Anda di halaman 1dari 63

KATA PENGANTAR

Dengan menyebut nama Allah SWT yang Maha Pengasih lagi Maha
Penyayang, saya panjatkan puja dan puji syukur atas kehadirat-Nya, yang telah
melimpahkan rahmat, hidayah, dan inayah-Nya kepada saya, sehingga saya dapat
menyelesaikan laporan ANALISIS BIAYA ini.
Laporan ini telah saya susun dengan maksimal dan mendapatkan bantuan dari
berbagai pihak sehingga dapat memperlancar pembuatan Laporan ini. Untuk itu, saya
menyampaikan banyak terima kasih kepada semua pihak yang telah berkontribusi
dalam pembuatan Laporan ANALISIS BIAYA ini .
Terlepas dari semua ini, saya menyadari sepenuhnya bahwa masih ada
kekurangan baik dari segi susunan kalimat maupun tata bahasanya. Oleh karena itu
dengan tangan terbuka saya mnerima segala saran dan kritik dari pembaca agar saya
dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata saya berharap semoga makalah tentang Laporan ANALISIS
BIAYA ini dapat memberikan manfaat maupun inspirasi terhadap pembaca.

Makassar, Desember
Praktikan

iii
BAB I
KODE AKUN
1.1 PENDAHULUAN
1.1.1 Latar belakang
Kode akun adalah suatu kerangka yang menggunakan angka,
huruf atau kombinasi keduanya untuk memberikan tanda atau kode
pada akun-akun yang sudah dirancang sebelumnya.
Kode akun sangat bermanfaat bagi perusahaan baik perusahaan
besar maupun kecil karena dapat mempermudah pencatatan, sebaiknya
akun tersebut disusun sedemikian rupa dan diberi nomor/kode agar
lebih mudah mencarinya dan mendapatkannya kembali pada
kelompoknya masing-masing.Berdasarkan nomor tersebut juga bisa
dikenali apakah suatu akun termasuk golongan aktiva, kewajiban,
ekuitas, pendapatan, atau beban.
Akun adalah daftar atau tempat yang digunakan untuk
mencatat dan menggolongkan tiap-tiap transaksi yang mengakibatkan
perubahan-perubahan pada harta, utang, modal, pendapatan, dan
biaya.Tiap-tiap jenis harta, utang, modal, pendapatan dan beban
disediakan sebuah akun tersendiri. Dengan demikian banyaknya akun
yang diperlukan oleh setiap perusahaan berlainan dengan perusahaan
lain, yaitu disesuaikan dengan kebutuhan.
Kode akun adalah pemberian/penggunaan kode untuk setiap
akun agar mudah diingat, dipahami dalam penyusunan laporan
keuangannya.Umumnya kode akun disusun dengan angka-angka,
huruf, atau gabungan antara angka dan huruf.

1
1.1.2 Tujuan praktikum
a) Memudahkan dalam pengelompokkan akun
b) Mempermudah proses akuntansi
1.1.3 Alat-alat yang di gunakan
1. Buku
2 Pulpen
3 Kalkulator
4 HP
5 Laptop
6 PC + Software Ms. Excel dan Ms. Word
1.1.4 Prosedur praktikum
1. Menentukan tanggal dan jam pelaksanaan praktikum
2. Membuat judul tabel kode akun:
a) Nama perusahaan
b) Tanggal pembuatannya
3. Klik tombol HOME untuk kembali ke menu utama dan tombol print
untuk membuka lembar cetak
4. Membuat tabel kode akun yang meliputi:
a) Kode akun
b) Nama akun
c) Tabel bantuan
d) Pos saldo
e) Saldo awal
1.2 LANDASAN TEORI
Akun adalah daftar atau tempat yang digunakan untuk mencatat dan
menggolongkan tiap-tiap transaksi yang mengakibatkan perubahan-perubahan
pada harta, utang, modal, pendapatan, dan biaya. Tiap-tiap jenis harta, utang,
modal, pendapatan dan beban disediakan sebuah akun tersendiri. Dengan
demikian banyaknya akun yang diperlukan oleh setiap perusahaan berlainan

2
dengan perusahaan lain, yaitu disesuaikan dengan kebutuhan. Adalah suatu
media untuk mengklasifikasikan dan mencatat penambahan dan
pengurangan dari tiap unsur-unsur laporan keuangan.
Bentuk  akun/perkiraan  yang  paling  sederhana  adalah  akun/perkiraan  “
T”, dimanasisi kiri adalah Debet dan sisi kanan adalah Kredit. Dasar pencatatan
untuk mendebet dan mengkredit adalah persamaan akuntansi dengan tambahan
beban dan pendapatan.

1. AKUN RIIL/ NERACA


Harta / Aktiva (Assets), adalah semua hak milik (kekayaan)
perusahaan, baik yang berwujud maupun yang tidak berwujud, yang dapat
dinilai dengan uang. Pada umumnya harta dapat dibagi menjadi 5 golongan:
a. Harta Lancar (Current Assets), yaitu uang tunai dan harta lain yang
diharapkan dapat dicairkan menjadi uang tunai dalam jangka waktu 1
tahun atau kurang, melalui operasi normal perusahaan. Yang termasuk
golongan ini antara lain :
1) Kas (Cash), yaitu semua uang tunai dan surat berharga yang berfungsi
sebagai uang tunai.
2) Efek (Surat Berharga), yaitu surat berharga berupa saham atau
obligasi yang dapat diperjualbelikan melalui bursa.
3) Piutang (Account Receivable), yaitu tagihan kepada pihak lain tanpa
perjanjian tertulis yang pelunasannya terjadi dalam jangka pendek
atau dibawah satu tahun.
4) Wesel Tagih (Notes Receivable), yaitu tagihan kepada pihak lain
dengan perjanjian tertulis yang pelunasannya terjadi dalam jangka
pendek atau dibawah satu tahun.
5) Perlengkapan (supplies), barang habis pakai yang digunakan untuk
kegiatan perusahaan dalam jangka waktu dibawah satu tahun.

3
6) Beban Dibayar Di muka, yaitu beban yang telah dikeluarkan tetapi
belum menerima manfaatnya atau belum menjadi kewajiban. Contoh:
sewa dibayar di muka, bunga dibayar di muka.
7) Pendapatan yang Akan Diterima, yaitu pendapatan atas pekerjaan
yang telah diselesaikan, tetapi belum menerima pembayarannya.
8) Persediaan, yaitu barang siap untuk dijual.
b. Investasi Jangka Panjang (Long Term Investment),yaitu investasi yang
dimaksudkan untuk menguasai perusahaan atau memperoleh penghasilan
tetap. Termasuk didalamnya antara lain: penanaman modal dalam saham
dan penanaman modal dalam obligasi.
c. Harta Tetap (Fixed Assets), adalah harta berwujud yang dipergunakan
dalam operasi perusahaan yang mempunyai umur ekonomis lebih dari satu
tahun atau yang bukan merupakan barang dagangan yang akan dijual. Yang
termasuk dalam golongan ini antara lain: kendaraan, peralatan kantor,
mesin-mesin, gedung dan tanah. Harta tetap dalam penggunaannya secara
bertahap akan menyusut atau berkurang nilai kegunaannya kecuali tanah.
d. Harta Tak Berwujud (Intangible assets), yaitu harta yang berupa hak-hak
istimewa atau posisi yang menguntungkan perusahaan. Harta ini antara
lain:
1) Hak Patent, adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah
melalui Direktorat Patent kepada seseorang atau badan untuk
penemuan baru. Contoh penemuan produk formula.
2) Hak Cipta, adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah
kepada seseorang atau badan untuk memperbanyak dan menjual hasil
karya seni atau karya intelektual. Contoh menulis buku, mencipta
lagu.
3) Hak Merk, adalah hak tunggal yang diberikan oleh pemerintah
kepada seseorang atau badan untuk menggunakan cap, nama, logo,
lambang, atau merk usaha.

4
4) Franchise, adalah hak tunggal atau istimewa yang diperoleh suatu
perusahaan dari pemerintah, orang, atau perusahaan lain. Contoh:
Franchise dari Kentucky Fried Chicken.
5) Goodwill, adalah suatu nilai lebih yang dimiliki oleh suatu
perusahaan karena adanya keistimewaan tertentu, misalnya karena
letak strategis, merk terkenal, personalia yang profesional, pelayanan
yang memuaskan, dll.
6) Merek dagang, yaitu hak yang diberikan oleh pemerintah kepada
badan usaha untuk menggunakan nama, cap atau lambing bagi
usahanya.
7) Hak sewa (leasing) yaitu hak untuk menggunakan aktiva tetap dari
pihak lain dalam jangka waktu panjang
8) Harta Lain-lain (Other Assets), yaitu harta yang tidak dapat
dikelompokan pada kriteria diatas. Misalnya mesin yang tak terpakai,
tanah yang tidak dijadikan tempat usaha, biaya pendirian, dan biaya
emisi saham.
e. Utang/Kewajiban (Liabilities), yaitu suatu kewajiban yang harus dibayar
kepada pihak lain dalam jangka waktu tertentu. Utang dibagi menjadi 2
golongan: utang lancar dan utang jangka panjang.
f. Utang Lancar (Current/Short term liabilities), yaitu suatu kewajiban yang
harus dibayar dalam jangka waktu kurang dari satu tahun. Yang termasuk
golongan ini adalah:
1) Utang Usaha (Account Payable), yaitu utang jangka pendek yang
tidak disertai perjanjian tertulis. Contoh utang yang timbul akibat
pembelian secara kredit.
2) Wesel Bayar (Notes Payable), yaitu utang jangka pendek dengan
disertai perjanjian tertulis.
3) Beban yang masih harus dibayar, yaitu kewajiban membayar karena
perusahaan tidak menerima manfaat seperti : hutang bunga (interest

5
payable), hutang gaji (salaries payable), hutang sewa (rent payable).
misalnya utang gaji.
4) Pendapatan diterima di muka, yaitu pendapatan yang belum
merupakan hak, tetapi sudah diterima pembayarannya sehingga
mempunyai kewajiban untuk menyelesaikannya. Antara lain : sewa
diterima dimuka, bunga diterima dimuka.
g. Utang Jangka Panjang (Long Term liabilities), yaitu kewajiban yang harus
dibayar dalam jangka waktu yang relatif lama atau lebih dari satu tahun.
Jika sebagian atau seluruh utang tersebut telah jatuh tempo, maka bagian
yang telah jatuh tempo tersebut menjadi utang jangka pendek. Yang
termasuk dalam golongan ini antara lain:
1) Hutang Obligasi (Bonds Payable). Yaitu pinjaman yang timbul karena
perusahaan menjual/ mengeluarkan surat-surat obligasi. Obligasi adalah
surat bukti yang menyatakan bahwa pemegang obligasi meminjamkan
sejumlah uang kepada perusahaan yang mengeluarkan obligasi tersebut.
Pemegang obligasi akan mendapat bunga tetap secara berkala.
2) Utang Hipotik (Mortgage Payable), yaitu utang jangka panjang dengan
jaminan harta tetap.
3) Kredit investasi yaitu pinjaman jangka panjang yang diterima dari bank
atau lembaga keuangan lain, yang digunakan untuk perluasan
perusahaan.
h. Modal, yaitu kekayaan pemilik perusahaan atau hak milik atas harta
perusahaan atau hak pemilik atas aktiva perusahaan yang merupakan
kekayaan bersih (jumlah harta dikurangi hutang) Modal terdiri dari setoran
pemilik dan sisa laba yang belum dibagi. Pemberian nama modal
tergantung jensi perusahaannya.
Contoh:

6
Bentuk Perusahaan Nama Modal
- Perseorangan - Modal Pemilik
- Persekutuan - Modal Sekutu
- Perseroan Terbatas - Modal Saham
- Koperasi - Modal Anggota

Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun diantaranya:

1. Nomer harus unik (artinya setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun
perkiraan saja)
2. Akun perkiraan di masukkan kedalam kelompok atau sub kelompok.
Contohnya kas, piutang dan peralatan dimasukkan kedalam aktiva lancar.
3. Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan. Contohnya:
PT . AM M AR ABAD I
piutang dagang dengan piutang
D AFT lain-lain.
AR KO D E AKU N
3 1 SEPT EM BER 2 0 19

4. Penomeran
KODE diusahaan tidak terlalu ketat, alasanya
NAMA AKUN
POS akan SALDO
memudahkan
AWAL jika
AKUN LAPORAN DEBET KREDIT

terjadi penambahan sejumlah akun baru. Contohnya : kelompok beban diberi


100
110
AKTIVA
AKTIVA LANCAR
-
-
111 KAS NERACA 200.000.000

nomer 600. 605 beban angkutan. 610 beban laiinya. Jika terjadi penambahan
112
113
BANK
PERSEDIAAN BARANG DAGANG
NERACA
NERACA
250.000.000
250.000.000
114 PIHUTANG NERACA 150.000.000

dapat disisipkan antara 605 -610.


5. Nama akun rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contohnya: Beban
140
141
AKTIVA TETAP
PERALATAN TOKO
-
NERACA 200.000.000
142 GUDANG NERACA -

perjalanan dinas lebih baik daripada Beban perjalanan ke luar kota bagi
143
144
TANAH
BANGUNAN
NERACA
NERACA
150.000.000
250.000.000
145 KENDARAAN NERACA 300.000.000

direksi.
146
147
AKUMULASI PENYUSUTAN BANGUNAN
AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN KANTOR
NERACA
NERACA
148 AKUMULASI PENYUSUTAN KENDARAAN NERACA
149 PERIJINAN NERACA
150 PENELITIAN DAN PENGKAJIAN NERACA

1.3 HASIL PENGOLAHAN DATA


151 AKUMULASI AMORTISASI NERACA

200 KEWAJIBAN -

Kode akun adalah pemberian/penggunaan kode untuk setiap akun agar


210
211
HUTANG BANK
HUTANG DAGANG
NERACA
NERACA
50.000.000
250.000.000

mudah diingat, dipahami dalam penyusunan laporan keuangannya. Umumnya


300
310
EKUITAS
MODAL
-
NERACA 1.450.000.000
311 LABA DITAHAN NERACA

kode akun disusun dengan angka-angka, huruf, atau gabungan antara angka dan
312 LABA BERSIH NERACA

huruf. Table kode akun harus seimbang antara debet dan kredit.
400
401
PENDAPATAN
PENJUALAN BARANG DAGANG
-
LABA RUGI
402 PENDAPATAN SEWA LABA RUGI
403 PENDAPATAN LAIN-LAIN LABA RUGI

410 HPP -
411 HPP BARANG DAGANG LABA RUGI

Tabel 1.3 daftar kode akun


500 BIAYA OPERASIONAL -
501 GAJI KARYAWAN LABA RUGI
502 BIAYA LISTRIK LABA RUGI
503 BIAYA TELEPON LABA RUGI
504 BIAYA AIR PDAM LABA RUGI
505 BIAYA PEMASARAN LABA RUGI
506 BIAYA TRANSPORTASI 7 LABA RUGI
507 BIAYA PENYUSUTAN LABA RUGI
508 BIAYA AMORTISASI LABA RUGI
509 BIAYA TEMPAT USAHA LABA RUGI
510 BIAYA LAIN-LAIN LABA RUGI
JUMLAH TOTAL 1.750.000.000 1.750.000.000

1.4 PEMBAHASAN
Pada saat praktek ,praktekum hanya mengisi table kode akun dengan akun-
akun secara garis besar yang diberikan kode. Kemudian akun-akun yang telah
diberikan kode selanjutnya dimasukkan nominalnya sesuai tempatnya yaitu di
debet dan di kredit. Pada table kode akun ini total disisi debet harus sebanding

8
dengan yang ada di sisi kredit karena jika antara kredit dan debet tidak seimbang
berarti terdapat kesalahan pada saat menginput data.

Jika hal tersebut terjadi maka lakukan pengecekan ulang hingga nilai yang
muncul pada sisi debet dan kredit sama seperti yang tampak pada tabel diatas di
mana sisi debet jumlahnya Rp.1.750.000.000,- sama dengan sisi kredit yang
jumlahnya Rp.1.750.000.000,-.

9
BAB II
KODE BANTU
2.1 PENDAHULUAN
2.1.1 Latar belakang
Analisis biaya digunakan untuk mengevaluasi penggunaan sumber-
sumber ekonomi agar sumber yang langka tersebut dapat digunakan
secara efisien. Pemerintah mempunyai banyak program atau proyek yang
harus dilaksanakan sedangkan biaya yang tersedia sangat terbatas.
Dengan analisis ini pemerintah menjamin penggunaan sumber-sumber
ekonomi yang efisien dengan memilih program-program yang memenuhi
kriteria efisiensi.
Pengembangan suatu sistem informasi merupakan suatu investasi
seperti halnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya
sumber-sumber daya untuk mendapatkan manfaat dimasa mendatang.
Investasi untuk mengembangkan sistem informasi juga membutuhkan
sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem informasi akan
memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa penghematan-
penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang
diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka
sistem informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak.
Oleh karena itu, sebelum sistem informasi dikembangkan, maka perlu
dihitung kelayakan ekonomisnya. Teknik untuk menilai ini disebut
dengan analisis biaya (cost/benefit analysis). Analisis biaya disebut juga
dengan analisis biaya/efektivitas (cost/ effectivenss analysis). Keuntungan
dari pengembangan sistem informasi tidak semuanya mudah diukur
secara langsung dengan nilai uang, seperti misalnya keuntungan
pelayanan kepada langganan yang lebih baik. Keuntungan yang sulit
diukur langsung dengan nilai uang ini selanjutnya jika ingin ditentukan
dalam bentuk nilai uang, maka dapat menaksir efektivitasnya..

10
Pengembangan suatu sistem informasi merupakan suatu investasi
seperti halnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya
sumber-sumber daya untuk mendapatkan manfaat dimasa mendatang.
Investasi untuk mengembangkan sistem informasi juga membutuhkan
sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem informasi akan
memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa penghematan-
penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang
diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka
sistem informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak.
Oleh karena itu, sebelum sistem informasi dikembangkan, maka perlu
dihitung kelayakan ekonomisnya. Teknik untuk menilai ini disebut
dengan analisis biaya (cost/benefit analysis). Analisis biaya disebut juga
dengan analisis biaya/efektivitas (cost/ effectivenss analysis). Keuntungan
dari pengembangan sistem informasi tidak semuanya mudah diukur
secara langsung dengan nilai uang, seperti misalnya keuntungan
pelayanan kepada langganan yang lebih baik. Keuntungan yang sulit
diukur langsung dengan nilai uang ini selanjutnya jika ingin ditentukan
dalam bentuk nilai uang, maka dapat menaksir efektivitasnya
2.1.2 Tujuan praktikum
1. Untuk mengajakan kepada mahasiswa bagaimana cara mengelolah
keuangan suatu perusahaan.
2. Untuk memberitahukan kepada mahasiswa bahwasanya analisis biaya
sangat penting dalam mengolah suatu keuangan.

11
2.1.3 Alat yang di gunakan
1. Buku
2. Pulpen
3. Kalkulator
4. HP
5. Laptop
6. PC + Software Ms. Excel dan Ms. Word

2.1.4 Prosedur praktikum


1. Menentukan tanggal dan jam praktikum
2. Membuat judul tabel kode bantu yang meliputi:
a) Nama perusahaan
b) Tanggal pembuatan
3. Membuat tabel kode bantu yang meliputi :
a) Kode bantu
b) Nama
c) Tabel Bantuan
d) Status
e) Saldo

2.2 LANDASAN TEORI


Analisis biaya manfaat atau CBA (Cost Benefit Analysis) adalah
pendekatan untuk rekomendasi kebijakan yang memungkinkan analis
membandingkan dan menganjurkan suatu kebijakan dengan cara menghitung
total biaya dalam bentuk uang dan total keuntungan dalam bentuk uang.
Analisis biaya-manfaat (cost benefit analysis) adalah suatu teknik yang
digunakan untuk membandingkan berbagai biaya yang terkait dengan investasi
dengan manfaat yang diharapkan untuk didapatkan. Baik faktor berwujud
maupun tidak berwujud harus diperhitungkan dan dipertanggung jawabkan.

12
Adapun analisis biaya sangat berpengaruh dalam pengelolaan keuangan suatu
perusahaan karena dengan menggunakan metode yang terdapat dalam analisis
biaya, suatu perusahaan dapat mengetahui pengeluaran dan pemasukan setiap
bulannya.
Hampir sama dengan kode akun, kode bantu juga berfungsi untuk
memudahkan dalam pembukuan, hanya saja kode akun hanya pada garis besar
saja atau judul akun saja. Sedangkan kode bantu lebih spesifik atau lebih
mendetail karena memberikan kode pada setiap sub-sub akun. Untuk
pemberian kode pada setiap sub akun sama saja dengan pemberian kode pada
setiap akun. Metode yang digunakan pun sama. Intinya kode akun dan kode
bantu sama-sama berfungsi untuk mempermudah pengelompokkan transaksi
Menurut Munawir dalam buku Analisa Laporan Keuangan (2004:5)
mengatakan bahwa yang dimaksud dengan laporan keuangan adalah :
“Dua daftar yang disusun oleh akuntan pada akhir periode suatu
perusahaan. Kedua daftar itu adalah Neraca atau daftar posisi keuangan dan
daftar pendapatan atau daftar Rugi-Laba. Pada waktu akhir-akhir ini sudah
menjadi kebiasaan bagi perseroan-perseroan untuk menambahkan daftar ketiga
yaitu daftar surplus atau daftar laba yang tidak dibagikan (laba yang ditahan)”.
Tidak jauh berbeda dengan kode akun, kode bantu juga sangat
berpengaruh atau membantu dalam proses pembukuan suatu keuangan dalam
perusahaan. hanya saja kode akun hanya pada garis besar saja atau judul akun
saja dan kode bantu lebih spesifik atau lebih mendetail karena memberikan
kode pada setiap sub-sub akun.
Kode bantu yang digunakan adalah kode kombinasi huruf dan angka,
kode kombinasi huruf dan angka adalah pembuatan kode akun dengan
menggunakan kombinasi huruf dan angka. Pada umumnya huruf digunakan
sebagai kode kelompok dan golongan akun, sedangkan angka menunjukkan
nama akun.

13
2.3 HASIL PENGOLAHAN DATA
Table 2.1 daftar kode bantu

14
2.4 PEMBAHASAN
Pemberian Kode Bantu adalah rincian dari kode akun jika sebelumnya
hanya satu akun persediaan barang dagang yang diberikan kode akun maka
pada kode bantu berisikan kode pada rincian akun pada Persediaan Barang
dagang. Sebagai contoh persediaan Barang Dagang diberikan kode akun AA-
10 dari PT. AMMAR ABADI adalah Bank dengan kode bantu AB-20,
Pihutang dengan kode bantu AC-40, Peralatan toko dengan kode bantu AM-01
dan seterusnya.

15
BAB III
JURNAL UMUM
3.1 PENDAHULUAN
3.1.1 Latar belakang

Pengertian jurnal akuntansi merupakan transaksi-transaksi keuangan


suatu badan usaha yang dicatat berdasarkan dokumen-dokumen
pembukuan yang bertujuan untuk pendataan. Jurnal dikenal juga sebagai
buku pemasukan utama karena menjadi tempat terjadinya pencatatan
transaksi pertama atau penyesuaian pemasukan transaksi- transaksi. Jadi,
jurnal adalah suatu buku atau catatan transaksi-transaksi keuangan yang
secara kronologis dan sistematis digunakan dengan menuliskan akun yang
harus didebit dan dikredit. Dalam hal ini, artinya sumber pencatatan ke
dalam jurnal adalah bukti, serta pencatatan transaksi dilakukan secara
berurutan sesuai tanggal terjadinya transaksi. Sistematis artinya pencatatan
yang dilakukan dengan mengikuti aturan mendebit dan mengkredit akun.
Selain itu, setiap transaksi dicatat secara berpasangan ke dalam debit dan
kredit ( double entry accounting ), dan jumlah debit dengan jumlah kredit
harus sama/seimbang. Semua transaksi bisnis akan dicatat dalam jurnal
dengan menggunakan metode pembukuan double-entry atau single-entry .

Dari pengertian ini maka sudah selayaknya kita mampu menerapkan


prinsip ekonomi dalam segala tindakan ekonomi yang akan kita lakukan.
Dalam laporan ini penulis akan membahas mengenai analisis yang
merupakan bagian dari istilah ekonomi yang sudah djelaskan diatas, dan
mengulas pentingnya analisis biaya dalam menerapkan prinsip ekonomi.
Untuk mendapatkan hasil yang maksimal haruslah dihitung dan di
analisa biaya yang dikeluarkan dalam melakukan proses produksi tersebut,
sehingga produsen dapat mengetahui dan memperkirakan keuntungan yang
akan yang akan didapatkan dari produk yang akan dijual dan untuk

16
membantu apakah produsen sudah melakukan proses produksi yang
memperhitungkan segala aspek biaya yang terkait dalam tindakan
ekonomi, dan apakah produsen sudah mengerti biaya yang akan atau telah
dikeluarkan sebanding dengan hasil yang akan kita dapat dari hasil
penjualan atau tidak. Oleh karena itu, haruslah kiranya dihitung dan
dipertimbangkan secara cermat dan sangat rinci. Itulah, yang menjadi
alasan dilakukannya kegiatan analisis terhadap biaya produksi dan
penghasilan.

3.1.2 Tujuan praktikum

a. Menjelaskan pengertian dan bentuk jurnal umum


b. Menjelaskan mencatat transaksi ke dalam jurnal umum
c. Untuk mengetahui pencatatan transaksi di suatu perusahaan

3.1.3 Alat yang di gunakan


1. Pulpen
2. Buku
3. Laptop
4. Kalkulator
5. HP
6. PC + Software Ms. Excel dan Ms. Word

3.1.4 Prosedur praktikum


1. Menentukan tanggal dan jam pelaksanaan praktikum
2. Membuat judul tabel jurnal umum yang meliputi:
a) Nama perusahaan
b) Tanggal pembuatannya
3. Membuat tabel jurnal umum yang meliputi:
a) Tanggal

17
b) Bukti transaksi
c) Keterangan
d) Pos akun
e) Kode bantu
f) Debet
g) Kredit

3.2 LANDASAN TEORI

Menurut Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1 (Ikatan Akuntan


Indonesia: (Revisi 2009) mengatakan bahwa :
“Laporan keuangan adalah suatu penyajian terstruktur dari posisi keuangan
dan kinerja keuangan suatu entitas. Tujuan laporan keuangan adalah
memberikan informasi mengenai posisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus
kas entitas yang bermanfaat bagi sebagian besar kalangan pengguna laporan
dalam pembuatan keputusan ekonomi. Laporan keuangan juga menunjukkan
hasil pertanggungjawaban manajemen atas penggunaan sumber daya yang
dipercayakan kepada mereka”.

Jurnal di bidang akuntansi adalah tempat pertama kali mencatat transaksi.


Salah satu materi di bidang akuntansi yang cukup sering keluar yaitu mengenai
Jurnal Umum, maka dari itu penting untuk mengetahui pengertian, fungsi,
bentuk, manfaat, dan contoh jurnal.
Setelah transaksi direkam dalam formulir, pencatatan akuntansi yang
pertama dilakukan adalah penjurnalan. Jurnal merupakan catatan akuntansi
permanen pertama yang digunakan mencatat transaksi keuangan perusahaan,
maka jurnal harus dirancang agar tidak terjadi kesalahan dalam pencatatan.
Pencatatan dalam jurnal biasanya lebih lengkap, terperinci, dan urut sesuai
tanggal transaksi. Catatan yang dilakukan harus lengkap dengan penjelasan,

18
tanggal, dan informasi lain agar catatan mudah diusut kembali ke dokumen
sumber.
Jurnal umum. Digunakan untuk menampung transaksi penjualan, pembelian,
penerimaan dan pengeluaran kas, penyusutan aset tetap dan transaksi lain. Jika
transaksi sedikit, jurnal umum dengan dua kolom (debit dan kredit) sudah
cukup memadai sebagai catatan akuntansi pertama.
a. Tujuan Jurnal Umum
Tujuan dari jurnal umum adalah untuk melakukan pengidentifikasian,
penilaian, serta pencatatan pengaruh ekonomi yang ditimbulkan dari berbagai
transaksi keuangan.
b. Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal Umum
1) Melaksanakan identifikasi bukti transaksi keuangan yang dilakukan
perusahaan. Diantara contohnya yaitu kuitansi, memo, nota, faktur dan
sebagainya.
2) Memilih akun yang terpengaruh dengan transaksi yang terjadi dan
membaginya dalam jenis mode, hutang, atau harta.
3) Memilih penambahan atau pengurangan atas akun yang terkait dengan
transaksi yang dilakukan.
4) Memilih debit atau kredit akun yang terkait dengan transaksi yang
dilakukan. (kuasai terlebih dahulu cara menentukan debit-kredit di suatu
akun).
5) Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum sesuai dengan bukti transaksi.
c. Fungsi Jurnal Umum
1) Fungsi Historis
Setiap transaksi dilakukan secara kronologis, berurutan sesuai dengan
tanggal terjadinya transaksi. Jurnal menggambarkan kegiatan perusahaan
secara berurutan dan terus menerus setiap harinya.
2) Fungsi Mencatat

19
Jurnal umum harus mencatat setiap transaksi yang terjadi dalam
perusahaan, jangan sampai ada yang tidak tercatat. Tiap perubahan modal,
biaya, kekayaan, dan pendapatan mesti dicatat terlebih dahulu ke dalam
jurnal umum, supaya pembuatan keuangan perusahaan bisa lengkap.
3) Fungsi Analisis
Menunjukkan bahwa pencatatan jurnal ini merupakan hasil dari analisa
yang berupa debit dan kredit akun yang terkait beserta jumlah atau
nominalnya. Analisis ini menyangkut pembagian nama akun, pencatatan
dalam debit maupun kredit beserta jumlahnya.
4) Fungsi Instruktif
Jurnal umum memiliki fungsi memberikan perintah/petunjuk dalam proses
memasukkan data ke buku besar. Perintah untuk debit dan kredit akun
yang terkait sesuai catatan di jurnal. Pencatatan di jurnal umum bukan
sebatas dokumen transaksi dalam perusahaan tetapi bersifat instruksif.
5) Fungsi Informatif
Jurnal umum memberikan informasi terkait dengan transaksi yang terjadi
untuk secepatnya dilakukan pencatatan berdasarkan keterangan yang ada.

20
3.3 HASIL PENGOLAHAN DATA
Tabel 3.1 jurnal umum

02-09-19 TERJUAL BUFF 30 BUAH 111 750.000 -


02-09-19 TERJUAL BUFF 30 BUAH 401 AA-11 - 750.000
02-09-19 TERJUAL BUFF 30 BUAH 411 600.000 -
02-09-19 TERJUAL BUFF 30 BUAH 113 - 600.000
02-09-19 TERJUAL JAKET 3 BUAH 111 1.050.000 -
02-09-19 TERJUAL JAKET 3 BUAH 401 AA-13 - 1.050.000
02-09-19 TERJUAL JAKET 3 BUAH 411 900.000 -
02-09-19 TERJUAL JAKET 3 BUAH 113 - 900.000
02-09-19 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH 111 150.000 -
02-09-19 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH 401 AA-12 - 150.000
02-09-19 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH 411 100.000 -
02-09-19 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH 113 - 100.000

03-09-19 TERJUAL CELANA 5 BUAH 111 1.250.000 -


03-09-19 TERJUAL CELANA 5 BUAH 401 AA-14 - 1.250.000
03-09-19 TERJUAL CELANA 5 BUAH 411 1.000.000 -
03-09-19 TERJUAL CELANA 5 BUAH 113 - 1.000.000
03-09-19 TERJUAL SEPATU 7 BUAH 111 1.400.000 -
03-09-19 TERJUAL SEPATU 7 BUAH 401 AA-15 - 1.400.000
03-09-19 TERJUAL SEPATU 7 BUAH 411 1.050.000 -
03-09-19 TERJUAL SEPATU 7 BUAH 113 - 1.050.000
03-09-19 TERJUAL BATIK 9 BUAH 111 3.600.000 -
03-09-19 TERJUAL BATIK 9 BUAH 401 AA-16 - 3.600.000
03-09-19 TERJUAL BATIK 9 BUAH 411 3.150.000 -
03-09-19 TERJUAL BATIK 9 BUAH 113 - 3.150.000

04-09-19 PEMBAYARAN UTANG 210 25.000.000 -


04-09-19 PEMBAYARAN UTANG 111 - 25.000.000
04-09-19 PEMBAYARAN PIUTANG ANGGA 111 10.000.000 -
04-09-19 PEMBAYARAN PIUTANG ANGGA 114 AC-41 - 10.000.000
04-09-19 PEMBELIAN PERALATAN TOKO 141 AD-61 1.000.000 -
04-09-19 PEMBELIAN PERALATAN TOKO 111 - 1.000.000

05-09-19 PEMBAYARAN UTANG 211 50.000.000 -


05-09-19 PEMBAYARAN UTANG 111 - 50.000.000

07-09-19 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH 111 750.000 -


07-09-19 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH 401 AA-18 - 750.000
07-09-19 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH 411 500.000 -
07-09-19 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH 113 - 500.000

08-09-19 TERJUAL SARUNG 50 BUAH 111 12.500.000 -


08-09-19 TERJUAL SARUNG 50 BUAH 401 AA-19 - 12.500.000
08-09-19 TERJUAL SARUNG 50 BUAH 411 10.000.000 -
08-09-19 TERJUAL SARUNG 50 BUAH 113 - 10.000.000
08-09-19 TERJUAL ROK 50 BUAH 111 7.500.000 -
08-09-19 TERJUAL ROK 50 BUAH 401 AA-20 - 7.500.000
08-09-19 TERJUAL ROK 50 BUAH 411 5.000.000 -
08-09-19 TERJUAL ROK 50 BUAH 113 - 5.000.000

09-09-19 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 111 17.500.000 -


09-09-19 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 401 AA-17 - 17.500.000
09-09-19 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 411 15.000.000 -
09-09-19 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 113 - 15.000.000

10-09-19 PENJUALAN BUFF 70 BUAH 111 1.750.000 -


10-09-19 PENJUALAN BUFF 70 BUAH 401 AA-11 - 1.750.000
10-09-19 PENJUALAN BUFF 70 BUAH 411 1.400.000 -
10-09-19 PENJUALAN BUFF 70 BUAH 113 - 1.400.000
10-09-19 PENJUALAN JAKET 7 BUAH 111 2.450.000 -
10-09-19 PENJUALAN JAKET 7 BUAH 401 AA-13 - 2.450.000
10-09-19
10-09-19
PENJUALAN JAKET 7 BUAH
PENJUALAN JAKET 7 BUAH
21 411
113
2.100.000
-
-
2.100.000
3.4 PEMBAHASAN
Tabel diatas adalah tabel jurnal umum, berisikan tentang transaksi-transaksi
yang dilakukan oleh Jofan Sport Makassar selama bulan Juli 2019, terjadi
transaksi sebanyak 31 kali dengan hari dan transaksi yang berbeda-beda, ada
transaksi berupa penjualan, pihutang, pembayaran biaya operasional, dan lain-
lain. Daftar jurnal ini didapatkan berdasarkan dari buku harian yang telah dibuat
sebelumnya.
Pada tabel jurnal umum diatas terdiri dari beberapa kolom atau bagian seperti
pada kolom pertama terdapat kolom tanggal yang berguna sebagai tanggal
penanda jika sedang melakukan setiap transaksi.
Pada kolom kedua terdapat bukti transaksi, bukti transaksi dimaksud biasanya
berupa kwitansi, nota, dan lain-lain yang biasa digunakan sebgai bukti ketika
melakukan transaksi. tetapi pada kolom ini dikosongkan karena masih merupakan
sebuah contoh.
Adapun kolom ke tiga berisikan tentang keterangan, keterangan berfungsi
untuk mengetahui transaksi-transaksi apa saja yang dilakukan setiap harinya.
Sedangkan kolom ke empat dan lima terdiri dari pos akun dan kode bantu.
Pos akun terbagi menjadi dua bagian yaitu nama akun yang digunakan untuk
mengetahui apakah transaksi yang dilakukan termasuk harta atau hutang, dan
kode digunakan untuk mengetahui apakah transaksi tersebut temasuk kedalam
kode akun keberapa sedangkan kode bantu terdiri dari dua bagian yaitu nama dan
kode, nama berguna untuk mengetahui apakah transaksi tersebut termasuk
kedalam peralatan kantor, tanah dan bangunan, kendaraan dan lain sebagainya.
Adapun kolom ke enam dan kolom ke tujuh yang terdiri dari debet dan kredit.
.kita harus pandai-pandai memasukkan yang mana akun termasuk debet yang
mana akun termasuk dalam kredit sesuai dengan aturannya masing-masing.
Contohnya saat harta bertambah ditulis dalam debet dan saat hutang bertambah
maka ditulis dalam kredit.

22
BAB IV
BUKU BESAR
4.1 PENDAHULUAN
4.1.1 Latar belakang
Buku besar akuntansi adalah wadah / alat/ buku tempat pemindahan akun
yang berasal dari jurnal, bentuk buku besar diantaranya adalah bentuk T dan
bentuk staffel/skontro . Fungsi buku besar sendiri adalah untuk
menggolongkan akun/perkiraan yang sejenis agar mudah diidentifikasi.. Bukti
pencatatan pertama-tama akan dicatat dalam sebuah buku yang
dinamakan jurnal. Catatan dalam jurnal tersebut secara kronologis
dipindahkkan ke rekening buku besar. Setelah akhir periode akuntansi
maka saldo rekening-rekening buku besar tersebut disusun ke dalam
suatu daftar yang dinamakan neraca saldo. Neraca saldo disini berfungsi
sebagai alat pengontrol catatan dalam rekening buku besar.
Pada perusahaan skala besar dan transaksi yang sangat banyak,
penyusunan sistem pencatatan yang mampu menjangkau dan mengawasi
jalannya operasi sangat diperlukan. Buku besar merupakan bagian siklus
akuntansi yang harus dilakukan. Buku besar akan memberikan informasi
mengenai saldo-saldo dari akun-akun di dalam perusahaan. Karena
kompleksitasnya maka buku besar dibagi dua yaitu: buku besar umum
dan buku besar pembantu.
Buku besar umum akan memuat data-data akuntansi secara garis
besar, sedang buku besar pembantu memuat rincian dari buku besar
umum. Buku besar pembantu ada dua yaitu: buku besar piutang dagang
dan buku besar utang dagang. Hubungan antara buku besar dengan buku
pembantu sebagaimanadalam ilustrasi 2 pada halaman berikut. Antara
buku besar umum dan buku besar pembantu pada setiap bulan harus
dicocokkan apakah keduanya menunjukkan saldo yang sama. Saldo
akun buku besar harus sama dengan saldo akun pembantunya. Jika ada

23
perbedaan harus segera ditentukan saldo mana yang benar di antara
keduanya.
Biaya merupakan salah satu sumber informasi yang paling penting
dalam analisis strategik perusahaan. Proses penentuan dan analisis biaya
padaperusahaan dapat menggambarkan suatu kinerja perusahaan pada
masa yang akan datang. Pada dasarnya masalah yang sering timbul
dalam suatu perusahaan adalah perencanaan biaya oleh suatu perusahaan
tidak sesuai dengan apa yang terjadi sesungguhnya (realisasi biaya).
Oleh sebab itu untuk dapat mencapai produksi yang efisien, maka
diperlukan suatu pengendalian terhadap biaya produksi yang akan
dikeluarkan.

4.1.2 Tujuan praktikum


a) Untuk mempermudah dalam melakukan pembacaan mengingat
banyaknya jenis transaksi
b) Untuk mengurangi waktu pembacaan dan analisa keuangan

4.1.3 Alat yang di gunakan


1. Pulpen
2. Buku
3. Laptop
4. Kalkulator
5. HP
6. PC + Software Ms. Excel dan Ms. Word

4.1.4 Prosedur praktikum


1. Menentukan tanggal dan jam pelaksanaan praktikum
2. Membuat tabel judul tabel buku besar:
a) Nama perusahaan

24
b) Tanggal pembuatan
3. Membuat tempat pengisian nama akun
4. Secara otomatis muncul kode akun dan status debet dan kredit dari
nama akun
5. Membuat tabel buku besar yang meliputi:
a) Nomor
b) Tanggal
c) Bukti Transaksi
d) Keterangan
e) Debet
f) Kredit
g) Saldo

4.2 LANDASAN TEORI


Buku besar adalah sebagai alat yang digunakan untuk mencatat
perubahan-perubahan yang tejadi pada suatu akun yang disebabkan karena
adanya transaksi keuangan.
Buku besar adalah buku yang berisi perkiraan-perkiraan yang
mengikhtisarkan pengaruh adanya transaksi keuangan terhadap perubahan
sejumlah akun seperti aktiva, kewajiban dan modal perusahaan. Buku besar
yang digunakan dalam perusahaan dapat diklasifikasikan sebagai berikut:
a. Buku besar umum atau sering juga disebut buku besar induk, yaitu semua
perkiraan yang ada dalam suatu periode tertentu seperti kas, piutang usaha,
persediaan, utang usaha dan modal. Perkiraan-perkiraan ini saling berdiri
sendiri dan berfungsi mengiktisarkan pengaruh transaksi terhadap
perubahan aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
b. Buku besar pembantu atau sering juga disebut buku tambahan, yaitu
sekelompok rekening yang khusus mencatat perincian piutang usaha dan
utang usaha yang berfungsi memberi informasi yang lebih detail

25
Penting diingat bahwa banyaknya jumlah perkiraan buku besar yang
dibutuhkan/dicatat perusahaan berbeda-beda, karena tergantung kepada
kekayaan dan keuangan perusahaan, jenis kegiatan, volume transaksi dan
informasi yang diinginkan perusahaan.
Di dalam pembukuan akuntansi, pencatatan buku besar disebut  dengan
posting, karena buku besar adalah pemindahan akun atau sering dikenal dengan
istilah posting dari jurnal umum , jadi pencatatan buku besar adalah setelah
jurnal  umum .
a. Akun–akun buku besar dapat digolongkan seperti berikut.
1) Akun Ril (Real Account) adalah akun-akun yang terdapat di dalam
neraca, misalnya aktiva, hutang, kewajiban dan modal.
2) Akun Nominal (Nominal Account) adalah akun-akun yang terdapat
pada laporan laba rugi, misalnya akun pendapatan dan beban.
b. Fungsi buku besar antara lain:
1) Sebagai alat untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam
jurnal (umum).
2) Sebagai alat untuk menggolongkan data keuangan serta dapat untuk
mengetahui jumlah atau keadaan rekening (akun) yang sebenarnya
apakah ada perbedaan ata u tidak.
3) Sebagai dasar penggolongan transaksi yang ada atau telah dicatat dalam
jurnal.
4) Sebagai bahan atau informasi untuk menyusun laporan keuangan.
4.3

26
4.3 HASIL PENGOLAHAN DATA
1. Kas
Table 4.1 Kas
PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
3 1 SEPTEM BER 2 0 19

NAMA AKUN KAS KODE AKUN 111

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 200.000.000
1 02-09-19 0 TERJUAL BUFF 30 BUAH 750.000 - 200.750.000
2 02-09-19 0 TERJUAL JAKET 3 BUAH 1.050.000 - 201.800.000
3 02-09-19 0 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH 150.000 - 201.950.000
4 03-09-19 0 TERJUAL CELANA 5 BUAH 1.250.000 - 203.200.000
5 03-09-19 0 TERJUAL SEPATU 7 BUAH 1.400.000 - 204.600.000
6 03-09-19 0 TERJUAL BATIK 9 BUAH 3.600.000 - 208.200.000
7 04-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG - 25.000.000 183.200.000
8 04-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG ANGGA 10.000.000 - 193.200.000
9 04-09-19 0 PEMBELIAN PERALATAN TOKO - 1.000.000 192.200.000
10 05-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG - 50.000.000 142.200.000
11 07-09-19 0 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH 750.000 - 142.950.000
12 08-09-19 0 TERJUAL SARUNG 50 BUAH 12.500.000 - 155.450.000
13 08-09-19 0 TERJUAL ROK 50 BUAH 7.500.000 - 162.950.000
14 09-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 17.500.000 - 180.450.000
15 10-09-19 0 PENJUALAN BUFF 70 BUAH 1.750.000 - 182.200.000
16 10-09-19 0 PENJUALAN JAKET 7 BUAH 2.450.000 - 184.650.000
17 11-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 20 BUAH 300.000 - 184.950.000
18 14-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SANGKALA JAYA - 50.000.000 134.950.000
19 14-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG PT ANGKASA 50.000.000 - 184.950.000
20 15-09-19 0 PENJUALAN BUFF 50 BUAH 1.250.000 - 186.200.000
21 15-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 90 BUAH 1.350.000 - 187.550.000
22 16-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG 75.000.000 - 262.550.000
23 17-09-19 0 PENJUALAN JAKET 40 BUAH 14.000.000 - 276.550.000
24 17-09-19 0 PENJUALAN CELANA 15 BUAH 3.750.000 - 280.300.000
25 18-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 43 BUAH 8.600.000 - 288.900.000
26 18-09-19 0 PENJUALAN BATIK 15 BUAH 8.400.000 - 297.300.000
27 19-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG ANGGA 5.000.000 - 302.300.000
28 20-09-19 0 PENJUALAN CELANA 45 BUAH 11.250.000 - 313.550.000
29 23-09-19 0 PENJUALAN BUFF 100 BUAH 2.500.000 - 316.050.000
30 23-09-19 0 PENJUALAN BATIK 70 BUAH 28.000.000 - 344.050.000
31 23-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG BANK BRI - 25.000.000 319.050.000
32 23-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH 10.000.000 - 329.050.000
33 23-09-19 0 PENJUALAN KAOS KAKI 100 BUAH 1.500.000 - 330.550.000
34 24-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SANGKALA JAYA - 50.000.000 280.550.000
35 24-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG 10.000.000 - 290.550.000
36 24-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG 250 BUFF - 5.000.000 285.550.000
37 24-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG 50 SARUNG - 10.000.000 275.550.000
38 25-09-19 0 PENJUALAN CELANA 25 BUAH 6.250.000 - 281.800.000
39 25-09-19 0 PENJUALAN JAKET 50 BUAH 17.500.000 - 299.300.000
40 25-09-19 0 PEMBELIAN 75 CELANA - 15.000.000 284.300.000
41 26-09-19 0 PENJUALAN BATIK 25 BUAH 10.000.000 - 294.300.000
42 26-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG BATIK 50 BUAH - 17.500.000 276.800.000
43 26-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH 10.000.000 - 286.800.000
44 27-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SANGKALA JAYA - 50.000.000 236.800.000
45 27-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 8.750.000 - 245.550.000
46 27-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG RANSEL 50 BUAH - 15.000.000 230.550.000
47 30-09-19 0 PEMBAYARAN KEWAJIBAN - 500.000 230.050.000
48 30-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SEJAHTERA - 50.000.000 180.050.000
49 30-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 50 BUAH 1.125.000 - 181.175.000
50 30-09-19 0 PENJUALAN JAKET 10 BUAH 3.500.000 - 184.675.000
51

27
2. Bank
Table 4.2 Bank

PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEM BER 20 19

NAMA AKUN BANK KODE AKUN 112

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 250.000.000

3. Persediaan barang dagang

Tabel 4.3 persediaan barang dagang

KODE AKUN 113

NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO

Saldo awal - - 250.000.000


1 02-09-19 0 TERJUAL BUFF 30 BUAH - 600.000 249.400.000
2 02-09-19 0 TERJUAL JAKET 3 BUAH - 900.000 248.500.000
3 02-09-19 0 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH - 100.000 248.400.000
4 03-09-19 0 TERJUAL CELANA 5 BUAH - 1.000.000 247.400.000
5 03-09-19 0 TERJUAL SEPATU 7 BUAH - 1.050.000 246.350.000
6 03-09-19 0 TERJUAL BATIK 9 BUAH - 3.150.000 243.200.000
7 07-09-19 0 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH - 500.000 242.700.000
8 08-09-19 0 TERJUAL SARUNG 50 BUAH - 10.000.000 232.700.000
9 08-09-19 0 TERJUAL ROK 50 BUAH - 5.000.000 227.700.000
10 09-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH - 15.000.000 212.700.000
11 10-09-19 0 PENJUALAN BUFF 70 BUAH - 1.400.000 211.300.000
12 10-09-19 0 PENJUALAN JAKET 7 BUAH - 2.100.000 209.200.000
13 11-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 20 BUAH - 200.000 209.000.000
14 15-09-19 0 PENJUALAN BUFF 50 BUAH - 1.000.000 208.000.000
15 15-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 90 BUAH - 900.000 207.100.000
16 17-09-19 0 PENJUALAN JAKET 40 BUAH - 12.000.000 195.100.000
17 17-09-19 0 PENJUALAN CELANA 15 BUAH - 3.000.000 192.100.000
18 18-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 43 BUAH - 6.450.000 185.650.000
19 18-09-19 0 PENJUALAN BATIK 15 BUAH - 5.250.000 180.400.000
20 20-09-19 0 PENJUALAN CELANA 45 BUAH - 9.000.000 171.400.000
21 23-09-19 0 PENJUALAN BUFF 100 BUAH - 2.000.000 169.400.000
22 23-09-19 0 PENJUALAN BATIK 70 BUAH - 24.500.000 144.900.000
23 23-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH - 7.500.000 137.400.000
24 23-09-19 0 PENJUALAN KAOS KAKI 100 BUAH - 1.000.000 136.400.000
25 24-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG 250 BUFF 5.000.000 - 141.400.000
26 24-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG 50 SARUNG 10.000.000 - 151.400.000
27 25-09-19 0 PENJUALAN CELANA 25 BUAH - 5.000.000 146.400.000
28 25-09-19 0 PENJUALAN JAKET 50 BUAH - 15.000.000 131.400.000
29 25-09-19 0 PEMBELIAN 75 CELANA 15.000.000 - 146.400.000
30 26-09-19 0 PENJUALAN BATIK 25 BUAH - 8.750.000 137.650.000
31 26-09-19 0 PEMBELIAN BARANG DAGANG BATIK 50 BUAH 17.500.000 - 155.150.000
32 26-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH - 7.500.000 147.650.000
33 27-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH - 7.500.000 140.150.000
34 27-09-19 0 15.000.000 - 155.150.000
35 30-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 50 BUAH - 750.000 154.400.000
36 30-09-19 0 PENJUALAN JAKET 10 BUAH - 3.000.000 151.400.000
37

28
4. Pihutang

Tabel 4.4 Pihutang


PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEM BER 20 19

NAMA AKUN PIHUTANG KODE AKUN 114

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 150.000.000
1 04-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG ANGGA - 10.000.000 140.000.000
2 14-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG PT ANGKASA - 50.000.000 90.000.000
3 16-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG - 75.000.000 15.000.000
4 19-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG ANGGA - 5.000.000 10.000.000
5 24-09-19 0 PEMBAYARAN PIUTANG - 10.000.000 -

5. Peralatan toko

Tabel 4.5 Peralatan toko


PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEM BER 2 0 19

NAMA AKUN PERALATAN TOKO KODE AKUN 141

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 200.000.000
1 04-09-19 0 PEMBELIAN PERALATAN TOKO 1.000.000 - 201.000.000

6. Bangunan

Tabel 4.6 Bangunan

PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEMBER 20 19

NAMA AKUN BANGUNAN KODE AKUN 144

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 250.000.000

29
7. Kendaraan

Tabel 4.7 Kendaraan

PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEMBER 20 19

NAMA AKUN KENDARAAN KODE AKUN 145

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 300.000.000

8. Hutang Bank
Tabel 4.8 Hutang Bank

30
9. Hutang Dagang

Tabel 4.9 Hutang Dagang

PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEM BER 20 19

NAMA AKUN HUTANG DAGANG KODE AKUN 211

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 250.000.000
1 05-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG 50.000.000 - 200.000.000
2 14-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SANGKALA JAYA 50.000.000 - 150.000.000
3 24-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SANGKALA JAYA 50.000.000 - 100.000.000
4 27-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SANGKALA JAYA 50.000.000 - 50.000.000
5 30-09-19 0 PEMBAYARAN UTANG PT SEJAHTERA 50.000.000 - -

10. Modal

Tabel 4.10 Modal

PT. AMM AR ABAD I


BUKU BESAR
31 SEPTEMBER 20 19

NAMA AKUN MODAL KODE AKUN 310

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - 1.450.000.000

11. Penjualan Barang Dagang

31
Tabel 4.11 Penjualan Barang Dagang

KODE AKUN 401

NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO

Saldo awal - - -
1 02-09-19 0 TERJUAL BUFF 30 BUAH - 750.000 750.000
2 02-09-19 0 TERJUAL JAKET 3 BUAH - 1.050.000 1.800.000
3 02-09-19 0 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH - 150.000 1.950.000
4 03-09-19 0 TERJUAL CELANA 5 BUAH - 1.250.000 3.200.000
5 03-09-19 0 TERJUAL SEPATU 7 BUAH - 1.400.000 4.600.000
6 03-09-19 0 TERJUAL BATIK 9 BUAH - 3.600.000 8.200.000
7 07-09-19 0 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH - 750.000 8.950.000
8 08-09-19 0 TERJUAL SARUNG 50 BUAH - 12.500.000 21.450.000
9 08-09-19 0 TERJUAL ROK 50 BUAH - 7.500.000 28.950.000
10 09-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH - 17.500.000 46.450.000
11 10-09-19 0 PENJUALAN BUFF 70 BUAH - 1.750.000 48.200.000
12 10-09-19 0 PENJUALAN JAKET 7 BUAH - 2.450.000 50.650.000
13 11-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 20 BUAH - 300.000 50.950.000
14 15-09-19 0 PENJUALAN BUFF 50 BUAH - 1.250.000 52.200.000
15 15-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 90 BUAH - 1.350.000 53.550.000
16 17-09-19 0 PENJUALAN JAKET 40 BUAH - 14.000.000 67.550.000
17 17-09-19 0 PENJUALAN CELANA 15 BUAH - 3.750.000 71.300.000
18 18-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 43 BUAH - 8.600.000 79.900.000
19 18-09-19 0 PENJUALAN BATIK 15 BUAH - 8.400.000 88.300.000
20 20-09-19 0 PENJUALAN CELANA 45 BUAH - 11.250.000 99.550.000
21 23-09-19 0 PENJUALAN BUFF 100 BUAH - 2.500.000 102.050.000
22 23-09-19 0 PENJUALAN BATIK 70 BUAH - 28.000.000 130.050.000
23 23-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH - 10.000.000 140.050.000
24 23-09-19 0 PENJUALAN KAOS KAKI 100 BUAH - 1.500.000 141.550.000
25 25-09-19 0 PENJUALAN CELANA 25 BUAH - 6.250.000 147.800.000
26 25-09-19 0 PENJUALAN JAKET 50 BUAH - 17.500.000 165.300.000
27 26-09-19 0 PENJUALAN BATIK 25 BUAH - 10.000.000 175.300.000
28 26-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH - 10.000.000 185.300.000
29 27-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH - 8.750.000 194.050.000
30 30-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 50 BUAH - 1.125.000 195.175.000
31 30-09-19 0 PENJUALAN JAKET 10 BUAH - 3.500.000 198.675.000

32
12. HPP Barang Dagang

Tabel 4.12 HPP Barang Dagang

PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEM BER 20 19

NAMA AKUN HPP BARANG DAGANG KODE AKUN 411

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - -
1 02-09-19 0 TERJUAL BUFF 30 BUAH 600.000 - 600.000
2 02-09-19 0 TERJUAL JAKET 3 BUAH 900.000 - 1.500.000
3 02-09-19 0 TERJUAL SARUNG TANGAN 10 BUAH 100.000 - 1.600.000
4 03-09-19 0 TERJUAL CELANA 5 BUAH 1.000.000 - 2.600.000
5 03-09-19 0 TERJUAL SEPATU 7 BUAH 1.050.000 - 3.650.000
6 03-09-19 0 TERJUAL BATIK 9 BUAH 3.150.000 - 6.800.000
7 07-09-19 0 TERJUAL KAOS KAKI 50 BUAH 500.000 - 7.300.000
8 08-09-19 0 TERJUAL SARUNG 50 BUAH 10.000.000 - 17.300.000
9 08-09-19 0 TERJUAL ROK 50 BUAH 5.000.000 - 22.300.000
10 09-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 15.000.000 - 37.300.000
11 10-09-19 0 PENJUALAN BUFF 70 BUAH 1.400.000 - 38.700.000
12 10-09-19 0 PENJUALAN JAKET 7 BUAH 2.100.000 - 40.800.000
13 11-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 20 BUAH 200.000 - 41.000.000
14 15-09-19 0 PENJUALAN BUFF 50 BUAH 1.000.000 - 42.000.000
15 15-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 90 BUAH 900.000 - 42.900.000
16 17-09-19 0 PENJUALAN JAKET 40 BUAH 12.000.000 - 54.900.000
17 17-09-19 0 PENJUALAN CELANA 15 BUAH 3.000.000 - 57.900.000
18 18-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 43 BUAH 6.450.000 - 64.350.000
19 18-09-19 0 PENJUALAN BATIK 15 BUAH 5.250.000 - 69.600.000
20 20-09-19 0 PENJUALAN CELANA 45 BUAH 9.000.000 - 78.600.000
21 23-09-19 0 PENJUALAN BUFF 100 BUAH 2.000.000 - 80.600.000
22 23-09-19 0 PENJUALAN BATIK 70 BUAH 24.500.000 - 105.100.000
23 23-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH 7.500.000 - 112.600.000
24 23-09-19 0 PENJUALAN KAOS KAKI 100 BUAH 1.000.000 - 113.600.000
25 25-09-19 0 PENJUALAN CELANA 25 BUAH 5.000.000 - 118.600.000
26 25-09-19 0 PENJUALAN JAKET 50 BUAH 15.000.000 - 133.600.000
27 26-09-19 0 PENJUALAN BATIK 25 BUAH 8.750.000 - 142.350.000
28 26-09-19 0 PENJUALAN SEPATU 50 BUAH 7.500.000 - 149.850.000
29 27-09-19 0 PENJUALAN RANSEL 50 BUAH 7.500.000 - 157.350.000
30 30-09-19 0 PENJUALAN SARUNG TANGAN 50 BUAH 750.000 - 158.100.000
31 30-09-19 0 PENJUALAN JAKET 10 BUAH 3.000.000 - 161.100.000

33
13. Biaya Listrik
Tabel 4.13 Biaya Listrik

PT. AM M AR ABAD I
BU KU BESAR
31 SEPTEM BER 20 19

NAMA AKUN BIAYA LISTRIK KODE AKUN 502

BUKTI
NO TANGGAL KETERANGAN DEBET KREDIT SALDO
TRANSAKSI
Saldo awal - - -
1 30-09-19 0 PEMBAYARAN KEWAJIBAN 500.000 - 500.000

4.4 PEMBAHASAN
1. Kas
Buku besar kas adalah pencatatan semua perubahan yang terjadi pada kas
karena adanya transaksi. Jadi pada table diatas berisi semua transaksi yang
memengaruhi jumlah kas yang ada, baik itu kas bertambah yang di catat pada
sisi debet maupun kas yang berkurang yang dicatat pada sisi kredit yang
kemudian memberi perubahan pada table saldo. Sesuai dengan table diatas
terjadi banyak transaksi pada periode bulan september baik yang menambah
kas maupun yang mengurangi kas. Transaksi terakhir pada periode september
terjadi pada tanggal 31 September dan saldo yang tersisa setelah transaksi
terakhir adalah Rp.184.675.000 - dari saldo awal kas Rp. 200.000.000,-.
2. Bank
Buku besar bank adalah pencatatan semua uang yang tersimpan didalam
bank. Dimana saldo bank sebesar Rp. 250.000.000
3. Barang Dagangan
Pada buku kas persediaan barang dagangan semua yang mempengaruhi
jumlah persediaan barang dagangan akan dicatat dimana ketika terjadi
penjualan maka akan di tulis disisi kredit sedangkan jika terjadi pembelian
maka akan dicatat di sisi debet. Saldo awal persedian barang dagangan adalah

34
Rp.250.000.000,- dan mengalami perubahan pada akhir periode bulan
september dimana saldo akhirnya adalah Rp.151.400.000,-
4. Piutang
Pada buku besar, saldo awalnya adalah Rp.150.000.000,- serta saldo
akhirnya Rp.0.-
5. Tanah
Tanah yang tercatat pada buku besar yaitu saldo awal berjumlah
Rp.150.000.000.-
6. Bangunan
Bangunan yang tercatat pada buku besar yaitu saldo awal berjumlah
Rp.250.000.000.-
7. Peralatan toko
Peralatan kantor tercatat pada buku besar yaitu saldo awal berjumlah
Rp.200.000.000.- dan mengalami perubahan pada akhir periode bulan
September menjadi Rp. 201.000.000.-
8. Kendaraan Roda 4
Kedaraan roda 4 yang tercatat pada buku besar yaitu saldo awalnya
adalah Rp. 300.000.000.-
9. Hutang Bank
Hutang Bank yang tercatat pada buku besar yaitu saldo awalnya Rp.
50.000.000.- Dibayar hutang sebesar Rp. 50.000.000.-, jadi saldo akhir pada
hutang bank adalah Rp. 0.-
10. Hutang Dagang
Hutang dagang yang tercatat pada buku besar yaitu saldo awalnya
berjumlah Rp 250.000.000.- dan hutang dibayar lunas ehingga saldo akhir
pada hutang dagang adalah Rp. 0.-
11. Modal
Modal yang tercatat pada buku besar yaitu saldo awal senilai Rp
1.450.000.000.-

35
12. Penjualan Barang Dagang
Pada buku besar pejualan barang dagang terjadi transaksi sebanyak 31
kali yang tertulis disisi kredit maupun disisi saldo.
13. HPP barang dagang
Hpp barang dagang yang tercatat pada buku besar yaitu saldo akhir adalah
Rp 161.000.000.- karena ada transaksi yang terjadi pada saat penjualan barang
dagang, sehingga mempengaruhi jumlah saldo pada buku besar HPP barang
dagang.
14. Biaya Listrik
Biaya listrik yang tercatat pada buku besar yaitu pada tanggal 30
September 2019 telah terjadi transaksi sebesar Rp. 500.000.- sehingga saldo
akhir dari buku besar biaya listrik adalah Rp. 500.000.-

36
BAB V
NERACA LAJUR
5.1 PENDAHULUAN
5.1.1 Latar belakang

Dalam menyusun laporan keuangan, seorang akuntan harus


menghimpun data yang relevan untuk menentukan mana yang perlu
dimasukkan. Sebagai contoh, akuntan perlu memeriksa polis asuransi
untuk melihat seberapa banyak asuransi dibayar dimuka yang sudah
menjadi beban asuransi, meneliti catatan perlengkapan dan aktiva tetap
guna menentukan besarnya penyusutan, memeriksa persediaan yang
dimiliki perusahaan, atau menghitung banyaknya gaji yang terutang
(terhimpun). Perhitungan tersebut, dan juga disertai dengan komputasi,
analisis, dan konsep pendahuluan laporan, akan membentuk kertas
kerja (working paper).
Kertas kerja ini sangat penting bagi akuntan. Salah satu jenis
kertas kerja adalah neraca lajur. Neraca lajur merupakan kertas kerja
berkolom-kolom (lajur) yang digunakan untuk memudahkan dalam
membuat penyesuaian dan laporan keuangan perusahaan.

Pengembangan suatu sistem informasi merupakan suatu investasi


seperti halnya investasi proyek lainnya. Investasi berarti dikeluarkannya
sumber-sumber daya untuk mendapatkan manfaat dimasa mendatang.
Investasi untuk mengembangkan sistem informasi juga membutuhkan
sumber-sumber daya. Sebagai hasilnya, sistem informasi akan
memberikan manfaat-manfaat yang dapat berupa penghematan-
penghematan atau manfaat-manfaat yang baru. Jika manfaat yang
diharapkan lebih kecil dari sumber-sumber daya yang dikeluarkan, maka
sistem informasi ini dikatakan tidak bernilai atau tidak layak.

37
Karena bukan laporan keuangan, neraca lajur merupakan suatu
pilihan (option), artinya perusahaan boleh membuat neraca lajur, dan
boleh tidak. Apabila membuat, tidak perlu diberikan kepada pihak luar.
Untuk perusahaan dengan skala kecil dan akun buku besar tidak begitu
banyak maka dalam membuat laporan keuangan bisa dilakukan secara
langsung dari neraca saldo yang telah disesuaikan, akan tetapi untuk
perusahaan yang mempunyai akun buku besar dalam jumlah yang banyak
untuk tujuan ketelitian bisa menggunakan alat bantu yaitu neraca lajur
5.1.2 Tujuan praktikum
a) Untuk mengetahui pengertian Neraca Lajur
b) Untuk menganalisis hasil Neraca Lajur dari PT. AMMAR ABADI
5.1.3 Alat yang di gunakan
1. Pulpen
2. Buku
3. Laptop
4. Kalkulator
5. HP
6. PC + Software Ms. Excel dan Ms. Word
5.1.4 Prosedur praktikum
1. Menentukan judul tabel neraca lajur yang meliputi:
a) Nama perusahaan
b) Tanggal pelaksanaan praktikum
2. Membuat tabel neraca lajur yang meliputi:
a) Kode akun
b) Nama akun
c) Pos saldo
d) Neraca saldo
e) Pos laporan
f) Laba rugi

38
g) Neraca
5.2 LANDASAN TEORI

Neraca lajur (worksheet) merupakan lembar kerja akuntansi berkolom-


kolom untuk merangkum informasi buku besar yang dibutuhkan untuk
menyusun laporan keuangan. Neraca lajur bukanlah merupakan catatan
akuntansi permanen, bukan pula merupakan jurnal atau bagian dari buku
besar. Neraca lajur hanyalah instrumen yang dipakai untuk memfasilitasi
penyusunan jurnal penyesuaian dan laporan keuangan.
a. Para akuntan memakai neraca lajur karena beberapa sebab :
1. Untuk merangkum saldo-saldo rekening buku besar dalam upaya
membuktikan bahwa debitnya sama dengan kreditnya.
2. Untuk merencanakan perubahan yang dibutuhkan terhadap
rekening-rekening buku besar agar saldo-saldo buku besar
mutakhir.
3. Memisahkan saldo rekening-rekening buku besar menurut laporan
keuangan yang akan disusun.
4. Menghitung jumlah laba bersih atau rugi bersih untuk periode
fiskal.
5. Selain itu, neraca lajur juga membantu dalam mendeteksi secara
dini kekeliruan dan menata data neraca saldo dalam bentuk yang
gampang dibaca.
Karena bukan laporan keuangan, neraca lajur merupakan suatu pilihan
(option), artinya perusahaan boleh membuat neraca lajur, dan boleh tidak.
Apabila membuat, tidak perlu diberikan kepada pihak luar. Untuk perusahaan
dengan skala kecil dan akun buku besar tidak begitu banyak maka dalam
membuat laporan keuangan bisa dilakukan secara langsung dari neraca saldo
yang telah disesuaikan, akan tetapi untuk perusahaan yang mempunyai akun

39
buku besar dalam jumlah yang banyak untuk tujuan ketelitian bisa
menggunakan alat bantu yaitu neraca lajur.

b. Proses Penyusunan Neraca Lajur


1) Masukkan saldo-saldo rekening buku besar ke dalam kolom neraca
saldo pada formulir neraca lajur.
2) Masukkan ayat-ayat jurnal penyesuaian ke dalam kolom penyesuaian.
3) Mengisi kolom neraca saldo setelah disesuaikan.
4) Memindahkan jumlah-jumlah di dalam kolom neraca saldo setelah
disesuaikan ke dalam kolom rugi-laba atau kolom neraca.
Menjumlahkan kolom rugi laba dan kolom neraca, memasukkan
angka laba bersih atau rugi bersih sebagai angka pengimbang ke dalam
kedua pasang kolom di atas dan menjumlahkan kembali kolom-kolom
tersebut.
c. Penyusunan Laporan Keuangan Dari Neraca Lajur
1) Informasi yang diperlukan untuk menyusun neraca dan laporan rugi laba
telah tersedia di neraca lajur
2) Laporan rugi-laba disusun dengan mengambil data yang tercantum dalam
kolom rugi-laba.
3) Neraca disusun dengan mengambil data yang tercantum dalam kolom
neraca.

40
5.3 HASIL PENGOLAHAN DATA
Tabel 5.1 Neraca lajur

5.4 PEMBAHASAN
Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana rekening
buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang sesuai
dengan penyusunan rekening dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur
juga dapat menunjukkan prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun
laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya. Dengan neraca lajur kita dapat
pula melihat keuntungan dan kerugian yang diderita oleh suatu perusahaan. Jadi
laba bersih dari PT. AMMAR ABADI adalah sebesar Rp. 37.075.000.-

41
BAB VI

LABA RUGI

6.1 PENDAHULUAN
6.1.1 Latar belakang

Di suatu akhir periode akuntansi perusahaan pasti ingin mengetahui


apakah usaha yang selama ini dijalankannya adalah berupa laba atau rugi
untuk mempertimbangkan kelanjutan perusahaannya tersebut.
Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai
prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain, seperti
laba per lembar saham. Unsurunsur yang menjadi bagian pembentuk laba
adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan unsur-unsur
pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil pengukuran laba yang
berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional, laba sebelum pajak, dan
laba bersih.
Pengukuran laba bukan saja penting untuk menentukan prestasi
perusahaan tetapi penting juga penting sebagai informasi bagi pembagian
laba dan penentuan kebijakan investasi

6.1.2 Tujuan praktikum


a) Untuk mengetahui penyajian laporan keuangan dengan jenis laporan
laba rugi
b) Untuk mengetahui apakah usaha yang dijalankan oleh diri sendiri
atau orang lain menguntungkan atau tidak
6.1.3 Alat yang di gunakan
1. Pulpen
2. Buku
3. Laptop
4. Kalkulator

42
5. HP
6. PC + Software Ms. Excel dan Ms. Word
6.1.4 Prosedur praktikum
1. Tentukan tanggal dan jam pelaksanaan praktikum
2. Tentukan judul tabel laba rugi yang meliputi:
a) Nama perusahaan
b) Tanggal pelaksanaan praktikum
3. Tabel laba rugi yang meliputi:
a) Kode akun
b) Nama akun
c) Jumlah
d) Total
6.2 LANDASAN TEORI
Laporan Laba Rugi Laporan laba rugiatau yang biasa
d i k e n a l d e n g a n ( i n c o m e s t a t e m e n t s ) dalam Bahasa Inggris, merupakan
suatu laporan yang dapat mengukur tingkat keberhasilanoperasi perusahaan
dalam periode kurun waktu tertentu. Komunitasbisnis dan
investasimemanfaatkan laporan laba rugi dalam penentuan
baikprofitabilitas, nilai investasi, maupun kelayakan kredit.
Laporan ini merupakanpenyedia informasi yang kemudian
diperlukan parainvestor muapun oleh kreditor dalam membantu menentukan
prediksi baik jumlah, penetapanwaktu, maupun ketidakpastian arus kas di masa
yang akan datang. Investor maupun kreditordapat memanfaatkan informasi yang
terdapat didalam laporan laba rugi untuk:
1. Mengevaluasi kinerja masa lalu perusahaan Dengan melakukan
kajian terhadap pendapatan dan beban yang dimiliki oleh perusahaan,
maka pengguna informasi dapat mengetahuibagaimana kinerja
perusahaan dan dapat membanding kannya dengan
perusahaanpesaingnya.

43
2. Memberikan dasar untuk memprediksi kinerja di masa depan Informasi
keuangan perusahaandi masa lalu dapat dijadikan dasar dalam melaukan
prediksi kinerja dari perusahaan tersebut dimasa depan. Meskipun prediksi
tersebut bisa juga mengalami kesalahan.
3. Membantu menilai risiko atau ketidakpastian pencapaian arus kas masa depan
Informasim e n g e n a i k o n d i s i b e r b a g a i k o m p o n e n l a b a s e p e r t i
p e n d a p a t a n , b e b a n , d a n k e r u g i a n memperlihatkan hubungan di
antara komponen-komponentersebut dan dapat digunakan
untuk melakukan penilaianterhadap risiko gagalnya perusahaan dalam
meraih suatu tingkat arus kas dimasa yang akan datang. Berikut ini dijelaskan
beberapa keterbatasan informasi dari laporan labarugi perusahaan.
Pos yang pengukurannya tidak bisa akurat kemudian tidak dimasukkan
atau dilaporkan dalamlaporan laba rugi Meskipun pos-pos yan tidak pasti ini
dapat menentukan kinerjasuatuperusahaan, namun pos yang tidak pasti ini
tidak dapat dilaporkan ke dalam laporan laba rugi.
Alasannya karena pengukuran dari pos-pos ini tidak bisa akurat.
Contohnya, keuntunganataupun kerugian yang belum tertealisasi dari sekuritas
investasi saham yang kemudian tidak dapat dicatat di dalam laporan laba
rugi apabila terjadi ketidakpastian realisasiperubahan nilai. Metode
akuntansi yang digunakan oleh perusahaan dapat memengaruhijumlah
labanya Metodeakuntansi yang digunakan perusahaan jelas akan
mempengaruhi laba yang dihasilkan. Sebagaicontoh peruahaan X memakai
metode garis dipercepatuntuk menghitung depresiasi atasaktivanya.
Sementaraperusahaan Y memilih metode garis lurus dalam
menyusutkan aktivanya.Dengan berasumsi bahwa faktor lainnya sama, maka
perusahaan Y akan terlihat memiliki labayang lebih besar disbanding perusaaan
X. Meskipun sebenarnya sama, namun karenapenggunaan metode akuntansi
yangberbeda sehingga mempengaruhi jumlah laba perusahaan

44
Laba merupakan selisih positif antara pendapatan dalam suatu periode
dan biaya yang dikeluarkan untuk mendatangkan laba. Chariri dan Ghozali
(2007) dalam Widhi (2011) mengungkapkan pengertian laba yang dianut oleh
struktur akuntansi sekarang ini adalah laba akuntansi yang merupakan selisih
pengukuran pendapatan dan biaya.
Belkauoi dalam Chariri dan Ghozali (2001) menyebutkan bahwa laba akuntansi
memiliki lima karakteristik sebagai berikut:
a. Laba akuntansi didasarkan pada transaksi aktual yang berasal dari penjualan
barang/jasa.
b. Laba akuntansi didasarkan pada postulat periodisasi dan mengacu pada
kinerja perusahaan selama satu periode tertentu.
c. Laba akuntansi didasarkan pada prinsip pendapatan yang memerlukan
pemahaman khusus tentang difinisi, pengukuran dan pengakuan pendapatan.
d. Laba akuntansi memerlukan pengukuran tentang biaya (expenses) dalam
bentuk cost histories.
e. Laba akuntansi menghendaki adanya penandingan (matching) antara
pendapatan dengan biaya yang relevan dan berkaitan dengan pendapatan
tersebut.
Fisher dan Bedford dalam Chariri dan Ghozali (2001) menyatakan bahwa
pada dasarnya ada tiga konsep laba yang dibicarakan dan digunakan dalam
ekonomi. Konsep laba tersebut adalah:
a. Psychic income yang menunjukkan konsumsi barang/ jasa yang dapat
memenuhi kepuasan dan keinginan individu.
b. Real income yang menunjukkan kenaikan dalam kemakmuran ekonomi yang
ditunjukkan oleh kenaikan cost of living.
c. Money income yang menunjukkan kenaikan nilai moneter sumber – sumber
ekonomi yang digunakan untuk konsumsi sesuai dengan biaya hidup (cost
ofliving)

45
Ketiga konsep tersebut semuanya penting, meskipun pengukuran
terhadap pshychic income sulit untuk dilakukan. Hal ini disebabkan pshychic
income 9 adalah konsep psikologis yang tidak dapat diukur secara langsung,
namun dapat ditaksir dengan menggunakan real income. Keinginan manusia
tersebut hanya dapat dipenuhi pada berbagai tingkatan, sebagaimana
seseorang memperoleh real income. Di pihak lain, money income meskipun
mudah diukur, tetapi tidak mempertimbangkan perubahan nilai suatu unit
moneter. Atas dasar alasan ini, para ekonomi memusatkan perhatiannya pada
penentuan real income. Fisher dan Bedford dalam juga berpendapat bahwa
real income adalah konsep income yang praktis bagi akuntan. (Chariri dan
Ghozali, 2001).

46
6.3 HASIL PENGOLAHAN DATA
Tabel 6.1 laba rugi

400 PENDAPATAN -
401 PENJUALAN BARANG DAGANG 198.675.000
402 PENDAPATAN SEWA -
403 PENDAPATAN LAIN-LAIN -
198.675.000
410 HPP -
411 HPP BARANG DAGANG 161.100.000

161.100.000
500 BIAYA OPERASIONAL -
501 GAJI KARYAWAN -
502 BIAYA LISTRIK 500.000
503 BIAYA TELEPON -
504 BIAYA AIR PDAM -
505 BIAYA PEMASARAN -
506 BIAYA TRANSPORTASI -
507 BIAYA PENYUSUTAN -
508 BIAYA AMORTISASI -
509 BIAYA TEMPAT USAHA -
510 BIAYA LAIN-LAIN -
500.000
37.075.000

47
6.4PEMBAHASAN
Pada Praktikum laba rugi merupakan sebuah jurnal yang digunakan untuk
mencatat pendapatan, HPP barang dagangan, dan juga biaya operasional. Jadi
jumlah pendapatan dalam 1 periode adalah Rp. 198.675.000 , jumlah HPP sebesar
161.100.000, dan biaya operasional yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 500.000
dan laba bersih yang diperoleh yaitu Rp. 37.075.000.-

48
BAB VII
NERACA
7.1 PENDAHULUAN
7.1.1 Latar belakang
Di suatu akhir periode akuntansi perusahaan ada dua hasil yang
sering terjadi, yaitu laba atau rugi. Laporan Laba-Rugi adalah suatu
bentuk laporan keuangan yang menyajikan informasi hasil usaha
perusahaan yang isinya terdiri dari pendapatan usaha dan beban usaha
untuk satu periode akuntansi tertentu.
Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai
prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain,
seperti laba per lembar saham. Unsurunsur yang menjadi bagian
pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan
unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil
pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional,
laba sebelum pajak, dan laba bersih.
Pengukuran laba bukan saja penting untuk menentukan prestasi
perusahaan tetapi penting juga penting sebagai informasi bagi
pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, laba
menjadi informasi yang dilihat oleh banyak seperti profesi akuntansi,
pengusaha, analis keuangan, pemegang saham, ekonom, fiskus, dan
sebagainya. Hal ini menyebabkan adanya berbagai definisi untuk laba.
Maka dari itu, penulis ingin mengajak rekan pembaca untuk
mengembangkan cakrawala berpikir untuk lebih berpikir kritis dan lebih
banyak tahu tentang laba/rugi, dan lebih mengetahui dan mengenal apa
laba/rugi itu
Laba atau rugi sering dimanfaatkan sebagai ukuran untuk menilai
prestasi perusahaan atau sebagai dasar ukuran penilaian yang lain,

49
seperti laba per lembar saham. Unsurunsur yang menjadi bagian
pembentuk laba adalah pendapatan dan biaya. Dengan mengelompokkan
unsur-unsur pendapatan dan biaya, akan dapat diperoleh hasil
pengukuran laba yang berbeda antara lain: laba kotor, laba operasional,
laba sebelum pajak, dan laba bersih.
Pengukuran laba bukan saja penting untuk menentukan prestasi
perusahaan tetapi penting juga penting sebagai informasi bagi
pembagian laba dan penentuan kebijakan investasi. Oleh karena itu, laba
menjadi informasi yang dilihat oleh banyak seperti profesi akuntansi,
pengusaha, analis keuangan, pemegang saham, ekonom, fiskus, dan
sebagainya. Hal ini menyebabkan adanya berbagai definisi untuk laba.
7.1.2 Tujuan praktikum
1. Untuk mengetahui cara membuat laba rugi
2. Untuk lebih memahami bagaimana cara membuat keuangan

7.1.3 alat yang di gunakan


1. Pulpen
2. Buku
3. Laptop
4. Kalkulator
5. HP
6. PC + Software Ms. Word dan Ms. Excel
7.1.4 prosedur praktikum
1. Langkah pertama yaitu Membuat Jurnal
2. Kemudian Memposting Jurnal ke Buku Besar
3. Selanjutnya Menyusun Laporan Laba-Rugi
4. Dan Menyusun Laporan Perubahan Modaljenis laporan yang
disajikan (neraca) dan periode, setelah itu di bawahnya memuat 3

50
komponen pokok yaitu aktiva lancer, aktiva tetap, kewajiban dan
ekuitas

7.2 LANDASAN TEORI


Neraca pada umumnya, menyajikan aktiva dan kewajiban perusahaan.
Namun tidak berarti neraca memuat informasi yang lengkap dan terkini tentang
seluruh sumber daya ekonomi dan kewajiban peusahaan. Pilihan untuk memuat
suatu informasi kedalam laporan keuangan seringkali merupakan trade-off
antara relevansi dan keandalan. Neraca selama ini sering dikritik karena
dianggap terlalu mengutamakan keandalan dengan mencatat aktiva pada biaya
histories dan bukannya pada nilai pasar. Namun dengan segala keterbatasannya,
neraca tetap merupakan laporan keuangan yang penting. Pada kenyataannya
laporan laba rugi dan arus kas dapat dikatakan memberikan informasi yang
menjelaskan perkiraan-perkiraan neraca. Laporan laba rugi menyajikan laporan
yang rinci tentang perubahan tahunan laba ditahan dan laporan arus kas
menjelaskan secra rinci penyebab dari perubahan arus kas.
Salah satu laporan keuangan utama yang disiapkan oleh para akuntan
adalah neraca yang menunjukkan status keuangan entitas bisnis pada waktu
tertentu. Neraca kadang-kadang disebut juga sebagao laporan posisi keuangan
yang melaporkan aktiva, kewajiban, dan ekuitas pemegang saham perusahaan
bisnis pada suatu tanggal tertentu. Neraca memiliki bagian-bagian yang
seimbang. Sisi kiri memuat aktiva yang mencerminkan sumberdaya yang
dimiliki perusahaan. Sedangkan sisi kanan memuat kewajiban dan ekuitas
pemilik yang mencerminkan klaim terhadap sumberdaya yang dimiliki
perusahaan. Kesembangan dari persamaan neraca atau sisi kiri dan kanan tidak
dapat diubah oleh transaksi apapun. Seoarang akuntan yang menyusun sebuah
neraca yang tidak seimbang mengetahui bahwa suatu kesalahan klerikal telah
terjadi. Dengan melihat apa yang termuat dalam sisi kiri dan kanan neraca maka

51
neraca dapat juga membantu meramalkan jumlah, waktu, dan ketidakpastian
arus kas dimasa yang akan datang.
a.Kegunaan Neraca
Dengan menyediakan informasi mengenai aktiva, kewajiban dan ekuitas
pemegang saham, neraca merupakan dasar untuk menhitung tingkat
pengembalian dan mengevaluasi struktur modal perusahaan. Dalam hal ini
neraca dapat dimanfaatkan untuk menganalisis likuiditas, solvabilitas dan
fleksibilitas keuangan perusahaan.
1) Likuiditas, menunjukkan jumlah waktu yang diperkirakana akan
dibutuhkan sampai suatu aktiva terealisasi atau sebaliknya dikonversi
menjadi kas atau sampai kewajiban dibayar. Kreditor sangat
berkepentingan dengan ratio likuiditas jangka pendek, seperti ratio kas
terhadap kewajiban jangka pendek, karena ratio ini mengindikasikan
apakah perusahaan akan memiliki sumberdaya untuk melunasi
kewajiban lancarnya dan ayang segera jatuh tempo. Demikian juga,
pemegang saham menggunakan likuiditas untuk mengevaluasi
kemungkinan deviden tunai, atau pembelian kembali saham. Secara
umum, semakin tinggi likuiditas, semakin kecil resiko kegagalan
perusahaan.
2) Solvabilitas, mengacu pada kemampuan perusahaan untuk mebayar
hutang hutangnya pada saat jatuh tempo. Sebagai contoh, jika sebuah
perusahaan memiliki hutang jangka panjang yang tinggi relative
terhadap aktiva, maka perusahaan ini mwmiliki solvabilitas (solvency)
yang lebih rendah disbanding perusahaan sejenis dengan hutang jagka
panjang yang rendah. Solavabilitas yang rendah mengindikasikan bahwa
perusahaan relative lebih beresiko karena aktivanya akan diperlukan
untuk membayar kewajiban tetap ini.
3) Fleksibilitas keuangan. Likuiditas dan solvabilitas mempengaruhi
fleksibilitas entitas yaitu kemampuan perusahaan mengambil tindakan

52
yang efektif untuk mengubah jumlah dan penetapan waktu arus kas
sehingga bisa bereaksi terhadap kebutuhan dan peluang yang tak
terduga. Sebuah perusahaan yang memiliki banyak hutang menjadi tidak
fleksibel secara keuangan, mungkin memiliki sumber kas yang terbatas
atau tidak sama sekali untuk membiayai ekspansi atau melunasi hutang
yang telah jatuh tempo. Sementara sebuah peusahaan yang mempunyai
tingkat fleksibilitas keuangan yang tinggi akan lebih mampu melalui
periode yang buruk, memulihkan diri dari krisis, dan memanfaatkan
peluang investasi yang tak terduga dan menguntungkan. Secara umum
semakin tinggi fleksibilitas keuangan, semakin kecil resiko kegagalan
perusahaan.
b. Keterbatasan Neraca
Meskipun memilki banyak manfaat, neraca memiliki beberapa
keterbatasan serius. Pemakai eksternal sering kali perlu mengetahui
nilai sebuah perusahaan. Namun neraca secara umum tidak
mencerminkan nilai saat ini dari suatu usaha. Rasio yang disukai
antara para pemain di bursa efek adalah rasio buku terhadap pasar
(book-to-market ratio) dihitung sebagaia total nilai buku modal biasa
(total book value of common equity) dibagi dengan total nilai pasar
modal biasa (total market value of common equity). Rasio ini
mencerminkan perbedaan antara nilai neraca sebuah perusahaan dan
nilai pasar actual perusahaan. Biasanya rasio ini selalu berkisar kurang
dari satu karena banyak aktiva dilaporkan pada biaya historis. Selain
itu karena laporan keuangan laba-rugi dan neraca saling berhubungan,
maka tidaklah mengejutkan jika neraca memiliki banyak keterbatasan
yang sama dengan laba-rugi. Berikut adakah keterbatasan penting dari
neraca :
1) Biaya historis. Sebagian besar aktiva dan kewajiban dicatat
pada biaya histories atau harga perolehan. Akibatnya,

53
informasi yang dilaporkan dalam neraca memiliki reliabilitas
yang lebih tinggi di satu sisi, namun disisi lain dikecam karena
nilai wajar saat ini yang lebih releven tidak dilaporkan.
2) Pertimbangan dan estimasi yang digunakan untuk menentukan
berbagai pos yang dilaporkan dalam neraca. Misalnya masa
manfaat suatu aktiva, Jumlah piutang yang tak tertagih, Jumlah
beban garansi yang harus dicadangkan dan lain-lain.
3) Aktiva tidak berwujud. Sumberdaya manusia yang handal,
produk yang unggul, pelayanan yang irma terhadap pelanggan
ini jelas merupakan aktiva penting bagi perusahaan, namun
neraca tidak dapat melaporkan karena tidak bisa dicatat atau
diukur secara objektif.
4) Nilai tukar. Sebuah masalah yang berhubungan dengan neraca
adalah ketidakstabilan nilai tukar yang mengakibatkan tidak
dapat dipertahankannya daya beli yang konstan, sementara
sumberdaya dan ekuitas pada neraca tidak disesuaikan terhadap
perubahan didalam daya beli dari unit pengukuran.
5) Komparabilitas. Keterbatasan lain dari neraca juga
berhubungan dengan kebutuhan untuk bisa dibandingkan
(comparability), yaitu bahwa tidak semua perusahaan
mengklasifikasikan dan melaporkan semua unsure neracanya
dengan cara yang sama. Misalnya Klasifikasi judul dan
perkiraan yang beragam. Perbedaan semacam ini membuat
perbandingan menjadi sulit dan mengurangi nilai potensial
analisis neraca.
c. Klasifikasi Neraca
Walaupun tidak ada kategori standar, secara umu kerangka
penyusunan neraca diklassifikasikan sebagai bagian lancer (current)
atau jangka pendek (short term) dan tidak lancar (non current) atau

54
jangka panjang (long term). Perkiraa-perkiraan dalam neraca
dicantumkan menurut kategori utama sebagai aktiva, kewajiban dan
ekuitas pemegang saham. Neraca yang berklsifikasi mengelompokkan
perkiraan perkiraan ke dalam subkategori untuk membantu pembaca
mendapatkan perspektif tentang posisi keuangan perusahaan dengan
cepat. Aktiva biasanya diklasifikasikan dalam dua kelompok yaitu
aktiva lancer dan tidak lancar. Kewajiban diklasifikasikan dalam :
hutang jangka pendek (lancar) dan hutang jangka panjang. Bagi
kebanyakan perusahaan, lancer berarti tidak lebih dari satu tahun,
sedang tidak lancar berarti lebih dari satu tahun. Dengan demikian,
aktiva dan kewajiban lancar adalah aktiva yang diharapkan dapat
digunakan dan kewajiban yang diharapkan dapat dibayar dalam waktu
tidak lebih dari satu tahun. Jika lebih dari satu tahun diklasifikasikan
sebagai tidak lancar atau jangka panjang. Setelah aktiva dan kewajiban
diklasifikasikan, selisihnya dapat ditentukan. Selisih aktiva lancar dan
kewajiban lancar disebut modal kerja (working capital). Modal kerja
adalah cadangan likuid yang tersedia untuk memenuhi kebutuhan
keuangan masa depan. Pengklasifikasian aktiva dan kewajiban
menjadi dua kategori yaitu lancar dan tidak lancar, kadangkala bersifat
arbiter dan subjektif. Para pemakai laporan keuangan dapat merancang
aturan pembagian kategori yang berbeda. Misalnya beberapa pemakai
tidak memasukkan persediaan ketika mengevaluasi posisi modal kerja
perusahaan. Pada dasarnya pemakai laporan keuangan memiliki
kebebasan untuk menyusun dengan cara yang mereka inginkan.
Walaupun terdapat unsur subjektivitas dalam klasifikasi lancar dan
tidak lancar, namun kepopulerannya sebagai indikator likuiditas
menunjukkan bahwa klasifikasi ini dapat memenuhi kebutuhan para
pemakai dalam pengambilan keputusan.

55
7.3 HASIL PENGOLAHAN DATA
Tabel 7.1 Neraca
PT . AM M AR ABAD I
N ERAC A
3 1 SEPTEM BER 2 0 19

KODE
NAMA AKUN JUMLAH TOTAL
AKUN
100 AKTIVA -
110 AKTIVA LANCAR -
111 KAS 184.675.000
112 BANK 250.000.000
113 PERSEDIAAN BARANG DAGANG 151.400.000
114 PIHUTANG -

Jumlah Aktiva Lancar 586.075.000

56
140 AKTIVA TETAP -
141 PERALATAN TOKO 201.000.000
142 GUDANG -
143 TANAH 150.000.000
144 BANGUNAN 250.000.000
145 KENDARAAN 300.000.000
146 AKUMULASI PENYUSUTAN BANGUNAN -
147 AKUMULASI PENYUSUTAN PERALATAN KANTOR -
148 AKUMULASI PENYUSUTAN KENDARAAN -
149 PERIJINAN -
150 PENELITIAN DAN PENGKAJIAN -
151 AKUMULASI AMORTISASI -

Jumlah Aktiva Tetap 901.000.000


TOTAL AKTIVA 1.487.075.000
200 KEWAJIBAN -
210 HUTANG BANK -
211 HUTANG DAGANG -

Jumlah Kewajiban -
300 EKUITAS -
310 MODAL 1.450.000.000
311 LABA DITAHAN -
312 LABA BERSIH 37.075.000

Jumlah Ekuitas 1.487.075.000


TOTAL KEWAJIBAN DAN EKUITAS 1.487.075.000

7.4 PEMBAHASAN
Pada tabel neraca PT. AMMAR ABADI diatas kita dapat melihat jumlah
aktiva lancar sebesar Rp.586.075.000,- dan jumlah aktiva tetap sebesar Rp.
901.000.000,- jadi jika ditambahkan antara aktiva lancar dan aktiva tetap maka
total aktiva sebesar Rp.1.487.075.000,-. Jumlah kewajiban sebesar Rp. 0,- karena
telah dbayar keseluruhan dan jumlah ekuitas sebesar Rp.1.487.075.000,-. Jadi,
jika semuanya ditambahkan maka totalnya sebesar Rp.1.487.075.000,-

57
58
BAB VIII

KESIMPULAN DAN SARAN

8.1KESIMPULAN
8.1.1 Kode Akun
Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
pada tabel diatas jumlah yang muncul pada sisi debet dan kredit sama
seperti yang tampak pada tabel diatas di mana sisi debet jumlahnya Rp
1.750.000.000,- sama dengan sisi kredit yang jumlahnya Rp
1.750.000.000,-
8.1.2 Kode Bantu
Berdasarkan hasil pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa
pada tabel kode bantu tidak terdapat sisi debet dan sisi kredit dan hanya
mengcantumkan saldo awal yang diisi dengan nilai atau harga dari barang
atau harta yang dimiliki seperti persediaan barang dagangan, piutang dan
peralatan-peralatan kantor.
8.1.3 Jurnal Umum
Berdasarkan hasil pembahsan diatas dapat disimpulkan bahwa pada
table diatas terjadi 1 transaksi pada periode September 2019 yang tercatat
terurut sesuai dengan tanggal terjadinya transaksi.
8.1.4 Buku Besar
Buku besar adalah pencatatan semua perubahan yang terjadi karena
adanya transaksi. Jadi pada tabel diatas berisi semua transaksi yang
mempengaruhi jumlah kas, barang dagangan, pihutang, peralatan toko,
penjualan barang dagangan, HPP barang dagangan, modal, kendaraan,
biaya-biaya dan beban, baik itu bertambah atau berkurang yang dicatat
pada sisi debit ataupun kredit yang kemudian akan mempengaruhi saldo.

59
8.1.5 Neraca Lajur
Kesimpulannya Neraca lajur merupakan suatu landasan untuk
memeriksa dimana rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan
disusun menurut cara yang sesuai dengan penyusunan rekening dalam
laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan
prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah
dilaksanakan seluruhnya. Dengan neraca lajur kita dapat pula melihat
keuntungan dan kerugian yang diderita oleh suatu perusahaan. Dari tabel
diatas dapat dilihat bahwa PT. AMMAR ABADI pada periode September
2019 mengalami keuntungan bersih sebesar Rp. 37.075.000,-

8.1.6 Laba Rugi


Pada Praktikum laba rugi merupakan sebuah jurnal yang digunakan
untuk mencatat pendapatan, HPP barang dagangan, dan juga biaya
operasional. Jadi jumlah pendapatan dalam 1 periode adalah Rp.
198.675.000 , jumlah HPP sebesar 161.100.000, dan biaya operasional
yang dikeluarkan yaitu sebesar Rp. 500.000 dan laba bersih yang diperoleh
yaitu Rp. 37.075.000.-

8.1.7 Neraca
Pada tabel neraca PT. AMMAR ABADI diatas kita dapat melihat
jumlah aktiva lancar sebesar Rp.586.075.000,- dan jumlah aktiva tetap
sebesar Rp. 901.000.000,- jadi jika ditambahkan antara aktiva lancar dan
aktiva tetap maka total aktiva sebesar Rp.1.487.075.000,-. Jumlah
kewajiban sebesar Rp. 0,- karena telah dbayar keseluruhan dan jumlah
ekuitas sebesar Rp.1.487.075.000,-. Jadi, jika semuanya ditambahkan maka
totalnya sebesar Rp.1.487.075.000,-

60
8.2 SARAN
Untuk meningkatkan pendidikan kepada mahasiswa, penulis menyarankan
beberapa saran, diantaranya :
a. Sebaiknya fasilitas di lab di perbaiki khususnya komputer yang telah rusak,
atau dig anti agar setiap praktek semua praktikan bsa mnggunakan komputer.
b. Sebaiknya sebelum melakukan praktikum,mahasiswa dapat memahami
materi praktikum agar tidak terjadi masalah ketika praktikum berlangsung.

61
DAFTAR PUSTAKA

https://anikwahyuningsih.blogspot.com/2013/11/daftar-nama-perkiraan-
akun-dan-istilah.html

https://catatanlogi.com/kode-akun-akuntansi/

https://manajemenkeuangan.net/cara-mudah-belajar-akuntansi-dasar/

https://www.akuntansilengkap.com/akuntansi/inilah-pengertian-fungsi-
bentuk-dan-contoh-buku-besar-

62