Anda di halaman 1dari 13

PRAKTIK PENGAUDITAN

TUGAS PERTEMUAN 13 FRAUD

ANALISIS KASUS FRAUD PT ENRON & PT KIMIA FARMA

(Dosen pengampu Ida Ayu Purnama S.E., M.Sc.)

Disusun oleh:

1. Muhammad Sahib Mirbath B (142170107)

2. Ana Muslimah (142170121)


KASUS ENRON
Kelas : EA-E
KASUS Pencegahan Auditor
1. - KAP Arthur Andersen selain mengaudit laporan - menurut Sarbanes Oxley Act, KAP dilarang memberikan jasa non audit

keuangan Enron, juga sebagai konsultan manajemen kepada perusahaan yang diaudit oleh karena itu disini KAP Andersen

Enron.  seharusnya tidak melakukan kegiatan konsultasi karena itu merupakan jasa

-Ketika Andrew Fastow membuat ide untuk menggunakan non audit , maka auditor bisa melakukan pengujian substantive yaitu

nilai kelebihan kontrak sebagai pendapatan. KAP Arthur dengan observasi fisik.

Anderson bekerjasama dan menyiapkan serial limited - Disini KAP Tidak dinilai independen serta bekerjasam dengan Enron

partnership yang disebut Special Purpose Entities. untuk memanipulasi Laporan keuangan dengan memasukkan kelebihan

nilai kontrak ke pendapatan, maka bisa dilakukan pengujian Substantif

dengan vouching.

2. Entitas untuk tujuan khusus ini kemudian mengajukan Pencegahan untuk manipulasi yang dijadikan sebagai pendapatan padahal

sejumlah besar hutang dengan saham Enron sebagai itu hutang bisa dilakukan pengujia substantive dengan vouching yaitu

penjaminnya. Uang yang dipinjam ini diakui sebagai penelusuran laporan keuangan ke dokumen pendukungnya yang disini

pembelian nilai lebih kontrak dan dicatat sebagai uang berupa dokumen nilai kontrak , serta mengecek dokumen lainnya yaitu

“pendapatan penjualan” meskipun sebenarnya adalah dokumen2 transaksi penjualan maupun pembelian perusahaan serta

hutang. Entitas ini juga mengambil alih sejumah besar dokumen hutang2nya.

hutang Enron.
3. Para pemegang saham percaya bahwa Enron tidak Bisa dipastikan disini sudah tergambar bahwa Enron tidak memilki
mengalami lonjakan hutang, karena hal ini tidak lingkungan pengendalian internal yang baik karena berusaha untuk

dilaporkan ke publik. Mereka percaya bahwa Enron menutup-nutupi hutang-hutang yang ada, oleh karena itu lakukan observasi

menghasilkan lagi yang baik dan mengalami peningkatan fisik terhadap lingkungan perusahaan, serta pemeriksaan analitis terkait

tiap tahunnya. Hal ini juga dikuatkan dengan perbandingan laporan keuangan dengan tahun-tahun sebelumnya.

pernyataan KAP Arthur Anderson bahwa laporan Enron

adalah akurat.
4. Board of Director (dewan direktur, direktur eksekutif Dalam kasus ini juga tercemin rendahnya pengawasan terhadap perusahaan

dan direktur non eksekutif) membiarkan kegiatan-kegiatan ini karena terjalinnya hubungan antara KAP dan Enron serta insider trading

bisnis tertentu mengandung unsur konflik kepentingan dan dan praktik akuntansi dan bisnis yang tidak sehat , maka bisa dialkuakn

mengijinkan terjadinya transaksi-transaksi berdasarkan pencegahan observasi fisik yaitu observasi terhadap transaksi-transaksi

informasi yang hanya bisa di akses oleh pihak dalam yang hanya bisa dilakuakn oleh pihak dalam perusahaan, serta konfirmasi

perusahaan (insider trading), termasuk praktek akuntansi dan wawancara terhadap pihak-pihak yang independen contohnya OJK

dan bisnis tidak sehat sebelum hal tersebut terungkap jika diindonesia.

kepada publik.
5. Melakukan mark up pada pendapatan dan Auditor dapat mencegah dengan melakukan vouching atas laporan

menyembunyikan utangnya senilai itu tentu tidak bisa keuangan , selalu melakukan pengawasan dan menerapkan kode etik

dilakukan oleh sembarangan orang. Diperlukan keahlian auditor.

“akrobatik” yang tinggi dari para professional yang bekerja


pada atau disewa oleh Enron untuk menyulap angka-

angka. Auditor Enron, KAP Arthur Andersen kantor

Huston (Kantor Akuntan Publik kelas dunia),

dipersalahkan karena ikut membantu proses rekayasa

keuangan tingkat tinggi itu, sehingga manipulasi ini telah

berlangsung selama bertahun-tahun.


6. Perlu diketahui, Enron merupakan salah satu perusahaan Adanya Ketidakprofesionalan dari KAP Andersen ini karena mereka sudah

besar pertama yang melakukan outsourcing secara total terdapat jalinan bisnis yang dan outsourching , yang seharusnya jika suatu

atas fungsi internal audit perusahaan, hal ini dapat dilihat KAP ditugaskan untuk mengaudit klienya itu harus benar-benar tidak ada

dari : hubungan atau jalinan bisnis sebelumya , oleh karena itu pencegahannya

1. Mantan Chief Audit Executif Enron (Kepala internal disini ialah menerapkan kode etik yaitu independensi dan aturan Sarbanes

audit) semula adalah partner KAP Andersen yang di Oxley Act.

tunjuk sebagai akuntan publik perusahaan.

2. Direktur keuangan Enron berasal dari KAP Andersen.

3. Sebagian besar Staf akunting Enron berasal dari KAP

Andersen.

7. Lebih jelasnya, pada awal tahun 2001 patner KAP Pencegahan dengan menerapkan kode etik Auditor dan Pengawasan atas
Andersen melakukan evaluasi terhadap kemungkinan pengendalian internal

mempertahankan atau melepaskan Enron sebagai klien

perusahaan, mengingat resiko yang sangat tinggi berkaitan

dengan praktek akuntansi dan bisnis enron. Dari hasil

evaluasi di putuskan untuk tetap mempertahankan Enron

sebagai klien KAP Andersen.


8. Salah seorang eksekutif Enron (Sherron Watkins) di Lakukan pemeriksaan terhadap praktik akunting nya dan jika terdapat fraud

laporkan telah mempertanyakan praktek akunting maka dilaporkan pada pihak yang berwajib/independen.

perusahaan yang dinilai tidak sehat dan mengungkapkan

kekhawatiran berkaitan dengan hal tersebut kepada CEO

dan partner KAP Andersen pada pertengahan 2001.


9. CEO Enron menugaskan penasehat hukum perusahaan Lakukan wawancara dan konfirmasi pada pihak yang terotorisasi terkait

untuk melakukan investigasi atas kekhawatiran tersebut praktik akunting dan bisnis.

tetapi tidak memperkenankan penasehat hukum untuk

mempertanyakan pertimbangan yang melatarbelakangi

akuntansi yang dipersoalkan. Hasil investigasi oleh

penasehat hukum tersebut menyimpulkan bahwa tidak ada

hal-hal yang serius yang perlu diperhatikan.


10. Pada tanggal 16 Oktober 2001, Enron menerbitkan Lakukan pemeriksaan lebih mendalam terkait biaya akuntansi khusus

laporan keuangan triwulan ketiga. Dalam laporan itu tersebut yaitu sebesar 1 miliar dollar.

disebutkan bahwa laba bersih Enron telah meningkat

menjadi $393 juta, naik $100 juta dibandingkan periode

sebelumnya. CEO Enron, Kenneth Lay, menyebutkan

bahwa Enron secara berkesinambungan memberikan

prospek yang sangat baik. Ia juga tidak menjelaskan secara

rinci tentang pembebanan biaya akuntansi khusus (special

accounting charge/expense) sebesar $1 miliar yang

sesungguhnya menyebabkan hasil aktual pada periode

tersebut menjadi rugi $644 juta.


11. Para analis dan reporter kemudian mencari tahu lebih Periksa dokumen-dokumen transaksi CFO Enron beserta seluruh laporan

jauh mengenai beban $1 miliar tersebut, dan ternyata keuanagannya

berasal dari transaksi yang dilakukan oleh perusahaan-

perusahaan yang didirikan oleh CFO Enron.


12. Pada tanggal 2 Desember 2001 Enron mendaftarkan

kebangkrutan perusahaan ke pengadilan dan memecat

5000 pegawai. Pada saat itu terungkap bahwa terdapat


hutang perusahaan yang tidak di laporkan senilai lebih dari

satu milyar dolar. Dengan pengungkapan ini nilai investasi

dan laba yang di tahan (retained earning) berkurang dalam

jumlah yang sama.


13. Enron dan KAP Andersen dituduh telah melakukan Jika kasus ini terjadi pada masa sekarang maka kasus tersebut telah

kriminal dalam bentuk penghancuran dokumen yang melanggar Sarbanes Oxley Act , terkait melarang pemusnahan atau

berkaitan dengan investigasi atas kebangkrutan Enron manipulasi dokumen yang dapat menghalangi investigasi pemerintah

sehingga terjadi penghambatan terhadap proses peradilan. kepada perusahaan yang menyatakan bangkrut.

14. Dana pensiun Enron sebagian besar diinvestasikan Melakukan wawancara kepada para karyawan yang mengivestasikan dana

dalam bentuk saham Enron. Sementara itu harga saham pensiunnya untuk pengumpulan bukti kenapa perusahaan mendorog

Enron terus menurun sampai hampir tidak ada nilainya. karyawannya untuk membeli saham Enron dengan Dana pensiun mereka.
 Jadi Dapat Disimpulkan Peran Auditor Untuk Mencegah Kasus Tersebut

1) Membangun budaya jujur, terbuka dan pemberian bantuan Untuk melakukannya dapat dimulai dengan hal hal sebagai berikut:

1. Penerimaan karyawan yang jujur

2. Menciptakan lingkungan/suasana kerja yang positif

3. Penerapan kode etik dan aturan perilaku

2) Membangun sistem pengendalian intern yang efisien dan efektif

1.Lingkungan pengendalian yang baik

2. Penelian resiko

3. Aktivitas pengendalian

4. Terjalinnya informasi dan komunikasi

5. Pemantauan/pengawasan
KASUS PT KIMIA FARMA

Pencegahan Auditor
KASUS
1. Laporan Keuangan PT. Kimia Farma Tbk mengandung unsur Melakukan audit ulang dan menyajikan Kembali.

rekayasa dan penggelembungan.


2. Overstated penjualan pada unit Industri Bahan Baku, Logistik BAPEPAM meminta KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa untuk

Sentral, Pedagang Besar Farmasi dan Penjualan yang terjadi karna melakukan restated. Serta melakukan audit persediaan.

daftar harga persediaan digelembungkan.


3. KAP Hans Tuanakotta dan Mustofa lalai dalam memeriksa laporan-

laporan yang diaudit.


4. Mantan direksi PT Kimia Farma Tbk. Telah terbukti melakukan Melakukan audit ulang , dan terbukti setelah dilakukan audit ulang, laba

pelanggaran dalam kasus dugaan penggelembungan (mark up) laba bersih 2001 seharusnya hanya sekitar Rp 100 miliar. Sehingga

bersih di laporan keuangan perusahaan milik negara untuk tahun buku diperlukan lagi audit ulang laporan keuangan per 31 Desember 2001

2001. dan laporan keuangan per 30 Juni 2002 yang nantinya akan

dipublikasikan kepada publik.


5. Kimia Farma harus melakukan revisi dan menyajikan kembali Untuk itu auditor harus merekomendasikan untuk melaksanakan rapat

laporan keuangan 2001, jika nanti ternyata ditemukan kesalahan dalam umum pemegang saham luar biasa sebagai bentuk pertanggungjawaban

pencatatan manajemen kepada publik. Serta yang seharusnya bertanggung jawab

atas terjadinya kesalahan pencatatan laporan keuangan yang


menyebabkan laba terlihat di-mark up ini, merupakan kesalahan

manajemen lama. Maka auditor harus melakukan pengawasan atas

pengendalian internalnya.

Jadi Inti dari Kasus PT Kimia Farma ini ada dua, yaitu :

1. Keterkaitan Manajemen Terhadap Skandal PT Kimia Farma Tbk

2. Kesalahan Pencatatan Laporan Keuangan Kimia Farma Tahun 2001

 Peranan Auditor

Sesuai dengan teori yang telah di paparkan diatas, manajemen risiko yang dapat diterapkan oleh KAP HTM antara lain adalah

1.dengan mengidentifikasi dan menilai risiko etika, serta 2. menerapkan strategi dan taktik dalam membina hubungan strategis

dengan stakeholder. Dijabarkan dibawah ini :

1. Mengidentifikasi dan menilai risiko etika

Dalam kasus antara KAP HTM dan Kimia Farma ini, pengidentifikasian dan penilaian risiko etika dapat diaplikasikan pada tindakan

sebagai berikut:

A.) Melakukan penilaian dan identifikasi para stakeholder HTM


HTM selayaknya membuat daftar mengenai siapa dan apa saja para stakeholder yang berkepentingan beserta harapan mereka. Dengan

mengetahui siapa saja para stakeholder dan apa kepentingannya serta harapan mereka, maka KAP HTM dapat melakukan penilaian

dalam pemenuhan harapan stakeholder melalui pembekalan kepada para auditor senior dan junior sebelum melakukan audit pada

Kimia Farma.

B) Mempertimbangkan kemampuan SDM HTM dengan ekspektasi para stakeholder, dan menilai risiko ketidak sanggupan SDM

HTM dalam menjalankan tugas audit.

C) Mengutamakan reputasi KAP HTM

Yaitu dengan berpegang pada nilai-nilai hypernorm, seperti kejujuran, kredibilitas, reliabilitas, dan tanggung jawab. Faktor-faktor

tersebut bisa menjadi kerangka kerja dalam melakukan perbandingan.

Tiga tahapan ini akan menghasilkan data yang memungkinkan pimpinan KAP HTM dapat mengawasi adanya peluang dan risiko

etika, sehingga dapat ditemukan cara untuk menghindari dan mengatasi risiko tersebut, serta agar dapat secara strategis mengambil

keuntungan dari kesempatan tersebut.

2. Menerapkan strategi dan taktik dalam membina hubungan strategis dengan stakeholder
KAP HTM dapat melakukan pengelompokan stakeholder dan meratingnya dari segi kepentingan, dan kemudian menyusun rencana

untuk berkolaborasi dengan stakeholder yang dapat memberikan dukungan dalam penciptaan strategi, yang dapat memenuhi harapan

para stakeholder HTM.

Kesimpulan

Berdasarkan kasus yang terjadi pada PT. Kimia Farma dapat disimpulkan bahwa telah terjadi adanya pelanggaran kode etik profesi

akuntansi yang berpengaruh terhadap prinsipnya diantaranya sebagai berikut :

a. Kepentingan Publik

Akuntan telah mengorbankan kepentingan public demi kepentingan mereka semata. Dengan kesalahan penyajian pada LK,

menyebabkan pengambilan keputusan yang salah bagi para investor.

b. Integritas

PT. Kimia Farma terbukti tidak jujur dalam Menyusun laporan keuangannya integritas dapat menerima kesalahan yang tidak

disengaja dan perbedaan pendapat yang jujur, tetapi tidak menerima kecurangan atau peniadaan prinsip.

c. Perilaku Profesional
Pihak yang terlibat dalam penyusunan LK PT Kimia Farma pada tahun 2002 telah berperilaku tidak professional sehingga

menimbulkan reputasi perusahaan yang buruk. Kinerja profesionalisme dari seorang auditornyapun dapat merusak reputasi

profesinya.