Anda di halaman 1dari 6

Perbedaan Veruka vulgaris Kondiloma Moluskum

Akuminata Kontagiosum
Definisi hiperplasi epidermis Lesi berbentuk  penyakit kulit yang
disebabkan oleh  papilomatosis, dengan disebabkan oleh
human papilloma  permukaan verukosa  Molluscum Contagiosum
virus (HPV) disebabkan Virus (termasuk kelompok 
HPV(human  pox virus)
papilloma virus) tipe
tertentu.
Pertumbuhan jaringan
yang bersifat jinak,
superficial, terutama di
daerah genital.

Etiologi virus papilloma Human Papiloma Virus  Molluscum Contagiosum


(group papova) yang spesifik pada Virus (MCV); kelompok
yaitu virus DNA, sebagian besar lesi Pox Virus dari genus
virus tersebut yang terjadi akibat  Molluscipox virus. 
memiliki ukuran 40-  Molluscum Contagiosum
HPV 6 dan 11 yang
45µ Virus (MCV)
sering dijumpai, namun
merupakan virus double
terkadang HPV 16 stranded
DNA, berbentuk lonjong
dengan ukuran 230 x 330
  peningkatan aktivitas nm
Faktor resiko     Prevalensi tertinggi seksual dengan  Anak-anak, adanya
 pada anak dan banyak  kontak langsung kulit
dewasa muda  pasangan ke kulit dengan anak
 Pekerjaan yang  kehamilan yang terkena atau
 berhubungan  immunocompromised  berbagi menggunakan
dengan daging peralatan
mentah  Dewasa
 imunodefisiensi imunokompeten -
Terutama terjadi
karena kontak seksual
dengan
 pasangan yang terkena.
 Pada pasien
immunocompromised -
kontak seksual
dengan
 pasangan yang terkena,
serta non-seksual
kontak kulit-ke-kulit
dengan seorang
individu yang terkena
.

Predileksi Tempat predileksinya Terdapat pada daerah


terutama di lipatan yang lembab  pmeenaitsus uretra, korpus
ekstremitas bagian Pria : perineum, sulkus
ekstensor walaupun koronarius, gland
penis,
demikian
Wajah, leher, ketiak, badan, dan
ekatremitas,
Dewasa : pubis dan genitalia
eksterna
 penyebarannya
Wanita : vulva, dinding
dapat ke bagian lain
vagina dan dinding
tubuh termasuk
serviks dan dapat
punggung, wajah menyebar sampai daerah
dan leher   perianal 

Gejala klinis     papul yang Kondiloma akuminata  bebas dan sering berganti
dibagi dalam 3 bentuk:
m e m be 1. Bentuk akuminata:
(p a pu l
s a p e rlahan Terutama dijumpai
b e ru p a pada daerah lipatan dan
 papul lentikuler) lembab. Terlihat
  biasanya vegetasi bertangkai
asimtomatik, dengan permukaan
 berjonjot seperti jari.
tetapi dapat nyeri
Beberapa kutil dapat
bila tumbuh di
 bersatu membentuk lesi
palmar atau yang lebih besar 
plantar  sehingga tampak seperti
 dapat merusak kembang kol. Lesi yang
kuku bila  besar ini sering
tumbuh
dyd aijnugm pmaie
 pada lipatan atau
 bawah kuku npgaldaam iw
falnuiotar albus dan
pada wanita hamil,
atau pada
keadaan imunitas
terganggu.
2. Bentuk papul: Lesi
 bentuk papul biasanya
 pada daerah dengan
keratinisasi sempurna,
seperti batang penis,
vulva bagian lateral,
daerah perianal dan
 perineum.Kelainan

b u p a p a
  per m u k aa n
p u l d e n ga n
y a ng h a l u s
dan licin, multipel dan
tersebar secara diskret.
3. Bentuk datar: Secara
klinis, lesi bentuk ini
terlihat sebagai makula
atau bahkan sama
sekali tidak tampak
dengan mata telanjang,
dan
 baru terlihat setelah
dilakukan tes asam
Anamnesis Pasien mengeluhkan asetat
adanya benjolan yang  pasien mengatakan
melakukan hubungan seks
 masa inkubasi 2- 8 minggu
  papul berbentuk bulat mirip
kubah, berukuran miliar hingga
lentikular,
 berwarna putih seperti lilin.
Pada bagian tengah papul
terdapat lekukan (delle), yang
 jika dipijat akan tampak keluar massa
berwarna
 putih seperti nasi yang disebut
badan moluskum
 terkadang timbul infeksi
sekunder
supurasi sehingga timbul

Pasien mengeluhkan
adanya benjolan di seluruh tubuh dan
bila benjolan itu
tumbuh di kulit,  pasangan, pasien juga terkelupas maka akan
 benjolan tersebut mengeluhkan adanya keuar sebuah massa seperti
nyeri bila tumbuh  benjolan yang nasi,
 bagian telapak kaki,  bergerombol di bagian
kemaluan dan anus
( tempat lembab) dan
mudah berdarah setelah
coitus,
Pemeriksaan  Ukk primer :  Ukk primer :
fisik  papul lentikuler, papul, makula  Ukk primer : papul
makula  Pada bentuk milier hingga
hiperpigmentasi lain terdapat lentikuler 
 Tanda vegetasi  Papul miliar, kadang-
Patognomonis Papul  bertangkai, lesi kadang lentikular dan
berwarna kulit bersatu membentuk  berwarna putih seperti
sampai keabuan gambaran seperti lilin, berbentuk kubah
dengan permukaan kembang kol yang kemudian di
verukosa. Papul ini tengahnya terdapat
dapat dijumpai pada lekukan (delle). Jika
kulit, mukosa dan dipijat akan tampak
kuku. Dengan keluar massa yang
goresan dapat  berwarna putih seperti
timbul nasi. Lokasi predileksi
autoinokulasi
adalah daerah muka,
 badan, dan ekstremitas,
sepanjang
(fenomena goresan
Koebner) sedangkan pada orang
Pemeriksaan dewasa di daerah
 penunjang pubis dan genitalia
 Tes asam asetat 5% : eksterna.
Pemeriksaan lesi akan berubah Pemeriksaan histopatologi
histopatologis: terdapat warna menjadi putih moluskum kontagiosum
akantosis, (acetowhite) menunjukkan gambaran
hyperkeratosis,  Pemeriksaan histology  proliferasi sel-sel stratum
 papilomatosis, dan : menunjukkan spinosum yang
rate ridges yang kelainan membentuk lobus disertai
memanjang kea rah central cellular dan viral
 pada epidermis,
medial debris.
termasuk akantosis
(menebalnya sdtratum
spinosum),
 parakeratosis,
hyperkeratosis,
 papilomatous, koilosit
(sel epitel squamos
 penatalaksan dengan nucleus
aan abnormal di dalam halo
sitoplasma yang besar)
  Non medikamentosa:  Non medikamentosa:
  Non menjaga hygiene Pasien perlu menjaga
medikamentosa : organ intim, higiene kulit.
mejaga hygiene menghindari  Medikamentosa : (ag
 perorangan, hubungan seksual en keratolitik)
hindari kontak yang Cantharidin 0,9 %
langsung  bebas dan berganti  Bedah :
 Medikamentosa:  pasangan
Topikal , (bahan  Medikamentosa:
keratolitik)Asam Tinktura podofilin 25 elektrokauterisasi ,
salisilat 12-26%, %, asam trikloroasetat  bedah beku
5- flourasil, (TCA) 50%, 5-
 Bedah : bedah flourasil
listrik, bedah  Bedah : bedah

beku, scalpel,
 bedah laser   bedah listrik, bedah
 beku, bedah laser 

 prognosis  vbeornuakma  bSaeirkin. gP aressieidni  Pboronganmo skiasr


vwuallgaaurpisu ndapat fh,a prruosgnosis peandaa p uemnyuamkint
 berulang (bersifat menjaga kebersihan diri yinai merupakan penyakit
residif). Pasien harus yang self-limiting.
 bisa menjaga
kebersihan diri sendiri
dan lingkungan.