Anda di halaman 1dari 11

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang
Masalah Sampah merupakan salah satu permasalahan yang patut untuk diperhatikan.
Sampah merupakan bagian yang tidak dapat terpisahkan dari kehidupan manusia, karena pada
dasarnya semua manusia pasti menghasilkan sampah. Sampah merupakan suatu buangan yang
dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. Volume peningkatan sampah sebanding dengan
meningkatnya tingkat konsumsi manusia.
Manusia sebagai individu maupun sebagai warga masyarakat mempunyai kebutuhan
yang bersifat individual maupun kolektif, sehingga selalu ada upaya untuk memenuhi
kebutuhan tersebut. Aktifitas manusia dalam upaya mengelola sumber daya untuk memenuhi

kebutuhan hidupnya semakin beragam seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk.


Pertumbuhan jumlah penduduk telah mengakibatkan perubahan yang besar terhadap
lingkungan hidup. Jumlah penduduk di Kabupaten Sumbawa barat semakin meningkat dari
tahun ketahun. Berdasarkan data BPS, diketahui bahwa jumlah penduduk Kabupaten Sumbawa
barat pada tahun 2010 tercatat 114.951 jiwa dan meningkat menjadi 457.671 jiwa pada tahun
2019. Peningkatan jumlah penduduk tersebut sebanding dengan peningkatan jumlah konsumsi
yang mempengaruhi besarnya peningkatan volume sampah di Kabupaten sumbawa.
B. Rumusan masalah
1. Apa yang dimaksud dengan pencemaran sampah?
2. Bagaimanakah pengaruh sampah terhadap lingkungan khususnya di kabupaten
Sumbawa barat?
3. Apa yang menjadi kendala pemerintah kabupaten Sumbawa barat dalam pengelolaan
sampah?
4. Apa saja tindakan yang dapat Dilakukan Untuk Menanggulangi Sampah?

1
C. Tujuan penulisan
1. Untuk mengetahui definisi dari sampah
2. Untuk mengetahui Pengaruh sampah terhadap lingkungan sekitar kabupaten
Sumbawa.
3. Untuk mengtahui kendala-kendala yang pemerintah kabupaten Sumbawa dalam
menangani masalah pencemaran sampah.
4. Untuk mengetahui upaya-upaya yang telah dilakukan oleh pemerintah kabupaten
Sumbawa dalam menangani masalah sampah.

2
BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi sampah
Permasalahan lingkungan saat ini ada di berbagai tempat. Permasalahan itu
menyangkut pencemaran, baik pencemaran tanah, air, udara dan suara. Pencemaran
tersebut diakibatkan oleh aktivitasmanusia. Pencemaran tanah misalnya, banyaknya
sampah yang tertimbun di tempat sampah, apabila tidak ditangani dengan baik akan
menurunkan tingkat kesehatan masyarakat.
Berdasarkan SK SNI Tahun 1990, sampah adalah limbah yang bersifat padat
terdiri dari zat organik dan zat anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus
dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.
Menurut definisi World Health Organization(WHO) sampah adalah sesuatu yang
tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang yang berasal
dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2006).
Undang-Undang Pengelolaan Sampah Nomor 18 tahun 2008 menyatakan
sampah adalah sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau dari proses alam yang
berbentuk padat.
Azwar (1990) mengatakan yang dimaksud dengan sampah adalah sebagian dari
sesuatu yang tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang harus dibuang yang
umumnya berasal dari kegiatan yang dilakukan manusia (termasuk kegiatan industri)
tetapi bukan biologis karena kotoran manusia (human waste) t idak termasuk
kedalamnya.

Jadi sampah merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber
aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.

B. Pengaruh pencemaran sampah terhadap lingkungan di kabupaten Sumbawa


barat.
1. Pengeruh pencemaran sampah terhadap kesehatan

3
Dampak pencemaran sampah terhadap kesehatan sanagat besar kerena lokasi
dan pengolaha sampah yang kurang memadai merupakan tempat yang cocok bagi
beberapa organisme yang berpotensi untuk menimbulkan berbagai macam penyakit.
Penyakit yang ditimbulkannya antar lain penyakit diare, infeksi saluran pernapasan,
penyakit kulit dan lain-lain.
Di kabupaten Sumbawa sendiri kasus infeksi akut pada saluran bagain atas
(ISPA) menduduki posisi teratas dari tingkat 10 jenis penyakit lainya dengan jumlah
kasus 27.218 jiwa pada tahun 2008 dan akan terus meningkat pada tiap tahunnya. Dan
salah satu penyebab utamanya yaitu bau yag di timbulkan dari sampah dan pembakaran
sampah yang di lakukan oleh masyarakat sekitar. Salah satu contonya di daerah
kuburan lingkungan tanakakan.

2. Pengaruh terhadap keadaan social dan ekonomi


Dampaknya akan membentuk lingkungn yang kurang menyenagkan bagi
masyarakat, bau yang tidak sedap dan pemandangan yang buruk kerena sampah yang
bertebaran di mana-mana. Salah satu kawasan di Sumbawa yaitu sampah di kawasan
poto tano dan di kawasan gili kenawa yang di dominasi oleh sampah plastic.
Apabila dibiarkan dan tidak dikelola denagan baik dapat menjadi ancaman yang
serius bagi kelestarian dan kelangsungan kawasan wisata gili ballu dan menjadi
ancaman bagi kawasan pariwisata lainya. Karena pariwisata merupakan salah satu
pendongkrak perekonomian dari suatu wilayah. Sebaliknya apabila sampah dikelola
dengan baik, sampah memiliki nilai potensial dan nilai ekonomis seperti penyedian

4
lapangan kerja, peningkatan kualitas dan estetika lingkungan sehingga menjadi daya
tarik tersendiri bagi para wisatawan untuk mengunjungi pulau Sumbawa.

3. Dampak Sampah Terhadap Lingkungan


Cairan rembesan sampah yang masuk ke dalam drainase atau sungai akan
mencemari air. Berbagai organisme termasuk ikan dapat mati sehingga beberapa
spesies akan lenyap, hal ini mengakibatkan berubahnya ekosistem perairan biologis.
Penguraian sampah yang dibuang ke dalam air akan menghasilkan asam organik dan
gas-cair organik, seperti metana. Selain berbau kurang sedap, gas ini dalam konsentrasi
tinggi dapat meledak. Sampah juga penyebab banjir, karena menyumbat saluran-
saluran air, tanggul. Sehingga mengakibatkan banjir bahkan yang terparah merusak
turbin waduk. Berikut gambar sampah yang di buang di sungai, di wilayah kabupaten
Sumbawa

sungai daerah polsek taliwang

5
Sungai Sermong

Sungai di desa lampok

C. kendala pemerintah kabupaten Sumbawa barat dalam pengelolaan sampah


Bupati Sumbawa dalam sambutannya yang di sampaikan asisten perekonomian
dan pembangunan pada 21 februari 2018 dihalaman kantor setempat. menjelaskan
bahwa sampah me rupakan momok permasalahan terbesar bagi seluruh lapisan
masyarakat .menurutnya, ada beberapa kendala terkait denagn pengolahan sampah
antara lain:
1. Belum adanya regulasi tingkat daerah yang secara teknis mengatur pengelolan
sampah untuk kemudian diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat.

6
2. Pemkab Sumbawa dan juga daerah lain harus mengakui bahwa anggaran yang
dialokasikan untuk kepentingan pengelolaan sampah masih sangat minim.
Sehingga berdampak pada tidak optimalnya berbagai program pemerintah dalam
pengelolaan sampah. Sebab minimnya anggaran berdampak pada kurangnya
fasilitas pengelolaan sampah baik dari segi kuantitas maupun kualitas.
3. Dengan tidak adanya penindakan hukum yang tegas terhadap pihak-pihak yang
memgelola sampahnya dengan salah seperti membuangnya ke sungai, ke lahan-
lahan kosong dan prilaku salah lainnya yang dipastikan dapat berakibat buruk
kepada kebersihan dan kesehatan lingkungan.
4. Masih lemahnya lembaga-lembaga yang memiliki tupoksi pengelolaan sampah
baik milik pemerintah maupun swasta termasuk bank-bank sampah di lingkungan
masyarakat, baik pada aspek pengetahuan, modal usaha maupun koneksinya
terhadap pasar, sehingga menjadikan belum optimalnya kinerja lembaga-lembaga
tersebut.
5. Masih rendahnya tingkat pengetahuan dan kesadaran masyarakat sebagai salah satu
produsen atau penghasil sampah untuk memiliki rasa tanggung jawab dalam
mengelola sampahnya dengan baik dan benar, sehingga keberadaan sampah ini
seharusnya tidak menjadi sebuah masalah tetapi justru dapat menjadi berkah.

E . Tindakan Yang Dilakukan peemerntah kabupaten Sumbawa dalam Menanggulangi


Sampah.

Mengingat pentingnya pengelolaan sampah untuk mewujudkan pembangunan


yang berkelanjutan, Pemkab. Sumbawa melalui Dinas Lingkungan Hidup
bekerjasama dengan Tim Rumah Sakit Terapung Ksatria Air Langga Surabaya,
menggelar kegiatan workshop pengolahan sampah pada Senin pagi (22/7) di Aula H.
Madilaoe ADT Lantai 3 Kantor Bupati Sumbawa. Hadir pada acara tersebut Bupati
Sumbawa, Direktur Rumah Sakit Terapung Ksatria Air Langga Surabaya beserta tim,
Pimpinan OPD, Camat.

Bupati Sumbawa H.M. Husni Djibril, B.Sc dalam sambutannya menyambut baik
upaya yang dilakukan Dinas Lingkungan Hidup, mengingat masalah sampah di
Kabupaten Sumbawa begitu memprihatinkan. “Saya mengajak seluruh elemen

7
masyarakat untuk peduli terhadap sampah, untuk memberikan kontribusi nyata dalam
upaya penanganan sampah diwilayahnya masing-masing, dan Dinas Lingkungan
Hidup juga perlu mengawal pelaksanaan upaya penanganan sampah. Dan khusus
bagi Camat yang diwilayahnya masih terdapat pembuangan sampah di jalan raya,
harus segera melakukan koordinasi dengan pihak desa untuk merumuskan solusi
terbaik, agar tidak ada lagi sampah yang berserakan,” ucapnya.

Pada akhir sambutannya, Bupati minta kepada semua pihak, terutama instansi
terkait serta para Kepala Desa agar dapat mengikuti kegiatan ini secara serius,
menyampaikan permasalahan-permasalahan yang dihadapi selama ini, kemudian bisa
melakukan sharing pendapat dan nantinya menghasilkan suatu rekomendasi atau
solusi yang tepat untuk diaplikasikan di lapangan sehingga upaya pengelolaan
sampah di Kabupaten Sumbawa bisa ditingkatkan, sesuai dengan indikator yang telah
ditetapkan.

Sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Abdul Haris, S.Sos melaporkan dalam
kegiatan workshop akan diisi dengan berbagai demonstrasi pengelolaan sampah
menjadi sesuatu yang bernilai ekonomi, dengan peserta berjumlah 375 orang yang
terdiri dari Camat, Kepala Desa, Lurah, TP. PKK Kabupaten dan Desa, BUMN,
BUMD dan pemerhati lingkungan, KUPT Puskesmas se-Kab. Sumbawa, yang
menghadirkan narasumber Tim Rumah Sakit Terapung Ksatria Universitas Airlangga
Surabaya Hermawan Some, S.Si.

Adapun sasaran yang ingin dicapai dari kegiatan workshop adalah pentingnya
pengelolaan sampah untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Dilaporkan, dari total produksi sampah se-Kabupaten Sumbawa, bila


diporsentasikan terkait dengan kemampuan Dinas LH dalam memberikan pelayanan,
baru mencapai 17 %, sedangkan porsentasi pelayanan persampahan dari total
produksi sampah pada kecamatan yang telah diberikan pelayanan baru mencapai 33
%. Hal ini menggambarkan terdapat 67 % sampah yang tidak tertangani dari total
produksi sampah pada kecamatan yang telah diberikan pelayanan dan ada 83 %
sampah dalam wilayah Kabupaten Sumbawa yang tidak tertangani atau bertebaran
dimana-mana. Dan prosentasi yang tidak terlayani ini disebabkan oleh keterbatasan

8
anggaran dan sarana dan prasarana pendukung dalam pelayanan persampahan dan
juga persoalan sampah ini belum terbagi habis sesuai peraturan perundang-undangan
yang berlaku.

9
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan pemaparan di atas dapat disimpulkan bahwa sampah ialah material yang sudah
tidak diinginkan lagi. Sampah memiliki banyak dampak negatif bagi kehidupan. Misalnya saja bagi
kesehatan, sampah dapat menimbulkan berbagai macam penyakit dan kematian. Bagi lingkungan,
sampah juga dapat mencemari air bersih dan dapat menyebabkan banjir.

Selain itu, sampah juga memberi dampak negatif terhadap keadaan social dan ekonomi
masyarakat.Pemanfaatan sampah yang baik dan benar dapat mendatangkan banyak manfaat. Bahkan
sampah-sampah tersebut dapat kita daur ulang menjadi aneka kerajinan tangan dan sesuatu yang
berguna seperti pupuk kompos.

B.Saran

Adapun saran yang dapat penulis sampakaikan yaitu Dalam menangani masalah sampah
kabupaten Sumbawa , pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan mengenai
pembuangan sampah, dimana masalah sampah tersebut merupakan masalah lingkungan
hidup. Permasalahan lingkungan hidup buakan hanya masalah yang harus pemerintah saja
yang menyelesaikannya namun masyarakat juga memiliki peranan penting di dalamnya,
karena factor utama dari permasalahn sampah ini sendiri antara lain :

 Kurangnya kesadaran masyarakat.


 Kurangnya pengetahuan masyarakat untuk menangani masalah lingkungan.
 Keterbatasan sarana dan prasarana dari pemerintah.

Oleh karena itu dalam menagani masalah pencemaran lingkungan yang


disebabka oleh sampah pemerintah dan masyarakat harus berkerja sama dalam
menangani hal tersebut karena memingat masalah persoalaan sampah merupakan salah
satu masalah serius yang mengancam ketidak seimbangan ekosistem.

10
Daftar Pustaka

https://www.suarantb.com/sumbawa.barat/2019/02/267790/Minim.Anggaran,Penan

ganan.Sampah.di.KSB.Belum.Maksimal

https://www.academia.edu/17891800/Makalah pencemaran-sampah

http://pulausumbawanews.net/index.php/2018/02/22/pemda-ungkap-lima-hal-

terkait-pengolahan-sampah/

https://media.neliti.com/media/publications/39851-ID-kebijakan-pemerintah-dalam-

pengelolaan-sampah-domestik.pdf

11