Anda di halaman 1dari 5

COVID-19 DALAM CATATAN

I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Penyebaran virus corona jenis baru ( SARS-Cov-2 ) dipenghujung tahun 2019 yang
kemudian diberi nama covid-19 sangat menjadi perhatian dan kekhawatiran dunia. Covid-19
pertama kali ditemukan di Kota Wuhan China yang kemudian bermigrasi dan mewabah
keseluruh dunia. Akibat dari penyebaran yang cukup masiv tersebut, pada akhirnya tanggal 11
maret 2020 organisasi kesehatan dunia World Health organizatin ( WHO ) menetapkan
penyebaran covid-19 sebagai Pandemi.

Setelah ditetapkannya pandemi covid-19, tentu saja berbagai negara yang belum
mampu yang telah terpapar covid-19 harus melakukan berbagai upaya untuk
menghentikannya. Dilansir dari healthilin, Direktur Jendral WHO, Tedos Ghebreyesus
menetapkan 4 (empat) hal utama yang harus dilakukan oleh suatu negara dalam menghadapi
penularan covid-19, yaitu : a) Bersiap dan mempersiapkan diri, b) deteksi, lindungi, dan rawat,
c) kurangi penyebaran, d) inovasi dan belajar.

World Health Organizatin (WHO) juga mengungkapkan bahwa cara penyabaran covid-
19 melalui tetesan kecil air liur yang keluar dari hidung atau mulut ketika orang terinfeksi
covid-19 batuk dan bersin. Tetesan kecil itu kemudian mendarat disebuah benda atau
permukaan yang disentuh oleh orang sehat. Penyebaran covid-19 juga bisa terjadi ketika
dihirup langsung oleh orang sehat ketika berdekatan. Itu sebabnya penting untuk menjaga
jarak 3 (tiga) meter atau lebih dari orang yang sakit.

Indonesia sebagai baigian dari habitat dan populasi dunia, tentunya tidak bisa
terhindar dari paparan covid-19. Kasus pertama di Indonesia diumumkan langsung oleh
Persiden Joko Widodo di Istana Persiden pada hari senin tanggal 2 maret 2020. Kasus
pertama yang terpapar covid-19 tersebut adalah seorang ibu (64 Thn) dan anaknya (31 Thn)
warga Depok Jawa Barat. Keduanya diduga terpapar covid-19 akibat kontak langsung dengan
warga negara Jepang yang datang ke Indonesia. Seiring berjalannya waktu, kasus terinfeksi
covid-19,terus bertambah di Ibu Kota Jakarta.

Beberapa negara seperti China, Italia, dan Malaysia melaksanakan kebijakan lock
down, agar dapat memotong rantai penyebaran. Di Indonesia pemerintah mengeluarkan
kebijakan sosial distancing atau physical distancing (menjaga Jarak). Di Jakarta sendiri,
sebagai episentrum penyebaran covid-19 dengan kasus yang paling banyak melaksanakan
kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan di ikuti oleh provinsi lain di Indonesia.

B. Gambaran Umum Covid-19


Di Indonesia, kasus pertama diketahui positif mengidap virus covid-19 (SARS-Cov-2)
ditemukan di wilayah Depok Jawa Barat. Dua (2) waraga indonesia yang merupakan ibu dan
anak mempunyai riwayat kontak langsung dengan warga Negara Jepang yang datang ke
2

Indonesia, itu disampaikan langsung oleh Presiden Joko Widodo senin 2/3/202 di Jakarta.
Warga Negara Jepang itu tinggal di Malaysia dan sempat melakukan perjalan ke Indonesia.
Sekembalinya ke Malaysia setelah beberapa hari sakit, dan dinyatakan positif covid-19,
pemerintah Malaysia pun menghubungi pihak Indonesia.

Begitu mendengar berita, pihak Kemenkes RI langsung melakukan penelusuran dan


pemisahan siapapun yang close contack dan diperiksa sedetail mungkin. Dinas Kesehatan
menemukan ibu dan anak, dua pasien covid-19 in yang tengah mengalami gejala batuk, pilek,
sesak napas dan deman. Kedua pasien tersebut diobservasi selama 2-3 hari. Dari hasil
observasi menunjukan keduanya positif covid-19, dan di isolasi selama 14 hari serta dilakukan
cek ulang setelah 14 kedepan.

Masing-masing orang memiliki respon yang berbeda terhadap covid-19. Sebagian


orang yang terpapar virus ini akan mengalami gejala yang paling umum adalah : demam,
batuk kering, kelelahan. Ada juga gejala lain yang sedikit tidak umum yaitu : rasa nyeri pada
badan, nyeri tenggorokan, diare, sakit kepala, hilangnya indera penciuman. Sedangkan gejala
yang lebih serius adalah : kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada, hialngnya
kemampuan berbicara atau bergerak. Rata-rata orang yang terpapar virus covid-19 akan
muncul gejal setelah 5-6 hari, tetapi bisa juag 14 hari setelah terpapar.

C. Penerapan Protokol Kesehatan


Staf khusus menteri kesehatan bidang tata kelola pemerintahan dr. Daniel Tjan
menyatakan, dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat akan mempercepat
putusnya mata rantai penyebaran covid-19 di Indonesia. Melakukan pencegahan dari sumber
penularannya yaitu mulut, hidung dan sentuhan tangan.

Oleh karena itu, diharapkan seluruh masyarakat agar dapat melakukan /


melaksanakan 3M yaitu : memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menjadi kunci
penting dalam pencegahan penularan covid-19. Memakai masker yang baik sudah bisa
memutuskan penularan covid-19 sebesar 50%, kemudian mencuci tangan dengan teratur,
baik dengan sabun atau hand sanitezer, dan menjaga jarak 1 (satu) sampai 3 (tiga) meter saat
berinteraksi dengan masyarakat dan hindari kerumunan.

II. KONDISI SAAT INI

Dilansir dari detik health, bahwa jumlah kasus terpapar virus corona (covid-19) saat ini
di Indonesia, sabtu tanggal 23/01/2021 bertambah menjadi 12.191, total positif menjadi 977.474,
sembuh 791.059, meninggal 27.664 kasus. Sebelumnya pada jumat tanggal 22/01/2021 tercatat
total sebanyak 965.283 kasus, positif covid-19 dengan jumlah 781.147 pasien, sembuh, dan
27.453 kasus meninggal dunia.
3

Jika dibandingkan dengan negara terdekat yang berbatasan langsung dengan


Indonesia, yaitu negara Brunai Darusalam. Dilansir dari JHU CSSE Covid-19 data, Kasus terakhir
dilaporkan olehn kementerian kesehatan Brunei Darussalam pada tanggal 12/01/2021,
bertambah 1 (satu) orang. Sampai hari sabtu (23/01/2021) bahwa negara Brunei Darussalam
terdata sebanyak 175 kasus, pasien yang sembuh sebanyak 169, dan meninggal dunia sebanyak 3
orang. Ini menunjukkan bahwa jumlah kasus penularan covid-19 di Indonesia setiap hari semakin
meningkat, dikarenakan kurangnya kepedulian masyarakat tentang penerapan protokol
kesehatan. Sehingga pemerintah sangat kesulitan dalam memutus mata rantai penularan covid-
19.

Sedangkan di Provinsi Maluku Utara, jumlah kasus penularan covid -19. Di lansir dari
andra farm.com, pada hari minggu tanggal 24/01/2021, jumlah orang yang terinfeksi covid-19
diseluruh provinsi maluku utara telah mencapai 3316, serta 97 orang meninggal dunia, 555 orang
positif aktif (masih sakit), dan 2664 orang dinyatakan sembuh.

Jika kita melihat provinsi Sulawesi Utara yang sangat berdekatan dengan Maluku
Utara, yang dapat ditempuh dengan perjalanan udara dengan waktu 45 menit, perjalanan laut
dengan waktu 8 jam. Jumlah kasus terpapar covid-19 yang dilansir dari Oke Zone. Com,minggu
(24/01/2021) provinsi Sulawesi Utara mengalami penigkatan, tercatat sebanyak 5452 kasus
pasien positif covid-19, sembuh sebanyak 4585 orang, meninggal dunia sebanyak 205 orang. Oleh
karena itu, provinsi sulawesi utara merupakan daerah yang sangat rentan untuk dikunjungi.

Melihat keruang lingkup yang lebih kecil, yaitu Kota Ternate, jumlah kasus pasien yang
terpapar covid-19 melansir dari andra farm.com,minggu (24/01/2021) bahwa Kota Ternate juga
merupakan kota yang tingkat penularan covid-19 bisa dikategorikan cukup tinggi. Tercatat jumlah
kasus pasien yang terpapar coviud-19 sampai saat ini sebanyak 977orang terkonfirmasi, 937
orang dinyatakan sembuh dan 25 orang dinyatakan meninggal dunia. Jika dibandingkan dengan
Kota Tidore yang lokasinya berdekatan, tercatat jumlah pesien yang terpapar covid-19 sebanyak
407 orang terkonfirmasi, 337 orang dinyatakan sembuh, dan 7 orang dinyatakan meninggal
dunia. Oleh karena itu, kota ternate menjadi urutan pertama jumlah terkonfirmasi terbanyak
dibandingkan kota-kota yang ada diprovinsi maluku utara, dikarenakan kota ternate merupakan
sentral perekonomian yang ada di provinsi maluku utara.

III. KONDISI YANG DIHARAPKAN

Banyak harapan publik dalam menghadapi pandemi covid-19 seperti ini akan
berdampak pada perubahan pola hubungan antara manusia dan alam, negara dengan rakyat,
serta sain dan agama. Tetapi jangan terlalu menggangtungkan angan-angan terlalu tinggi.
Masyarakat akan kembali pada jati dirinya, dan hidup kita akan kembali berjalan sebagai mana
mestinya. Kaget dengan pandemi akan berlalu begitu saja, sejarah akan mencatat dibuku-
buku,sebagaimana juga peristiwa pahit lainnya yang telah menimpa umat manusia berkali-kali.
4

Pemerintah Indonesia telah mengumumkan untuk mengimplementasikan skenario


New Normal dengan pertimbangan studi epidemologis dan kesiapan regional. Pemerintah
menginginkan seluruh lapisan masyarakat beradaptasi dengan covid-19 dalam tatana baru,
kembali beraktifitas dengan tetap menjaga protokol kesehatan. Harapan saya yang dituangkan
dalam naskah karya perorangan ini adalah :
1. Diharapkan agar seluruh masyarakat Indonesia terlebih Khusus masyarakat Kota Ternate,
agar selalu meningkatkat ketaqwaan kepada Allah SWT.
2. Patuhi dan selalu tetap mengimplementasikan protokol kesehatan dalam kehidupan
sehari-hari secara ketat.
3. Tetap beraktifitas sebagiman mestinya dalam massa pandemi covid-19
4. Diharapkan kepada seluruh Stakeholders terkait agar menjadi contoh dan pelopor dalam
penerapan protokol kesehatan.
5. Personil Polri menjadi pelopor utama dalam penerapan protokol kesehatan.
6. Pasilitas kesehatan agar selalu ditingkatkan, guna mengantisipasi lonjakan pasien dalam
massa pandemi.

IV. PEMECAHAN MASALAH

Pandemi covid-19 tidak hanya berdampak terhadap kehidupan sosial masyarakat,


tetapi menghancurkan perekonomian dunia. Hampir seluruh negara memberikan perhatian
serius terhadap permasalahan ekonomi yang tengah mendera lantaran pandemi covid-19.
Sejumlah langkah dan kebijakanpun diambil agar dunia perekonomian terhindar dari kepailitan.
Di Indonesia, pemerintah mengambil langkah kebijakan guna mengatasi permasalahan yang
ditimbulkan akibat pandemi covid1-19, diantaranya :
1. Penerapan Protokol Kesehatan ketat yang dituangkan dalam perda setiap provisi
dan kabupaten/kota.
2. Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)
3. Pembentukan Satuan Gugus Tugas Percepatan dan Penanganan covid-19 baik
ditingkat pusat maupun daerah.
4. Pemberian vaksin covid-19 kepada masyarakat yang dituangkan dalam Pepres no.
99 tahun 2020, tentang pengadaan vaksin dan pelaksanaan vaksin.

Melansir dari detik health bahwa WHO telah mengumumkan temuan awal uji klinis di
Inggris. Kala itu belum ada vaksin covid-19 yang bisa digunakan, dan dunia masih mencari terapi-
terapi efektif untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian akibat covid-19. Disebutkan pula,
bahwa pemberian Deksamethasol pada pasien dengan gejala berat atau kritis dapat mengurangi
tingkat kematian sampai sepertiga persen, bila dibandingkan dengan pasien yang tidak diberi
obat. Pemberian Deksamethasol hanya disarankan kepada pasien yang mempunyai gejala berat
atau kritis, dan tidak berpengaruh untuk pasien yang mempunyai gejala ringan atau sedang,
malah beresiko menimbulkan komplikasi karena efek samping obat tersebut. Beberapa efek
samping yang dapat ditimbulkan ketika pemberian Deksamethasol antara lain :
1. Tekanan darah naik
5

2. Gula darah naik


3. Daya tahan tubuh menurun, bisa kena infeksi lain
4. Tulang keropos dalam jangka panjang

Pada akhirnya, pemberian Deksamethasol bekerja sebagai obat untuk membantu


pasien covid-19 yang punya gejala berat atau kritis. Sedangkan vaksin diperlukan sebagai salah
satu faktor untuk menghentikan pandemi.

V. PENUTUP

1. Kesimpulan.
Sesuai dengan uraian yang tertulis di atas, maka saya menyimpul bahwa, covid-19
bukan hal yang harus takuti, tetapi harus dihindar/dicegah. Banyak cara yang dapat dilakukan
guna mencegah penularan covid-19, diantaranya :
1. Lakukan penerapan protokol kesehatan secara ketat dalam kehidupan sehari-hari.
2. Tetap menjaga kesehatan dengan mengkonsumsi multi vitamin.
3. Menghindari kerumunan massa
4. Selalu berdoa dan mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa.
5. Apabila ada gejala terinfeksi virus covid-19, segera konsultasi atau memeriksakan
diri dipasilitas kesehatan terdekat.

2. Saran.
Dalam menghadapi masa pandemi covid-19 yang tengah melanda masyarakat
Indonesia, saya menuangkan beberapa saran melalui tulisan naskah karya perorangan, agar
kedepan Kepolisian dapat menjadi instansi pertama dalam mendukung setiap kebijakan yang
diambil pemerintah, sebagai berikut :
1. Setiap personil Kepolisian dapat menjadi pelopor/contoh dalam penerapan
protokol kesehatan kepada masyarakat dimanapun dan kapanpun.
2. Personil Kepolisian tetap semangat dalam melaksanakan tugas utamanya sebagai
pengayom, pelindung, dan pelayan masyarakat, serta penegakan hukum ditengah
pandemi covid-19.
3. Setiap personil Kepolisian mengemban fungsi tugas polmas (perpolisian
masyarakat), yang diatur dalam perkap kapolri nomor 3 tahun 2015.
4. Penyuluhan kepada masyarakat tentang covid-19 agar lebih ditingkat.
5. Bersama stakehoders terkait, agar bersama-sama bahu membahu dalam
penanganan pandemi covid-19.