Anda di halaman 1dari 10

OPTIMALISASI KEGIATAN PENGATURAN, PENJAGAAN DAN PATROLI LALU LINTAS

DALAM MENCIPTAKAN KAMSELTIBCAR LANTAS DAN MEWUJUDKAN


MASYARAKAT YANG PRODUKTIF DIMASA PANDEMI COVID 19 .

I PENDAHULUAN

1. Latar belakang

Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mempunyai peran strategis dalam mendukung
pembangunan dan integrasi nasional sebagai bagian dari upaya memajukan
kesejahteraan umum sebagaimana diamanatkan oleh Undang-Undang Dasar
Negara Republik Indonesia Tahun 1945, berlalu lintas di jalan merupakan bagian
dari aktifitas primer masyarakat menuju tempat aktifitasnya dalam memenuhi
kebutuhan hidup sehari – hari, bahkan bagi sebagian warga masyarakat aktifitas
kehidupannya bertumpu di jalan. Sebagai konsekuensi bertumpunya berbagai
aktifitas di jalan maka memunculkan berbagai macam permasalahan dengan tingkat
kerumitan masing-masing, semakin tinggi intensitas kegiatan masyarakat maka
semakin rumit pula problematika yang timbul dan semakin besar pula implikasinya
terhadap keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas seperti
penataan transportasi yang belum maksimal, sarana dan prasarana jalan yang
belum memadai serta perilaku pengguna jalan yang tidak mentaati peraturan lalu
lintas, sehingga berdampak pada timbulnya kemacetan arus lalu lintas yang sangat
berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat akibat dari tingginya biaya
transportasi serta akibat lain yang ditimbulkan adalah terjadi kecelakaan lalu lintas
yang menimbulkan korban jiwa maupun kerugian materiil.
Oleh karena itu situasi keamanan, keselamatan ketertiban dan kelancaran lalu lintas
yang kondusif sangat dibutuhkan untuk keberlangsungan kegiatan ekonomi, politik,
sosial budaya maupun pertahanan dan keamanan, oleh karenanya pemerintah
menempatkan masalah Kamseltibcar Lantas sebagai bagian terpenting dalam
pembangunan kesejahteraan masyarakatnya dengan membangun infrastruktur serta
sarana prasarana fasilitas transportasi, membentuk aturan-aturan hukum serta
perangkat-perangkat penegakannya.
Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana yang diamanatkan oleh pasal
13 Undang – undang nomor 2 tahun 2002 memiliki tugas pokok memelihara
Kamtibmas, menegakkan hukum, melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat
dengan salah satu tugasnya adalah melaksanakan pengaturan, penjagaan,
pengawalan, dan patroli terhadap kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai
2
kebutuhan serta menyelengarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan,
ketertiban dan kelancaran lalu lintas di jalan, dengan demikian jelaslah bahwa
institusi yang bertanggung jawab dalam menjamin Kamseltibcar Lantas adalah
Kepolisian khususnya satuan lalu lintas dengan melaksanakan segala kegiatan yang
salah satunya melalui kegiatan pengaturan, penjagaan, pengawalan dan patroli
lalu lintas.
Disisi lain saat ini negara - negara di dunia termasuk Indonesia dilanda pandemi
virus covid 19, dari data yang dimiliki Satuan tugas penanganan covid 19 pada
tanggal 29 Agustus 2020, bahwa 165.887 masyarakat Indonesia terkonfirmasi
terpapar virus covid 19 dan 7.169 orang meninggal dunia. Pemerintah telah
melakukan upaya – upaya dalam melindungi warga negaranya dari vademi virus
tersebut, dengan membentuk Satuan tugas penanganan covid 19, membangun
fasillitas kesehatan, penyiapan ketersediaan anggaran dengan refocusing anggaran
instansi pemerintah secara selektif, selain ini dikeluarkan Pembatasan Sosial
Berskala Besar (PSBB) dengan resiko menurunnya produktifitas masyarakat
sehingga berdampak pada sektor perekonomian masyarakat yang apabila hal ini
dibiarkan berlarut - larut akan menimbulkan permasalahan yang lebih besar seperti
peningkatan angka pengangguran, krisis ekonomi, krisis kepercayaan terhadap
pemerintah serta gangguan Kamtibmas berupa meningkatnya angka kriminalitas,
kerusuhan, perpecahan, penjarahan yang pada akhir menjadi tantangan tugas
Kepolisian sebagai aparat pemelihara keamanan, ketertiban masyarakat, untuk itu
pemerintah telah memberikan kelonggaran terhadap kebijakan pembatasan aktifitas
masyarakat dengan kebijakan “ New Normal “ yaitu tatanan normal yang baru
ditengah vandemi covid 19 agar masyarakat kembali produktif melaksanakan
kegiatan sehari hari dengan mematuhi protokol kesehatan seperti senantiasa
menggunakan masker, menjaga jarak, menghindari kerumunan, mencuci tangan
dengan sabun / hand sanitizer dan sebagainya, namun tatanan baru tersebut dapat
terlaksana dengan baik apabila masyarakat dapat disiplin menjalankan protokol
kesehatan dalam beraktifitas sehari – hari. Untuk itu Kepolisian dituntut untuk lebih
berperan aktif dalam mengawal kesiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol
kesehatan, namun disisi lain personel Polri dalam melaksanakan tugas pelayanan
cenderung berinteraksi dengan masyarakat sehingga memiliki resiko yang besar
terpapar virus tersebut .
3
Dengan melatar belakangi hal tersebut, serta program prioritas Kapolda Sumsel
Irjen Pol Prof Dr. Eko Indra Heri, S., M.M. diantaranya menyelenggarakan
Kamtibmas yang kondusif, memastikan kehadiran anggota di setiap kegiatan
masyarakat, Pemanfaatan IT dalam pelayanan terhadap masyarakat maka penulis
memandang perlu untuk mengangkat permasalahan tentang optimalisasi kegiatan
pengaturan, penjagaan dan patroli lalu lintas dalam menciptakan Kamseltibcar
Lantas dan mewujudkan masyarakat yang produktif dimasa pandemi covid 19.
2. Pokok Permasalahan
Bagaimana mengoptimalkan kegiatan pengaturan, penjagaan dan patroli lalu lintas
dalam menciptakan Kamseltibcar Lantas dan mewujudkan masyarakat yang
produktif dimasa vademi covid 19. Turjawali Lantas dimasa pandemi covid 19 dalam
rangka menciptakan situasi Kamseltibcar Lantas yang kondusif serta mewujudkan
masyarakat yang produktif.
3. Pokok-Pokok Persoalan
Dari rumusan pokok permasalahan tersebut diatas maka selanjutnya dirumuskan
pokok-pokok persoalan sebagai berikut :
a. Bagaimana cara mengoptimalkan pengaturan, penjagaan dan patroli lalu lintas
di kota Palembang dalam menciptakan Kamseltibcar Lantas dan mewujudkan
masyarakat yang produktif dimasa pandemi covid 19 ?
b. Bagaimana upaya perlindungan terhadap petugas dari terpapar virus covid 19 ?

II. PEMBAHASAN
1. Konsep Teori

Konsep Polisi Lalu Lintas

Undang – undang Republik Indonesia nomor 2 tahun 2002 tentang Kepolisian


Negara Republik Indonesia pada Pasal 14 ayat 1 huruf (a) dan (b) menyatakan
bahwa, dalam melaksanakan tugas pokok sebagaimana dimaksud dalam Pasal 13,
Kepolisian Negara Republik Indonesia bertugas :

a. melaksanakan pengaturan, penjagaan, pengawalan, dan patroli terhadap


kegiatan masyarakat dan pemerintah sesuai kebutuhan;

b. menyelenggarakan segala kegiatan dalam menjamin keamanan, ketertiban,


dan kelancaran lalu lintas di jalan.
4

Pada Pasal 104 Undang – undang RI nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu lintas jalan
menyebutkan bahwa :

(1) Dalam keadaan tertentu untuk ketertiban dan kelancaran lalu lintas dan
angkutan jalan, petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia dapat
melakukan tindakan: a. Memberhentikan arus lalu lintas dan/atau pengguna
jalan; b. Memerintahkan pengguna jalan untuk jalan terus; c. Mempercepat arus
lalu lintas; d. Memperlambat arus lalu lintas; dan/atau e. Mengalihkan arah arus
lalu lintas.
(2) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) wajib diutamakan daripada
perintah yang diberikan oleh alat pemberi isyarat lalu lintas, rambu lalu lintas,
dan/atau marka jalan.

Ketentuan pasal 104 UU No. 22 tahun 2009 tersebut dijabarkan dengan peraturan
Kakorlantas Polri nomor 1 tahun 2019 tentang standar operasional prosedur
pengaturan lalu lintas.

2. Perkap nomor 1 tahun 2019 tentang Sistem, manajemen dan standar keberhasilan
operasional Kepolisian negara Republik Indonesia menjelaskan bahwa jenis kegiatan
Kepolisian diantaranya adalah Turjawali:
a) pengaturan adalah kegiatan Kepolisian dalam rangka memberikan
perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat guna
mewujudkan rasa aman baik fisik maupun psikis, terciptanya keamanan dan
ketertiban masyarakat, terbebas dari rasa khawatir sehingga masyarakat dapat
melakukan segala aktivitasnya dengan tertib dan lancar;
b) penjagaan, kegiatan Kepolisian yang bersifat Preventif dengan memberikan
perlindungan, pelayanan, pengayoman dan memelihara keselamatan jiwa dan
harta benda untuk kepentingan masyarakat dan negara;
c) pengawalan, kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh anggota Polri untuk
menjaga keamanan, keselamatan atas jiwa dan harta benda serta hak asasi
manusia dari satu tempat ke tempat yang lain; dan
d) patroli, kegiatan kepolisian yang dilakukan oleh dua orang anggota Polri atau
lebih sebagai usaha mencegah bertemunya niat dan kesempatan, dengan jalan
mendatangi, menjelajah, mengamati atau memperhatikan situasi dan kondisi
yang diperkirakan akan menimbulkan segala bentuk pelanggaran atau
gangguan Kamtibmas dan atau tindak pidana/pelanggaran hukum
5
yang menuntut atau perlunya kehadiran anggota Polri untuk melakukan
tindakan kepolisian guna terpeliharanya ketertiban dan menjamin keamanan
umum masyarakat;

3. Analisis SWOT
pengertian analisis SWOT dalam buku Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus
Bisnis oleh Freddy Rangkuti adalah identifikasi berbagai faktor secara sistematis
untuk merumuskan strategi perusahaan. Analisis ini didasarkan pada logika yang
dapat memaksimalkan kekuatan ( strengths ) dan peluang ( opportunities ) namun
secara bersamaan dapat meminimalkan kelemahan ( weaknesses ) dan ancaman /
kendala ( threats ).
Proses pengambilan keputusan strategis selalu berkaitan dengan pengembangan
misi, tujuan, strategi dan kebijakan perusahaan. Dengan demikian perencana
strategis ( strategic planner ) harus menganalisis faktor-faktor strategis perusahaan
( kekuatan, kelemahan, peluang dan kendala / kendala ) dalam kondisi yang ada
saat ini. Hal ini disebut dengan analisis situasi, model yang paling populer untuk
analisis situasi adalah Analisis SWOT. 1
4. Konsep Pemanfaatan Teknologi Komunikasi Modern

Perkembangan teknologi komunikasi sekarang ini sangatlah pesat, sebagian orang


di dunia termasuk Indonesia menggunakan perangkat komunikasi sebagai salah satu
sarana komunikasi dan informasi yang cepat dan tepat, Berbagai hasil penelitian
menunjukan bahwa media yang paling efektif digunakan untuk mencapai mutu
kinerja dalam memasuki era globalisasi sekarang ini salah satunya adalah dengan
menggunakan teknologi komunikasi, dengan mempertimbangkan segala
keunggulannya sangatlah bijak Polri memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan
kinerja pelayanan kepada masyarakat, penyampaian informasi dan pengawasan
pelaksanaan tugas terutama dimasa pandemi covid 19 dimana diwajibkan mentaati
protokol kesehatan.

1
FREDDY RANGKUTI, Analisis SWOT Teknik Membedah Kasus Bisnis, PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta,
1997, hlm. 18 – 19.
6

5. Konsep pemolisian masyarakat (Community Policing)

Sebagaimana Perkap nomor 3 tahun 2015 bahwa Pemolisian Masyarakat


(Community Policing) yang selanjutnya disingkat Polmas adalah suatu kegiatan
untuk mengajak masyarakat melalui kemitraan anggota Polri dan masyarakat,
sehingga mampu mendeteksi dan mengidentifikasi permasalahan Keamanan dan
Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di lingkungan serta menemukan pemecahan
masalahnya. Strategi Polmas dapat digunakan dalam mengoptimalkan kegiatan
patroli, pengaturan dan penjagaan lalu lintas dengan mengikut sertakan masyarakat,
pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam melakukan upaya-upaya
penangkalan, pencegahan dan penanggulangan ancaman dan gangguan
Kamtibmas/ Kamseltibcar Lantas secara kemitraan yang setara dengan Polri, mulai
dari penentuan kebijakan sampai dengan implementasinya termasuk penerapan
pengawasan protokol kesehatan diwilayahnya.

KONDISI KEGIATAN PENGATURAN, PENJAGAAN DAN PATROLI LANTAS


SAAT INI

Berdasarkan data Subditgakkum Ditlantas Polda Sumsel bahwa kegiatan Turjawali


lalu lintas di kota Palembang dilaksanakan oleh satuan lalu lintas Polrestabes
Palembang, unit Lantas Polsek jajaran dan didukung oleh satu unit patroli PJR
Ditlantas Polda Sumsel dengan jumlah kekuatan personel sebanyak 208 personel,
dilakukan sebagai upaya preventif dalam menciptakan Kamseltibcar Lantas di kota
Palembang, namun kegiatan tersebut belum terkoodinasi dengan baik akibatnya
terjadi penumpukan personel di satu lokasi, sementara di lokasi yang lain tidak ada
petugas, demikian pula dengan pelaksanaan patroli lalu lintas, penentuan beat
patroli yang tidak terkoordinir mengakibatkan banyak lokasi jalan yang tidak
terpantau oleh patroli lalu lintas, dan keberadaan patroli lalu lintas di jalan kurang
terlihat, kegiatan patroli, penjagaan dan pengaturan lalu lintas hanya untuk tujuan
menciptakan Kamseltibcar Lantas saja dan belum berperan sebagai pengawas
disiplin masyarakat dalam mentaati protokol kesehatan.
Petugas pelaksana kegiatan pengaturan , penjgaan dan patroli Lantas telah
menggunakan masker, namun belum mengutamakan protokol kesehatan terutama
dalam melakukan kegiatan penindakan pelanggaran lalu lintas, pengambilan dan
penyimpanan barang bukti, menolong korban kecelakaan lalu lintas dan sebagainya.
7

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

1. Faktor Internal
a. Kekuatan ( Strengths )
 Personel pelaksana kegiatan Pengaturan, penjagaan dan patroli
sudah cukup berpengalaman dalam melaksanaakan tugas.
 Personel telah mahir dalam menggunakan smartphone
 Dana kegiatan Turjawali, honor tilang dan dukungan logistik
bahan bakar minyak kendaraan dinas patroli sudah tersalurkan
sesuai DIPA.
 petunjuk lapangan berupa SOP tentang pelaksanaan pengaturan
dan penjagaan lalu lintas sudah ada sehingga dapat dijadikan
pedoman bagi anggota saat melaksanakan tugas .
b. Kelemahan ( Weaknesses )
 Perencanaan kegiatan pengaturan, penjagaan dan patroli Lantas
kurang maksimal dan tidak terkoordinasi dengan baik.
 Masih adanya personel yang melakukan pelanggaran disiplin yaitu
menyalahgunakan wewenang dan melakukan hal-hal yang
menjatuhkan martabat kesatuan.
2. Faktor Eksternal
a. Peluang ( Opportunities )
 Masyarakat Kota Palembang merupakan masyarakat yang
homogen dengan tingkat pendidikan penduduknya yang cukup baik
sehingga terpelajar dan mengerti permasalahan sosial hukum.
 Sikap menghargai masyarakat terhadap tugas kepolisian masih
cukup baik sehingga personel dapat menjalin kemitraan dengan baik.
b. Ancaman / kendala ( Threats )
 Pertambahan jumlah kendaraan bermotor yang pesat sehingga
menimbulkan permasalahan lalu lintas yaitu kecelakaan lalu lintas,
pelanggaran lalu lintas dan kemacetan lalu lintas.
8
 Meningkatnya aktifitas masyarakat seiring dengan adanya
kelonggaran beraktifitas masyarakat, sehingga resiko terpapar virus
covid 19 masih cukup besar.
 Kesadaran masyarakat dalam mentaati peraturan lalu lintas dan
protokol kesehatan masih belum seperti yang diharapkan.

KONDISI KEGIATAN PENGATURAN , PENJAGAAN DAN PATROLI LANTAS


YANG DIHARAPKAN

Kegiatan pengaturan, penjagaan dan patroli lalu lintas di kota Palembang dapat
dilakukan dengan perencaaan yang baik dan terkoordinir antara satuan kerja agar
tidak terjadi penumpukan penempatan personel maupun beat patroli sehingga
dapat menjangkau lokasi yang lebih luas dan meningkatkan keberadaaan Polri
pada setiap kegiatan masyarakat.
pengawasan dan pengendalian kegiatan pengaturan, penjagaan dan patroli lalu
lintas dapat terlaksana dengan optimal dengan memanfaatkan teknologi
komunikasi seperti menggunakan GPS (Global Positioning System ) yang
dipasang pada kendaraan patroli atau dengan memanfaatkan aplikasi open
camera dalam pelaporan kegiatan.
Saat melaksanakan kegiatan penjagaan dan patroli lalu lintas petugas aktif
memberikan himbauan tertib berlalu lintas dan protokol kesehatan kepada
masyarakat dan melakukan patroli sambang ke lokasi aktifitas masyarakat dengan
mengembangkan strategi Pemolisian masyarakat kepada Juru parkir, satuan
pengamanan internal instansi pemerintah maupun swasta pada beat yang dilalui.
Petugas mengerti dan memahami tentang tata cara pelaksanaan kegiatan
pengaturan penjagaan dan patroli dengan mengikuti protokol kesehatan agar
terhindar dari terpapar virus covid 19 seperti senantiasa menggunakan masker
dan membawa hand sanitazer, tata cara dalam penindakan pelangaran lalu lintas,
penyimpanan barang bukti pelanggaran dan pertolongan korban kecelakaan di
masa pandemi covid 19.

UPAYA YANG DILAKUKAN

Beberapa rencana kerja yang akan dilakukan antara lain:


1. Tahap perencanaan :

a. Melakukan perencanaan kegiatan pengaturan, penjagaan dan patroli


Lantas dengan mempertimbangkan kekuatan personel, kendaraan
patroli , komsumsi bahan bakar, dukungan BBM, jarak tempuh,
hasil kirka intelijen dan analisa dan evaluasi tentang situasi
Kamseltibcar Lantas, serta berkoordinasi satuan kerja lainnya agar
tidak terjadi penumpukan.
9
b. Melaksanakan pembinaan kemampuan personel dengan
melaksanakan pelatihan teknis Turjawali Lantas, pengetahuan
tentang teknologi informasi dan komunikasi, kemampuan tara cara
penyampaian informasi kepada masyarakat dalam program
pemolisian masyarakat serta pengetahuan protokol kesehatan.
2. Tahap pelaksanaan :

a. Melaksanakan kegiatan preemtif berupa pemberian himbauan dan


pengetahuan kepada pengguna jalan tentang disiplin berlalu lintas
dan protokol kesehatan pada saat melaksanakan kegiatan
pengaturan, penjagaan di persimpangan serta dengan
melaksanakan patroli sambang ke fasilitas – fasilitas umum pada
rute patroli yang dilalui, untuk memberikan pengertian dan himbauan
kepada masyarakat maupun pihak keamanan internal dengan
penerapan pemolisian masyarakat, sehingga dapat berperan aktif
dalam menegakkan disiplin protokol kesehatan di wilayahnya.

b. Melaksanakan kegiatan preventif dengan penempatan personel


pada lokasi – lokasi rawan kecelakaan, kemacetan dan pelanggaran
lalu lintas maupun pelanggaran protokol kesehatan.

c. Melaksanakan kegiatan represip dengan berkkordinasi pihak – pihak


terkait dalam memberikan tindakan kepada pelanggaran lalu lintas
potensial kecelakaan dan protokol kesehatan.

3. Tahap pengakhiran :

a. menerapkan strategi pengawasan dan pengendalian pelaksanaan


Turjawali Lantas menggunakan teknologi informasi dan komunikasi
seperti menggunakan GPS (Global Positioning System ) yang
dipasang pada kendaraan patroli atau dengan memanfaatkan
aplikasi open camera dalam pelaporan kegiatan.

b. Membuat laporan hasil kegiatan sebagai bahan analisa dan evaluasi


pelaksanaan guna mengoptimalkan kegiatan selanjutnya

c. membangun akses komunikasi dengan masyarakat dengan


memaksimalkan peran website satuan lalu lintas dalam memberikan
dan menyerap informasi dari masyarakat. Selain itu juga
mengimbangi dengan pembuatan akun facebook dan twiter guna
mengcounter informasi-informasi tentang lalu lintas melalui media
jejaring sosial serta publikasi kegiatan yang telah dilaksanakan.
Berdasarkan dari pembahasan di atas, maka dapat ditarik kesimpulan dan saran dari
penulis, sebagai berikut:
10

III PENUTUP

KESIMPULAN
Menjamin situasi lalu lintas yang aman, berkeselamatan, tertib dan lancar
merupakan tugas dan tanggung jawab Kepolisian khususnya Polantas sebagai
pengemban UU no.22 tahun 2009, disamping itu penanganan terhadap wabah
covid 19 sangat diperlukan dalam mengembalikan produktifitas masyarakat
guna keberlangsungan kegiatan ekonomi, politik, sosial budaya maupun
pertahanan dan keamanan, untuk itu Kepolisian dalam hal ini Polantas dapat
berperan aktif melaksanakan kegiatan – kegiatan yang bersifat preemtif,
preventip maupun represip guna meningkatkan kesadaran disiplin pengguna
jalan dalam mentaati peraturan lalu lintas dan protokol kesehatan dalam
menanggulangi pandemi covid 19 sehingga dapat kembali meningkatkan
produktifitas masyarakat.

SARAN
a. Guna mengoptimalkan kegiatan fungsi lalu lintas dimasa panemi covid 19,
agar diberikan petunjuk dan arahan kepada satuan fungsi lalu lintas
jajaran Polda Sumsel terkait pelaksanaan tugas fungsi lalu lintas dimasa
pandemi covid 19.

b. Perlunya diberikan pengetahuan berupa bimbingan teknis atau pelatihan


kepada personel tentang tata cara teknis pelaksanaan tugas fungsi Lantas
di masa pandemi covid19, pengetahuan tentang protokol kesehatan serta
pemolisian masyarakat.

c. Guna mengoptimalkan pengawasan pelaksanaan kegiatan, perlunya


penerapan teknologi informasi dalam kegiatan penjagaan, pengaturan,
pengawalan dan patroli lalu lintas sehingga kegiatan dapat berhasil
sebagaimana yang diharapkan.

d. Perlunya perencanaan yang baik dalam pengelaran kegiatan Turjawali


Lantas dengan berkoordinasi pihak – pihak terkait sehingga tidak terjadi
duplikasi dalam penempatan personel maupun penentuan wilayah dalam
kegiatan patroli, sehingga keberadaan petugas Kepolisian dapat dapat
dirasakan oleh masyarakat.

Demikian makalah karya perongan ini dibuat sebagai persyaratan dalam


kompetensi selesai sekolah alih golongan, semoga bermanfaat.

Palembang,