Anda di halaman 1dari 3

LAPORAN PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL

A. Identitas Konseli
Kode kasus : RZ
Jenis kelamin : Laki-laki
Agama : Islam
Kelas :X
Jurusan : IIS
Sekolah : SMA PEMB LAB UNP
Masalah yang dialami : Penyesuaian diri dengan lingkungan baru

B. Gambaran Masalah Konseli


Konseli merupakan siswa kelas X yang awal masuk sekolah menunjukkan sikap
yang baik dalam hal belajar maupun dalam hubungan sosial. Hal tersebut terlihat dari
gejala yang ditampilkan dalam belajar (beberapa guru menyampaikan konseli bagus
dalam belajar). Selanjutnya dalam hal berteman, disaat belajar kelompok maupun saat
jam istirahat, konseli selalu menunjukkan gejala yang menandai kehidupannya tidak
ada masalah yang bearti. Beberapa waktu kemudian, RZ menunjukkan sikap yang
kurang baik seperti tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru di kelas dengan izin
keluar berkali hingga sampai cabut. Saat proses belajar juga terlihat RZ tidak
menunjukkan sikap belajar yang baik (mengganggu teman, terkesan mencari-cari
perhatian). Saat guru menjelaskanpun RZ menunjukkan sikap keluar masuk tanpa ada
yang jelas dikerjakan.
Turunnya motivasi RZ dalam belajar terjadi sejak ayah dan ibunya sakit. RZ saat
ini tidak tinggal bersama orangtuanya namun tinggal bersama pamannya. Kondisi
tersebut terjadi karena paman memandang RZ bisa dibina untuk menjadi penerusnya di
profesi Polisi. Pertimbangan lain paman memutuskan mengajak RZ tinggal bersamanya
karena persaingan jadi polisi semakin ketat sehingga butuh persiapan yang jauh lebih
banyak juga terutama berkaitan dengan persiapan fisik, mental dan hal lain yang terkait.
RZ dibina selama tiga tahun sama dengan lamanya menempuh pendidikan di SMA.
Selepas dari SMA, RZ dalam prediksi pamannya telah memiliki persiapan yang sesuai
dengan tuntutan jadi polisi sehingga peluangnya juga besar.
Ditengah persiapan jadi polisi, RZ mengalami kendala tersendiri tinggal bersama
pamannya. Disamping kondisinya yang tidak memiliki waktu seperti yang seleluasa
temannya juga ada pandangan bahwa RZ adalah kemenakan yang tinggal dengan
paman yang kaya harta, bekerja sebagai polisi dengan istri dokter tentunya juga
memiliki banyak uang jajan sehingga tidak jarang teman-temannya memintanya
membayarkan jajan teman-temannya.
Menyikapi permintaan teman-temannya, RZ memandang hal tersebut terjadi
karena temannya memang tidak ada uang. Waktu berlalu, jumlah teman-temannya yang
meminta RZ membayar makanan yang mereka makan semakin banyak, sehingga RZ
pun menyampaikan tidak bersedia. Respon menolak yang ditampilkan RZ disambut
olok-olok oleh teman-teman RZ sehingga RZ membuat tidak nyaman. Kepada teman-
teman RZ yang membuat RZ sangat tidak nyaman, terpaksa RZ membayarkan juga. RZ
mengungkapkan sikap yang ditampilkan teman-temannya berbeda dengan sewaktu
LAPORAN PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL

sekolah di Jakarta. RZ juga merasa bersemangat belajar di sekolah karena pulang dan
pergi sekolah bertemu orangtua.
Respon yang ditampilkan RZ dalam belajar mulai tidak baik, mulai dari keluar
masuk saat proses belajar berlangsung juga beberapa kali melakukan pelanggaran
disiplin yaitu cabut. RZ cabut lalu pergi ke kost temannya untuk sekedar baring-baring
kadang sampai tertidur. Di jam pulang sekolah, RZ juga meninggalkan kost temannya
lalu pulang berbarengan dengan teman-temannya pulang sekolah.

C. Hubungan Awal
Konseli datang karena diundang oleh guru BK, yang sebelumnya konseli sudah
mengenal guru BK karena rutin sekali seminggu melakukan bimbingan klasikal di kelas
konseli.

D. Pengkajian Keadaan Awal


1. Dikaji kondisi konseli yang keluar masuk saat jam belajar, konseli
menyampaikan tidak fokus belajar karena ada yang mengganggu pikirannya.
2. Dikaji hal yang menjadi pikiran konseli terungkap bahwa konseli memikirkan
kondisi orangtuanya di pulau Jawa yang sedang sakit namun dia hanya bisa tahu
ceritanya.
3. Dikaji hubungan konseli dengan keluarganya terungkap bahwa konseli anak
pertama dari dua bersaudara yang keluarganya tinggal di pulau Jawa, sementara
dalam masa bersekolah saat ini konseli tinggal dengan paman jauh dari pihak
orangtua perempuan yang berprofesi sebagai dokter. Berdasarkan analisis yang
dilakukukan diperoleh informasi bahwa konseli di ajak pamannya untuk tinggal
bersamanya di Padang sembari persiapan masuk AKPOL.
4. Dikaji hal-hal lain yang mengganggu pikirannya terungkap bahwa konseli awal
masuk pernah membayar makan temannya yang menyampaikan sedang tidak
bawa uang. Namun setelah itu teman yang lainnya juga beberapa kali minta
dibayarkan di hari berikutnya. Kondisi tersebut masih berlanjut hingga konseli
hari bercerita konseli.
5. Dikaji respon yang ditampilkan konseli saat temannya minta dibayarkan jajanan,
konseli menyampaikan pernah menyampaikan tidak bersedia karena uangnya
juga terbatas, namun temannya merespon tidak percaya dengan respon yang
disampaikan RZ, buktinya teman yang lain dibayarkan dan anak seorang polisi
yang tinggal dirumah besar tidak mungkin tidak punya uang.
6. Dikaji respon yang ditampilkan konseli ketika temannya menyampaikan hal
tersebut di atas, terungkap bahwa konseli sudah menjelaskan bahwa uang
jajannya dari orangtuanya di Jawa dan rumah tersebut hanya menumpang selama
SMA dan wali yang sekaligus mengajari pendidikan dasar.
7. Dikaji respon yang ditampilkan konseli menanggapi respon temannya terungkap
bahwa konseli tidak nyaman dengan omongan teman-temannya dan masih sering
membelajakan temannya tersebut.
LAPORAN PELAKSANAAN KONSELING INDIVIDUAL

8. Dikaji kembali gejala yang ditunjukkan RZ dalam belajar yang tidak baik
terungkap bahwa teman-teman dekatnya terkadang mengajak tidak masuk setelah
jam istirahat.
9. Dikaji hal yang dilakukan konseli ketika tidak kembali sekolah setelah jam
istirahat terungkap bahwa konseli dan teman-temannya tidur di kos senior
kelasnya.

E. Penetapan Apa yang perlu di ubah


1. Komunikasi menyampaikan ketidaksetujuan
2. Kemampuan membina hubungan sosial yang positif
3. Motivasi berprestasi yang rendah

F. Tujuan Perubahan
1. Agar konseli memiliki kemampuan mengkomunikasian ketidaksetujuan terhadap
sikap dan perilaku temannya
2. Agar konseli memiliki kemampuan membina hubungan sosial yang positif.
3. Meningkatnya motivasi berprestasi konseli

G. Rencana Usaha Mencapai Tujuan


1. Konseli memahami kondisi dirinya baik secara fisik dan psikologis. Secara fisik
konseli menyadari bahwa perlu menerima dirinya secara efektif dan
menggunakannya untuk kegiatan positif. Secara psikologis, konseli menerima
dirinya dan kemampuan membina hubungan sosial yang positif.
2. Konseli menerima keadaan tersebut dan menganalisis sumber masalah yang
dirasakan.

H. Infusi konsep agama


1. Husnuzon
Rasionalnya : konseli saat ini memiliki pandangan yang keliru tentang
masalahnya.
2. Bersyukur
Rasionalnya : konseli perlu mensyukuri situasi yang terjadi padanya.