Anda di halaman 1dari 62

PANDUAN PENDIRIAN USAHA

STUDIO DESAIN INTERIOR

Penyusun
Edy Legowo
I.F Nurcahyo

Narasumber
Ari Juliano Gema - Badan Ekonomi Kreatif
Sabartua Tampubolon - Badan Ekonomi Kreatif
Budi Triwinanta - Badan Ekonomi Kreatif
Eddy Triharyanto – Univeristas Sebelas Maret
Susantiningrum – Univeristas Sebelas Maret
Anung Bambang Studyanto - Studio Anakra
Rohadi - PT Tata Optima Pratama
I Made Pande Artadi - Ketua HDII Bali
Akhmad Muzakir - CV. Architekton Construction Indonesia
Anom Wibisono - CV. Pahatan Inti Mandiri

Diterbitkan oleh:
Badan Ekonomi Kreatif
bekerja sama dengan
Universitas Sebelas Maret
DAFTAR ISI

Kata Pengantar i
Pendahuluan 1
Permodalan dan Manajemen Keuangan 9
Manajemen Sumber Daya Manusia 19
Manajemen Produksi 31
Manajemen Pemasaran 37
Hak Kekayaan Intelektual (HKI) 41
Penutup 49
Daftar Pustaka 51
Glosarium 53
KATA PENGANTAR

P uji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan
hidayah-Nya, sehingga penyusunan Buku Panduan Pendirian
Usaha Bidang Ekonomi Kreatif ini dapat diselesaikan dengan
baik. Buku Panduan Pendirian Bidang Usaha Ekonomi Kreatif ini
disusun atas kerjasama antara Badan Ekonomi Kreatif (BEKRAF) dan
Universitas Sebelas Maret (UNS) dan merupakan lanjutan dari 18 buku
Panduan Pendirian Bidang Usaha Ekonomi Kreatif yang telah terbit
pada tahun 2016 dan 2017.
Buku Panduan bidang usaha ekonomi kreatif yang disusun pada
tahun 2018 terdiri dari: 1) Panduan Pendirian Usaha Studio Desain
Interior; 2) Panduan Pendirian Usaha Foodtruck; 3) Panduan Pendirian
Usaha Fotografi; dan 4) Panduan Pendirian Usaha Kerajinan Tas Kulit.
Buku Panduan ini diterbitkan dalam 2 (dua) versi yaitu versi cetak dan
elektronik (e-book). Penerbitan buku versi elektronik dimaksudkan
untuk memudahkan pembaca mengakses buku panduan ini. Pada
prinsipnya sasaran buku panduan ini adalah para calon atau pelaku
usaha pemula yang tertarik untuk mendirikan dan mengembangkan
usaha ekonomi kreatif. Oleh karena itu, penulisan buku dibuat
sesederhana mungkin dengan harapan mudah dipahami dan
diterapkan oleh para pembaca. Buku panduan ini belum bisa dikatakan
sempurna apalagi apabila digunakan sebagai referensi untuk pelaku
usaha ekonomi kreatif yang sudah berkecimpung lama di bidangnya.
Untuk itu,masyarakat sangat diharapkan memberikan saran dan
masukan guna penyempurnaan buku panduan ini di masa mendatang.
Akhir kata, atas nama Badan Ekonomi Kreatif saya
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah
memberikan kontribusi dalam penyusunan buku panduan ini. Semoga
upaya dan kerja keras yang dilakukan ini dapat mendorong
pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia

Jakarta, Desember 2018


Kepala Badan Ekonomi Kreatif

Triawan Munaf

i
Sumber: https://id.kisspng.com
PENDAHULUAN

Bagi kemajuan perekonomian Indonesia,


berkembangnya ekonomi kreatif berbasis
kreativitas berpotensi menyerap banyak
pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah
(UMKM) dan diakui telah membuat
kontribusi nyata terhadap pendapatan
domestik bruto nasional.

Dewasa ini usaha desain interior semakin berkembang seiring dengan


kebutuhan manusia akan estetika. Perkembangan tersebut cukup pesat
di kota-kota besar dan mulai merambah kota-kota kecil di Indonesia.
Salah satu jenis usaha desain interior yaitu usaha studio desain interior.
Usaha desain interior mencakup usaha yang berupa jasa dan juga
pelaksanaan proyek desain interior. Usaha desain interior juga memiliki
usaha turunannya. Diantara usaha turunannya antara lain usaha aneka
produk-produk furnitur untuk pelengkap berbagai ruang, bahan untuk
lantai, dinding, aneka jenis lampu hias, gambar, gorden, dan yang
sejenisnya.

Begitu luas cakupan usaha bidang desain interior, untuk tujuan


penulisan buku ini dibatasi pada Usaha Studio Desain Interior. Produk
yang dihasilkan dalam usaha ini berupa gambar rencana dan spesifikasi
desain. Buku ini juga tidak membahas tentang pelaksanaan pengerjaan
proyek desain interior. Meskipun seringkali dalam praktik di lapangan
pengerjaan proyek dilakukan pula oleh pelaku usaha jasa studio desain
interior. Definisi dan Ruang Lingkup Usaha

1
Definisi Studio Desain Interior

Studio Desain Interior adalah bidang usaha


jasa legal formal yang menghasilkan
gambar perencanaan dalam berbagai
ruangan sesuai dengan keinginan pengguna.
Pengusaha sebelum menjalankan usaha
hendaknya memiliki legalitas usaha terlebih
dahulu dan agar dapat memenuhi keinginan
penggunanya maka diharuskan memiliki
Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkompeten serta memadahi dibidang
desain interior.

Ruang Lingkup Usaha Studio Desain Interior

Lingkup usaha studio desain interior dapat dikategorikan menjadi


dua bagian yaitu aktivitas jasa dan objek atau produk jasa.

Pertama, Lingkup aktivitas jasa layanan meliputi: pra-desain,


skematik desain, pengembangan desain, dokumen pelaksanaan,
hingga pengawasan berkala.

Kedua, Lingkup produk dan sasaran desain interior meliputi


produk desain interior seperti: dapur, kamar tidur, kamar mandi,
interior bergerak (vehicle), Produk jasa desain interior merupakan
sasaran desain interior antara lain rumah, kantor, rumah sakit,
hotel, kafe, mal, ruang publik, dll.

2
Contoh Gambar produk desain
interior
Sumber: https://id.kisspng.com/png-stjdq7/

Perizinan/ Legalitas Usaha


Perizinan usaha adalah persetujuan dari pemerintah yang
diberikan kepada pelaku usaha untuk menjalankan usahanya.
Manfaat memiliki perizinan usaha yang lengkap antara lain
jaminan keamanan, meningkatkan kredibilitas, kemudahan
memperoleh fasilitas dari pemerintah, kemudahan dalam
mendapatkan pinjaman modal dari bank atau investor, dan
dapat mengikuti tender atau lelang.
Dalam upaya mempercepat pelayanan perizinan usaha,
Pemerintah melalui PP Nomor 24 Tahun 2018 tentang Pelayanan
Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik mengeluarkan
kebijakan dengan membuat sistem Daring Single Submission
(OSS). Dengan demikian, pengurusan izin usaha dapat dilakukan
dengan mudah dan gratis secara daring.1

1
https://pelayanan.jakarta.go.id/site/detailperizinan/337

3
Secara garis besar berikut ini prosedur mengajukan permohonan
ijin usaha melalui sistem OSS:

 Pemohon mendaftar secara daring di https://oss.go.id untuk


mendapatkan akun.
 Pelaku usaha perseorangan, pemohon cukup menyiapkan KTP
dan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Sedangkan untuk para
pelaku usaha yang berbadan hukum cukup menyiapkan NPWP
dan akta pendirian perusahaan dari notaris yang sudah
disahkan melalui Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) yang
ada di Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) ataupun
kementerian/lembaga terkait yang sudah memiliki PTSP.
Setelah semua data selesai dimasukkan, sistem akan secara
otomatis mengkonfirmasi data tersebut.
 Pemohon mendapat Nomor Induk Berusaha (NIB), BPJS
ketenagakerjaan dan kesehatan, izin lokasi, fasilitas fiskal, dan
Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) yang sudah
tersedia dalam cloud data.
 Setelah tahapan pendaftaran selesai, sistem (OSS) akan
meminta pemohon untuk melengkapi komitmen yang terdiri
atas Upaya Kelayakan Lingkungan–Upaya Pengelolaan
Lingkungan (UKL-UPL), Izin Mendirikan Bangunan (IMB), dan
Sertifikat Laik Fungsi (SLF).
 Setelah semua komitmen terpenuhi, sistem (OSS) akan
menerbitkan Izin Usaha Sektoral dan Surat Izin Usaha
Perdagangan (SIUP). Jika usaha yang dijalankan mencakupi
penjualan komersial dan/atau ekspor, pelaku usaha perlu
mendapatkan izin komersial atau operasional yang berupa izin
edar dan sertifikasi, dengan melengkapi komitmen yang terdiri
atas Standar Nasional Indonesia (SNI).

4
5
Bentuk Usaha
Pada awal pendirian suatu usaha, bentuk usaha yang
banyak dipilih adalah perusahaan perorangan. Namun
demikian, perusahaan perorangan sering kali sulit berkembang
dengan baik. Untuk itu, seiring dengan perkembangan usaha
yang dijalankan, pelaku usaha diharapkan untuk meningkatkan
bentuk usahanya. Berikut ini adalah jenis-jenis bentuk usaha
mulai dari yang paling sederhana (perusahaan perseorangan)
sampai yang kompleks dan memiliki badan hukum (PT).

Tabel Jenis Bentuk Usaha

Bentuk Usaha Pendirian Para Pihak, Pertanggung


Kewajiban dan Jawaban
Kewenangan
Perusahaan Tidak ada Pemilik Pemilik memikul
Perseorangan formalitas mempunyai sendiri segala
pendirian. kewenangan tanggung jawab.
penuh untuk Utang usaha-
menjalankan utang pribadi.
perusahaan.
Persekutuan Tidak ada Masing-masing Tanggung jawab
Perdata formalitas pemilik dapat atas perikatan
pendirian. melakukan dengan pihak
perikatan dengan ketiga ditanggung
pihak ketiga. oleh pemilik yang
melakukan
perikatan tersebut.

6
Bentuk Usaha Pendirian Para Pihak, Pertanggung
Kewajiban dan Jawaban
Kewenangan
Firma Terdapat 1. Setiap anggota Seluruh tanggung
formalitas memberikan jawab ditanggung
atau modal dalam bersama secara
prosedur bentuk uang, tanggung renteng,
khusus barang, dan/atau kecuali tanggung
untuk bukan uang dan jawab timbul
mendirikan bukan barang. sebagai akibat
Firma, 2. Setiap anggota adanya anggota
memerlukan dapat melakukan yang melakukan
akta otentik. perikatan dengan hal yang bukan
pihak ketiga merupakan
(kecuali Anggaran kewenangannya.
Dasar mengatur
adanya hal
tertentu yang
hanya dapat
dilakukan anggota
tertentu).
Commanditaire Terdapat 1. Sekutu Pasif: Tanggung jawab
Vennontschap formalitas a. memberikan hanya ditanggung
(CV) atau modal; Sekutu Aktif,
prosedur b. tidak berhak kecuali tanggung
khusus bertindak jawab timbul
untuk atas nama akibat Sekutu Pasif
mendirikan CV. melakukan hal di
CV, 2. Sekutu Aktif: luar
memerlukan a. menjadi kewenangannya.
akta otentik. pengurus CV
b. berhak
bertindak
atas nama
CV.

7
Bentuk Usaha Pendirian Para Pihak, Pertanggung
Kewajiban dan Jawaban
Kewenangan
Peseroan Terdapat 1. Direksi 1. Hak dan
Terbatas (PT) formalitas 2. Dewan kewajiban PT
atau Komisaris terpisah dengan
prosedur 3. Rapat Umum hak dan
khusus Pemegang kewajiban
untuk Saham (RUPS) pribadi pendiri,
mendirikan direksi, dewan
PT, Masing-masing komisaris,
memerlukan pihak atau organ maupun
akta otentik. memiliki hak dan pemegang
tanggung saham.
jawabannya 2.Suatu organ,
masing-masing misalnya
sebagaimana seorang direktur,
diatur dalam baru
Undang-Undang bertanggung
No. 40 Tahun 2007 jawab secara
tentang Perseroan penuh sampai
Terbatas dan dengan harta
pengaturan lebih pribadinya
lanjut dalam apabila
Anggaran Dasar tanggung jawab
PT. timbul karena Ia
bertindak di luar
kewenangannya.
Sumber: KUHP Perdata, KUHP dan UU No. 40 Tahun 2007

8
PERMODALAN DAN MANAJEMEN KEUANGAN

Sumber Modal

Modal merupakan aspek pokok dalam menjalankan suatu


usaha apapun, tak terkecuali untuk usaha jasa studio desain
interior. Kebutuhan modal usaha studio desain interior sangat
beragam. Di awal usaha maupun untuk pengembangan usaha,
Pengusaha sebaiknya melakukan perhitungan kebutuhan modal
yang diperlukan dengan seksama.
Modal uang menjadi hal penting dalam menjalankan
usaha studio desain interior. Kebutuhan seperangkat peralatan
yang diperlukan dalam melakukan usaha studio desain interior
seperti perangkat komputer desain dan pendukungnya, seperti
printer, jaringan internet, dan piranti lain yang mendukung
seperti kertas, alat tulis dan gambar, alat tulis kantor, meteran
digital dan perangkat pendukung lainnya ini dapat teratasi
apabila memiliki cukup modal.
Modal uang dapat bersumber dari modal sendiri,
kemitraan, inkubator, investor, atau pinjaman bank. Meski
sumber keuangan dapat dari bank atau pinjaman, namun kurang
direkomendasikan khususnya untuk pengusaha pemula desain
interior. Tanpa pinjaman Bank atau lembaga keuangan lainnya,
Pengusaha dapat mengelola uang muka (down payment).
Misalkan uang muka sebesar 50% sudah mencukupi untuk biaya
operasional perusahaan.

9
Modal uang dapat berasal dari beberapa sumber,
sebagaimana berikut ini:

Modal Sendiri
Modal sendiri dapat berasal dari hasil tabungan,
warisan, atau hasil penjualan aset tetap milik pribadi
yang sengaja dijual sebagai modal awal usaha.

Pinjam Bank atau Lembaga Keuangan Bukan Bank


Modal dapat diperoleh dari pinjaman Bank maupun
Lembaga Keuangan Bukan Bank, misalnya
Pegadaian, Koperasi. Salah satu contoh pinjaman
kepada bank adalah melalui Kredit Usaha Rakyat
(KUR). Informasi KUR dapat dilihat secara daring.2

Pinjam Teman atau Keluarga


Ketika modal awal diperoleh dari pinjam teman atau
keluarga, maka perlu diperhatikan ketepatan
pengusaha dalam membayar sesuai perjanjian, agar
kepercayaan yang diberikan oleh teman atau
saudara tetap terjaga dengan baik.

2
https://bri.co.id/kur

10
Modal Patungan
Modal dapat diperoleh melalui modal patungan dari
satu atau beberapa mitra kerja. Jika modal
bersumber dari beberapa mitra, maka harus dibuat
surat perjanjian agar ada kejelasan batasan hak dan
kewajiban setiap pihak.

Modal Ventura
Perusahaan Modal Ventura (PMV) menyediakan
beberapa produk sebagai bantuan permodalan dan
bantuan teknis kepada pengusaha. Salah satu
produk PMV yang banyak diminati perusahaan kecil
adalah Pola Bagi Hasil/Partisipasi Terbatas.

PKBL (Program Kemitraan dan Bina Lingkungan)


Perusahaan BUMN dan perusahaan berskala besar
memiliki kewajiban melaksanakan PKBL sebagai
implementasi dari program Corporate Social
Responsibility (CSR). Pengusaha sebagai mitra binaan
Program Kemitraan dapat memperoleh pinjaman
maksimum sebesar Rp 200.000.000,00. Jasa
administrasi pinjaman dana Program Kemitraan
ditetapkan satu kali pada saat pemberian pinjaman
yaitu sebesar 3 persen per tahun dari saldo pinjaman
awal tahun. Informasi tentang PKBL dapat diakses
secara daring.3

3
https://bri.co.id/kur

11
Manajemen Keuangan

Pengertian dan Tujuan


Manajemen keuangan adalah pengelolaan dan
pengawasan terhadap fungsi-fungsi keuangan. Tujuan
manajemen keuangan pada usaha studio desain interior adalah
memaksimalkan fungsi perusahaan studio desain interior
menjadi lebih ekonomis, efisien dan efektif.

Prosedur
Prosedur manajemen keuangan dalam usaha studio
desain interior ada tiga tahapan yaitu perencanaan,
penggunaan, dan pengawasan. Ketiga unsur manajemen
keuangan ini akan diterapkan secara terus menerus merupakan
siklus atau berkesinambungan.

Pengawasan

Penggunaan

Perencanaan

Skema Prosedur Manajemen Keuangan

12
 Perencanaan
Perencanaan merupakan kunci keberhasilan manajemen keuangan
yang menjadi dasar pokok kebijakan usaha. Perencanaan usaha
studio desain interior tertuang dalam dokumen perencanaan dan
menjadi acuan dalam pelaksanaan belanja usaha, serta menjadi
landasan efisiensi dan efektivitas penggunaan uang.
 Penggunaan
Dalam menggunakan uang disesuaikan dengan perencanaan dalam
setiap melaksanakan proyek produk desain interior. Prinsip dalam
penggunaan uang belanja diorientasikan pada pengembangan
usaha yang direncanakan. Setiap pemasukan dan pengeluaran uang
dalam kegiatan usaha studio desain interior wajib dicatat sebagai
bukti dan informasi bagi perusahaan dan pengguna jasa. Pencatatan
keuangan dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan
perangkat lunak program excel atau aplikasi yang dapat diakses dari
internet. Bagi pengusaha pemula paling tidak menyiapkan buku kas
untuk mencatat aliran kas usaha secara periodik. Melalui buku kas
akan diketahui omset usaha setiap bulannya. Besarnya omset suatu
perusahaan mencerminkan perkembangan usahanya. Omset usaha
tersebut nantinya dilaporankan ke kantor pajak atau pihak lain yang
berkepentingan.
 Pengawasan
Pengawasan merupakan kegiatan penting yang harus dilakukan
dalam menjalankan usaha termasuk usaha studio desain interior.
Kegiatan pengawasan meliputi monitoring dan evaluasi (monev)
mengenai penggunaan keuangan perusahaan secara periodik.
Pengawasan keuangan berfungsi untuk mengoreksi, memperbaiki,
dan atau mendukung kesesuaian antara perencanaan dengan
realitas. Dengan demikian dapat diukur tingkat efesien dan efektif
usaha. Fungsi kepengawasan penting dilakukan karena bermanfaat
untuk memperbaiki dan mengembangkan usaha diwaktu
mendatang.

13
Pencatatan Keuangan
Berikut disajikan contoh pencatatan hanya menggunakan
buku kas, selanjutnya pengusaha dapat mengembangkan sendiri
sesuai dengan skala usaha masing-masing.

Contoh Buku Kas Usaha Studio Desain Interior


Jenis
No Tanggal Belanja/ Kredit (Rp) Debit (Rp) Saldo (Rp)
Transaksi
30-08-2018 Saldo Agustus
1. 20.000.000 20.000.000
2018
31-08-2018
2. Komputer standar grafis 8.000.000 12.000.000

31-08-2018
3. Printer 1.000.000 11.000.000

31-08-2018
4. Software Desain 3.000.000 9.000.000

1-09-2018 Gaji karyawan


5. 800.000 8.200.000
Per unit September 2018

6. 2-09-2018 Internet Kantor 350.000 7.850.000

7. 10-09-2018 Biaya Transportasi 300.000 7.550.000

8. 14-09-2018 Komunikasi Telepon 100.000 7.450.000

9. 17-09-2018 ATK 25.000 7.425.000

10. 24-09-2018 Overhead 100.000 7.300.000

Penjualan Jasa Desain


11. 27-09-2018 5.000.000 12.300.000
Interior

12. Dst...

14
Biaya Tetap (Fixed Cost)
Biaya Tetap merupakan biaya yang jumlah totalnya akan sama
walaupun jumlah barang yang diproduksi dan dijual berubah-
ubah dalam kapasitas normal. Diasumsikan bahwa penyusutan
biaya tetap sebesar 2 % ( Alat harus ganti selama 5 tahun).
Contoh Biaya Tetap Usaha Studio Desain Interior
No Nama Alat Harga
1 Komputer Standar Grafis Rp. 8.000.000,-
2 Printer Rp. 1.000.000,-
3 Software Desain Rp. 3.000.000,-
Total Biaya Rp. 11.000.000,-

Biaya Variabel (Variabel Cost)


Biaya Variabel merupakan biaya yang berubah secara linier
sesuai dengan volume, kualitas volume, produksi atau
penjualan. Satu kali order misalkan desain interior kafe (100 m2)
dengan waktu mengerjakan 1 bulan.
Contoh Biaya Varibel Usaha Studio Desain Interior
No Nama Alat Harga
1 Internet Kantor Rp. 350.000,-
2 Biaya Transportasi Rp. 300.000,-
3 Komunikasi Telepon Rp. 100.000,-
4 Tenaga Kerja Desain Rp. 800.000,-
5 ATK Rp. 25.000,-
6 Overhead* Rp. 100.000,-
Total Biaya Rp. 1.675.000,-

*Overhead merupakan biaya produksi tidak langsung, contoh:


listrik, air, dan pemeliharaan alat.

15
Harga Pokok Penjualan
Harga Pokok Penjualan (HPP) merupakan semua biaya yang
muncul dalam rangka menghasilkan suatu produk hingga
produk tersebut siap dijual.
Rumus HPP usaha studio desain interior sebagai berikut:

HPP = Penyusutan Biaya Tetap Tiap Produksi + Biaya Variabel


(sudah termasuk overhead) mengacu pada contoh sebelumnya

HPP = Rp. 220.000,- + Rp. 1.675.000,-


= Rp. 1.895.000,- per 100 m2

Titik Impas
Titik impas merupakan kondisi di mana jumlah pendapatan
sama dengan jumlah biaya sehingga tidak terdapat keuntungan
ataupun kerugian dalam suatu perusahaan. Perhitungan titik
impas dengan asumsi harga jual per m2 Rp 50.000,- sebagai
berikut:

Titik Impas = (Biaya Tetap) / (Harga per unit – Biaya Variabel per 100 m2)
= Rp. 11.000.000,- / (Rp. 5.000.000, - Rp. 1.675.000,-)
= 3.3

Berarti usaha ini akan mencapai titik impas ketika memproduksi


330 m2.

Perhitungan Laba
Laba Tiap Unit = (Harga Jual per unit)-(HPP per unit)
= Rp. 5.000.000,- - Rp. 1.895.000,-
= Rp. 3.105.000,-

16
Penentuan Harga
 Sebagian pengusaha menetapkan harga desain sebesar 5-
10% dari proyek pembangunan desain tersebut.
 Sebagian pengusaha menetapkan dari dimensi keluasan
proyek (100- 600 ribu/m2)
 Sebagian pengusaha tidak memiliki standar yang baku.
Nilai harga proyek dapat dilihat dari latar belakang
ekonomi pengguna jasa.

Perpajakan

Pajak Penghasilan (PPh)


Membayar pajak sesuai ketentuan merupakan kewajiban
yang harus dilaksanakan oleh warga negara yang baik. Bentuk
ketaatan dalam membayar pajak adalah dengan memiliki
Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). NPWP adalah nomor yang
diberikan kepada wajib pajak untuk mempermudah administrasi
perpajakan yang dipergunakan sebagai tanda pengenal diri atau
identitas wajib pajak dalam melaksanakan hak dan kewajiban
perpajakan.
Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2018 yang berlaku
efektif 1 Juli 2018 mengatur pajak penghasilan (PPh) yang
bersifat final bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
sebesar 0,5 persen atas omzet maksimal Rp 4,8 miliar per tahun.
Jangka waktu pengenaan peraturan ini yakni 7 tahun bagi wajib

17
pajak orang pribadi; 4 tahun bagi wajib pajak badan berbentuk
Koperasi, CV, dan Firma; serta 3 tahun untuk Perseroan Terbatas.
Pendaftaran NPWP dapat dilakukan secara daring dimana
tata cara pendaftaran dapat dibaca di laman secara daring. 4

Pajak Daerah
Selain pajak penghasilan yang diperhitungkan setiap
akhir tahun takwim, pengusaha juga memiliki kewajiban
membayar pajak daerah. Hal tersebut, mengacu pada otonomi
daerah, setiap kegiatan usaha yang menghasilkan keuntungan
dikenakan kewajiban untuk membayar retribusi daerah yang
besarnya sesuai dengan peraturan daerah masing-masing.

Pajak Pertambahan Nilai (PPN)


Sejak 1 Januari 2014, Pemerintah telah menetapkan aturan
mengenai batasan Pengusaha Kena Pajak (PKP), yaitu
pengusaha yang omzetnya mencapai Rp 4,8 miliar per tahun.
Dengan demikian, semua pelaku usaha yang omzetnya sudah
mencapai atau melebihi jumlah tersebut harus mengajukan PKP
karena wajib memungut PPN sebesar 10% atas setiap
transaksinya.

4
https://ereg.pajak.go.id/daftar

18
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

Definisi Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajemen Sumber Daya Manusia


(MSDM) adalah suatu pemberdayaan
personil dalam struktur organisasi usaha yang
bekerja sama bersinergi sesuai kompetensi,
tugas, dan fungsi masing-masing untuk
mencapai tujuan perusahaan.
Personil-personil inti yang ada dalam
perusahaan studio desain interior utamanya
terdiri dari: Manajer Proyek, Koordinator
Proyek, Senior Desainer, Desainer Yunior/
Asisten Desainer, dan Drafter (penerjemah
perencanaan desain interior menjadi
dokumen gambar kerja).

Pada saat menjalankan usaha studio desain interior pada


tahap pelaksanaan suatu proyek, perusahaan perlu mendapat
dukungan dan kerjasama dari kontraktor dan atau sub
kontraktor proyek, serta pendukung (supporting) produk material
dan interior karya seni (art work interior).

19
Struktur Organisasi dan Kualifikasi

Usaha Studio Desain Interior dalam hal ini dibedakan


dalam 2 jenis skala usaha, yaitu: skala kecil dan skala besar.
Biasanya untuk skala kecil hanya melayani konsumen atau fokus
pada 1 atau 2 jasa layanan desain; sedangkan skala besar dapat
melayani berbagai jenis desain. Berikut dijelaskan model
struktur organisasi usaha studio desain interior bentuk bagan.

Model Struktur Organisasi Perusahaan


Studio Desain Interior Skala Kecil

Bagan skala kecil merupakan struktur organisasi atau


manajemen yang sangat sederhana dari cara kita menyusun pola
organisasi pada sebuah studio desain interior yang akan
didirikan, dengan segala keterbatasannya.

20
Model Struktur Organisasi Perusahaan
Studio Desain Interior Skala Besar

Bagan skala besar merupakan pengembangan dari


struktur organisasi/manajemen yang sebelumnya, dimana pada
tahap ini perusahaan sudah mulai berkembang dengan proyek
yang lebih banyak dan membutuhkan lebih banyak staf sehingga
mampu mendukung pekerjaan yang dikerjakan. Berikut
dijelaskan personil dalam model struktur organisasi di atas.

 Direktur Manajer
Direktur Manajer (DM) merupakan pemimpin dalam suatu
perusahaan organisasi usaha studio desain interior. Seorang DM
sebagai penanggung jawab utama dalam mengembangkan dan
pengambil keputusan perusahaan. Dipersyaratkan memiliki
latar belakang akademik minimal Sarjana Strata 1 bersertifikat
Desain Interior Ahli Utama atau Magister Desain Interior
bersertifikat Ahli Madya. DM juga dituntut telah memiliki
pengalaman di bidang desain interior lebih dari 10 tahun dan
pernah mengikuti tender proyek dan pernah menangani lebih
dari 3 proyek besar minimal 3000 m2. Disamping itu yang

21
menjadi persyaratan penting yaitu: Memiliki kompetensi
entrepreneurhip (karakter enterpreneurship: leadership); semangat
tinggi; pekerja keras, ulet, pantang menyerah; komunikatif;
kreatif dan inovatif; serta visioner.

 Manajer Proyek
er Proyek merupakan pemimpin proyek dalam
perusahaan organisasi usaha studio desain interior. Seorang
Manajer Proyek dipersyaratkan memiliki latar belakang
akademik minimal Sarjana Strata 1 bersertifikat Desain Interior
Ahli Utama atau Magister Desain Interior bersertifikat Ahli
Madya. Manajer Proyek juga dituntut telah memiliki
pengalaman di bidang desain interior minimal 5 tahun dan
pernah mengikuti tender proyek dan pernah menangani 2
proyek besar minimal 2000 m2. Memiliki kompetensi
entrepreneurhip (karakter enterpreneurship: leadership); semangat
tinggi; pekerja keras, ulet, pantang menyerah; komunikatif;
kreatif dan inovatif; serta visioner.

Sejalan dengan kualifikasinya tersebut fungsi, tugas dan


tanggung jawab seorang Manajer Proyek dalam usaha studio
desain interior mulai dari: merumuskan keinginan desain awal
dari pengguna menjadi gagasan dan desain interior (Meliputi:
Gambar kerja; Rencana Anggaran Belanja/RAB; hingga
membuat Rencana Kerja Syarat-syarat/RKS; Kesepakatan Kerja).

 Koordinator Proyek
Koordinator Proyek merupakan seorang pemimpin dalam usaha
desain interior di bawah koordinasi Manajer Proyek dalam suatu
pekerjaan proyek desain interior berkategori besar. Koordinator

22
Proyek yang dipersyaratkan berkualifikasi Sarjana S1 Desain
Interior. Contoh: Koordinator desain interior ruang publik &
desain interior recidential (ruang pribadi). Koordinator ruang
publik misalnya desain interior rumah sakit, hotel, perkantoran,
bandara; sedangkan koordinator ruang pribadi berkaitan dengan
pekerjaan desain interior rumah hunian berbagai tipe.

 Desainer Senior
Desainer Senior memiliki kompetensi merancang keseluruhan
desain interior untuk dikembangkan ke desain berikutnya.
Contoh desain hotel, dimana desain berikutnya menjadi desain
lobby, desain kamar tidur, dan seterusnya. Oleh itu, personil
yang terlibat didalam studio desain interior merupakan orang-
orang yang berkompeten dalam desain interior. Desainer Senior
yang dipersyaratkan berkualifikasi Sarjana S1 Desain Interior dan
bersertifikat Ahli Utama atau minimal Ahli Madya. Meskipun
demikian, persyaratan tersebut bergantung pada besar kecilnya
proyek yang ditangani.

 Asisten Desainer
Asisten Desainer berfungsi membantu pekerjaan Desainer
Senior. Asisten Desainer yang dipersyaratkan berlatar
pendidikan S1 Desain Interior dan bersertifikat Desain Interior
Muda. Asisten Desainer harus mampu menerjemahkan
perencanaan desain yang dirumuskan oleh Desainer Senior
menjadi gambar kerja.

23
 Drafter
Drafter dalam usaha desain interior dituntut mampu
menerjemahkan perencanaan desain interior menjadi dokumen
gambar kerja untuk dijelaskan dan dipahami oleh pelaksana
(tukang) untuk dioperasionalkan. Berdasarkan tugas dan
fungsinya tersebut, maka drafter yang dipersyaratkan berlatar
belakang pendidikan minimal lulusan SMK jurusan Desain.

 Pemasaran
Tenaga Pemasaran bertugas dan berfungsi menjual jasa
pekerjaan studio desain interior. Seorang tenaga pemasar jasa
desain interior dipersyaratkan berlatar pendidikan minimal SMK
Jurusan Pemasaran atau lebih baik apabila memiliki kualifikasi
S1 Desain Interior atau S1 Ekonomi Manajemen Pemasaran,
Tenaga Pemasaran dituntut memiliki kompetensi secara detail
tentang jenis-jenis jasa studio desain interior yang akan
ditawarkan kepada pengguna. Selain itu, dituntut memiliki
keterampilan berkomunikasi dan bernegosiasi sangat baik
kepada pengguna.

 Administrasi Keuangan
Tenaga Administrasi Keuangan berfungsi dan bertugas
mendokumentasikan secara tertib tentang uang keluar dan uang
masuk perusahaan studio desain interior. Tenaga Administrasi
Keuangan harus mengusai pembukuan keuangan minimal
membuat laporan keuangan perusahaan. Tenaga administrasi
keuangan yang dipersyaratkan berlatar pendidikan S1 Akuntansi.

24
Hubungan Kerja antara Pengguna (pemberi tugas)
dan Desainer Interior

Mekanisme dan hubungan kerja antara Pemberi tugas


(pengguna) dan Desainer Interior mulai berlaku sejak terbitnya
perintah kerja yang segera ditindak lanjuti dengan perikatan
perjanjian kerja (Himpunan Desainer Interior Indonesia Komisi
B, 2006 : 12-13). Hubungan kerja tersebut dapat dilihat pada
bagan berikut.

Bagan hubungan kerja pengerjaan proyek desain interior

 Klien yaitu orang yang memiliki proyek atau yang


mempunyai gagasan untuk membangun sebuah proyek yang
akan dimanfaatkan sendiri atau bersama dan kemudian
menugaskan kepada konsultan ataupun kontraktor untuk
mewujudkan gagasannya.

25
 Konsultan Interior yaitu penasihat ahli atau desainer yang
merealisasikan, meneruskan, dan menggambarkan
keinginan dari pihak klien.
 Kontraktor yaitu pihak yang mengerjakan keinginan pemberi
tugas berdasarkan saran, bimbingan serta gambaran dari
pihak konsultan.
 Proyek yaitu rencana pekerjaan dengan sasaran khusus.

Hak dan Wewenang Desainer


Hak dan kewenangan desainer dalam usaha studio desain
interior sebagai berikut.
 Desainer berhak menolak segala penilaian estetika atas hasil
tugasnya yang dilakukan konsultan pengawas atau oleh
pemberi tugas.
 Desainer berhak mengembalikan atau membatalkan tugas
yang diberikan kepadanya dengan alasan sebagai berikut:
 bila pekerjaan tersebut melanggar kode etik desain;
 terjadinya hal diluar kekuasaan kedua belah pihak
(sengketa lahan, tidak keluarnya ijin untuk pembangunan,
bencana alam dsb);
 terdapat kelalaian atau penyimpangan dari pemberi tugas
dalam menjalankan perjanjian kerja.

Desainer interior berhak menuntut ganti rugi kepada


pemberi tugas apabila terlambat memberikan keputusan yang
menyebabkan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan.
Disamping hak yang bersifat umum diatas desainer
memiliki hak yang bersifat khusus yaitu Hak-Hak Khusus
Menyangkut Karya Cipta dan Hak Desainer sebagai Pengawas.

26
Hak-Hak Khusus Menyangkut Karya Cipta
Desainer bekerja melalui proses kreatif, sehingga desainer
memiliki hak-hak khusus menyangkut karya ciptanya, antara lain
sebagai berikut:
 Hak Pemilikan atas Desain
Semua data yang digunakan dalam merancang Interior serta
syarat-syarat kerja dan rencana biaya yang tertuang dalam
dokumen yang asli, tetap menjadi hak milik Desainer Interior.
 Hak Perwujudan Desain
 Dengan membayar segala yang menyangkut pembuatan
desain. Pemberi tugas mendapat hak untuk mewujudkan
desain tersebut sebanyak satu kali saja. Perwujudan ulang
berdasarkan desain tersebut dengan atau tanpa
perubahan apapun, harus melalui persetujuan Desainer
Interior.
 Pemberi tugas tidak berhak mempublikasikan desain
kepada pihak ketiga yang akan bisa menggunakannya
untuk kepentingan sendiri.
 Hak Cipta
 Dengan tidak mengurangi ketentuan-ketentuan dalam
undang-undang tentang hak cipta. Hak cipta desain
interior akan selalu merupakan hak Desainer Interior dan
oleh karena itu Desainer Interior boleh memperbanyak
desain, sketsa, gambar, model dan maket serta hasil karya
lainnya. Kecuali jika ada keberatan dari pemberi tugas
yang dalam hal ini pemilik hak pakai.
 Pemilikan hak perlu dituangkan secara jelas dalam
perjanjian kerja. Desainer Interior berhak mewujudkan

27
desainnya kembali kepada pihak ketiga dengan
pemberitahuan kepada pemberi tugas sebelumnya.
 Hak Mencantumkan Tanda Nama
Desainer berhak untuk membubuhkan tanda nama atau
tanda nama perencana perancang dengan syarat tata letak
penempatan nama itu tidak merusak pandangan atau fungsi
dari perwujudan karya desain tersebut.
 Hak Dokumentasi dan Hak Penggandaan
 Desainer memiliki hak dokumentasi/membuat gambar-
gambar maupun rekaman dalam bentuk lainnya terhadap
hasil rancangannya.
 Hanya Desainer yang memiliki hak penggandaan atas
gambar-gambar perencanaan perancangan desain yang
dibuatnya.
 Hak mengubah Desain
Desainer Interior berkewajiban bertindak sebagai pengawas
berkala yang mempunyai wewenang secara tertulis untuk
memerintahkan kontraktor, melalui konsultan pengawas,
mengadakan perubahan-perubahan dan atau penyesuaian
bila diperlukan dalam uraian dan syarat-syarat serta gambar-
gambar dengan atau tanpa persetujuan terlebih dahulu dari
pemberi tugas, asalkan perubahan-perubahan tersebut
sesuai dengan prinsip dan tujuan yang lebih baik.
Ketentuan-ketentuan sebagai berikut:
 Memenuhi persyaratan konstruksi demi keamanan, atau
perubahan atas pertimbangan estetika ruang Interior;
 Perubahan tidak mengakibatkan penambahan biaya
pelaksanaan;

28
 Tidak merugikan fungsi praktis dari ruang yang diinginkan
oleh pemberi tugas;
 Tidak memperlambat waktu penyelesaian pelaksana;
 Wewenang untuk menilai prestasi kerja kontraktor.
 Hak Desainer sebagai Pengawas
 Desainer Interior sebagai pengawas berkala berwenang
mengetahui dan memberi persetujuan atas penilaian
konsultan pengawas terhadap pekerjaan kontraktor,
sehingga kontraktor mendapatkan haknya atas tahap
pembayaran sesuai dengan prestasi yang telah dicapai.
 Wewenang menolak hasil kerja Kontraktor.
 Desainer Interior berhak menolak hasil pekerjaan yang
ternyata tidak sesuai dengan desain interior dan wajib
memberikan solusi dilapangan melalui rapat koordinasi
dengan konsultan pengawas. 5

5
Komisi B, HDII. 2006. Buku pedoman hubungan kerja antara Desainer
Interior dan pemberi tugas. HDII : Jakarta.

29
Mekanisme Rekrutmen dan Penggajian

Rekrutmen Pegawai

Beberapa mekanisme rekrutmen pegawai yang pada


umumnya ditempuh perusahan milik anggota asosiasi
sebagai berikut.
 Meminta rekomendasi calon pegawai dari kawan
seprofesi
 Menginformasikan lewat media sosial seperti Facebook,
WhatsApp dan Line yang selanjutnya diikuti dengan
proses seleksi.
 Pemasangan iklan melalui Media Massa yang
selanjutnya diikuti dengan proses seleksi.

Penggajian

Penggajian tenaga kerja pada Sudio Desain Interior rata-rata


berkisar 7 % dari nilai nominal proyek. Ada 3 jenis
penggajian yaitu: (1) Beli putus; (2) Royalti; atau (3)
Penggajian (bulanan/ persentase).
Secara umum, penggajian personil bergantung pada besar-
kecilnya nilai proyek. Nilai proyek/ pekerjaan biasanya
ditentukan dengan satuan m2. Namun demikian harga per
m2 sangat bergantung dari kekomplekkan desain interior
dan atau jenis proyek. Proyek seperti desain interior rumah
sakit dan bandara akan lebih tinggi dibandingkan dengan
fasilitas publik lainnya, seperti: perumahan.

30
MANAJEMEN PRODUKSI

Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dan disiapkan
untuk memulai usaha Studio Desain Interior antara lain:

Tempat Usaha
Kantor atau rumah tinggal (bergantung skala
usaha).

Sarana Promosi
Media sosial, Pameran, dan Komunitas.

Peralatan
Komputer dengan perangkat lunak gambar 2D &
3D.

31
Produk, Tahap Produksi, dan Alur Kerja Desain
Interior
Produk
Produk dari studio desain interior berupa gambar kerja.
Gambar kerja meliputi gambar pra-desain, gambar rencana, dan
gambar detail.
Gambar pra desain meliputi:
 Gambar denah;
 Gambar tampak (depan, samping, dan belakang)
Axonometri/perspektif interior;
 Gambar potongan.

Gambar rencana meliputi:


 Rencana dinding;
 Rencana lampu;
 Rencana plafon;
 Rencana lantai;
 Rencana pintu dan jendela.

Gambar Detail meliputi:


 Detail plafon;
 Detail furniture;
 Detail pintu dan jendela; dan
 Detail pemasangan material.

32
Tahap Produksi
Produksi jasa desain dilakukan setelah permintaan diperoleh.
Adapun tahapan yang pengerjaan jasa desain sebagai berikut:
Tahap 1. Membuat Konsep Desain
Konsep desain harus mempetimbangkan beberapa hal,
antara lain: Fungsional dan kenyamanan ruang interior,
memahami karakter pengguna jasa desain interior, dan
mengukur kemampuan pengguna jasa.
Tahap 2. Membuat Gambar Pra Desain
Gambar pra desain berfungsi untuk penawaran ke pengguna
jasa desain interior.
Tahap 3. Membuat Gambar Detail
Gambar detail dilakukan setelah gambar pra desain disetujui
oleh pengguna jasa interior. Gambar detail berfungsi untuk
memudahkan tukang dalam pengerjaan.
Tahap 4. Pemilihan Material Interior
Pemilihan material ini berfungsi untuk penyusunan rencana
anggaran biaya.
Tahap 5. Penyusunan Rancangan Anggaran Biaya
Rancangan anggaran biaya berfungsi untuk memberikan
gambaran terhadap biaya pelaksanaan produksi produk
interior dan juga bisa digunakan untuk aanwijzing (proses
penjelasan pada tender).
Tahap 6. Tahap Konstruksi dan Pengawasan
Kontruksi merupakan tahapan pelaksanaan pembuatan
produk interior yang dilakukan oleh pelaksana/kontraktor.
Studio desain interior berperan dalam pengawasan
pelaksanaan pekerjaan.

33
Alur Kerja Desain Interior dapat digambarkan sebagai berikut:

Bagan Alur Kerja Desain Interior

34
Pengendalian dan Pengembangan Mutu
ProdukInterior

Dalam mempertahankan mutu dan pengembangan desain,


seorang pengusaha Studio Desainer Interior harus selalu
mengikuti perkembangan tren Desain Interior.
Perkembangan Desain Interior dapat dipantau melalui
majalah-majalah Desain Interior baik offline maupun online.
Mutu produk berkaitan dengan kemampuan dari keahlian
dan pengalaman pegawai. Dalam rangka menjaga dan
meningkatkan mutu produk, perusahaan harus memiliki
desainer yang bersertifikasi.

35
Sumber: https://id.kisspng.com

36
MANAJEMEN PEMASARAN

Segmen dan Target Pasar Produk Interior

Segmen pasar Studio Desainer Interior


terbesar yaitu perorangan atau pengusaha
kelas menengah ke atas.
Target pasar usaha Studio Desainer Interior:
rumah, perkantoran, rumah sakit, kafe/resto,
perumahan, guest house, hotel, resort, mall,
ruko, dll.

37
Strategi Pemasaran dan Model Bisnis

 Pameran
Pameran merupakan ajang pengenalan Usaha Desain Interior
yang sangat efektif. Acara pameran yang dapat diikuti oleh
para pengusaha Desain Interior antara lain:

Contoh Acara Pameran Desain Interior


Nama Informasi
Pameran
HOMEDEC https://www.homedec.co.id/
CASA https://www.casaindonesia.com/
Indonesia
Megabuild www.megabuild.co.id/
Indonesia
Pameran Bisa dilakukan oleh pengusaha dengan
secara menyewa tempat seperti di mall
mandiri

 Tender dan Penunjukan Langsung


Tender bisa dilakukan oleh instansi pemerintah maupun
swasta. Seringkali tender Desain Interior masuk dalam
tendernya kontraktor gedung, sehingga posisi jasa Desain
Interior hanya sebagai subkontraktor. Penunjukan langsung
juga bisa dilakukan oleh instansi pemerintah maupun swasta.
Penunjukan langsung sangat tergantung reputasi dan
keterkenalan Usaha Desain Interior yang dijalankan.

38
 Artikel di Majalah Desain
Majalah dapat digunakan sebagai ajang aktualisasi karya-
karya yang telah dilakukan oleh seorang pengusaha Desain
Interior. Majalah-majalah yang dapat digunakan sebagai
aktual antara lain Idea, Rumahku, Home & Decor, Indonesia
Desain, dll.
 Pemasaran Daring dan Media Sosial
Pemasaran secara daring dapat menggunakan website.
Pemasaran melalui daring sangat tergantung pengelolaan
website. Pemasaran melalui media sosial, saat ini instagram
merupakan aplikasi yang banyak digunakan.
 Kemitraan
Pemasaran secara Kemitraan dapat dilakukan antara
Pengembangan perumahan mewah dengan Studio Desain
Interior. Pengembangan perumahan sebagai kontraktor
bangunan sedangkan Studio Desain Interior sebagai jasa
konsultan Studio Desain Interior.

39
Pengembangan Usaha

Usaha Studio Desain Interior merupakan salah satu dari


jenis Usaha Desain Interior. Usaha Studio Desain Interior
terbatas pada jasa konsultan dengan output produk berupa
gambar kerja dan spesifikasi teknis. Usaha Studio Desain
Interior dapat dikembangkan dengan melengkapi
perusahaan dengan bidang usaha lain seperti Kontraktor,
Supporting (penyedia material desain interior), dan produksi
produk Desain Interior.

40
HAK KEKAYAAN INTELEKTUAL

Definisi Hak Kekayaan Intelektual (HKI)

Hak Kekayaan Intelektual adalah kekayaan


yang timbul atau lahir karena kemampuan
intelektual manusia melalui daya cipta, rasa
dan karsanya yang dapat berupa karya di
bidang teknologi, ilmu pengetahuan, seni dan
sastra. Karya-karya intelektual ini tercipta
melalui pengorbanan waktu, tenaga, dan
biaya, sehingga karya-karya ini perlu
mendapat perlindungan. Kaitannya dengan
usaha Studio Desain Interior mandiri, HKI
yang memungkinkan yaitu Merek dan Hak
Cipta.

Manfaat Hak Kekayaan Intelektual

Banyak kreator berakhir menyesal karena tidak mengurus HKI


terkait dengan kreasinya. Penyesalan ini karena karyanya
didaftarkan oleh orang lain, yang secara hukum kreasinya
dimiliki orang yang mengurusnya. Manfaat pengurusan HKI
antara lain:
 Melindungi karya dari pengakuan oleh orang lain
 Memperjelas pemilik karya cipta

41
Jenis Hak Kekayaan Intelektual
Jenis Hak Kekayaan Intelektual antara lain:
 Hak Cipta
Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau
penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak
ciptaannya atau memberi izin untuk itu dengan tidak
mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan
perundang-undangan yang berlaku.
 Paten
Paten adalah hak eksklusif yang diberikan oleh negara
kepada inventor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang
untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya
tersebut kepada pihak lain untuk melaksanakannya.
 Merek
Merek adalah suatu tanda yang berupa gambar, nama,
kata, huruf-huruf, angka-angka, susunan warna atau kombinasi
dari unsur-unsur tersebut yang memiliki daya pembeda dan
digunakan dalam kegiatan perdagangan barang dan jasa.
Macam Merek sebagai berikut:
 Merek dagang adalah merek yang digunakan pada barang
yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa
orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan barang-barang sejenis lainnya.
 Merek jasa adalah merek yang digunakan pada jasa yang
diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang
secara bersama-sama atau badan hukum untuk
membedakan dengan jasa-jasa sejenis lainnya.
 Indikasi Geografis
Indikasi geografis adalah suatu tanda yang menunjukkan
daerah asal suatu barang, yang karena faktor lingkungan
geografis termasuk faktor alam, faktor manusia, atau kombinasi
dari kedua faktor tersebut, memberikan ciri dan kualitas tertentu
pada barang yang dihasilkan.

42
 Desain Industri
Desain Industri (DI) adalah suatu kreasi tentang bentuk,
konfigurasi, atau komposisi garis atau warna, atau garis dan
warna, atau gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi
atau dua dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat
diwujudkan dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta
dapat dipakai untuk menghasilkan suatu produk, barang,
komoditas industri, atau kerajinan tangan.
 Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu
 Sirkuit Terpadu adalah suatu produk dalam bentuk jadi
atau setengah jadi, yang di dalamnya terdapat berbagai
elemen dan sekurang-kurangnya satu dari elemen
tersebut adalah elemen aktif, yang sebagian atau
seluruhnya saling berkaitan serta dibentuk secara terpadu
didalam sebuah bahan semi konduktor yang
dimaksudkan untuk menghasilkan fungsi elektronik.
 Desain Tata Letak adalah kreasi berupa rancangan
peletakan tiga dimensi dari berbagai elemen, sekurang-
kurangnya satu dari elemen tersebut adalah elemen aktif,
serta sebagian atau semua interkoneksi dalam suatu
Sirkuit Terpadu dan peletakan tiga dimensi tersebut
dimaksudkan untuk persiapan pembuatan Sirkuit
Terpadu.
 Hak Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu adalah hak
eksklusif yang diberikan oleh negara Republik Indonesia
kepada Pendesain atas hasil kreasinya, untuk selama
waktu tertentu melaksanakan sendiri, atau memberikan
persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakan
hak tersebut.

43
 Rahasia Dagang
Rahasia Dagang adalah bidang teknologi dan atau bisnis,
bernilai ekonomi yang berguna dalam kegiatan usaha yang
dijaga kerahasiaannya atau sebagai informasi yang tidak boleh
diketahui oleh umum.

Untuk memudahkan akses informasi tentang HKI bagi


masyarakat, BEKRAF mengembangkan aplikasi BIIMA yang
dapat diunduh dari Google Play dengan android dan App Store
dengan IOS.

Apakah mengurus kekayaan intelektual perlu dilakukan


sejak awal? Pertanyaan ini sering mengemuka pada pelaku usaha
pemula. Hak kekayaan intelektual tidak langsung dirasakan
manfaatnya setelah kita mendaftar. Namun demikian akan
menjadi kerugian besar saat merek produk sudah mulai terkenal
ternyata sudah dimiliki orang lain.

44
HKI pada Usaha Studio Desain Interior
HKI pada usaha studio desain interior meliputi: merek,
hak cipta, dan desain industri.

Merek
Merek adalah suatu tanda yang dapat ditampilkan secara grafis
berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna,
dalam bentuk-bentuk (dua) dimensi dan/atau 3 (tiga) dimensi,
suara, hologram, atau kombinasi dari 2 (dua) atau lebih unsur
tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang
diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan
perdagangan barang dan/atau jasa.

Macam Merek
 Merek dagang adalah merek barang yang diperdagangkan
oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama
atau badan hukum untuk membedakan dengan barang-
barang sejenis yang lain.
 Merek jasa adalah merek jasa yang diperdagangkan oleh
seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau
badan hukum untuk membedakan dengan jasa-jasa sejenis
yang lain.
 Merek kolektif adalah merek yang digunakan pada barang
dan/atau jasa dengan karakteristik yang sama dalam hal sifat,
ciri umum, dan mutu barang atau jasa serta pengawasannya
yang akan diperdagangkan oleh beberapa orang atau badan
hukum secara bersama-sama untuk membedakan dengan
barang dan/atau jasa sejenis lainnya.

Hak atas merek diberikan oleh negara kepada pemilik merek


yang terdaftar untuk jangka waktu tertentu dengan
menggunakan sendiri merek tersebut atau memberikan izin
kepada pihak lain untuk menggunakannya (UU RI No. 20 tahun
2016).

45
Contoh Merek pada Desain Interior

Jenis Merek Contoh


Nama Nama perusahaan
Logo Logo perusahaan
Bentuk huruf dan angka pada logo
Kombinasi warna pada logo

Cara mendaftaran merek disajikan pada gambar berikut:

Isi formulir Lampiran


Surat permohonan

• tiga lembar label merek


• tanggal-bulan-tahun permohonan
• identitas pemohon • surat kuasa
• identitas kuasa (jika dikuasakan) • surat pernyataan kepemilikan merek
• klaim prioritas
• bukti prioritas dan terjemahannya
• tipe merek
• merek yang dimohonkan (label merek) • salinan ketentuan penggunaan merek
• nama atau deskripsi merek
kolektif

Ajukan permohonan • bukti pembayaran biaya


pendaftaran rangkap 4
dalam blangko yang
disediakan

Cara Mendaftarkan Merek

Prosedur pendaftaran merek dapat dilihat secara detail di


website Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual.6

6
http://www.dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-permohonan-merek

46
Hak Cipta
Hak Cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara
otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan
diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan
sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
Prosedur Permohonan Pencatatan Hak Cipta dapat di lihat pada
diagram alir permohonan hak cipta.7

Desain Industri
Desain Industri adalah suatu kreasi tentang bentuk, konfigurasi,
atau komposisi garis atau warna, atau garis dan warna, atau
gabungan daripadanya yang berbentuk tiga dimensi atau dua
dimensi yang memberikan kesan estetis dan dapat diwujudkan
dalam pola tiga dimensi atau dua dimensi serta dapat dipakai
untuk menghasilkan suatu produk, barang, komoditas industri,
atau kerajinan tangan. Pendaftaran Desain Industri dapat
dilakukan melalui tahapan-tahapan yang ada dalam diagram alir
permohonan desain industri.8

7
http://www.dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-permohonan-hak-cipta
8
http://www.dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-desain-industri

47
48
PENUTUP

Syukur Kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa


yang telah memberikan kekuatan kepada kami untuk
menyelesaikan buku ini. Penyusunan buku ini merupakan kerja
sama Badan Ekonomi Kreatif dan Universitas Sebelas Maret.
Buku ini telah memaparkan informasi tentang
Permodalan dan Manajemen Keuangan, Manajemen Sumber
Daya Manusia, Manajemen Produksi, Manajemen Pemasaran,
Hak Kekayaan Intelektual (HKI), Legalitas Usaha dan Perpajakan.
Guna membangun usaha di bidang studio desain interior, maka
kami menyarankan bagi pengusaha baru untuk bergabung
dalam himpunan-himpunan desainer interior.
Semoga buku ini bermanfaat bagi masyarakat Indonesia,
terutama bagi pengusaha studio desain interior pemula maupun
bagi mereka yang berkeinginan untuk mengembangkannya.

49
50
DAFTAR PUSTAKA

Komisi B, HDII. 2006. Buku pedoman hubungan kerja antara


desainer interior dan pemberi tugas. Jakarta: HDII.
Peraturan Menteri Keuangan Nomor 68/PMK.03/2010 tentang
Batasan Pengusaha Kecil Pajak Pertambahan Nilai.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 1 tahun 2012
tentang Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun
1983 Tentang Pajak Pertambahan Nilai Barang dan Jasa
dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah. Sebagaimana
Telah Beberapa Kali Diubah Terakhir Dengan Undang-
Undang Nomor 42 Tahun 2009 Tentang Perubahan Ketiga
Atas Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983 Tentang Pajak
Pertambahan Nilai Barang dan Jasa dan Pajak Penjualan
Atas Barang Mewah.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2018
Tentang Pajak Penghasilan Dari Usaha yang Diterima
Atau Diperoleh Wajib Pajak yang Memiliki Peredaran
Bruto Tertentu.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2001
Tentang Merek.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2014
Tentang Undang-Undang Hak Cipta.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 13 Tahun 2003
Tentang Ketenagakerjaan.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 2000
tentang Desain Interior.
http://www.dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-permohonan-hak-
cipta
http://www.dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-desain-industri

51
http://www.dgip.go.id/prosedur-diagram-alir-permohonan-
merek
https://oss.go.id/oss/, tentang pelayanan perizinan berusaha
terintegrasi secara elektronik.
https://id.kisspng.com/png-stjdq7
https://pelayanan.jakarta.go.id/site/detailperizinan/337
https://bri.co.id/kur
https://www.homedec.co.id/
https://www.casaindonesia.com

52
GLOSARIUM

Daring Dalam jaringan, terhubung melalui


jejaring komputer, internet, dan
sebagainya.
Dokumen Kegiatan menyusun Detail Engineering
pelaksanaan Design (DED), Rencana Anggaran Biaya
(RAB), Rencana Kerja Syarat (RKS).
Pengawasan Kegiatan memonitor dan mengevaluasi
berkala secara periodik dalam upaya mewujudkan
desain interior yang dikehendaki.
Pengembangan Kegiatan mewujudkan skematik desain
desain secara detail dalam bentuk visual 3
dimensi dan colour material scheme.
Pra-desain Kegiatan pengolahan data (programming,
sketsa gagasan) dan konsep desain.
Segmen pasar Kelompok orang atau organisasi yang
memiliki kesamaan karakteristik sehingga
mereka memiliki kebutuhan produk atau
jasa yang sama.
Skematik desain Kegiatan mewujudkan konsep, denah,
elemen pembentuk ruang, zonasi,
furnitur dan yang sejenisnya.
Takwim Tahun berdasarkan kalender (berawal
dari 1 Januari dan berakhir pada 31
Desember)
Titik impas Titik yang menunjukkan hasil penjualan
hanya untuk menutup harga pokok
produk (tidak ada untung atau rugi).

53
54