Anda di halaman 1dari 9

PERSPEKTIF

PERSPEKTIF
Volume 23 Nomor 2 Tahun 2018 Edisi Mei
P-ISSN 1410-3648 E-ISSN 2406-7385
Kajian Masalah Hukum dan Pembangunan Sekretariat:
Volume
Fakultas Hukum 23 Nomor
Universitas 2 Tahun
Wijaya Kusuma 2018 Edisi
Surabaya Mei
Jl. Dukuh Kupang XXV No. 54 Surabaya
e-mail & Telp: perspektif_hukum@yahoo.com (08179392500)
Diterbitkan oleh:
Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM)
Universitas Wijaya Kusuma Surabaya

TANGGUNG JAWAB NOTARIS


TERHADAP KESALAHAN DALAM PEMBUATAN AKTA
YANG DILAKUKAN OLEH NOTARIS PENGGANTINYA

Putu Adi Purnomo Djingga Wijaya


Fakultas Hukum, Universitas Narotama
e-mail: putu88purnomo@gmail.com

A. A. Andi Prajitno
Fakultas Hukum, Universitas Narotama
e-mail: andiprajitno@yahoo.com

ABSTRAK
Suatu kenyataan bahwa notaris maupun notaris pengganti adalah pejabat umum, yang diberikan
kewenangan oleh Undang-Undang untuk membuat akta otentik, sejauh pembuatan akta tersebut tidak
dikhususkan bagi pejabat umum lainnya. Dengan adanya persamaan kedudukan hukum antara notaris
dengan notaris pengganti tersebut, maka tidak ada keragu-raguan lagi bahwa akta-akta yang dibuat
oleh notaris pengganti mempunyai kekuatan hukum yang sama dengan akta-akta notaris, artinya bahwa
akta-akta yang dibuat oleh atau dihadapan notaris pengganti bersifat otentik dan mempunyai kekuatan
pembuktian yang sempurna sebagaimana dimaksud dalam Pasal 1870 KUHPerdata. Permasalahan timbul
saat akta yang dibuat oleh Notaris tersebut terdapat kesalahan. Penelitian ini merupakan penelitian dengan
metode normatif. Hasil yang didapatkan adalah Notaris maupun notaris pengganti dapat dituntut ganti
rugi bilamana mempunyai kesalahan substantif dalam akta yang dibuatnya, yang tidak sesuai dengan
kehendak para pihak akta tersebut merupakan tanggung jawab dari masing-masing pejabatnya. Notaris
yang digantikan tidak bertanggung jawab atas kesalahan notaris penggantinya, karena notaris maupun
notaris pengganti masing-masing mempunyai hak dan kewajiban masing-masing dalam jabatannya, dan
telah disumpah secara pribadi.
Kata Kunci: Tanggung Jawab Notaris; Notaris Pengganti

ABSTRACT
A fact that a notary or a notary substitute is a public official, who is given the authority by law to
make an authentic deed, insofar as the deed is not specified for other public officials. With the existence
of legal equality between the notary and the substitute notary, there is no doubt that the deeds made by
the substitute notary have the same legal force as the notary deeds, meaning that the deeds made by or
before the notary substitutes are authentic and have perfect proof power as referred to in Article 1870
of the Civil Code. Problems arise when the deed made by the Notary has an error. This research is a
research with normative methods. The results obtained are a Notary or a substitute notary can be sued
for compensation when having a substantive error in the deed made, which is not in accordance with the
wishes of the parties the deed is the responsibility of each of its officials. The notary who is replaced is
not responsible for the error of the successor notary, because the notary and notary substitute each have
their respective rights and obligations in their positions, and have been sworn in person.
Keywords: Responsibility of The Notary; Substitute Notary

112
Putu Adi Purnomo Djingga Wijaya dan A.A. Andi Prajitno,
Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kesalahan Dalam Pembuatan Akta Yang Dilakukan Oleh Notaris Penggantinya

PENDAHULUAN
Notaris sebagaimana tertuang dalam Pasal 1 ayat maka sebagaimana tertuang dalam Pasal 11 ayat (1)
(1) Undang-Undang Jabatan Notaris Nomor 2 Tahun UUJN yaitu: “notaris yang diangkat menjadi pejabat
2014 tentang Sebagian Perubahan Undang-Undang negara wajib mengambil cuti”, dan sebagaimana
Jabatan Notaris Nomor 30 Tahun 2004 (selanjutnya yang tertuang dalam Pasal 32 ayat (1) UUJN yaitu:
disingkat UUJN) adalah: “notaris adalah pejabat ”notaris yang menjalankan cuti wajib menyerahkan
umum yang berwenang untuk membuat akta autentik protokol notaris kepada notaris pengganti”.
dan memiliki kewenangan lainnya sebagaimana Hubungan hukum antara notaris dan notaris
dimaksud dalam Undang-Undang ini atau berdasarkan pengganti baru muncul karena keberadaan notaris
undang-undang lainnya”. Akta Notaris (Notariel pengganti merupakan suatu keniscayaan dan
Acta) sebagaimana diuraikan1 UUJN Pasal 1 ayat sangat penting dalam rangka mengisi kekosongan
(7) adalah: “akta notaris yang selanjutnya disebut pejabat notaris yang sedang cuti, sakit, atau untuk
akta adalah akta autentik yang dibuat oleh atau sementara berhalangan menjalankan jabatannya
dihadapan notaris menurut bentuk dan tata cara yang sebagai notaris, agar tetap menjamin kepastian
ditetapkan oleh Undang-Undang ini” dan mempunyai hukum bagi masyarakat. Batas kewenangan notaris,
sifat otentik. Sehingga tidak perlu diragukan lagi notaris pengganti berbeda. Batas kewenangan notaris
kesempurnaannya (keabsahannya) karena proses pengganti berakhir ketika batas yang tercantum
pembuatan maupun kewenangan pejabatnya telah dalam surat keputusannya telah habis.3 Setelah
sesuai dengan yang dimaksud pada KUHPerdata masa jabatannya berakhir, notaris melakukan serah
Pasal 1868 yaitu: “Suatu akta otentik ialah suatu terima protokolnya kembali kepada notaris yang
akta yang di dalam bentuk yang ditentukan undang- digantikannya.
undang, dibuat oleh atau dihadapan pegawai-pegawai
umum yang berkuasa untuk itu di tempat di mana akta METODE PENELITIAN
dibuatnya”. Seperti halnya Akta Hipotek yang dibuat Penelitian yang dilakukan adalah penelitian
oleh Pejabat Pendaftar dan Pencatan Balik Nama hukum normatif. Penelitian hukum normatif adalah
Kapal, jelas bahwa secara hukum, akta otentik yang penelitian hukum yang dilakukan dengan cara
dibuat oleh Pejabat Pendaftar dan Pencatan Balik mengkaji bahan-bahan yang berasal dari berbagai
Nama Kapal tersebut mempunyai kekuatan hukum peraturan perundang-undangan dan bahan lain dari
yang sempurna, dan tentu saja mempunyai kekuatan berbagai literatur. Dengan kata lain penelitian ini
pembuktian yang sempurna, karena penggolongan meneliti bahan pustaka atau data sekunder.
akta otentiknya berdasarkan oleh Undang-Undang Pendekatan yang dipergunakan dalam penelitian
dan pejabatnya juga ditunjuk oleh Undang-Undang.2 hukum ini adalah pendekatan perundang-undangan
Oleh karena itu, negara memberikan kewenangan (statute approach), pendekatan konseptual
kepada notaris untuk membuat alat bukti otentik di (conceptual approach).
bidang hukum keperdataan. Keberadaan notaris
sangat penting untuk memenuhi kebutuhan PEMBAHASAN
masyarakat yang memerlukan jasa notaris sewaktu- Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kesalahan
waktu, oleh karena itu kantor notaris tidak boleh Dalam Membuat Isi Akta
kosong dalam jangka waktu lebih dari 7 (tujuh) Notaris bertanggung jawab merelatir dan
hari kerja berturut-turut tanpa alasan yang sah mengkonstantir sesuai dengan kehendak para pihak.
sebagaimana tertuang dalam UUJN Pasal 17 ayat (1) Dalam membuat perjanjian tidak boleh melanggar
huruf b. Bilamana notaris membutuhkan cuti karena aturan dan undang-undang dan notaris tidak boleh
alasan tertentu seperti sakit, ada kepentingan keluarga memberikan pendapatnya.
1
Pertanggungjawaban menurut R. Wirjono
A.A. Andi Prajitno. (2015). Pengetahuan Praktis Tentang
Apa dan Siapa Notaris di Indonesia? Sesuai UUJN Nomor 2 Prodjodikoro, adalah pertanggungjawaban atas
Tahun 2014. Surabaya: Perwira Media Nusantara, h. 61.
2 3
Fani Martiawan Kumara Putra. (2012). “Surat Kuasa Habib Adjie. (2014). Hukum Notaris Indonesia (Tafsir
Memasang Hipotek Dalam Jaminan Kapal Laut”. Jurnal Tematik Terhadap UU No. 30 Tahun 2004 tentang Jabatan
Perspektif. 17(2), 98-107. Notaris). Bandung: Refika Aditama, h. 44.

113
PERSPEKTIF
Volume 23 Nomor 2 Tahun 2018 Edisi Mei

perbuatan seseorang biasanya praktis baru ada adalah perbuatan, di mana pembuatnya mengetahui
apabila orang itu melakukan perbuatan yang tidak akan kemungkinan terjadinya akibat yang merugikan
diperbolehkan oleh hukum dan sebagian besar dari orang lain.
perbuatan-perbuatan seperti ini merupakan suatu Kesengajaan (dollus) tidak begitu menimbulkan
perbuatan yang di dalam KUHPerdata dinamakan kesulitan, dan memang sangat jarang sekali notaris
dengan perbuatan melanggar hukum (onrechtmatige sengaja berbuat kesalahan. Seorang notaris yang
daad). Onrechtmatige daad atau perbuatan melawan benar-benar dengan sengaja, dengan direncanakan
hukum diatur dalam KUHPerdata Buku III Bab terlebih dahulu, artinya secara insyaf dan sadar
III Pasal 1365 sampai dengan Pasal 1380 tentang merugikan kliennya, adalah merupakan sesuatu
perikatan-perikatan yang dilahirkan demi undang- yang sangat jarang terjadi dan apabila terjadi sama
undang. Adapun bunyi dari Pasal 1365 KUHPerdata dengan bunuh diri. Sepanjang mengenai kesalahan
adalah sebagai berikut: “tiap perbuatan melanggar yang sebenarnya (culpa), harus disepakati secara
hukum yang membawa kerugian kepada seorang lain, benar bahwa keadaan subjektif dari notaris yang
mewajibkan orang yang karena salahnya menerbitkan bersangkutan yang menentukan sampai seberapa jauh
kerugian itu, mengganti kerugian tersebut”. tanggung jawabnya, akan tetapi harus berdasarkan
Sedangkan menurut UUJN tanggung jawab penilaian objektif.
notaris tertuang dalam Pasal 16 ayat (12) yaitu:
“selain dikenai sanksi sebagaimana dimaksud pada Upaya Pembetulan dalam Akta Notaris apabila
ayat (11), pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 16 Terdapat Kesalahan Ketik
ayat (1) huruf j dapat menjadi alasan bagi pihak yang Akta relaas atau akta pejabat adalah jenis akta
menderita kerugian untuk menuntut penggantian notaris yang berisi tentang uraian secara otentik
biaya, ganti rugi, dan bunga kepada notaris”. mengenai suatu tindakan yang dilakukan atau suatu
Pertanggungjawaban administrasi juga keadaan dilihat atau disaksikan oleh notaris sendiri
dijelaskan dalam Pasal 85 UUJN, dapat dikenakan dalam menjalankan jabatannya. Berbeda dengan akta
sanksi berupa: 1. Teguran lisan; 2. Teguran tertulis; 3. partai yang harus dibubuhi tanda tangan penghadap
Pemberhentian sementara; 4. Pemberhentian dengan agar dapat disebut akta otentik, pada akta relas
hormat; 5. Pemberhentian dengan tidak hormat. tidak menjadi permasalahan apakah penghadap
menandatangani akta tersebut, asalkan notaris di
Larangan Notaris dalam akta itu menyebutkan sebab penghadap tidak
Seorang notaris dalam menjalankan tugasnya menandatanganinya.
dibatasi oleh peratuan perundang-undangan. Hal tersebut berarti apabila ada kesalahan ketik
Pembatasan ini dilakukan agar seorang notaris tidak dalam suatu akta relas, notaris yang bersangkutan
melanggar aturan dalam menjalankan praktiknya adalah orang yang berwenang memperbaikinya.
dan bertanggung jawab terhadap segala hal yang Bahkan apabila kesalahan ketik tersebut menyangkut
dilakukannya. Tanpa adanya pembatasan, seseorang hal yang substantif, notaris tetap berwenang untuk
cenderung akan bertindak sewenang-wenang. UUJN membetulkannya karena akta relas adalah akta yang
juga sudah mengatur bahwa seorang notaris memiliki dibuat oleh notaris, bukan dibuat oleh para penghadap
larangan dan sanksi dalam membetulkan isi akta di hadapan notaris.
yang tercantum di dalam Pasal 48 sampai Pasal 50
UUJN Nomor 2 Tahun 2014. Kesalahan Ditinjau dari UUJN
Hal ini diatur dalam ketentuan Pasal 51
Kesalahan Notaris UUJN, Notaris berwenang melakukan perbaikan
Kesalahan dikategorikan menjadi dua yaitu yang kesalahan tulis/ketik terhadap minuta akta dengan
disengaja (dollus) dan lalai (culpa). Kesengajaan cara memanggil para pihak yang di saksikan
adalah perbuatan yang dilakukan dengan diketahui oleh notaris dan saksi-saksi. Sedangkan Pasal 51
dan dikehendaki. Untuk terjadinya kesengajaan tidak Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 notaris yang
diperlukan adanya maksud untuk menimbulkan memperbaiki kesalahan tulis dan para pihak tidak
kerugian kepada orang lain. Sedangkan kelalaian perlu dihadapkan.

114
Putu Adi Purnomo Djingga Wijaya dan A.A. Andi Prajitno,
Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kesalahan Dalam Pembuatan Akta Yang Dilakukan Oleh Notaris Penggantinya

Untuk mengkualifikasi kesalahan ketik pada Meskipun pada Pasal 85 UUJN ditentukan
minuta akta notaris yang salinannya telah dikeluarkan 5 (lima) jenis sanksi, tidak semua sanksi dapat
sebagai perbuatan melanggar hukum, terlebih dahulu diterapkan pada setiap pelanggaran. Dalam hal
harus diuraikan unsur-unsur perbuatan melanggar pelanggaran Pasal 16 ayat (1) huruf a UUJN,
hukum, yaitu: pemberhentian dengan hormat merupakan sanksi
1. Adanya suatu perbuatan. Dalam hal ini, notaris yang tidak mungkin diterapkan. Dengan demikian,
melakukan perbuatan, yaitu membuat kesalahan sanksi administratif yang dapat dikenakan atas
pengetikan dalam akta. pelanggaran tersebut adalah sanksi berupa teguran
2. Perbuatan tersebut melanggar hukum. Dalam lisan, teguran tertulis, pemberhentian sementara, atau
hal ini, notaris melakukan suatu perbuatan yang pemberhentian dengan tidak hormat”.5
bertentangan dengan kewajiban hukumnya, yang
juga telah diatur secara tegas dalam undang- Notaris Pengganti
undang yang berlaku, yaitu berkewajiban untuk Menurut UUJN Pasal 1 ayat (3) pengertian notaris
bertindak saksama, sebagaimana diatur dalam pengganti adalah “seorang yang untuk sementara
Pasal 16 ayat (1) UUJN. diangkat sebagai notaris untuk menggantikan
3. Adanya kesalahan dari pihak pelaku. Dalam notaris yang sedang cuti, sakit, atau untuk sementara
melakukan ketik, terdapat kelalaian pada notaris berhalangan menjalankan jabatannya sebagai
yang bersangkutan, sehingga unsur kesalahan notaris”.
pun terpenuhi. Adapun syarat untuk menjadi notaris pengganti
4. Adanya kerugian bagi korban. Dalam hal adanya tercantum dalam Pasal 33 ayat (1) UUJN berbunyi:
kesalahan ketik pada akta notaris yang bersifat “syarat untuk dapat diangkat menjadi notaris
substantif, misalnya kesalahan ketik mengenai pengganti dan pejabat sementara notaris adalah
jumlah uang yang harus dibayar/diterima masing- warga negara Indonesia yang berijazah sarjana
masing pihak, pihak yang berkepentingan dapat hukum dan telah bekerja sebagai karyawan kantor
mengalami kerugian secara materiil. Selain itu notaris paling sedikit 2 (dua) tahun berturut-turut”,
dapat juga terjadi kerugian immateriil, misalnya ayat (2) berbunyi: “ketentuan yang berlaku bagi
perasaan tertekan dan kekhawatiran. notaris sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4, Pasal
5. Adanya hubungan kausal antara perbuatan 15, Pasal 16, dan Pasal 17 berlaku bagi notaris
dengan kerugian. Kesalahan ketik yang pengganti dan pejabat sementara notaris, kecuali
dilakukan oleh notaris, misalnya kesalahan undang-undang ini menentukan lain”.
ketik mengenai jumlah uang yang harus dibayar/ Dalam Pasal 33 ayat (2) UUJN ditegaskan
diterima masing-masing pihak, secara logis dapat syarat (khusus) untuk dapat ditunjuk sebagai notaris
diperkirakan menyebabkan kerugian bagi pihak pengganti, notaris pengganti khusus dan pejabat
yang berkepentingan, sehingga dapat dikatakan sementara, yaitu: Warga Negara Indonesia; Berijazah
bahwa ada hubungan kausal antara kesalahan Sarjana Hukum; dan Telah bekerja sebagai karyawan
ketik yang dilakukan oleh notaris dengan kantor notaris paling sedikit 2 (dua) tahun berturut-
kerugian pihak yang berkepentingan itu.4 turut.6

Kesalahan Ditinjau dari Hukum Administrasi Prosedur Pengangkatan Notaris Pengganti


Pasal 85 UUJN berbunyi: “pelanggaran ketentuan Notaris yang hendak cuti mengajukan
sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7, Pasal 16 ayat permohonan cuti disertai usulan penunjukkan seorang
(1) huruf a, b, c, d, e, f, g, h, i, j, dan k, Pasal 17, notaris pengganti dan selanjutnya menyerahkan
Pasal 20, Pasal 27, Pasal 32, Pasal 37, Pasal 54, protokol notaris kepada notaris pengganti yang
Pasal 58, Pasal 59, dan/atau Pasal 63, dapat dikenai dibuatkan berita acara dan dilaporkan kepada Majelis
sanksi berupa: a. Teguran lisan; b. Teguran tertulis; c. Pengawas Wilayah. Setelah itu notaris maupun notaris
Pemberhentian sementara; d. Pemberhentian dengan pengganti mengajukan permohonan pelantikan ke
hormat; e. Pemberhentian dengan tidak hormat”. 5
Nelly Juwita, ibid.
4 6
Nelly Juwita, op.cit. Habib Adjie. op.cit., h. 106.

115
PERSPEKTIF
Volume 23 Nomor 2 Tahun 2018 Edisi Mei

Departemen Kementerian Hukum dan Hak Asasi notaris pengganti juga harus berpegang teguh kepada
Manusia dengan melampirkan: a. Surat permohonan kode etik notaris. Keharusan notaris berpegang teguh
pelantikan; b. Surat keputusan pengangkatan notaris/ dengan kode etik notaris diamanatkan dalam Pasal 83
notaris pengganti; c. Berita acara pelantikan. ayat (1) UUJN yang menegaskan bahwa organisasi
Dokumen yang dilampirkan untuk pengangkatan notaris menetapkan dan menegakkan kode etik
notaris pengganti adalah: a. Fotokopi ijazah S1 notaris.7
Sarjana Hukum; b. Fotokopi Kartu Tanda Penduduk Tanggung jawab notaris pengganti di dalam
(KTP) yang telah dilegalisir oleh notaris; c. Fotokopi pembuatan akta menurut UUJN diatur dalam
akta kelahiran; d. Fotokopi buku nikah (bagi yang Pasal 33 ayat (2) yang menegaskan bahwa notaris
sudah menikah); e. Surat berkelakuan baik dari sebagaimana dimaksud dalam Pasal 15, Pasal 16,
kepolisian; f. Surat keterangan sehat jasmani dan dan Pasal 17 berlaku bagi notaris pengganti. Dengan
rohani dari dokter pemerintah; g. Pas foto terbaru demikian, dapatlah diketahui bahwa dalam hal
berukuran 3x4; h. Daftar riwayat hidup. tanggung jawab notaris pengganti dalam pembuatan
akta bila terdapat kesalahan atau kelalaian dapat
Tanggung Jawab Notaris Pengganti dikenakan sanksi yaitu yang terdapat dalam Pasal
Dalam Pasal 65 UUJN disebutkan mengenai 84 dan Pasal 85 serta dikaitkan dengan Pasal 86
tanggung jawab notaris pengganti atas akta yang UUJN yang mana menegaskan apabila pihak yang
dibuatnya yaitu: “notaris, notaris pengganti, dan dirugikan pada saat pembuatan akta tersebut dapat
pejabat sementara notaris bertanggung jawab atas menuntut kepada notaris pengganti baik secara
setiap akta yang dibuatnya meskipun protokol notaris perdata, pidana maupun dipandang secara kode etik
telah diserahkan atau dipindahtangankan kepada notaris, sepanjang tidak bertentangan dengan UUJN.
pihak penyimpan protokol notaris”. Tanggung jawab notaris pengganti atas akta
Ruang lingkup tanggung jawab notaris pengganti yang dibuatnya setelah selesai masa jabatan
meliputi 4 (empat) hal yakni: 1. tanggung jawab ataupun masih menjabat sebagai notaris pengganti,
dalam pelaksanaan jabatan; 2. tanggung jawab sepenuhnya berada pada notaris pengganti karena
secara perdata; 3. tanggung jawab secara pidana; 4. notaris pengganti ialah pejabat yang mandiri. Ketika
tanggung jawab terhadap kode etik. akan melaksanakan jabatannya, seorang notaris
Tanggung jawab notaris pengganti secara perdata pengganti harus dilantik terlebih dahulu. Meskipun
juga ditelusuri dari hubungan hukum dalam suatu notaris pengganti, bukan berarti yang bersangkutan
perikatan antara notaris pengganti sebagai penyedia tidak harus hati-hati, cakap, profesional dalam
jasa dengan klien (para pihak/penghadap) sebagai menjalankan fungsinya sebagai notaris pengganti,
pengguna jasa, di mana perikatan itu harus memenuhi yang bersangkutan tetap bertanggung jawab penuh
syarat-syarat sahnya suatu perikatan berdasarkan terhadap setiap akta yang dibuat olehnya, maka
Pasal 1320 KUHPerdata, baik perikatan antara dari itu seorang notaris pengganti harus memiliki
notaris pengganti dengan kliennya maupun perikatan profesionalitas kerja terutama pengetahuan yang luas
yang terjadi di antara klien (para pihak) yang akan dan mendalam terhadap pembuatan akta, karena jika
dikonstatir dalam akta otentik yang dibuat notaris terjadi suatu kelalaian akibat olehnya, maka yang
pengganti. Tanggung jawab secara pidana merupakan bersangkutan harus bertanggung jawab atas akta
tanggung jawab pribadi notaris pengganti dalam yang dibuat olehnya.
melaksanakan jabatannya bilamana melakukan suatu
perbuatan yang dilarang oleh peraturan perundang- Tanggung Jawab Notaris yang Digantikan
undangan dengan ancaman sanksi pidana. Tanggung Apabila Terjadi Kesalahan Dalam Pembuatan
jawab pidana seorang notaris terkait dengan Akta yang Dilakukan Oleh Notaris Penggantinya
tanggung jawab terhadap pelaksanaan jabatannya Berdasarkan Pasal 1866 KUHPerdata dan Pasal
diatur diantaranya dalam Kitab Undang-Undang 165 HIR akta notaris merupakan alat bukti tulisan
Hukum Pidana (KUHP), yakni Pasal 52, Pasal 55,
7
Pasal 263, Pasal 264, Pasal 266, Pasal 378 dan Pasal Henny Saida Flora. (2012). “Tanggung Jawab Notaris
Pengganti Dalam Pembuatan Akta”. Kanun Jurnal Ilmu Hukum.
415 KUHP. Dalam melaksanakan jabatannya seorang
XIV(57), 179-199.

116
Putu Adi Purnomo Djingga Wijaya dan A.A. Andi Prajitno,
Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kesalahan Dalam Pembuatan Akta Yang Dilakukan Oleh Notaris Penggantinya

atau surat pembuktian yang utama sehingga dokumen mengenai keterangan dari para penghadap yang
ini merupakan alat bukti persidangan yang memiliki bertindak sebagai pihak-pihak dalam akta yang
kedudukan yang sangat penting.8 bersangkutan.10
Pada dasarnya akta digolongkan ke dalam dua
golongan yaitu: Sumpah Jabatan Notaris
a. Akta di bawah tangan. Akta di bawah tangan Dalam janji atau sumpah, mengandung dua hal
adalah akta yang dibuat sendiri oleh pihak-pihak yang harus dipahami, yaitu: 1. Secara garis lurus
yang berkepentingan tanpa bantuan pejabat bahwa kepada masyarakat dan negara, artinya
umum. Mengenai akta di bawah tangan diatur negara telah memberi kepercayaan kepada kita
secara khusus dalam Stb. 1867. Pengertian untuk menjalankan sebagian tugas negara dalam
akta di bawah tangan menurut Pasal 1 Stb bidang hukum perdata, yakni dalam pembuatan alat
1867 adalah surat-surat daftar (register) catatan bukti yang sah yaitu akta yang memiliki kekuatan
mengenai rumah tangga dan surat-surat lainnya bukti yang kuat dan kepada masyarakat yang telah
tanpa bantuan pejabat. Jadi dapat disimpulkan mempercayai bahwa notaris mampu menyatukan
bahwa akta di bawah tangan diperbuat oleh yang kehendaknya ke dalam bentuk akta notaris, dan
berkepentingan sendiri tanpa campur pejabat percaya bahwa notaris mampu menyimpan/
umum sesuai dengan isi Pasal 1874 KUHPerdata. merahasiakan segala keterangan/ucapan yang
b. Akta otentik. Dalam Pasal 165 HIR/Rbg memuat diberikan dihadapan notaris; 2. Secara garis lurus
definisi akta otentik yaitu surat yang dibuat oleh bahwa kita wajib bertanggung jawab kepada Tuhan,
atau dihadapan pegawai umum yang berwenang karena janji atau sumpah yang kita lontarkan
membuatnya, merupakan bukti yang cukup berdasarkan agama kita masing-masing, maka
bagi kedua belah pihak dan ahli warisnya serta dengan demikian yaitu memiliki arti segala sesuatu
sekalian surat itu hanya sekedar pemberitahuan yang kita kerjakan akan diminta pertanggungjawaban
saja, tetapi yang tersebut kemudian itu dalam bentuk yang dikehendaki Tuhan.11
hanya sekedar diberitahukan yang langsung Dalam Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
berhubungan dengan akta itu.9 Nomor 11 Tahun 1949 tentang sumpah Jabatan
Dari perumusan pasal tersebut dapat diketahui Notaris, Pasal 1 berbunyi: (1) Tiap-tiap Notaris
bahwa ada 2 jenis akta otentik yaitu: harus bersumpah; (2) Bunyi sumpah itu ialah
a. Akta yang diperbuat oleh (door een) notaris. sebagai berikut: Demi Allah! Saya bersumpah;
Jenis akta ini biasanya diberi nama “akta relaas” Bahwa saya, untuk mendapat jabatan saja ini, baik
atau pejabat atau akta “gross verbal” atau “akta dengan maupun tidak langsung, dengan rupa atau
berita acara”. Yang termasuk jenis akta ini kedok apapun juga, tidak memberi atau menyanggupi
antara lain akta berita acara rapat pemegang akan memberi sesuatu, kepada siapapun juga; Bahwa
saham Perseroan Terbatas, akta pendaftaran atau saja akan setia dan ta’at kepada Negara Republik
inventarisasi harta peninggalan, akta berita acara Indonesia; Bahwa saja akan menghormati para
penarikan undian. Akta seperti ini adalah yang pembesar Kehakiman dan pembesar negara lainnya;
dimaksud dan diuraikan oleh Pasal 46 UUJN. Bahwa saja akan menjalankan jabatan saja dengan
Isi dari akta berita acara ini semuanya berupa kejujuran, saksama dan tidak menyebelah; Bahwa
keterangan atau kesaksian dari notaris yang saja akan menjalankan peraturan-peraturan yang
membuat akta itu tentang apa yang dilihatnya mengenai jabatan notaris dengan seteliti-telitinya;
terjadi dihadapan atau disaksikan oleh orang lain, Bahwa saja akan merahasiakan dengan serapat-
pendek kata apa yang dialaminya. rapatnya isi akte-akte menurut peraturan-peraturan
b. Akta yang diperbuat dihadapannya (ten everstan itu; Bahwa saja dalam menjalankan jabatan saja, saja
van een) notaris. Akta ini dinamakan akta akan senantiasa menjunjung tinggi hukum dan ingat
pihak-pihak. Isi akta ini adalah catatan notaris akan kepentingan masyarakat dan negara.
8 10
Nico. (2003). Tanggungjawab Notaris Selaku Pejabat Henny Saida Flora, ibid.
Umum. Yogyakarta: CDSBL, h. 8. 11
https://notariscimahi.co.id/notaris/sumpah-janji-jabatan-
9
Henny Saida Flora, op.cit. notaris, diunduh Selasa tanggal 8 Maret 2018 Pukul 13:20 WIB.

117
PERSPEKTIF
Volume 23 Nomor 2 Tahun 2018 Edisi Mei

Menurut Andi Prajitno, sumpah jabatan notaris kepada notaris yang digantikan, di mana serah
ada 2 (dua) bagian, yaitu: 1. Sumpah jabatan; 2. terima tersebut dilakukan dengan berita acara
Rahasia jabatan.12 untuk kemudian disampaikan kepada Majelis
Pengawas Wilayah. Dengan berakhirnya jabatan
Sumpah Jabatan Notaris Pengganti sebagai notaris pengganti, tidak serta merta
Ketentuan notaris pengganti dapat dibedakan berakhir pula tanggung jawab notaris pengganti
menjadi 2 (dua) bagian, yaitu sebagai berikut: atas akta yang pernah dibuatnya. Ketentuan
1. Ketentuan pada saat notaris pengganti masih umum untuk membuat akta otentik serta
melaksanakan jabatannya menurut UUJN ketentuan khusus lainnya yang tercantum dalam
terdapat dalam Pasal-Pasal sebagai berikut: Pasal 15, Pasal 16 dan Pasal 17 UUJN memang
a. Pasal 32 ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) tidak berlaku lagi untuk notaris pengganti,
UUJN. Ketentuan dalam Pasal 32 ayat (1) namun tanggung jawab dan kewajiban atas hasil
merupakan kewajiban awal dari notaris pekerjaannya selama menjabat sebagai notaris
pengganti. Di mana dalam Pasal tersebut pengganti akan terus melekat pada diri seorang
dinyatakan mengenai kewajiban notaris notaris pengganti.
pengganti untuk menerima protokol dari Tanggung jawab dan kewajiban notaris
notaris yang digantikannya. Serah terima pengganti yang sudah berakhir masa jabatannya
protokol dilaksanakan dengan membuat tersebut adalah tanggung jawab dan kewajiban
berita acara untuk kemudian berita acara untuk menyimpan rahasia jabatannya. Rahasia
tersebut diserahkan kepada Majelis Pengawas jabatan yang dimaksud adalah semua keterangan
Wilayah. Kemudian dalam Pasal 32 ayat (2) mengenai akta yang pernah dibuatnya termasuk
disebutkan mengenai pengembalian kembali pula isi akta seperti yang tercantum dalam Pasal 4
protokol dari notaris pengganti kepada ayat (2) mengenai sumpah jabatan di mana salah
notaris yang digantikan setelah notaris yang satu isinya menyatakan mengenai sumpah untuk
digantikan tersebut dapat bertugas kembali. merahasiakan segala keterangan yang diperoleh
Dengan dikembalikannnya protokol tersebut, notaris dalam membuat akta dan Pasal 16 ayat (1)
maka berakhir pula tugas notaris pengganti, huruf f mengenai kewajiban untuk merahasiakan
namun untuk tanggung jawab atas akta yang isi akta, kecuali undang-undang menentukan lain.
pernah dibuatnya pada saat menjabat sebagai Kewajiban ingkar tersebut diberlakukan dengan
notaris pengganti tetap melekat pada notaris tujuan untuk menjaga kepentingan dari masyarakat
pengganti tersebut.13 umum yang menggunakan jasa layanan notaris
b. Pasal 33 ayat (2) UUJN. Ketentuan notaris pengganti.14
pengganti pada Pasal 33 ayat (2) UUJN
ini tidak berbeda dengan notaris yang Tanggung Jawab Notaris Pengganti setelah Masa
digantikan. Di mana dalam ketentuan pasal Jabatannya Berakhir Atas Akta yang Pernah
ini dinyatakan bahwa ketentuan notaris yang Dibuatnya
terdapat dalam Pasal 4, Pasal 15, Pasal 16 Habib Adjie menilai isi Pasal 65 UUJN tersebut
dan Pasal 17 UUJN juga berlaku untuk sebagai berikut: 1. Mereka yang diangkat sebagai
notaris pengganti. notaris, notaris pengganti, dan pejabat sementara
2. Ketentuan pada saat notaris pengganti berakhir notaris dianggap sebagai menjalankan tugas pribadi
masa jabatannya dapat dilihat dalam Pasal dan seumur hidup sehingga tanpa batas waktu
32 ayat (2) dan (3), yaitu kewenangan untuk pertanggungjawaban; 2. Pertanggungjawaban
menyerahkan kembali protokol notaris pengganti notaris, notaris pengganti dan pejabat sementara
notaris dianggap melekat kemanapun dan dimanapun
12
Keterangan A.A.Andi Prajitno pada hari Senin tanggal mantan notaris, notaris pengganti dan pejabat
25 Maret 2018 pukul 10:45 WIB. sementara notaris berada.15
13
Siska Natalia. “Hak Ingkar Notaris Pengganti Setelah
14
Berakhir Masa Jabatannya Pada Proses Peradilan Pidana dan Siska Natalia, ibid.
15
Perdata”. Jurnal. Universitas Sriwijaya. Siska Natalia, ibid.

118
Putu Adi Purnomo Djingga Wijaya dan A.A. Andi Prajitno,
Tanggung Jawab Notaris Terhadap Kesalahan Dalam Pembuatan Akta Yang Dilakukan Oleh Notaris Penggantinya

Habib Adjie menilai ada kerancuan mengenai kesalahan atau kelalaian dapat dikenakan sanksi
batas pertanggungjawaban notaris pengganti yaitu yang terdapat dalam Pasal 84 dan Pasal 85
berdasarkan Pasal 65 UUJN di atas, yaitu meskipun serta dikaitkan dengan Pasal 86 UUJN yang mana
semua akta yang dibuat oleh notaris pengganti menegaskan apabila pihak yang dirugikan pada saat
telah diserahkan atau dipindahkan kepada pihak pembuatan akta tersebut dapat menuntut kepada
penyimpan protokol notaris, namun notaris pengganti notaris pengganti baik secara perdata, pidana maupun
masih harus bertanggung jawab sampai hembusan dipandang secara kode etik notaris, sepanjang tidak
nafas terakhir. Sehingga yang logis yaitu jika seorang bertentangan dengan UUJN.18
notaris, notaris pengganti, notaris pengganti khusus, Tanggung jawab notaris pengganti dari setiap
dan pejabat sementara notaris sudah tidak menjabat akta yang dibuatnya adalah sampai meninggal
lagi meskipun yang bersangkutan masih hidup, tidak dunia, sebagaimana di dalam Pasal 65 UUJN notaris,
dapat diminta lagi pertanggungjawabannya dalam notaris pengganti, dan pejabat sementara notaris
bentuk apapun, dan notaris penyimpan protokol bertanggung jawab atas setiap akta yang dibuatnya
wajib memperlihatkan atau memberikan fotokopi meskipun protokol notaris telah diserahkan atau
dari minuta akta yang diketahui sesusai dengan dipindahkan kepada pihak penyimpan protokol
aslinya oleh notaris penyimpan protokol atau oleh notaris. Dalam praktek ketika akta yang dibuat
Majelis Pengawas Daerah (MPD) untuk protokol oleh notaris pengganti tersebut tersangkut kasus
notaris yang telah berumur 25 (dua puluh lima) tahun hukum, maka notaris penerima protokol akan turut
atau lebih (Pasal 63 ayat (5) UUJN).16 serta memantau dan memberikan saran pendapat
Batas pertanggungjawaban notaris, pejabat dan mendampinginya. Jadi tidak serta merta notaris
sementara notaris, notaris pengganti dan notaris pengganti dibiarkan begitu saja, tetap mendapat
pengganti khusus dapat diminta sepanjang mereka perlindungan dari organisasi notaris.19
masih berwenang dalam melaksanakan tugas jabatan Mengenai tanggung jawab notaris, notaris
sebagai notaris, atau kesalahan-kesalahan yang pengganti dan pejabat sementara notaris tercantum
dilakukan dalam menjalankan tugas jabatan sebagai dalam Pasal 65 UUJN yaitu: “notaris, notaris
notaris dan sanksi-sanksi yang dapat dikenakan pengganti, dan pejabat sementara notaris bertanggung
terhadap notaris dapat dijatuhkan sepanjang notaris, jawab atas setiap akta yang dibuatnya meskipun
pejabat sementara notaris, notaris pengganti dan protokol notaris telah diserahkan atau dipindahkan
notaris pengganti khusus masih berwenang untuk kepada pihak penyimpan protokol notaris”. Jadi
melaksanakan tugas jabatan sebagai notaris. Dengan notaris, notaris pengganti, pejabat sementara notaris
konstruksi pertanggungjawaban tersebut di atas, itu mempunyai tanggung jawab dalam jabatannya
tidak akan ada lagi notaris, notaris pengganti, pejabat sesuai dengan sumpah jabatan maupun rahasia jabatan
sementara notaris atau notaris pengganti khusus yang bersifat pribadi. Bilamana notaris, notaris
diminta pertanggungjawabannya lagi setelah yang pengganti, pejabat sementara notaris mendapatkan
bersangkutan berhenti dari tugas jabatannya sebagai kesalahan dalam soal akta, maka akta tersebut
notaris.17 menjadi di bawah tangan dan bilamana terdapat
kerugian material, maka notaris, notaris pengganti,
Tanggung Jawab Notaris Pengganti Atas pejabat sementara notaris wajib memberikan ganti
Kesalahan Dalam Pembuatan Akta rugi.
Tanggung jawab notaris pengganti di dalam
pembuatan akta menurut UUJN diatur dalam Pasal 33 Bentuk Kesalahan dalam Pembuatan Akta
ayat (2) yang menegaskan bahwa notaris sebagaimana Menurut pendapat Andi Prajitno bentuk kesalahan
dimaksud dalam Pasal 15, Pasal 16, dan Pasal 17 ada 2 (dua) yaitu: 1. Kesalahan pada pengetikan.
berlaku bagi notaris pengganti. Dengan demikian Berdasarkan ketentuan Pasal 41 UUJN dan Pasal
dapatlah diketahui bahwa dalam hal tanggungjawab
18
notaris pengganti dalam pembuatan akta bila terdapat Henny Saida Flora, op.cit.
19
Eka Dwi Lasmiatin. (2018). “Tanggungjawab Notaris
16
Habib Adjie. op.cit., h. 53. Pengganti Dalam Hal Notaris Yang Diganti Meninggal Dunia
17
ibid. Sebelum Cuti Berakhir”. Tesis. Universitas Islam Indonesia.

119
PERSPEKTIF
Volume 23 Nomor 2 Tahun 2018 Edisi Mei

1869 KUHPerdata, hal ini membawa pengaruh harus jelas, benar dan baik saat kepada notaris
terhadap akta, salah satunya adalah terhadap kekuatan pengganti maupun pengembalian protokol. Harus
akta di mana nilai kekuatan akta itu menjadi tidak ada pemisahan tanggung jawab yang jelas antara
sempurna, sehingga tidak dapat dijadikan sebagai notaris dengan notaris pengganti pada saat serah
alat bukti yang kuat dalam proses penyelesaian terima protokol meskipun administrasinya dalam 1
suatu sengketa, jika suatu saat terjadi perselisihan (satu) protokol.
antara para pihak atau adanya gugatan dari pihak
lain. Penulisan akta yang tidak sesuai dengan syarat DAFTAR PUSTAKA
ketentuan yang diberlakukan oleh undang-undang, Peraturan Perundang-undangan:
hal ini akan masuk dalam kategori suatu pelanggaran, Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2017 tentang
yakni pelanggaran terhadap syarat ketentuan yang Jabatan Notaris.
diberlakukan undang-undang; 2. Kesalahan pada isi Kitab Undang-Undang Hukum Perdata.
(substansi).20 Kesalahan substantif tidak dapat dalam HIR/Rbg.
suatu akta tidak akan memberikan sanksi apapun
kepada notaris yang membuatnya. Apabila notaris Buku:
salah dalam merelatir maupun mengkonstantir, maka A.A. Andi Prajitno. (2015). Pengetahuan Praktis
akibatnya kemungkinan ada yang dirugikan. Bila para Tentang Apa dan Siapa Notaris di Indonesia?
pihak menuntut, notaris wajib mengganti kerugian. Sesuai UUJN Nomor 2 Tahun 2014. Surabaya:
Bilamana yang melakukan kesalahan adalah notaris Perwira Media Nusantara.
pengganti, maka ganti rugi tersebut ditanggung oleh Habib Adjie. (2014). Hukum Notaris Indonesia
notaris pengganti walaupun dia sudah tidak menjabat (Tafsir Tematik Terhadap UU No. 30 Tahun
lagi. Karena kesalahan notaris pengganti tidak dapat 2004 tentang Jabatan Notaris). Bandung: Refika
dibebankan kepada notaris yang digantikan. Aditama.
Nico. (2003). Tanggungjawab Notaris Selaku Pejabat
PENUTUP Umum. Yogyakarta: CDSBL.
Kesimpulan
Notaris maupun notaris pengganti dapat Jurnal/Tesis/Website:
dituntut ganti rugi bilamana mempunyai kesalahan Eka Dwi Lasmiatin. (2018). “Tanggungjawab Notaris
substantif dalam akta yang dibuatnya tidak sesuai Pengganti Dalam Hal Notaris Yang Diganti
dengan kehendak para pihak, merupakan tanggung Meninggal Dunia Sebelum Cuti Berakhir”. Tesis.
jawab dari masing-masing pejabatnya. Notaris yang Universitas Islam Indonesia.
digantikan tidak bertanggung jawab atas kesalahan Fani Martiawan Kumara Putra. (2012). “Surat Kuasa
notaris penggantinya karena notaris maupun Memasang Hipotek Dalam Jaminan Kapal Laut”.
notaris pengganti masing-masing mempunyai hak Jurnal Perspektif. 17(2), 98-107.
dan kewajiban masing-masing dalam jabatannya, Henny Saida Flora. (2012). “Tanggung Jawab
telah disumpah secara pribadi, kecuali keberadaan Notaris Pengganti Dalam Pembuatan Akta”.
protokol notaris pengganti. Kanun Jurnal Ilmu Hukum. XIV(57), 179-199.
https://notariscimahi.co.id/notaris/sumpah-janji-
Rekomendasi jabatan-notaris, diunduh Selasa, 8 Maret2018
Notaris wajib meningkatkan kwalitas Pukul 13:20 WIB.
(mengupgrade) dirinya melalui upgrading, sarasehan, Keterangan A.A. Andi Prajitno pada hari Senin
seminar, pertemuan-pertemuan berkala. Melakukan tanggal 25 Maret 2018.
tes kelayakan menjalankan jabatan (psikotes) dalam Siska Natalia. “Hak Ingkar Notaris Pengganti Setelah
waktu 5 (lima) tahun sekali. Menentukan notaris Berakhir Masa Jabatannya Pada Proses Peradilan
pengganti sesuai dengan UUJN dan memiliki Pidana dan Perdata”. Jurnal. Universitas
moral yang baik dan benar. Serah terima protokol Sriwijaya.
20
Keterangan A.A. Andi Prajitno pada hari Senin tanggal
25 Maret 2018 Pukul 11:05 WIB.

120