Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Anak usia dini adalah sekelompok individu yang berada pada rentang usia
antara 0 - 6 tahun yang sering disebut juga usia emas atau the golden age (Sofia
Hartati , 2005: 7). Masa the golden age merupakan masa anak sedang mengalami
perkembangan yang sangat pesat. Pada usia emas, anak memiliki potensi yang
sangat besar untuk mengoptimalkan seluruh aspek perkembangannya.
Anak usia dini sering disebut dengan istilah golden age atau masa emas.
Pada masa mi hampir seluruh potensi anak mengalami masa peka untuk tumbuh
dan berkembang secara cepat dan hebat. Perkembangan setiap anak tidak sama
karena setiap individu memiliki perkembangan yang berbeda. Stimulasi yang
intensif dan tepat sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan dan perkembangan
tersebut, sehingga anak akan mampu menjalani tugas perkembangannya dengan
baik. Anak usia dini belum mampu mengembangkan sendiri potensi yang ada
dalam dirinya.
Istilah anak usia dini di Indonesia, dijelaskan melalui Peraturan Menteri
Pendidikan dan Kebudayaan Nornor 137 Tahun 2014 Pasal 1 Ayat 10 tentang
Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini, bahwa PAUD adalah upaya
pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia 6 (enam)
tahun melalui pemberian rancangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan
dan perkembangan jasmani dan rohani.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan jembatan antar lingkungan
keluarga dengan masyarakat yang lebih Was yaitu sekolah dasar dan lingkungan
lainnya. Menyadari akan pentingnya hal tersebut, maka memberikan !ayanan
pendidikan sejak dini sangat diperlukan.
Guru pendidikan anak usia dini ( PAUD ) merupakan ujung tombak
keberhasilan dalam membentuk generasi penerus bangsa yang berkualitas, karena
itu seorang guru harus benar-benar memiliki kemampuan dan sikap professional
yang tinggi, sehingga dapat bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mendidik
anak.
Undang-undang No. 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen menjelaskan
bahwa: Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik,
mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta
didik pada jalur pendidikan formal, serta pada pendidikan dasar dan pendidikan
menengah termasuk pendidikan anak usia dini.
Guru merupakan orang yang berperan paling dominan sebagai penentu suksesnya
proses belajar mengajar siswa/anak didik dikelas. Proses belajar mengajar merupakan inti
dari proses pendidikan formal dengan guru sebagai pemegang peranan utama. Kehadiran
guru dalam proses belajar mengajar atau pengajaran masih tetap memegang peranan
penting. Peranan guru dalam proses pengajaran belum dapat digantikan oleh mesin, radio,
tape recorder, ataupun komputer yang paling modern sekalipun. Masih terlalu banyak
unsur manusiawi seperti sikap, sistem nilai, perasaan, motivasi, kebiasaan dan lain-lain
yang merupakan hasil dari proses pembelajaran.
Salah satu yang harus diperhatikan dalam proses belajar mengajar ialah
kemempuan guru dalam mengelola pembelajaran. Kemampuan seorang guru dalam
mengelola pembelajaran dikelas sangat menentukan berhasil atau tidaknya suatu proses
belajar mengajar yang dilaksanakan. Karena dalam proses belajar mengajar sebagian
besar hasil belajar siswa ditentukan oleh guru, bagaimana ia berperan baik dalam
mengelola pembelajaran dengan kemampuan dasar yang ia miliki. Di dalam lembaga
PAUD dibutuhkan manajemen atau pengelolaan yang efektif dan efisien.
Tujuanya agar lembaga paud dapat berlangsung dengan baik maka sumber daya
manusia didalam kelembagaan akan dapat memberikan pelayanan yang terbaik
bagi pendidikan anak usia dini. Manajemen sdm sangat diperlukan untuk
meningkatkan efektifitas sumber daya manusia dalam organisasi, tujuanya ada!ah
memberikan kepada organisasi satuan kerja yang efektif. Untuk mencapai tujuan
ini,studi tentang manajemen personalia akan menunjukkan bagaimana seharusnya
lembaga mendapatkan, mengembangkan, menggunakan, mengevaluasi, dan
memelihara karyawan dengan jumlah (kuatitas).
Kualitas SDM telah menjadi indikator utama dalam mengukur serta
mengambarkan kemajuan suatu lembaga atas dasar itu, setiap negara telah
menempatkan pembangunan sdm sebagai isu, program, dan strategi pembangunan
yang utama, termasuk negara indonesia. Berbagai penelitian yang terkait anak
usia dini menunjukkan bahwa penyiapan sdm berkualitas harus diawali sejak dini,
bahkan sejak masa konsepsi dalam kandungan. Pemenuhan kebutuhan
perkembangan dan pertumbuhan anak secara holistik integratif sangat
menentukan kualitas kesehatan, kecerdasan, dan kematangan sosial.
Terkait dengan penyiapan SDM salah satunya ialah kemampuan
menganalisa seorang pendidik sangat diperlukan dalam pengembangan
pembelajaran di lembaganya. Oleh karena itu sebagai pemenuhan tugas mata
kuliah analisis kegiatan pengembangan anak usia dini S1 PG-PAUD Universitas
Terbuka, maka dilakukan penelitian di KB Al-Kautsar Kalibaru Banyuwangi yang
bertujuan untuk mengumpulkan data mengenai Kegiatan pembelajaran yang
dianggap perlu diteliti dan selanjutnya dianalisa secara kritis.

1.2. Fokus Penelitian


Setelah Diadakan observasi maka penelitian fokus pada "Kemampuan
Guru Dalam Mengelola Kegiatan Pembelajaran Pada Kegiatan Memindah
Bola dan Melompat Anak Usia 3 - 4 Tahun di KB AL-KAUTSAR Kalibaru
Banyuwangi Tahun Pelajaran 2020 – 2021"

1.3. Tujuan Penelitian


Penelitian Bertujuan:
1. Menganalisis "Kemampuan Guru PAUD Dalam Mengelola Kegiatan

Pembelajaran Anak Usia 3-4 Tahun di KB AL-KAUTSAR tahun


Pelajaran 2020-2021"
2. Ingin mengetahui "Kemampuan Guru PAUD Dalam Mengelola
Kegiatan Pembelajaran Anak Usia 3-4 Tahun di KB AL-KAUTSAR
tahun Pelajaran 2020 —2021"
3. Membuat analisa Kritis tentang " Kemampuan Guru Dalam
Mengelola Kegiatan Pembelajaran Pada Kegiatan Memindah Bola
dan Melompat Anak Usia 3 - 4 Tahun di KB AL-KAUTSAR
Kalibaru Banyuwangi Tahun Pelajaran 2020 – 2021"
1.4. Manfaat Penelitian
1.4.1. Bagi Guru
 Untuk menjadikan seorang pendidik yang lebih kreatif dan
inovatifdalam mengelola kegiatan pembelajaran.
 Untuk meningkatkan kinerja seorang pendidik dengan harapan
dan tujuan kejenjang yang lebih baik.
 Untuk menjadikan guru yang professional, yang memahami
karakteristik pesera didik.

1.4.2. Bagi Lembaga


 Dapat memberikan inspirasi kepada lembaga untuk
mengembangkan layanan pendidikan dan pembelajaran yang
kreatif dan inovatif.
 Dapat Meningkatkan mutu dan citra sekolah dengan prestasi
yang baik.

1.4.3. Bagi Peneliti


 Dapat mengetahui " Kemampuan Guru Dalam Mengelola
Kegiatan Pembelajaran Pada Kegiatan Memindah Bola dan
Melompat Anak Usia 3 - 4 Tahun di KB AL-KAUTSAR
Kalibaru Banyuwangi Tahun Pelajaran 2020 – 2021 "
 Untuk merefleksikan diri dengan tujuan memperbaiki hasil kerja
demi mengingkatkan motivasi belajar anak didik.
 Sebagai Alat untuk membuat tugas mata kuliah Analisis
Kegiatan Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini.