Anda di halaman 1dari 2

PEMBERIAN METADONA PADA

PASIEN YANG BERADA DI KANTOR


POLISI, LEMBAGA
PEMASYARAKATAN ATAU RUMAH
TAHANAN YANG TIDAK TERDAPAT
LAYANAN PTRM

No.Dokumen :
No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 13-3-17
Halaman : 1/2

PUSKESMAS DIDIK PONCO B, SKM


PARAKAN NIP. 19640423 198611 1 001

1. Pengertian Prosedur ini mengatur tentang pemberian dosis metadona kepada


pasien yang tidak dapat hadir di klinik karena sedang menjalani proses
hukum

2. Tujuan Agar pasien tetap dapat mengakses metadona

3. Kebijakan Ditujukan bagi pasien PTRM yang berada di kantor polisi, lembaga
pemasyarakatan atau rumah tahanan yang tidak ada layanan PTRM

4. Referensi PERATURAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA


NOMOR 57 TAHUN 2013 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Program Terapi Rumatan Metadona
5. Prosedur/ 1. Keluarga atau wali datang ke klinik membawa surat keterangan
bahwa yang bersangkutan berada di institusi tersebut di atas.
langkah-langkah 2. Petugas PTRM mendiskusikan jumlah metadona yang boleh
dibawa dengan keluarga atau wali maksimal 3 dosis tiap kali
keluarga atau wali datang.
3. Petugas klinik PTRM bekerja sama dengan petugas
kesehatan/penerima metadona di institusi tersebut di atas.
4. Setiap keluhan dari pasien harus dilaporkan oleh keluarga atau
wali kepada petugas PTRM.
5. Setiap mengambil dosis metadona keluarga atau wali
membawa bukti bahwa metadona diminum oleh pasien berupa
paraf dan nama jelas di sertai stempel dari petugas institusi
yang menerimanya.
6. Bila telah selesai masa tahanan atau pindah, keluarga atau
wali melapor ke klinik PTRM.
7. Klinik PTRM membuat surat rujukan pindah ke tempat layanan
berikutnya.
6. Unit Terkait 1. Ruang Pendaftaran
2. Ruang Pemeriksaan
3. Laboratorium

7. Rekaman Historis Perubahan


No Isi Perubahan Tgl. Mulai Diberlakukan

Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Parakan
1
Dilarang mengubah dan atau menggandakan dokumen ini tanpa persetujuan Kepala Puskesmas Parakan
2