Anda di halaman 1dari 7

Skoring, Interpretasi, dan Administrasi Tes

MMPI Menurut Ahli


Lina Kato 10/15/2015   Tes Inventori
Skoring, Interpretasi, dan Administrasi Tes MMPI Menurut Ahli - MMPI adalah salah satu
tes pertama yang mengembangkan skala-skala untuk mendeteksi apakah responden menjawab
dengan cara yang akan membuat hasilnya secara keseluruhan tidak valid. Meta analisa terhadap
studi-studi tentang skala validitasnya secara umum menunjukkan bahwa mereka mampu
mendeteksi kepura-puraan secara efektif. Strategi yang paling efektif adalah kemampuan skala F
untuk mendeteksi overreporting patologi. Skala K, meskipun masih berguna, sedikit kurang
efektif dalam mendeteksi underreporting (R. Baer, Wetter, & Berry, 1992; Putzke, Williams,
Daniel, & Boll, 1999).

1. Skala ? (Cannot Say/Cs)


Skala ? (Cs) bukan benar-benar sebuah skala formal tetapi sekadar mempresentasikan jumlah
item yang dibiarkan tak terjawab pada lembar profil. Kegunaan mencatat total jumlah pertanyaan
yang tak terjawab adalah memberikan salah satu di antara beberapa indeks validitas.

2. Skala F (Infrequency)
Skala F (infrequency) mengukur sejauh mana seseorang menjawab dengan cara yang
menyimpang. Item-item skala F MMPI dan MMPI-2 di seleksi berdasarkan dukungan
(endorsement) oleh kurang dari 10% populasi. Jadi, dari segi definisi statistik, mereka
merefleksikan cara berpikir yang non-konvensional.

3. Skala Fb (F back) (MMPI-2); F1 dan F2 (MMPI-A)


Keempat puluh item Fb MMPI-2 dirancang untuk mengidentifikasi cara merespons “fake-bad”
(pura-pura sakit) untuk 197 item terakhirnya. Hal ini mungkin penting karena skala F tradisional
didapatkan dari beberapa item yang diperoleh dari apa yang sekarang merupakan 370 pertanyaan
pertama pada MMPI-2. Tanpa skala Fb, tidak akan ada pengecekan pada validitas beberapa item
selanjutnya.
4. Skala Fp (Infrequency-Psychopathology)
Oleh karena skala F biasanya terelevasi pada pasien-pasien psikiatrik, seringkali sulit untuk
membedakan antara para penyandang psikopatologi sejati dengan mereka yang memiliki sedikit
patologi, tetapi berpura-pura sakit. Hal ini terutama terjadi jika psikopatologinya cukup berat.

5. Fake Bad Scale (FBS)


Fake Bad Scale (FBS) dikembangkan dengan harapan bahwa skala ini akan dapat mendeteksi
pihak yang mengajukan tuntutan cedera pribadi yang membesar-besarkan masalahnya (Less-
Haley, English, & Glenn, 1991).

6. Skala L (Lie Scale)


Skala Lie (kebohongan) terdiri atas 15 item yang mengindikasikan sejauh mana seorang klien
berusaha mendeskripsikan dirinya dengan cara positif yang tidak realistis. Jadi, mereka yang
mendapat skor tinggi mendeskripsikan dirinya secara terlalu besar perfeksionistik dan idealis.
Skor tinggi pada skala L (T = 65) sedangkan skor rendah pada skala L (T = 35-45).

7. Skala K (Correction)
Skala K dirancang untuk mendeteksi klien-klien yang terlalu positif dalam mendeskripsikan
dirinya. Jadi, skala ini mempunyai kesamaan dengan skala L. Akan tetapi, skala K lebih subtil
dan efektif. Individu dengan skor sedang sering kali mempunyai kekuatan ego yang baik,
pertahanan emosional yang efektif, kontak yang baik dengan realitas, dan keterampilan coping
yang sangat baik. Skor tinggi pada K (T = 65 atau 70), skor sedang pada K (T = 56-64), dan skor
rendah pada K (T = profil fake bad).

8. Skala S (Superlative)
Oleh karena efektivitas skala K dan L ditemukan hanya sedang-sedang saja dalam membedakan
orang yang pura-pura baik-baik, skala S dikembangkan dengan harapan bahwa skala bisa
mengidentifikasi dengan lebih akurat orang yang berusaha tampak selalu baik (Butcher & Han,
1995).
Skala-Skala Klinis
 Skala 1 : Hypochondriasis
 Skala 2 : Depression (D)

 Skala 3 : Hysteria (Hy)

 Skala 4 : Psychopathic Deviate (Pd)

 Skala 5 : Masculinity-Feminimity

 Skala 6 : Paranoia (Pa)

 Skala 7 : Psychasthenia (Pt)

 Skala 8 : Schizophernia (Sc)

 Skala 9 : Hypomania (Ma)

 Skala 0 : Social Introversion (Si)

image source: en.wikinoticia.com
baca juga: Pengertian, Kegunaan, dan Metode Tes MMPI
Administrasi Tes MMPI

MMPI-2 dan MMPI-A hanya memiliki satu booklet form, meskipun mereka tersedia dengan
softcover atau hardcover. Penyelesaian 370 item yang pertama pada MMPI-2 dan 350 item
pertama pada MMPI-A memungkinkan untuk penskoran beberapa skala validitas dasar dan skala
klinis standar; 197 item terakhir MMPI-2 dan 128 item terakhir MMPI-A digunakan untuk
menskor skala-skala suplementer dan skala isi yang berbeda. Untuk individu yang mempunyai
kesulitan khusus, sebuah form/bentuk
individual (Box) dan sebuah bentuk rekaman suara telah dikembangkan. Form Box paling cocok
bagi individu yang mengalami kesulitan konsentrasi dan/atau membaca. Masing-masing item
diberikan pada sebuah kartu, yang subyek diperintahkan untuk menempatkannya ke dalam salah
satu di antara tiga bagian yang berbeda untuk menunjukkan respon “benar”, ”salah”, dan “cannot
say”. Bentuk rekaman suara digunakan bagi individu yang mengalami kesulitan membaca akibat
faktor-faktor seperti buta huruf, kebutaan atau afasia.

Jadi, administrasi apapun seharusnya mengikuti prosedur administrasi yang digunakan untuk
sampel normatif. Hal ini berarti memberikan instruksi yang jelas dan konsisten, memastikan
bahwa pengarahannya dipahami, memberikan pengawasan yang adekuat, dan memastikan bahwa
settingnya akan meningkatkan konsentrasi dengan membatasi suara yang menggangu dan
kemungkinan interupsi.

Interpretasi Tes MMPI

Waktu Penyelesaian
Waktu penyelesaian total untuk MMPI-2 seharusnya kira-kira 90 menit. Administrasi komputer
biasanya 15 sampai 30 menit lebih singkat (60 sampai 75 menit secara total). MMPI-A biasanya
membutuhkan waktu 60 menit, dengan komputer biasanya 15 menit lebih singkat (45 menit
secara total). Jika dibutuhkan waktu 2 jam atau lebih untuk MMPI-2 atau 1,5 jam atau lebih
untuk MMPI-A, kemungkinan adanya gangguan psikologis berat khususnya depresi atau
psikosis berat, tidak mampu memutuskan, IQ dibawah rata-rata atau kemampuan membaca yang
buruk akibat latar belakang pendidikan yang tidak adekuat, hendaya serebral. Jika klien
menyelesaikan dalam waktu kurang dari 60 menit, seharusnya dicurigai bahwa profil itu tidak
valid, ada kepribadian implusif, atau keduanya.

Menskor Jawaban Tes dan Membuat Plot Profilnya


Petunjuk khusus untuk menabulasikan skor-skor kasar MMPI-2 dan mengonversikannya menjadi
profil tersedia dalam lampiran D. Kalau tester ingin menskor atau membuat profil dari skala-
skala isi, subskala Harris-Lingoes dan subskala Si, skala-skala suplementer yang paling sering
digunakan, skala-skala klinis yang direkstrukturisasi, atau lima skala psikopatologi kepribadian,
kunci tambahan dan form profil dapat diperoleh melalui National Computer Systems. Selain
kemungkinan menskor skala-skala alternatif, klinis seharusnya mengompilasikan informasi lain,
termasuk skor IQ, riwayat yang relevan, variabel demografis, dari observasi yang didapatkan
dari langkah 1 dan 2.

Mengorganisasikan Skala-Skala dan Mengidentifikasi Tipe Kode


Mengembangkan kode-kode rangkuman (tipe kode) memberikan metode cepat untuk mencatat
hasil-hasil MMPI-2/MMPI-A. Skor-skor dapat dirangkum dengan sekadar memerinci skor-
skornya sesuai urutan kemunculannya di lembaran profil (VRIN, TRIN, L, Fb, Fp, L, K, S, 1, 2,
3 dan sebagainya) dengan skor-skor T di kanan skala-skala ini. Maksud mengkomunisasikan
skor-skor skala, skor T adalah yang seharusnya digunakan, bukan skor kasar.

Menentukan Validitas Profil


Ases validitas profil dengan mencatat pola skala-skala validitasnya. Ada sejumlah indikator yang
menunjukkan profil-profil yang tidak valid, yang dideskripsikan di bagian berikutnya. Pola-pola
dasarnya yaitu :
 Gaya defensif yang meminimalkan patologi (elevasi L, K, dan, S pada MMPI-2 dan L
dan K pada MMPI-A).
 Melebih-lebihkan patologi (elevasi F, Fb, Fp, FBS, pada MMPI-2 atau F, F1, atau F2
pada MMPI-1).

 Pola respons yang tidak konsisten (elevasi VRIN dan TRIN).


Menentukan Tingkat Penyesuaian Secara Umum
Catat jumlah skala yang di atas 65 dan elevasi relatif skala-skala tersebut. Sejauh mana F
terelevasi juga dapat menjadi indikator yang sempurna untuk tingkat patologi (dengan asumsi
bahwa skala tidak terlalu tinggi yang mengindikasikan profil yang tidak valid). Semakin banyak
elevasi relatif skala-skala ini, semakin besar pula kemungkinan individu untuk mendapatkan
kesulitan dalam melaksanakan tanggung jawab dasarnya dan mengalami ketidaknyamanan sosial
maupun pribadi.

Mendeskripsikan Gejala, Perilaku, dan Ciri-Ciri Kepribadian


Langkah ini merepresentasikan proses inti dalam interpretasi. Skor-skor dalam rentang ini pada
MMPI-A disoroti dengan shading, sehingga menunjukkan zona marginal dan transisional antara
normalitas dan patologi. MMPI-2 dan MMPI-A merupakan karakteristik yang lebih kuat dari
individu dan dengan peningkatan yang secara progresif semakin besar, cenderung
mempretasikan fitur-fitur inti dari fungsi kepribadian. Akan tetapi mendasarkan interpretasi pada
elevasi-elevasi skor T tertentu semata bisa menyesatkan, karena ciri-ciri demografis atau tingkat
fungsi seorang klien bisa mengubah interpretasinya.

Memberikan Impresi Diagnostik


Meskipun MMPI-2/MMPI-A belum berhasil untuk langsung menghasilkan diagnosis, mereka
sering menyumbangkan informasi yang cukup banyak, yang relevan untuk formulasi diagnosis.
Di bagian tipe-tipe kode, berbagai kemungkinan diagnosis DSM-IV-TR yang konsisten dengan
masing-masing tipe kode telah dimasukkan.

Mengelaborasi Implikasi dan Rekomendasi Penanganan


Kemungkinan klien untuk mendapatkan manfaat intervensi, berarti mengelaborasi kekuatan dan
kelemahan seseorang, tingkat defensifnya, kemampuannya untuk membentuk hubungan
penanganan, prediksi respon terhadap psikoterapi (terutama skala Es/Ego Streght dan TRT),
tendensi anti sosial, dan tingkat insight. Lewak et al (1990) tidak hanya memberikan saran-saran
untuk penanganan tetapi juga mengikhtisarkan prosedur-prosedur langkah demi langkah untuk
menstralasikan hasil-hasil MMPI-2 menjadi umpan balik yang jelas dan relevan bagi klien.
Langkah-langkah ini termasuk isu-isu spesifik untuk latar belakang dan pengalaman hidup awal
klien dan saran-saran untuk menolong diri sendiri.

Sekian artikel tentang Skoring, Interpretasi, dan Administrasi Tes MMPI Menurut Ahli.