Anda di halaman 1dari 4

PEMANTAUAN, Disahkan Oleh

Kepala Puskemas Parit Timur


PENANGGULANGAN DAN
PELACAKAN KIPI
No. Kode : / / /I/2021
No. Revisi : 0
PUSKESMAS Tgl. Terbit : 11 Januari 2021
PARIT TIMUR SOP Tgl. Mulai : 12 Januari 2021
Berlaku Mustain Hamsah, SKM
Halaman : 1/3 NIP.19711105 199803 1 011

1. Pengertian Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) merupakan kejadian medik yang
diduga berhubungan dengan vaksinasi.Kejadian ini dapat berupa reaksi
vaksin, kesalahan prosedur, koinsiden, reaksi kecemasan, atau hubungan
kausal yang tidak dapat ditentukan. Kipi diklasifikasikan serius apabila
kejadian medik akibat setiap dosis vaksinasi yang diberikan menimbulkan
kematian, kebutuhan untuk rawat inap, dan gejala sisa yang menetap serta
mengancam jiwa
2. Tujuan 1. Mendeteksi dini, merespon kasus KIPI dengan cepat dan tepat,
mengurangi dampak negatif vaksinasi.
2. Sebagai acuan penerapan langkah-langkah untuk penatalaksanaan
Kejadian Ikutan Paska Imunisasi (KIPI)
3. Kebijakan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor
HK.01.07/Menkes/413/2020 tentang Pedoman Pencegahan dan
Pengendalian Coronavirus Disease2019 (COVID-19)
4. Referensi 1. Permenkes No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi
2. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 82 Tahun 2014 tentang
Penanggulangan Penyakit Menular;
3. Petunjuk Teknis Pelaksnaan Vaksinasi Dalam Rangka
Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Nomor HK.02.02/4/ 1 /2021
4. Surat Edaran Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementrian
Kesehatan RI nomor : HK 0202/II/4205/2020 tentang Kesiapan
Fasilitas Pelayanan Kesehatan Dalam Pelaksanaan Vaksinasi Covid-
19;
5. Alat dan 1. Jenis vaksin yang diberikan, dosis, nomor batch
2. Pemberi imunisasi dan dokter yang bertanggungjawab
bahan
3. Format pencatatan dan pelaporan KIPI
4. Formulir Investigasi KIPI
6. Prosedur/ Pemantauan KIPI
1. Pemantauan kasus KIPI dimulai langsung setelah vaksinasi.
langkah-
2. Puskesmas menerima laporan KIPI dari sasaran yang divaksinasi/
langkah masyarakat/ kader.
3. Setiap fasyankes harus menetapkan contact person yang dapat
dihubungi apabila ada keluhan dari penerima vaksin.
4. Penerima vaksin yang mengalami KIPI dapat menghubungi contact
person fasyankes tempat mendapatkan vaksin COVID-19
5. Selanjutnya fasilitas pelayanan kesehatan akan melaporkan ke
Puskesmas, sementara Puskesmas dan rumah sakit akan melaporkan
ke Dinas Kesehatan Kabupaten/ Kota.
6. Untuk kasus diduga KIPI serius maka Dinas Kesehatan Kabupaten/
Kota akan melakukan konfirmasi kebenaran kasus diduga KIPI serius
tersebut berkoordinasi dengan Pokja KIPI/ Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota atau dengan Komda PP-KIPI/ Dinas Kesehatan
Provinsi.
7. Kemudian bila perlu dilakukan investigasi (Lampiran Formulir
Investigasi KIPI), maka Dinas Kesehatan Provinsi akan berkoordinasi
dengan Komda PP-KIPI dan Balai Besar POM Provinsi serta
melaporkan ke dalam website keamanan vaksin untuk dilakukan
kajian oleh Komite independen (Komnas dan/atau Komda PP-KIPI).
8. Pasien yang mengalami gangguan kesehatan diduga akibat KIPI
diberikan pengobatan dan perawatan selama proses investigasi dan
pengkajian kausalitas KIPI berlangsung.

Pelacakan KIPI
A. Pastikan informasi pada laporan
1. Pemantauan kasus KIPI dimulai langsung setelah vaksinasi.
2. Dapatkan catatan medik pasien (atau catatan klinis lain)
3. Periksa informasi tentang pasien dari catatan medik dan dokumen
lain
4. Isi setiap kelengkapan yang kurang dari formulir laporan KIPI
5. Tentukan informasi dari kasus lain yang dibutuhkan untuk
melengkapi pelacakan.
B. Lacak dan Kumpulkan Data
Tentang pasien
1. Kronologis vaksinasi saat ini yang diduga menimbulkan KIPI
2. Riwayat medis sebelumnya, termasuk riwayat vaksinasi
sebelumnya dengan reaksi yang sama atau reaksi alergi yang lain.
3. Riwayat keluarga dengan kejadian yang sama
Tentang kejadian
1. Kronologis, deskripsi klinis dan setiap hasil laboratorioum yang
relevan dengan KIPI dan penegakan diagnosis dari kejadian
ikutan.
2. Tindakan yang didapatkan, apakah dirawat inap/jalan dan
bagaimana hasilnya
3. Tentang vaksin yang diduga menimbulkan KIPI
4. Prosedur pengiriman vaksin, kondisi penyimpanan, dan catatan
suhu pada lemari es
5. Tentang kondisi sasaran lainnya yang mendapatkan vaksin yang
sama
6. Adakah sasaran lain yang mendapat vaksinasi dari vaksin dengan
nomor batch yang sama dan menimbulkan gejala yang sama
7. Evaluasi pelayanan vaksinasi.
6. Diagram Penemuan laporan Informasi dari
Alir masyarakat/petugas kesehatan

1. Pengobatan/Perawatan jika diperlukan


2. Pelaporan, pelacakan /investigasi
 konfirmasi : positif/negatif
 Identifikasi : Petugas Puskesmas
 Tunggal/kelompok Kabupaten/Kota, Provinsi
 Apakah ada kasus lain yang
serupa

Pokja KIPI
Analisis sementara penyebab dan
Kabupaten/Kota
klasifikasi KIPI melengkapi investigasi

Tindak lanjut :
 Pengobatan Puskesmas RS
 Komunikasi
 Perbaikan Mutu Pelayanan
Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota
KomDa KomNas
PP-KIPI PP-KIPI
Website keamanan Vaksin
Kajian laporan
Etiologi lapangan Subdit
kausalitas Imunisasi
BPOM
7. Unit Terkait Kepala Puskesmas, Penanggung jawab Program, Pelaksana program

8. Dokumen 1. Petunjuk Teknis Pelaksnaan Vaksinasi Dalam Rangka


Terkait Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit
Nomor HK.02.02/4/ 1 /2021
2. Permenkes No. 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi
9. Catatan
Revisi
PEMANTAUAN, PENANGGULANGAN DAN
PELACAKAN KIPI
No. Kode : / / /I/2021
No. Revisi : 0
DAFTAR Tgl. Terbit : 11 Januari 2021
PUSKESMAS TILIK Tgl. MulaiBerlaku : 12 Januari 2021
PARIT TIMUR
Halaman : 1/1

Tidak
No Kegiatan Ya Tidak Berlaku
1 Apakah dilakukan pemantauan KIPI langsung setelah vaksinasi?

2. Apakah fasyankes telah menetapkan contact person yang dapat


dihubungi apabila ada keluhan dari penerima vaksin?

3. Apakah fasyankes telah menyiapkan format Pencatatan dan


Pelaporan KIPI ?

4. Apakah Pasien yang mengalami gangguan kesehatan diduga


akibat KIPI diberikan pengobatan dan perawatan selama proses
investigasi dan pengkajian kausalitas KIPI berlangsung?

5. Apakah petugas melakukan evaluasi pelaksanaan vaksinasi?

JUMLAH
CR: ......................%
Pontianak, ...........................
Pelaksana Auditor

(.............................)

Anda mungkin juga menyukai