakan system yang paling awal mulai
menunjukkan aktifitasnya, yaitu sejak usia 8-12 minggu berupa kontraksi otot yang timbul
jika terjadi stimulasi local. Sejak usia 9 minggu, janin mampu mengadakan refleksi alat-alat
gerak, dengan reflex-refleks dasar yang sangat sederhana. Terjadi juga gerakan spontan.
Akan tetapi, ukuran janin pada akhir trimester pertama ini masih kecil sehingga gerakan-
gerakan janin belum dirasakan oleh ibunya. Sejak usia 13-14 minggu, gerakan-gerakan janin
beru mulai dirasakan oleh ibunya.
Terdapat hubungan antara keadaan emosional ibu dan aktiftas janin. Hal ini
disebabkan oleh pengaruh variasi kadar hormone adrenali ibu yang juga di transfer ke janin
melalui sirkulasi plasenta.
2.7.1 Pembentukan Susunan Saraf Pusat
Seperti telah dikemukakan pembantukan susunan saraf pusat terutama otak yang diikuti
oleh tulang kepala merupakan tumbuh kembang janin yang dominan. Selanjutnya diikuti oleh
sum-sum tulang belakan dan serabut saraf panca indera sbb:
1.      Spinal cord (sum-sum tulang belakang)
a.       Minggu ke-24 sampai S1
b.      Bayi aterm sampai L3
c.       Dewasa sampai L1
2.      Miclinisasi berlangsung terus sampai berumur sekitar 1 tahun
3.      Lebih lanjut dapat dijabarkan menurut umur sbb:
a.       Minggu ke 8
         Sinapsis berfungsi
         Dapat menimbulkan reflek tulang leher dan tulang punggung
b.      Minggu ke 10
         Reflex membuka mulut
         Menutup jari tangan sebagian
         Flexi sebagian jari-jari kaki
         Dapat terjadi reflex menelan
c.       Minggu ke 14-16
         Pernapasan dapat berfungsi dan dapat dipantau melalui USG
         Minggu ke-16 jari-jari tangan sudah menutup sempurna
d.      Trimester ke-3
         Integrasi serabut saraf dan musculus telah berfungsi baik
         Gerak janin sudah dirasakan ibu sekitar 3x per 10 menit
4.      Panca indera
a.       Respirator rasa mulai tumbuh minggu ke-7 dan sudah lengkap minggu ke-12
b.      Janin dalam rahim dapat mendengar suara sekitar minggu ke 24-minggu ke 26
c.       Sinar dapat diterima umur 28 minggu tapi belum dapat membedakan warna.
2.8 System  Perkemihan Pada Janin
Pembentukan systemperkemihan terdiri dari dua komponen penting, pronevros dan
nesonevros. Pronevros hanya berlangsung singkat sampai minggu kedua, sedangkan
mesonevros telah mampu membentuk urin pada minggu kelima dan selanjutnya mrngalami
obliterasi.
Kegagalan kedua system ini membentuk system perkemihan dan menimbulkan
berbagai kelainan konngenital. Pada minggu ke 9 sampai ke 12, bakal ureter telah terbentuk,
sedangkan ansahenle mulai berfungsi pada minggu ke-14.
Pembentukan urin intra uteri yang disebabkan oleh aliran darah menuju ginjal hanya
sekitar 2-4%. Setelah lahir, liran darah menuju ginjal meningkat 10-15%, sehingga dapat
membentuk urine lebih banyak (Gilbert 1980)
Ginjal janin telah mampu membentuk urin pada minggu ke-12 dan minggu ke-18
urine yang berjumlah sekitar 7-14ml per hari dan menjelang aterm sekitar 27cc per hari.
Fungsi utama pembentukan urine adalah mengatur jumlah air ketuban sehingga
keseimbangan dapat terjadi.
Glumerulus ginjal terbentuk sejak umur 8 minggu. Pada kehamilan 20 minggu jumlah
glumerulus diperkirakan mencapai 300-400 ribu. Ginjal mulai berfungsi sejak awal trimester
kedua dan di dalam vesica urinaria dapat ditemukan urine janin yang keluar melalui uretra
dan bercampur dengan cairan amion. Produksi urine kira-kira 0,05-o,10cc per menit. Ginjal
belum sepenuhnya berfungsi, baik fungsi filtrasi maupun ekskresi, karena vascularisasi juga
relative masih sedikit

BAB III
PENUTUP
1.      Kesimpulan
Proses perkembangan janin pada saat kehamilan tiap miggunya berbeda-beda. Janin
tumbuh dan berkembang sesuai dengan waktunya akan lebih nyaman juga untuk sang ibu.
Perubahan dan tumbuh kembang janin mengakibatkan juga perubahan pada sistem yang ada
pada janin. Mulai sensorik, urinary, gastrointestinal, sirkulasi, respirasi mengalami perubahan
yang signifikan.

2.      Saran
Sebagai perawat tentunya wajib dan harus mengetahui tentang tumbuh kembang janin
dan dapat mengaplikasikannya dalam perawatan nantinya.

Daftar Pustaka

  Dewi, Vivian Nanny Lia, dkk. 2011. Asuhan Kehamilan untuk Kebidanan. Jakarta: Salemba
Medika
  Gede, Ida Bagus.1996. Penuntun Diskusi Obstretri dan Ginekologi. Jakarta : EGC
  Hanni, Ummi, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan Fisiologis. Jakarta : Salemba
Merdeka
  Hidayati, Ratna. 2010. Asuhan Keperawatan pada Kehamilan Fisiologis dan Patologis.
Jakarta : Salemba Merdeka
  Https :// www.Biologionline.blogspot.com/2011/04/urutan-perkembangan-janin.html (Online)
  Jimenez, Sherry. 1995. Kehamilan yang Menyenangkan. Jakarta: Arcan
  Manuaba, Ida Ayu Chandranita, dkk. 1996. Ilmu Kebidanan, Penyakit Kndungan, dan KB.
Jakarta : EGC
  Manuaba, I.B.G, dkk. 2003. Pengantar Kuliah Obstretri. Jakarta : EGC
  Rahayu, Dedeh Sri. 2010. Asuhan Keperawatan Anak dan Neonatus. Jakarta : Salemba
Medika
  R. Scoot, James ,dkk. 2002. Obstretri dan Ginekologi. Jakarta : Widya Medika
  Sarjadi. 1992. Patologi Ginekologi. Jakarta : Salemba Medika
  Sulistiawati, Ari, dkk. 2010. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Bersalin. Jakarta : Salemba
Merdeka
  Varney, Helen, dkk. 2003. Buku  Ajar Asuhan Kebidanan. Jakarta : EGC
  V. Walsh, Linda. 2003. Buku Ajar Kebidanan Komunitas. Jakarta : EGC
Makalah Kehamilan dan proses perkembangan
janin serta keguguran
 November 21, 2015

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.         Latar Belakang

            Memutuskan untuk mempunyai anak merupakan keputusan yang sangat penting dalam kehidupan
berumah tangga. Hal ini karena dalam proses tersebut diperlukan kerja sama antara suami dan istri.
Apalagi setelah istri dinyatakan hamil, peran suami dalam mendukung istri sangat diperlukan. Dukungan
ini bertujuan agar istri senantiasa bersemangat dalam merawat kehamiannya sehingga janin yang
dilahirkan sehat.(dr. Hj.Hardiko Siti Rahayu. 2007)

            Dewasa ini kehamilan yang sehat merupakan dambaan setiap keluarga. Banyak hal yang
mempengaruhi kehamilan baik yang positif maupun negatif. Dampaknya beragam , salah satunya yang
buruk adalah keguguran. Oleh karena itu kita harus mengetahui apa saja yang dapat menyebabkan
keguguran dan berusaha mencegahnya.

1.2.         Rumusan Masalah

1.      Bagaimana proses Perkembangan janin ?

2.      Apa yang dimaksud dengan Keguguran?

3.      Apa penyebab keguguran?

4.      Apa yang dapat dilakukan untuk mencegah keguguran?

1.3.         Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui  proses Perkembangan janin

2.      Mengetahui apa yang dimaksud dengan Keguguran

3.      Mengetahui  penyebab keguguran

4.      Mengetahui langkah-langkah  yang dapat dilakukan agar tidak terjadi keguguran

1.4.         Hipotesa

1.      Proses perkembangan janin dimulai dari fertilisasi sampai kelahiran

2.      Keguguran adalah suatu kejadian dimana janin yang dikandung mengalami kematian

3.      Penyebab kegugran adalah stress, infeksi penyakit, dan kecelakaan

4.     Pencegahanyya dengan tidak berkerja berat , menjaga kebersihan dan rajin memeriksakan kandungan

1.5.         Metode Penulisan

            Untuk mendapatkan data yang diperlukan dalam penulisan, penulis menggunakan metode sebagai
berikut:

a.        Metode Studi Pustaka

           
BAB II
DASAR TEORI

2.1.          Pembentukan Janin

            Berikut penjabaran tentang mekanisme pembentukan janin, mulai dari penyatuan gamet yaitu
fertilisasi sampai dillahirkannya (Siti Misaroh Ibrahim. 2010)

2.1.1.      Spermatogenensis

            Peralihan dari bakal kelamin yang aktif membelah ke sperma yang masak serta meyangkut
perubahan struktur yang berlangsung secara berurutan. Spermatogenesis berlangsung pada tubulus
seminiferus dan diatur oleh hormon gonadtotropin dan testosteron. (Siti Misaroh Ibrahim. 2010)

Tahap pembentukan dibagi menjadi 3:

1.      Spermatocytogenensis
Merupakan spermatogonia yang mengalami mitosis berkali kali yang akan menjadi spermatosit
primer. Spermatogonia merupakan struktur primitif dan dapat melakukan reproduksi (membelah) dengan
cara mitosis. Spermatogonia ini mendapatkan nutrisi dari sel sel sertoli dan berkembang menjadi
spermatosit promer. Spermatosit primer mengandung kromosom diploid (2n) pada inti selnya dan
mengalami meiosis. Satu spermatosit akan menghasilkan dua sel anak, yaitu spermatosit sekunder. (Siti
Misaroh Ibrahim. 2010)

2.      Tahapan Meiosis

Spermatosit 1 (primer) menjauh dari lamina basalis, sitoplasma makin banyak dan segera mengalami
meiosis 1 yang kemudian diikuti dengan meiosis II. Sitokenesis poada meiosis I dan II tidak membagi sel
benih lengkap terpisah, tapi masih berhubungan lewat suatu jembatan (intercular bridge ). (Siti Misaroh
Ibrahim. 2010)

3.      Tahapan Spermiogenesis

Merupakan transformasi spermatid menjadi spermatozoa yang meliputi 4 fase yaitu fase golgi,
fase tutup, fase akrosom dan fase pematangan. Hasil akhir berupa empat spermatozoa masak. Dua
spermatozoa  akan membawa kromosom penentu jenis kelamin wanita .

Spermatozoa masak terdiri dari

a.       Kepala (caput) tidak hanya mengandung inti(nucleus) dengan kromosom dan bahan genentiknya , tetapi
juga ditutp oleh akrosom yang mengandung enzim hialuronidas yang mempermudah fertilisasi ovum

b.      Leher (sevix) , menghubungkan kepala dengan badan.

c.       Badan(corpus), bertanggung jawab untuk memproduksi tenaga yang dibuituhhkan untuk motilitas.

d.      Ekor(cauda), berfungsi untuk mendorong spermatozoa masuk kedalam vas defern dan ductus ejakulotorius.

2.      Oogenesis

1.      Sel sel kelamin primordial

Sel sel kelamin primordial mula-mula terlihat di dalam ectoderm embrional dari saccus vitellinus. Dan
mengadakan migrasi ke epithelium germativum kira kira pada minggu ke 6 kehidupan intrauteri. Masing-
masing sel kelamin primordial(oogonium) dikelilingi oleh sel-sel pregranulosa yang melindungi dan
member nutrient oogonium dan secara bersam sama membentuk folikel primordial.

2.      Folikel Primordial

Folikel Primordial mengadakan migrasi ke stromacortex ovarium dan folikel ini dihasilkan
sebanyak 200.000. Sejumlah folikel primordial berupaya berkembang selama kehidupan intrauteri dan
selama masa kanak kanak. Namun tidak satupun mencapai pemasakan. Pada waktu pubertas satu folikel
dapat menyelesaikan proses pemasakan dan disebut folikel de Graaf dimana didalamnya terdapat sel
kelamin yang disebut oosit primer.

3.      Oosit Primer

Inti (nucleus) oosit primer mengandung 23 pasang kromosom (2n). Satu pasang kromosom
merupakan kromosom yang menentukan jenis kelamin, dan disebut kromosom xx. Kromosom-krromosom
yang lain disebut autosom. Satu kromosom terdiri dari dua kromatin. Kromatin membawa gen gen yang
disebut DNA.

4.      Pembelahan Meiosis Pertama

Meiosis terjadi di dalam ovarium ketika folikel de Graaf mengalami pemasakan dan selesai
sebelum terjadi ovulasi. Inti oosit atau ovum membelah sehingga kromosom terpisah dan terbentuk dua set
yang masing masing mengandung 23 kromosom. Satu sel teap lebih besar disbanding yang lain
karena mengandung seluruh sitoplasma. Sel ini disebut oosit sekunder. Sel yang leih kecil disebut badan
polar pertama. Kadang kadang badan polar primer dapat membelah diri dan secara normal mengalami
degenerasi.

Pembelahan meiosis pertama menyebabkan adanya kromoson haploid pada oosit sekudner dan
badan polar primer, juga terjadi pertukaran kromatid dan bahan genetiknya. Setiap kromosom masih
membawa satu kromatid tanpa pertukaran. Tapi satu kromatid yang lain mengalami pertukaran dengan
salah satu kromatid pada kromosom yang lain (pasangannya)

Dengan demikian kedua sel tersebut mengandung jumlah kromosom yang sama tetapi dengan
bahan genetic yang polanya berbeda.

5.      Oosit Sekunder

Pembelahan meiosis kedua biasanya terjadi hanya apabila kepala spermatozoa menembus zona pellucid
oosit (ovum). Oosit sekunder membelah membentuk ovum masak dan satu badan polar lagi, sehingga
terbentuk dua atau 3 badan polar dan satu ovum matur, semua mengandung bahan genetic yang berbeda.
Ketiga badan polar tersebut secara normal mengalamai degenerasi. Ovum yang masak yang telah
mengalami fertilisasi mulai mengalami perkembangan embrional.

3.      Fertilisasi

Fertilisasi merupakan proses peleburan 2 macam gamet sehingga terbentuk suatu individu baru dengan
sifat genetik yang berasal dari kedua orang tuanya.

Spermatozoa yang mengililingi ovum akan meghasilkan enzim hialuronidase, yaitu enzim yang dapaat
memecah protoplasma pelindung ovum agar dapat menembus ovum dengan lebih mudah. Enizim tersebut
merusak korona radiate dan memudahkan penembusan zoan pellucid hanya untuk satu sperma saja. Badan
dan ekor sperma terpisah dari kepala segera setelah masuk ke dalam ovum. Segera stelah kedua sel bersatu,
kumparan kutub kedua dalam inti (nucleus) ovum mengalami pembelahan meiosis kedua dan mampu
bersatu dengan inti sperma sehingga terbentuk kromosom diploid (2n)

2.2.            Perkembangan Janin

·         Pembelahan

Pembelahan terjadi secara holobastik tidak teratur. Dimana bidang dan waktu tahap-tahap pembelahan
tidak sama dan tidak serentak pada berbagai daerah zigot. Awalnya zigot membelah menjadi 2 sel,
kemudian terjadi tingkat 3 sel dan seterusnya, hingga terbentuk balstometer yang terdiri dari 50 – 70 sel
berupa gumpalan massif yang disebut morula

·         Blastulasi

Setelah sel morula mengalami pembelahan terus menerus makan terbentuk rongga ditengah, embrio yang
memiliki rongga disebut blastula, rongganya disebut blastocel, .Pembelahan hingga terbentuk blastula
berlangsung selama 5 hari di dalam oviduk. Selanjutnya blastula akan mengalir ke dalam uterus. Mula
mula blastosis akan terapung dalam lumen uterus. Setelah 6-7 hari fertilisaisi, embrio akan mengadakan
pertautan dengan uterus agar dapat berkembang ke tahap selanjutnya , peristiwa ini disebut implantasi atau
nidasi

·         Gastrulasi

Gastrulasi berlangsung pada hari ke 15. Pada tahap ini terjadi perpindahan sel, perubahan bentuk sel, dan
pengorganisasian embrio dalam suatu system sumbu. Gastrulasi menghasilkan 3 lapisan lembaga yakni
lapisan endoderm, mesoderm an ektoderm, disamping pembelahan dan perbanyakan sel, terjadi pula
gerakan sel untuk mengatur dan menyususn sesuai susunan tubuh individu.
·         Tubulasi

Adalah pertumbuhan yang mengiringi pembentukan gastrula atau pembubungan. Lapis ekoderm,
mesoderm , endoderm menyususn diri membentuk bumbung berongga.Pada bumbung  bagian depan tubuh
(ektoderm ) membentuk otak. Pada bumbung endoderm terjadi diferesnsiasi awal saluran atas bagian
depan tengah belakang. Pada bumbung endoderm terjadi diferensiasi awal untuk menumbuhkan otot
rangka, dermis kulit dan alat urogenitalia.

·         Oragnogenenesis

Adalah embrio dalam bentruk primitive berubah menjadi bentuk yang lebih definitive dan memiliki bentuk
dan rupa yang spesifik dalam suatu spesies. Dimulai pada akhir minggu ketiga dan berakhir pada minggu
ke 8.

Perkembangan Janin dalam skala mingguan

·         Enam Minggu pertama

Sel sel blastosis akan berkembang menjadi embrio. Panjangnya sekitar 4mm dan berat kurang dari 1 gram.
Cikal bakal organ penting seperti jantung, otak, pencernaan akan terbentuk

·         Minggu Kesembilan

Ukuran janin 9 cm dan beratnya 3 gram badan mulai lurus dan kepala sudah mulai tampak walupun
tertekuk. Pada tahap ini gigi gigi dan lidah mulai tumbuh. Jantung sudah berkembang sempurna dan sudah
memiliki 4 ruang. Jantung sudah ebrdetak sekitar 180x per menit . Otak berukuran 4x lebih besar
disbanding sebelumnya.

·         Minggu Kedua belas

Janin sudah terlihat seperti manusia berukuran mungil, ukuranya 6cm dan beratnya 15 gram semua
jaringan tulang sudah tumbuh, namun proses osifikasi (pengerasan tulang ) berlangsung secara bertahap.
Organ wajah sudah lengkap. Detak jantung sekitar 160x per menit.

·         Minggu ke enambelas

Ukuran janin sekitar 12 cm dan beratnya 130 gram.janin pada usia ini sudah sangat aktif, sehingga bisa
mengepalkan tangan , menelan cairan dan mengeluarkan zat buangan. Mata mulai peka terhadap cahaya
walaupun masih tertutup. Janin didalam kandungan belum bisa bernafas, tapi ia mendapat oksigen dari
darah dalam plasenta. Janin juga dilindungi oleh cairan ketuban. Fungsinya untuk melindungi bayi dari
benturan dan menjaga suhu agar stabil.

·         Minggu keduapuluh

Panjang janin sekitar 16 cm beratnya sekitar 340 gram. Petumbuhan melambat tetapi paru-prau system
poencernaan dan system kekebalan berkembang dengan baik. Mata sudah bisa bergerak ke kiri kanan
walaupun masih tertutup. Janin juga sudah dapat mendengar. Pada minggu ini gerakan janin akan lebih
aktif dan terkoordinasi

·         Minggu Ke duapuluh empat

Berat janin 630 gram. Matanya sudah terbuka. Jari jari sudah terbentuk secara sempurna

·         Minggu keduapuluh Sembilan

Panjang janin 26cm beratnya 1.1 kg. Paru paru sudah dilengkapi dengan alveoli

·         Minggu ketigapuluh lima

Panjang janin mencapai 32 cm dengan berat badan 2.5kg. ukurannya semakin proporsional. Lengan dan
tungkainya sudah sempurna

·         Minggu ke empat puluh

Berat janin 3.5kg dangan panjang 36cm. Pada minggu ini janin sudah siap untuk dilahirkan, paru-paru
sudah sempurna. Jantung berdetak 110-150 kali permenit . Plasenta sudah berhenti tumbuh

2.3.            Berbagai gangguan pada proses kehamilan

1.      Ganggguan pada ibu

a.       Sakit kepala

b.      Lelah

c.       Muntah

d.      Sakit perut

2.      Infeksi Kehamilan
a.       Infeksi saluran kencing

b.      Rubels

c.       Cacar Air

d.      Herpes

3.      Keguguran (Abortus)

Abortus adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) pada usia
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram.(dr. Taufan Nugroho.
2010)Abortus ada beberapa macam:

a.       Abortus Spontann dikarenakann kurang baiknya sel telur dan sel sperma

b.      Abortus buatan merupakan pengakhiran kehamilan dengan disengaja sebelum usia kandungan 20 minggu.

c.       Abortus terapeutik merupakan peengguguran kandungan karena indikasi medis

Berdasarkan jenisnya abortus dibag menjadi 5 jenis yakni

a.       Abortus imminens

-          Dicurigai bila terdapat keluarnya darah dari vagina pada trimester

pertama kehamilan

-          Disertai pendarahan dan rasa mules

-          Tidak terdapat pembukaan serviks

b.      Abortus insipiens

-          Merupakan suatu abortus yang sedang mengancam,ditandai dengan pecahnya selaput janin dan adanya
serviks telah mendatar dan ostium uteri telah membuka.

c.       Abortus inkompletus
-          Abortus inkompletus adalah pengeluaran sebagian hasil konsepsi pada kehamilan sebelum 20 minggu
dengan masih ada sisa yang tertinggal dalam uterus

d.    Abortus kompletus

-          Pada abortus kompletus semua hasil konsepsi sudah dikeluarkan.

-          Pada penderita ditemukan pendarahan sedikit,ostium uteri telah menutup,dan uterus sudah banyak
mengecil.

e.              Missed abortion

-          Missed abortion adalah embrio atau fetus telah meninggal dalam kandungan sebelum kehamilan 20
minggu,akan tetapi hasil konsepsi seluruhnya masih tertahan dalam kandungan selama 8 minggu atau
lebih.

f.          Abortus habitualis

-          Abortus habitualis adalah abortus spontan yang terjadi berturut-turut tiga kali atau lebih.

-          Pada umumnya penderita tidak sukar menjadi hamil,namun kehamilannya berakhir sebelum 28 minggu.

2.4. Penyebab Keguguran

            -Infeksi virus,infeksi bakteri,parasit,infeksi kronis,sifilis

            -Keracunan

            -Gangguan fisiologis

            -Trauma fisik

            -Kelainan alat kandungan

            -Gangguan kelenjar gondok

            -Penyebab dari segi janin atau plasenta

            -Kematian janin akibat kelainan bawaaan

            -Kelainan kromosom
2.5. Tanda-tanda keguguran

            -Pendarahan ringan maupun berat pada vagina

            -Timbul kram panggul,sakit pada perut bagian tengah atau bagian bawah punggung

            -Adanya penggumpalan darah

            -Kelelahan yang teramat sangat

2.6. Langkah-langkah menjaga kesehatan janin dalam kehamilan

-          Berisitirahat secukupnya

-          Tidak beraktivitas  berat

-          Tidak menggunakan obat tanpa anjuran dokter

-          Hindari hal-hal berbahaya seperti asap rokok

-          Rajin Memeriksakan kandungan.


BAB III
PENUTUP

3.1.  Kesimpulan

1.      Perkembangan janin dimulai sejak fertilisasi sampai kelahirannya, kraugn lebih selama 9 bulan.

2.      Keguguran adalah ancaman atau pengeluaran hasil konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) pada usia
kehamilan kurang dari 20 minggu atau berat janin kurang dari 500 gram

3.      Penyebab kegugran ada bermacam macam. Misalnya infeksi penyakit, kecelakaan, keracunan.
4.      Cara mencegah keguguran adalah dengan hidup sehat dan rajin memeriksakan kandungan pada dokter.
DAFTAR PUSTAKA

Nugroho Tufan dr. 2010. Kasus Emergency Kebidanan.Yogyakarta:Muha Medika

Akmal Mutaroh dkk.2010. ENSIKLOPEDI KESEHATAN UNTUK UMUM. Yogyakarta: AR-RUZZ


MEDIA

M. Ibrahim Misaroh Siti, Proverawati Atikah.2010. Nutrisi Janin & Ibu Hamil. Yogyakarta

Rahayu Siti Hardiko.2007. Menanti si Buah Hati. Jakarta : Sunda Kelapa Pustaka

Makalah Perkembangan Janin


BAB 1
PENDAHULUAN
1.1.            Latar Belakang
Biologi  perkembangan ialah studi proses pertumbuhan dan perkembangan organisme.
Biologi perkembangan modern mempelajari kontrol genetik pertumbuhan sel, diferensiasi
sel dan morfogenesis, yang merupakan proses yang
menimbulkan jaringan, organ dan anatomi. Embriologi merupakan subbidang, studi organisme
antara tahap 1 sel (umumnya,zigot) dan akhir tahap embrio, yang tak perlu awal kehidupan
bebas. Embriologi awalnya merupakan ilmu yang lebih deskriptif sampai abad ke-20.
Embriologi dan biologi pengembangan kini menghadapi bermacam-macam langkah yang
diperlukan untuk pembentukan badan organisme hidup yang benar dan sempurna.
Penemuan biologi perkembangan dapat membantu memahami malfungsi
perkembangan seperti aberasi kromosom,sebagai contoh, Down syndrome. Pengertian
spesialisasi sel selama embriogenesis dapat melindungi informasi pada bagaimana
mengkhususkan sel batang pada jaringan dan organ yang spesifik, yang dapat
menimbulkan kloning spesifik organ untuk tujuan medis. Proses penting secara biologis
lainnya yang terjadi selama perkembangan ialah apoptosis - "bunuh diri" sel. Untuk alasan
ini, banyak model pengembangan digunakan untuk menguraikan fisiologi dan dasar molekul
proses selular ini.
Selama paruh kedua abad ke-20 macam-macam molekul yang terlibat dalam
perkembangan embrio diidentifikasikan. Faktor turunan merupakan regulator kunci dari
yang gen ditampakkan dalam sel. Kontrol turunan dalam bermacam-macam tipe sel yang berbeda
membuat setiap tipe sel (epitel, otot, neuron, dsb) menunjukkan jumlah berbeda dari protein yang
mungkin.
Untuk terjadi kehamilan harus ada spermatozoa ovum kosepsi dan implantasi. Ovum
yang di lepas oleh ovarium disapu oleh mikrovilamen-mikrovilamen vibria infundibulum,lalu  di
tuba falopii terjadi pembuahan. Hasil konsepsi.
Makalah ini di susun guna memberi pemahaman yang lebih mendasar tentang
pentingnya memperhatikan keseimbangan antara amnion dan likuor amnii pada ibu hamil
sehingga dapat mengontrol kondisi kesehatan ibu hamil beserta janinya.
Di antara massa embrioblas dengan lapisan sitotrofoblas terbentuk suatu celah yang
makin lama makin besar, yang nantinya akan menjadi rongga amnionPada kutub embrional,
sel-sel dari hipoblas membentuk selaput tipis yang membatasi bagian dalam sitotrofoblas
(selaput Heuser). Selaput ini bersama dengan hipoblas membentuk dinding bakal yolk sac
(kandung kuning telur). Rongga yang terjadi disebut rongga eksoselom (exocoelomic space)
atau kandung kuning telur sederhana.

Dari struktur-struktur tersebut kemudian akan terbentuk kandung kuning telur, lempeng
korion dan rongga korion. 
Pada lokasi bekas implantasi blastokista di permukaan dinding uterus terbentuk lapisan fibrin
sebagai bagian dari proses penyembuhan luka.
Jaringan endometrium di sekitar blastokista yang berimplantasi mengalami reaksi
desidua, berupa hipersekresi, peningkatan lemak dan glikogen, serta edema. Selanjutnya
endometrium yang berubah di daerah-daerah sekitar implantasi blastokista itu disebut sebagai
desidua. Perubahan ini kemudian meluas ke seluruh bagian endometrium dalam kavum uteri
(selanjutnya lihat bagian selaput janin).
Amnion yaitu selaput yang berhubungan langsung dengan embrio dan menghasilkan
cairan ketuban. Berfungsi untuk melindungi embrio dari guncangan. Korion yaitu selaput
yang terdapat diluar amnion dan membentuk jonjot yang menghubungkan dengan dinding
utama uterus.  Bagian dalamnya terdapat pembuluh darah.
Alantois yaitu selaput terdapat di tali pusat dengan jaringan epithel menghilang dan
pembuluh darah tetap. Berfungsi sebagai pengatur sirkulasi embrio dengan plasenta,
mengangkut sari makanan dan O2, termasuk zat sisa dan CO2.
Sacus vitelinus yaitu selaput yang terletak diantara plasenta dan amnion. Merupakan tempat
munculnya pembuluhdarah yang pertama.
1.2.            Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
1.      Bagaimana pertumbuhan dan perkembangan embrio?
2.      Bagaimana struktur dan fungsi amnion?

1.3.            Tujuan
Adapun tujuan  dari penulisan makalah ini adalah :
1.      Untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan embrio.
2.         Untuk mengetahui tentang struktur dan fungsi amnion.

BAB 2
PEMBAHASAN

2.1.  pertumbuhan dan perkembangan embrio

Tahap awal perkembangan manusia diawali dengan peristiwa pertemua atau peleburan sel
sperma dengan sel ovum yang dikenal dengan peristiwa fertilisasi. Fertilisasi akan menghasilkan
sel individu baru yang disebut dengan zygote dan akan melakukan pembelahan diri pembelahan
sel menuju pertumbuhan dan perkembangan menjadi embrio yang sempurna dan embrio akan
tertanam pada dinding uterus ibu. Hal ini terjadi masa 6 – 12 hari setelah proses fertilisasi. Sel-sel
embrio yang sedang tumbuh mulai memproduksi hormon yang disebut dengan hCG atau human
chorionic gonadotropin, yaitu bahan yang terdeteksi oleh kebanyakan tes kehamilan.

  Tahapan fase embrionik yaitu :


a.Morula
Morula adalah suatu bentukan sel sperti bola (bulat) akibat pembelahan sel terus menerus.
Keberadaan antara satu dengan sel yang lain adalah rapat. 
Morulasi yaitu proses terbentuknya morula

b.Blastula
Blastula adalah bentukan lanjutan dari morula yang terus mengalami pembelahan.
Bentuk blastula ditandai dengan mulai adanya perubahan sel dengan mengadakan pelekukan yang
tidak beraturan. Di dalam blastula terdapat cairan sel yang disebut dengan Blastosoel. Blastulasi
yaitu proses terbentuknya blastula. Pada stadium blastosis dibungkus dengan sel trofoblas
primitive. Di dalam sel tersebut terjadi produksi hormon secara aktif sejak awal kehamilan dan
juga membentuk EPF (early pregnancy factor ) yang mencegah rejeksi hasil konsepsi. Pada
stadium ini juga zigot harus mengadakan implantasi untuk memperoleh nutrisi atau oksigen yang
memadai.

c.Gastrula
Gastrula adalah bentukan lanjutan dari blastula yang pelekukan tubuhnya sudah semakin nyata
dan mempunyai lapisan dinding tubuh embrio serta rongga tubuh.
Gastrula pada beberapa hewan tertentu, seperti hewan tingkat rendah dan hewan tingkat tinggi,
berbeda dalam hal jumlah lapisan dinding tubuh embrionya.

Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, sangat komples dipengaruhi oleh
kesehatan ibu, janin dan plasenta sebagai akar yang memberikan nutrisi. Hasil konsepsi
membentuk embrio atau mudigah, sudah terdapat rancangan bentuk alat – alat tubuh dari umur 3-
5 minggu. Kemudian menjadi janin dimana mulai berbentuk  manusia pada umur di atas 5
minggu.Dalam embrio, pembuluh darah sepalik akan mengadakan diferensiasi membentuk
jantung. Pertumbuhan dan perkembangan embrio  dalam uterus yaitu :

1.      Embrio pada usia 2-4 minggu


   Terjadi perubahan yang semula buah kehamilan hanya berupa satu titik telur menjadi satu organ
yang terus berkembang dengan pembentukan lapisan-lapisan di dalamnya.
  Jantung mulai memompa cairan melalui pembuluh darah pada hari ke-20 dan hari berikutnya
muncul sel darah merah yang pertama. Selanjutnya, pembuluh darah terus berkembang di seluruh
embrio dan plasenta.
  Sudah terbentuk organ-organ tubuh yang penting seperti jantung yang berbentuk pipa, sistem
saraf pusat (otak yang berupa gumpalan darah) serta kulit. Embrio berukuran 0,6 cm.
2.      Embrio pada usia 4-6 minggu
  Sudah terbentuk bakal organ-organ
  Jantung sudah berdenyut
  Pergerakan sudah nampak dalam pemeriksaan USG.
   Panjang embrio 0,64cm.
  Tangan dan kaki sudah terbentuk, alat kelamin bagian dalam, tulang rawan (cartilago). Embrio
berukuran 4 cm.
3.      Embrio pada usia 8 minggu
  Pembentukan organ dan penampilan semakin bertambah jelas, seperti mulut, mata dan kaki.
  Pembentukan usus
  Pembentukan genitalia dan anus
  Jantung mulai memompa darah
  Seluruh organ tubuh sudah lengkap terbentuk, termasuk organ kelamin luar. Panjang embrio
mencapai 7 cm dengan berat 20 gram.
4.      Embrio pada usia 12 minggu
  Embrio berubah menjadi janin
  Usus lengkap
  Genitalia dan anus sudah terbentuk
  Menggerakkan anggota badan, mengedipkan mata, mengerutkan dahi, dan mulut membuka.
  Sudah disebut dengan janin dan janin mulai bergerak aktif. Janin mencapai berat 100 gram
dengan panjang 14 cm.
5.      Embrio usia 16 minggu
  Gerakan fetal pertama (quickening)
  Sudah mulai ada mekonium dan verniks caseosa
  Sistem musculoskeletal sudah matang
  Sistem saraf mulai melaksanakan kontrol
  Pembuluh darah berkembang dengan cepat
  Tangan janin dapat menggenggaam
  Kaki menendang dengan aktif
  Semua organ mulai matang dalam tubuh
  Denyut jantung janin (DJJ) dapat di dengar dengan Doppler
  Berat janin 0,2 kg.
  Janin akan lebih aktif bergerak, dapat memberikan respon terhadap suara keras dan
menendang. Alat kelamin janin sudah lebih nyata dan akan terlihat bila dilakukan USG (Ultra
Sonographi).
6.      Janin pada usia 24 minggu
  Kerangka berkembang dengan cepat karena aktifitas pembentuksn tulang meningkatkan
  Perkembangan pernapasan dimulai
  Berat janin 0,7-0,8 kg.
  Janin sudah dapat bergerak lebih bebas dengan memutarkan badan (posisi)
7.      Janin pada usia 28 minggu
  Janin dapat bernafas, menelan, dengan mengatur suhu
  Surfaktan terbentuk di dalam paru-paru
  Mata mulai membuka dam menutup
  Ukuran janin 2/3 saat lahir.
  Janin bergerak dengan posisi kepala ke arah liang vagina.
8.      Janin pada usia 32 minggu
  Simpanan lemak cokelat  berkembang di bawah kulit untuk persiapan pemisahan bayi setelah lahir
  Mulai menyimpan zat besi, kalsium, dan fosfor
  Bayi sudah tumbuh 38-43 cm.
  Janin semakin aktif bergerak dan menendang. Berat dan panjang janin semakin bertambah,
seperti panjang 35-40 cm dan berat 2500 – 3000 gram.
9.       Janin pada usia 36 minggu
  Seluruh uterus terisi oleh bayi, sehingga ia tidak dapat lagi bergerak dan memutar banyak
  pertama samapai system kekebalan bayi bekerja sendiri.
  Posisi kepala janin sudah menghadap liang vagina. Bayi siap untuk dilahirkan.
  Antibodi ibu di transfer ke janin,yang akan memberikankekebalan selama 6
bulanpertamasampai system kekebalan bayi bekerja sendiri.

2.2.            STRUKTUR  DAN  FUNGSI  AMNION
Amnion (air ketuban) merupakan elemen dari kehamilan yang sangat penting untuk
diketehui. Air ketuban ini dapat di jadikan acuan dalam menentukan diagnosis kehamilan dan
kesejahteraan janin. Antara membran korion dengan membran amnion terdapat rongga
korion. Dengan berlanjutnya kehamilan, rongga ini tertutup akibat persatuan membran
amnion dan membran korion. Selaput janin selanjutnya disebut sebagai membran korion-
amnion. Kavum uteri juga terisi oleh konsepsi sehingga tertutup oleh persatuan chorion laeve
dengan desidua parietalis.

Sejak awal kehamilan cairan amnion telah terbentuk. Cairan amnoin merupakan
pelindung dan bantalan untuk proteksi sekaligus menunjang pertumbuhan. Osmolalitas, kadar
natrium, ureum, kreatinin  tidak berbeda dengan kadar pada serum ibu. Artinya kadar di
cairan amnion merupakan hasil difusi dari ibunya. Cairan amnion dilindungi oleh selaput
amnion yang merupakan jaringan avaskular yang lentur tetapi kuat. Bagian dalam selaput
yang berhubungan dengan cairan merupakan jaringan sel kuboid, yang asalnya ectoderm.
Jaringan ini berhubungan dengan lapisan interstisial yang mengandung kolagen I, III, dan IV.
 Selaput amnion yang meliputi permukaan plasenta akan mendapatkan difusi dari
pembuluh darah korion di permukaan.bagian luar dari selaput yaitu jarigan masenkim, yang
berfungsi menghasilkan kolagen sehingga selaput menjadi lentur dan kuat. Disamping itu,
jaringan tersebut menghasilkan sitokin, zat ini bermanfaat untuk melawan bakteri. Volume
cairan amnion pada kehamilan aterm rata-rata ialah 800ml, cairan amnion mempunyai pH
7,2. Setelah 20 minggu produksi cairan berasal dari urin janin. Sebelumnya cairan amnion
juga banyak berasal dari rembesan kulit, selaput aamnion dan plasenta. Janin juga meminum
cairan amnion ( diperkirakan 500 ml/hari). Selain itu, cairan ada yang masuk ke paru
sehingga penting untuk perkembangannya.
Masalah pada klinik ialah pecahnya ketuban berkaitan dengan kekuatan selaput. Pada
perokok dan infeksi terjadi pelemahan pada ketahanan selaput sehingga pecah. Pada
kehamilan normal hanya ada sedikit makrofag. Pada saat kelahiran leukosit akan masuk ke
dalam cairan amnion sebagai reaksi terhadap peradangan. Pada cairan amnion juga terdapat
alfa feto proyein (AFP) yang berasal dari janin, sehingga dapat dipakai untuk menentukan
defek tabung saraf. Mengingat AFP cukup spesifik, pemeriksaan serum ibu dapat dilakukan
pada kehamilan trimester II. Namun, sangat disayangkan kelainan tersebut terlambat
diketahui.
Rongga yang diliputi selaput janin disebut sebagai rongga amnion. Di dalam ruangan
ini terdapat cairan amnion (likuor amnii). Asal cairan amnion  terutama disekresi oleh
dinding selaput amnion atau plasenta, kemudian setelah sistem urinarius janin terbentuk,
urine janin yang diproduksi juga dikeluarkan ke dalam rongga amnion.
1.      Struktur Amnion, yaitu:
a.       Volume pada kehamilan cukup bulan kira-kira 1.000-1.500 cc.
b.      Berwarna putih keruh,berbau amis,dan terasa manis
c.       Reaksinya agak alkalis sampai netral dengan berat jenis 1,008.
d.      Komposisinya terdiri atas 98% air,sisanya albumin, urea, asam urat, kretinin, sel-sel epitel
rambut lanugo, ferniks caseosa, dan garam anorganik. Kadar protein 2,6% garam/liter
e.       Sirkulasi sekitar 500 cc/jam.
2.      Fungsi amnion, yaitu :
a.       Homeostasis yaitu menjaga keseimbangan suhu dan lingkungan asam basa (pH) dalam
rongga amnion, untuk suasana lingkungan yang optimal bagi janin yaitu menstabilkan suhu
tubuh janin tetap hangat.
b.      Mekanik yaitu menjaga keseimbangan tekanan dalam seluruh ruangan intrauterine dan
menahan tekanan uterus.
c.       Proteksi yaitu melindungi janin dari trauma atau benturan dengan benda luar uterus
d.      Mobilisasi yaitu memunkinkan jeni bergerak bebas.
e.       Pada persalinan yaitu membersihkan dan melicinkan jalan lahir dengan cairan yang steril
sehingga melindungi bayi dari kemungkinan infeksi jalan lahir.
f.       Secara klinik cairan amnion juga dapat bermanfaat untuk deteksi dini kelainan kromosom
dan kelainan DNA dari 12 minggu sampai 20 minggu.
g.      Cairan amnion juga penting menghambat bakteri karena mengandung zat seperti fosfat dan
seng.
3.      Cara mengenali amnion :
a.       Dengan kertas lakmus.
b.      Makroskopis, berbau amis, adanya lanugo dan ferniks serta bercampur mekonium.
c.       Mikroskopis, terdapat lanugo dan rambut.
d.      Laboratorium, kadar ureum rendah di bandingkan dengan air kemih (urine).
4.      Kelainan jumlah cairan amnion yaitu :
a.       Polihidramnion yaitu air ketuban yang berlebihan, di atas 2000 cc. Dapat mengarahkan
kecurigaan adanya kelainan kongenital susunan saraf pusat, sistem pencernaan, gangguan
sirkulasi atau hiperaktifitas sistem urinaria janin.
b.      Oligohidramnion yaitu air ketuban yang sedikit, di bawah 500 cc. umumnya kental, keruh,
dan berwarna kuning kehijauan. Oligohidramnion berkaitan dengan kelainan ginjal janin.

BAB 3
PENUTUP
3.1. Kesimpulan
          Pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, sangat komples dipengaruhi oleh
kesehatan ibu, janin dan plasenta sebagai akar yang memberikan nutrisi. Hasil konsepsi
membentuk embrio atau mudigah, sudah terdapat rancangan bentuk alat – alat tubuh dari
umur 3- 5 minggu. Kemudian terus berkembang hingga menjadi janin yang dapat dibedakan
bagian – bagian tubuhnya.
            Amnion dan Liquor amnii merupakan suatu rangkaian yang tidak dapat di
pisahkan.apabila salah satu mengalami gangguan maka akan mengurangi proteksi pada janin
dan dapat mempersulit berlangsungnya proses persalinan. Amnion memiliki banyak fungsi
bagi janin. Yaitu sebagai proteksi, mobilisasi, homeostasis, mekanik dan sampai pada
persalinan masih memiliki fungsi.
3.2. Saran
Diharapkan kepada para Mahasiswa agar dapat mengetahui tentang penghargaan bagi
bidan, sanksi bagi bidan, dan jabatan fungsional bidan. Guna untuk menambah wawasan dan
pengetahuan bagi Mahasiswa. 

DAFTAR PUSTAKA

Manuaba, Ida Bagus Gde. 1999. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.            - - - - - -


- - -   Jakarta: Arcan.  
Prawirohardjo, Sarwono. 2008. Ilmu Kebidanan. Jakarta: bina pustaka sarwono.
Sulistyawati, Ari. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta:         - - - - - - - -
-  Salemba Medika.