Anda di halaman 1dari 20

PENGANTAR ILMU

EKONOMI
PASAR PERSAINGAN SEMPURNA
( PERFECT COMPETITION MARKET)

DISUSUN OLEH

GROUP 6

- M.Fajrul Nurul.I (8105132198)

- Mila Kamelia (8105132214)

- Rahma Gea Fernanda (8105132191)

- Patimah Zahro (8105132215)

Kelas : Pendidikan Ekonomi “C” Reguler

Pembimbing Mata Kuliah : Dr. Siti Nurjanah, M.Si

KATA PENGANTAR
Dengan mengucapkan Puji Syukur atas Kehadirat Allah Yang
Maha Kuasa karena atas Rahmat dan Hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
penulisan tugas ini dengan judul “ Pasar Persaingan Sempurna” dengan tujuan
untuk  memenuhi Tugas Makalah dalam pembelajaran Pengantar Ilmu Ekonomi
1.
Dalam kesempatan ini penulis tidak lupa untuk menyampaikan ucapan terima
kasih kepada :
1. Ibu Siti Nurjanah sebagai pembimbing mata kuliah
2. Teman-teman yang bekerja sama dengan baik.
Kami dari penulis menyadari bahwa dalam penulisan tugas ini masih jauh
dari kategori sempurna, oleh karena itu kami dengan hati  dan tangan terbuka
mengharapkan    saran dan kritik yang membangun demi kesempurnaan tugas
yang akan datang. Dan semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.

Jakarta, 20 September 2013

Penulis
Kelompok 6

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Pada pasar ini kekuatan permintaan dan kekuatan penawaran dapat bergerak secara leluasa. Ada
pun harga yang terbentuk benar-benar mencerminkan keinginan produsen dan konsumen. Permintaan
mencerminkan keinginan konsumen, sementara penawaran mencerminkan keinginan produsen atau
penjual. Bentuk pasar persaingan murni terdapat terutama dalam bidang produksi dan perdagangan hasil-
hasil pertanian seperti beras, terigu, kopra, dan minyak kelapa. Bentuk pasar ini terdapat pula
perdagangan kecil dan penyelenggaraan jasa-jasa yang tidak memerlukan keahlian istimewa
( pertukangan, kerajinan ).
(On this market the strength of demand and supply forces can move freely. There is also a
price that is formed completely reflects the wishes of producers and consumers. The request reflects
the wishes of consumers, while the offer reflects the wishes of the manufacturer or the seller. Pure
forms of market competition especially in the field of production and trade of agricultural products
such as rice, wheat flour, copra, and coconut oil. Shape this market there is also a small trade and
implementation services that don't require special skills (carpentry, crafts). )
Dalam persaingan sempurna ini pembeli dan penjual berjumlah banyak. Artinya, jumlah pembeli
dan jumlah penjual sedemikian besarnya, sehingga masing-masing pembeli dan penjual tidak mampu
mempengaruhi harga pasar. Dengan demikian masing-masing pembeli dan penjual telah menerima
tingkat harga yang terbentuk di pasar sebagai suatu datum atau fakta yang tidak dapat di ubah. Bagi
pembeli, barang atau jasa yang ia beli merupakan bagian kecil dari keseluruhan jumlah pembelian
masyarakat. Bagi penjual pun berlaku hal yang sama sehingga bila penjual menurunkan harga, ia akan
rugi sendiri, sedangkan bila menaikan harga. Maka pembeli akan lari penjual lainnya.
(In perfect competition, this amounts to a lot of buyers and sellers. That is, the number of
buyers and sellers in such large amounts, so each buyer and seller is not able to influence the
market price. Thus each buyer and seller has received a price level that is formed in the market as
a datum or the fact which cannot be changed. For the buyer, the goods or services that he bought a
small part of the total amount of the purchase. For sellers also applies the same thing so that when
the seller lowered the price, he or she will lose out on its own, whereas when prices increase. Then
the buyer will run other sellers.)
1.2  Rumusan Masalah
Dari latar belakang di atas dapat di buat beberapa rumusan masalah yaitu antar lain:
1. Ciri-ciri pasar persaingan sempurna.

( The characteristics of perfect competition market.)


2. Maksimum keuntungan jangka pendek.

(The maximum short-term profit.)


3. Prinsip-prinsip pasar persaingan sempurna.

(The principles of perfect competition market)


4. Kebaikan & keburukan pasar persaingan sempurna.

(The goodness and malice of perfect competition market.)


1.3 Tujuan
1. Untuk mengetahui ciri-ciri pasar persaingan sempurna.

(To know the characteristics of perfect competition market.)

2. Untuk mengetahui maksimum keuntungan jangka pendek.


( To know the maximum short-term profit.)
3. Untuk mengetahui prinsip pasar persaingan sempurna.
(To know the principles of perfect competition market.)
4. Untuk mengetahui kebaikan & keburukan pasar persaingan sempurna.
(To know the goodness and malice of perfect competition market.)
BAB II
PEMBAHASAN
STRUKTUR PERSAINGAN PASAR SEMPURNA

A.    Pengertian Pasar
Pasar adalah tempat atau mekanisme bertemunya kepentingan konsumen di satu sisi, dengan
kepentingan produsen di sisi lain. Oleh karena itu, pasar ini mempunyai banyak fungsi bagi pelaku
ekonomi baik konsumen, produsen, maupun pemerintah. Misalnya pasar berfungsi sebagai sumber
informasi bagi konsumen, produsen, bahkan juga pemerintahan.
(The market is where the merging mechanism or the interests of consumers on the one
hand, and the interests of producers on the other. Therefore, this market has many functions for
both economic actors, producers, consumers and the Government. For example, the market serves
as a source of information for consumers, producers, even the Government.)
            Dengan demikian, pasar mempunyai peranan yang sangat strategis bagi pelaku bisnis (produsen)
dan masyarakat secara keseluruhan. Tanpa ada akses pasar, maka tidak mungkin suatu bisnis dapat
bertahan hidup. Pasar adalah tempat para produsen bersaing merebut konsumen dalam rangka mencapai
tujuan usahanya. Di samping itu, pasar mempunyai berbagai bentuk struktur yang mempunyai hukumnya
sendiri-sendiri, sehingga berpengaruh dan menentukan tinggi rendahnya harga yang akan terjadi.
(Thus, the market had a very strategic role for business (manufacturer) and society as a
whole. Without market access, then there might be a business can survive. The market is where the
producers of competing capture consumers in order to achieve the purpose of his business. In
addition, the market has various forms of structure which has its own law, so influential and
determines the height of the low prices that will occur.)

            Selanjutnya, dari sisi konsumen, pasar adalah sumber informasi mengenai pilihan yang dapat
dilakukan. Semakin banyak produsen di pasar, dan sebaliknya. Dengan demikian, konsumen juga
berkepentingan terhadap kondisi pasar dari barang dan jasa yang dibutuhkannya. Dari sisi luas atau ruang
lingkupnya,pasar dapat juga dikelompokkan menjadi pasar domestic pasar ekspor, atau pasar luar negeri.
Dengan demikian, maka pemahamanmengenai pasar ini sangat penting dalam menganalisis fenomena
ekonomi, baik bagi pelaku maupun pembuat keputusan di bidang bisnis dan ekonomi publik. Dari uraian
di atas terlihat bahwa para pelaku ekonomi, khususnya produsen, perlu mempunyai strategi bersaing yang
andal untuk mencapai tujuan bisnisnya.
(Furthermore, from the side of the consumer, the market is a source of information about
the options that can be done. More and more manufacturers on the market, and vice versa. Thus,
consumers are also concerned over the condition of the market of goods and services that it needs.
Of the area or scope, the market can also be grouped into domestic markets, export market or
foreign markets. Thus, the pemahamanmengenai market is very important in analyzing economic
phenomena, both for actors and decision makers in the field of business and public economics.
From the explanation above seen that economic actors, particularly manufacturers, need to have a
reliable competitive strategies to achieve the goals of its business.)

            Pada  dasarnya pasar persaingan sempurna tidak mengenal kompetisi antar perusahaan karena
kesempurnaan yang dimilikinya baik dari sisi produk, penjual, pembeli, maupun informasi yang dimiliki
pembeli dan penjual. Pada pasar persaingan sempurna semua variabel ekonomi terutama harga tentang
harga ditentukan oleh kekuatan penawaran dan permintaan pasar, dan bukan tindakan dari perusahaan.
Lain lagi pada pasar global, cukup kompetitif perusahaan satu dalam menentukan produksinya masih
menunggu reaksi dari perusahaan lain. Jadi kebijakan-kebijakan perusahaan dilakukan dengan
pertimbangan keberadaan perusahaan lain.
(Perfect competition market basically knew no competition between companies because its
own perfection both in the products, seller, buyer, or information owned by buyer and seller.
Perfect competition market in all economic variables, especially the prices of the price determined
by the market forces of supply and demand, and not the actions of the company. Another on the
global market, one company's competitive enough in determining its production is still waiting for a
reaction from another company. So corporate policies carried out with consideration of the
existence of other companies.)

            Keberadaan pasar persaingan sempurna secara realitas tidak ada, karena ia hanya ada secara teori.
Namun demikian pasar global dewasa ini mengarah pada konsep pasar persaingan sempurna dalam arti,
variabel harga ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara penawaran dan permintaan pasar.
(The market perfect competition, no in reality because he is only theoretically.
Yet the global market up leads to the concept of perfect competition the market variable interest
rates determined by the force of attraction between supply and demand market.)
            Kajian teori banyak menyebutkan bahwa pasar persaingan sempurna identik dengan pasar
persaingan murni). Persaingan murni penekanannya hanya pada situasi tanpa adanya monopoli sama
sekali. Sedangkan pada pasar persaingan sempurna penekanannya pada mobilitas sumber daya dan
pengetahuan yang sempurna baik pada pembeli maupun penjual. Misalnya adanya inovasi teknologi
perusahaan, maka perusahaan lain segera mengetahuinya. Secara substansi sebenarnya sama. Atas dasar
keadaan inilah, maka ekonomi sering menggunakan pasar persaingan sempurna daripada pasar murni 
sehingga dari persyaratan yang ada pasar persaingan sempurna mempunyai beberapa ciri.
(Study of the theory of many mentioned that market competition is perfectly identical to
market pure competition. Pure competition is its emphasis only on the situation in the absence of a
monopoly at all. Perfect competition market whereas, in its emphasis on the mobility of resources
and knowledge at both the buyer and the seller. For example the existence of technological
innovation company, then other companies soon finds out. In fact the same substance. On the basis
of the State's economy, then often use the perfect competition market rather than pure market so
that the existing requirements of the market competition is perfect to have some characteristics.)

B.     Pasar Persaingan Sempurna

Dalam pasar persaingan sempurna jumlah perusahaan sangat banyak dan kemampuan setiap
perusahaan dianggap sedemikian kecilnya, sehinga tidak mampu mempengaruhi pasar. Beberapa
karakteristik agar sebuah pasar dapat dikatakan pasar persaingan sempurna yaitu:
1. Semua perusahaan memproduksi barang yang homogeny (homogenitas product). Produk yang homogen
adalah produk yang mampu memberi kepuasan (utilitas) kepada konsumen tanpa perlu mengetahui siapa
produsennya.
(All companies producing goods that homogeny (the product of its homogeneity). A homogeneous
product is a product that is able to give satisfaction (utility) to the consumer without the need to
know who the producers.)
2. Produsen dan konsumen memiliki pengetahuan atau informasi sempurna. Para pelaku ekonomi
(konsumen dan produsen) memiliki pengetahuan sempurna tentang harga produk dan input yang dijual
sehingga konsumen tidak akan mengelami perlakuan harga jual yang berbeda dari suatu perusahaan
dengan perusahaan lainnya.
(Producers and consumers have the knowledge or information. The economic actors (consumers
and producers) have perfect knowledge about product prices and inputs are sold so that consumers
will not mengelami the treatment of different selling price from a company with other companies.)

3. Output sebuah perusahaan relative kecil di banding output pasar. Jumlah output setiap perusahaan secara
individu dianggap relative kecil di banding jumlah output seluruh perusahaan dalam industri.
(Output a relative small companies appeal the output market. The amount of output for each
individual company is considered small relative number of output in the appeal of the whole
company in the industry.)
4. Perusahaan menerima harga yang ditentukan pasar
Perusahaan menjual produknya dengan berpatokan pada harga yang ditetapkan pasar karena perusahaan
tidak mampu mempengaruhi harga pasar.
(The company received the prescribed price market. The company sells its products with the price
is set based on the market because the company was unable to influence the market price.)
5. Semua perusahaan bebas masuk dan keluar pasar.
Dalam pasar persaingan sempurna faktor mobilitasnya tidak terbatas dan tidak ada biaya yang harus
dikeluarkan untuk memindahkan faktor produksi.
(All companies are free to enter and exit the market. Perfect competition market factors in its
mobility is not limited and no fee should be spent to move the production factors.)
Agar dapat bertahan dalam pasar, maka dalam jangka panjang perusahaan harus memenuhi 4
persyaratan :
         Perusahaan harus bekerja sebaik mungkin (doing as well as possible) agar perusahaan mencapai
keadaan yang peling optimal.
          Tidak mengalami kerugian (not suffering lost) agar dapat mengganti barang modal yang
digunakan dalam produksi. Oleh karena itu biaya rata-rata jangka pendek harus sama dengan harga jual.
          Tidak ada inserif bagi perusahaan untuk measuk-keluar, karena laba nol. ( There is no inserif for
a company to entry-exit, because profit is zero.). Laba nol sisebut juga laba normal yaitu tingkat laba
yang memberikan tingkat pengembalian yang sama jika uang dan factor produksi lain dialokasikan pada
kegiatan alternative.

         Perusahaan tidak dapat menambah laba lagi ( The company cannot add profit again), walaupun
dengan memperbesar skala produksi, karena berproduksi pada titik minimum kurva biaya rata-rata jangka
minimum.

C. Ciri-ciri Pasar Persaingan Sempurna


1.      Jumlah penjual dan pembeli banyak, satu-satunya komponen yang dikuasainya hanyalah kuantitas
barang, karena sering penjual maupun pembeli tidak bisa mempengaruhi harga. ( The number of sellers
and buyers of many, the only component of the acquisition is only the quantity of the goods, the
seller and the buyer as they often can't affect the price.)

Penjual hanya sebagai pengambil harga, misalnya ada satu penjual barang yang dijual sedikit, maka
jumlah sedikit ini tidak akan menjadikan harga naik sesuai dengan hukum permintaan. Hal ini 
disebabkan karena’sedikit’ jumlah barang tersebut masih kalah banyak secara keseluruhan dengan barang
yang ada dipasar. Jadi pengganti (substitusi) jumlah barang yang pembeli  dan/atau penjual adalah sangat
banyak. Jumlah penjual dan pembeli banyak, sehingga tiap penjual dan tiap pembeli hanya menjual dan
membeli sebagian kecil saja dari jumlah barang yang ada di pasar, perubahan barang yang dijual atau
dibeli masing-masing tidak dapat mempengaruhi harga pasar.
2.      Barang homogen, yang dimaksud homogen adalah barang yang sama diproduksi oleh produsen lain.
(Homogeneous goods, which is the same goods are homogeneous produced by other
manufacturers.) Sifat barangnya adalah substitusi sempurna dalam arti pergantian barang  ke barang lain
yang sejenis tidak menjadikan masalah pembeli. (The nature of the goods are perfect substitutes in
terms of turnover of goods to other similar stuff does not make the problem of the buyer.)

Standarisasi produk telah jelas dan diketahui secara bersama di pasar. Produk yang ada di pasar dengan
yang ada di perusahaan berbeda. Pembeli dalam menentukan pilihannya (preference) dalam keadaan
indifferen, artinya konsumen sama-sama menyukai produk dari perusahaan satu maupun perusahaan
lainnya, seperti beras, gula pasir, dan sebagainya. Jadi barang yang diproduksi satu perusahaan
merupakan barang substitusi sempurna.
3.      Mobilitas sumberdaya sempurna, artinya sumberdaya (modal dan tenaga kerja) dengan mudah dapat
berpindah dari usaha produksi yang lebih menguntungkan. (Perfect resource mobility, meaning that
resources (capital and labor) can easily be moved from the production of more profitable
businesses). Adanya kebebasan      keluar masuk industry (free entry da free exit) baik bagi pembeli
maupun penjual. Jika penjual merasa lebih untung untuk pindah, tidak menjadi suatu persoalan ada
bahkan usaha baru tersebut ditutup Karena tidak menguntungkan. Kebebasan usaha inilah menjadi
jaminan untuk melakukan wirausaha apa saja yang dapat memperoleh keuntungan.
4.      Pengetahuan pembeli dan penjual sama (Perfeck knowledge), Perfeck knowledge artinya semua
penjual da pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna atau memperoleh informasi yang sempurna
tentang keadaan pasar termasuk harga pasar yang terjadi (Perfeck knowledge does all seller da
purchasers have a perfect knowledge or obtain information about the State of the perfect market
including market price happens), sehingga; (i) tidak ada penjual yang menjual dengan harga yang lebih
rendah daripada harga pasar; (ii) tidak ada pembelli yang membeli dengan harga yang lebih tinggi dan
(iii) tidak ada sumberdaya yang digunakan untuk memproduksi  usaha produksi yang kurang
menguntungkan daripada yang lain.

D.    Prinsip-prinsip persaingan sempurna


           Prinsip dasar profit maximization dari segi  out put ialah : selama tambahan revenue dari ekspansi
perusahaan (marginal cost) ,perusahaan tetap ekspansi  menambah produksi.perusahaan tidak akan
menambah produksi bila marginal cost dari ekspansi lebih besar di bandingkan dengan marginal revenue
dari ekspansi. Profit adalah selisih antara revenue dan biaya. Misalnya, untuk satu perusahaan yang
memproduksi kayu dengan harga pasar 200 per meter kubik, marginal revenue untuk setiap tambahan
satu kubik adalah 200. Pemilik perusahaan akan menaikkan produksi kayu sepanjang marginal cost untuk
setiap tambahan satu kubik kurang dari 200.bila marginal cost lebih besar dari 200, perusahaan akan
menambah produksi.
(The basic principle of profit maximization of the out put is this: for an additional revenue
from the company's expansion (marginal cost), the company is still expanding production increase.
the company will not increase production if marginal cost of expansion is greater compared with
the marginal revenue from expansion. Profit is the difference between revenue and expenses. For
example, for a company that manufactures wood with a market price of 200 per cubic meter, the
marginal revenue for each additional cubic one is 200. The owner of the company will increase the
production of wood along the marginal cost for each additional one cubic meter of less than 200.
when marginal cost is greater than 200, the company will increase production.)

           Untuk profit maximization dari segi penggunaan input, selama kenaikan penggunaan input (factor
produksi) dalam proses produksi menambah revenue lebih besar dari cost, kenaikan tersebut akan
menambah profit perusahaan. Bila kenaikan input menambah cost lebih besar besar dari revenue,kenaikan
tersebut akan menurunkan input. Jadi,perusahaan akan memilih tingkat pengunaan input di mana
tambahan revenue akibat tambahan satu unit input (marginal revenue product / MRP) sama dengan
tambahan biaya akibat tanbahan satu unit input (marginal factor cost /MFC). Karena pada persaingan
sempurna harga di tetapkan  pasar, berarti marginal factor cost dari input sama  dengan harga. Misalnya ,
suatu perusahaan dapat menyewa tenaga kerja  (labor/ L) dengan biaya 10 perjam atau 80 perhari (untuk 8
jam). Perusahaan akan meningkatkan penggunaan tenaga kerja selama setiap tambahan , L akan
menigkatkan revenue lebih besar dari 80 perhari. Perusahaan tidak akan menambah jumlah labor (L)bila
kenaikan satu Lhanya menambahkan semua input. MRP  harus  sama dengan harga untuk
memaksimumkan profit. Profit di sini adalah pure economic profit,yakni return di atas semua cost
termasuk implicit cost.
(For profit maximization of the use of inputs, during the rise of the use of input (factor of
production) in the production process increased revenue is greater than the increase in cost, will
add to the profit of the company. If the input increases add a cost greater than revenue, the
increase will lower the input. So, the company will choose the level of usage of the additional
revenue which input due to one additional unit of input (the marginal revenue product MRP/) is
equal to the additional costs due to the 21st day addition of one unit of input (marginal factor
cost/MFC). Because in a perfect competition market set prices at marginal factor cost, meaning of
the inputs is equal to price. For example, a company can hire labor (labor/L) at a cost of 10 perhour
or 80 per day (for 8 hours). The company will increase its use of labor for each additional, L will
improve revenue greater than 80 per day. The company will not increase the number of labor (L)
when one adds all the Lhanya increase in inputs. MRP must be equal to the price to maximise
profit. Profit here is pure economic profit, i.e. the return above all cost includes an implicit cost.)

E. Maksimuman Keuntungan Jangka Pendek


           Dalam bagian ini secara serentak akan ditunjukan contoh angka tentang biaya produksi, hasil
penjualan dan penentuan keuntungan. Dalam contoh ini akan ditunjukan (i) cara menghitung biaya total,
biaya  rata-rata dan biaya marginal, (ii) cara menghitung hasil penjualan total, penjualan rata-rata dan
penjualan marginal, dan (iii) menunjukan caranya sesuatu perusahaan menentukan tingkat produksi yang
akan memaksimumkan keuntungan.
(In this passage simultaneously will be shown examples of figures about manufacturing
costs, sales results and determination of profit. In this example will be shown (i) how to calculate
total cost, average cost and marginal cost, (ii) how to calculate the total sales, sales results, average
and marginal sales, and (iii) showed how the company determine the level of production of
something that will maximise the benefits.)

           Sebelum hal-hal yang dinyatakan diatas ditunjukan dan diterangkan, akan dirumuskan dua cara
untuk menentukan maksimuman keuntungan oleh suatu perusahaan.
1.      Syarat Maksimum Keuntungan (Subject to maximum advantage)

           Di dalam jangka pendek, maksimum untung oleh suatu perusahaan dapat diterangkan dengan dua
cara berikut:
-          Membandingkan hasil penjualan total dengan biaya total
-          Menunjukan keadaan dimana hasil penjualan marginal sama dengan biaya marginal.
           Dalam cara pertama  keuntungan ditentukan dengan menghitung dan membandingkan hasil
penjualan total dengan biaya total. Keuntungan adalah perbedaan antara hasil penjualan total yang
diperoleh dengan biaya total yang    dikeluarkan. Keuntungan akan mencapai maksimum apabila
perbedaan antara keduanya adalah maksimum. Maka dengan cara yang pertama ini keunntungan yan
maksimum akan dicapai apabila perbedaan nilai antra hasil penjualan total dengan biaya total adalah yang
paling maksimum.
           Cara yang kedua adalah dengan menggunakan bantuan kurva atau data biaya rata-rata dan biaya
marginal. Maksimum keuntungan dicapai pada tingkat produksi dimana hasil penjualan marginal (MR)
sama dengan biaya marginal (MC) atau MR=MC. Suatu perusahaan akan menambah keuntungan apabila
menambah produksi pada ketika MR>MC yaitu hasil penjualan marginal  (MR)  melebihi biaya marginal
(MC). Dalam keadaan ini pertambahan produksi dan penjualan akan menambah keuntungan. Dalam
keadaan sebaliknya, yaitu apabila MR < MC, mengurangi produksi dan penjualan akan menambah
untung. Maka keuntungan maksimum  dicapai dalam keadaan dimana MR=MC berlaku.
           Sebelum hal-hal yang dinyatakan diatas ditunjukan dan diterangkan, akan dibuat contoh angka
untuk menunjukan kedua cara  untuk menentukan maksimum keuntungan oleh suatu perusahaan.
( In the short term, the maximum profit by an enterprise can be explained in two ways:
-Comparing the total sale proceeds and costs total
-Indicates a State where the outcome of the sale of the marginal cost equals the marginal.
In the first way the advantage is determined by calculating the total sales results and
compares with total costs. Profit is the difference between total sales results are obtained with the
total costs incurred. Profits will reach the maximum when the difference between the two is
maximum. The first way is keunntungan maximum be accomplished when yan difference value of
total sales results by antra the total costs is the most maximum.
The second way is to use the help of a curve or data average cost and marginal cost. The
maximum gain is achieved at the level of production where marginal sales results (MR) is equal to
the marginal cost (MC) or MR = MC. an enterprise will add to the advantage in adding production
when Mr. > MC is the marginal sales results (Mr.) exceeds the marginal cost (MC). In these
circumstances the increase of production and sales will add to profits. In contrast, the
circumstances in MR. MC, reduce < production and sales will add to profit. The maximum benefit
is reached in a State where MR = MC.
Before the things stated above indicated and explained, will be made an example of figures
to show a second way to determine the maximum profit by an enterprise.)
2.      Maksimum Profit dalam Jangka Pendek (Maximum Profit in the short term)

Dalam jangka pendek, perusahaan persaingan sempurna (sama seperti perusahaan lainnya)
mempunyai dua macam biaya, yakni fiksel biaya dan variable biaya. Dalam jangka pendek, perusahaan
harus memutuskan apakah tetap berproduksi atau tidak. Bila tetap berproduksi, berapa tingkat output
yang tepat ( tingkat harga pasarnya sendiri ditetapkan pasar). Bila perusahaan telah memutuskan untuk
produksi, maka produksi akan ditingkatkan sepanjang marginal harga melampaui marginal biaya.
Misalkan, harga equilibrium pasar (atau MR) = 10 per unit. MR=MC pada titik E pada saat Q = 600.
Perusahaan tidak akan produksi kurang dari 600 unit output. Hal ini disebabkan bila Q kurang dari 600,
setiap tambahan Q akan menambah revenue sebesar 10, sementara karena MC lebih kecil dari 10 untuk
tambahan ini, maka biaya produksi lebih kecil dari tambahan revenue. Sehingga selama Q dibawah 600,
tambahan output akan menambah profit. Perusahaan juga tidak akan berproduksi lebih dari  600 karena
diatas 600, setiap tambahan output (Q) akan menambah cost lebih dari 10 (karena MC lebih dari 10)
seingga tambahan output malah akan mengurangi profit. Maksimisasi profit terjadi pada saat Q= 600.
Dari contoh terlihat bahwa ATC pada saat Q=600 adalah 8 per unit. Jadi, total biaya produksi adalah:
8*600=4800. Total revenue adalah 10* 600=6000. Perkiraan profit maksimum adalah 6000-4800=1200.
Bila harga diatas 10, maka kurva demand perusahaan akan naik sehingga tingkat output yang dapat
memaksimumkan profit akan naik, perusahaan akan menaikan output. Bila harga turun, produksi akan
turun. Jadi, harga bergerak terbalik dibanding output. Profit atau minimum loss. Profit dan loss tergantung
pada posisi harga relative terhadap ATC. Sepanjang harga > biaya, ada shortrun profit. Bila harga > cost,
ada loss.
(In the short term, the company's competition perfectly (just like other companies) has two kinds of
costs, i.e. cost and variable cost fiksel. In the short term, the company must decide whether or not to
remain productive. When you keep producing, how the right output level (the level of its own set of
market prices). When the company has decided for production, the production will be increased
along the marginal price exceeds marginal cost. For example, the market equilibrium price (or
MR) = 10 per unit. MR = MC at point E at the time Q = 600. The company shall not be less than
600 units of production output. This is caused when Q is less than 600, each additional Q will add
revenue of 10, while being smaller than 10 MC for additional production costs, then smaller than
the extra revenue. So during Q under 600, the additional output will add to profit. The company
also will not produce more than 600 because of above 600, each additional output (Q) will add to
the cost of more than 10 (as MC over 10) output even further so it will reduce profit. Maksimisasi
profit occurs when Q = 600. From the examples shown that ATC at the time Q = 600 is 8 per unit.
So, the total cost of production are: 8 * 600 = 4800. Total revenue is 10 * 600 = 6000. Maximum
profit estimate was 6000-4800 = 1200. When the price on the demand curve is 10, then the company
will rise so that the level of output that can maximise the profit will go up, the company will
increase output. When prices drop, production will go down. So, the price moves backwards
compared to the output. Minimum Profit or loss. Profit and loss depends on the position of the
price relative to the ATC. All prices > there is a cost, shortrun profit. When the price> is cost, loss.)
 3.      Maksimum Jangka Panjang (Long Term Maximum)

Dalam jangka panjang, semua input adalah variable. Keadaan ini bisa dianggap stage
perencanaan sebelum perusahaan masuk kedalam industri. Pada stage ini perusahaan akan memutuskan
fasilitas produksi sebesar apa yang harus dibangun (misalnya jumlah optimal dari fixed cost). Dalam
jangka panjang, perusahaan juga tetap berusaha memaksimumkan profit. Harga ditetapkan pasar dan
sama dengan MR. output akan naik selama MR < MC. Maksimum profit tercapai bila MR = MC.
(In the long run, all inputs are variable. These circumstances could be considered the planning
stage before the company entered the industry. At this stage the company will decide the
production facilities of what should be built (e.g. the optimal amount of its fixed cost). In the long
term, the company is also still trying to maximise profit. Prices set the market and together with
Mr. output will rise during MR. MC. Maximum profit < is reached when MR = MC.)
Kebaikan dan Keburukan Pasar Persaingan Sempurna

Pasar persaingan sempurna memiliki bebarapa kebaikan dibandingkan pasar-pasar yang lainnya antara -
lain :
1.      Persaingan sempurna maksimumkan efisiensi sebelum menerangkan kebaikan dari pasar persaingan
sempurna ditinjau dari sudut efisiensi, terlebih dahulu akan diterangkan dua konsep efisiensi yaitu:
(Perfect competition maximum efficiency right before explaining the virtues of perfect competition
market reviewed from the angle of efficiency will be explained first, two concepts of efficiency,
namely: )

a.       Efisiensi produktif : Untuk mencapai efisiensi produktif harus dipenuhi dua syarat. Yang pertama,
untuk setiap tingkat produksi, biaya yang dikeluarkan adalah yang paling minimum. Untuk menghasilkan
suatu tingkat produksi berbagai corak gabungan faktor-faktor produksi dapat digunakan. Gabungan yang
paling efisien adalah gabungan yang mengeluarkan biaya yang paling sedikit. Syarat ini harus dipenuhi
pada setiap tingkat produksi. Syarat yang kedua, industri secara keseluruhan harus memproduksi barang
pada biaya rata-rata yang paling rendah, yaitu pada waktu kurva AC mencapai titik yang paling rendah.
Apabila suatu industri mencapai keadaan tersebut maka tingkat produksinya dikatakan mencapai tingkat
efisiensi produksi yang optimal, dan biaya produksi yang paling minimal.

(Productive efficiency: to achieve productive efficiency must be met two conditions. The first, for
every level of production, cost is the most minimum. To generate a level of production of various
marks of the combined factors of production can be used. The most efficient combination is a
combination of the issuing costs the least. This requirement must be met at each level of production.
The second requirement, the industry overall must produce on average cost the least, that at the
time the AC curve reaches the lowest point. When an industry reach a State, then the level of
production is said to achieve the optimal level of production efficiency, and the most minimal
production costs.)

b.      Efisiensi Alokatif: Untuk melihat apakah efisiesi alokatif di capai atau tidak, perlu lah di lihat
apakah alokasi sumber-sumber daya keberbagian kegiatan ekonomi / produksi telah di capai tingkat yang
maksimum atau belum. Alokasi sumber-sumber daya mencapai efisiensi yang maksimum apabila
dipenuhi syarat berikut : harga setiap barang sama dengan biaya marjinal untuk memproduksi barang
tersebut. Berarti untuk setiap kegiatan ekonomi, produksi harus terus di lakukan sehingga tercapai
keadaan dimana harga = biaya marjinal. Dengan cara ini produksi berbagai macam barang dalam
perekonomian akan memaksimumkan kesejahteraan masyarakat.

(Alokatif efficiency: to see if the efisiesi alokatif in to accomplish or not, needs to be seen whether
the allocation of resources to the economic activities/production to have maximum levels achieved
in or not. Allocation of resources achieving maximum efficiency if the following conditions are met:
the price of each item is equal to the marginal cost of producing the goods. Means for any economic
activity, production must continue in doing so achieved a State of wherein the price = marginal
cost. In this way the production of a wide range of goods in the economy will maximise the welfare
of society.)

         Efisiensi dalam persaingan sempurna (Efficiency in perfect competition)

Didalam persaingan sempurna, kedua jenis efisiensi ynag dijelaskan diatas akan selalu wujud. Telah
dijelaskan bahwa didalam jangka panjang perusahaan dalam persaingan sempurna akan mendapat untung
normal, dan untung normal ini akan dicapai apabila biaya produksi adalah yang paling minimum. Dengan
demikian, sesuai dengan arti efisiensi produktif yang telah dijelaskan dalam jangka panjang efisiensi
produktif selalu dicapai oleh perusahaan dalam persaingan sempurna.
(In perfect competition, the two types of efficiency, best described above will always exist.
Explained that in the long run the firm in perfect competition would benefit the normal, and
fortunately this is normal when the cost of production is the most minimum. Thus, in accordance
with the sense of productive efficiency which has been described in a long term productive
efficiency is always achieved by the firm in perfect competition.)
Telah juga dijelaskan bahwa dalam persaingan sempurna harga = hasil penjualan marjinal. Dan
didalam memaksimumkan keuntungan syaratnya adalah hasil penjualan marjinal = biaya marjinal.
Dengan demikian didalam jangka panjang keadaan ini berlaku: harga = hasil penjualan marjinal = biaya
marjinal. Kesamaan ini membuktikan bahwa pasar persaingan sempurna juga mencapai efisiensi alokatif.
Dari kenyataan bahwa efisiensi produktif dan efisiensi alokatif dicapai didalam pasar persaingan
sempurna.
(It has also explained that in the perfect competition prices = marginal sales results. And
maximise profit in the deal is the result of marginal cost = marginal sales. Thus in the long run this
circumstance applies: price = marginal sales results = marginal cost. This similarity proves that
perfect competition market efficiency also reached alokatif. The fact that the productive efficiency
and the efficiency of market competition in the alokatif is perfect.)

         Kebebasan bertindak dan memilih Persaingan sempurna menghindari wujudnya konsentrasi


kekuasaan di segolongan kecil masyarakat. Pada umumnya orang berkeyakinan bahwa konsentrasi
semacam itu akan membatasi kebebasan seseorang dalam melakukan kegiatannya dan memilih pekerjaan
yang disukainya. Juga kebebasan nya untuk memilih barang yang di konsumsi kan nya menjadi lebih
terbatas.

(Freedom to act and choose the perfect Competition to avoid his concentration of power in a
small group communities. In general people are convinced that such concentration will limit the
freedom of a person in the conduct of its activities and choose its preferred job. Also the freedom to
select the items in the consumption of his or her right to be more limited.)
Didalam pasar yang bebas tidak seorang pun mempunyai kekuasaan dalam menentukan harga, jumlah
produksi dan jenis barang yang diproduksikan. Begitu pula dalam menentukan bagaimana faktor-faktor
produksi digunakan dalam masyarakat, efisiensilah yang menjadi factor yang menentukan alokasinya.
Tidak seorang pun mempunyai kekuasan untuk menentukan corak alokasi nya. Selanjutnya dengan
adanya kebebasan untuk memproduksikan berbagai jenis barang maka masyarakat dapat mempunyai
pilihan yang lebih banyak terhadap barang-barang dan jasa-jasa yang diperlukan untuk memenuhi
kebutuhannya. Dan masyarakat mempunyai kebebasan yang penuh keatas corak pilihan yang akan di
buatnya dalam menggunakan factor-faktor produksi yang mereka miliki.
(In a free market, no one has the power in determining the prices, quantities and types of items
being manufactured. Similarly, in determining how the factors of production used in the
community, the efisiensilah became a decisive factor in allocation. No one has the power to
determine its allocation pattern. Furthermore by having the freedom to perform various types of
goods so the public can have more choices of goods and services required to meet their needs. And
the community have full freedom of livery options that will be in the proper use factor of
production factors they have.)

Disamping memiliki kebaikan-kebaikan, pasar persaingan sempurna juga memiliki keburukan antara lain:
(Besides having good-goodness, perfect competition market also have vices include:)

1)      Persaingan sempurna tidak mendorong inovasi. (Perfect competition does not encourage
innovation.)

Dalam pasar persaingan sempurna teknologi dapat dicontoh dengan mudah oleh perusahaan lain.
Sebagai akibatnya suatu perusahaan tidak dapat memperoleh keuntungan yang kekal dari
mengembangkan teknologi dan teknik memproduksi yang baru tersebut. Oleh sebab itulah keuntungan
dalam jangka panjang hanyalah berupa keuntungan normal, Karena walaupun pada mulanya suatu
perusahaan dapat menaikkan efisiensi dan menurunkan biaya, perusahaan-perusahaan lain dalam waktu
singkat juga dapat berbuat demikian. Ketidakkekalan keuntungan dari mengembangkan teknologi ini
menyebabkan perusahaan-perusahaan tidak terdorong untuk melakukan perkembangan teknologi dan
inovasi.
(Perfect competition market in technology can be easily emulated by other companies. As a result
of a company cannot gain a lasting from developing technologies and techniques to produce new
ones. So that's an advantage in the long term is simply a normal profit, because although at first a
company can increase the efficiency and lower the costs of other companies, in a short time can also
do so. Advantages of the impermanence of this technology led developing companies not compelled
to conduct technological development and innovation.)

Disamping oleh alasan yang disebutkan diatas, segolongan ahli ekonomi juga berpendapat
kemajuan teknologi adalah terbatas dipasar persaingan sempurna karena perusahaan-perusahan yang kecil
ukurannya tidak akan mampu untuk membuat penyelidikan untuk mengembangkan teknologi yang lebih
baik. Penyelidikan seperti itu sering kali sangat mahal biayanya dan tidak dapat dipikul oleh perusahaan
yang kecil ukurannya.
(In addition to the reasons mentioned above, a party economic experts also argue the technological
advancement is limited market competition is perfect for companies that are small in size will not
be able to make an inquiry to develop better technology. Such investigations are often very
expensive and its cost cannot be shouldered by small-size companies.)

2)      Persaingan sempurna ada kala nya menimbulkan biaya social. (Perfect competition exists when its
social cost gives rise)

Didalam menilai efisiensi perusahaan yang diperhatikan adalah cara perusahaan itu menggunakan
sumber-sumber daya. Ditinjau dari sudut pandangan perusahaan, penggunaannya mungkin sangat efisien.
Akan tetapi, di tinjau dari sudut kepentingan masyarakat, ada kala nya merugikan.
(In assessing the efficiency of a company of note is how the company uses resources.
Reviewed from the perspective of the company, its use may be very efficient. However, on review of
the community interests, there are times his disadvantage.)

3)      Membatasi pilihan konsumen (Limiting consumer choice)

Karena barang yang dihasilkan perusahaan-perusahan adalah 100 persen sama, konsumen
mempunyai pilihan yang terbatas untuk menentukan barang yang akan di konsumsi nya.
(Because the resulting goods companies is 100 percent the same, consumers have limited options to
specify the items that will be on his or her consumption.)

4)      Biaya dalam pasar persaingan sempurna mungkin lebih tinggi (Perfect competition market fees
may be higher)

Didalam mengatakan biaya produksi dalam pasar persaingan sempurna adalah paling
minimum,tersirat (yang tidak dinyatakan) pemisalan bahwa biaya produksi tidak berbeda. Pemisalan ini
tidak selalu benar. Perusahaan-perusahaan dalam bentuk pasar lainnya mungkin dapat mengurangi biaya
produksi sebagai akibat menikmati skala ekonomi,perkembangan teknologi dan inovasi.
(In the said production costs in the market competition is the most perfect minimum,
implied (not stated) such that the production cost is no different. For example, this is not always
true. Companies in other market forms may be able to reduce production costs as a result enjoy
economies of scale, technological development and innovation.)

5)      Distribusi pendapatan tidak selalu rata. (The distribution of income does not necessarily mean)

Suatu corak distribusi pendapatan tertentu menimbulkan suatu pola permintaan tertentu dalam
masyarakat. Pola permintaan tersebut akan menentukan bentuk pengalokasian sumber-sumber daya. Ini
berarti distribusi pendapatan menentukan bagaimana bentuk dari penggunaan sumber-sumber daya yang
efisien. Kalau distribusi pendapatan tidak merata maka penggunaan sumber-sumber daya (yang
dialokasikan secara efisien) akan lebih banyak digunakan untuk kepentingan golongan kaya.
(A pattern of income distribution specific give rise to a specific demand patterns in society. The
demand pattern will determine the form of allocating resources. This means income distribution
determines how the form of the use of its resources efficiently. If uneven income distribution and
use of resources (which is allocated efficiently) are more widely used for the benefit of the rich.)

 BAB III
PENUTUP

Kesimpulan
1. Penentuan keseimbangan di pasaran barang bergantung kepada struktur pasar dari barang yang
diperjualbelikan. Struktur pasar barang dibedakan kepada empat bentuk: (i) pasar persaingan
sempurna,(ii) monopoli, (iii) persaingan monopoli (iv) oligopoly
(Determination of the equilibrium on the market goods depends on the structure of the market
of the goods traded. The structure of the market of goods differentiated into four forms: (i) a
perfect competition market, (ii) monopoly, (iii), monopolistic competition, (iv) build
oligopoly.
2. Pasaran persaingan sempurna merupakan pasaran barang yang ideal karena mempunyai ciri-ciri yang
memaksimumkan kesejahteraan masyarakat. Ciri-ciri utama persaingan sempurna adalah: pembeli
harga, mudah ke luar masuk,menghasilkan barang serupa (identical/homogenous), banyak
perusahaan dan pembeli mempunyai pengetahuan yang sempurna mengenai pasar.
(Perfect competition market is an ideal market selling goods because it has features that
maximise the welfare of society. The main characteristics of perfect competition are: buyer
price, easy entry to the outside, produce goods similar, many companies and purchasers have a
perfect knowledge of the market.)

3.     Keberadaan pasar persaingan sempurna secara realitas tidak ada, karena ia hanya ada secara teori.
Namun demikian pasar global dewasa ini mengarah pada konsep pasar persaingan sempurna dalam
arti, variabel harga ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara penawaran dan permintaan pasar.
(The market perfect competition, no in reality because he is only theoretically.
Yet the global market up leads to the concept of perfect competition the market variable
interest rates determined by the force of attraction between supply and demand market.)

DAFTAR PUSTAKA
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_persaingan_sempurna

http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20120426074035AAkFa41

https://sites.google.com/site/persainganpasarsempurna/