Anda di halaman 1dari 18

OPTIMALISASI PENEGAKAN HUKUM TERHADAP KEJAHATAN

JALANAN OLEH UNIT RESKRIM POLSEK TUMIJAJAR GUNA


MENINGKATKAN KEPERCAYAAN MASYARAKAT DALAM RANGKA
TERWUJUDNYA KAMTIBMAS YANG KONDUSIF

BAB I
PENDAHULUAN

1. Latar Belakang
Peran dan fungsi Polri sebagai aparatur negara yaitu memberikan
pelayanan keamanan dengan tujuan melindungi harkat dan martabat
manusia sehingga masyarakat dapat melakukan produktivitasnya dengan
aman, dimana menjadi hak bagi seluruh warga negara. Dapat dikatakan
juga prinsip yang hakiki dari peran dan fungsi Polri adalah untuk
meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menyadari bahwa
sumber daya manusia (masyarakat) adalah sebagai asset utama bangsa.
Tugas Kepolisian di seluruh dunia secara umum merupakan
upaya yang berhubungan dengan penegakan hukum dan pelayanan
masyarakat di bidang hukum dan ketertiban, begitu pula di Indonesia.
Tugas Pokok Polri menurut Pasal 13 Undang-Undang No. 2 Tahun 2002
tentang Polri adalah memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,
menegakkan hukum, dan memberikan perlindungan, pengayoman, dan
pelayanan kepada masyarakat. Polisi dituntut salah satunya untuk
menjaga keamanan dan ketertiban sehingga situasi di masyarakat
kondusif.
Namun situasi yang kondusif tidak dapat hanya diciptakan secara
satu arah, yaitu hanya oleh pelaksanaan tugas-tugas Polri saja, tetapi
juga dibutuhkan kerja sama dengan masyarakat. Kerja sama tersebut
tidak dapat tercipta tanpa adanya kepercayaan masyarakat kepada Polri.
Untuk mendapatkan kepercayaan masyarakat tersebut, Polri harus
mampu membuktikan bahwa sebagai aparatur negara, Polri mampu
melaksanakan tugas pokoknya seperti yang diamanatkan undang-
undang. Karena terlaksananya tugas pokok Polri ini menjadi salah satu
jaminan masyarakat dapat hidup dalam situasi yang aman, nyaman, dan
kondusif.
Salah satu hal yang mengganggu situasi ideal ini adalah
kejahatan, dan kejahatan jalanan adalah tipe kejahatan yang langsung
bersentuhan dengan masyarakat. Kejahatan jalanan (street crime)
merupakan jenis kejahatan konvensional yang belakangan ini jenis
kejahatan ini sudah sangat berkembang, baik secara kuantitas maupun
kualitas, sehingga hampir di semua kota di Indonesia kejahatan jalanan
sudah sangat meresahkan masyarakat. Kejahatan jalanan ini hadir di
tengah-tengah masyarakat yang setiap saat dan kapan saja dapat terjadi
sehingga mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat.
Unit Reskrim Polsek Tumijajar, yang merupakan pengemban
fungsi represif sekaligus garda terdepan dalam melayani masyarakat
terhadap tindak pidana yang salah satunya adalah kejahatan jalanan di
wilayah hukum Polsek Tumijajar. Berdasarkan data dari Unit Reskrim
Polsek Tumijajar terkait dengan pengungkapan kasus khususnya
menyangkut kejahatan jalanan (pembunuhan, pencurian dengan
kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan
bermotor, dan pencurian biasa lainnya) di wilayah hukum Polsek
Tumijajar, dapat dilihat pada tabel sebagai berikut :

Tabel 1
Rekapitulasi Kriminalitas Kejahatan Jalanan
pada Unit Reskrim Polsek Tumijajar Tahun 2019

2019
NO JENIS KASUS
LAP SELESAI
1 Curas 23 16
2 Curat 17 11
3 Curanmor 20 13
4 Curi Biasa 27 17
JUMLAH KASUS 87 57
Sumber : Urmin Unit Reskrim Polsek Tumijajar

Berdasarkan data di atas, terlihat bahwa pengungkapan terhadap


kejahatan jalanan hanya mencapai 66%. Hal ini harus mendapat
perhatian serius khususnya oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar selaku
pengemban fungsi represif terhadap tindak pidana sehingga masyarakat
dapat tetap memiliki kepercayaan terhadap Polri. Untuk meningkatkan
pelayanan dan perlindungan terhadap masyarakat terkait banyaknya
kejahatan jalanan yang terjadi dan belum mampu terungkap, maka perlu
adanya optimalisasi Unit Reskrim Polsek Tumijajar terkait dengan
penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan dengan tujuan dapat
memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat dari
keresahan terhadap kejahatan jalanan tersebut.

2. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah dan pokok permasalahan di
atas, maka pokok-pokok persoalan yang akan dibahas dalam tulisan ini
adalah :
a. Bagaimana sumber daya manusia anggota Polri yang terlibat dalam
Unit Reskrim Polsek Tumijajar ?
b. Bagaimana dukungan sarana-prasarana terkait Unit Reskrim Polsek
Tumijajar?
c. Bagaimana metode yang digunakan pada Unit Reskrim Polsek
Tumijajar?

3. Ruang Lingkup
Dalam penulisan ini untuk memudahkan melakukan pembahasan
maka penulis membatasi pembahasan pada optimalisasi penegakan
hukum terhadap kejahatan jalanan dalam hal ini adalah pencurian dengan
kekerasan, pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan
bermotor.

4. Maksud dan Tujuan


a. Maksud
Maksud dari penulisan ini adalah sebagai salah satu
persyaratan dalam mengikuti pendaftaran SIP Angkatan ke - 50 TA.
2021, serta memberikan gambaran tentang optimalisasi penegakan
hukum terhadap kejahatan jalanan oleh Unit Reskrim Polsek
Tumijajar guna meningkatkan kepercayaan masyarakat dalam
mewujudkan kamtibmas yang kondusif.

b. Tujuan
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan sumbangan pemikiran
kepada Kasat Reskrim Polres Tulang Bawang Barat dan Kapolsek
Tumijajar berkaitan dengan optimalisasi penegakan hukum terhadap
kejahatan jalanan guna meningkatkan kepercayaan masyarakat
dalam mewujudkan kamtibmas yang kondusif.
BAB II
PEMBAHASAN

5. KONDISI SAAT INI

Polsek Tumijajar adalah kesatuan wilayah di dalam wilayah hukum


Polres Tulang Bawang Barat. Terletak di Kabupaten Tulang Bawang Barat,
wilayah hukum Polsek Tumijajar memiliki intensitas tingkat kriminalitas yang
cukup tinggi. Dengan kondisi tersebut, tingkat kehidupan masyarakatnya
sangat beragam, dari mulai masyarakat dengan kelas ekonomi tinggi sampai
tingkat ekonomi rendah.
Unit Reskrim Polsek Tumijajar sebagai salah satu unsur pelaksana
tugas pokok yang bertanggung jawab kepada Kapolsek dan dalam
pelaksanaan tugas sehari-hari di bawah kendali Kanit Reskrim. Unit Reskrim
Polsek Tumijajar terdiri dari 4 (empat) unit yang dipimpin oleh Kanit Reskrim
dan bertanggung jawab kepada Kapolsek. Adapun Struktur organisasi Unit
Reskrim Polsek Tumijajar sesuai Perkap Nomor 23 Tahun 2010 tentang
Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada tingkat Polres dan Polsek adalah
sebagai berikut :

Gambar 1
Struktur Organisasi Unit Reskrim Polsek Tumijajar

KANITRESKRIM

PANIT 1 PANIT 2
BANIT BANIT BANIT BANIT BANIT

BANIT BANIT BANIT BANIT BANIT

Sumber : Lampiran Perkap No. 23 Tahun 2010

1. Sumber Daya Manusia


a. Kuantitas
Jumlah anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar harus sesuai
dengan rasio ideal, ini dimaksudkan agar pelaksanaan tugas yang
dalam hal ini adalah tugas-tugas represif atau penegakan hukum bisa
maksimal sehingga kepercayaan masyarakat akan meningkat.
Adapun jumlah personel Unit Reskrim Polsek Tumijajar dengan
rincian sebagai berikut :

Tabel 3
Data Personel Unit Reskrim Polsek Tumijajar Tahun 2019

NO SATKER DSPP RIIL KET


1 Kanit Reskrim 1
2 Panit 2
3 Banit 10
JUMLAH 13
Sumber : Unit Reskrim Polsek Tumijajar
Berdasarkan tabel di atas, personel Unit Reskrim Polsek
Tumijajar berjumlah 13 orang. Namun ………..??

b. Kualitas
Belum optimalnya penegakan hukum terhadap kejahatan
jalanan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar disebabkan oleh
kompetensi anggota yang masih di bawah standar serta pemahaman
anggota terhadap fungsi dan tugas pokok penegakan hukum. Adapun
rincian kompetensi anggota berdasarkan latar belakang
pendidikannya, baik umum maupun khususnya sebagai berikut :

Tabel 4
Data Latar Belakang Pendidikan Umum/Kejuruan Personel
Unit Reskrim Polsek Tumijajar Tahun 2019

Pelatihan
Jenis Umum Kejuruan
Reserse
Pendidika
Bang-
n SMA S1 S2 Dasar Nihil
Spes
Jumlah
Sumber : Unit Reskrim Polsek Tumijajar

Dari data diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa :


1) Jumlah SMA berapa …..
2) Jumlah S1 berapa
3) Jumlah pers yang mengikuti kejuruan berapa..

Selain hal tersebut diatas kekurangan-kekurangan lain yang


dapat terlihat adalah :
1) Kemampuan atau kompetensi anggota tentang penegakan
hukum dan penyidikan belum memenuhi standar seperti
pendidikan kejuruan atau keterampilan tidak sesuai dengan
bidang yang dikerjakannya.
2) Kurangnya pengawasan melekat kepada anggota di lapanan
dan anggota penyidik untuk setiap detail pemberkasannya.

2. Dukungan Sarana dan Prasarana


Saat ini kondisi sarana-prasarana yang dimiliki Unit Reskrim
Polsek Tumijajar masih jauh dari ideal dan belum mampu menunjang
seluruh kegiatannya, sehingga penyelidikan dan penyidikan untuk
penegakan hukum saat ini tidak optimal.
Adapun kondisi sarana-prasarana Unit Reskrim Polsek Tumijajar
adalah sebagai berikut :
a. Belum adanya ruang khusus interogasi tersangka yang harusnya
merupakan ruang tertutup, namun masih tergabung dalam ruang
penyidikan Unit Reskrim Polsek Tumijajar, bahkan interogasi
terkadang di lakukan di luar kantor, sehingga kurang leluasa dan
kurang maksimal;
b. Alat komunikasi HT masih terbatas, sehingga anggota tidak dapat
cepat mengetahui segala kejadian yang diberitakan melalui HT
oleh piket SPK (Sentra Pelayanan Kepolisian) Polres,
menyebabkan kurang maksimalnya kecepatan anggota Resmob
dalam merespon kejadian;
c. Perangkat komputer yang digunakkan oleh penyidik adalah laptop
milik pribadi, belum disediakan oleh dinas;
d. Belum adanya database sidik jari atau foto wajah, sehingga masih
sulitnya mengidentifikasi calon tersangka walau sudah diketahui
wajahnya atau sudah didapatkan sidik jarinya;
e. Belum adanya kendaraan dinas yang dapat digunakan untuk
kegiatan penyelidikan maupun penyidikan, sehingga anggota
masih menggunakan kendaraan pribadinya.

3. Metode yang Digunakan


Metode yang diterapkan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar dalam
melakukan Penegakan Hukum terhadap Kejahatan jalanan dilakukan
dengan cara sebagai berikut :
a. Sistem penyelidikan kebanyakan masih menggunakan cara-cara
manual, belum benar-benar dapat menerapkan sinergi antara
teknik manual dengan teknologi yang sudah ada, seperti IT;
b. Belum ada transfer data Laporan Polisi kepada anggota Resmob di
lapangan sehingga anggota Resmob belum memiliki bank data
terkait misalnya jenis, warna, dan nomor polisi dari kendaraan
bermotor yang hilang;
c. Masih sedikitnya jaringan kelompok pelaku kejahatan jalanan yang
dikuasai oleh anggota Resmob di lapangan;
d. Proses penyidikan terhadap kejahatan jalanan yang belum masuk
kategori cepat, masih membutuhkan waktu lama untuk
menyelesaikan suatu kasus kejahatan jalanan;
e. Kesinambungan pengiriman SP2HP (Surat Pemberitahuan
Perkembangan Hasil Penyidikan) belum baik, penyidik masih
cenderung berhenti mengirimkan SP2HP jika kasus tersebut
bertemu jalan buntu.

6. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI


1. Faktor Internal
a. Kekuatan (Strength)
1) Kekuatan anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar yang
sebagian besar memiliki kemampuan berbasis kompetensi
yang baik yang dapat mendukung pelaksanaan tugas
penyelidikan dan penyidikan dalam rangka penegakan hukum
terhadap kejahatan jalanan.
2) Anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar memiliki dedikasi yang
tinggi dan mampu memanfaatkan segala sarana prasarana
yang tersedia bahkan menggunakan sarana dan prasarana
milik pribadi untuk mendukung kinerja penyelidikan dan
penyidikan dalam rangka penegakan hukum.
3) Selalu diadakannya gelar perkara atas kasus yang ditangani
Unit Reskrim Polsek Tumijajar yang diikuti oleh seluruh
anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar yang dapat menjadi
tempat berbagi pengalaman untuk meningkatkan pengetahuan
seluruh anggota dan dapat diterapkan cara-cara baru dalam
pelaksanaan penyelidikan dan penyidikan.
b. Kelemahan (Weakness)
1) Kurangnya personil Polri sebagai anggota Resmob yang
bertugas langsung di lapangan;
2) Dengan masih ada anggota yang menggunakan sarana dan
prasarana pribadinya, tidak dapat dipastikan sarana prasarana
tersebut bisa secara terus enerus digunakan, ketika sangat
dibutuhkan dan tidak ada sarana maupun prasarana yang
dapat digunakan maka akan terjadi kesulitan;
3) Belum luasnya akses dan jaringan dalam rangka pemutakhiran
metode penyelidikan dan penyidikan Unit Reskrim Polsek
Tumijajar sehingga terkadang masih mengalami kendala dalam
penerapan teknologi informasi untuk mendukung pelaksanaan
tugasnya.
2. Faktor Eksternal
a. Peluang (Opportunity)
1) Banyaknya anggota Polsek Tumijajar yang memiliki dedikasi
yang tinggi yang siap mendukung dan menambah kekuatan
Unit Reskrim untuk melaksanakan tugasnya dalam rangka
penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan;
2) Transparansi dan cepatnya sistem penganggaran yang dapat
membantu Unit Reskrim Polsek Tumijajar dalam menutupi
kebutuhannya guna mendukung pelaksanaan tugas
penyelidikan dan penyidikan dalam rangka penegakan hukum.
3) Banyaknya sarana prasarana dinas satuan lain di Polsek
Tumijajar yang sewaktu waktu dapat digunakan untuk
mendukung pelaksanaan tugas penyelidikan dan penyidikan
bila diperlukan.
4) Banyaknya pelatihan-pelatihan atau pendidikan kejuruan baik
di dalam negeri maupun di luar negeri yang dapat diikuti untuk
meningkatkan kemampuan anggota.
b. Ancaman (Threath)
1) Ada beberapa anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar berumur
lebih dari 45 tahun yang secara efektif dapat dikatakan sudah
memasuki usia tidak produktif.
2) Masih kurangnya kesadaran anggota dalam merawat dan
memelihara sarana dan prasarana dinas yang sudah ada,
sehingga dapat menyebabkan cepat rusaknya peralatan
ataupun ruang penyidikan yang sudah disediakan oleh dinas.
3) Masih adanya anggota yang kurang kemauan dalam
mempelajar teknik dan taktik penyelidikan dan penyidikan
dalam rangka pemutakhiran metode penegakan hukum.

7. KONDISI YANG DIHARAPKAN


Dalam rangka optimalisasi penegakan hukum terhadap kejahatan
jalanan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar guna meningkatkan kepercayaan
masyarakat, diperlukan adanya kondisi yang mendukung baik dari aspek
sumber daya manusia, anggaran, sarana-prasarana maupun metode yang
digunakan sebagaimana diuraikan di bawah ini :
1. Sumber Daya Manusia
Untuk mengoptimalkan penegakan hukum terhadap kejahatan
jalanan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar, sumber daya (resource) yang
memegang peranan penting adalah sumber daya manusia yang memadai
baik dari aspek kualitas maupun kuantitasnya sehingga dapat dicapai
hasil yang optimal.
a. Kuantitas
Untuk optimalnya penegakan hukum terhadap kejahatan
jalanan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar seharusnya jumlah
personil dialokasikan jumlah personil sesuai DSPP yang telah
ditentukan sebagaimana sesuai dalam Perkap Nomor 23 Tahun
2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja pada tingkat
Polres dan Polsek.
b. Kualitas
Keberhasilan penegakan hukum terhadap kejahatan
jalanan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar sangat dipengaruhi
oleh kualitas sumber daya manusia yang mengawakinya
sehingga diharapkan personel Polri yang bertugas pada Unit
Reskrim Polsek Tumijajar harus memiliki kompetensi yang
memadai baik dari aspek pengetahuan, keterampilan maupun
sikap dan perilaku sebagai berikut :
1) Seorang supervisor diharapkan memiliki keahlian sebagai
middle manager dalam mengawasi operasional
penyelidikan dan penyidikan terhadap setiap kasus terkait
kejahatan jalanan;
2) Setiap penyidik mampu melakukan tugas dan tanggung
jawabnya dalam proses penyelidikan dan penyidikan, teliti
dan mampu melengkapi setiap administarasi penyidikan
yang diperlukan, dan dapat melaksanakan segala tindakan
penyidikan yang baik dan sesuai dengan aturan yang
berlaku;
3) Setiap penyidik memahami teknis dan taktik penyelidikan
dan penyidikan, mampu memanfaatkan segala sumber
daya yang ada, dan mamiliki pengetahuan memadai
terhadap setiap persoalan dan kasus yang sedang
dihadapi.

2. Dukungan Sarana dan Prasarana


Unit Reskrim Polsek Tumijajar dalam melaksanakan tugasnya
yaitu penegakan hukum khususnya terhadap kejahatan jalanan
memerlukan dukungan sarana-prasarana yang memadai untuk mencapai
hasil yang optimal. Dukungan sarana–prasarana tersebut sangat penting.
Oleh karena itu, diharapkan dukungan sarana-prasarana
penunjang Unit Reskrim Polsek Tumijajar dapat dilengkapi secara
memadai yang dapat dilihat dari indikator-indikator sebagai berikut:
a. Tersedianya buku-buku yang diperlukan sebagai referensi serta
pedoman dalam melaksanakan tugas/tindakan penyelidikan dan
penyidikan, antara lain :
1) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP);
2) Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP);
3) Undang-undang No. 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian
Negara Republik Indonesia;
4) Peraturan Kapolri No. 14 Tahun 2012 tentang Manajemen
Penyidikan Tindak Pidana;
b. Tersedianya sarana-prasarana yang dapat digunakan dalam
proses penyelidikan dan penyidikan, yakni:
1) Ada ruang penyidikan yang memadai dilengkapi dengan
seluruh ATK yang dibutuhkan oleh anggota penyidik;
2) Ada ruang penyelidikan/introgasi khusus yang sesuai
dengan kriteria, tertutup dan dilengkapi dengan alat-alat
yang dibutuhkan seperti perekam suara dan kamera
perekam;
3) Tersedianya alat komuikasi berupa HT minimal untuk
setiap Unit Sidik dan Subnit Resmob;
4) Tersedianya komputer yang dapat digunakan oleh
anggota penyidik untuk melakukan pemriksaan ataupun
untuk membuat seluruh administrasi penyidikan yang
dibutuhkan;
5) Tersedianya komputer khusus yang dapat digunakan
sebagai database untuk seluruh tindak pidana berkaitan
kejahatan jalanan, beserta data foto-foto para tersangka
ataupun para calon tersangka yang dicurigai, dilengkapi
dengan database sidik jarinya;
6) Tersedianya kendaraan dinas yang dapat digunakkan
oleh anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar untuk
operasional kegiatan penyelidikan dan penydikan
kejahatan jalanan.

3. Metode
Proses penyelidikan dan penyidikan dalam rangka penegakan
hukum terhadap kejahatan jalanan oleh Unit Reskrim Polsek Tumijajar
pada dasarnya harus sesuai dengan Standard Operating Procedure
(SOP) sebagaimana diatur juga dalam KUHAP dan Perkap no. 14 tahun
2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana. Untuk tercapainya
optimalisasi penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan oleh Unit
Reskrim Polsek Tumijajar, yang bertujuan untuk meningkatkan
kepercayaan masyarakat serta melakukan revolusi mental anggota Unit
Reskrim Polsek Tumijajar guna menjadi insan Bhayangkara yang mampu
melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
Dalam penguatan proses penyelidikan dan penyidikan dalam
rangka penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan Unit Reskrim
Polsek Tumijajar perlu dilakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien
sebagai berikut :
a. Pemutakhiran sistem penyelidikan yang mensinergikan antara
teknik manual dengan penerapan teknologi IT;
b. Dibuatkannya prosedur transfer data dan informasi maupun
Laporan Polisi yang masuk ataupun yang masih menunggak
sebagai tambahan informasi bagi anggota Resmob di lapangan;
c. Memberikan informasi dan membuka wawasan serta
pengetahuan juga relasi anggota Resmob di lapangan untuk
memperkuat jaringan kelompok-kelompok pelaku kejahatan
jalanan ataupun informan;
d. Menerapkan proses penyidikan yang cepat dan tepat terhadap
kasus-kasus kejahatan jalanan dan penyidik memiliki target waktu
yang harus dicapai;
e. Adanya kesinambungan pengiriman SP2HP untuk semua Tindak
Pidana yang sedang dalam proses penyidikan sebagai bentuk
pekayanan prima untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat.
BAB III
UPAYA PEMECAHAN MASALAH

8. Strategi Optimalisasi
Berdasarkan faktor-faktor Internal dan eksternal maka
optimalisasi penegakan hukum terhadap kejahatan jalanan oleh Unit
Reskrim Polsek Tumijajar dapat diwujudkan dengan tahapan-tahapan
strategi sebagai berikut :
a. Melakukan reshuffle anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar untuk
menjadi subnit Resmob yang melaksanakan operasional di
lapangan dan anggota yang sudah tidak produktif di lapangan
untuk dimaksimalkan melaksanakan pemeriksaan dan tugas lain
dalam rangka penyidikan;
b. Melakukan kontrol terhadap perawatan dan pemeliharaan sarana
dan prasarana dinas yang telah tersedia, dan ketika pada saat
kegiatan sarana dan prasarana tersebut kurang, libatkan sarana
dan prasarana dinas dari satuan lain di Polsek Tumijajar untuk
memaksimalkan kegiatan dalam rangka penegakan hukum;
c. Mengusulkan anggota dalam setiap pelatihan atau pendidikan
kejuruan untuk menambah ilmu pengetahuan, wawasan, serta
jaringan anggota baik dengan pengajar maupun sesama peserta
pelatihan, dan mewajibkan seluruh anggota mengikuti gelar
perkara yang diadakan oleh Sat Reskrim Polres Tulang Bawang
Barat setiap minggunya untuk menambah pengetahuan serta
wawasan.

9. Action Plan
a. Menyiapkan anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar untuk
melakukan reshuffle dalam rangka mengawaki subnit Resmob
sebagai anggota yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan
operasional di lapangan;
b. Membuat SOP terkait masalah pemeliharaan dan perawatan
sarana dan prasarana dinas, melakukan pemeriksaan secara
rutin terhadap sarana dan prasarana tersebut;
c. Melakukan pendataan jadwal pelatihan dan pendidikan kejuruan,
serta menyiapkan anggota untuk mengikutinya. Membuat
kebijakan terkait kegiatan gelar perkara, termasuk jadwal
pemapar dan kasus unit mana yang akan dibahas.
BAB IV
PENUTUP

1. Kesimpulan
a. Sumber daya personel yang mengawaki Unit Reskrim Polsek
Tumijajar dalam melakukan penegakan hukum terhadap
kejahatan jalanan belum optimal, untuk itu perlu dilakukan
upaya-upaya melalui: pendidikan kejuruan dan pelatihan Bidang
Reserse Kriminal, memberikan sosialisasi dan pengarahan,
menambah jumlah personel yang memiliki kompetensi,
menerapkan mekanisme reward and punishment;
b. Sarana-prasarana pada Unit Reskrim Polsek Tumijajar belum
memadai, masih banyak anggota yang menggunakan sarana dan
prasarana pribadinya dalam melaksanakan tugas, untuk itu perlu
dilakukan upaya – upaya melalui pemanfaatan sarana dan
prasarana satuan lain, serta penyediaan sarana dan prasaraana
sesuai yang telah ditentukan;
c. Metode yang digunakan pada Unit Reskrim Polsek Tumijajar
belum mutakhir, masih kurannya integrasi antara teknik dan taktik
penyelidikan dan penyidikan manual dengan Teknologi Informasi,
sehingga diperlukan adanya pelatihan-pelatihan untuk menamah
pengetahuan dan wawasan anggota.

2. Saran
a. Mengajukan secara berkala kepada Bag Sumda Polres Tulang
Bawang Barat dan Biro SDM Polda Lampung bagi anggota Unit
Reskrim Polsek Tumijajar untuk mengikuti pelatihan, kursus, dan
pendidikan kejuruan;
b. Mengajukan usulan penambahan jumlah personel secara
berjenjang kepada Bag Sumda Polres Tulang Bawang Barat dan
kepada Biro SDM Polda Lampung;
c. Melakukan koordinasi dengan Seksi Sarpras Polres terkait
pengadaan sarana dan prasarana serta penyediaan jaringan
internet guna mendukung komputerisasi pada Unit Reskrim
Polsek Tumijajar;
d. Mengajukan anggota Unit Reskrim Polsek Tumijajar untuk
mengikuti pelatihan-pelatihan Reserse Kriminal dan pendidikan
kejuruan, serta mengundang pakar-pakar untuk mengadakan
coaching clinic untuk meningkatkan pengetahuan dan wawasan
anggota.

Anda mungkin juga menyukai