Anda di halaman 1dari 12

PROGRAM KERJA

PROTEKSI KEBAKARAN

RUMAH SAKIT UNIVERSITAS SEBELAS MARET


2020
i
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
BAB II LATAR BELAKANG
BAB III TUJUAN
A. TUJUAN UMUM
B. TUJUAN KHUSUS
BAB IV KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN
BAB V CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
BAB VI SASARAN
BAB VII JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
BAB VIII EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN
PELAPORAN
BAB IX PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI
KEGIATAN

ii
BAB I
PENDAHULUAN

Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret adalah salah satu Rumah Sakit dibawah
Kemendikbud yang memberikan pelayanan langsung khususnya pelayanan kesehatan. Dalam
upaya memberikan pelayanannya, rumah sakit dituntut memberikan pelayanan sebaik-
baiknya sebagai public service. Hal tersebut didasarkan bahwa tuntutan masyarakat terhadap
pelayanan yang lebih baik, lebih ramah dan lebih bermutu seiring dengan meningkatnya
tingkat pendidikan dan sosial ekonomi masyarakat.
Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret berkomitmen memberikan pelayanan
paripurna berbasis pada perkembangan ilmu kedokteran sekaligus menjadikan rumah sakit
sebagai pusat pendidikan dan penelitian ilmu kedokteran itu sendiri. Rumah Sakit Universitas
Sebelas Maret juga berupaya memberikan pelayanan sesuai standar keselamatan pasien, serta
komitmen pada standar profesi dan standar pelayanan kedokteran, baik pelayanan kesehatan,
proses pendidikan, maupun penelitian. Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret berusaha
membangun Hubungan kerja  tanpa  memandang strata atau kedudukan, memberikan
perhatian, empati, kenyamanan, dan komunikasi serta melakukan tindakan dengan rasa
berbagi dan berbasis pada prinsip kebersamaan dalam pelayanan.
BAB II
LATAR BELAKANG

Kebakaran dapat didefinisikan sebagai suatu peristiwa oksidasi yang melibatkan


tiga unsur yaitu bahan bakar, oksigen, dan sumber energy atau panas yang berakibat
menimbulkan kerugian harta benda, cidera, bahkan kematian. (NFPA / National Fire
Protection Association). Kebakaran merupakan salah satu bencana yang mungkin terjadi
di Rumah Sakit. Dimana akibat yang ditimbulkan akan berdampak buruk sangat luas dan
menyeluruh bagi pelayanan, operasional, sarana dan prasarana pendukung lainnya,
dimana di dalamnya juga terdapat pasien, keluarga, pekerja dan pengunjung lainnya.
Pencegahan kebakaran adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya
kebakaran di Rumah Sakit. Pengendalian kebakaran adalah upaya yang dilakukan untuk
memadamkan api pada saat terjadi kebakaran dan setelahnya. Untuk hal tersebut maka
Rumah Sakit harus melakukan upaya pengelolaan keselamatan kebakaran.
Berbagai upaya peningkatan mutu di rumah sakit telah dilaksanakan dengan
mengacu pada standard yang telah ditetapkan oleh Kementrian Kesehatan dan telah
menjadi komitmen nasional untuk mencapai target MDGs yang harus dicapai pada tahun
2015 yang indikator semuanya ini saling berkaitan dan banyak variasinya. Untuk
melakukan pengukuran diperlukan kerja keras, keuletan, kerja sama yang harmonis di
semua lini kegiatan sehingga hasil yang dicapai dapat menggambarkan mutu pelayanan
Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret.
Pencegahan kebakaran adalah upaya yang dilakukan untuk mencegah terjadinya
kebakaran di Rumah Sakit. Pengendalian kebakaran adalah upaya yang dilakukan untuk
memadamkan api pada saat terjadi kebakaran dan setelahnya. Untuk hal tersebut maka
Rumah Sakit harus melakukan upaya proteksi terhadap kebakaran. Program proteksi
kebakaran ini digunakan sebagai acuan bagi semua unit palayanan di rumah sakit.
BAB III
TUJUAN

A. Tujuan Umum :
Untuk mencegah dan menanggulangi bahaya kebakaran di Rumah Sakit UNS.

B. Tujuan Khusus:
Tercapainyapencegahan dan penanggulangan bencana kebakaran di Rumah Sakit
UNS melalui :
a. pencegahan kebakaran melalui pengurangan risiko
b. penanganan bahaya yang terkait dengan konstruksi
c. penyediaan jalan keluar yang aman dan tidak terhalangi apabila terjadi kebakaran
d. penyediaan sistem peringatan dini, deteksi dini seperti detektor asap, alarm kebakaran,
dan patroli kebakaran (fire patrols);
e. penyediaan mekanisme pemadaman api seperti selang air, bahan kimia pemadam api
(chemical suppressants), atau sistem sprinkler
BAB IV
KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Program proteksi kebakaran perlu direncanakan secara rinci, seperti di bawah ini:
1. pencegahan kebakaran melalui pengurangan risiko
- Asesmen risiko
- Penyimpanan dan penanganan bahan mudah terbakar
2. penanganan bahaya kebakaran yang terkait dengan konstruksi
- Pedoman atau panduan atau SPO penanganan bahaya kebakaran
- Edukasi staf tentang APAR
- Simulasi staf tentang APAR
3. penyediaan jalan keluar yang aman dan tidak terhalangi apabila terjadi kebakaran
-Inspeksi
- Pengujian
- Pemeliharaan
4. penyediaan sistem peringatan dini, deteksi dini seperti detektor asap, alarm
kebakaran, dan patroli kebakaran (fire patrols);
- Inspeksi
- Pengujian
- Pemeliharaan
5. penyediaan mekanisme pemadaman api seperti selang air, bahan kimia pemadam api
(chemical suppressants), atau sistem sprinkler
- Pedoman atau panduan atau SPO evakuasi yang aman
- Edukasi staf evakuasi yang aman
- Simulasi staf evakuasi yang aman
BAB V
CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Cara melaksanakan kegiatan, yaitu:


1. Pencegahan kebakaran melalui pengurangan risiko
Melakukan asesmen risiko kebakaran meliputi:
a. tekanan dan risiko lainnya di kamar operasi
b. sistem pemisahan (pengisolasian) dan kompartemenisasi pengendalian api dan asap
c. daerah berbahaya (dan ruang di atas langit-langit di seluruh area) seperti kamar linen
kotor, tempat pengumpulan sampah, dan ruang penyimpanan oksigen;
d. sarana jalan keluar/exit;
e. dapur yang berproduksi dan peralatan masak;
f. laundry dan linen;
g. sistem tenaga listrik darurat dan peralatan;
h. gas medis dan komponen sistem vakum.
i. Penyimpanan dan penanganan bahan mudah terbakar

2. Penanganan bahaya kebakaran yang terkait dengan konstruksi


a. Menyusun pedoman atau panduan atau SPO penanganan bahaya kebakaran
b. Edukasi staf tentang APAR
c. Simulasi staf tentang APAR
d. Evaluasi post edukasi dan simulasi

3. Penyediaan jalan keluar yang aman dan tidak terhalangi apabila terjadi kebakaran
a. Inspeksi
b. Pemeliharaan
c. Pengujian

4. Penyediaan sistem peringatan dini, deteksi dini seperti detektor asap, alarm
kebakaran, dan patroli kebakaran (fire patrols);
a. Inspeksi
b. Pemeliharaan
c. Pengujian

5. Penyediaan mekanisme pemadaman api seperti selang air, bahan kimia pemadam api
(chemical suppressants), atau sistem sprinkler
a. Menyusun pedoman atau panduan atau SPO penanganan bahaya kebakaran
b. Edukasi staf tentang evakuasi yang aman
c. Simulasi staf tentang evakuasi yang aman
d. Evaluasi post edukasi dan simulasi
BAB VI
SASARAN

Sasaran Program Proteksi Kebakaran tahun 2020 adalah sebagai berikut:


1. Tercapainya pencatatan dan pelaporan asesmen risiko kebakaran oleh semua unit
di RS yang berkaitan
2. Tersusunnya pedoman atau panduan atau SPO penanganan bahaya kebakaran oleh
Instalasi Kesling dan K3
Dilakukannya edukasi dan simulasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia minimal 1 kali per tahun oleh Instalasi Kesling dan K3
3. Monitoring jalan keluar yang aman oleh Instalasi Kesling dan K3
4. Monitoring sistem peringatan dini, deteksi dini oleh Instalasi Kesling dan K3
5. Tersusunnya pedoman atau panduan atau SPO evakuasi yang aman oleh Instalasi
Kesling dan K3
Dilakukannya edukasi dan simulasi evakuasi yang aman pada civitas hospitalia
minimal 1 kali per tahun oleh Instalasi Kesling dan K3
BAB VII
JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN
Januari Februari Maret April Mei Juni Juli Agustus September Oktober November D

Asesmen Risiko Kebakaran

Pedoman/panduan/SPO penanganan bahaya kebakaran

Edukasi dan simulasi penanganan bahaya kebakaran

Monitoring dan Evaluasi penanganan bahaya kebakaran

Pedoman/panduan/SPO evakuasi yang aman

Edukasi dan simulasi evakuasi yang aman

Monitoring dan Evaluasi evakuasi yang aman


BAB VIII
EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Evaluasi pelaksanaan kegiatan dan pelaporan meliputi:


1. RS memiliki hasil asesmen risiko kebakaran minimal 1 tahun sekali
2. Tersusunnya pedoman atau panduan atau SPO penanganan bahaya
kebakaran
Dilakukannya edukasi dan simulasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia minimal 1 tahun sekali
Dilakukan monitoring dan evaluasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia setiap 1-2 bulan
3. Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi tentang jalan keluar yang aman
minimal 1 tahun sekali
4. Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi tentangsistem peringatan dini,
deteksi dini minimal 1 tahun sekali
5. Tersusunnya pedoman atau panduan atau SPO evakuasi yang aman
Dilakukannya edukasi dan simulasi evakuasi yang aman pada civitas hospitalia
minimal 1 kali per tahun
Dilakukan monitoring dan evaluasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia setiap 1-2 bulan
BAB IX
PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

1. RS memiliki hasil asesmen risiko kebakaran minimal 1 tahun sekali


2. Tersusunnya pedoman atau panduan atau SPO penanganan bahaya kebakaran
Dilakukannya edukasi dan simulasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia minimal 1 tahun sekali
Dilakukan monitoring dan evaluasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia setiap 1-2 bulan
3. Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi tentang jalan keluar yang aman
minimal 1 tahun sekali
4. Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi tentangsistem peringatan dini,
deteksi dini minimal 1 tahun sekali
5. Tersusunnya pedoman atau panduan atau SPO evakuasi yang aman
Dilakukannya edukasi dan simulasi evakuasi yang aman pada civitas hospitalia
minimal 1 kali per tahun
Dilakukan monitoring dan evaluasi penanganan bahaya kebakaran pada civitas
hospitalia setiap 1-2 bulan