Anda di halaman 1dari 29

Teknis Pelaksanaan Vaksin Covid

dan Antisipasi KIPI

ERWANTO BUDI WINULYO

SatGas Imunisasi Dewasa PB PAPDI


PP Perhimpunan Alergi Imunologi Jakarta
Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia cab. Bogor

2021
Teknis Pelaksanaan Vaksin Covid
1.Menurunkan
kesakitan &
kematian akibat
Covid-19

2.Mencapai kekebalan
kelompok (herd immunity)
untuk mencegah dan
melindungi kesehatan
masyarakat
3.Melindungi dan memperkuat sistem
kesehatan secara menyeluruh

4.Menjaga produktifitas dan


meminimalkan dampak sosial dan
ekonomi

Antisipasi KIPI
Prioritas Vaksin: Vaksinasi yang aman

VAKSIN  Orang Sehat

Standar Keamanan yang Tinggi

Tanggung Jawab BPOM

PRA REGISTRASI KIPI KIPI

Monitor/ Pemantauan
Uji Klinis
Investigasi Kontinyu

Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi
Adverse Events Following Immunization

(KIPI) (AEFI)

Kejadian medis yang terjadi setelah imunisasi dapat berupa


reaksi vaksin, reaksi suntikan, kesalahan prosedur, ataupun
koinsidens sampai ditentukan adanya hubungan kausal

Hadinegoro Sri S. Kejadian Ikutan Paska Imunisasi.


Sari Ped. Vol2.Juni 2000.2-10, Pertemuan Koord KNPP KIPI Bali Okt 2014
KIPI diklasifikasikan serius :
menimbulkan kematian, kebutuhan untuk rawat
inap, dan gejala sisa yang menetap serta
mengancam jiwa KIPI yang tidak terkait dengan vaksin atau
koinsiden harus diwaspadai.
Penapisan status kesehatan sasaran yang
akan divaksinasi harus dilakukan seoptimal
mungkin

Vaksin baru sehingga untuk menilai keamanannnya perlu dilakukan


surveilans pasif Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) dan surveilans
aktif Kejadian Ikutan dengan Perhatian Khusus (KIPK)

This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA-NC


KIPI VAKSIN COVID-19 YANG MUNGKIN TERJADI DAN ANTISIPASINYA

Penyebab reaksi
1.Reaksi lokal, seperti:
Antigen yang terkandung dalam
vaksin, Komponen vaksin lainnya
I - Nyeri, kemerahan,bengkak pada tempat suntikan,
(misalnya bahan pembantu, - Reaksi lokal lain yang berat, misalnya selulitis..
penstabil, dan pengawet) Antisipasi :
kompres dingin pada lokasi dan paracetamol

II 2. Reaksi sistemik seperti:


- Demam, III 3.Reaksi lain, seperti:
- Nyeri otot seluruh tubuh (myalgia), - Reaksi alergi misalnya urtikaria,
- Nyeri sendi (atralgia), badan lemah, oedem,
- Sakit kepala - Reaksi anafilaksis,
Antisipasi : - Syncope (pingsan)
Minum lebih banyak, pakaian nyaman,
kompres dingin pada lokasi dan
paracetamol
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA
Reaksi Ringan

Reaksi ringan setelah imunisasi


umum terjadi termasuk rasa sakit &
bengkak di tempat suntikan,
demam, irritability, malaise

Sembuh sendiri, hampir tidak


memerlukan perawatan simtomatik

Penting untuk meyakinkan dan


menjamin bahwa pasien/ orang tua
memahami reaksi tsb
Reaksi Berat

Jarang terjadi

Reaksi tersebut termasuk kejang, trombositopenia, episode


hipotonik hiporesponsif, persistent inconsolable screaming

Dalam banyak kasus self limiting dan tidak mengarah ke


masalah jangka panjang

Anafilaksis, meski berpotensi fatal, dapat diobati tanpa efek


jangka panjang
Vaccine Safety & Adverse Events
Following Immunization (AEFI)
TERMINOLOGI
Kejadian Ikutan vs Reaksi Simpang
REAKSI BERAT
Jarang Sekali – Sangat Jarang Sekali
Vaksin Reaksi Interval Awitan Rata Per Juta Dosis
Lymfadenitis Supuratif 2-6 bulan 100-1000
BCG BCG Osteitis 1-12 bulan 1-700
BCG Diseminata 1-12 bulan 2
Hib Tidak Diketahui
Anafilaksis 0-1 jam 1-2
Hep B
Sindrom Guillain Barre 1-6 minggu 5
Kejang demam 5-12 hari 333
Trombositopenia 15-35 hari 33
Measles/ MMR
Anafilaksis 0-1 jam 1-50
Ensefalopati - <1
Vaccine-associated Paralytic 4-30 hari 0.76-1.3
Poliomyelitis (VAPP) (dosis pertama)
OPV Risiko meningkat pada dosis 0.17 (dosis
pertama, dewasa, dan berikutnya)
penderita imunokompromis 0.15 (kontak)
Hindra Irawan 5 Komnas PP KIPI, Symposium Traveller Medicine Jakarta 2015
Vaksin Covid 19

• Efek simpang vaksin inaktif adalah salah satu yang


terendah dibandingkan platform lain
• Brazil: efek simpang Sinovac yang terendah
• Turki dan Bandung menunjukkan angka yang juga rendah
• Bandingkan dengan Pfizer dan Moderna yang bisa minimal
70%
• Efek simpang lain vaksin mRNA: alergi berat,
anafilaksis, pembengkakan di lokasi filler bedah
plastik di wajah
• Kasus yang sempat dilaporkan pada uji klinik mRNA dan
Oxford: Bell’s palsy, transverse myelitis
MEKANISME
PEMANTAUAN DAN
PENANGGULANGAN KIPI

dimulai langsung setelah


vaksinasi.

This Photo by Unknown Author is


licensed under CC BY
Mekanisme Pelaporan dan
Pelacakan KIPI
01 Setiap fasyankes harus menetapkan contact person yang dapat
dihubungi apabila ada keluhan dari penerima vaksin

02 Penerima vaksin yang mengalami KIPI dapat menghubungi contact person


fasyankes tempat mendapatkan vaksin COVID-19

03 Selanjutnya fasilitas pelayanan kesehatan akan melaporkan ke Puskesmas,


sementara Puskesmas dan rumah sakit akan melaporkan ke Dinas Kesehatan
Kabupaten/Kota

04 Diduga KIPI serius maka Dinkes Kota konfirmasi kebenaran, berkoordinasi


dengan Pokja KIPI atau dengan Komda PP-KIPI/Dinkes Provinsi.
bila perlu dilakukan investigasi maka Dinkes Provinsi akan berkoordinasi
dengan Komda PP-KIPI dan Balai Besar POM Provinsi serta melaporkan ke
dalam website keamanan vaksin untuk kajian oleh Komite independen
(Komnas dan/atau Komda PP-KIPI)
05
Format pelaporan KIPI non serius, format pelaporan KIPI serius,
format investigasi serta panduan penggunaan web keamanan
vaksin dapat diunduh pada tautan
http://bit.ly/LampiranJuknisVC19.

06
Pasien yang mengalami gangguan kesehatan diduga akibat KIPI
diberikan pengobatan dan perawatan selama proses investigasi dan
pengkajian kausalitas KIPI berlangsung

KIPI yang meresahkan dan menimbulkan perhatian berlebihan


masyarakat, harus segera direspons, diinvestigasi dan laporannya
segera dikirim langsung kepada :
-Kementerian Kesehatan cq. Sub Direktorat Imunisasi/Komnas
PP-KIPI atau melalui WA grup Komda KIPI –Focal Point,
email: komnasppkipi@gmail.com dan data_imunisasi@yahoo.com;
website: www.keamananvaksin.kemkes.go.id
This Photo by Unknown Author is licensed under CC BY-SA-NC
Isi Kit Anafilaktik
Setiap tempat pelayanan imunisasi harus
menyediakan Kit Anafilaktik

Isi dari Kit Anafilaktik minimal


terdiri dari:
• Satu ampul epinefrin 1 : 1000
• Satu spuit 1 ml
• Satu infus set
• Satu jarum infus: untuk bayi dan balita
• Satu kantong NaCl 0,9% 500 ml