Anda di halaman 1dari 12

PEMBERDAYAAN DAN KESEJAHTERAAN KELUARGA

PEDOMAN SIMULASI
POLA ASUH ANAK DAN REMAJA
DALAM KELUARGA

Disusun Oleh:
Pokja I
Tim Penggerak PKK Desa Ngreco
Tahun 2020
KATA PENGANTAR

Dengan memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang
telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya dan terima kasih kepada semua pihak
yang telah memberikan sumbang saran dan pemikiran sehingga kami dapat
menyusun Pedoman Simulasi Pola Asuh Anak dan Remaja Dalam Keluarga.

Menurut Undang-Undang No.35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak,


Definisi anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun,
termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak merupakan penerus cita-cita
perjuangan bangsa dan sumber daya manusia bagi pembangunan nasional. Masa
depan bangsa dan negara di masa yang akan datang berada ditangan anak
sekarang. Semakin baik keperibadian anak sekarang maka semakin baik pula
kehidupan masa depan bangsa. Untuk itu, mereka perlu dibimbing, dididik, dibina
dan diasuh dengan sebaik-baiknya.

Pedoman Simulasi Pola Asuh Anak dan Remaja ini diharapkan bisa memberi
wawasan pengetahuan kepada orangtua dan sebagai media untuk mengingatkan
orangtua melalui PKK dalam menentukan pilihan yang bijaksana tentang pola asuh
yang seharusnya diterapkan orang tua bagi perkembangan anak. Semoga dapat
dipahami dan dipedomani dalam pengasuhan anak sehari-hari.

Ngreco, 27 November 2020

Tim Penyusun
PEDOMAN SIMULASI POLA ASUH ANAK DAN REMAJA
DALAM KELUARGA

Ketentuan-ketentuan:

1. Langkah Persiapan
Dalam pelaksanaan simulasi dilakukan persiapan sebagai berikut:
a. Penetapan waktu dan tempat
b. Mencari dan menghubungi nara sumber
c. Pemberitahuan dan pengumuman rencana bermain simulasi

2. Sarana
Dalam pelaksanaan simulasi diperlukan:
a. Beberan
Beberan adalah lembaran bergambar sebagai alat utama permainan yang
memuat kolom materi yang berisi masalah Pola Asuh Anak dan Remaja
Dalam Keluarga yang menjadi pokok pembahasan.
b. Kartu Materi
Kartu materi berisi masalah Polas Asuh Anak dan Remaja Dalam
Keluarga yang menjadi pokok pembahasan. Kartu tersebut harus dibaca
oleh pemain yang jatuh pada nomor urut materi dan didiskusikan.
c. Kartu Jawaban
Kartu Jawaban memuat kunci jawaban yang dibacakan oleh nara sumber
atau searah dengan pesan dari nara sumber.
d. Kartu Sanksi
Kartu Sanksi memuat sanksi yang harus dilakukan oleh pemain yang jatuh
pada kolom sanksi.
e. Kartu Pesan
Kartu Pesan memuat pesan-pesan mengenai Pola Asuh Anak dan
Remaja Dalam Keluarga. Dibaca dengan tegas serta tidak perlu
didiskusikan.
f. Penentu Langkah
Penentu Langkah terdiri dari sebuah alat (berupa kancing baju) yang
digerakkan di atas beberan kotak panah “MULAI” dan Kartu Nomor untuk
menentukan jumlah langkah.
g. Buku Catatan
Buku Catatan berupa buku tulis yang disediakan untuk mencatat semua
kejadian, masalah dan kesimpulan dalam permainan.

3. Tugas Pemain/Peserta
Tugas Pemain/Peserta Simulasi Pola Asuh Anak dan Remaja Dalam
Keluarga adalah:
a. Fasilitator
Fasilitator bertugas memimpin, memfasilitasi dan memberikan
pemahaman simulasi dengan:
1) Memberikan arahan, mendorong dan merangsang pemain untuk
kelancaran berdiskusi.
2) Membuat permainan menjadi menarik dan hidup
3) Menugaskan kepada penulis untuk mencatat masalah-masalah
yang tidak dapat dipecahkan atau disimpulkan dalam diskusi.
4) Menanyakan dan member kesempatan kepada nara sumber untuk
memberikan penjelasan dan jawaban yang sebenarnya.
5) Menjawab dan memberikan penjelasan kepada semua pihak yang
bertanya atau meminta penjelasan, sepanjang tidak berupa
pemecahan atau kesimpulan terhadap pembahasan materi.
b. Penulis
Penulis adalah orang yang mencatat segala sesuatu yang terjadi selama
permainan berlangsung.
Tugas penulis adalah mencatat:
1) Tempat, tanggal dan waktu bermain
2) Inti arahan dari fasilitator
3) Identitas fasilitator, nara sumber dan pemain
4) Inti pemecahan masalah Pola Asuh Anak dan Remaja Dalam
Keluarga yang dikemukakan oleh para pemain dan penonton.
5) Waktu yang dipilih
6) Inti jawaban nara sumber
7) Pesan-pesan simulasi
8) Kesimpulan
c. Pemain
Pemain adalah setiap orang yang ditunjuk oleh fasilitator atau sebagai
pemain, dan turut aktif dalam berdiskusi. Pemain berjumlah paling sedikit
4 (empat) dan paling banyak 6 (enam) orang.
Yang harus diperhatikan oleh pemain adalah:
1) Pemain secara bergilir membaca kartu dan mengemukakan
masalah sesuai dengan nomor urut
2) Pemain duduk mengelilingi beberan sesuai dengan nomor urut
3) Pemain harus tertib dan mematuhi semua petunjuk dari fasilitator
d. Nara Sumber
Nara Sumber adalah orang yang bertugas menjawab pertanyaan,
memberikan penjelasan, dan pemecahan serta kesimpulan atas pokok
masalah yang dibahas. Yang dikategorikan sebagai nara sumber dalam
simulasi ini adalah: Pejabat Pemerintah, Tokoh Masyarakat dan
Guru/Dosen yang dianggap menguasai materi Pola Asuh Anak dan
Remaja serta jajaran TNI/POLRI setempat. syarakat
Penonton/Masyarakat adalah orang yang melihat atau menyaksikan
permainan simulasi, dan dapat berperan untuk mengajukan pertanyaan
serta memberikan tanggapan sesuai pengalaman kondisi kehidupan di
masyarakat setelah para pemain mendapat giliran.

4. Tata cara dan Peraturan


a. Sebelum permainan dimulai,
Fasilitator
1) Mengecek kelengkapan semua peralatan, Nara Sumber, Peserta,
Penulis dan Penonton.
2) Mengajak berdoa sesuai agamanya masing-masing
3) Mengajak menyanyi bersama Lagu Kebangsaan Indonesia Raya dan
Mars PKK
4) Menjelaskan fungsi alat perlengkapan satu persatu
5) Memperkenalkan diri sebagai fasilitator, para peserta, nara sumber,
penulis serta penonton
6) Menjelaskan tata cara bermain kemudian membuat kesepakatan
bersama
7) Menetapkan waktu bermain berdasarkan jam atau putaran giliran
pemain (misalnya setelah sekali semua mendapat giliran atau dua kali)
b. Yang dilakukan Pemain setelah mendapatkan giliran
1) Mengambil alat penentu langkah
2) Menggerakkan alat mulai dari kolom start, kearah nomor yang sesuai
dengan nomor penentu langkah searah jarum jam
3) Setelah membaca kartu materi, fasilitator menanyakan pendapat yang
tertulis dalam kartu sampai mendapat pemecahan atau kesimpulan.
Fasilitator meminta bantuan kepada Nara Sumber.
4) Jika penentu langkah jatuh pada kolom sanksi, maka pemain harus
melaksanakan perintah yang ada pada kartu sanksi tersebut
5) Jika penentu langkah jatuh pada kolom pesan, maka pemain harus
membacakan pesan dengan suara keras dan TIDAK DIADAKAN
DISKUSI
6) Permainan simulasi dinyatakan selesai oleh fasilitator, fasilitator
mempersilahkan penulis membacakan kesimpulan terutama yang
berupa catatan penulis dan menawarkan kesempatan bermain untuk
waktu yang akan dating. Peserta menyanyikan “Kasih Ibu”.

5. Evaluasi, Pelaporan
Dilakukan dan disampaikan oleh Sekretaris dari bahan catatan selama diskusi
dilaksanakan sebagai resume kegiatan simulasi.
MATERI, KUNCI JAWABAN, PESAN DAN SANKSI DALAM
SIMULASI POLA ASUH ANAK DAN REMAJA DALAM KELUARGA

KOTAK 1 MATERI:
Sebutkan tanda-tanda bayi baru lahir yang sehat!

Kunci Jawaban 1:
- Bayi lahir langsung menangis
- Tubuh bayi kemerahan
- Bayi bergerak aktif
- Berat lahir 2500 sampai 4000 gram
- Bayi menyusu dari payudara ibu dengan kuat

KOTAK 2 MATERI:
Tumbuh kembang anak dikatakan tidak sesuai apabila?

Kunci Jawaban 2:
1. Berat badan tidak naik/naik berlebihan
2. Tinggi anak tidak sesuai dengan umurnya
3. Perkembangan anak tidak sesuai umurnya

KOTAK 3 MATERI:
Bagaimana cara kita menjaga anak sejak dalam kandungan?

Kunci Jawaban 3:
- Tidak boleh merokok/tidak boleh dekat dengan orang yang merokok
- Tidak boleh minum obat tanpa resep dokter
- Tidak boleh kecapekan
- Tidak boleh stress
- Cukup istirahat

KOTAK 4 MATERI:
Mengapa bayi ditempel di dada ibunya?

Kunci Jawaban 4:
- Untuk mengenalkan bayi pada puting susu/ASI
- Untuk meningkatkan ikatan batin antara bayi dan ibu

KOTAK 5 MATERI:
Bagaimana sikap bayi sejak lahir sampai balita?

Kunci Jawaban 5:
- Balita selalu menddekat dengan Ibu
- Mudah menangis dan meronta
- Balita sering menolak terhadap sesuatu yang baru dikenal/dilihat

KOTAK 6 MATERI:
Seiring dengan berkembangnya teknologi dan mudahnya akses informasi melalui
media elektronik dan sosial tentunya ada dampak positif dan negatif. Bagaimana
upaya Bapak/Ibu untuk mengurangi dampak negatif dari penggunaan teknologi baik
media elektronik maupun sosial?

Kunci Jawaban 6:
- Batasi lama waktu nonton TV dan penggunaan gadget
- Pilih jenis tayangan yang sesuai dengan usia anak
- Damping anak menonton
- Jadikan TV & gadget sebagai media belajar
- Hindari tayangan bersifat pornongrafi

KOTAK 7 MATERI:
Bagaimana cara untuk membangun hubungan sosial yang hangat antara orang tua
dan anak serta untuk membangun rasa percaya diri anak?

Kunci Jawaban 7:
- Berbicara sambil menghadap langsung ke anak
- Lakukan kontak mata dan posisi tubuh sejajar dengan anak
- Perhatikan penuh bahasa tubuh anak
- Gunakan kata-kata yang baik

KOTAK 8 MATERI:
Dalam memberikan hukuman pada anak harus menggunakan hukuman yang baik.
Bagaimanakah menurut Bapak/Ibukriteria hukuman yang baik untuk diberikan
kepada anak?

Kunci Jawaban 8:
1. Hukuman yang sesuai dengan jenis pelanggaran
2. Tegas tapi tidak keras
3. Mengarah pada pembentukan hati nurani/moral
4. Tidak menyerang langsung kondisi anak

KOTAK 9 MATERI:
Anak adalah?

Kunci Jawaban 9:
Seseorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk anak yang masih dalam
kandungan.
KOTAK 10 MATERI:
Seorang anak yang tidak percaya diri, penakut dan terkadang nakal adalah akibat
dari perlakuan kasar yang diterimanya sejak usia dini. Bagaimana pendapat
Bapak/ibu mengenai hal tersebut?

Kunci Jawaban 10:


Setuju, karena pola asuh mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan pribadi
anak. Anak membutuhkan kasih sayang, perlindungan dan rasa aman. Kadang
orang tua tidak menyadari bahwa bersikap kasar kepada anak dapat membuatnya
tertekan dan berdampak negatif pada pertumbuhan dan perkembangan
kepribadiannya.

KOTAK 11 MATERI:
Bagaimana pola asuh untuk menjaga anak dalam kandungan yang harus dilakukan
orang tua?

Kunci Jawaban 11:


Orang tua (Ibu) yang sedang hamil perlu mematuhi larangan yang membawa
pengaruh pada janin sampai dengan dilahirkan dan janin perlu selalu diajak
berkomunikasi serta dengan segala tindakan, sikap, perilaku dan ucapan selalu
yang baik.

KOTAK 12 MATERI:
Bagaimana sikap/cara orang tua dalam mengasuh anak balita?

Kunci Jawaban 12:


- Anak perlu bantuan ibu dan anaknya supaya bisa mengucapkan kata-kata
dengan benar
- Ibunya wajib memahami kebutuhan anak
- Ibu/ayah tidak perlu terus menerus menunggui dan menolongnya dan tetap
mengawasi
- Ibu/ayah wajib memberi kesempatan untuk belajar

KOTAK 13 MATERI:
Sejak kapan anak mulai terbentuk kepribadiannya?

Kunci jawaban 13:


Terbentuknya kepribadian anak sejak perkembangan dalam kandungan sampai
anak berumur 6 tahun

KOTAK 14 MATERI:
Bagaimana anak balita mendapat rangsangan pengaruh yang baik?
Kunci Jawaban 14:
Orang tua sebagai figur sentral wajib berperilaku yang baik agar dapat ditiru,
dicontoh dan dilakukan oleh anak.
DENAH TEMPAT DUDUK

3 1 2

4 6

5
7

Keterangan:
1. Fasilitator
2. Nara Sumber
3. Penulis
4. Pemain 1
5. Pemain 2
6. Pemain 3
7. Pemain 4
8. Penonton
PESAN-PESAN SESUAI DENGAN
PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN

PESAN
Dalam UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU No. 23 Tahun 2002
tentang Perlindungan Anak disebutkan bahwa “Hak Anak adalah bagian dari hak
asasi manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh Orang Tua,
Keluarga, masyarakat, negara, pemerintah dan pemerintah daerah.”

PESAN
Kewajiban dan tanggung jawab orang tua dan keluarga menurut UU No. 35 Tahun
2014 yaitu orang tua berkewajiban dan bertanggung jawab untuk:
a. Mengasuh, memelihara, mendidik dan melindungi Anak
b. Menumbuhkembangkan anak seusai dengan kemampuan, bakat dan
minatnya.
c. Mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak, dan
d. Memberikan pendidikan karakter dan penanaman nilai budi pekerti pada
Anak.

PESAN
Dalam UUD 1945 pasal 28B ayat 2 disebutkan bahwa “Setiap anak berhak atas
kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari
kekerasan dan dsikriminasi.”

PESAN
Bunyi UUD 1945 Pasal 31
(1) Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan
(2) Setiap warga negara wajib mengikuti pendidikan dasar dan pemerintah wajib
membiayainya
(3) Pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan
nasional, yang meningkatkan keimanan dan ketakwaan serta ahlak mulia dalam
rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, yang diatur dengan undang-undang.

PESAN
Hak dan kewajiban orang tua menurut UU No. 20 Tahun 2003 tentang Sistem
Pendidikan Nasional Pasal 7:
1. Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan
memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.
2. Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan
dasar kepada anaknya.
SANKSI

Bagi yang mengambil nomor/angka jatuh pada kotak sanksi, wajib memenuhi
anjuran saknsi tersebut.

1. NYANYIKAN “MARS PKK”


2. NYANYIKAN “ KASIH IBU”
3. NYANYIKAN “MARS KB”
4. NYANYIKAN “BINTANG KECIL”
5. BUAT YEL-YEL TEMA PAAR