Anda di halaman 1dari 3

MEMBERIKAN OKSIGEN PADA PASIEN

Kode Nomor : 012/ KPRWT No. Revisi : 05 Halaman : 1/2


Ditetapkan :

SPO
Tanggal Terbit : 08 / 10 / 2020
Profesi
dr. Khairina, MARS
Direktur
PENGERTIAN Memberikan oksigen pada pasien adalah kegiatan untuk memberikan dan memasukkan oksigen
kedalam paru-paru melalui saluran pernapasan dengan menggunakan alat bantu (kanul nasal atau
masker oksigen) pada gangguan sistem pernapasan.
TUJUAN 1. Sebagai acuan dalam memberikan oksigen kepada pasien
2. Mencegah terjadinya insiden keselamatan pasien dalam melakukan tindakan memberikan
oksigen
KEBIJAKAN Peraturan Direktur Rumah Sakit Hermina Bekasi Nomor 179/KEP-DIR/RSHBKS/IV/2020 tentang
Asuhan dan Pelayanan Pasien di Rumah Sakit Hermina Bekasi
PROSEDUR Perawat :
1. Lakukan identifikasi pasien baik secara verbal ataupun visual
2. Inspeksi tanda dan gejala pada pasien yang berhubungan dengan hipoksia
dan adanya sekresi pada jalan nafas
3. Jelaskan pada pasien atau keluarga tentang tindakan yang akan dilakukan
4. Siapkan dan dekatkan peralatan yang dibutuhkan sebagai berikut :
a. Tabung oksigen (untuk instalasi yang tidak mempunyai O2 sentral) dan dipastikan
cukup oksigen yang tersisa di tabung
b. Flowmeter, manometer dan humidifier
c. Nasal kanula, kateter nasal, masker oksigen (sesuai kebutuhan)
d. Air aquabidest/air steril untuk isi tabung humidifier
5. Lakukan cuci tangan.
6. Lakukan cek fungsi tabung oksigen dengan cara buka kunci tabung atau
kunci flowmeter kearah kiri lalu putar flowmeter sesuai dengan kebutuhan oksigen yang
diperlukan dan rasakan aliran oksigen yang keluar dari ujung kanul oksigen pada punggung
tangan perawat, lihat air pada humidifier bergelembung yang menunjukkan tabung oksigen
berfungsi dengan baik
7. Atur posisi pasien sesuai dengan kebutuhan rasa nyaman pasien dan tidak
mengganggu aliran oksigen (disarankan semi fowler)
8. Berikan oksigen sesuai dengan metode pemberian sebagai berikut :
a. Menggunakan nasal kanula atau selang oksigen
1) Letakkan ujung kanul/ kateter nasal kedalam lubang hidung hingga pas dan nyaman
bagi pasien
2) Fiksasi agar selang okasigen tidak mengganggu gerak pasien dengan mengaitkan
selang melewati atas telinga lalu kebelakang telinga hingga keleher.
3) Alirkan oksigen 1-6 liter/menit atau sesuai instruksi dokter
b. Menggunakan masker oksigen
1) Pasang masker menutupi hidung dan mulut, kemudian ikatkan tali masker dibelakang
kepala melewati atas telinga

* DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RUMAH SAKIT HERMINA BEKASI SECARA TERTULIS *
Halaman 1
MEMBERIKAN OKSIGEN PADA PASIEN
Kode Nomor : 012/ KPRWT No. Revisi : 05 Halaman : 2/2
Ditetapkan :

SPO
Tanggal Terbit : 08 / 10 / 2020
Profesi
dr. Khairina, MARS
Direktur
2) Alirkan oksigen 6-10 liter/menit atau sesuai instruksi dokter
9. Periksa kecepatan aliran oksigen dan posisi selang oksigen/masker oksigen
setiap 8 jam dan jaga tabung humidifier selalu terisi cairan. Hindari memberikan aliran
oksigen dengan tekanan tinggi yang dapat mengakibatkan komplikasi dan overdosis pada
pasien terutama pada bayi prematur dapat mengakibatkan retrolental fibroplasia
10. Observasi pasien apakah tanda hipoksia sudah hilang dan kolaborasikan
dengan dokter jika pemberian oksigen tidak diperlukan lagi. Hindari pemberian lama tanpa
intermitten yang dapat mengakibatkan paru- paru colaps dan tidak berfungsi
11. Putar flowmeter untuk menghentikan pemberian oksigen lalu kunci tabung
oksigen dan lepaskan kanul/kateter nasal / masker oksigen dari pasien.
12. Rapikan kembali pasien dan peralatan yang telah digunakan
13. Dokumentasikan pemberian oksigen dalam formulir tindakan dan evaluasi
keperawatan.

Catatan :
SPO Profesi ini merupakan revisi dari SPO Memberikan Oksigen Pada Pasien Nomor
012/KPRWT-UMUM, revisi 04, tahun 2017
UNIT TERKAIT Rawat Jalan / IGD / Rawat Inap / Perawatan Intensif / Hemodialisa

* DILARANG MENGGANDAKAN DOKUMEN INI TANPA SEIZIN DIREKSI RUMAH SAKIT HERMINA BEKASI SECARA TERTULIS *
Halaman 2