Anda di halaman 1dari 8

MAKALAH

Akhlak Kepada Lingkungan Alam

Mentafakuri dan Mengelola Alam

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas mata kuyliah Ilmu Akhlak

Dosen Pengampu :

Dr. Isop Syafe’I, M.Ag

Oleh Kelompok 11 :

Ilham Mahendra Halim (1182050046)


Iman Yazid Abdillah (1182050047)

PENDIDIKAN MATEMATIKA
FAKULTAS TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN GUNUNG DJATI
BANDUNG
2020
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur kehadirat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberikan rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Akhlak
Kepada Lingkungan Alam dan Mentafakuri dan Mengelola Alam“ ini tepat pada waktunya.

Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata
kuliah Ilmu Akhlak. Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambah wawasan tentang
Akhlak Kepada Lingkungan Alam dan Mentafakuri dan Mengelola Alam bagi para pembaca
juga penulis.
Saya mengucapkan terima kasih kepada bapak Dr. Isop Syafe’I, M.Ag selaku dosen mata Kuliah
Ilmu Akhlak yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah wawasan sesuai dengan
Keadan sekarang.

Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi sebagian
pengetahuannya sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari makalah ini
masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun tentunya akan
saya terima demi kesempurnaan makalah ini.

Bandung, 28 Desember 2020

Penulis
DAFTAR ISI

LANJUTKAN YAA…….
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Di tengah gelombang krisis nilai-nilai kultural berkat pengaruh ilmu dan teknologi yang
berdampak pada perubahan sosial saat ini, pendidikan memiliki peran yang sangat penting
dalam menghadapi krisis nilai-nilai kultural tersebut. Pendidikan harus memiliki mutu agar
dapat menghadapi permasalahan tersebut, dengan demikian pendidikan harus meningkatkan
profesionalisme guru dalam meningkatkan mutu pendidikan karena kehadiran guru dalam
proses pembelajaran memiliki peranan yang penting, peran guru belum dapat digantikan oleh
teknologi seperti radio, televise, tape recorder, internet, computer maupun teknologi yang
paling modern. Banyak unsur manusiawi yang dibutuhkan dalam proses pembelajaran yang
hanya didapatkan dari guru.
Untuk mendapatkan guru yang profesional memang sulit, banyak hambatan di dalamnya.
Dimulai dari rendahnya kompetensi guru, gajinya yang terlalu kecil, sistem perekrutan guru
yang kurang mengutamakan mutu guru itu, dan kepribadian guru yang kurang berkualitas.
Profesionalisme guru dapat ditingkatkan antara lain melalui cara sendiri-sendiri dan secara
bersama-sama dengan jalan Pendidikan, Pelatihan Pembinaan teknis secara berkelanjutan,
Pembentukan wadah pembinaan profesionalisme guru. Dengan semakin banyaknya guru yang
profesional diharapkan pendidikan di Indonesia mengalami peningkatan dan kemajuan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa yang dimaksud dengan tafakur, tadabur dan Tasyakur ?
2. Bagaimana cara mentafakuri keberadaan alam ?
3. Bagaimana pengelolaan terhadap alam ?
4. Bagaimana pengembangan profesi guru melalui komunitas belajar (KKG, MGMP,
lesson study, dll) ?

C. Tujuan
1. Mengetahui dan mampu menjelaskan tafakur, tadabur dan Tasyakur.
2. Mengetahui dan mampu menjelaskan mentafakuri keberadaan alam.
3. Mengetahui dan mampu menjelaskan pengelolaan alam
BAB II
PEMBAHASAN

A. MENTAFAKURI KEBERADAAAN ALAM

Manusia diberikan anugerah oleh Allah SWT berupa akal dan pikiran serta hati.
Tidak lain, untuk berfikir. Dalam kajian Islam ada istilah yang disebut dengan tafakur,
tadabur dan tasyakur. Semuanya merujuk pada urusan berfikir atau merenung serta
imbasnya.
Tafakur merupakan kegiatan berfikir serta merenungkan segala fenomena yang terjadi di
alam semesta. Baik itu dari suatu kejadian ataupun dari suatu pengalaman inderawi. Dalam
Qur’an surat Ali Imran ayat 190-191, Allah SWT memerintahkan manusia untuk bertafakur:

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi dan pergantian malam dan siang
terdapat tanda-tanda (kebesaran allah) bagi orang yang berakal" {Ali-Imran:190}
Ayat diatas menjelaskan akan besarnya kuasa allah. Penciptaan siang serta malam
menjadi salah satu kuasa allah, yang mana adanya penciptaan tersebut dapat menjadi pertanda
akan kebesaran allah swt. Disisilain juga ayat ini menjelaskan tentang pentingnya memikirkan
fenomena alam semesta untuk menambahkan keimanan kepada Allah dalam rangka mengasah
kecerdasan intelektual dan spiritual. 
Menurut para sufi, Tafakur merupakan cara untuk memperoleh pengetahuan tentang
tuhan dalam arti yang hakiki. Para Ulama mengatakan bahwa tafakur itu ibarat pelita hati,
sehingga dapat terlihat baik dan buruk maupun manfaat dan madharat dari segala sesuatu.
Fenomena dalam penciptaan alam semesta merupakan tanda dari kebesaran Allah swt.
Allah memerintahkan bagi orang yang beriman agar ia senantiasa berfikir serta merenungi
kuasaNya atas segala suatu ciptaanya.
Hikmah dari bertafakur salahsatunya adalah meningkatkan keimanan serta ketakwaan
kepada Allah SWT. Selain itu dengan bertafakur juga dapat meningkatkan kecerdasan intelektual
serta spiritual.

B. MENGELOLA ALAM
Alam serta kehidupan merupakan lingkungan hidup manusia yang berhiubungan dengan
sistem alam semesta. Dengan sistem nilai dan norma tertentu, alam dapat memberikan
kebermanfaatan dimana manusia dapat menjadikan alam suatu sumber kehidupan positif
(manfaat) maupun negatif (mudarat), yang lalu memiliki dampak pada nature. Dampak yanag
memeberikan kebermanfaatan akan membawa manusia pada kebahagiaan, kesejahteraan atau
kemuliaan, sedangkan dampak mudarat bisa menyebabkan kehancuran kehidupan manusia
sendiri.
Lingkungan hidup merupakan suatu sistem berupa kesatuan ruang dengan semua benda,
daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya yang
mempengaruhi keberlangsungan kehidupan dan kesejahteraan manusia serta makhluk hidup
lainnya sebagaimana Firman Allah dalam Qur’an Surat Al-Baqoroh : 164

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang,
bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah
turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati (kering)
nya dan dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang
dikendalikan antara langit dan bumi ; sungguh terdapat tanda-tanda (keesaan dan kebesaran
Allah) bagi kaum yang memikirkan.”.
Pengelolaan lingkungan hidup adalah pemanfaatan dan peningkatan kualitas lingkungan
hidup yang dibebankan kepada manusia sebab Allah telah menciptakan manusia dari bumi
(tanah) dan menjadikan manusia sebagai pemakmurnya. Amanat Allah yang di bebankan kepada
manusia ialah memakmurkan bumi ini dengan kemakmuran yang mencakup segala bidang,
menegakkan masyarakat insani yang sehat dan membina peradaban insani yang menyeluruh,
mencakup semua segi kehidupan sehingga dapat mewujudkan keadilan hukum ilahi di bumi
tanpa paksaan dan kekerasan, tapi dengan pelajaran dan kesadaran sendiri. Menyadari manusia
dicipta dan dibangun dari komponen-komponen tanah dan oleh karena itu manusiapun
bertanggung jawab sebagai pembangun, pemelihara dan pemakmur tanah. Karena pembangunan
itu sendiri adalah bagian penting dari pengelolaan lingkungan menjangkau menjangkau semua
segi lingkungan hidup, oleh karenanya harus dipilih prioritas pembangunan yang secara strategi
mampu menjangkau sebanyak mungkin segi kehidupan.
Lingkungan merupakan bagian dari integritas kehidupan manusia. Sehingga lingkungan
harus dipandang sebagai salah satu komponen ekosistem yang memiliki nilai untuk dihormati,
dihargai, dan tidak disakiti, lingkungan memiliki nilai terhadap dirinya sendiri. Integritas ini
menyebabkan setiap perilaku manusia dapat berpengaruh terhadap lingkungan disekitarnya.
Perilaku positif dapat menyebabkan lingkungan tetap lestari dan perilaku negatif dapat
menyebabkan lingkungan menjadi rusak. Integritas ini pula yang menyebabkan manusia
memiliki tanggung jawab untuk berperilaku baik dengan kehidupan di sekitarnya. Kerusakan
alam diakibatkan dari sudut pandang manusia yang anthroposentris, memandang bahwa manusia
adalah pusat dari alam semesta. Sehingga alam dipandang sebagai objek yang dapat dieksploitasi
hanya untuk memuaskan keinginan manusia.
Allah swt berfirman dalam QS Ar-rum : 41

“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan
manusia; Allah menghendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka,
agar mereka kembali (ke jalan yang benar).”
Menurut perspektif Islam hubungan antara manusia dengan lingkungan sangatlah erat
kaitannya satu sama lain, karena Allah swt telah menciptakan alam ini dengan manusia serta
lingkungan dalm keadaan yang seimbang dan serasi. Keberlangsungan kehidupan di alam dunia
ini sangatlah berkaitan dan saling tergantung, maka bilamana terdapat salah satu komponen yang
mengalami gangguaan maka alakn berpengaruh terhadap komponen lainnya pula.
Dalam perspektif etika lingkungan atau yang disebut dengan etics of environment,
komponen paling penting hubungan antara manusia dan lingkungan adalah pengawan manusia.
Tujuan agama adalah melindungi, menjaga serta merawat agama, kehidupan, akal budi dan akal
pikir, anak cucu serta sifat juga merawat persamaan serta kebebasan. Melindungi, menjaga dan
merawat lingkungan adalah tujuan utama dari hubungan dimaksud. Jika situasi lingkungan
semakin terus memburuk maka pada akhirnya kehidupan tidak akan ada lagi tentu saja agama
pun tidak akan ada lagi.
Manusia sebagai faktor dominan dalam perubahan lingkungan baik dan buruknya dan
segala sesuatu yang terjadi dalam lingkungan dan alam. Di dalam Alquran dijelaskan bahwa
kerusakan lingkungan baik di darat maupun di laut pelakunya adalah manusia karena eksploitasi
yang dilakuakan manusia tidak sebatas memenuhi kebutuhan untuk mempertahankan hidup dan
tidak mempertimbangkan kelangsungan lingkungan dan keseimbangan alam tetapi lebih
didasarkan pada faktor ekonomi, kekuasaan dan pemenuhan nafsu yang tidak bertepi.
BAB III
KESIMPULAN

Anda mungkin juga menyukai