Anda di halaman 1dari 7

KASUS ENRON

KASUS Pencegahan Auditor


1. - KAP Arthur Andersen selain mengaudit laporan - menurut Sarbanes Oxley Act, KAP dilarang memberikan jasa non audit

keuangan Enron, juga sebagai konsultan manajemen kepada perusahaan yang diaudit oleh karena itu disini KAP Andersen

Enron.  seharusnya tidak melakukan kegiatan konsultasi karena itu merupakan jasa

-Ketika Andrew Fastow membuat ide untuk menggunakan non audit , maka auditor bisa melakukan pengujian substantive yaitu

nilai kelebihan kontrak sebagai pendapatan. KAP Arthur dengan observasi fisik.

Anderson bekerjasama dan menyiapkan serial limited - Disini KAP Tidak dinilai independen serta bekerjasam dengan Enron

partnership yang disebut Special Purpose Entities. untuk memanipulasi Laporan keuangan dengan memasukkan kelebihan

nilai kontrak ke pendapatan, maka bisa dilakukan pengujian Substantif

dengan vouching.

2. Entitas untuk tujuan khusus ini kemudian mengajukan Pencegahan untuk manipulasi yang dijadikan sebagai pendapatan padahal

sejumlah besar hutang dengan saham Enron sebagai itu hutang bisa dilakukan pengujia substantive dengan vouching yaitu

penjaminnya. Uang yang dipinjam ini diakui sebagai penelusuran laporan keuangan ke dokumen pendukungnya yang disini

pembelian nilai lebih kontrak dan dicatat sebagai uang berupa dokumen nilai kontrak , serta mengecek dokumen lainnya yaitu

“pendapatan penjualan” meskipun sebenarnya adalah dokumen2 transaksi penjualan maupun pembelian perusahaan serta

hutang. Entitas ini juga mengambil alih sejumah besar dokumen hutang2nya.

hutang Enron.
3. Para pemegang saham percaya bahwa Enron tidak Bisa dipastikan disini sudah tergambar bahwa Enron tidak memilki

mengalami lonjakan hutang, karena hal ini tidak lingkungan pengendalian internal yang baik karena berusaha untuk

dilaporkan ke publik. Mereka percaya bahwa Enron menutup-nutupi hutang-hutang yang ada, oleh karena itu lakukan observasi

menghasilkan lagi yang baik dan mengalami peningkatan fisik terhadap lingkungan perusahaan, serta pemeriksaan analitis terkait

tiap tahunnya. Hal ini juga dikuatkan dengan perbandingan laporan keuangan dengan tahun-tahun sebelumnya.

pernyataan KAP Arthur Anderson bahwa laporan Enron

adalah akurat.
4. Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif Dalam kasus ini juga tercemin rendahnya pengawasan terhadap perusahaan

dan direktur non eksekutif) membiarkan kegiatan-kegiatan ini karena terjalinnya hubungan antara KAP dan Enron serta insider trading

bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan dan praktik akuntansi dan bisnis yang tidak sehat , maka bisa dialkuakn

mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan pencegahan observasi fisik yaitu observasi terhadap transaksi-transaksi

informasi yang hanya bisa di akses oleh pihak dalam yang hanya bisa dilakuakn oleh pihak dalam perusahaan, serta konfirmasi

perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan wawancara terhadap pihak-pihak yang independen contohnya OJK

dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap jika diindonesia.

kepada publik.
5. Melakukan mark up pada pendapatan dan Auditor dapat mencegah dengan melakukan vouvhing ats laporan keuangan

menyembunyikan utangnya senilai itu tentu tidak bisa , selalu melakukan pengawasan dan menerapkan kode etik auditor.

dilakukan oleh sembarangan orang. Diperlukan keahlian


“akrobatik” yang tinggi dari para professional yang bekerja

pada atau disewa oleh Enron untuk menyulap angka-

angka. Auditor Enron, KAP Arthur Andersen kantor

Huston (Kantor Akuntan Publik kelas dunia),

dipersalahkan karena ikut membantu proses rekayasa

keuangan tingkat tinggi itu, sehingga manipulasi ini telah

berlangsung selama bertahun-tahun.


6. Perlu diketahui, Enron merupakan salah satu perusahaan Adanya Ketidakprofesionalan dari KAP Andersen ini karena mereka sudah

besar pertama yang melakukan outsourcing secara total terdapat jalinan bisnis yang dan outsourching , yang seharusnya jika suatu

atas fungsi internal audit perusahaan, hal ini dapat dilihat KAP ditugaskan untuk mengaudit klienya itu harus benar-benar tidak ada

dari : hubungan atau jalinan bisnis sebelumya , oleh karena itu pencegahannya

1. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal disini ialah menerapkan kode etik yaitu independensi dan aturan Sarbanes

audit) semula adalah partner KAP Andersen yang di Oxley Act.

tunjuk sebagai akuntan publik perusahaan.

2. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen.

3. Sebagian besar Staf akunting Enron berasal dari KAP

Andersen.
7. Lebih jelasnya, pada awal tahun 2001 patner KAP Pencegahan dengan menerapkan kode etik Auditor dan Pengawasan atas

Andersen melakukan evaluasi terhadap kemungkinan pengendalian internal

mempertahankan atau melepaskan Enron sebagai klien

perusahaan, mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan

dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil

evaluasi di putuskan untuk tetap mempertahankan Enron

sebagai klien KAP Andersen.


8. Salah seorang eksekutif Enron (Sherron Watkins) di Lakukan pemeriksaan terhadap praktik akunting nya dan jika terdapat fraud

laporkan telah mempertanyakan praktek akunting maka dilaporkan pada pihak yang berwajib/independen.

perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan

kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO

dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001.


9. CEO Enron menugaskan penasehat hukum perusahaan Lakukan wawancara dan konfirmasi pada pihak yang terotorisasi terkait

untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut praktik akunting dan bisnis.

tetapi tidak memperkenankan penasehat hukum untuk

mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi

akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh


penasehat hukum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada

hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.


10. Pada tanggal 16 Oktober 2001, Enron menerbitkan Lakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait biaya akuntansi khusus

laporan keuangan triwulan ketiga. Dalam laporan itu tersebut yaitu sebesar 1 miliar dollar.

disebutkan bahwa laba bersih Enron telah meningkat

menjadi $393 juta, naik $100 juta dibandingkan periode

sebelumnya. CEO Enron, Kenneth Lay, menyebutkan

bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan

prospek yang sangat baik. Ia juga tidak menjelaskan secara

rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus (special

accounting charge/expense) sebesar $1 miliar yang

sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode

tersebut menjadi rugi $644 juta.


11. Para analis dan reporter kemudian mencari tahu lebih Periksa dokumen-dokumen transaksi CFO Enron beserta seluruh laporan

jauh mengenai beban $1 miliar tersebut, dan ternyata keuanagannya

berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-

perusahaan yang didirikan oleh CFO Enron.


12. Pada tanggal 2 Desember 2001 Enron mendaftarkan
kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan memecat

5000 pegawai. Pada saat itu terungkap bahwa terdapat

hutang perusahaan yang tidak di laporkan senilai lebih dari

satu milyar dolar. Dengan pengungkapan ini nilai investasi

dan laba yang di tahan (retained earning) berkurang dalam

jumlah yang sama.


13. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan Jika kasus tersebut terjadi pada masa sekarang maka kasus tersebut telah

kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang melanggara Sarbanes Oxley Act , terkait melarang pemusnahan atau

berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah

sehingga terjadi penghambatan terhadap proses peradilan. kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut.

14. Dana pensiun Enron sebagian besar diinvestasikan Melakukan wawancara kepada para karyawan yang mengivestasikan dana

dalam bentuk saham Enron. Sementara itu harga saham pensiunnya untuk pengumpulan bukti kenapa perusahaan mendorog

Enron terus menurun sampai hampir tidak ada nilainya. karyawannya untuk membeli saham Enron dengan Dana pensiun mereka.
Jadi Dapat Disimpulkan Peran Auditor Untuk Mencegah Kasus Tersebut

1. Membangun budaya jujur, terbuka dan pemberian bantuan Untuk melakukannya dapat dimulai dengan hal hal sebagai berikut:

1) Penerimaan karyawan yang jujur

2) Menciptakan lingkungan/suasana kerja yang positif

3) Penerapan kode etik dan aturan perilaku

2. Membangun sistem pengendalian intern yang efisien dan efektif

1)Lingkungan pengendalian yang baik

2)penelian resiko

3)aktivitas pengendalian

4) Terjalinnya informasi dan komunikasi

5)pemantauan/pengawasan